AKHLAK ORANG PUASA M. Nasiruddin
.
هِبْنَذ ْنِم َمّدَقَت اَم ُهَل َرِفُغ اًباَسِتْحاَو اًناَميِإ َناَضَمَر َماَص ْنَم
“Barangsiapa yang berpuasa karena Iman dan Ihtisaban diampuni dosa-dosa nya yang telah lampau”
(HR. Muslim) PUASA KARENA IMAN
Puasa karena Iman maksudnya adalah puasa yang benar-benar ikhlas karena Allah dan puasa yang meningkatkan keimanan dalam dirinya. :
1. Mempelajari ilmu-ilmu agama Islam
ّهّقَفُي اًرْيَخ ِهِب ُهللا ِدِرُي ْنَم--
“Barang siapa yang Allah menginginkan kebaikan padanya, niscaya Allah akan memahamkan dalam agama” (HR. Bukhori Muslim)
Sebaliknya, orang yang tidak cinta dengan ilmu agama, maka hal itu akan melemahkan imannya, sebuah ungkapan bahasa Arab menyebutkan:
ِةَياَدِهْلا يِف ِرْوّنلاَك ُمْلِعْل َأ
“Ilmu itu seperti cahaya yang memberi Hidayah”
2. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an
اًناَمْيِا ْمُهْتَداَز ٗهُتٰيٰا ْمِهْيَلَع ْتَيِلُت اَذِاَو
“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, niscaya Bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Allah mereka bertawakal” (QS. Al-Anfal : 2)
Bahkan di bulan Ramadhan Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah dan diajak untuk mentadarus Al-Qu’ran.
َنآْرُقْلا ُهُسِراَدُيَف َناَضَمَر ْنِم ٍةَلْيَل ّلُك يِف ُهاَقْلَي ُلِرْبِج َناَكَو
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasanya Malaikat Jibril menemui Nabi di setiap malam bulan Ramadhan, lalu mengajaknya mentadarus Al-Qur’an” (HR. Ahmad)
3. Mengamalkan amalan-amalan Sholeh
Puasa bulan Ramadan haruslah kita isi dengan amalan-amalan soleh, baik amalan yang bersifat qolbiah (hati), amalan lisan, maupun amalan badan. Diantara amalan-amalan hati adalah: ikhlas, sabar, tawakal, dsb. Rasulullah bersabda:
ٌءاَيِض ُرْبّصلا
“Sabar itu menjadi Cahaya” (HR. Muslim)
ُهّللاَو ُهّللا ّلِإ َهَََلِإ َلَو ِهّلِل ُدََْمَحْلاَو ِهّللا َناَحْب ََُس ٌعَََبْر َأ ِهّللا ىَلِإ ِمَلَكْلا ّبَحَأ . َتْأَدَب ّنِهّي َأِب َكّرُضَي َل. ُرَبْكَأ
“Ucapan yang paling dicintai Allah ada 4, yaitu: maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar. Tidak akan memudharatkan mu dengan yang mana saja kamu memulai” (HR. Bukhori Muslim)
ناَضَمَر يِف ٌةَقَدَص َلاَق ُلَضْفَأ ِةَقَدّصلا ّي َأَف َليِق
“Diriwayatkan dari Anas, Rasulullah SAW ditanya sedekah apa yang paling utama? Beliau menjawab; sedekah di bulan Ramadhan” (HR. Turmudzi)
PUASA KARENA IHTISABAN
Ihtisaban artinya menghitung. Puasa karena ihtisaban maksudnya adalah puasa yang dihayati dengan menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah puasa serta senantiasa menjaga kualitas puasa.
Diantara bentuk ihtisab dalam puasa adalah:
1. Menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa
Mengetahui batasan-batasan dalam puasa menjadikan seseorang hati-hati di dalam melakukan puasa.
ِهََيِف ََظّفَحَتَي ْنَأ ُهَََل يِغَبْنَي َناَك اّمِم ََظّفَحَتَو ُهَدوُدُح َفَرَعَو َناَضَمَر َماَص ْنَم
ُهَلْبَق َناَك اَمَرّفَك
“Diriwayatkan dari said Sa'id Al-Khudry, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya Serta menahan diri dari apa yang seharusnya iya menahan diri, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya yang terdahulu” (HR.
Ahmad).
2. Menjauhi kemaksiatan (Kedholiman)
Imam Malik pernah menasehati muridnya Imam Syafi'i
ةّيِصْعَمْلا ِةَمْلُظِب ُهْئِفْطُت َلَف اًرْوُن َكِبْلَق ىَلَع ىَطْعَأ ْدَق َهللا ىَرَأ يّنِا
“Sesungguhnya aku mengetahui bahwa Allah menurunkan cahaya (Nur) dalam hatimu, maka jangan kamu tutupi cahaya Allah dalam hatimu dengan berbuat maksiat”.
3. Menjauhi perkataan dan perbuatan dusta
Rasulullah SAW memperingatkan dalam sebuah sabdanya:
ُهَََماَعَط َعَدَََي ْن َأ يِف ٌةَجاَح ِهّلِل َسْيَلَف ِلْهَجلا َو ِهِب َلَمَعلا َو ِروّزلا َلْوَق ْعَدَي ْمَل ْنَم
ُهَباَر َشَو
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda: “barangsiapa tidak meninggalkan Perkataan dan perbuatan dusta dan bertindak bodoh, maka bagi Allah tiada guna ia meninggalkan makan dan minum” ( HR. Bukhari Daud).
4. Mengingat dosa dan memohon ampun kepada Allah
يّنَع ُفْعاَف َوْفَعْلا ّبِحُت ّوُفَع َكّنِإ ّمُهّللَا يِلْوُق
Aisyah berkata: ‘Wahai Rasulullah Maukah engkau memberitahu aku apa malam Lailatul qadar itu Dan apa yang harus aku baca malam-malam itu, rasulullah berkata: “Allahumma innaka Afuwwun tuhibbul afwa fa’fuanni” (Ya Allah,Engkau Dzat yang maha pemurah dan pemaaf, dan menyukai memberi maaf, maafkan aku” (HR. Nasa’I).
5. Memahami makna dan tujuan hidup
َنوُعَج ْرُت َل اَنْيَلِإ ْمُكّن َأَو اًثَبَع ْمُكاَنْقَلَخ اَمّنَأ ْمُتْبِسَحَف َأ
“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?” (QS. Al-Mukminun : 115)