Pengam bilan Sam pel
populasi m aka jumlah sam pelnya dapat dit ent ukan dengan rum us at au t abel penent uan jum lah sam pel (lihat bagian penentuan jum lah sam pel).
Hanya saja t idak sem ua anggot a populasi berpeluang m enjadi sam pel.
Penelit i dalam m enent ukan siapa sam pel yang t erpilih adalah dengan cara m enem ui siapa saja yang dit em ui pada saat m engum pulkan dat a.
b. Purposive sampling/ Judgement Sampling
Teknik ini adalah memilih sam ple dari suat u populasi berdasarkan pert im bangan t ert ent u, baik pert im bangan ahli maupun pert im bangan ilmiah. Berbeda dengan accident al sampling, t eknik ini mem berikan persyarat an yang cukup ket at agar sam pel yang dipilih sesuai dengan karakt erist ik yang dikehendaki dalam analisis. Penelit i perlu berhat i-hati dalam m enent ukan yang m ana calon sam pel unt uk dit elaah.
c. Quota sampling
Penent uan sam pel dengan cara ini adalah m enent ukan sam pel dalam bat as-bat as jum lah t ert ent u sesuai dengan kebut uhan dan kecukupan analisis. Um um nya jenis sam pling ini digunakan unt uk m enent ukan sam pel pada w ilayah geografis yang luas dengan. Jumlah populasi biasanya sulit unt uk diket ahui karena luasnya w ilayah, sehingga harus dikuot akan oleh penelit i.
d. Snowball/ net w ork sampling
Teknik ini adalah m enent ukan sam ple secara berant ai pada suat u populasi yang sangat spesifik. Penelit i dapat m enent ukan siapa sam pel pert am a, dan kem udian dari sam pel t ersebut dim int a unt uk m enyebut kan calon sam pel lainnya yang dikenal. Pengam bilan sam pel akan berhent i apabila peneliti sudah m erasa bahw a dat a yang dikum pulkan cukup m em adai.
Pengam bilan Sam pel
(Cohen et . al., 2000). Pada um um nya orang berpendapat bahw a kelebihan sam pel adalah lebih baik daripada kekurangan sam pel (Kart ono, 1980).
M enent ukan jum lah sam pel dari suat u populasi dapat m enggunakan cara lainnya, m isalnya dengan Rum usan Slovin (Um ar, 2002), sepert i berikut ini:
N n= 1+Ne2
Ket erangan: n= Ukuran sam pel, N= Ukuran populasi, e= Persen kelonggaran ket idakt elitian karena kesalahan pengam bailan sam pel yang m asih dapat dit olerir at au diinginkan (m isalnya, 1 %, 5 %, 10 %, dll. ).
Cont ohnya, jum lah anggot a pada suat u populasi=249, m aka jum lah sam pelnya adalah:
249
n= = 153,47 153 orang
1+249X0,052
Berikut ini adalah t abel m enent ukan jum lah sam pel dari Krejcie dan M organ (Cohen et . al., 2000):
Tabel 4.4. M enent ukan Sam pel Dari Suat u Sam pel Random Oleh Krejcie and M organ N S N S N S 10 10 220 140 1,200 291 15 14 230 144 1,300 297 20 19 240 148 1,400 302 25 24 250 152 1,500 306 30 28 260 155 1,600 310 35 32 270 159 1,700 313 40 36 280 162 1,800 317 45 40 290 165 1,900 320 50 44 300 169 2,000 322 55 48 320 175 2,200 327 60 52 340 181 2,400 331 65 56 360 186 2,600 335 70 59 380 191 2,800 338 75 63 400 196 3,000 341 80 66 420 201 3,500 346 85 70 440 205 4,000 351 90 73 460 210 4,500 354 95 76 480 214 5,000 357
Pengam bilan Sam pel N S N S N S
100 80 500 217 6,000 361 110 86 550 226 7,000 364 120 92 600 234 8,000 367 130 97 650 242 9,000 368 140 103 700 248 10,000 370 150 108 750 254 15,000 375 160 113 800 260 20,000 377 170 118 850 265 30,000 379 180 123 900 269 40,000 380 190 127 950 274 50,000 381 200 132 1,000 278 75,000 382 210 136 1,100 285 1,000,000 384
M isalnya jum lah anggot a populasi adalah 200 orang, m aka sam pelnya sebanyak 132 orang.
Cara berikut ini juga dapat digunakan unt uk m enent ukan jum lah sam pel dengan m enggunakan t abel penent uan jum lah sam pel yang dikem bangkan oleh dari Isaac & M ichael (Sugiyono, 1999) sepert i t erlihat dalam t abel berikut ini:
Tabel 4.5. Penent uan Jum lah Sam pel dari Populasi Tertent u dengan Taraf Kesalahan 1%, 5% , Dan 10 %
N s
N s
N s
1% 5% 10% 1% 5% 10% 1% 5% 10%
10 10 10 10 280 197 155 138 2800 537 310 247 15 15 14 14 290 202 158 140 3000 543 312 248 20 19 19 19 300 207 161 143 3500 558 317 251 25 24 23 23 320 216 167 147 4000 569 320 254 30 29 28 27 340 225 172 151 4500 578 323 255 35 33 32 31 360 234 177 155 5000 586 326 257 40 38 36 35 380 242 182 158 6000 598 329 259 45 42 40 39 400 250 186 162 7000 606 332 261 50 47 44 42 420 257 191 165 8000 613 334 263 55 51 48 46 440 265 195 168 9000 618 335 263 60 55 51 49 460 272 198 171 10000 622 336 263 65 59 55 53 480 279 202 173 15000 635 340 266 70 63 58 56 500 285 205 176 20000 642 342 267 75 67 62 59 550 301 213 182 30000 649 344 268 80 71 65 62 600 315 221 187 40000 563 345 269
Pengam bilan Sam pel
N s
N s
N s
1% 5% 10% 1% 5% 10% 1% 5% 10%
85 75 68 65 650 329 227 191 50000 655 346 269 90 79 72 68 700 341 233 195 75000 658 346 270 95 83 75 71 750 352 238 199 100000 659 347 270 100 87 78 73 800 363 243 202 150000 661 347 270 110 94 84 78 850 373 247 205 200000 661 347 270 120 102 89 83 900 382 251 208 250000 662 348 270 130 109 95 88 950 391 255 211 300000 662 348 270 140 116 100 92 1000 399 258 213 350000 662 348 270 150 122 105 97 1100 414 265 217 400000 663 348 270 160 129 110 101 1200 427 270 221 450000 663 348 270 170 135 114 105 1300 440 275 224 500000 663 348 270 180 142 119 108 1400 450 279 227 550000 663 348 270 190 148 123 112 1500 460 283 229 600000 663 348 270 200 154 127 115 1600 469 286 232 650000 663 348 270 210 160 131 118 1700 477 289 234 700000 663 348 270 220 165 135 122 1800 485 292 235 750000 663 348 270 230 171 139 125 1900 492 294 237 800000 663 348 271 240 176 142 127 2000 498 297 238 850000 663 348 271 250 182 146 130 2200 510 301 241 900000 663 348 271 260 187 149 133 2400 520 304 243 950000 663 348 271 270 192 152 135 2600 529 307 245 1000000 664 349 272
Penent uan jum lah sam pel sepert i cara-cara di at as berlaku unt uk probabilit y sampling m aupun nonprobabilit y sampling jika jum lah populasinya diket ahui. Perbedaannya adalah t at kala penelit i menent ukan siapa yang akan dipilih m enjadi sam pel dari jum lah yang t elah dit et apkan.
M isalnya pada t eknik probabilit y sampling, diket ahui jum lah populasi adalah sebesar 100 orang, m aka sam pelnya adalah sebesar 80 orang (dari t abel Kret jie & M organ). Siapakah 80 orang yang dijadikan sam pel t ersebut ? Karena t ekniknya adalah probabilit y sampling m aka siapa saja orang di dalam populasi boleh m enjadi sam pel yang dipilih secara acak (random ).
Jika m enggunakan t eknik nonprobabilit y sampling, m isalnya jum lah populasi juga diket ahui, yakni sebesar 100 orang, m aka sam pelnya adalah sebesar 80 orang (dari t abel Kret jie & M organ). Siapakah 80 orang yang dijadikan sam pel t ersebut ? Karena t ekniknya adalah nonprobabilit y sampling m aka t idak sem ua orang di dalam populasi dapat m enjadi sam pel.
Sam pel t idak dipilih secara acak, t et api penelit i dapat m em ilih orang-orang yang dit em ui pada saat penelit i mengum pulkan dat a di lapangan
Pengam bilan Sam pel
(accident al sampling). Orang yang t elah dipert im bangkan oleh ahli unt uk m enjadi sam pel (purposive sampling). Orang yang disarankan oleh responden unt uk dit em ui (snow ball sampling).
Cont oh di at as adalah penent uan sam pel apabila jum lah populasi diket ahui secara past i. Apabila jum lah populasi t idak diket ahui secara past i, m aka jum lah sam pel t idak dapat dit ent ukan dengan m enggunakan rum us at au t abel penent uan jum lah sam pel.
Sam pel dit ent ukan jum lahnya m enurut pert im bangan penelit i. Apabila penelit i m erasa cukup unt uk m enent ukan sejumlah t ert ent u, m aka penelit i dapat m engum pulkan dat a dari sam pel yang t elah dit et apkan jum lahnya t ersebut .
Dengan dem ikian, m asalah represent at if (ket erw akilan) sam pel t erhadap populasi adalah sesuat u yang diabaikan. Penelit i harus berhat i-hat i m enent ukan jumlah sam pel. Bisa saja jum lah sam pel cukup represent at if karena jum lahnya banyak, t et api bisa saja t idak represent at if karena jum lah sam pel t erlalu sedikit dibanding jumlah populasi yang sesungguhnya.
Apabila jum lah sam pel t idak represent at if, m aka hasil penelitianpun t idak bisa digeneralisasi unt uk populasi. Penelit i hanya boleh m enyim pulkan bahw a hasil penelit iannya adalah m erupakan gambaran sam pel, bukan gam baran populasi.
Populasi yang t idak diket ahui jum lahnya sering t erjadi pada kasus nonprobabilit y sampling. M isalnya, berapa orang populasi yang m enggunakan produk X di suat u kot a?. Karena dat a m engenai jumlah populasi t idak t ersedia m aka peneliti m enent ukan sejum lah sam pel t ert ent u yang dirasakan cukup. Penelit i sebaiknya m elakukan konsult asi kepada ahli, seberapa besar sebaiknya jum lah sam pel yang akan dijadikan sebagai sum ber dat a.
LATIHAN
1. Jelaskan perbedaan populasi dan sam pel, dan berikan cont oh dalam bidang ilm u bisnis.
2. Apakah ciri khas yang m em bedakan probabilit y sampling dan nonprobabilit y sampling?
3. Tent ukan sebuah st rat a kelom pok dalam bidang bisnis, lalu t et apkan jum lah populasi pada masing-m asing st rat a. Tent ukan
Pengam bilan Sam pel
pula jum lah sam pel pada m asing-m asing st rat a dengan proporsional.
4. Jelaskan apakah yang m em bedakan ant ara aksident al sam pling dengan purposive sam pling? Berikan cont ohnya dalam bidang bisnis.
5. Tent ukan suat u populasi dengan jum lah t ert ent u, lalu t ent ukanlah jum lah sam pel dengan berbagai cara yang berbeda yakni dengan rum us Slovin, Tabel Isaac dan M ichael dan Tabel Kret jie dan M organ. Jika t erdapat perbedaan jum lah sam pel diant ara ket iga cara t ersebut , apakah t indakan yang Anda lakukan?
Pengum pulan Dat a
P P E E N N G G U U M M P P U U L L A A N N D D A A T T A A
Tuj uan bab ini adalah agar m ahasiswa m am pu:
1. Mem bedakan m akna dat a, t eknik pengum pulan dat a dan inst rum en pengum pulan dat a;
2. Mem bedakan dat a kualit at if, kuant it at if, prim er, sekunder, nom inal, ordinal, int erval dan rasio;
3. Menj elaskan t eknik wawancara, pengam at an, penelusuran dokum en dan penyebaran angket ; 4. Menj elaskan skala likert , sem ant ic different ial,
rat ing;
5. Menyusun inst rum en angket penelit ian;
6. Menguji validit as dan reliabilit as inst rum en.
5
Pengum pulan Dat a