BAB I PENDAHULUAN
B. Urgensi Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw
Sebuah model pembelajaran itu sangatlah penting sekali untuk diterapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar, karna yang namanya model atau metode dalam belajar itu pasti akan tetap digunakan tidak akan mungkin terlepaskan dari yang namanya metode atau model pembelajaran ini, begitu juga mengenai model kooperatif tipe jigsaw ini sangat penting sekali untuk kita gunakan didalam meningkatkan kualitas maupun hasil belajar siswa di MTs Ittihadil Ummah.
Kemudian peneliti mencoba mencari dan menggali informasi dari guru bidang studi fiqih yaitu ibu Lilik Handayani beliau mengatakan:
“Jadi setelah sekian lama dan sekian kali saya mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini di berbagai mata pelajaran ya salah satunya pada mata pelajaran fiqih ini, bahwa saya merasakan begitu penting model kooperatif jigsaw ini dan juga begitu berpengaruh bagi para siswa saya dalam belajar, karna ketika saya mengajar dan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw ini saya merasakan bahwa siswa-siswa ini bisa lebih aktif dan lebih berani baik dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ataupun dalam menanggapi beberapa pertanyaan dari temen- temankelas nya, mereka itu jauh lebih aktif dari pada ketika saya menggunakan model jigsaw ini dengan tidak mengunakannya, maka dari itulah saya selalu menggunakan model ini walaupun berganti gantian.Ini bertujuan selain meningkatkan kualitas belajar siswa juga supaya siswa-siswa tersebut tidak merasa bosan ketika dalam peroses belajar mengajar di dalam kelas.52
52Wawancara, Lilik Handayani (Guru Fiqh), 20 Juni 2017.
Kemudian penelitipun mencoba mencari informasi dari salah seorang guru yaitu pak Abdillahbeliau mengatakan:
“memang seharusnya di dalam sebuah proses belajar mengajar itu yang namanya model atau metode dalam pembelajaran itu sangat penting, metode ataupun model apapun namanya selalu kita butuhkan selaku guru ketika kita mengajar, seperti metode jigsaw yang di terapkan oleh salah satu guru disini yaitu bu lilik, ini sangat bagus karna model tersebut bisa membuat siswa menjadi lebih aktif.53 Setelah peneliti mendapat informasi dari guru tersebut di atas, maka penelitipun mencoba menggali informasi tersebut lebih dalam lagi dengan mewancarai bapak kepala MTs Ittihadil Ummah yaitu pak Paozan beliau mengatakan:
“Ya salah satu guru kami di MTs ini memang ada yang menerapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw tersebut, jadi melihat guru yang kreatif menerapkan model pembelajaran seperti ini maka saya pun sebagai kepala sekolah disini sangat mendukung guru-guru yang ada disini, karna model pembelajaran ini sangat penting untuk kita terapkan dalam proses pembelajaran, supaya siswa-siwa ini bisa mendapatkanpembelajaran yang menyenangkan dan bisa memberikan peningkatan kepada mereka, baik itu peningkatan dari segi
pemahaman materi mental dan sebagainya.54”
Dari hasil beberapa informasi yang peneliti dapatkan di atas maka peneliti dapat menarik sebuah simpulan bahwa sebuah model
pembelajaran itu sangat penting untuk diterapkan dalam sebuah proses kegiatan belajar mengajar sebagai mana salah seorang guru yang ada di MTs Ittihadil Ummah ini menerapkan sebuah model pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, dan ini sangat penting sekali
53Wawancara,Abdillah(Guru), 1Mei 2017.
54Wawancara,paozan(kepala sekolah), 5 Mei 2017.
terlebih dalam meningkatkan hasil kualitas dan belajar siswa itu sendiri, supaya siswa-siswa itu menjadi lebih aktif, kreatif dan lebih gairah dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Untuk lebih memper tajam lagi terkait informasi yang peneliti dapatkan maka peneliti mencoba untuk lebih memperkuat lagi dari salah seorang ibu Guru yang bernamabu Intan selaku guru akidah di MTs Ittihadil Ummah beliau mengatakan bahwa:
“Ya sebagai mana temen-temen guru yang lain katakana, bahwa disini itu sudah ada guru yang mencoba untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw, dan kalau kita lihat sejauh ini penerapannya itu ternyata mampu ataupun bisa membuat siswa menjadi lebih bergairah dalam belajar, diskusi dan sebagainya, saya bisa tahu karna ketika guru bidang studi fikih ini mengajar anak-anak di dalam kelas dengan menggunakan model kooperatif jigsaw, jadi sudah tentu model kooperatif tipe jigsaw ini sangat penting dan berpengaruh bagi siswa dalam belajar.55
Berdasarkan 4 (empat) hasil wawancara yang didapatkan peneliti pada sub tentang urgensi penerapan model kooperatif tipe jigsaw di atas, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa inti dari hasil wawancara pertama peneliti bersama bu’Lilik Handayani bahwa model kooperatif tipe jigsaw ini sangat penting untuk di terapkan karna model ini dapat memberikan pengaruh yang besar bagi siswa, juga menjadikan siswa lebih aktif dan tidak merasa jenuh dalam belajar.
Kemudian dari hasil wawancara ke dua yang peneliti lakukan bersama pak Abdillah tentang urgensi penerapan model kooperatif tipe
55.Wawancara, Intan (Guru), 10 Mei 2017.
jigsawini bahwa sangat penting untuk di terapkan karna bisa membuat siswa menjadi lebih aktif dalam belajar.
Dan hasil wawancara peneliti yang ketiga bersama pak kepala MTs Ittihadil Ummah mengenai urgensi penerapan model kooperatif tipe jigsaw di atas yaitu siswa bisa mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan dan menjadikan siswa lebih semangat belajar, oleh karna itu model kooperatif tipe jigsaw ini sangat penting kita terapkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Adapun hasil wawancara terahir yang peneliti dapatkan bersama bu Intan mengenai pentingnya model kooperatif tipe jigsaw ini karna model ini dapat merangsang rasa ingin tahu siswa, minat belajar siswa dan tanggung jawab siswa, oleh karna itu sudah seharusnya model ini di terapkan dalam mengjar siswa.
Jadi dari beberapa hasil wawancara yang telah peneliti lakukan bersama beberapa guru di MTs Ittihadil Ummah terkait informasi yang peneliti dapatkan mengenai urgensi penerapan model kooperatif tipe jigsaw di atas, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwasanya model pembelajaran kooperatif jigsaw ini ternyata dapat memberikan pengaruh terhadap siswa yaitu melatih mental siswa, minat belajar dan membuat siswa menjadi lebih bergairah belajar, oleh karna itu yang namanya sebuah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini bisa peneliti katakana sangat berpengaruh dan sangat penting untuk terus di kembangkan dan diterapkan di dalam kegiatan proses belajar mengajar di dalam kelas, baik dalam meningkatkan minat belajar, hasil belajar dan kualitas belajar siswa, model
kooperatif ini sangat berpengaruh, dan juga sebagaimana menurut hasil wawancara peneliti bersama beberapa guru di ataspun mengenai pentingnya model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsawsudah sangat jelas bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini sangat dibutuhkan dan penting untuk di terapkan di MTs ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh beberapa guru yang telah peneliti wawancarai.Oleh karnanya model kooperatif ini pentig sekali untuk diterapkan pada proses belajar mengajar berlangsung.
Kemudian adapun selanjutnya mengenai langkah-langkah model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsawyang ada di MTs. Ittihadil Ummah Karang Anyar pagesangan timur mataram ini adalah merupakan metode yang digunakan oleh guru-guru di sekolah terutama yang diterapkan oleh guru Fiqh. Guru Fiqh ini menerapkan metode kooperatif jigsaw, supaya para siswa di MTs Ittihadil Ummah ini bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas.56
Kepala Madrasah MTs. Ittihadil Ummah initelah memberikan beberapa informasinya terhadap peneliti terkait tentang penerapan model kooperatif tipe jigsawbeliau mengatakan bahwa:
“penerapan pembelajaran menggunakan metode Kooperatif Jigsaw ini sudah lama digunakan di Madrasah ini, saya selaku kepala MTs Ittihadil Ummah juga sangat mendukung guru-guru yang menggunakan metode tersebut, karena dengan
menggunakanmetode tersebut bisa mengkondisikan para siswa dalam proses belajar mengajar yang sedang berlangsung.”57
56Observasi, MTs. Ittihadil Ummah, 20 Mei 2017.
57Wawancara, Faozan (kepsek), 20 Mei 2017.
Kemudian saat peneliti menggali informasi dengan ibu Lilik Handayani selaku guru Fiqh mengatakan:
“Metode pembelajaran KooperatifJigsaw ini sangatlah menarik untuk digunakan saat proses belajar mengajar berlangsung, kenapa demikian karna jika guru tidak menerapkan suatu metode atau model dalam proses pembelajarannya maka pembelajaran itu tidaklah dapat berjalan dengan lancar atau tidak akan menarik perhatian siswa di dalam kelas, apalagi disaat jam pelajaran yang menjelang siang siswa akan merasa bosan, mengantuk, dan bosan di dalam kelas. Saya sebagai guru mata pelajaran Fiqih juga menggunakan metode pembelajaran Kooperatif Jigsaw ini pada saat belajar mengajar, dan ini sangatlah sesuai dengan kondisi saat ini”.58
Terkait dengan data yang peneliti temukan dari guru mata pelajaran Fiqh, selanjutnya peneliti melanjutkan menggali informasi dari salah satu siswa kelas VIII yang bernama Zavira ia mengungkapkan:
“Tadi di kelas kami belajar Fiqh kak, kami di ajar oleh bu guru Lilik Handayani. Bu lilik selalu menggunakan metode
pembelajaran kak saat mengajar di dalam kelas biar kami tidak merasa bosan dan malas disaat belajar di dalam kelas kak, jadi saya dan teman-teman yang di ajar selalu merasa senang dan nyaman di ajar oleh bu lilik kak.”59
Kemudian selanjutnya salah seorang siswa yang bernama Akbar Maulana mengatakan bahwa:
Kak, model pembelajaran yang digunakan oleh bu guru tadi saat mengajar sangat menarik kak, karena metode yang digunakan sangat sesuai di saat-saat jam terakhir pelajaran kak, membuat kami lebih semangat dalam belajar dan mendengarkan penjelasan dari guru kami. Tadi juga kami disuruh menyelesaikan sebuah masalah kak, tugas yang diberikan seperti ini bisa mengasah kemampuan otak kita untuk menyampaikan gagasan yang sesuai dengan tema yang diberikan.60
58Wawancara, Lilik Handayani (Guru Fiqh), 20 Mei 2017.
59Wawancara, Zavira (Siswa kelas VII), 20 Mei 2017.
60Wawancara, Akbar Maulana (Siswa Kelas VIII), 28 Mei 2017.
Siswa lain juga mengatakan bahwa, “medel pembelajaran yang digunakan oleh guru kami tadi pas belajar itu sangat menarik kak, karena dengan menggunakan metode tersebut kami lebih senang belajar dan bersemangat kak saat belajar.”61
Terlihat juga saat peneliti melakukan observasi di dalam kelas, guru mata pelajaran fiqh saat memulai proses belajar mengajar di dalam kelas semua murid terlihat antusias untuk segera memulai pembelajaran, saat guru memulai pembelajaran para siswa mendengarkan dan menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru, terlihat juga saat guru mata pelajaran fiqh menggunakan metode pembelajaran kooperatif jigsaw para siswa sangat senang dan bergairah saat berdiskusi sesama kelompok maupun kelompok ahli, bertanya menanggapi ketika proses belajar berlangsung di dalam kelas. Ada salah seorang siswa juga yang sangat aktif di dalam kelas saat menerapkan metode kooperatif jigsaw ini. Jadi penerapan metode pembelajaran kooperatif jigsaw sangat menunjang proses belajar mengajar dan menunjang hasil belajar siswa untuk kedepannya.62
Setelah peneliti mendapatkan informasi dari beberapa sumber yang di dapatkan di lapangan, seperti yang dikatanan oleh ibu Lilik Handayani langkah-langkah pembelajaran kooperatif jigsw yang diterapkan di MTs.
Ittihadil ummah ini yaitu:
1. Langkah yang pertama yaitu pembagian kelompok.
61Wawancara, Suhaemi (Siswa Kelas VII), 29 Mei 2017.
62Observasi, MTs. Ittihadil Ummah, 01 Juni 2017.
2. Sebelum pembelajaran di mulai saya membagikan materi terlebih dahulu kepada semua siswa atau kelompok.
3. Cara selanjutnya pembagian lembar ahli yaitu lembar materi tim ahli
4. Siswa mengadakan diskusi baik itu diskusi di kelompok asal ataupun di dalam kelompok ahli dan seterusnya.
5. Langkah selanjutnya yaitu kuis, pengadaan kuis ini tertuju bagi semua kelompok atau siswa.
Lebih lanjut lagi ketika peneliti mencoba mencari informasi lebih dalam tentang model pembelajaran kooperatif jigsaw ini dari kepala MTs. Ittihadil Ummah, beliau mengatakan:
“Penerapan pembelajran kooperatif jigsaw ini sudah ada memang diterapkan di MTs. Ittihadil Ummah, tetapi belum semua guru mata pelajaran yang menerapkan model pembelajaran seperti ini. Tapi seperti yang diketahui bahwa hanya pembelajaran fiqh yang baru menerapkan model pembelajaran kooperatif jigsaw disini, penerapan meodel pembelajaran seperti ini menurut saya sangatlah bermanfaat untuk meningkatkan proses belajar mengajar para siswa kami disini terutama untuk menghilangkah rasa jenuh, dan bosan di dalam diri siswa itu sendiri”.63
Dari informasi yang disampaikan oleh kepala MTs Ittihadil Ummah di atas, peneliti mencoba mencari informasi lebih tajam lagi dari salah satu guru di MTs. Ittihadil Ummah yaitu pak Abdillah, beliau mengatakan:
“Kalau masalah model pembelajaran kooferatif jigsaw ini Cuma diterapkan oleh guru-guru yang mengajarkan ilmu pendidikan Islam, salah satunya ialah dalam pembelajaran fiqh, guru fiqh sendiri yang menerapkan metode ini, karena metode ini sangat
63Wawancara, Faozan (Kapsek) MTs. Ittihadil Ummah, 25 Mei 2017.
cocok digunakan dalam pembelajaran fiqh yang banyak memerlukan praktik atau membagi kelompok dalam proses pembelajaran untuk memotivasi para siswa”.64
Selanjutnya peneliti juga mencoba untuk mencari informasi lebih dalam lagi terkait model pembelajaran kooperatif jigsaw ini dari seorang guru di sekolah MTs. Ittihadil Ummah, yaitu ibu Nida beliau mengatakan:
“Mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini memang sudah ada salah satu guru yang menerapkan model ini pada jamnya di MTs Ittihadil Ummah ini, yaitu guru fiqih ini satu satunya guru disini yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.yaitu ibu lili Handayanidengan adanya guru yang mau menerapkan model pembelajaran yang seperti ini yang akan menjadi semakin baik, bagus untuk membelajarkan siswa dan juga sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman mental dan karakter siswa, baik meningkatkan proses belajar mengajar para siswa kami disini, terutama untuk menghilangkan rasa jenuh, dan kurangnya minat belajar siswa itu sendiri”.65
Setelah peneliti mendapat informasi dari salah seorang guru yang bernama ibu intan di atas, kemudian peneliti mencoba untuk mencari informasi lebih tajam lagi dari salah satu guru di MTs.
Ittihadil Ummah juga yaitu pak saputra ia mengatakan:
“Berbicara mengenai masalah model pembelajaran ini adasih guru yang menggunakan model kooperatif tipe jigsaw ini di MTs Ittihadil Ummah ini kenapa dia menggunakan model ini karna menurut belia bahwa model ini yang pas, dan juga memang kalau saya lihat model kooperatif ini sangat bagus dan memberikan pengaruh juga
perkembangan pada siswa terlebih dalam pelajaran fiqihnya di kelas VIII MTs, karna memang pembelajaran fiqih ini juga bagus kalau siswa belajar dengan cara diskusi yaitu seperti model pembelajaran kooperatif tipe jigsawini”.66
64Wawancara, Abdillah, MTs. Ittihadil Ummah, 25 Mei 2017.
65Wawancara, Faozan (Kapsek) MTs. Ittihadil Ummah, 25 Mei 2017.
66Wawancara, Abdillah, MTs. Ittihadil Ummah, 25 Mei 2017.
Dari apa yang telah didapatkan oleh peneliti tentang model kooperatif tipe jigsaw ini dari beberapa guru di atas maka peneliti dapat mengetahui bahwa memang jelas di MTs Ittihadil Ummah ini sudah ada guru yang menerapkan model jigsaw tersebut. Akan tetapi peneliti tidak cukup sampai disini saja, maka penelitipun menggali lagi informasi ini dari beberapa sisi lagi.
Maka selain penulis mendapatkan iformasi dari beberapa guru di MTs Ittihadil Ummah ini, maka peneliti juga ingin mencari dan lebih mempertajam lagi informasi dari beberapa siswa di MTs Ittihadil Ummah ini yaitu salah seorang siswa yang menjadi ketua kelas pada kelas tersebut yang bernama fikri hadi Mengatakan bahwa;
“ketika kami di ajar sama bu lili handayani kak pada pembelajaran fiqih kami itu dipilih-pilih sama buk lili kak yang pinter sampai yang kurang bisa itu dipisah-pisah, kemudian kami di acak kak yang lebih pinter sama temen-temen yang kurang bisa dan yang gak bisa begitu setrusnya kak katanya biar kalian bisa saling mebantu dalam belajar kak, dan ada juga kelompok lain diberi nama klompok ahli. Karna kami dicampur seperti ini jadinya kita senang kak belajar karna kalo kita tidak paham temen kita yang lebih pintar itu bisa kita Tanya tentang maksut materi yang belum bisa kita pahami.”67
Selanjutnya pendapat salah seorang ketuakelas di atas dikuatkan lagi oleh perkataan seorang siswa lainnya yang dimana peneliti
mendapatkan informasi dari siswi yang bernama wulandari dia itu mengatakan:
“sebelum kami melakukan belajar di dalam kelas tadi kemarin kak, kami itu di suruh ber kumpul sama ibu lili kak, katanya kalian yang pintar kumpul dengan yang pintar yang kurang bisa dengan
67Wawancara, Fikri hadi (Siswa), MTs. Ittihadil Ummah, 28oktober 2017.
temennya yang kurang bisa nanti kalian ibuk guru campur sama tementemen nya yang kurang mampu dan tidak bisa begitu katanya kak, dan kami setelah diskusi itu disuruh ntuk mengajar temen- temen satu kelompok kami sambil diskusi satu sama lain, saya belajar jadinya tidak canggung dan kita cepat bisa, pokoknya dengan begini saya menjadi senang belajarnya kak.68
Jadi penelitidapat menyimpulkan bahwa metode atau model yang di maksud sama siswa tersebut adalah model kooperatif tipe jigsaw, dan peneliti dapat menyimpulkan bahwa memang benar adanya di MTs Ittihadil Ummah ini telah ada seorang guru yang menerapkan model pembelajaran yang penulis tuju, yaitu bahwa guru mata pelajaran itu menggunakan model kooperatif tipe jigsaw ini, ketika bu lili mengajarkan mata pelajaran fiqih dan dengan menggunakan model jigsaw ini siswa menjadi lebih senang belajar, metode ini juga sangat bagus untuk membuat siswa menjadi lebih aktif dalam belajar dan juga ketika proses belajar mengajar berlangsung, siswa menjadi lebih percaya diri baik dalam berkomunikasi sama temen-temen terutama sekali sama guru mata
pelajaran, begitu sterusnya.
Selain mendapatkan iformasi dari beberapa guru, peneliti juga mencari informasi dari salah satu siswa kelas VIII Ahmad Fikri, ia mengatakan:
“Tadi kak waktu pembelajaran fiqh kami satu kelas dibagi-bagi dalam beberapa kelompok, karena tadi bu guru lilik membahas tentang shalat kak, tadi kami dibagi menjadi empat kelompok kak.
Selesai membagi kelompok kita langsung mengerjakan tugas yang diberikan dan langsung mempersentasikan di depan kelas satu
68Wawancara,Wulan dari (Siswa), MTs. Ittihadil Ummah, 28 Mei 2017
persatu kak, jadi kalau pembelajarannya seperti ini kami sangat senang kak bisa langsung mengerti”.69
Siswa lain juga mengatakan hal yang sama dengan perkataan Fikri Hadi, yaitu seorang siswa yang bernama Sopian Jayadi, mengatakan:
“Saat pembelajaran fiqh tadi di dalam kelas kak saya sangat fokus saat mendengarkan penjelasan dari bu guru kak, pembagian
kelompoknya juga sangat terarah dengan tema yang diberikan oleh bu guru kak jadinya kami langsung paham dan mengerti dengan penjelasan yang diberikan tadi di dalam kelas kak.”70
Saat peneliti mencoba mencari informasi kepada salah satu guru yang ada di MTs. Ittihadil Ummah, Bu Jun mengatakan:
“Dari semua guru-guru yang ada di Madrasah ini semuanya punya metode masing-masing disaat mengajar. Contohnya yaitu bu lilik handayani beliau itu selaku guru fiqih MTs Ittihadil Ummah ini, dan beliau ini juga kalau sya lihat memang sering menggunakan metode pembelajaran Kooperatif jigsaw saat mengajar di dalam kelas, karena bu lilik sendiri berinisiatif agar para siswa yang masuk di jam-jam terakhir tidak merasa bosan dan jenuh dalam belajar di dalam kelas, jadi menurut saya sendiri metode itu sangatlah perlu digunakan dalam proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru”.71
Hasil observasi yang ditemukan pada penelitian dilapangan terlihat bahwa proses belajar yang sedang berlangsung di dalam kelas sangat berjalan dengan lancar dan terlihat menyenangkan bagi siswa. Siswa-siswa juga terlihat bahwa mereka sangat bersemangat dalam belajar.72
Jadi dari hasil wawancara dan observasi peneliti terkait tentang langkah-langkah Model Jigsaw di atas bahwa, pembelajaran yang diberikan oleh guru mata pelajaran fiqh itu menggunakan metode
69Wawancara, Ahmad Fikri, MTs. Ittihadil Ummah, 25 Mei 2017.
70Wawancara, Sofian Jayadi (siswa kelas VIII), 20 Mei 2017.
71Wawancara, Junaidi (guru Bahasa), 20 Mei 2017.
72Observasi, MTs. Ittihadil Ummah, 27 Mei 2017.
kooperatif jigsaw, metode ini sangatlah mendukung proses pembelajaran yang selama berlangsung di kelas. Metode ini juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran, mulai dari intraksi yang diberikan guru kepada siswa begitu juga sebaliknya, semuanya mendapatkan timbal balik yang sangat kuat. Dan dapat disimpulkan bahwa semua siswa suka dan senang mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan memakai Model Kooperatif Tipe Jigsaw ini, dan juga kepala MTs beserta guru-guru lainnya juga sangat mendukung penerapan model ini, dan penerapan ini juga tentunya disertai dengan beberapa langkah-langkah dalam
pelaksanaannya sebagaimana informasi yang peneliti dapatkan dari guru Fiqih di atas tadi yaitu ada lima langkahnya sebagaimana yang telah peneliti dapatkan dari hasil wawancara bersama guru Fiqih yaitu:Langkah yang pertama yaitu pembagian kelompok, pembagikan materi,pembagian lembar ahli yaitu lembar materi tim
ahli,mengadakandiskusibaikitudiskusidikelompokasalataupundidalam kelompokahlidanseterusnya, langkah selanjutnya yaitu kuis, pengadaan kuis ini tertuju bagi semuakelompok atau siswa.
C. Bagaimana pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatan hasil