1 PENGARUH PENERAPAN STRATEGI RODA KEBERUNTUNGAN
TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPN 1 PULAU PUNJUNG
KABUPATEN DHARMASRAYA
Oleh:
Yona Marga Fitri*, Delsi K**, Dewi Yuliana Fitri**
*) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR
**) Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI SUMBAR
ABSTRACT
The background of this research is lack of student’s understanding of mathematics concepts. The aim is to determine the student’s understanding of mathematics concepts by applying strategy “Roda Keberuntungan” is better than conventional learning class VII SMPN 1 Pulau Punjung. The type of the research was experimental research, the study design was random to subjek. The Populasion of the student’s in class VII grade SMPN 1 Pulau Punjung. The random sampling techniques, VII7 class as the experimental class and VII6 as the Control class. The instrument is a test of understanding of mathematic concept.
Reliability of the test is 0.864. The data analysis technique use t test. From testing hypotheses obtained P-value = 0.003 less than α (0.05). Thus, it can be concluded that student’s understanding of mathematics concepts apply “Roda Keberuntungan” strategy in better than the student’s understanding of mathematics concepts with conventional learning.
Key word: The Understanding of mathematics Concept, Roda Keberuntungan
PENDAHULUAN
Matematika merupakan suatu ilmu dasar yang memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Matematika sebagai ilmu dasar dalam membentuk pola pikir peserta didik dan melatih kemampuan penalaran dan memecahkan sebagai masalah kehidupan. Oleh karena itu mempelajari matematika mutlak diperlukan semua orang.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMPN 1 Pulau Punjung pada tanggal 16 Oktober 2013, proses pembelajaran matematika sebagian besar masih terpusat oleh guru atau dengan kata lain proses pembelajaran terjadi satu arah dan belum ada variasi dalam mengajar sehingga siswa terlihat jenuh dalam proses belajar serta kurang menarik perhatian siswa dalam belajar. Hal ini terlihat guru menyajikan semua
2
materi kemudian siswa
memperhatikan, mencatat, dan mendengarkan penjelasan guru.
Sehingga siswa kurang aktif dalam pembelajaran, karena sebagian siswa tidak mau mengeluarkan ide atau pendapat sebelum di tunjuk guru.
Terbukti ketika siswa mengerjakan latihan yang di berikan guru, siswa tidak mengerjakan sendiri melainkan siswa mengerjakan latihan dengan cara menyalin pekerjaan teman yang pandai, siswa yang kurang paham dengan materi dan tidak mau bertanya kepada guru, sehingga penanaman konsep siswa tentang materi yang diajarkan belum maksimal.
Mengatasi masalah di atas perlu dilakukan pembaharuan dalam pembelajaran Matematika, guru sebagai komponen utama dalam pembelajaran harus mampu menciptakan kondisi belajar yang baik, berani melakukan sesuatu yang memungkinkan siswa lebih giat lagi dalam belajar. oleh karena itu diperlukan strategi pembelajaran yang mampu membuat siswa bertanggung jawab atas belajar mereka sendiri, berusaha menemukan informasi, bekerjasama, mengeluarkan pendapat,
memahami materi baik secara individu maupun melalui bantuan orang lain dan juga mampu menjelaskan kepada orang lain. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu sekaligus memotivasi siswa dalam belajar adalah menerapkan strategi yang tepat.
Strategi yang harus diterapkan pada kelas VII SMPN 1 Pulau Punjung adalah strategi yang memberikan semangat dan motivasi dalam belajar sehingga siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran dan lebih mudah untuk memahami konsep- konsep yang diajarkan adalah dengan menerapkan strategi Roda Keberuntungan merujuk pada pendapat yang dikemukakan oleh Ginnis (2008).
Strategi Roda Keberuntungan adalah strategi berbentuk permainan yang digunakan untuk menambah motivasi siswa sehingga siswa tidak jenuh dalam proses pembelajaran. Strategi ini menggunakan alat peraga sebuah lingkaran yang terbagi menjadi beberapa sektor. Sektor-sektor tersebut merupakan soal-soal yang akan dijawab oleh tim yang dicantumkan dalam bentuk nomor.
3 Terdapat juga set kartu sebanyak
sektor dalam roda keberuntungan yang tercantum nomor dan sebuah soal di sisi lainnya. Roda Keberuntungan ini nantinya akan diputar oleh tim, kemudian nomor yang ditunjukkan oleh anak panah pada Roda Keberuntungan adalah nomor soal yang akan dijawab tim, tiap tim berdikusi dan harus cepat- cepat menentukan anggota untuk menjawab pertanyaan yang dicantumkan pada sisi kartu dan tiap anggota tim hanya memiliki dua kesempatan dan disesuaikan dengan waktu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan strategi roda keberuntungan lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas VII SMPN 1 Pulau Punjung.
Penelitian relevan dari penelitian ini adalah penelitian oleh Yhance Hendra Diana (2011) dengan judul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Roda Keberuntungan Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas IX
SMPN 3 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya”. Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMPN 33 Padang”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan Random terhadap Subjek. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 17 Februari 2014 sampai dengan tanggal 03 Maret 2014 pada semester II kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 di SMPN 1 Pulau Punjung. Populasinya adalah kelas VII SMPN 1 Pulau Punjung kecuali kelas VII1, karena kelas unggul. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan kelas VII7 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII6 sebagai kelas kontrol.
Instrumen yang digunakan adalah tes akhir yang berbentuk esai dengan reliabilitas 0,864 berarti soal reliabel, merujuk pada Arikunto (2010). Data tes akhir dianalisis menggunakan uji-t satu pihak untuk melihat apakah hipotesis diterima atau ditolak.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep matematis siswa dengan strategi roda keberuntungan lebih baik daripada pemahaman
4 konsep matematis siswa dengan
pembelajaran konvensional siswa kelas VII SMPN 1 Pulau Punjung.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil tes akhir diperoleh gambaran pemahaman konsep matematis kelas sampel terdistribusi pada tabel 1.
Tabel 1. Nilai Rata-rata ( ̅), Simpangan Baku ( ), Nilai Tertinggi ( ) dan Nilai Terendah ( ) Tes Pemahaman Konsep Matematis siswa Kelas Sampel
Kelas
Sampel ̅
Eksperi
men 66,89 18,49 100 37,68 Kontrol 52,53 22,21 92,75 17,39
Berdasarkan Tabel 1 terlihat bahwa nilai rata-rata pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol, kemudian simpangan baku pada kelas eksperimen lebih rendah daripada kelas kontrol. Hal ini berarti nilai pada kelas kontrol lebih beragam daripada kelas eksperimen.
Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas, ternyata data kedua
kelas sampel berdistribusi normal dan memeliki variansi yang homogen.
Berdasarkan analisis uji-t satu pihak dengan bantuan MINITAB, dapat dilihat bahwa pada taraf kepercayaan 95% (= 0,05) diperoleh P-value = 0,003 karena P-value < , maka tolak H0. merujuk pada (Syafriandi).
Jadi dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan strategi roda keberuntungan lebih baik dari pada pemahaman konsep matematis siswa dengan pembelajaran konvensional siswa kelas VII SMPN 1 Pulau Punjung.
Setelah dilakukan analisis data dan pengujian hipotesis pada taraf kepercayaan 95% ( ) hasil yang diperoleh adalah rata-rata hasil tes pemahaman konsep matematis siswa kelas eksperimen adalah 66,89 dan rata-rata hasil tes pemahaman konsep matematis siswa kelas kontrol adalah 52,53.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan strategi roda keberuntungan lebih baik daripada pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Hal ini
5 disebabkan karena pada kelas
eksperimen tim bisa menjawab pertanyaan pada kartu dan semua tim berusaha untuk menemukan jawaban pada setiap kartu pertanyaan secara benar, apabila ada tim yang masih ragu dengan jawaban, maka guru memberikan penegasan kembali sehingga konsep materi dapat tertanam dengan baik pada siswa.
Pada tes akhir, indikator pemahaman konsep yang digunakan adalah menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan objek menururt sifat-sifat tertentu dan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke pemecahan masalah.
Dari hasil tes yang diperoleh, terlihat bahwa sebagian besar siswa sudah mampu memenuhi indikator-indikator yang terdapat dalam pemahaman konsep matematis.
KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan maka dapat diambil kesimpulan bahwa pemahaman konsep matematis siswa dengan menerapkan Strategi Roda Keberuntungan lebih baik daripada pemahaman konsep
matematis siswa dengan menerapkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII SMPN 1 Pulau Punjung.
Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian yang telah dilakukan maka disarankan kepada guru matematika SMPN 1 Pulau Punjung dapat menerapkan strategi Roda Keberuntungan pada pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Diana, Yhance H. (2011). Pengaruh
Penerapan Model
Pembelajaran Roda Keberuntungan Terhadap
Pemahaman Konsep
Matematika Siswa Kelas IX SMPN 3 Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.
Skripsi tidak dipublikasi.
STKIP PGRI Sumbar.
Ginnis, Paul. (2008). Trik & Taktik Mengajar Strategi Meningkatkan Pencapaian Pengajaran di Kelas.
Jakarta. PT Indeks
Syafriandi, (2001). Analisis Statistik Inferensial dengan Menggunakan MINITAB.
Padang: UNP.