• Tidak ada hasil yang ditemukan

14 Buku ajar epid dan cover

N/A
N/A
hafzah susanti

Academic year: 2023

Membagikan "14 Buku ajar epid dan cover"

Copied!
243
0
0

Teks penuh

Buku teks Epidemiologi dipilih karena pentingnya mata pelajaran ini sebagai mata pelajaran inti yang harus dipahami oleh mahasiswa rekam medis. Mata kuliah ini memberikan kontribusi penuh terhadap pemahaman mahasiswa tentang konsep penyebab penyakit sehingga dapat memperoleh sumber data dan melakukan penelitian epidemiologi.

DAFTAR TABEL

PENGANTAR EPIDEMIOLOGI

Pendahuluan

Untuk mengetahui apakah hasil percobaan pada hewan sesuai dengan kenyataan pada manusia, dilakukan analisis terhadap seluruh pasien kanker kandung kemih yang dirawat di rumah sakit. Dari hasil analisis ditemukan bahwa penderita kanker kandung kemih lebih banyak terpapar rokok dibandingkan bukan penderita (studi kasus kontrol berbasis rumah sakit);

Pengertian Epidemiologi

Memperoleh informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana, penanggulangan masalah kesehatan, dan penetapan prioritas permasalahan kesehatan masyarakat; Data frekuensi sebaran berbagai penyakit di masyarakat dapat digunakan untuk merencanakan kebutuhan pelayanan kesehatan di suatu daerah dan menentukan prioritas permasalahan;

Pengretian Epideimologi menurut

  • Sejarah Perkembangan Ilmu Epidemiologi
  • Sifat Dasar Epidemiologi
  • Bentuk Kegiatan Epidemiologi
  • Ruang Lingkup Epidemiologi
  • Manfaat Mempelajari Epidemiologi
  • Peran Epidemiologi dalam Bidang Kesehatan
  • Konsep Epidemiologi Moderen
  • Riwayat Perkembangan Epidemiologi Indonesia
  • Rangkuman
  • Bahan Diskusi
  • Bacaan / Rujukan Pengayaan
  • Latihan Soal-Soal

Epidemiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari distribusi, frekuensi dan faktor penentu penyakit atau masalah kesehatan di masyarakat. Bahan pertimbangan dalam pelaksanaan program pelayanan kesehatan seperti pengobatan, pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan di masyarakat.

Tabel 1.1 Tabel Perjalanan Hidup (Life Table)  Umur Tepat (Dalam Tahun)  Kematian  Presentase (%)
Tabel 1.1 Tabel Perjalanan Hidup (Life Table) Umur Tepat (Dalam Tahun) Kematian Presentase (%)

SUMBER DATA EPIDEMIOLOGI

Pendahuluan

Metode ini mengumpulkan data dari rekam medis pada institusi kesehatan atau instansi terkait kesehatan dan mempunyai kelebihan yaitu mudah dalam pelaksanaannya serta memerlukan waktu dan biaya yang relatif sedikit. Kelemahannya adalah sering ditemukan data yang tidak lengkap. Sehingga diharapkan dengan mengumpulkan data dengan metode dan teknik yang tepat diharapkan akan diperoleh data yang berkualitas.

Sumber Data

Pengumpulan data dilakukan melalui survei, dimana data yang dikumpulkan dengan cara ini merupakan data primer, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita, namun memerlukan banyak tenaga, waktu dan biaya. Data yang dikumpulkan oleh puskesmas dilaporkan pada tingkat tertinggi melalui laporan bulanan dan laporan tahunan yang disebut SP2TP (sistem terpadu registrasi dan pelaporan puskesmas).

Alur Data

Rumah Sakit

  • Cara Pengumpulan Data

Subbagian surveilans Dinas Kesehatan kabupaten bertanggung jawab mengelola surveilans dengan mengumpulkan data dari rumah sakit dan puskesmas serta sumber lainnya, dan menganalisis data tersebut untuk tujuan kegiatan tertentu. Hasil analisis data dari tingkat kabupaten dikirim ke dinas surveilans, dinas kesehatan provinsi, yang juga menganalisis data dari seluruh kabupaten di provinsi terkait.

Menurut Cara Pengumpulannya a. Langsung

Menurut Keberadaan Data a. Data international

Menurut Tingkat Endemitas Penyakit a. Endemik

Teknik Pengumpulan Data a. Observasi

Misalnya penelitian tentang pola makan dan keinginan mengetahui menu makanan sehari-hari yang dikonsumsi responden dilakukan dengan cara makan bersama dan melakukan observasi untuk menilai menu makanan yang disajikan. Melakukan observasi tanpa terlibat dalam kehidupan responden, misalnya mengamati prosedur pemasangan IUD yang rutin dilakukan oleh bidan.

Instrumen / Alat Pengumpulan Data a. Formulir isisan

  • Masalah dalam Pengumpulan Data
  • Penemuan Masalah Kesehatan
  • Gambaran Penemuan Masalah Kesehatan Berdasarkan Data Laporan Pencapaian MDGs 2015
  • Gambaran Penemuan Masalah Kesehatan Berdasarkan Data pada Dinas Kesehatan di Kabupaten Jember

Sistem surveilans yang fleksibel adalah sistem yang dapat beradaptasi terhadap perubahan informasi atau kondisi lapangan yang diperlukan dengan waktu, personel, dan anggaran yang terbatas. Sistem surveilans representatif adalah sistem surveilans yang dapat menggambarkan secara akurat berbagai kejadian/peristiwa kesehatan atau penyakit dari waktu ke waktu, termasuk sebarannya dalam populasi berdasarkan waktu dan tempat. g) Ketepatan waktu.

Table 1.1 Informasi Dasar Epidemiologi tentang Penyakit
Table 1.1 Informasi Dasar Epidemiologi tentang Penyakit

Data Jumlah Kelahiran

Persentase penduduk yang memiliki telepon seluler meningkat dari 14,79 persen pada tahun 2004 menjadi 87,07 persen pada tahun 2013. Namun, pada tahun 2014 persentase rumah tangga yang memiliki akses Internet hanya mencapai 36,45 persen dan persentase rumah tangga yang memiliki komputer pribadi mencapai 17,75 persen pada tahun 2013.

Gambar 2.5 Jumlah Kematian Ibu
Gambar 2.5 Jumlah Kematian Ibu

Data Angka Penemuan TB paru BTA +

Data Jumlah Kasus Baru Kusta

Data Kasus Tetanus

Data Angka Kesakitan Malaria

Data Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)

  • Rangkuman
  • Bahan Diskusi
  • Bacaan/ Rujukan Pengayaan
  • Latihan Soal-soal

Data Dinas Kesehatan menunjukkan jumlah kematian ibu pada tahun 2013 masih cukup tinggi yaitu sebanyak 36 kasus, sedangkan jumlah kematian bayi sebanyak 11 kasus. Untuk memperoleh data langsung, peneliti dapat menggali lebih dalam pengetahuan tentang manfaat penggunaan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur. Setelah dilakukan survei di Desa “X”, diketahui 50 orang sudah melakukan tes HIV dan 35 orang sudah mendapat ARV.

KONSEP SEHAT DAN SAKIT

Pendahuluan

Dengan memahami bab ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis permasalahan kesehatan dengan menggunakan teori penyebab penyakit dan riwayat alami penyakit.

Konsep Sehat-Sakit

Namun teori ini tidak menjelaskan faktor lingkungan apa saja yang dapat menyebabkan penyakit, dan lebih jauh lagi tidak menjelaskan bagaimana faktor lingkungan dapat menyebabkan penyakit (Eko Budiarto, 2013). Saat ini teori bahwa faktor penyebab penyakit tidak lepas dari adanya berbagai faktor yang saling berhubungan dan berperan dalam proses penyakit semakin dikenal dan diterima. Dalam epidemiologi, perlu diketahui penyebab suatu penyakit agar dapat memahami proses timbulnya penyakit dan berusaha mencegah kerja dari faktor penyebabnya.

Tabel 3.1 Hubungan Interaksi Antara Kerentanan Penjamu dan Pemaparan  Agen
Tabel 3.1 Hubungan Interaksi Antara Kerentanan Penjamu dan Pemaparan Agen

Trias Epidemiologi

Dalam rantai epidemiologi suatu penyakit, faktor penyebab lebih dikenal dengan nama faktor agen (agent factor) yang dapat mencakup beberapa faktor berikut ini. Konsep agen ini secara klasik diartikan hanya sebagai organisme hidup atau mikroba menular yang dapat menimbulkan penyakit. Dari sudut pandang epidemiologi, konsep faktor penyebab dikembangkan dengan menggunakan terminologi faktor risiko.

Gambar 3.2 Interaksi Sakit Akibat Ketidakseimbangan Penjamu-Agen- Penjamu-Agen-Lingkungan
Gambar 3.2 Interaksi Sakit Akibat Ketidakseimbangan Penjamu-Agen- Penjamu-Agen-Lingkungan

Web of Cause

The Wheel Model

Riwayat Alamiah Penyakit

Pada tahap ini belum ada tanda-tanda penyakit sejauh ini daya tahan tubuh inangnya masih kuat. Jika memungkinkan pada tahap ini diharapkan diagnosis dapat ditegakkan sejak dini, terutama untuk penyakit kronis yang berakibat fatal. Pada tahap ini, penyakit menunjukkan gejala yang jelas dan kelainan klinis, sehingga diagnosis relatif mudah ditegakkan.

Tabel 3.3 Tahapan Riwayat Alamih Penyakit
Tabel 3.3 Tahapan Riwayat Alamih Penyakit

Upaya Pencegahan Penyakit

Dengan meningkatnya status sosial ekonomi, faktor risiko dapat menyebar yang kemudian menyebabkan peningkatan jumlah masalah penyakit jantung koroner. Pencegahan tingkat pertama (Primary Prevention) dilakukan dengan dua langkah, yaitu mencegah agent bersentuhan atau terpapar dengan inang, dan mengurangi kerentanan inang. Jika suatu penyakit lolos dari pencegahan primordial, maka giliran pencegahan tingkat pertama yang dipromosikan untuk memberantas penyakit tersebut.

Diagnosis dan Klasifikasi Penyakit

Diagnosis

Metode yang dapat digunakan dalam kedua bentuk pendekatan diagnostik ditunjukkan pada Tabel 3.7. Mengingat sulitnya menegakkan diagnosis dengan menggunakan salah satu atau ketiga metode yang diperlukan, maka dalam melakukan observasi atau penelitian epidemiologi perlu dibuat semacam kriteria diagnostik dan kriteria objektif.

Klasifika Penyakit

  • Rangkuman
  • Bahan Diskusi
  • Bacaan/Rujukan Pengayaan
  • Latihan Soal-soal

Maka pendanaan melalui skema anggaran ADD dan DD juga dimasukkan dengan harapan pengendalian TBC di Jember bisa cepat selesai dan tidak ada kasus lagi. Pasalnya, sistem pelayanan kesehatan di Jember akan membangun banyak pusat kesehatan dan menambah jumlah klinik. Oleh karena itu, pihaknya juga akan fokus untuk memastikan tuberkulosis terkendali dengan baik di Jember.

STANDARISASI/PENYESUAIAN

  • Pendahuluan
  • Standarisasi
  • Teknik Standarisasi/ Penyesuaian
  • Rangkuman
  • Bahan Diskusi
  • Bacaan/Rujukan Pengayaan
  • Latihan Soal-Soal

Standardisasi langsung adalah angka kematian menurut kelompok umur kedua penduduk, yang dapat dibandingkan dan diterapkan pada penduduk standar berdasarkan sebaran menurut kelompok umur. Untuk menghitung angka kematian kasar dengan menggunakan standarisasi langsung, diperlukan angka kematian sesuai kelompok umur penduduk yang akan dibandingkan. Distribusi penduduk menurut kelompok umur dan angka kematian di wilayah A dan B Angka kematian menurut kelompok umur penduduk standar.

Tabel 4.3 Kematian Menurut Golongan Umur pada Populasi A dan B
Tabel 4.3 Kematian Menurut Golongan Umur pada Populasi A dan B

UKURAN DAN FREKUENSI

Pendahuluan

Pengukuran frekuensi berguna untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan kesehatan masyarakat dengan alokasi sumber daya yang tepat untuk populasi tertentu. Oleh karena itu, keterampilan memilih jenis pengukuran dan melakukan perhitungan yang benar serta mampu menginterpretasikannya sangatlah penting bagi setiap petugas yang menangani berbagai permasalahan kesehatan masyarakat (Syahrul dan Hidajah, 1997).

Pengertian Ukuran Frekuensi

Selain itu, mengetahui angka absolut atau angka absolut kasus saja tidak cukup untuk memberikan gambaran besarnya suatu masalah epidemiologi, apalagi jika dimaksudkan untuk memperkirakan peluang (risiko) tertular atau meninggalnya suatu anggota. populasi. Demikian pula jika ingin mengetahui perubahan status kesehatan dalam jangka waktu tertentu atau membandingkan status kesehatan antara dua kelompok penduduk yang berbeda, nilai absolut dapat memberikan gambaran yang tidak akurat.

Rate

Pembilangnya adalah banyaknya kasus penyakit/orang yang mempunyai gangguan kesehatan pada suatu populasi/bagian dari suatu populasi. Penyebutnya adalah penduduk/bagian penduduk yang berisiko terancam oleh penyakit (riskpopulation) atau masalah kesehatan yang bersangkutan. Perbandingan suatu peristiwa (event) dengan jumlah orang yang dapat terkena dampak peristiwa yang bersangkutan dalam jangka waktu tertentu (populasi berisiko), dinyatakan dalam 10.000.

Rasio

  • Jenis-jenis Ukuran Frekuensi Penyakit

Angka kejadian merupakan jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan dalam kurun waktu tertentu dibandingkan dengan jumlah penduduk yang dapat terkena penyakit baru tersebut. Attack rate merupakan jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan pada suatu waktu dibandingkan dengan jumlah penduduk yang dapat terkena penyakit tersebut pada waktu yang bersamaan. Secondary Attack Rate adalah jumlah penderita baru suatu penyakit yang tertular pada serangan kedua dibandingkan dengan jumlah penderita pada serangan pertama.

Prevalensi

  • Hubungan Antara Insidensi dan Prevalensi
  • Indeks Epidemiologi
  • Indeks Mortalitas dan Morbiditas
  • Angka Kematian (Mortalitas)
  • Rangkuman
  • Bahan Diskusi
  • Bacaan/Rujukan Pengayaan
  • Latihan Soal-soal

Angka kesuburan menurut kelompok umur adalah banyaknya kelahiran hidup oleh ibu pada kelompok umur tertentu yang tercatat selama satu tahun per 1000 penduduk perempuan pada kelompok umur tertentu pada tahun yang sama (Budiarto dan Anggraeni, 2001). Angka fertilitas total merupakan penjumlahan angka fertilitas menurut kelompok umur yang tercatat selama satu tahun (Budiarto dan Anggraeni, 2001). Angka kematian spesifik usia menggambarkan risiko suatu populasi meninggal akibat suatu penyakit pada kelompok umur tertentu.

Gambar 5.1 Faktor-faktor yang Memengaruhi Tingkat Prevalensi yang Sedang  Diamati (Syahrul dan Hidajah, 1997)
Gambar 5.1 Faktor-faktor yang Memengaruhi Tingkat Prevalensi yang Sedang Diamati (Syahrul dan Hidajah, 1997)

VARIABEL EPIDEMIOLOGI

Pendahuluan

Dalam penelitian epidemiologi kita harus mengetahui terlebih dahulu masalah kesehatan atau penyakit apa yang terjadi, kemudian siapa yang mengalami gangguan kesehatan tersebut, kemudian dimana penyakit atau gangguan kesehatan tersebut terjadi, dan pada jam berapa (kapan) gangguan kesehatan atau penyakit tersebut terjadi.

Pengertian Variabel

Variabel Orang

Kebiasaan yang dibawa oleh generasi tertentu juga dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Studi epidemiologi yang dilakukan terhadap perempuan seringkali melibatkan paritas sebagai variabel yang berkaitan dengan penyakit atau masalah kesehatan. Kajian-kajian yang pernah dilakukan untuk mengetahui masalah kesehatan kerja biasanya berkaitan dengan lingkungan kerja (pabrik gas, limbah, bahan kimia), lama waktu seseorang bekerja (> 10 jam sehari), tingkat stres, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan kerja. , pendapatan, penularan penyakit akibat bekerja di lingkungan kumuh dan sempit (Priyono, 2011).

Gambar 6.1 Grafik Kecenderungan Proporsi Perokok ≥ 15 Tahun Berdasarkan  Jenis Kelamin
Gambar 6.1 Grafik Kecenderungan Proporsi Perokok ≥ 15 Tahun Berdasarkan Jenis Kelamin

Variabel Tempat

Berbeda dengan kejadian penyakit demam berdarah yang sebelum tahun 1968 tidak terjadi di Indonesia. Meningkatnya angka kejadian kanker serviks di Indonesia berkaitan dengan budaya “banyak anak, banyak rejeki”, hal ini memicu banyak keluarga di Indonesia yang memiliki angka paritas >5. Angka kejadian kanker payudara di Indonesia juga semakin meningkat karena rendahnya angka paritas. budaya pemberian ASI langsung (ASI eksklusif), selain faktor genetik juga mempengaruhinya.

Gambar 6.6 Grafik Proporsi Rumah Tangga yang Memenuhi Kriteria Perilaku  Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Baik Menurut Provinsi di Indonesia
Gambar 6.6 Grafik Proporsi Rumah Tangga yang Memenuhi Kriteria Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Baik Menurut Provinsi di Indonesia

Variabel Waktu

Merupakan perubahan frekuensi penyakit atau gangguan kesehatan tertentu yang meningkat atau menurun setelah beberapa tahun, bahkan puluhan atau ratusan tahun (Lapau, 2009). Endemik adalah keadaan dimana frekuensi penyakit atau gangguan kesehatan hampir sama sepanjang tahun di suatu tempat tertentu (Lapau, 2009). Epidemi adalah keadaan dimana frekuensi penyakit meningkat dengan cepat dalam jangka waktu tertentu di suatu wilayah tertentu.

Rangkuman

Apabila suatu epidemi terjadi pada suatu wilayah/wilayah yang luas, mencakup beberapa negara atau benua, maka disebut pandemi. Jika pertumbuhan tinggi sering terjadi di suatu daerah endemis, keadaan tersebut disebut epidemi endemik atau epidemi endemik.

Bahan Diskusi

Bacaan/Rujukan Pengayaan

Hubungan Rasio Kadar Kolesterol LDL/HDL dengan Kejadian Stroke Iskemik Berulang di RSUD Dr. Hubungan dukungan keluarga dan karakteristik lansia dengan kejadian stroke pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kota Bukittinggi.

Latihan Soal-soal

PENELITIAN EPIDEMIOLOGI

  • Pendahuluan
  • Penelitian Epidemiologi
  • Penalaran Epidemiologi
  • Pengukuran
  • Perbandingan
  • Estimasi
  • Uji Hipotesis dan Uji Statistik
  • Validitas dan Presisi
  • Desain Penelitian Epidemiologi
  • Epidemiologi Deskriptif

Epidemiologi deskriptif menilai (memperkirakan) besarnya risiko penyakit pada kelompok orang yang terpajan dan tidak terpajan. Risiko relatif (Ratio Risk/RR) merupakan perbandingan antara risiko terjadinya penyakit pada kelompok terpapar dengan risiko terjadinya penyakit pada kelompok tidak terpapar. Dalam studi kohort, OR adalah perbandingan antara peluang (berpenyakit vs. tidak berpenyakit) pada kelompok terpajan dan kelompok tidak terpajan.

Gambar 7.1 Metode Ilmiah dan Penalaran Epidemiologi
Gambar 7.1 Metode Ilmiah dan Penalaran Epidemiologi

Gambar

Gambar 1.1 Skema Ilmu Epidimiologi
Gambar 2.2 Alur Data dari Puskesmas (Lapau, 2009) Dinkes
Gambar 2.3 Jumlah Kelahiran di Kabupaten Jember  2.  Data Angka Kematian Bayi dan Balita
Gambar 2.5 Jumlah Kematian Ibu
+7

Referensi

Dokumen terkait

DEPARTEMEN

Jadi secara historis bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila-sila Pancasila sebelum dirumuskan dan di sahkan menjadi dasar negara Indonesia yang

SMIK, Bambu Apus/TMII Cipayung Jakarta Timur - 13890

1) Dewey percaya bahwa proses belajar anak berlangsung paling baik ketika mereka berinteraksi dengan orang lain, baik bekerja sendiri ataupun bersama-sama dengan

[r]

3 BAB I METODE ASUPAN MAKAN Sasaran Belajar:  Memahami metode asupan makan  Mengetahui kelompok bahan makanan  Mengetahui pola makan gizi seimbang  Menghitung asupan makan

• An external sponsoring organization and individual investigators should submit the research protocol for ethical and scientific review in the country of the sponsoring