Bagaimana penilaian pembelajaran PAI pada program pendidikan pemerataan yang mengikuti paket C PKBM Mubarok, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi. Untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran PAI pada program pemerataan pendidikan mengikuti PKBM paket C Mubarok Desa Tegalrejo Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian Terdahulu
Penelitian-penelitian terdahulu maupun penelitian-penelitian yang telah dilakukan sama-sama membahas tentang implementasi pendidikan agama Islam. Kedudukan penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian tersebut adalah penelitian baru yang membahas baik tentang pelaksanaan pembelajaran.
Kajian Teori
Konsep Dasar Pembelajaran a. Makna Pembelajaran
Kecuali dalam keadaan darurat, misalnya, jumlah siswa meningkat pesat, sedangkan jumlah guru tidak mencukupi. Tidak ada seorang guru pun yang mengharapkan siswanya menjadi sampah masyarakat, oleh karena itu guru dengan penuh dedikasi dan kesetiaan berusaha membimbing dan mengembangkan siswanya agar kelak menjadi orang-orang yang berguna bagi keluarga dan negara.
Konsep Dasar Pendidikan Agama Islam a. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Apalagi berdasarkan tugas khilafah, umat sendirilah yang bertanggung jawab mewujudkan proses pendidikan agama Islam. Landasan keagamaan pendidikan agama Islam adalah landasan yang bersumber dari ajaran agama Islam sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an dan al-hadits.
Konsep Dasar Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C a. Pengertian Pendidikan Nonformal
Program kesetaraan mengejar paket C merupakan program percontohan yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, program kesetaraan mengejar paket C, program kesetaraan mengejar paket C dipimpin oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Setara. Jumlah mahasiswa yang mengikuti program kesetaraan pada paket C antara 30-50 orang... 27 c. Warga yang mempelajari Program Pendidikan Kesetaraan Mengikuti Paket C.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Sedangkan pembelajaran dapat diartikan sebagai proses yang dilakukan guru dalam membimbing, menolong dan membimbing siswa agar memperoleh pengalaman belajar, dengan kata lain belajar adalah suatu cara mempersiapkan pengalaman belajar bagi siswa. Strategi belajar juga diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu kegiatan yang dapat memberikan keringanan atau pertolongan kepada siswa dalam mencapai tujuan belajar tertentu.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai keadaan subjektif penelitian, baik dari segi fasilitas maupun kegiatan yang sedang berlangsung pada program pendidikan paket C PKBM Mubarok Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi. Setelah memperoleh data dari lapangan dengan berbagai metode, dilakukan analisis data, karena data yang diperoleh merupakan data mentah yang perlu diolah dan dianalisis. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain agar mudah dipahami dan temuannya dikomunikasikan kepada orang lain.
Analisis data dilakukan dengan cara mengorganisasikan data, menguraikannya menjadi satuan-satuan, mensintesiskannya, menyusunnya menjadi pola-pola, memilih apa yang penting dan apa yang akan dipelajari, serta menarik kesimpulan yang dapat dibagikan kepada orang lain8. Miles dan Huberman menyatakan bahwa “kegiatan dalam Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan terjadi terus menerus, bagi peneliti baru dalam melakukan reduksi data dapat berdiskusi dengan teman atau orang lain yang dianggap ahli.
Melalui diskusi ini akan berkembang wawasan peneliti sehingga mampu mereduksi data-data yang mempunyai nilai penemuan dan pengembangan teori yang signifikan. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah menarik kesimpulan dan memverifikasi.
Keabsahan Data
Data yang diperoleh melalui wawancara kemudian diuji, misalnya terhadap data hasil observasi dan dokumentasi. Dalam hal ini peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknis, dimana triangulasi sumber merupakan teknik untuk memeriksa keabsahan data yang diperoleh dari sumber tertentu.
Tahap-Tahap Penelitian
Pada tahap ini peneliti membuat desain penelitian, mulai dari penyampaian judul, penyusunan matriks dan proposal seminar. Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti terlebih dahulu harus memilih bidang penelitian, bidang penelitian yang dipilih adalah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Setelah mendapat izin, peneliti mulai menjelajah dan mengkaji lapangan untuk mengetahui latar belakang objek penelitian, lingkungan sosial, adat istiadat, adat istiadat, agama dan pendidikan.
Pada tahap ini peneliti mulai melakukan seleksi terhadap informan untuk memperoleh informasi yang dipilih, Informan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ketua PKBM, Tutor Agama Islam, staf PKBM dan para santri. Setelah semuanya selesai mulai dari desain penelitian hingga pemilihan informan, peneliti mempersiapkan peralatan penelitian sebelum terjun ke lapangan yaitu mulai dari persiapan buku catatan, kertas, dan lain-lain. Fase ini merupakan fase akhir dari proses penelitian.Pada fase skripsi ini peneliti juga mulai menyusun laporan dan mempertahankan hasil penelitiannya.
GAMBARAN OBYEK PENELITIAN 1. Profil PKBM Mubarok
Keadaan Sarana dan Prasarana PKBM Mubarok Tabel 1
Struktur Organisasi PKBM Mubarok
Pembagian Tugas Tutor Dalam Proses Belajar Mengajar Tabel 4.2
Data Warga Belajar Program Pendidikan Paket C Tabel 4.3
PENYAJIAN DATA
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C
Mengenai kurikulum pembelajaran yang digunakan pada paket C berikut program pendidikan kesetaraan, peneliti memperoleh data sebagai berikut. Mengenai penyusunan RPP pendidikan agama Islam pada Program Pendidikan Kesetaraan yang mengikuti Paket C PKBM Mubarok, peneliti memperoleh data sebagai berikut. Penyusunan silabus dan RPP paket C berikut program pengajaran kesetaraan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap guru mata pelajaran, penyusunannya memperhatikan karakteristik peserta didik yang berbeda dari segi latar belakang pendidikan, umur dan perekonomian, sehingga secara mendalam .
Mengenai tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam pada Program Pendidikan Kesetaraan Mengejar Paket C PKBM Mubarok, peneliti memperoleh data sebagai berikut. Mengenai materi pendidikan agama Islam pada Program Pendidikan Kesetaraan Mengejar Paket C PKBM Mubarok, peneliti memperoleh data sebagai berikut. Selain itu, perencanaan materi pada program catch up education paket C mengacu pada heterogenitas potensi masyarakat belajar, sehingga materi pembelajaran pendidikan agama Islam disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran agama peserta didik.
Sukardi dalam hal ini menegaskan bahwa “perencanaan materi pembelajaran PAI pada program pendidikan kesetaraan mengejar paket C mengacu pada tujuan pembelajaran, yaitu mengutamakan heterogenitas potensi masyarakat belajar. Dalam perencanaannya, guru memilih materi yang dianggap penting dan paling dibutuhkan oleh masyarakat belajar dalam kehidupan sehari-hari.”12. Mengenai strategi pengajaran pendidikan agama Islam pada Program Pendidikan Kesetaraan Mengejar Paket C PKBM Mubarok, peneliti memperoleh data sebagai berikut.
Pelaksanaan Pembelajaran PAI di Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C
Dalam hal ini diperkuat dengan wawancara terkait model dan metode pengajaran pendidikan agama Islam. Peneliti memperoleh data sebagai berikut. Sistem pengajaran yang digunakan guru agama Islam adalah sistem klasikal dimana guru cenderung mendominasi kelas sedangkan siswa hanya sekedar objek. Khususnya dalam pendidikan agama Islam, inovasi metode pembelajaran sangat diperlukan agar masyarakat aktif belajar di kelas.”16 Hal ini senada dengan Fatimah yang mengatakan bahwa.
Sedangkan hasil wawancara kali ini berbeda, menurut Sucipto, warga yang belajar di tingkat lanjutan 1 Program Pendidikan Kesetaraan Mengejar Paket C PKBM Mubarok mengungkapkan hal itu. Diharapkan dengan adanya media pembelajaran akan tercipta komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa yang lebih variatif dan tidak monoton, terkait dengan media pembelajaran pendidikan agama Islam pada program pendidikan kesetaraan mengejar paket C PKBM Mubarok. Peneliti memperoleh data sebagai berikut. Media pembelajaran dalam pendidikan agama Islam sangatlah penting dan patut diperhatikan, namun pada lembaga PKBM Mubarok, media pembelajaran seperti audio, visual dan.
“Jadi dalam pembelajaran media yang digunakan adalah papan tulis dan modul mata kuliah pendidikan agama Islam, meskipun sebaran modul tersebut juga belum merata di kalangan masyarakat belajar.” 22 Sesuai dengan apa yang dikatakan Sukardi, Fatima mengatakan bahwa,. Modul mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada paket C masih sangat sedikit sehingga distribusinya belum merata. Terkadang pada saat pembelajaran banyak siswa yang tidak mendapatkan modul dan harus bergabung dengan siswa lain, namun banyak pula siswa yang enggan untuk bergabung sehingga pembelajaran tidak berjalan lancar. kurang baik dan tujuan belajar mandiri tidak dapat berfungsi secara maksimal”23 Senada dengan yang disampaikan Fatimah, Hamidah, warga yang menempuh pendidikan di Tingkat 1 Lanjutan pada Program Kejar Pendidikan Kesetaraan Paket C, mengatakan hal tersebut.
Evaluasi Pembelajaran di Program Kesetaraan Kejar Paket C Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mubarok
Berdasarkan pengamatan peneliti wali pendidikan agama Islam, masih sulit melakukan penilaian secara tepat waktu sehingga sering terjadi keterlambatan dalam pengumpulan soal28. “Saya sering terlambat dalam mengumpulkan soal-soal ujian karena masih harus mengingat tujuan pembelajaran, takaran dan materi yang diberikan kepada siswa.” 29. “Soal-soal ujian pada materi PAI terkadang sangat berbeda dengan yang dipelajari, sehingga hasil yang diperoleh otomatis kurang memuaskan.” 30.
Analisis Data
- Perencanaan Pendidikan Agama Islam di Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
- Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Program Kesetaraan Kejar Paket C Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
- Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Program Kesetaraan Kejar Paket C Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
- Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Program Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C PKBM Mubarok
- Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Program Kesetaraan Kejar Paket C PKBM Mubarok
- Evaluasi Pembelajaran di Program Kesetaraan Kejar Paket C PKBM Mubarok
Mengenai indikator tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam, berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan disebutkan bahwa tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam pada program pendidikan paket C PKBM Mubarok lebih menekankan pada bagaimana caranya. Implementasi Pendidikan Agama Islam Dalam Program Mengejar Kesetaraan, Pusat Kegiatan Pendidikan Masyarakat Mengejar Kesetaraan Paket C Pusat Kegiatan Pendidikan Masyarakat (PKBM) Paket C Mubarok. Selain itu, indikator terkait media pembelajaran pendidikan agama Islam berdasarkan data yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa media pembelajaran pendidikan agama Islam pada program pendidikan kesetaraan mengejar paket C masih sederhana karena kurangnya sumber daya yang tersedia.
Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Program Penelusuran Kesetaraan Paket C Community Learning Activity Center Penyampaian Kesetaraan Paket C Community Learning Activity Center (CLC) Mubarok. Pada bagian ini akan dibahas temuan peneliti mengenai implementasi pengajaran pendidikan agama Islam pada program pendidikan kesetaraan yang mengikuti paket C PKBM Desa Mubarok Tegalrejo Tegalsari Banyuwangi. Berdasarkan uraian di atas, maka media pembelajaran pendidikan agama Islam paket C yang mengikuti program pemerataan pendidikan tidak sesuai dengan teori yang ada karena penyediaan media pembelajaran belum mampu menunjang keberhasilan pembelajaran dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan analisis data, evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam pada program kesetaraan paket C PKBM Mubarok menggunakan dua evaluasi, yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Permasalahan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Program Pendidikan Kesetaraan Mengejar Paket C Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mubarok Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi”, peneliti menyimpulkan bahwa.
SARAN
Untuk Kepala PKBM
Evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam yang digunakan pada paket C yang mengikuti program pendidikan kesetaraan adalah evaluasi formatif dan sumatif.Evaluasi formatif dilakukan pada akhir setiap materi yang disajikan, jenis evaluasi formatif yang digunakan adalah tes lisan dan tertulis. . Penilaian sumatif dilaksanakan dua kali yaitu tengah semester dan tengah semester, tengah semester tengah semester, dan semester akhir tahun ajaran.Jenis penilaian sumatif adalah ujian tertulis.
Untuk Tutor
Untuk Warga Belajar
TEGALSARI KABUPATEN BANYUWANGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
TEGALSARI KABUPATEN BANYUWANGI SKRIPSI
Nopember, 2015
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
SKRIPSI
WAWANCARA
DOKUMENTASI
- Standar Kompetensi
- Kompetensi Dasar
- Indikator Pencapaian Kompetensi
- Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif
- Materi Ajar (Materi Pokok) Menghargai Karya Orang Lain
- Tujuan Pembelajaran
- Strategi Pembelajaran
- Bahan/ sumber belajar
Makna menghargai hasil karya orang lain merupakan salah satu upaya untuk menciptakan keselarasan dan keselarasan antar manusia guna terciptanya kehidupan bermasyarakat yang saling menghargai satu sama lain sesuai dengan harkat dan martabat seseorang sebagai manusia. Menumbuhkan sikap menghargai karya orang lain merupakan sikap terpuji karena karya merupakan cerminan pribadi penciptanya sebagai manusia yang ingin dihormati. Menghargai dan menghargai karya orang lain harus terjadi tanpa memandang pangkat, warna kulit, atau status pekerjaan orang tersebut, karena pekerjaan merupakan cerminan kepribadian seseorang.
Menghargai hasil kerja orang lain dengan sikap, contohnya berwajah manis dan ingin bertanya khabar apabila bertemu dengan orang yang bekerja. Penghargaan terhadap hasil kerja orang lain melalui penulisan, contohnya sebagai pelajar darjah tiga yang mendapat keputusan terbaik dalam ujian, diberikan sijil yang ditandatangani oleh pengetua. Pelajar dapat menunjukkan hujah yang berkaitan dengan penilaian yang sesuai dan tepat terhadap hasil kerja orang lain.
Dengan belajar kelompoknya, siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang arti dan tujuan menilai karya orang lain.