• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(1)ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT. PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH SULSEL, SULTRA DAN SULBAR UP3 MAKASSAR SELATAN

Lady Octavia Baan1, Rostiaty Yunus2, Daryanti2

1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected] ABSTRACK

This research aimed to find out company financial performance viewed from liquidity ratio and profitability. The methods of data collection were observation and documents such as financial report and profit /loss report as secondary data of the company. Based on the data analysis on financial performance at PT.PLN (Persero) in South Sulawesi, South East Sulawesi and West Sulawesi region, it was found that ; 1). The result of liquidity ratio from 2016 to 2018 was fluctuation (not stabile). 2). The result of profitability from 2016 to 2018 got fluctuation (not stabile).

Keywords: Financial report, profit/loss report, financial performance, liquidity ratio, profitability ratio PENDAHULUAN

Dimasa era modernisasi dalam membangun perusahaan untuk perkembangan suatu kemajuan sangat diperlukan pembukuan maupun pencatatan untuk sarana penjelasan dimana memegang peran yang sangat penting dalam memberikan sebuah gambaran mengenai kondisi keuangan sebuah perusahaan. Dimana gambaran keuangan ini pada setiap periode akuntansi harus dilaporkan dalam suatu laporan keuangan sebagai produk akhir dari suatu proses akuntansi pada suatu perusahaan. Laporan keuangan ini biasanya dibuat dalam bentuk neraca dan perhitungan laba/rugi, disamping itu ada juga terdapat laporan laba yang ditahan pada suatu periode tertentu.

Laporan keuangan adalah suatu sumber penjelasan yang berhubungan atas posisi keuangan atau kinerja keuangan suatu perusahaan. Selanjutnya data keuangan ini dianalisa oleh pihak yang bersangkutan pada suatu perusahaan, maka akan didapat suatu penjelasan yang mendukung suatu hasil keputusan yang telah dikerjakan. Selanjutnya, perusahaan harus tetap berpatokan pada neraca dikarenakan menggambarkan mengenai suatu posisi keuangan. Kemudian perhitungan rugi laba yang akan menunjukkan hasil usaha untuk suatu periode tertentu. Laporan keuangan bertujuan memberikan penjelasan tentang posisi suatu keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi semua kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan. Dengan

demikian, tujuan dari penyusunan laporan keuangan ini yaitu untuk memberikan suatu informasi kepada setiap pihak yang bersangkutan pada suatu kegiatan perusahaan, baik dari pihak internal ataupun pihak eksternal dari perusahaan untuk dijadikan sebuah masukan dalam pengambilan suatu keputusan.

Untuk mengevaluasi kinerja pada laporan keuangan perusahaan digunakan sebuah rasio keuangan. Rasio keuangan merupakan alat ukur dalam menilai laporan keuangan selama satu atau beberapa periode, misalnya rasio likuiditas dan profitabilitas.

Berdasarkan rasio likuiditas dan profitabilitas, perusahaan akan selalu berdasarkan pada neraca yang membutuhkan laporan laba rugi maupun laporan perubahan modal agar dapat diketahui bagaimana perkembangan dari setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan utamanya pada manajemen keuangan, maka dapat kita ketahui sampai dimana tingkat perputarannya.

Neraca dibuat untuk memperlihatkan tingkat kemampuan perusahaan yang dibuat dalam bentuk laporan yang berguna bagi beberapa kelompok yang membutuhkan suatu bukti untuk perusahaan yang berkepentingan.

Dalam pembahasan berikut penulis mengkaji lebih dalam tentang pengukuran kinerja keuangan pada perusahaan, dimana pada perbandingan/rasio ini mengkaji suatu posisi keuangan yang akan menyajikan suatu alat yang likuid untuk membiayai pengembalian utang

(2)

jangka pendek pada waktunya dan melihat sampai dimana kesanggupan perusahaan tersebut dalam memanifestasikan suatu profit dibandingkan dengan dana yang dipergunakan oleh pihak perusahaan.

Dari penjelasan pada tabel diatas tersebut dapat diketahui bahwa total a ktiva pada tahun 2016-2018 selalu mengalami kenaikan, akan tetapi pada total laba/ruginya selama 3 tahun ini mengami fluktuatif. Sedangkan pada perhitungan pendapatan usahanya selama 3 tahun mengalami kenaikan.

Kinerja keuangan pada perusahaan hendaknya memberikan suatu konstribusi terhadap pihak perusahaan. Begitu pun pada PT.

PLN (Persero) ini yang adalah suatu perusahaan monopoli yang bergerak dibidang ketenagalistrikan yang dimiliki oleh pihak pemerintahan. Kinerja keuangan yang hasilnya tidak stabil bakal memberikan konstribusi yang sangat kecil pula bagi suatu perusahaan.

Berdasarkan penjelasan dan uraian pada tabel diatas, maka dari itu penulis sangat tertarik mengambil judul tentang “Analisis Kinerja Keuangan Yang Di Tinjau Dari Rasio Likuiditas Dan Profitabilitas Pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan.

Sesuai latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah Bagaiman kinerja keuangan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan ditinjau melalui aspek likuiditas dan profitabilitas dalam 3 periode (2016, 2017, dan 2018).

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu agar dapat mengetahui bagaimana kinerja keuangan pada perusahaan dimana ditinjau dari 2 aspek yaitu likuiditas dan profitabilitas.

TINJAUAN LITERATUR

Menurut Indriani (2011), Menyatakan bahwa akuntansi merupakan suatu sistem informasi keuangan dimana dapat menghasilkan suatu laporan pada pihak yang memiliki peran penting dalam setiap aktivitas ekonomi dan keadaan suatu perusahaan.

Menurut Bahri (2016), akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran

dan pelaporan atas suatu transaksi dengan cara sedemikian rupa, sistematis dari segi isi, dan berdasarkan standar yang diakui umum. Jenis- jenis laporan keuangan dan tujuan dari lapuran keuangan.

Menurut Rizal (2017), Pengertian Laporan keuangan yaitu suatu gambaran tentang keadaan suatu keuangan maupun hasil dari usaha perusahaan disaat yang tertentu ataupun pada jangka waktu tertentu. Laporan keuangan merupakan

Jenis-jenis Laporan Keuangan dalam sebuah perusahaan, laporan keuangan ini terdiri dari beberapa jenis diantaranya:

1. Neraca

Menurut Sadeli (2016), Memberikan definisi bahwa neraca merupakan suatu catatan keuangan dimana berisikan tentang ikhtisar harta, utang, dan modal suatu unit usaha dan perusahaan disaat waktu tertentu, biasa terdapat dipenutupan akhir periode.

2. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan mengenai pendapatan, beban, dan laba atau rugi suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu (Sujarweni, 2018).

3. Laporan Perubahan Ekuitas

Menurut Kasmir (2018), laporan perubahan ekuitas adalah suatu laporan dimana digambarkan jumlah ekuitas yang dipegang oleh perusahaan saat ini. Kemudian, dari laporan ini juga telah menunjukkan perubahan pada ekuitas serta sebab dari berubahnya suatu modal.

4. Laporan Arus Kas

Menurut Fahmi (2017), Definisi dari laporan arus kas adalah laporan yang memberikan sebuah informasi mengenai arus kas masuk maupun arus kas keluar dari setiap pelaksanaan operasi, pendanaan dan investasi berlangsung selama periode akuntansi.

Analisis rasio keuangan adalah sebuah alat yang sangat cukup populer dalam mengukur kesehatan keuangan sebuah organisasi bisnis (Samryn 2016).

Menurut Wardiyah (2017), definisi analisis rasio keuangan atau financial ratio yaitu alat analisis yang diterapkan oleh suatu perusahaan untuk menilai kinerja keuangan menurut data perbandingan dari tiap pos yang ada pada laporan

(3)

keuangan, seperti laporan neraca, rugi/laba, dan arus kas dalam periode tertentu.

Rasio keuangan merupakan sistem dalam pembuatan suatu perbandingan padadata keuangan perusahaan agar menjadi lebih akurat (Samryn 2016).

Menurut Hafid (2010), mendefinisikan bahwa rasio likuiditas merupakan suatu kemampuan tiap perusahaan agar dapat mempersiapkan alat pembayaran sehingga bisa memenuhi semua kewajiban finansialnya pada saat akan ditagih. Rasio likuiditas terbagi atas 2 (dua) dengan rumus sebagai berikut:

1. Current Ratio (Rasio Lancar)

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = Aktiva Lancar Utang Lancar

2. Quick Ratio (Rasio Cepat)

𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = Aktiva Lancar − Persediaan Utang Lancar

Menurut Rizal (2017), rasio profitabilitas adalah suatu rasio yang dipakai dalam menilai kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan suatu profit/keuntungan. Rasio profitabilitas terbagi atas 3 (tiga) dengan rumus sebagai berikut:

1. Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

𝐺𝑃𝑀 = Laba kotor Penjualan bersih

2. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)

𝑁𝑃𝑀 =Laba setelah pajak Penjualan bersih

3. Earning Power Of Total Investment (Rate of return on total assets/ ROA)

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑜𝑓 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛t =Laba sebelum bunga dan pajak Total aktiva

Menurut Syaifuddin (2018), definisi dari kinerja yaitu suatu hasil kerja yang didapatkan dan dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam sebuah organisasi, sesuai dengan otoritas serta tanggung jawab, dalam rangka suatu upaya untuk mencapai tujuan organisasi berkaitan secara legal tidak melanggar hukum dan sesuai pada akhlak dan Setiap perusahaan harus mempunyai suatu tujuan khusus yang ingin

dicapai agar terpenuhnya harapan bagi setiap pihak yang mempunyai kepentingan dalam perkembangan sebuah perusahaan. Kinerja yaitu sesuatu yang menggambarkan akan tingkat pencapain atas pelaksanaan suatu program kerja serta strategi untuk mencapai suatu sasaran, tujuan, visi serta misi pada suatu organisasi yang dicantumkan melaluiperencanaan sebuah strategi dalam organisasi (Moeheriono 2012).

Menurut Fadilah (2012), definisi dari kinerja keuangan perusahaan merupakan suatu prestasi yang menggambarkan sejauh mana peningkatan posisi kesehatan ataupun performance dari nilai perusahaan yang ditaksir melalui laporan keuangan, baik melalui neraca, laporan laba rugi maupun laporan arus kas perusahaan yang diperlukan dari suatu pihak yang memiliki kepentingan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan. Adapun data yang akan dianalisis dan diolah terkait dengan neraca dan laporan laba rugi periode tahun 2016 sampai tahun 2018, data tersebut dikumpul dengan menggunakan teknik dokumentasi. Setelah data tersebut terkumpul penulis mengolah data ini dengan analisis rasio keuangan dimana analisis rasio yang digunakan yaitu rasio likuiditas dan rasio profitabilitas. Hasil analisis rasio keuangan tersebut menggambar kinerja keuangan dari perusahaan, selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan rekomendasi pada perusahaan tersebut.

Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra, Dan Sulbar Up3 Makassar Selatan dimana perusahaan ini beralamatkan pada Jl. Letjen Hertasning No. 99 Makassar. Waktu penelitian penulis laksanakan kurang lebih 2 bulan.

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini data kuantitatif yaitu suatu data yang menggunakan alat analisis bersifat kuantitatif, dimana data ini menggunakan model seperti model matematika, model statistik, dan model ekonometrik. Hasil analisis disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan dan diinterprestasikan dalam suatu uraian. data kualitatif merupakan suatu data dimana tidak memakai bentuk matematika, jenis

(4)

statistik dan ekonometrik ataupun bentuk lainnya.

Analisis data ini dikerjakan secara tertentu khususnya teknik pengolahan datanya, seperti pada pengecekan data serta tabulasinya.

Sumber data yang digunakan adalah data Primer suatu data asli yang dikumpulkan tersendiri oleh para peneliti untuk menjawab masalah-masalah penelitiannya secara khusus.

data sekunde yaitu data yang didapatkan dari sumber catatan yang ada pada perusahaan maupun sumber lainnya yaitu dengan mengadakan studi kepustakaan dengan mempelajari buku-buku yang ada hubungan dengan obyek penelitian.

Teknik pengumpulan data adalah cara untuk memperoleh data penelitian. Ada beberapa teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, yakni suatu teknik yang dipergunakan oleh peneliti dengan cara mengadakan pengamatan secara langsung terhadap suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. teknik dokumentasi atau pengumpulan data, yakni mengumpulkan dan memilih data yang diperlukan untuk menjadi bahan penelitian.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Current Ratio (Rasio Lancar)

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

2. Quick Ratio (Rasio Cepat)

𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟−𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

3. Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

𝐺𝑟𝑜𝑠𝑠 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 4. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)

𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 5. Earning Power Of Total Investment

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑂𝑓 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 =𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Definisi operasional terdiri atas laporan keuangan yang dimana menjelaskan gambaran kondisi dari keuangan perusahaan, dari penjelasan tersebut akan dipergunakan untuk

kinerja keuangan pada. Selanjutnya rasio keuangan merupakan suatu angka yang dihasilkan dari sebuah perbandingan satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan penting. Dan yeng terakhir adalah kinerja keuangan adalah suatu analisis yang digunakan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan telah melaksanakan sebuah aturan- aturan pelaksanaan keuangan dengan baik dan benar. PT. PLN (Persero) merupakan suatu BUMN yang bergerak dalam bidang kelistrikan dimana sebagian besar aset dipegang oleh negara.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tujuan laporan keuangan perusahaan ini memiliki fungsi yang dimana menyediakan tentang penjelasan mengenai suatu penjelasan yang bersangkutan dengan laporan posisi keuangan, laporan perubahan posisi keuangan perusahaan serta kinerja dalam perusahaan dimana memiliki manfaat bagi pemakai untuk mengambil sebuah keputusan. Laporan keuangan ini menggambarkan suatu keadaan keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang terbagi atas beberapa kelompok menurut fungsi ekonominya.

Rasio likuiditas yaitu suatu rasio yang dipakai sebagai alat ukur kinerja suatu perusahaan guna untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya secara tepat waktu.

Dalam rasio ini penulis hanya mengambil dua rasio yaitu:

1. Current Ratio

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Kinerja keuangan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan dari tahun 2016, 2017 dan 2018 ditinjau dari rasio likuiditas untuk perhitungan Current Ratio:

Tahun 2016

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 182,477,422,824 116,906,710,333

= 1,56 𝑎𝑡𝑎𝑢 156%

Berdasarkan hasil perhitungan current ratio diatas, diperoleh nilai current ratio pada tahun 2016 berjumlah sekitar 156%. Artinya bahwa setiap utang Rp.100,- dijamin dengan aktiva lancar Rp.156,-.

(5)

Tahun 2017

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 230,703,095,227 114,120,585,200

= 1,61 𝑎𝑡𝑎𝑢 161%

Berdasarkan hasil perhitungan current ratio diatas, diperoleh nilai current ratio tahun 2017 sebesar 161%. Artinya bahwa setiap utang Rp.100,- dijamin dengan aktiva lancar Rp.161,-.

Tahun 2018

𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 192,451,191,660 183,162,072,301

= 1,05 𝑎𝑡𝑎𝑢 105%

Berdasarkan hasil perhitungan current ratio diatas, diperoleh nilai current ratio tahun 2018 sebesar 105%. Artinya bahwa setiap utang Rp.100,- dijamin dengan aktiva lancar Rp.105,-.

Tabel 1

Hasil Perhitungan Current Ratio.

Keterangan Tahun

2016 2017 2018 Current Ratio 156% 161% 105%

Sumber: Data diolah.

Berdasarkan tabel akumulasi perhitungan Current Ratio diatas, diperoleh hasil pada tahun 2016 mencapai 156%, di tahun 2017 meningkat menjadi 161% dan di tahun 2018 mengalami penurunan sekitar 105%.

Perkembangan Current Ratio pada 3 tahun ini mengalami fluktuatif (keadaan yang tidak stabil).

2. Quick Ratio

𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟 − 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐿𝑎𝑛𝑐𝑎𝑟

Kinerja keuangan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan tahun 2016, 2017 dan 2018 ditinjau dari rasio likuiditas untuk perhitungan Quick Ratio:

Tahun 2016

𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 182,477,422,824 − 41,160,063,241 116,906,710,333

=141,317,359,583 116,906,710,333 = 1,20 𝑎𝑡𝑎𝑢 120%

Tahun 2017

𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 =230,703,095,227 − 49,269,826,806 143,120,585,200

=181,433,268,421 143,120,585200

= 1,26 𝑎𝑡𝑎𝑢 126%

Tahun 2018

𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 192,451,191,660 − 31,854,006,909 183,162,072,301

=160,597,184,751 183,162,072,301 = 0,87 𝑎𝑡𝑎𝑢 87%

Tabel 2

Hasil Perhitungan Quick Ratio.

Keterangan Tahun 2016 2017 2018 Quick Ratio 120% 126% 87%

Sumber: Data diolah.

Rasio Profitabilitas adalah suatu rasio yang mengukur tingkat kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan (laba) melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. Rasio profitabilitas ini terdiri atas 5 (lima), namun dalam penelitian ini penulis hanya memakai 3 (tiga) rasio diantaranya yaitu:

1. Gross Profit Margin (Margin Laba Kotor)

𝐺𝑟𝑜𝑠𝑠 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

Tahun 2016

𝐺𝑃𝑀 = 929,610,222,467 1.099,785,582,150 = 0,84 𝑎𝑡𝑎𝑢 84%

Tahun 2017

𝐺𝑃𝑀 =1.537,859,793,029 1.716,293,171,235

= 0,89 𝑎𝑡𝑎𝑢 89%

Tahun 2018

𝐺𝑃𝑀 = 328,018,457,839 2.149,614,838,876 = 0,15 𝑎𝑡𝑎𝑢 15%

Tabel 3.

(6)

Hasil Perhitungan Gross Profit Margin

Keterangan Tahun

2016 2017 2018 Gross Profit Margin 84% 89% 15%

Sumber: Data diolah

Berdasarkan tabel akumulasi diatas diketahui bahwa hasil dari perhitungan dari gross profit margin pada tahun 2016 sebesar 84%, tahun 2017 mencapai 89% dan 2018 mengalami penurunan nilai sekitar 15%. Dari penjelasan tersebut dapat kita ketahui bahwa hasil gross profit margin dari 3 tahun tersebut mengalami hasil fluktuatif (keadaan yag tidak stabil).

2. Net Profit Margin

𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

Tahun 2016

𝑁𝑃𝑀 = 929, 610,222,467 1.099,785,582,150

= 0,84 𝑎𝑡𝑎𝑢 84%

Tahun 2017

𝑁𝑃𝑀 =1.537,859,793,029 1.716,293,171,235

= 0,89 𝑎𝑡𝑎𝑢 89%

Tahun 2018

𝑁𝑃𝑀 = 328,018,457,839 2.149,614,838,876

= 0,15 𝑎𝑡𝑎𝑢 15%

Tabel 3.

Hasil Perhitungan Net Profit Margin

Keterangan Tahun

2016 2017 2018 Net Profit Margin 84% 89% 15%

Sumber: Data diolah

Berdasarkan tabel akumulasi diatas diketahui bahwa hasil dari perhitungan dari net profit margin sama dengan hasil perhitungan dari gross profit margin dimana pada tahun 2016 sebesar 84%, tahun 2017 mengalami kenaikan 89% dan 2018 mengalami penurunan sekitar 15%.

Dari penjelasan tersebut dapat kita ketahui bahwa hasil dari net profit margin dari 3 tahun tersebut mengalami hasil fluktuatif (keadaan yang tidak tidak stabil).

3. Earning Power of total Invesment

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑂𝑓 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 =𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎

Tahun 2016

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑂𝑓 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 = 929,610,222,467 1.189,604,279,616

= 0,78 𝑎𝑡𝑎𝑢 78%

Tahun 2017

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑂𝑓 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 =1.537,859,793,023 1.490,907,044,673

= 0,78 𝑎𝑡𝑎𝑢 78%

Tahun 2018

𝐸𝑎𝑟𝑛𝑖𝑛𝑔 𝑃𝑜𝑤𝑒𝑟 𝑂𝑓 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 = 328,018,457,839 1.691,258,935,305

= 0,19 𝑎𝑡𝑎𝑢 19%

Tabel 4.

Hasil Perhitungan

Earning Power of Total Invesment

Keterangan Tahun

2016 2017 2018 Earning Power of

Total Invesment

78% 103% 19%

Sumber: Data diolah

Berdasarkan tabel akumulasi diatas diketahui hasil rasio profitabilitas dari perhitungan Earning Power of total invesment pada tahun 2016 sekitar 78%, 2017 mengalami kenaikan sebesar 103% dan tahun 2018 mengalami penurunan 19%.

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa hasil dari perhitungan ini mengalami fluktuatif (keadaan yang tidak stabil).

Menurut hasil penelitian yang dilakukan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan mengenai suatu analisis kinerja keuangan dimana ditinjau dari rasio likuiditas dan rasio profitabilitas sudah memberikan hasil yang baik.

Berikut beberapa penjelasan dari hasil penelitian ini yaitu:

(7)

1. Berdasarkan hasil analisis kinerja keuangan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan dilihat dari tingkat likuiditas dimulai tahun 2016 hingga tahun 2018 pada perhitungan current ratio sudah baik, akan tetapi belum dapat dikatakan likuid. Hasil perhitungan dari current ratio pada tahun 2016 sebesar 156%, tahun 2017 sebesar 161%, dan tahun 2018 sebesar 105%.

Sedangkan hasil pada perhitungan quick ratio sudah sangat baik (likuid). Hasil perhitungan dari quick ratio mulai tahun 2016 berjumlah sekitar 120%, tahun 2017 sebesar 126% dan tahun 2018 sebesar 87%.

2. Berdasarkan hasil analisis kinerja keuangan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra Dan Sulbar UP3 Makassar Selatan dilihat dari tingkat profitabilitas dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018 menurut perhitungan gross profit margin dan net profit margin tahun 2016 dan 2017 sudah sangat baik atau rentabel, pada tahun 2018 hasilnya belum/kurang baik. Sedangkan hasilperhitungan menurut earning power of total invesment pada tahun 2016 dan 2017 sudah sangat baik atau rentabel namun pada tahun 2018 kinerjanya kurang baik atau belum rentabel. Hasil perhitungan gross profit margin dan net profit margin dari tahun 2016 sampai 2018 sama, dimana pada tahun 2016 ini hasilnya sekitar 84%, tahun 2017 sekitar 89% dan tahun 2018 sekitar 15%. Hasil perhitungan dari earning power of total invesment mulai tahun 2016 hasil rasio sebesar 78%, tahun 2017 hasil rasio yang didapatkan sebesar 103% dan tahun 2018 hanya mendapatkan hasil rasio sekitar 19%.

PENUTUP

Berikut ini kesimpulan dari penelitian ini antara lain:

1. Hasil Rasio Likuiditas pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sulbar Dan Sultra UP3 Makassar Selatan ditinjau dari current ratio dan quick ratio pada tahun 2016, 2017, 2018 kinerja suatu posisi keuangannya dalam keadaan baik. Akan tetapi, apabila dilihat dari perkembangan 3 tahun tersebut, hasil rasio ini mengalami fluktuatif (Keadaan yang tidak stabil).

2. Hasil dari Rasio Profitabilitas pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar UP3 Makassar Selatan ditinjau dari gross profit margin dan net profit mar gin tahun 2016, 2017 hasil kinerja keuangan sangat baik. Namun, pada tahun 2018 hasilnya tidak stabil. Selain itu pada hasil penelitian yang ditinjau dari earning power of total invesment pada tahun 2016, 2017 hasil kinerja keuangan sangat baik. Sedangkan pada tahun 2018 hasil kinerjanya tidak baik. Hasil rasio 3 tahun tersebut mengalami fluktuatif (Keadaan yang tidak stabil).

Berdasarkan kesimpulan diatas, peneliti memberikan saran untuk perusahaan:

1. Dalam menaikkan kinerja keuangan pada perhitungan current ratio yang belum likuid, sebaiknya perusahaan harus perlu menaikkan nilai aktiva lancarnya, misalnya meningkatkan atau menambah jumlah persediaan, kas, piutang. Sedangkan pada quick ratio belum likuid, sebaiknya perusahaan harus menaikkan nilai kas, piutang dan surat berharga tanpa menghitung jumlah persediaan. Hal itu berdampak positif pada kenaikan nilai pada masing-masing rasio.

2. Dalam menaikkan kinerja keuangan pada perhitungan GPM dan NPM yang belum rentabel, sebaiknya perusahaan harus menaikkan nilai penjualan. Selain itu dapat juga mengurangi biaya-biaya operasional.

Sedangkan pada perhitungan earning power of total invesment (Rate of return on total assets/ROA) belum rentabel, sebaiknya dari perusahaan harus mengelola dengan baik aktiva lancarnya. Misalnya, menaikkan frekuensi penjualan ataupun meningkatkan perputaran persediaan. Karena semakin tinggi tingkat penjualan maka akan semakin berpengaruh positif terhadap kenaikan omset pada perusahaan

DAFTAR PUSTAKA

Bahri,S.(2016). Pengantar Akuntansi.

Yogyakarta: CV. Andi Ofset.

Daryanti & Nursah, S. (2018). Pengaruh Tingkat Suku Bunga terhadap Pengambilan Keputusan untuk Pemberian Kredit Pada Bank Sulselbar. Makassar: STIE YPUP.

(8)

Diakses Pada Tanggal 8 Oktober 2019 Melalui Website https://ojs.stkip- ypup.ac.id

Fadhilah, A. (2012). Pengaruh Struktural Modal Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan, Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia, 2015-2011,Jurnal Kajian Ekonomi Dan Keuangan. Vol 16 (1): 3.

Diakses pada tanggal 3 Oktober 2019

melalui website

https://fiskal.kemenkeu.go.id/ojs_bkf/inde ks.php/kek/article/download/20/12.

Fahmi, I. (2017). Analisis Kinerja Keuangan.

Bandung: Alfabeta.

Hafid, H.I. (2010). Manajemen Keuangan Perusahaan. Makassar: Pustaka Refleksi.

Indriyani, E. (2011). Akuntansi untuk Orang Awam dan Pemula. Jakarta: Laskar Aksara.

Kasmir. (2018). Analisis Laporan Keuangan.

Depok: PT. Rajagrafindo Persada.

Moeheriono. (2012). Pengukuran Kinerja Berbasis Kompentensi Edisi Revisi,Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Risal, Muh. (2017). Analisis Kinerja Keuangan PT. Garuda Indonesia Tbk, Jurnal Serambi Ekonomi dan Bisnis. Vol 4(1): 1-2.

Diakses pada tanggal 30 juni 2019 melalui website

https://www.researchgate.net/publication/

320716116_Analisis_Kinerja_Keuangan_

PT_Garuda_Indonesia_Tbk

Sadeli, H, L, M. (2016). Dasar-Dasar Akuntansi.

Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Samryn, L, M. (2016). Pengantar Akuntansi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Satria, R. (2017). Analisis Laporan Keuangan Untuk Melihat Kinerja Perusahaan Pada PT. Darma Henwa Tbk, Jurnal Sekuritas.

Vol 1 (2): 92. Diakses pada tanggal 4 juli

2019 melalui website

http://openjournal.unpan.ac.id/index.php/s kt/article/view/74.

Sujarweni, V.W. (2018). Pengantar Akuntansi.

Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Wardiyah, M, L. (20017). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Yulianto, H. (2019). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah STIE YPUP, Makassar: STIE YPUP.

Referensi

Dokumen terkait

12 % SIMILARITY INDEX 12 % INTERNET SOURCES 1 % PUBLICATIONS 1 % STUDENT PAPERS 1 12 % Exclude quotes On Exclude bibliography On Exclude matches Off Hermeindito - Analisis

Untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, diperlukan suatu informasi yang relevan yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan pada jangka waktu tertentu terhadap pihak- pihak yang