• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wafatnya Rasulullah SAW

Dalam dokumen Sirah Nabawiyah (Halaman 156-164)

Yahudi di Khaibar, dan yang meninggal seketika itu adalah Bisyru bin Al-Bara‟ bin Ma‟rur Al Anshari. Akan tetapi Allah SWT menghentikan pengaruh racun tersebut dari tubuh Rasulullah SAW hingga mendekati ajal beliau. Walaupun tetap saja pengaruh racun tidak berhenti secara keseluruhan bahkan nampak terlihat pada Uvula (bagian langit-langit mulut yang menonjol kebawah) beliau, sehingga sakitnya tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu dikarenakan pengaruh racun tersebut. Kisahnya bermula ketika Rasulullah SAW berada di Khaibar, beliau didatangi oleh seorang wanita Yahudi dengan memberikan hadiah kepada beliau berupa daging kambing yang sudah dibakar yang sudah di bubuhi racun.

Mereka (orang-orang Yahudi) mengikuti kabar tentang Rasulullah SAW, dan mereka mengetahui bahwa Rasulullah SAW tidak menerima zakat, namun beliau menerima hadiah, maka mereka memberikan daging beracun tersebut sebagai hadiah bukan zakat agar Rasulullah SAW mau menerimanya. Tujuan dari perbuatan ini sudah jelas dan terang yaitu untuk membunuh Rasulullah SAW, walaupun orang Yahudi berdalih dengan tujuan lain yaitu mereka ingin mengetahui kebenaran kenabian Rasulullah SAW.

Sesungguhnya pada awalnya Rasulullah SAW memaafkan wanita Yahudi tersebut, karena Rasulullah SAW tidak menuntut balas dan tidak dendam atas dirinya. Hal ini merupakan kesempurnaan dari kemuliaan beliau SAW, adapun penyebab Rasulullah SAW membunuh wanita tersebut karena ada salah satu sahabatnya yang wafat karena racun tersebut yaitu Bisyru bin Al Bara‟ bin Ma‟rur Al Anshari, dan hal itu hak bagi korban yang dibunuh, maka Rasulullah SAW menunaikan baginya hak tersebut dan memerintahkan untuk membunuh wanita Yahudi itu dengan hukum Qishas.19 Ketika datang waktu wafatnya Rasulullah SAW, Allah mnegembalikan fungsi yang membahayakan dari racun

19 „Adil bin Hasan bin Yusuf Al-Hamad, Hari-Hari Terakhir Kehidupan Rasulullah SAW (Depok-Jawa Barat: Pustaka Khazanah Fawa‟id, 2016), hlm. 40

tersebut dari tubuh Rasulullah SAW, maka beliau wafat dikarenakan racun tersebut.

2. Bermulanya sakit Rasulullah SAW

Sakit Rasulullah SAW mengalami beberapa tahapan-tahapan, bermula dari tahapan pusing ketika berada dirumah Aisyah, kemudian sakitnya semakin parah, sehingga beliau tidak mampu keluar menuju masjid untuk melaksanakan shalat. Beliau pun memaksakan dirinya untuk shalat bersama kaum Muslimin dan berkhutbah kepada kaum Muslimin yang merupakan khutbah terakhir beliau. Wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 11 Hijriyah setelah ia menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati umat, dan berjuang dengan segenap kesungguhannya.20 Sekitar 124 hari setelah memulai Haji Wada‟, Rasulullah SAW wafat di kediamannya yang sering disebut dengan rumah atau kamar, kemudian setelah beliau berulang-ulang berpesan agar dimakamkan di kamarnya, ini menjelaskan bahwa beliau ingin dikuburkan di rumah beliau yang juga disebut rumah Aisyah. Hari itu (hari wafatnya Rasulullah SAW), keluarga Banu Hasyim memandikan jenazah beliau serta mengkafani dan menyelimutinya. Setelah itu Ali beserta keluarga Banu Hasyim memakamkannya. Orang-orang yang melakukan penguburan hanya terdiri dari keluarga Rasulullah SAW, yaitu orang-orang yang memandikannya seperti Abbas, Ali, Fadhl, dan Shalih (Maula Rasulullah SAW), tiada yang lain. Adapun yang masuk keliang kubur adalah Ali, Fadhl, Abbas, dan Qutsam bin Abbas serta Syuqran (Maula Qutsam). Ada pula yang menyebutkan Usamah bin Zaid, merekalah yang menguburkan dan membalikkan jenazah Rasulullah SAW.21

20Ibid., hlm. 41

21 Omar Hashem, Muhammad Sang Nabi (Jakarta Selatan: Penerbit Tama

DAFTAR PUSTAKA

Adiinsan, sang. Muhammad SAW. Jakarta: Al-Huda, 2009.

Adil bin Hasan bin Yusuf al-Hamad. Hari-hari Terakhir Kehidupan Rasulullah. Depok : Pustaka Khazanah Fawa‟id, 2016.

Al Ghazali, Muhamad. Sejarah Perjalanan Hidup Nabi Muhammad.Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2008.

Al Mubaarakfury, Shafiyyurrahmaan. Mutiara Abadi Sejarah Hidup Nabi SAW. Bandung: Pustaka Islamika, 2008.

Al-Buthy, Ramadhan. Sa‟id. Muhammad SAW. Jakarta: Robbani Press, 1999.

Al-Ghazali Muhammad, Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad, Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2003.

Al-Mubarakfuri, Shafiyurrahman, Perjalanan Hidup Rasulullah Yang Agung, Darussalam: Jakarta, 2001.

Al-Mubarakfuri, Shafiyyurahman, Rahiqul Makhtum, Jakarta, Qisthi Press, 2014.

Al-Mubarakfuri, Shafyyurrahman, Ar-Rahiq Al-Makhtum Bahtsun fis Siratin Nabawiyyati „ala Shahibiha Afdhalus Shalati wa Salaam, Jakarta Timur: Umul Qura, 2011.

Al-Mubarakfury Shafiyyurrahan, Sirah Nabawiyah Biography of The Noble Prophet Mutiara Abadi Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW, Bandung: Pustaka Islamika, 2008.

Al-Mubarakfury, Shafiyurrahman. Shahih Sirah Nabawiyah. Bandung:

Darul Aqidah, 2017.

Al-Mubarokfuri, Shafiurrahman. Perjalan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad SAW. Jakarta: Qisthi Press, 2014.

Al-Mubarokfuri, Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Jakarta : Qisthi Press, 2018.

Al-Mubarrakfury, Syafiyyurrahman. Shahih Sirah Nabawiyah.

Bandung : Jabal, 2017.

Amin Munir Samsul, Sejarah Peradaban Islam, Jakarta: Amzah, 2014.

Ayyasy, Abu Muhammad, Strategi Perang Rasulullah SAW, Jakarta:

Qultum Media, 2009.

Baraniq. Nabi Muhammad dan Yahudi.Surabaya: Pustaka Progresif, 2016.

Basyier Abu Umar, Mutiara Hikmah Sejarah Rasulullah SAW, Surabaya: Shafa Publika, 2012.

Budi Ashari, dari ceramahnya yang berjudul, Madinah Kota Peradaban.

Dudung Abdurrahman. Siti Maryam, ed. Sejarah Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern. 2012.

H.Fuad Hashem, Sirah Muhammad Rosulullah Kurun Makkah Suatu Penafsiran Baru, Bandung: Mizan, 1996.

Haekal, Husen. Sejarah Hidup Muhammad SAW. Jakarta: Mitra Kerjaya Indonesia, 2017.

Hasyim, M. Lutfi bin Ali bin Hasyim. Lentera Kegelapan Untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia. Kediri: Pustaka Gerbang Lama, 2015.

Hasyim, Muhammad, Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW, Jakarta PT Lentera Basritama, 2002.

Hisyam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Jakarta : Eka Media, 2015.

http://formasi99.blogspot.com/2008/02/mengapa-islam-turun-di- mekah.html/unduh/19-9-2021 rabu,7:52

http://neyshaafahza.blogspot.com/2015/10/masa-kecil-nabi-

NabiMuhammad-saw-hingga.html/ unduh/19-9-2021 rabu,7:52

https://tantancuap.wordpress.com/2011/06/21/3-pusat- peradaban-modern-dunia/unduh/19-9-2021 rabu,7:52

Husain, Muhammad Haikal, Sejarah Hidup Muhammad. Tintamas:

Jakarta, 2016.

Ilaihi Wahyu, Polah Harjani Hefni, Pengantar Sejarah Dakwah, Jakarta: Prenadamedia Group, 2007.

Imam Al-Ghazali Said, Perjalaan Haji Rasulullah SAW. Surabaya : Diantama, 2005.

Ja‟far Subhan, Arrisalah Sejarah Kehidupan Rosulullah SAW, Jakarta:

PT Lentera Basritama, 2002.

Khaththab, Syeit Mahmud, Rasulullah SAW Sang Panglima, Cimani:

Pustaka Al‟Alaq, 2005.

Mahdi Rizqullah Amad, As-Sirah an-Nabawiyah fi Dhau „I al-Mashadir al-Ashliyyah atau Biografi Rasulullah, Jakarta: Qisthi Prees, 2005.

Makmun, Sukron.“Diplomasi Quraisy Dan Pencarian Suaka Ke Habsyi”.dari

http://massukron.blogspot.com/2012/10/diplomasi-

Quraisy-dan-pencariansuaka.html/ diaksespada 30 September 2021,

Muhammad Al-Ghazali, Sejarah Perjalanan Hidup Muahammad, Yogtakarta: Mitra Pustaka, 2008.

Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad. Jakarta: PT Tintamas Indonesia, 2016.

Muhammad Husain Haekal. Sejarah Hidup Nabi Muhammad.Jakarta:

Tintamas Indonesia, 2016.

Omar Hashem, Muhammad Sang Nabi. Jakarta Selatan: Tama Publisher, 2005.

Qol‟ahji, Muhammad Rawwas, Sirah Nabawiyah Sisi Politis Perjuangan Rasulullah SAW. Al Azhar press: Bogor, 2015.

Sayyid Muhammad bin „Alawi bin „Abbas al-Maliki al-Hasani.

Ringkasan Sejarah Nabi Muhammad saw. Bandung: Pustaka Hidayah, 2011.

Syafiyyurrahman,Al-Mubarrakfurry, Sirah Nabawiyah Mutiara Abadi Sejarah Nabi Muhammad, Bandung: CV Pustaka Islamika, 2008.

20silsilah%20lengkap%20nasab%20nabi%20muhammad%20saw%

20dan%20hukum%20menyampaikannya.Htm/ diakses pada 29 Oktober 2021.

TENTANG PENULIS

Dr. H. ZULYADAIN, M.A., lahir di Desa Kembang Kerang Aikmel, Lombok Timur tahun 1973. Ia adalah anak dari kedua pasangan H. Ghazali dan Hj. Siti Khadijah yang sehari- harinya bekerja sebagai petani. Sejarah pendidikannya mulai dari menyantri di Pondok Pesantren Darul Kamal NW Kembang Kerang, mulai dari Madrasah Ibtidaiyyah NW Kembang Kerang Lombok Timur (1980-1986), Madrasah Tsanawiyah NW Kembang Kerang Lombok Timur (1986-1989), Madrasah Aliyah NW Kembang Kerang Lombok Timur (1989-1992). Setelah itu nyantri di Ma‟had Darul Qur‟an Wa Al-Hadis (MDQH) Pancor Lombok Timur (1992-1996), S1 di Universitas NW Mataram, Fakultas Adab Jurusan Sastra Asia Barat (1996), S1 di Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor Lombok Timur, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (1998). Pada tahun 2000 ia berangkat ke Jakarta untuk belajar di Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta konsentrasi „Ulumul Qur‟an dan „Ulumul Hadis sampai selesai pada tahun 2003. Sejak tahun 2006 sampai saat ini menjadi Dosen Tetap di Program Studi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, IAIN Mataram (2017) setelah pada akhirnya beralih status dan saat ini Program Studi Ilmu Al-Qur‟an dan Tafsir di bawah naungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia juga menjadi Dosen Luar Biasa di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Kamal NW Kembang Kerang Aikmel, Kab. Lombok Timur, NTB.

Dalam dokumen Sirah Nabawiyah (Halaman 156-164)