• Tidak ada hasil yang ditemukan

18.2700.012 PROGRAM STUDI MANAJEME

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "18.2700.012 PROGRAM STUDI MANAJEME"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Salah satu strategi suatu perusahaan atau lembaga keuangan dalam mengelola bisnis/lembaganya adalah dengan menerapkan analisis SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities and Areas). Umat ​​Islam di kota Parepare tentunya akan menunaikan zakat sebagai salah satu ibadah wajibnya.

Rumusan Masalah

Mengingat pentingnya pengelolaan dana zakat yang dilakukan oleh BAZNAS, dan analisis SWOT sebagai salah satu analisis dalam pengelolaan dana zakat, menarik minat peneliti untuk mengkaji secara mendalam dengan melakukan penelitian yang berjudul: Analisis SWOT dana zakat. Strategi manajemen di BAZNAS Parepare.

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Perencanaan dan Implementasi Strategi Pengelolaan Dana Zakat di BAZNAS Parepare (Analisis SWOT) BAZNAS Parepare (Analisis SWOT). Pertanyaan: Apa yang menjadi kekuatan penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare?

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Penelitian Relevan

“Analisis SWOT Pengelolaan Zakat di Lembaga Amil Zakat Infaq Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Magetan”. Analisis SWOT Strategi Penyaluran Dana Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) Melalui Program Pendidikan di LAZISM Kabupaten Mojokerto.

Tinjauan Teori

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat Bab III Pasal 6 dan Pasal 7 menyebutkan bahwa lembaga pengelola zakat di Indonesia terdiri dari dua jenis, yaitu Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Anggota BAZNAS yang berasal dari kalangan masyarakat diangkat oleh Presiden atas usul Menteri setelah mendapat pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia mengenai pengelolaan zakat. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat ada pada Pasal 1 ayat 1, dijelaskan bahwa pengelolaan zakat merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinasikan kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan, pendistribusian dan penggunaan zakat.

Kegiatan pengelolaan zakat dalam undang-undang ini dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sesuai tingkatannya, mulai dari tingkat pusat hingga tingkat daerah yaitu provinsi dan kabupaten/kota. Secara umum tugas dan fungsi BAZNAS adalah melakukan upaya pengumpulan, pendistribusian, pemanfaatan pelaporan dan penanggung jawab pelaksanaan pengelolaan zakat. Kehadiran SiMBA dirancang untuk keperluan pembuatan laporan, penyimpanan data dan informasi yang dimiliki BAZNAS sebagai lembaga yang diberi mandat menjadi koordinator pengelolaan zakat nasional.

Fungsi koordinator zakat provinsi menekankan pada peran koordinasi yang dilakukan oleh BAZNAS kabupaten/kota dan LAZ provinsi mengenai kebijakan dan pedoman pengelolaan zakat yang ditetapkan oleh BAZNAS.

Kerangka Konseptual

Analisis SWOT merupakan strategi analisis yang secara sistematis mengidentifikasi faktor internal dan eksternal suatu perusahaan/lembaga berdasarkan empat aspek yaitu kekuatan, peluang, kelemahan dan ancaman. Ketika aspek kekuatan dan peluang dimaksimalkan sementara kelemahan dan ancaman diminimalkan, Anda dapat menemukan cara menerapkan analisis SWOT yang tepat. Analisis SWOT pada dasarnya merupakan alat untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam pengelolaan perusahaan/lembaga, termasuk pengelolaan dana zakat di BAZNAS.

Kerangka Pikir

Apa saja peluang penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare? Pertanyaan: Apa kelemahan perencanaan strategis pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare? Pertanyaan: Bagaimana peluang perencanaan strategis pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare?

Q: Apa saja ancaman terhadap perencanaan strategis pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare? Q: Apa saja pilihan dalam menerapkan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare? Q: Apa saja ancaman dalam penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare?

Pertanyaan: Apa kelemahan perencanaan strategis pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare?

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, keyakinan, persepsi, pemikiran masyarakat secara individu maupun kelompok51. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yang maksudnya deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, bukan angka-angka, yang selanjutnya akan diuraikan dalam bentuk kalimat-kalimat yang menjelaskan keadaan dan hasil penelitian. riset. riset.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Fokus Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Uji Keabsahan Data

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan data yang bersumber dari dokumen, literatur/buku dan catatan yang relevan dengan penelitian ini. Triangulasi sumber, yaitu dengan membandingkan apa yang dikatakan subjek dengan apa yang disampaikan informasi lain dengan tujuan agar data yang diperoleh dapat dipercaya, karena tidak hanya diperoleh dari satu sumber yaitu objek penelitian, tetapi data juga diperoleh dari beberapa sumber lain seperti seperti misalnya tetangga atau teman subjek53. Triangulasi metode, yaitu dengan membandingkan data observasi dengan data wawancara dan membandingkan data observasi, data wawancara dengan isi dokumen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS Parepare), dalam hal ini peneliti mencoba mengecek kembali data yang diperoleh melalui wawancara.

Tujuan penulis adalah untuk mengontrol atau memeriksa karya apakah data yang dikumpulkan dan disajikan benar atau tidak. Penelitian dikembalikan kepada Pasangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dilakukan observasi, selanjutnya dilakukan wawancara terhadap sumber data yang ditemukan dan sumber data yang lebih baru. Oleh karena itu, uji transferabilitas merupakan uji keabsahan data yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan pada situasi dan tempat lain.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak berbeda dengan data yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian sehingga dapat diperhitungkan keabsahan data (validasi data) yang telah disajikan.

Teknik Analisis Data

Analisis SWOT yang dimaksud disini adalah ancaman dari penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare. Keberadaan lembaga serupa menjadi ancaman dalam implementasi strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare. Ada beberapa faktor dalam perencanaan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare.

Apa saja kelemahan implementasi strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare? Jawaban: Kelemahan perencanaan strategis pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare adalah pertama, kurangnya sumber daya manusia. Jawaban: Ancaman dalam implementasi strategi pengelolaan dana zakat adalah persaingan dari BAZNAS (banyaknya lokasi pengelolaan zakat di kota Parepare).

Jawaban: Kelemahan perencanaan strategis pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Perencanaan Strategi terhadap Pengelolaan Dana Zakat di
  • Penerapan strategi terhadap pengelolaan dana zakat di BAZNAS
  • Perencanaan dan Penerapan Strategi Pengelolaan Dana Zakat di

Kekuatan ini diharapkan mampu menciptakan perkembangan yang baik dalam strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare. Ancaman dalam perencanaan strategis pengelolaan dana zakat adalah adanya LAZ (Lembaga Amil Zakat) yang mengelola dana ZIS. Penerapan analisis SWOT dalam pengelolaan dana zakat meliputi aspek kekuatan dan kelemahan sebagai faktor yang berasal dari dalam (internal) BAZNAS Kota Parepare, serta aspek peluang dan ancaman sebagai faktor yang berasal dari luar (eksternal). ) BAZNAS Kota Parepare. Implementasi Strategi Pengelolaan Dana Zakat ditinjau dari Analisis SWOT a) Kekuasaan.

Analisis SWOT yang dimaksud disini adalah kelemahan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Parepare. Analisis SWOT yang dimaksud disini adalah peluang penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Parepare. Berdasarkan hasil wawancara penelitian dapat dijelaskan bahwa ancaman dalam penerapan strategi pengelolaan dana zakat adalah persaingan antara BAZNAS dan BAZNAS.

Dan rendahnya kepercayaan dan pengetahuan masyarakat mengenai zakat menjadi faktor yang menjadi ancaman terhadap strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare.

Pembahasan Hasil Penelitian

  • Manajemen strategi
  • Strategi Pengelolaan Zakat
  • Perencanaan dan penerapan Strategi Pengelolaan Dana Zakat di

Salah satu metode pengelolaan yang dilakukan BAZNAS Kota Parepare adalah dengan merencanakan dan melaksanakan strategi pengelolaan dana zakat. Kelemahan dalam implementasi Strategi Pengelolaan Dana Zakat di BAZNAS Kota Parepare dapat diminimalisir dengan beberapa langkah untuk memaksimalkan proses implementasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare meliputi faktor internal (IFAS) dan faktor eksternal (EFAS).

Dimana kekuatan dan kelemahan dikategorikan sebagai faktor internal (IFAS) oleh BAZNAS Kota Parepare, sedangkan peluang dan ancaman dikategorikan sebagai faktor eksternal (EFAS) oleh BAZNAS Kota Parepare. Jawaban: Dalam strategi pengelolaan dana zakat BAZNAS Kota Parepare, salah satu kekuatannya adalah masyarakat Kota Parepare yang sadar akan kewajiban membayar zakat. Pertanyaan: Apa kelemahan implementasi strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare?

Jawaban: Kerja sama dengan lembaga di Kota Parepare menjadi peluang penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare.

Tabel 4.1. Matriks SWOT
Tabel 4.1. Matriks SWOT

Kesimpulan

Merencanakan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Parepare yaitu mendata kelompok yang berhak menerima dana zakat dan kelompok tidak berhak menerima dana zakat, serta merencanakan strategi pengembangan usaha yang produktif dengan memberdayakan perusahaan dan memanfaatkan peran pemerintah dalam upaya pengumpulan HIS. Kekuasaan (strength) dalam perencanaan strategis pengelolaan dana zakat yang dilakukan BAZNAS Parepare yaitu konstitusi yang menjadi pedoman pengelolaan dana zakat yang berlandaskan hadis dan Al-Qur’an yang mendorong pemberian zakat. dan orang-orang yang membayar zakat secara teratur merekomendasikan. Ancaman dalam perencanaan strategi pengelolaan dana zakat adalah adanya lembaga lain seperti LAZ yang juga mengelola dana zakat, serta minimnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut dan kesadarannya.

Kekuatan dalam implementasi strategi pengelolaan dana zakat yaitu pelayanan terkait pembayaran zakat, selalu update perkembangan zakat dan implementasi pengelolaan dana zakat yang mempunyai landasan utama yaitu Undang-Undang Dasar pemerintah. Kelemahan dalam implementasi strategi pengelolaan dana zakat adalah terbatasnya sumber daya manusia sehingga tidak bisa memaksimalkan implementasi strategi, serta tidak memiliki kantor sendiri. Peluang penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Parepare antara lain kerjasama dengan pihak lain serta potensi ZIS dan perkembangan teknologi.

Ancaman dalam penerapan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Parepare yaitu persaingan BAZNAS dengan slot pengelolaan zakat di kota Parepare dan minimnya kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS Kota Parepare.

Saran

Jawaban : Merencanakan strategi pengelolaan dana zakat di BAZNAS Kota Parepare yaitu terlebih dahulu mengetahui permasalahan yang ada di kota Parepare dengan cara mendata siapa yang berhak menerima zakat dan siapa yang berhak mengeluarkan zakat. Jawaban: Adanya masyarakat yang sadar akan kewajibannya membayar zakat dan pembayaran zakat yang berkelanjutan merupakan salah satu kekuatan dalam menerapkan strategi pengelolaan dana zakat. Jawaban: Kelemahan dalam perencanaan adalah sumber daya yang tersedia di BAZNAS Kota Parepare dapat menjadi sumber kelemahan dalam pengelolaan dana zakat.

Jawaban: Mayoritas penduduk Kota Parepare beragama Islam, hal ini menjadi peluang bagi BAZNAS Kota Parepare sebagai lembaga pengelola dana zakat dalam hal perencanaan pengumpulan dana zakat. Jawaban: Peluang dalam perencanaan strategi pengelolaan yang menjadi faktor pendukung adalah masyarakat kota Parepare yang mayoritas beragama Islam dan adanya dukungan dari para ulama. Jawaban: Masyarakat yang sadar akan kewajibannya membayar zakat dan selalu menunaikan zakat menjadi salah satu kekuatan penerapan strategi pengelolaan dana zakat.

Jawaban : Terkait dengan kelebihannya yaitu penduduk kota parepare yang mayoritas beragama islam dan mengabdi pada masyarakat. Jawaban: Dari segi peluang, masyarakat Kota Parepare yang mayoritas beragama Islam mempunyai potensi yang sangat bagus. Jawaban: Mengenai kemungkinannya yaitu masyarakat Kota Parepare yang mayoritas beragama Islam dan bekerjasama dengan pihak lain.

Foto Kegiatan Penelitian
Foto Kegiatan Penelitian

Gambar

Gambar 2.1. Kerangka Pikir Penelitian Manajemen Strategi
Tabel 4.1. Matriks SWOT
Foto Kegiatan Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

The efficiency of the ICSA is integrated with NIGA-MFS for optimal feature selection for reliable data transfer in wireless advertising for smart cities in MANET platform with