• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

C. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah data terdistribusi normal atau tidak. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distrisbusi normal. Normalitas data dapat dilihat dengan menggunakan grafik normal P-P Plots.Pada normalitas data dengan normal P-Plot, data pada variabel yang digunakan akan dinyatakan terdistribusi normal atau mendekati normal.

Dari gambar IV.1, pada grafik normal P-Plot dapat terlihat bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas sehingga model penelitian ini berdistrisbusi normal.

Uji normalitas dengan grafik cenderung menyesatkan karena secara visual kelihatan normal padahal secara statisitik bisa sebaliknya. Oleh sebab itu disamping menggunakan uji grafik juga dilengkapi uji statistik.

Uji statistik dalam penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Kolmogorov Smirnov (K-S), dengan hasil sebagai berikut:

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 11

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 9.27265254E2 Most Extreme Differences Absolute .144

Positive .144

Negative -.135

Kolmogorov-Smirnov Z .478

Asymp. Sig. (2-tailed) .976

a. Test distribution is Normal.

Dari tabel IV.5 besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0.478 dan tingkat signifikan adalah 0.976 dimana lebih besar dari tingkat signifikansi 0.05. Dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi uji normalitas dan hal ini konsisten dengan hasil uji grafik yang dilakukan sebelumnya.

2. Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen, jika terjadi korelasi, artinya terdapat masalah multikolinieritas. Salah satu cara untuk mendekteksi adanya problem multikolinieritas adalah dengan melihat nilai tolerance (TOL) dan variance inflation factor (VIF). Apabila nilai tolerance kurang dari angka 0.1 dan nilai VIF melebihi angka 10, maka terjadi masalah multikolinierirtas.

Tabel IV.6

Hasil Uji Multikolinieritas dengan Nilai Tolerance dan VIF

Coefficientsa

Dari tabel IV.6 hasil perhitungan menunjukan bahwa variabel inflasi dan nilai tukar rupiah memiliki nilai tolerance 0.959 dimana nilai tolerance lebih dari 0.1. sedangkan hasil perhitungan nilai variance

inflation

factor (VIF)

menunjukan hal yang sama yaitu variabel inflasi dan nilai tukar rupiah memiliki nilai VIF sebesar 1.043 dimana nilai VIF kurang dari 10.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah multikolinieritas atau korelasi ganda antar variabel independen dalam regresi.

3. Uji Autokorelasi

Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model ada korelasi antara variabel pengganggu (et) pada periode tertentu dengan variabel penganggu periode sebelumnya (et-1). Jika

EMITEN Dokumen

UNDERWRITER

Penawaran

INFESTOR Gambar IV.1

Sumber: Output SPSS Tabel IV.5

Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov (K-S)Sumber: Output SPSSTabel IV.7 Hasil Uji Autokorelasi

Sumber: Output SPSSGambar IV.2 Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber: Output SPSS Tabel IV.8 Koefisien Determinasi Sumber: Output SPSS

Tabel IV.9 Hasil Uji statistik F

Tabel IV.10 Hasil Uji statistik T Sumber: Output SPSS

Sesuai IX..A.13 &

IX.A.14 Sederhana

Penerbitan Sukuk Bapepam Kompleks

Sukuk ditawarkan Opini sariah (optional)

“EFEKTIF”

Dapat melakukan penawaran umum

STOP Revisi

pernyataan pendaftaran Sesuai IX..A.13 &

IX.A.14+koordinasi bapepam dan LK &

DSN-MUI

“EFEKTIF”

Dapat melakukan penawaran umum

Opini sariah (optional) Y=α+β1X1+β2X2+e

Tabel IV.4

Hasil Uji Regresi Linear BergandaSumber: Output SPSSSumber: Output SPSS Sumber: Output SPSS

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

INFLASI .959 1.043

Nilai _Tukar_ Rupiah .959 1.043 a. Dependent Variable: SUKUK

terjadi korelasi, maka ada masalah autokorelasi pada data. Salah satu cara untuk mendeteksi masalah autokorelasi adalah dengan melihat nilai Durbin-Waston. Jika nilai Durbin-Waston berada diantara -2 sampai +2, berarti tidak ada masalah autokorelasi.

Model Summaryb

Tabel hasil uji autokorelasi menunjukan angka Durbin-Waston sebesar 1.638 dan berdasarkan kriteria keputusan, angka Durbin-Watson diantara -2 sampai +2, dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah autokorelasi.

4. Uji Heterokedastisitas

Heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model terjadi perbedaan variance residual suatu periode pengamatan ke

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson 1 .937a .879 .852 989.1285 1.638

a. Predictors: (Constant), Nilai Tukar Rupiah, INFLASI b. Dependent Variable: SUKUK

periode pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas.

Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas dapat dilakukan dengan melihat grafik scatterplot, dimana penyebaran titik-titik data tidak berpola, dan tidak hanya mengumpul diatas dan dibawah saja.

Dari grafik Scatterplot tersebut terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak dan tersebar baik diatas maupun dibawah titik origin pada sumbu X dan Y yang berarti pada persamaan regresi ini terjadi homokedatisitas dan tidak ada masalah heterokedatisitas.

D. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi atau R square menunjukan besarnya pengaruh yang nyata antara variabel independen yaitu inflasi (X1) dan nilai tukar rupiah (X2) terhadap variabel dependen yaitu perkembangan sukuk korporasi (Y). Hasil koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel IV.8 berikut ini:

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of

the Estimate Durbin-Watson 1 .937a .879 .852 989.1285 1.638 a. Predictors: (Constant), Nilai Tukar Rupiah , INFLASI

b. Dependent Variable: SUKUK

Dalam Output SPSS koefisien determinasi terletak pada tabel model summaryb dan tertulis R square, namun untuk regresi linier berganda sebaiknya menggunakan R square yang sudah disesuaikan atau tertulis Adjusted R square, karena disesuaikan dengan jumlah variabel independen yang digunakan dalam penelitian.

Berdasarkan tabel IV.8 besarnya adjusted R square (R2) adalah 0.879.

Hal ini menyatakan bahwa kemampuan variabel inflasi fan nilai tukar rupiah dalam menerangkan variasi perubahan variabel sukuk korpotasi sebesar 87.9%, sisanya sebesar 12.1 % (100%-87.9%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model regresi yang di analisis.

E. Uji Hipotesis

1. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Uji F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil perhitungan uji F dapat dilihat pada table IV.9 sebagai berikut:

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 6.390E7 2 3.195E7 32.656 .000a

Residual 8805376.077 9 978375.120

Total 7.270E7 11

a. Predictors: (Constant), nilai tukar rupiah, INFLASI b. Dependent Variable: SUKUK

Tabel ANOVA menghasilkan nilai F sebesar 32.656 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Karena angka sig 0,000 < 0,05 maka model regresi ini sudah layak digunakan dalam memperediksi tingkat kepuasan.

Untuk menguji apakah memang benar variabel bebas mempengaruhi variabel terikat, dapat dilakukan dengan membandingkan besarnya angka uji F hitung dengan F tabel, untuk menghitung F tabel dengan ketentuan sebagai berikut: Dengan membandingkan besarnya angka uji F hitung dengan F tabel, untuk df1 = k-1 dan df2 = n-k dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel. Pada Uji F dapat

dihitung df1 = 3-1 = 2 dan df2 = 12-3 = 9 dan α = 0.05, maka didapat F tabel sebesar 4,29

Karena F hitung > F tabel (32.656> 4.29), maka dapat disimpulkan bahwa H0 di tolak dan Ha diterima artinya semua variabel independen yaitu inflasi dan nilai tukar rupiah terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) terhadap perkembangan sukuk korporasi di Indonesia. maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat.

2. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji T)

Uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen. Hasil uji statisik T dapat dilihat pada tabel berikut

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -7242.884 1775.248 -4.080 .003

INFLASI -83.742 78.060 -.127 -1.073 .311

KURS 1.429 .187 .903 7.624 .000

a. Dependent Variable: SUKUK

Berdasarkan hasil uji statistik T, dapat diketahui arah regresi dan signifikansinya. Berikut ini akan dijelaskan uji T masing-masing variabel:

1. Variabel inflasi (X1)

Dari tabel diketahui bahwa nilai Unstandardized coefficients sebesar -83.742 menunjukan bahwa variabel inflasi berpengaruh negatif terhadap sukuk korporasi. Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel, untuk degree of freedom (df) = n-k-1 dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independen, dengan df = 12-2-1 = 9 dan α = 0.05, maka didapat t tabel sebesar 1.883 Dari tabel IV.10, dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung -1.073 lebih kecil dari nilai t tabel 1.883 (-1.073

<1.883), dengan nilai signifikan untuk inflasi adalah 0.331 lebih besar dari 0.05 (0.331 > 0.05) . Maka hal ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variable inflasi terhadap perkembangan sukuk korporasi .

2. Variabel Nilai Tukar Rupiah

Dari tabel diketahui bahwa nilai Unstandardized coefficients sebesar 1.429 menunjukan bahwa variabel nilai tukar rupiah berpengaruh positif terhadap perkembangan sukuk korporasi. Dan dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel diketahui df = 12-2-1 = 9 dan α = 0.05, maka didapat t tabel sebesar 1.883. Dari tabel IV.10, dapat disimpulkan bahwa nilai t hitung 7.624 lebih besar dari nilai t tabel 1.883. (6.147 > 1.883.), dengan nilai signifikan untuk

Variabel nilai tukar rupiah adalah 0.000 dimana nilai ini lebih kecil dari 0.05 (0.000 < 0.05). Maka hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel nilai tukar rupiah terhadap perkembangan sukuk korporasi.

F. Pembahasan Hasil Penelitian

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap perkembangan sukuk korporasi di Indonesia periode 2002- 2013.

Menurut Suad Husnan, menyatakan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pasar modal adalah masalah ekonomi yang dihadapi oleh suatu negara, faktor ini akhirnya mempengaruhi supply dan damend akan sekuritas yang ada di pasar modal, kondisi politik yang stabil akan ikut membantu pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya mempengarauhi supplay dan damend akan sekuritas pasar modal. 72

Menurut Andri Soemitra, menyatakan bahwa para investor perlu mempertimbangkan adanya resiko struktural yang harus dihadapi oleh pemegang sukuk yaitu resiko sistemik atau disebut juga resiko pasar/resiko umum resiko ini disebabkan oleh faktor-faktor makro yang mempengaruhi semua sekuritas sehingga tidak dapat dihilangkan dengan deversifikasi.

Resiko sistematis antara lain kondisi perekonomian, perubahan tingkat bunga, inflasi, kebijakan pajak, dan lainya. Perubahan pasar akan memengaruhi

72 Suad Husnan, op.cit, hlm 9

variabilitas imbal hasil suatu investasi. Kemudian resiko akibat nilai tukar mata uang yang terkadang berfluktuasi. 73

Menurut Samsul, pada dasarnya kondisi perekonomian akan mempengaruhi kondisi pasar, maka pada giliranya kondisi pasar akan mempengaruhi para investor. Sulit bagi investor atau pemodal untuk memperoleh hasil investasi yang berlawanan dengan kecendrungan kondisi pasar sehingga kinerja perusahaan dan resiko yang dihadapi dipengaruhi oleh faktor makro dan mikro ekonomi.74

Penelitian ini membuktikan bahwa variabel inflasi dan nilai tukar rupiah berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap perkembangan sukuk korporasi di Indonesia periode 2002-2013. Hal itu dapat dilihat dari pengembangan estimasi yang digunakan Uji Signifikansi Simultan (Uji F) diketahui F hitung 32.656 sementara nilai F tabel 4.29 / (32.656 > 4.29) dan tingkat signifikansinya adalah 0.000 dimana nilai ini lebih kecil dari 0.05.

Dengan demikian inflasi dan nilai tukar rupiah berpengaruh positif signifikan secara simultan (bersama-sama) terhadap perkembangan sukuk korporasi di Indonesia Periode 2002-2013.

Hasil penilitian ini didukung oleh penelitian Yuliana tentang pengaruh variabel makro ekonomi terhadap return obligasi syariah di Indonesia, hasil penelitian ini menyebutkan bahwa terdapat pengaruh variabel makro ekonomi berupa inflasi dan nilai tukar rupiah yang berpengaruh positif signifikan

73 Andri soemitra, op.cit. hlm. 131

74 Mohamad Samsul, Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. (Jakarta: Erlangga, 2006), hlm. 22.

terhadap return obligasi syariah mudhorobah dan ijarah di Indonesia.75 Namun yang membedakan penelitian Yuliana dengan penelitian ini adalah Yuliana lebih menganalisis return obligasi syariah (sukuk) mudhorabah dan ijarah, sedangkan penelitian ini lebih menganalisis perkembangan sukuk korporasi yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan untuk penelitian- penelitian berikutnya mungkin bisa ditambahkan lagi data atau time series.

75 Ayu Afsari, “Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Obligasi Syariah (sukuk) di Indonesia sampai dengan tahun 2011”, skripsi, (Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2012), hlm.6

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Bedasarkan hasil analisis pengaruh Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Perkembangan Sukuk Korporasi di Indonesia Periode 2002-2013, dengan menggunakan regresi linier berganda, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap Perkembangan Sukuk Korporasi di Indonesia periode 2002-2013. Sedangkan secara parsial Inflasi tidak berpengaruh positif signifikan terhadap Perkembangan sukuk korporasi dan variabel nilai tukar rupiah berpengaruh positif signifikan terhadap perkembangan sukuk korporasi di Indonesia periode 2002-2013.

B. Implikasi Penelitian

Informasi yang relevan dengan kondisi perekonomian merupakan sesuatu yang selalu dicari para pelaku pasar modal (investor) dalam upaya melakukan pengambilan keputusan investasi. Berikut ini implikasi kebijakan penelitian yang berkaitan dengan kondisi makroekonomi:

1. Informasi yang terjadi di pasar modal terhadap kondisi makroekonomi tidak semua merupakan informasi yang relevan, akibatnya para pelaku pasar modal harus secara tepat memilah dan menganalisis informasi- informasi yang relevan untuk dijadikan pertimbangan dalam pengambilan

keputusan, sehingga diharapkan investor tidak terburu buru untuk melakukan investasi dan lebih bersikap rasional dalam pengambilan keputusan terhadap resikio-resiko yang akan terjadi.

2. Berdasarkan hasil penelitian ini, menuntut para pelaku pasar modal untuk lebih memiliki kepekaan terhadap berbagai kegiatan atau peristiwa yang secara langsung maupun tidak langsung dapat berpengaruh terhadap return yang akan diperoleh. Para pelaku pasar juga dituntut untuk berhati-hati dalam menimbang relevansi antara perisitwa dengan pergerakan harga sukuk di bursa.

C. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini tentu tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan, beberapa keterbatasan dalam penelitian ini antara lain:

1. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel 12 tahun yaitu dari tahun 2002 sampai 2013 sehingga hasilnya kemungkinan tidak dapat menggambarkan kondisi sesungguhnya yang terjadi pada perkembangan sukuk korporasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

2. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu variabel makroekonomi yang hanya berupa inflasi dan nilai tukar rupiah.

D. Saran Untuk Penelitian Selanjutnya

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu:

1. Penelitian ini menggunakan sampel 12 tahun yaitu dari 2002 sampai 2013, untuk penelitian selanjutnya mungkin dapat ditambah sampel yang lebih banyak, dengan cara menambahkan sampel pada tahun-tahun berikutnya.

2. Untuk penelitian selanjutnya mungkin dapat ditambahkan lagi variabel lain selain variabel makroekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Afsari, Ayu. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Obligasi Syariah (sukuk) di Indonesia sampai dengan tahun 2011. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Agung, Bhuono Nugroho. 2011. Strategi Jitu Memilih Metode Statisitik Penelitian dengan SPSS. Yokyakarta: CV Andi Offset.

Ahmad, Kamaruddin. 2004. Dasar-dasar Manajemen Infestasi dan Portofolio.

Jakarta: PT. Renika Cipta.

Boediono. 2009. Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No. 2: Ekonomi Makro.

Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Bungin, Burhan. 2005. Metodologi Penelitian Kuantitatif” komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainya, Jakarta: Kencana.

Chapra, Umer dan Habibi Ahmad. 2008. Governance Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta Timur: Sinar Grafika Offiset.

Edwin, Mustafa Nasution. 2006. Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam. Jakarta:

Kencana.

Firdaus, Muhammad. 2011. Ekonometrika Suatu Pendekatan Aplikatif. Jakarta:

PT Bumi Aksara.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Semarang: UNDIP.

Hady, Hamdy. 2001. Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hidayat, Taufik. 2011. Buku Pintar Investasi Syariah, Jakarta: Mediakita

Huda, Nurul dan Mustafa Edwan Nasutio. 2010. Investasi pada Pasar Modal Syariah, Jakarta: Kencana.

Husnan, Suad. 2009. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Anlisis Sekuritas Edisii Keempat, Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Ifham, Ahmad Sholihin. 2010. Buku Pintar Ekonomi Syariah. Jakarta:PT Gramedia.

Jogianto. 2003. Portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Kasmir. 2012. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: Raja Grafindo Pustaka.

Kuncoro, Mudrajad.2007. Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yokyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan (UPPT) STIM YKPN.

M. Hanafi, Mamduh. 2008. Manajemen Keuangan Edisi 1, Yogyakarta: BPFE- Yogyakarta.

Manan, Abdul. 2009. Aspek Hukum Dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasa Modal Syariah Indonesia. Jakrata : Kencana.

Manan, Abdul. 2009. Hukum Ekonomi Syariah . Jakarta: Kencana.

Meles, Wenda Tri Nilasari. 2010. Pengaruh Inflasi Dan Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia Terhadap Harga Obligasi Syariah Yang Listing di BEI Pada Tahun 2008-2009. Skripsi Malang: Fakultas Ekonomi UM

N. Gujarati, Damodar Dawn C. Porter. 2010. Dasar-dasar Ekonometrika. Jakarta:

Salemba Empat.

Nafik, Muhammad Hadi Ryandono. 2008. Bursa Efek dan Investasi Syariah.

Surabaya: Cahaya Amanah.

Nopirin. 2000. Ekonomi Moneter. yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Raharjo, Sapto. 2004. Panduan Investasi Obligasi, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Rodoni, Ahmad dan Herni Ali. 2010. Manajemen Keuangan. Jakarta Edisi 1, Mitra Wacana Media.

Rosyidi, Suherman. 2006. Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro & Makro. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Samsul, Mohamad. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Jakarta:

Erlangga.

Santoso, Singgih. 2002. Buku Latihan SPSS Statistik Parametik. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Soemitra, Andri. 2014. Masa Depan Pasar Modal Syariah Di Indonesia, Jakarta:

Kencana.

Sugiono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Bandung:

Alfabeta.

Sukirno, Sadono. 2006. Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sukirno, Sadono. 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suryabrata, Sumadi. 1983. Metodologi Penelitian, Jakarta: Rajawali Pers.

Susilo, Sri DKK. 2000. Bank dan lembaga keuanggan lainya. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Sutedi, Adrian. 2011. Pasar Modal Syariah. Jakarta: Sinar Grafik.

Touriq, Muhamad. 2010. Regulasi Paar Modal Syariah, Jakata: MES Financial Club Graha Niaga.

Wardi, Ahmad Muslich. 2010. Fiqh Muamalat, Jakarta: Amzah.

Yuliadi, Imamudin. 2008. Indeks Ekonomi Moneter, Jakarta: PT Macana Jaya Cenerlang

LAMPIRAN

DATA INFLASI TAHUN 2002-2013

TAHUN 2008 TAHUN 2009 TAHUN 2010 TAHUN 2011 TAHUN 2012 TAHUN 2013 IHK INFLA

SI

IHK INFLA SI

IHK INFLA SI

IHK INFLA SI

IHK INFLA SI

IHK INFLA SI

158.26 1.77 113.78 -0.07 118.01 0.84 126.29 0.89 130.90 0.76 136.88 1.03

159.29 0.65 114.02 0.21 118.36 0.30 126.46 0.13 130.96 0.05 137.91 0.75

160.81 0.95 114.27 0.22 118.19 -0.14 126.05 -0.32 131.05 0.07 138.78 0.63

161.73 0.57 113.92 -0.31 118.37 0.15 125.66 -0.31 131.32 0.21 138.64 -0.10

164.01 1.41 113.97 0.04 118.71 0.29 125.81 0.12 131.41 0.07 138.60 -0.03

110.08 2.46 114.10 0.11 119.86 0.97 126.50 0.55 132.23 0.62 140.03 1.03

BULAN TAHUN 2002 TAHUN 2003 TAHUN 2004 TAHUN 2005 TAHUN 2006 TAHUN 2007 IHK INFLA

SI IHK INFLA

SI IHK INFLA

SI IHK INFLA

SI IHK INFLA

SI IHK INFLASI

Jan 254.12 1.99 276.33 0.80 110.45 0.57 118.53 1.43 138.72 1.36 147.41 1.04

Feb 257.93 1.50 276.87 0.20 110.43 -0.02 118.33 -0.17 139.53 0.58 148.32 0.62 Mar 257.87 -0.02 276.23 -0.23 110.83 0.36 120.59 1.91 139.57 0.03 148.67 0.24 Apr 257.26 -0.24 276.65 0.15 111.91 0.97 121.00 0.34 139.64 0.05 148.43 -0.16

Mei 259.31 0.80 277.23 0.21 112.90 0.88 121.25 0.21 140.16 0.37 148.58 0.10

Jun 260.25 0.36 277.49 0.09 113.44 0.48 121.86 0.50 140.79 0.45 148.92 0.23

Jul 262.38 0.82 277.58 0.03 113.88 0.39 122.81 0.78 141.42 0.45 149.99 0.72

Agt 263.13 0.29 279.92 0.84 113.98 0.09 123.48 0.55 141.88 0.33 151.11 0.75

Sep 264.53 0.53 280.93 0.36 114.00 0.02 124.33 0.69 142.42 0.38 152.32 0.80

Okt 265.95 0.54 282.48 0.55 114.64 0.56 135.15 8.70 143.65 0.86 153.53 0.79

Nov 270.87 1.85 285.32 1.01 115.66 0.89 136.92 1.31 144.14 0.34 153.81 0.18

Des 274.13 1.20 287.99 0.94 116.86 1.04 136.86 -0.04 145.89 1.21 155.50 1.10

Tahuna n

10.03 5.06 6.40 17.11 6.60 6.59

111.59 1.37 114.61 0.45 121.74 1.57 127.35 0.67 133.16 0.70 144.63 3.29

112.16 0.51 115.25 0.56 122.67 0.76 128.54 0.93 134.43 0.95 146.25 1.12

113.25 0.97 116.46 1.05 123.21 0.44 128.89 0.27 134.45 0.01 145.74 -0.35

113.76 0.45 116.68 0.19 123.29 0.06 128.74 -0.12 134.67 0.16 145.87 0.09

113.90 0.12 116.65 -0.03 124.03 0.60 129.18 0.34 134.76 0.07 146.04 0.12

113.86 -0.04 117.03 0.33 125.17 0.92 129.91 0.57 135.49 0.54 146.84 0.55

11.06 2.78 6.96 3.79 4.30 8.38

DATA NILAI TUKAR RUPIAH Periode Nilai dari AUD 1 dalam

Rupiah

2013 10578.34

2013 10232.53

2013 9565.91

2013 8816.63

2013 8562.26

2013 8613.85

2013 8071.82

2013 7284.99

2013 7782.07

2013 6939.99

2013 5901.27

2002 5330.31

Regression

[DataSet0]

Descriptive Statistics

Mean Std. Deviation N

SUKUK 3.876E3 2570.9020 12

INFLASI 7.4217 3.90225 12

KURS 8.2150E3 1625.02398 12

Correlations

SUKUK INFLASI KURS

Pearson Correlation SUKUK 1.000 -.311 .929

INFLASI -.311 1.000 -.204

KURS .929 -.204 1.000

Sig. (1-tailed) SUKUK . .163 .000

INFLASI .163 . .263

KURS .000 .263 .

N SUKUK 12 12 12

INFLASI 12 12 12

KURS 12 12 12

Variables Entered/Removedb

Model

Variables Entered

Variables

Removed Method

1 KURS, INFLASIa . Enter

a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: SUKUK

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .937a .879 .852 989.1285 1.638

a. Predictors: (Constant), KURS, INFLASI b. Dependent Variable: SUKUK

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 6.390E7 2 3.195E7 32.656 .000a

Residual 8805376.077 9 978375.120

Total 7.270E7 11

a. Predictors: (Constant), KURS, INFLASI b. Dependent Variable: SUKUK

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) -7242.884 1775.248 -4.080 .003

INFLASI -83.742 78.060 -.127 -1.073 .311 .959 1.043

KURS 1.429 .187 .903 7.624 .000 .959 1.043

a. Dependent Variable: SUKUK

Coefficient Correlationsa

Model KURS INFLASI

1 Correlations KURS 1.000 .204

INFLASI .204 1.000

Covariances KURS .035 2.978

INFLASI 2.978 6.093E3 a. Dependent Variable: SUKUK

Collinearity Diagnosticsa

Model Dimen

sion Eigenvalue

Condition Index

Variance Proportions (Constant) INFLASI KURS

1 1 2.825 1.000 .00 .02 .00

2 .160 4.203 .01 .81 .05

3 .015 13.793 .98 .16 .95

a. Dependent Variable: SUKUK

Residuals Statisticsa

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value -465.142 7173.124 3.876E3 2410.1968 12

Std. Predicted Value -1.801 1.368 .000 1.000 12

Standard Error of Predicted

Value 306.423 796.918 475.827 140.840 12

Adjusted Predicted Value -855.410 7066.909 3.901E3 2420.4131 12

Residual -1.9977E3 1.3467E3 .0000 894.7004 12

Std. Residual -2.020 1.361 .000 .905 12

Stud. Residual -2.134 1.432 -.006 .996 12

Deleted Residual -2.2305E3 1.4896E3 -25.3617 1113.9456 12

Stud. Deleted Residual -2.863 1.536 -.056 1.155 12

Mahal. Distance .139 6.224 1.833 1.710 12

Cook's Distance .000 .391 .085 .111 12

Centered Leverage Value .013 .566 .167 .155 12

a. Dependent Variable: SUKUK

/K-S(NORMAL)=RES_1 /MISSING ANALYSIS.

NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 11

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 9.27265254E2

Most Extreme Differences Absolute .144

Positive .144

Negative -.135

Kolmogorov-Smirnov Z .478

Asymp. Sig. (2-tailed) .976

a. Test distribution is Normal.

Dokumen terkait