Mata Kuliah : Psikologi Keluarga
Dosen Pengampu : - Dr. Haerani Nur, S.Psi., M.Si - Wilda Ansar, S.Psi., MA
TUGAS TOKOH TELADAN DALAM KELUARGA
DISUSUN OLEH
Hikma Gazvia Batariola 200701501079
Kelas A
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2022
A. Tokoh yang Dipilih
Tokoh keluarga yang saya pilih ialah seorang influencer sekaligus pengusaha bernama Tiara Pangestika
B. Deskripsi Profil Keluarga Tokoh
Tiara Pangestika adalah sosok influencer ternama di Tanah Air. Ia merupakan istri dari Arief Muhammad yang juga influencer sekaligus pengusaha terkenal. Lahir di Jakarta, 11 September 1992. Tipang telah menyelesaikan pendidikannya didua perguruan tinggi yaitu Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia Fakultas Hukum Jurusan Kenotariatan.
Tipang juga memiliki channel YouTube sendiri yang pengikutnya cukup banyak. Mulai aktif di YouTube sejak tahun 2015, konten yang diunggahnya tak terbatas pada satu tema saja. Ada yang membahas tentang makeup, tentang memasak, dan ada pula tips traveling hingga tips belajar.
Selain melalui YouTube, ia juga sering mengunggah aktivitas kesehariannya maupun endorsement ke akun Instagram yang telah memiliki follower jutaan. Tak cuman disibukkan dengan kegiatan sebagai influencer, ia juga sibuk mengurus berbahai bisnis yang dimilikinya. Ada bisnis sepatu dengan brand bernama Nuku. Kemudian ada bisnis buku jurnal bernama Well Planned Planner & Journal. Tak ketinggalan, ada bisnis Ternak Kostan yang dijalankannya bersama sang suami. Tiara pangestika sempat mengikuti program bayi tabung dua kali karena terdapat beberapa masalah kesehatan pada janinnya. Ia sempat mengalami depresi akibat kegagalan pada program bayi tabungnya, tetapi ia tetap semangat dan terus ikhtiar.
Akhirnya, setelah mengikuti program bayi tabung yang terakhir ia dikaruniai seoang anak laki-laki yang bernama Ibrahim Wishaka atau yang biasa dipanggil Baim. Kemudian dinyatakan hamil lagi pada tahun berikutnya dan melahirkan anak perempuan bernama Mecca.
C. Deskripsi Bentuk Keluarga
Tipang dan Arief memiliki deskripsi bentuk keluarga dimana mereka lebih saling terbuka dan menjalin komunikasi yang erat. Kepada anak-anak mereka juga mengutamakan menghabiskan waktu bersama anak-
anak selama proses perkembangan dan pertumubuhan. Gaya pengasuhan yang diterapkan mereka adalah Gaya Demokratis dimana mereka menetapkan aturan dan harapan yang pada anak. Mereka juga sering mengajak anak mereka bicara walaupun masih balita tapi mreka rasa anak juga membutuhkan komunikasi yang kuat dengan orangtuanya. Meskipun mereka mengakui perspektif anak, mereka menggunakan akal dan kekuatan untuk menegakkan standar mereka. Anak-anak mereka juga secara emosional lebih sehat dan lebih bahagia, anak mereka yang pertama Ibrahim sudah mulai memasuki jenjang pra-sekolah.
Tipang menyekolahkan Baim disalah satu pra-sekolah swasta di Jakarta, dimana disana diajarkan tentang bersosialisasi dengan teman-teman sekolahnya, bermain, berbagi, menyanyi, menari, dan juga belajar makan yang baik dan benar. Mereka mengajarkan Baim untuk berperilaku ramah dan juga energik serta mandiri dan ceria dan sering melakukan sensory therapy pada anak-anaknya. Tipang dan Arief berusaha memenuhi segala kebutuhan anak-anaknya dan telah menyiapkan dana pendidikan anaknya sampai perguruan tinggi nanti. Mereka juga berusaha untuk tidak memanjakan anaknya dan mengurangi kata “jangan” pada anak mereka agar anak dapat bereksplorasi lebih leluasa dengan baik dan benar tanpa adanya tekanan. Lingkup ekonomi mereka juga dimana mereka memiliki managing keuangan yang bagus dengan melakukan pos-pos dan tentunya yang mengatur keuangan adalah sang istri Tiara Pangestika.
Kesulitan yang dihadapi keluarga Tipang dan Arief ialah, terkadang Arief sebagai Ayah jarang menghabiskan waktu yang cukup dengan anak- anaknya dikarenakan sibuk bekerja. Dan semenjak memiliki dua anak yang perbandingan umurnya hanya beda setahun membuat Tipang lebih fokus pada anak-anak mereka dibanding pernikahannya atau attention nya pada suami. Tetapi, bukan berarti mereka tidak dapat mengatasinya, mereka memilih caranya sendiri dalam melakukan quality time suami-istri dimana terkadang mereka jalan bersama atau dinner bersama bahkan liburan (vacation) bersama. Mereka juga lebih memilih ke psikolog keluarga atau
konselor saat mengalami masa kejenuhan dalam berkeluarga. Mereka juga sering berdiskusi terlebih dahulu meminta pendapat pasangan dalam mengambilsebuah keputusan.
D. Alasan Memilih Tokoh
Saya memilih keluarga Tiara Pangestika dan juga Arief Muhammad sebagai tokoh teladan, karena saya menyukai bagaimana mereka dapat saling memahami dan memiliki komunikasi yang baik dan saling jujur dalam setiap hal. Mereka juga memiliki parenting yang baik dalam mengasuh anak walaupun masih dapat dikatakan baru menjadi orang tua.
Pola keluarga seperti inilah yang saya kagumi dari mereka dimana saling menyemangati, memberikan pengetahuan, dan mendampingi pasangan disaat memulai usaha maupun terjadi masalah.