• Tidak ada hasil yang ditemukan

221 417 1 SM Jurnal Indonesia

N/A
N/A
Fitroh Satrio

Academic year: 2023

Membagikan "221 417 1 SM Jurnal Indonesia"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

THE CORRELATION FACTORS OF HEALTH SERVICE ACCORDING TO MOTHER SELECTION OF BIRTH ATTENDANT IN WEST TELUK

BETUNG, BANDAR LAMPUNG Akbar H, Larasati TA, Sibero HT Medical Faculty of Lampung University Abstract

The maternal mortality rate ( MMR ) is one indicator for measuring the maternal health.

The facts show more than about 350,000 mothers in the worldwide die every year, the complication resulting from pregnancy and childbirth. The high maternal mortality cases are identified as an indirectly result from three conditions; delayed to know the signs of emergency and late in taking the decisions at the family level, was late in reaching the health service, and was late in getting an adequate medical aid. Aid delivery by health services with obstetrics core competence in health facilities has been associated with health services policy program in an effort to decrease the maternal mortality rate. The purposes of this research is to know the relations factors of health service according to mother selection of birth attendant in West Teluk Betung, Bandar Lampung 2012. This research is observational with cross sectional methode and the number of samples are 170 people. The samples were taken from mother that delivered in health care provider and non-health care provider. The result analysis shows there are a correlation between selection the birth attendant with the health care provider (p=0,001, OR=5,57). Health care provider as the most dealing factor for selection the birth attendant.

Key words: Health care provider, The selection of birth attendant.

(2)

Pendahuluan

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan perempuan. Tingkat kematian ibu merupakan masalah kesehatan yang menarik perhatian WHO. Fakta menunjukan lebih dari 350.000 di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat komplikasi kehamilan dan persalinan (Priyanto, 2009) . Sebagian besar kematian ibu terjadi selama melahirkan dan periode postpartum langsung, dengan penyebab utama akibat komplikasi obstetric seperti perdarahan, sepsis, partus lama dan gangguan pada saat melahirkan, gangguan hipertensi dan komplikasi aborsi (Chowdhury, 2009).

Di Indonesia, sekitar 28 persen kematian ibu disebabkan karena perdarahan, 13 persen ekslampsi atau gangguan akibat tekanan darah tinggu saat kehamilan, 9 persen partus lama, 11 persen komplikasi abprsi dan 10 persen akibat infeksi (UNDP, 2005; Depkes, 2010).

Tingginya kasus kematian ibu di identifikasikan pula sebagai akibat tidak langsung dari kondisi “tiga terlambat” yaitu ; terlambat dalam mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan di tingkat keluarga, terlambat mencapai tempat pelayanan, dan terlambat mendapatkan pertolongan medis yang memadai (Depkes, 2008; Dinkes, 2010). Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dengan kompetensi kebidanan di fasilitas kesehatan telah dikaitkan dengan kebijakan program pelayanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Para ahli kesehtan ibu sepakat bahwa kehadiran tenaga kesehatan selama persalinan dan periode awal postpartum, merupakan kunci yang penting untuk mengurangi kematian ibu. Persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan terlatih terbukti mengurangi resiko kematian ibu (WHO, 2008). Kehadiran tenaga kesehatan dalam persalinan secara luas dianggap sebagai salah satu strategi intervensi yang paling penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu di Negara dengan sumberdaya rendah (Meda et al., 2008).

Disamping itu baru 59,4 persen perempuan usia produktif memanfaatkan

(3)

pemanfaatan pelayanan kesehatan (Elfemi, 2003 ; Sabardianto, 2008).

Kemudahan akses ke sarana pelayanan kesehatan juga berhubungan dengan jarak tempat tinggal dan waktu tempuh ke sarana kesehatan (Rosmini, 2002; Yuswandi, 2006; Depkes, 2007). Walaupun jarak tempuh dan kemudahan ke sarana kesehatan tidak selalu dapat menerangkan kaitannya dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu secara bermakna (Eryando, 2006; Kristianti, 2008).

Metode

Penelitian ini merupakan observasional dengan rancangan cross sectional, yaitu pengukuran variabel dilakukan hanya satu kali pengamatan pada waktu tertentu. Metode pengumpulan data secara kuantitatif menggunakan alat ukur penelitian dalam bentuk kuisioner. Penelitian dilakukan pada 29 November - 28 Desember 2013 di Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung pada saat pelaksanaan posyandu bulan November dan Desember 2013. Sampel yang digunakan sebanyak 170 sampel. Sedangkan analisis dapat dilakukan dengan analisis bivariat. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen. Untuk membuktikan adanya tidaknya hubungan tersebut, dilakukan statistik uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05).

(4)

Hasil

1. Analisis bivariat

Pada penelitian ini digunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Dapat dilihat pada tabel 1

Tabel 1. Tenaga kesehatan menurut ibu bersalin dengan pemilihan penolong persalinan

Tenaga Kesehatan menurut ibu bersalin

Pemilihan Penolong Persalinan Total Nilai p

Nakes Nonnakes

Memuaskan 92 24 116 0,001

Tidak memuaskan 22 32 54

Total 114 56 170

Pembahasan

1. Analisis Bivariat

Hubungan tenaga kesehatan menurut ibu bersalin dengan pemilihan penolong persalinan

Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan p=0,001 sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara ketersediaan tenaga kesehatan dengan pemilihan penolong persalinan . Serta odds ratio 5,57 yang berarti responden dengan kategori memuaskan terhadap tenaga kesehatan 5,57 lebih baik mendapatkan pemilihan penolong persalinan dari pada responden dengan kategori tidak memuaskan.

Hasil ini sesuai dengan penelitian Melfayetty Arief (2010) yang menyatakan ada hubungan yang bermakna antara tenaga kesehatan dengan

(5)

bidan dan perawat dalam pertolongan persalinan. Dengan memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan, ibu akan mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan prinsip bebas kuman dan prosedur standar pelayanan. Jika ditemui adanya komplikasi dalam persalinan, ibu akan mendapatkan pertolongan yang tepat (Supartini, 2004).

Simpulan

Terdapat hubungan antar tenaga kesehatan menurut ibu bersalin dengan pemilihan penolong persalinan dengan nilai p=0,001.

Daftar Pustaka

Chowdhury. 2009. Causes of Maternal Mortality Declinein Matlab, Bangladesh. Journal of Health, Population and Nutrition,27(2),108.

Depkes, RI. 2007. Laporan Nasional Riskesdes.

______, RI. 2008. KMK No 828/Menkes/SK/IX/2008 tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota

______, RI., 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta.

______,RI. 2010. Laporan Nasional Riskesdas Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Elfemi, N. 2003. Aspek social cultural dalam perawatan kesehatan studi kasus: penderita tuberkulosis di Cikoneng Kabupaten Ciamis.Universitas Indonesia, Depok.

Retrieved from

http://www.digilib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detail.jsp?id=73714

Eryando, T. 2006. Aksesibilitas Kesehatan Maternal di Kabupaten Tangerang, 2006.

Makara Kesehatan,11,No2,76-83.

Kotler, Philip. 1997. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Erlangga. Jakarta.

Kristianti,P. 2008. Distribusi dan Akses Terhadap Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Ngawi: Kajian Data Potensi DesaTahun 2005: KMPK Universitas Gadjah Mada

Khudhori. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tempat persalinan pasien poliklinik kandungan dan kebidanan rumah sakit IMC Bintaro. Tesis. Universitas Indonesia. Jakarta

Meda,N.,at all. 2008. From evaluating a Skilled Care Initiative in rural Burkina Faso to policy implications for safe mother hood in Africa. Tropical Medicine

&International Health,13,68-72.doi:10.1111/j.1365-3156.2008.02089.x Priyanto., dkk. 2009. Farmakologi dan Terminologi Medis. Jakarta: Leskonfi

Rosmini,M. 2002. Determinan pemanfaatan pelayanan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.Tesis. Universitas Indonesia.

Depok.

(6)

Sabardianto,T.D. 2008. Analisis pemanfaatan fasilitas kesehatan oleh pengguna jasa berdasarkanaksesbilitas pada puskesmas kecamatan di wilayah Jakarta pusat.

Universitas Indonesia. Depok.

Supartini. 2004. Pelayanan Kesehatan Bagi Ibu hamil. EGC. Jakarta

UNDP. 2005. Tujuan 5 Meningkatkan Kesehatan Ibu Laporan Perkembangan Pencapaia

Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia:UNDP.

RetrievedFromhttp://www.undp.or.id.

Yuswandi,A.2006. AnalisisFaktor Faktor yang Berhubungan dengan Akses Penduduk Sumatera Barat Ke Pelayanan Kesehatan.Tesis. Universitas Indonesia. Depok.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini menunjukkan persepsi guru mengenai pengertian penilaian kinerja termasuk pada kategori baik, artinya pada umumnya responden sudah memahami tujuan penilaian autentik..

Berdasarkan tabel 8 hasil analisis hubungan kebiasaan merokokdengan kejadian penyakit katarak di poli Mata RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado diperoleh nilai Odds Ratio

Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa dari 64 responden yang memiliki harga diri tinggi sebanyak 16 responden (25%) yang berperilaku seksual tidak beresiko dan 48 responden

Menurut penelitian Sosodoro (2009) mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan stigma terhadap ODHA, dengan nilai Odds Ratio crude 3,37

Adapun untuk kategori lama pelepasan tali pusat antara 3-4 hari sebanyak 10 responden (33,33 %), yang dibagi dalam kelompok metode Lotus Birth 7 responden dan

Pengetahuan siswi tentang pengertian vulva hygiene saat menstruasi sebagian besar masuk dalam kategori baik yaitu 51 responden (81 %).. Pengetahuan siswi tentang

BerdasarkanTabel 4, dari 115 orang yang memiliki sikap yang baik sesudah promosi kesehatan, 8 responden 7,00% di antaranya memiliki sikap yang rendah sebelum promosi kesehatan, ada 67

Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kerja shift malam mengalami cemas sangat berat yaitu 34 orang atau 36,7 % sedangkan pada bukan shift malam sebagian besar