• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNGSIONALISME

7.2. Penyajian 1. William James

7.2.4. Walter Dill Scott

98

menyebar. Witmer pun mendapatkan beragam kasus anak-anak, mulai dari gangguan fisiologis, kognitif, dan masalah perilaku yang berkaitan dengan akademik tahun 1896 (Goodwin, 2015). Pada bulan Desember tahun itu, dia menyampaikan makalah di pertemuan tahunan APA di Boston. Dia menyerukan peningkatan penelitian tentang jenis masalah yang dia hadapi dan pembuatan program pelatihan untuk meningkatkan jumlah tenaga ahli yang mampu memecahkan masalah tersebut.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cikal bakal psikologi klinis dimulai dengan pemahaman yang relatif sempit pada mendiagnosis dan merawat anak-anak dengan masalah yang berhubungan dengan sekolah. Hari ini, bidang keahlian itu berhubungan dengan psikologi sekolah. Faktanya, psikolog sekolah juga menganggap Witmer sebagai salah satu dari pelopor psikologi sekolah. Divisi APA untuk Psikologi Sekolah memberikan

“Penghargaan Lightner Witmer” tahunan kepada seorang psikolog sekolah muda yang berprestasi.

Catatan Kritis terhadap Pemikiran Lightner Witmer

Keberatan-keberatan yang diberikan sebagai petunjuk pertama yaitu konflik yang muncul antara psikologi sebaga ilmu dengan psikologi sebagai profesi yang diterapkan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, persoalan ini sudah ada sampai saat ini, sejak 1896. Meskipun keberataan, Witmer tetap melanjutkan pekerjaanya dan memperluas kliniknya dalam rangka beurusan dengan berbagai kasus, di mana awalnya terutama terdiri dari anak- anak yang terbelakang.

99 segala jerih payah dan usahanya, Scott mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas perguruan tinggi.

Pada usia 19 tahun, Scott muda mendaftarkan diri ke Illinois State University dan dua tahun kemudian ia mendapatkan beasiswa ke Northwestern University di Evanston, Illinois. Selama menempuh pendidikan, Scott juga menerima pekerjaan mengajar sebagai penghasilan tambahan. Setelah lulus, Scott berencana untuk berangkat ke China guna menjadi misionaris. Namun, sayangnya tidak ada tempat kosong untuk pekerjaan tersebut. Karena hal inilah, Scott merubah keputusan dan haluan karirnya ke psikologi.

Dia mulai menekuni studi psikologi dan menyukainya. Ketertarikan Scott pada psikologi dan rasa ingin tahu megenai laboratorium Wilhelm Wundt membawa Scott ke Universitas Leipzig, Jerman.

Walter Dill Scott menikah dengan teman kampusnya bernama Anna Marcy Miller. Berkat beasiswanya, hasil mengajar, dan gaya hidup yang hemat, Scott menikah dan pada 21 Juli 1898.

Dia berangkat ke Jerman untuk melanjutkan pendidikan dan menekuni psikologi bersama Wundt. Scott meraih gelar Ph.D nya pada tahun 1900 lalu bergabung sebagai staf pengajar di Northwestern University sebagai dosen psikologi.

Ketertarikan Scott pada bidang psikologi oganisasi dan industri dimulai saat seorang pelaku bisnis periklanan mencarinya dan memintanya untuk mengaplikasikan psikologi menjadi lebih efektif (Schultz & Schultz, 2016). Sesuai dengan semangat fungsionalisme Amerika, bidang psikologi yang ditempuh Scott semakin terpisah dengan psikologi Wundt. Dia menemukan cara untuk memanfaatkan psikologi pada bidang dan masalah sehari- hari dalam dunia nyata (Schultz & Schultz, 2016). Beberapa tahun kemudian, sebagai bentuk ketekunan atas bidangnya, Scoot menulis The Theory of Practice of Advertising (1903) yang menjadi buku pertama dalam bidang tersebut dan 5 tahun kemudian kembali menerbitkan The Psychology of Advertising (1908) serta menulis Human Efficiency in Business (1911) yang merupakan buku yang menjelaskan prinsip psikologis sebagai cara untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Scott juga mempublikasikan beberapa buku dan artikel majalah (Goodwin, 2015).

Reputasi dan karir Scott pada komunitas bisnis berkembang pesat. Pada 1905, Scott naik jabatan menjadi professor. Pada 1909, dia menjadi profesor untuk bidang periklanan di sekolah perniagaan Northwestern. Pada 1916, dia ditunjuk menjadi profesor psikologi terapan dan direktur di sebuah lembaga riset dan penjualan di

100

Universitas Carnegie Technical di Pittsburgh (Schultz & Schultz, 2016). Scott juga menawarkan keterampilannya pada dunia militer untuk membantu menyeleksi personil militer Ketika masa Perang Dunia 1 di Amerika Serikat pada 1917. Sempat ditolak saat pengaplikasian proposal di militer Amerika Serikat. Scott menunjukan kepandaiannya dalam bernegosiasi sehingga bisa membuktikan maksud dan tujuannya. Di kemudian hari, militer menganugerahinya Distinguished Service Medal sebagai apresiasi atas jasa dan kontribusi yang dia berikan.

Pada tahun 1919, Scott mendirikan perusahaan sendiri yang dinamai The Scott Company. Perusahaan tersebut memberikan jasa konsultasi kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan bantuan untuk menangani seleksi karyawan dan efisiensi pekerja (Chung & Hyland, 2012). Scott juga menjabat sebagai rektor di Universitas Northwestern sejak tahun 1902 sampai tahun 1923.

Scott meninggal pada 24 September 1955 pada usia 86 tahun.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasinya, didirikanlah Universitas Scott Hall dengan mengambil nama Walter Dill Scott dan isterinya Anna Miller Scott (Schultz & Schultz, 2016).

Sugestibel Manusia dan Periklanan

Memperoleh gelar Ph.D di Jerman dengan belajar bersama Wundt membuat Scott mampu mengaplikasikan penerapan fisiologis eksperimental Wundt. Scott mengaplikasikan psikologi pada industri bisnis melalui periklanan. Scott percaya bahwa konsumen sering mengambil keputusan yang tidak rasional karena dipengaruhi oleh saran dan daya tarik terhadap emosi melalui periklanan (Goodwin, 2015). Iklan kadang disebut sebagai sistem saraf dalam bisnis. Scott menunjukan bahwa melalui saran yang cerdas, orang dapat diyakinkan melalui iklan (Boyle, 2021).

Melalui hipotesis inilah, Scott memperluas psikologi eksperimental berorientasi fisiologis Wundt ke bentuk ranah praktis dalam karyanya tentang periklanan. Menurut Scott, emosi, simpati, memori dan sentimentalitas adalah faktor yang mempengaruhi sugestibilitas konsumen (Schultz & Schultz, 2016).

Scott menulis buku yang berjudul Influencing Men in Business (1911) yang membahas mengenai kekuatan sugestibilitas dalam dunia bisnis. Menurut Scott, pada masa itu perempuan lebih mudah dipengaruhi daripada laki-laki, Scott percaya, bahwa perempuan menanggapi perasaan simpati lebih mudah daripada

101 pria. Sehingga, perempuan cenderung menanggapi iklan yang menarik secara emosional (Chung & Hyland, 2012). Scott juga memperkenalkan gagasan kupon pengembalian. Yaitu konsumen dapat mengembalikan kupon dan mendapatkan sampel gratis (Chung & Hyland, 2012). Scott juga merekomendasikan agar perusahaan dan pengiklan menerapkan metode perintah langsung misalnya “gunakan sabun buah pir” dalam menjual produk (Schultz

& Schultz, 2016). Pengaplikasian hukum sugestibilitasnya direkomendasikan kepada beberapa perusahaan serta beberapa tekniknya diaplikasikan oleh banyak perusahaan dan pengiklan.

Manajemen Personalia dan Seleksi Karyawan

Kontribusi kedua yang dibuat Scott pada psikologi industri dan organisasi adalah di bidang pengujian personil atau seleksi karyawan. Scott merancang skala penilaian dan pengujian kelompok untuk mengukur karakteristik individu sehingga bisa memilih karyawan terbaik. Metode yang dilakukan Scott adalah dengan cara mengajukan pertanyaan kepada manajer perusahaan ataupun pejabat militer untuk menyusun peringkat calon karyawan mereka mengenai penampilan, sopan santun, sikap, produktivitas, karakter dan kontribusi bagi organisasi. Scott kemudian membagi para pelamar berdasarkan kualitas yang dibutuhkan perusahaan (Schultz & Schultz, 2016).

Scott juga mengembangkan tes psikologis untuk mengukur intelegensi dan kemampuan pelamar. Metode tes psikologis Scott berbeda dengan tes intelegensi James McKeen Cattel dan beberapa psikolog terapan lain, karena Scott melakukan tes dengan membagi dalam kelompok. Scott beranggapan ketika banyak kandidat yang harus dievaluasi dalam waktu singkat, pengujian kelompok akan lebih efisien dan murah (Schultz & Schultz, 2016). Melalui tes intelegensi yang dikembangkan Scott juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana individu menggunakan akal dan pikirannya untuk menyelesaikan sebuah masalah serta memproses informasi yang ada. Scott mengemukakan bahwa beberapa komponen dalam tesnya membedakan karyawan yang baik dan karyawan yang buruk (Chung & Hyland, 2012)

Catatan Kritis terhadap Pemikiran Walter Dill Scott

Walter Dill Scott memberikan banyak kontribusi khususnya bagi perkembangan psikologi industri dan organisasi sebagai hasil dari psikologi terapan. Namun, Scott hanya menerima perhatian

102

singkat dalam sejarah psikologi. Hal ini dikarenakan layaknya tokoh lain yang menekuni psikologi terapan. Scott tidak merumuskan teori, tidak mendirikan sekolah khusus, tidak mendirikan aliran pemikiran, dan tidak melatih siswa sehingga tidak ada murid yang bisa melanjutkan pekerjaanya. Scott juga hanya melakukan sedikit penelitian eksperimental dan jarang mempublikasikan jurnal-jurnal besar.

Scott mengaplikasian teori-teori psikologi industri dan organisasi Scott pada pekerjaan-pekerjaan untuk perusahaan swasta dan militer yang sangat berorientasi masalah (Schultz & Schultz, 2016). Banyak psikolog akademis, khususnya mereka yang bekerja dan memiliki posisi di universitas-universitas maupun laboratorium dengan dana yang besar memandang rendah hasil karya psikologi terapan. Para psikolog tersebut juga meyakini bahwa karya mereka tidak banyak berkontribusi terhadap kemajuan psikologi sebagai sebuah sains.

Dalam dokumen B-18 a. Buku Ajar Sejarah dan Aliran Psikologi (Halaman 103-107)