MAKALAH
HAKIKAT PESERTA DIDIK
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan Dosen Pengampu Muhammad Alie Muzakki, S.Pd., M.Pd.
Disusun Oleh : Kelompok 7 1. Fitri Ira Swara : 231330001340 2. Novi Nuriyah Ulfa : 231330001366
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA TAHUN 2023
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah Swt. yang telah memberikan rahmat, hidayah, serta kesempatan bagi penulis untuk menyelesaikan makalah ini dengan judul “Hakikat Peserta Didik”. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan. Makalah ini terdiri dari beberapa bab, yang masing- masing membahas topik yang berbeda namun saling terkait. Bab pertama akan menjelaskan tentang latar belakang hakikat peserta didik. Bab kedua akan membahas hakikat peserta didik, jenis-jenis peseta didik, peran peserta didik, dan syarat peserta didik. Bab tiga penutup, yang berisi kesimpulan dari makalah ini. Kami menyadari bahwa tulisan ini banyak kekurangan. Namun, kami berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pemahaman pembaca tentang hakikat peserta didik.
Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, baik itu dosen pembimbing, teman-teman, maupun pihak lain yang memberikan dukungan dan inspirasi. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menjadi sumber pengetahuan yang berharga bagi semua pembaca.
Akhir kata, kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk memperbaiki dan mengembangkan makalah ini di masa yang akan datang.
Jepara, 09 Oktober 2023
Pemakalah
DAFTAR ISI
Contents
MAKALAH...1
HAKIKAT PESERTA DIDIK...1
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI...3
BAB I...5
PENDAHULUAN...5
A. Latar Belakang...5
B. Rumusan Masalah...5
C. Tujuan Makalah...5
BAB II...6
PEMBAHASAN...6
A. Hakikat Peserta Didik...6
B. Pengertian Peserta Didik...7
C. Jenis-jenis Peseta Didik Berdasarkan Karakteristik...8
D. Peran Peserta Didik...9
E. Syarat-syarat Peserta Didik...10
F. Tugas-tugas Peserta Didik...11
BAB III...13
PENUTUP...13
DAFTAR PUSTAKA...15
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Peserta didik merupakan individu atau kelompok individu yang sedang mengikuti proses pendidikan atau pembelajaran di sebuah lembaga pendidikan, seperti sekolah, universitas, atau institusi pelatihan. Peserta didik dapat mencakup siswa, mahasiswa, atau peserta kursus yang sedang belajar dan mengembangkan pengetahuan, kompetensi dan keterampilan dalam berbagai bidang. Pendidikan merupakan aspek penting dalam perkembangan dan masyarakat secara keseluruhan, dan peserta didik memiliki peran kunci dalam mengejar pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan. Selain itu, pendidikan juga merupakan faktor penting dalam membentuk karakter, nilai-nilai, dan keterampilan individu untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dan mempersiapkan diri untuk masa depan.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari latar belakang di atas adalah:
1. Apa pengertian peserta didik?
2. Apa syarat menjadi peserta didik?
3. Bagaimana peran peserta didik dalam pembelajaran?
C. Tujuan Makalah
Tujuan makalah ini ditulis adalah:
1. Untuk mengetahui apa itu peserta didik.
2. Untuk mengetahu peran peserta didik
3. Untuk mengetahuai syarat dan tugas menjadi peserta didik.
BAB II PEMBAHASAN
A. Hakikat Peserta Didik
Peserta didik dalam filsafat pendidikan islam merupakan seluruh insan yang dalam proses perkembangan ke arah yang lebih baik dalam unsur jasmani, rohani, dan keutamaan lainnya. Seperti halnya anak kecil yang belum pandai melakukan apa-apa, lalu kemudian diajarkan beberapa hal seperti merangkak, berjalan, dan lainnya sehingga anak mampu mengerjakan semua hal ini [ CITATION AlR08 \l 1033 ]. Demikian juga dengan peserta didik, melalui pembelajaran ta’lim, tarbiyah, ta’dib dan lainnya, peserta didik dididik atau diajarkan agar mereka memiliki pemikiran yang rasional, logis, dan dapat bertanggung jawab sehingga dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk.
Perkembangan yang dimaksud di sini adalah ketika peserta didik mencapai tingkat terbaik dalam kemampuannya melakukan aktivitas fisikal, seperti bergerak dan berpindah, dan aktivitas rohani seperti berpikir, menalar, mensucikan diri, dan memahami kebenaran. Sebelum mengkaji hakikat peserta didik terlebih dulu harus mengetahui hakikat manusia. Manusia terlahir membawa cipta, rasa, dan karsa. Cipta adalah kemampuan spiritual secara khusus memersoalkan nilai kebenaran. Rasa adalah kemampuan spiritual secara khusus memersoalkan nilai keindahan, sedangkan karsa adalah yang secara khusus memersoalkan nilai kebaikan. Dari pernyataan di atas dapat diambil pembahasan mengenai hakikat peserta didik yaitu:
1. Peserta didik memiliki dunianya sendiri bukan miniatur orang dewasa.
2. Peserta didik merupakan manusia yang memiliki perbedaan periode (deferensiasi periodesasi) perkembangan dan pertumbuhan. Karena kemampuan peserta didik dipengaruhi faktor usia dan periode perkembangan potensi yang dimilikinya.
3. Peserta didik adalah manusia yang memiliki kebutuhan, baik menyangkut kebutuhan jasmani maupun rohani yang harus dipenuhi.
Peserta didik merupakan makhluk Allah Swt. yang memiliki perbedaan individual (diferensiasi individual), baik yang disebabkan oleh faktor pembawaan ataupun lingkungan di mana dia berada.
4. Peserta didik merupakan resultan dari dua unsur utama, yaitu jasmani dan rohani. Unsur jasmani mempunyai daya fisik yang menghendaki latihan dan pembiasaan yang dilakukan melalui proses pendidikan.
5. Peserta didik memiliki fitrah yang dapat dikembangkan dan berkembang secara dinamis.
Berbicara tentang fitrah, Allah Swt. telah memberi kemampuan dasar yang memberi kemampuan dasar yang memiliki kecenderungan berkembang. Dalam islam fitrah berarti suci. Allah Swt. berfirman dalam Q.S Ar-Rum ayat 30, yang berarti “Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetapkanlah pada Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah tersebut.
Tidak ada perubahan bagi fitrah Allah, itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” Dari firman Allah tersebut, makna fitrah merupakan kemampuan dasar manusia yang berkembang secara dinamis dan responsive terhadap lingkungan sekitar, termasuk pengaruh pendidikan.
[ CITATION Nas22 \l 1033 ]
B. Pengertian Peserta Didik
Secara etimologi, peserta didik merupakan seseorang yang menerima pengajaran ilmu. Secara terminology peserta didik merujuk kepada individu yang mengalami perubahan perkembangan, sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam membentuk kepribadian mereka serta sebagai bagian dari proses pendidikan [ CITATION Dar21 \l 1033 ]. Dalam islam, ada beberapa istilah yang dapat digunakan untuk merujuk kepada peserta didik, yaitu murid, Tholib al-‘ilm (jamak dari at-thullab), tilmidz (jamak dari talamidz).
Kata murid merujuk pada seseorang yang membutuhkan pendidikan. Istilah tilmidz juga berarti murid, yaitu seorang yang belajar dari orang lain untuk mendapatkan pengetahuan. Sedangkan tholib al-‘ilm merujuk pada mereka yang mengejar ilmu pengetahuan. Namun, istilah tholib al-‘ilm sering digunakan untuk pelajar tingkat pendidikan menengah atau mahasiswa.
Selain istilah-istilah di atas kata mutarobbi, muta’alim, dan muta’addib juga digunakan untuk menyebut peserta didik. Ketiga istilah tersebut hakikatnya melekat dalam diri setiap manusia yang sedang berada dalam proses pertumbuhan atau pengembangan menuju tingkat sempurna, manusia yang sedang dalam proses membelajarkan diri, sikap, dan karakter diri sebagai, al’ins, al-basyar atau bani adam.[ CITATION Muh18 \l 1033 ]
Peserta didik menurut Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional merupakan anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa peserta didik merupakan seseorang yang memerlukan bimbingan dan arahan seseorang untuk mendapatkan pengetahuan, baik perubahan perkembangan fisik, membentuk watak, sikap atau karakter, proses kedewasaan, dan mampu menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, baik dalam lembaga formal maupun nonformal. [ CITATION Cha23 \l 1033 ]
C. Jenis-jenis Peseta Didik Berdasarkan Karakteristik
Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti tabiat atau watak, pembawaan atau kebiasaan yang relatif tetap dimiliki oleh individu. Menurut Sudirman (1990) karakteristik peserta didik merupakan seluruh pola kelakuan dan kemampian yang terdapat pada siswa sebagai hasil dari pembawaan lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitas untuk meraih cita- citanya. Dalam kegiatan belajar, peserta didik diharapkan mencapai tujian pembelajaran tertentu, yang meliputi tujuan umum dan tujuan khusus. Sesuai kurikulum baru pendidikan, pusat terjadinya proses belajar dan mengajar adalah siswa, maka standar keberhasilan bergantung pada pencapaian pengetahuan, keterampilan dan afeksi peserta didik. Oleh sebab itu, guru sebagai pembimbing pembelajaran harus memperhatikan dan mempertimbangkan karakteristik siswa, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok.
Karakteristik umum dasarnya menggambarkan konsdisi siswa, seperti usia, kelas, pekerjaan, dan gender. Karakteristik siswa merujuk pada ciri khusus yang dimiliki peserta didik, dimana karakteristik tersebut berpengaruh pada tingkat
keberhasilan pencapaian tujuan belajar. Menurut Cruickshank beberapa jenis karakteristik umum peserta didik, yang perlu mendapatkan perhatian dalam proses atau aktivitas pembelajaran, yaitu:
1. Kondisi sosial ekonomi.
2. Faktor budaya.
3. Jenis kelamin.
4. Pertumbuhan.
5. Gaya Belajar.
6. Kemampuan belajar.
Semua karakteristik umum di atas perlu dipertimbangkan dalam menciptakan proses belajar yang dapat membantu individu mencapai kemampuan yang optimal. [ CITATION Han20 \l 1033 ]
D. Peran Peserta Didik
Peserta didik dalam pembelajaran memiliki peran penting, karena pada dasarnya adalah salah satu unsur penentu dalam pembelajaran. Peserta didik merupakan objek yang menerima pelajaran dan objek yang turut menentukan hasil pembelajaran. Karena pembelajaran bertujuan agar adanya perubahan perilaku, maka peseta didik selaku objek yang akan diubah perilakunya harus memerankan berbagai peran agar tujuan pembelajaran tercapai.
Peserta didik dianggap sebagai hasil atau dari berbagai kegiatan stimulus- respon berupa pengulangan. Sedangkan metodologi baru biasanya lebih memberi peran besar kepada peran peserta didik itu sendiri (Johnson dan Paulston (1976) dalam Richards [ CITATION Jac86 \l 1033 ] seperti:
1. Peserta didik merencanakan program pembelajaran sendiri, sehingga mereka mengetahui tanggung jawab yang diemban dalam kelas.
2. Peserta didik memonitor dan mengevaluasi proges mereka sendiri- sendiri.
3. Peserta didik merupakan anggota sebuah kelompok sehingga peserta didik belajar dengan cara berinteraksi dengan anggota kelompok lainnya.
4. Peserta didik saling mengajari dengan peserta didik lainnya.
5. Peserta didik belajar dari instruktur, murid lainnya, dan dari sumber lainnya.
Peserta didik yang memainkan peran seperti ini biasanya yang sudah dewasa. Biasanya mereka telah memiliki pengalaman pembelajaran yang berbeda-beda sebelumnya. Selain itu, memberikan pemahaman kepada mereka tentang perannya juga lebih mudah dibandingkan pada peserta didik anak-anak. [ CITATION Nid18 \l 1033 ]
E. Syarat-syarat Peserta Didik
Syarat-syarat menjadi peseta didik biasanya diterapkan untuk bisa mencapai tujuan dalam mencari ilmu. Dalam mencari ilmu, Ali bin Abi Thalib memberikan syarat untuk peserta didik, yang merupakan kompetisi mutlak dan dibutuhkan untuk tercapainya tujuan pendidikan. Syarat tersebut adalah:
1. Kecerdasan, peserta didik harus mempunyai kemampuan untuk mengasah imajinasi, mendapatkan wawasan, melakukan pertimbangan, dan memiliki daya penyesuaian sebagai proses mental yang dilakukan secara cepat.
2. Motivasi, peserta didik harus mempunyai kemauan yang kuat, moral yang tinggi dan motivasi dalam mencari ilmu, serta tidak merasa puas terhadap ilmu yang didapatkan. Hal tersebut menjadi kunci dalam pendidikan, karena masalah manusia tidak hanya tentang kemampuan tetapi juga tentang kemauan. Ini akan menghasilkan kompetensi dan kualifikasi pendidikan yang optimal.
3. Sabar, peserta didik harus mempunyai sifat pantang menyerah dalam proses belajar.
4. Sarana atau modal, peserta didik diharapkan mempunyai sarana yang memadai untuk proses belajar.
5. Petunjuk guru, peserta didik harus mendapatkan bimbingan dari pendidik sehingga tidak terjadi salah paham terhadap materi yang dipejari.
6. Masa yang Panjang, maksudnya adalah terus belajar dan mengejar ilmu tanpa batas sampai akhir hayat. [ CITATION Yus22 \l 1033 ]
F. Tugas-tugas Peserta Didik
Tugas utama peserta didik adalah belajar. Dalam kegiatan belajar, siswa diharapkan mencapai tujuan pembelajaran yang ditentukan. Tujuan dalam pendidikan bisa tercapai, ketika peserta didik memahami tugas dan tanggung jawab mereka. Tugas peserta didik menurut Asma Hasan Fahmi adalah:
1. Hendaknya peserta didik senantiasa membersihkan hatinya sebelum menuntut ilmu.
2. Tujuan belajar ditujukan untuk menghiasi ruh dengan sifat keimanan.
3. Peserta didik wajib menghormati dan menghargai pendidiknya.
4. Hendaknya peserta didik belajar sungguh-sungguh dan tabah dalam belajar.
Tugas peserta didik berdasarkan perkembangan dalam pembelajaran anak sekolah dasar, merupakan tugas yang tampak pada suatu periode tertentu dalam kehidupan individu. Havigust menjabarkan delapan tugas perkembangan anak saat periode usia 6-12 tahun. Tugas tersebut adalah:
1. Belajar keterampilan fisik, selama periode ini anak-anak sedang belajar menggunakan otot-otot mereka untuk memahami berbagai keterampilan fisik. Ini berarti pertumbuhan otot dan tulang anak-anak berlangsung dengan cepat, dan mereka memiliki kebutuhan tinggi untuk beraktivitas dan bermain dengan aturan tertentu.
2. Pengembangan sikap terhadap diri sendiri sebagai individu yang sedang berkembang. Mereka memahami dan mampu mengembangkan kebiasaan hidup sehat dengan menjaga kebersihan, Kesehatan, serta keselamatan diri dari lingkungan mereka, dan menyadari konsekuensi perilaku yang berpotensi membahayakan diri dan lingkungan.
3. Berinteraksi dengan teman sebaya. Saat anak-anak memasuki sekolah, merka dihadapkan untuk berinteraksi sosial dengan teman sebaya.
Anak-anak diusia SD diharapkan mampu menjalin hubungan sosial di luar lingkungan keluarga mereka, terutama teman sebaya.
4. Belajar melakukan peranan sosial sesuai jenis kelamin mereka. Pada usia 9-10 tahun, anak-anak mulai menyadari peran gender dan mulai menunjukkan perilaku sesuai dengan jenis kelamin mereka.
5. Belajar menguasai keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Pada masa ini anak-anak mulai menguasai keterampilan dasar membaca, menulis, dan berhitung karena perkembangan kognitif dan biologis sudah cupuk matang untuk belajar dan mengenali symbol- simbol sederhana.
6. Belajar mengembangkan konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti konsep warna, konsep jumlah, konsep perbandingan dan lainnya.
7. Belajar mengembangkan moral, nilai, dan kata hati. Anak-anak harus belajar mengembangkan moral, nilai, dan rasa empati. Mereka harus mampu mengontrol perilaku mereka sesuai dengan nilai dan moral yang berlaku, serta mampu mematuhi peraturan, menerima tanggung jawab, dan menghargai perbedaan antara diri mereka dan orang lain.
8. Anak-anak juga harus belajar mengembangkan sikap terhadap kelompok dan lembaga sosial. Mereka harus menyadari keanggotaan mereka dalam keluarga dan masyarakat sekolah, serta mematuhi peraturan yang ada dalam keluarga dan sekolah. [ CITATION Okt21 \l 1033 ]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Peserta didik dalam filsafat islam adalah individu yang sedang mengalami proses pekembangan menuju perbaikan dalam segi jasmani, rohani, dan aspek- aspek moral lainnya. Peserta didik adalah mereka yang membutuhkan pendidikan, belajar dari orang lain, dan terlibart dalam proses pertumbuhan dan perkembangan menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam pembelajaran, menyesuaikan pembelajaran sesuai karakteristik adalah sebuah keharusan, karena itu membantu peserta didik mencapai potensi belajar secara optimal.
Peran peserta didik sangat penting dalam proses pembelajaran. Mereka bukan hanya objek pasif, tapi juga subjek aktif dalam proses belajar mengajar.
Peran peserta didik mencakuo aspek seperti kemauan untuk belajar, partisipasi dalam interaksi sosial, pengembangan keterampilan, dan kepatuhan terhadap aturan dan nilai.
Syarat-syarat menjadi peserta didik mencakup berbagai aspek seperti kecerdasan, motivasi, kesabaran, ketersediaan sarana dan modal, petunjuk guru, serta kemauan untuk belajar sepanjang hayat. Selain syarat, Adapun tugas peserta didik yang harus diketahui dan dipahami. Tugas-tugas ini mencerminkan peran penting peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran dan perngembangan pribadi mereka. Melalui tugas-tugas tersebut, peserta didik dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Semua elemen di atas menunjukkan pentingnya peran peserta didik dalam proses pendidikan, dan bagaimana pemahaman yang mendalam tentang hakikat, pengertian, jenis, peran, syarat, dan tugas peserta didik dapat membantu membentuk pendekatan pendidikan yang lebih efektif dan bermakna.
B. Saran
Kami berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan.
Kami menyadari bahwa makalah ini banyak kesalahan dan kekurangan. Maka dari itu kami berharap kritik dan saran mengenai pembahasan makalah, agar kami dapat lebih baik kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA
Chairunna , S., Siagian, U. R., Dalimunthe, Z., & Ardhana, R. (2023). Hakikat Peserta Didik dalam Pendidikan Islam. Alacrity: Journal Of Education, 11-12.
Darmiah. (2021). Hakikat Peserta Didik dalam Pendidikan Islam. Jurnal Mudarrisuna, Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 11(1).
Fahmi, A. H. (1979). Sejarah dan Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang.
Hanifah, H., Susanti, S., & Adji, A. S. (2020). Perilaku dan Karakteristik Peserta Didik Berdasarkan Tujuan Pembelajaran. Manazhim: Jurnal Manajemen dan Ilmu Pendidikan, 7-9.
Nasution, A., Siregar, N., & Winanda, P. (2022). Hakikat Peserta Didik dalam Pendidikan Islam. Jurnal Penelitian Mahasiswa, 89-91.
Oktarisma, S., Neviyarni, & Murni, I. (2021). Fase dan Tugas Perkembangan Anak Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 2529.
Rasyidin, A. (2008). Falsafah Pendidikan Islami: Membangun Kerangka Ontologi, Epistomologi dan Aksiologi Praktik Pendidikan. Bandung: Cipta Pustaka Media Perintis.
Richards, J. (1986). Approaches and Methods in Language Teaching. USA:
Cambridge University Press.
Rifa'i, M. (2018). Manajemen Peserta Didik (Pengelolaan Peserta Didik untuk Efektivitas Pembelajaran). Medan: CV. Widya Puspita.
Sofa, N. (2018). Peran Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Pusdiklat Bahasa Kemhan. Epigram, 13.
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1.
Yusuf, M., Muzdalifah, Alwi, M., & battiar. (2022). Konsep Dasar dan Ruang Lingkup Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam , 76-77.