BAB V PENUTUP
A. Kompetensi Inti
5. Usus besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang ± 1 meter dan terdiri atas kolon asendens (naik), kolon transversum (mendatar), dan kolon desendens (menurun), dan berakhir di anus. Usus besar berfungsi mengatur kadar air pada sisa makanan, bila kadar air terlau banyak maka dinding usus besar akan menyerap kelebihan air tersebut.
Sebaliknya bila sisa makanan kekuranan air maka dinding usus besar akan mengeluarkan air dan mengirimnya ke sisa makanan.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS II
Satuan Pendidikan : MTs NW Nurul Arafah Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam Kelas/semester : VIII / ganjil
Materi Pokok : Sistem Pencernaan Manusia Alokasi Waktu : 3 x 40 Menit ( 1 x pertemuan)
A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
B. Kompetensi Dasar
3.6 Menganalisis sistem pencernaan pada manusia dan memahami gangguan yang berhubungan dengan sistem pencernaan, serta upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan
C. Indikator
3.5.1. Menjelaskan gangguan pada system pencernaan manusia.
3.5.2. Menjelaskan upaya untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan manusia.
D. Tujuan Pembelajaran
5. Siswa mampu menjelaskan gangguan pada sistem pencernaan
6. Siswa mampu menjelaskan upaya menjaga kesehatan sistem pencernaan manusi.
E. Materi Pembelajaran
Sistem pencernaan pada manusia F. Metode Pembelajaran
1. Model : Course Review Horay (CRH) 2. Metode : Diskusi dan Tanya jawab
G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar 1. Media
a. Papan tulis 2. Sumber belajar
b. Buku paket IPA SMP/MTs kelas VIII Semester 1 H. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan (5 menit)
a. Membuka pelajaran dengan doa, absen dan memotivasi siswa b. Melakukan apersepsi menggali pengalaman sehari-hari siswa yang
berhubungan dengan sistem pencernaan manusia.
c. Menjelaskan dengan singkat tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
2. Kegiatan inti (105 menit)
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru menyajikan atau mendemonstrasikan materi sesuai topik dengan tanya jawab.
c. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok.
d. Untuk menguji pemahaman siswa disuruh membuat kartu atau kotak sesuai dengan kebutuhan dan di isi dengan nomor yang di tentukan guru.
e. Guru membaca soal secara acak dan siswa menuliskan jawabannya di dalam kartu atau kotak yang nomornya di sebutkan guru.
f. Setelah pembacaan soal dan jawaban siswa telah di tulis di dalam kartu atau kotak, guru dan siswa mendiskusikan soal yang telah di berikan tadi.
g. Bagi yang benar, siswa memberi tanda check list (√) dan langsung berteriak horay atau menyanyikan yel-yel.
h. Nilai siswa di hitung dari jawaban yang benar dan yang banyak berteriak horay.
i. Memberikan tugas / PR kepada siswa 3. Penutup (10 menit)
a. Guru memberikan reward pada siswa/ kelompok yang memperoleh nilai tinggi dan menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya.
b. Menutup pelajaran dengan do’a dan salam I. Materi sistem pencernaan pada manusia
a. Gangguan pada sistem pencernaan dan upaya untuk mencegah 1. Obesitas
Obesitas adalah suatu kondisi tubuh yang memiliki kandungan lemak berlebih, sehingga dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan. Obesitas dapat menyebabkan beberapa penyakit, diantaranya penyakit jantung, diabetes. Obesitas umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang berlebih dan kurangnya aktivitas tubuh dan juga disebabkan oleh keturunan melalui pewarisan gen atau akibat konsumsi obat tertentu.
Upaya utama untuk mencegah obesitas adalah dengan berolahraga dan mengatur pola makan.
2. Karies gigi
Karies gigi ataugigi berlubang, merupakan kerusakan gigi akibat infeksi bakteri yang merusak bagian gigi sehingga merusak struktur gigi. Gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri pada gigi jika sampai terlalu dalam kerusakannya karena telah sampai merusak saraf gigi.
Pada umunya karies gigi disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut. Oleh karena itu, upaya mencegahnya yaitu dengan cara memperhatikan kebersihan gigi serta pemeriksaan gigi secara teratur.
3. Mag (gastritis)
Sakit mag (gastritis), merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. Mag dapat dicegah dengan cara makan teratur, makan secukupnya, cuci tangan sebelum makan, menghindari makan yang pedas, dan kopi.
4. Hepatitis
Hepatitis merupakan penyakit peradangan pada hati, orang yang menderita penyakit hepatitis ringan memiliki gejala terkena flu, demam, diare dan sakit kepala. Penderita penyakit hepatitis akut dapat mengalami jaundice (menguningnya kulit dan mata.
5. Diare
Diare adalah penyakit pada saluran usus besar yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan protozoa, seperti Entamoeba coli. Penderita diare dapat mengalami dehidrasi karena air dalam usus terus menerus dikeluarkan, selain itu penderita diare juga akan mengalami mulas diperut karena kontraksi otot pada usus besar terjadi terus menerus.
Upaya mencegah diare adalah dengan menjaga kebersihan makanan yang kamu makan, karena makanan yang kurang higenis biasanya mengandung bakteri yang menyebabkan diare.
6. Konstipasi
Konstipasi merupakan kondisi feses keras atau kering sehingga suit dikeluarkan. Penyebab konstipasi adalah kurangnya asupan makanan berserat dan kurang minum.
Upaya mencegah konstipasi diantaranya adalah tidak sering menahan buang air besar, makan makanan yang berserat, hindari mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula.
7. Gejala kekurangan vitamin
Kekurangan vitamin pada tubuh disebut dengan avitaminosis.
Gejala kekurangan vitamin pada tubuh dapat menyebabkan:
a. Vitamin A menyebabkan penglihatan kabur, b. Vitamin B menyebabkan penyakit gangguan saraf, c. Vitamin C menyebabkan sariawan, lemas,
d. Vitamin D menyebabkan cacat tulang,
e. Vitamin E menyebabkan degenerasi sistem saraf, dan
f. Vitamin K menyebabkan kelainan penggumpalan darah, kerusakan hati dan anemia.
8. Gejala kekurangan mineral
Kekurangan mineral juga dapat menyebabkan gangguan pada tubuh, yaitu:
a. Kalsium (Ca) menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan kehilangan massa tulang.
b. Fosfor (P) menyebabkan lemas, kehilangan mineral dari tulang.
c. Magnesium (Mg) menyebakan gangguan sistem saraf.
d. Natrium (Na) menyebakan kram otot dan nafsu makan berkurang.
e. Besi (Fe) menyebabkan anemia dan kelainan kekebalan tubuh.
f. Iodium (I)menyebabkan penyakit gondok (pembengkakakn penyakit tiroid).
g. Seng(Zn) menyebabkan kegagalan pertumbuhan, dan kelainan pada kulit.
INSTRUMEN TES PILIHAN GANDA SIKLUS I
A. Berilah tanda silang (x) padahuruf a, b, c ,d atau e pada jawaban yang