Judul: Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV di SDI 72 Kepulauan Selayar. Judul Tesis : Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV SDI 72 Kepulauan Selayar. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV di SDI 72 Kepulauan Selayar.
Pengaruh pendekatan belajar mengajar kontekstual terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV di SDI 72 Kepulauan Selayar. Permasalahan pokok penelitian ini adalah pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV di SDI 72 Kepulauan Selayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap hasil belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV di SDI 72 Kepulauan Selayar.
Latar Belakang Masalah
Untuk memperbaiki rendahnya hasil belajar siswa di wilayah studi Masyarakat di SDI 72 Kepulauan Selayar, maka perlu dilakukan pendekatan belajar mengajar yang kontekstual, dimana pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas III SD Bandar Pacitan. Peningkatan hasil belajar siswa dicapai dengan mengoptimalkan sumber belajar dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) itu sendiri.
Begitu pula dengan hasil penelitian Cahya Khaerani (2015) “Pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Muhammadiyah 4 Tangerang. Hal senada juga diungkapkan oleh Pundhirela Kisnawaty (2013 ) “Peningkatan Hasil Belajar PKn melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pada Siswa Kelas IV SD Inpres Tinggi Mae Kabupaten Gowa” Berdasarkan uraian di atas penulis terdorong untuk melakukan penelitian dan kajian tentang “Pengaruh Terhadap Pembelajaran PKn”. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hakekat Pembelajaran PKn
Untuk memfasilitasi pembelajaran PKn yang efektif, dikembangkan bahan pembelajaran interaktif yang dikemas dalam berbagai paket seperti bahan pembelajaran cetak, rekaman, siaran, elektronik dan bahan pembelajaran yang diambil dari lingkungan masyarakat sebagai pengalaman langsung (hands on experience). 4) Keempat: Kelas kewarganegaraan sebagai laboratorium demokrasi. Acuan warga negara Indonesia yang baik dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah UUD 1945 yang penjabarannya tertuang dalam TAP MPR dan undang-undangnya (dalam hal ini UU Sisdiknas yang menjadi arahannya). semua program dan sistem pendidikan). Pembelajaran kewarganegaraan hendaknya dimaknai sebagai pemberian pengetahuan literasi politik-hukum, pengembangan jati diri warga negara Indonesia yang berkepribadian/budaya Indonesia, melatih warga negara Indonesia yang melek politik hukum dan budaya Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara modern. .
Menyerah berarti mengorbankan hakikat kodrat (keilahian) dan sosial politik peserta didik dan kehidupan bangsa kita. Pembelajaran kewarganegaraan tidak hanya mengukur kemampuan kognitif siswa berupa hafalan materi kewarganegaraan saja, namun yang lebih penting adalah pengembangan wilayah afektif, kecerdasan emosional, dan kecerdasan moral. Keberhasilan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan harus dibarengi dengan semangat bahwa guru harus berperan sebagai “agen perubahan” dan mendidik keluarga dan masyarakat, sehingga tercipta proses revitalisasi berfungsinya peran keluarga dan masyarakat.
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)
Suprijono (2016:98) menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual atau pembelajaran kontekstual (SOL) adalah suatu konsep yang membantu guru menghubungkan materi yang diajarkannya dengan situasi nyata dan mendorong siswa untuk menghubungkan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupannya. sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Hadi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh setiap guru dalam menggunakan SOL sebagai berikut. a) Siswa dalam pembelajaran kontekstual dipandang sebagai individu yang berkembang. Melalui proses refleksi, pengalaman belajar akan dimasukkan ke dalam struktur kognitif siswa yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari pengetahuan yang dimilikinya.
Sintaks pembelajaran CL (Collaborative Learning) dengan tahapan pembelajaran sebagai berikut: Tahap 1 Mengkomunikasikan tujuan dan memotivasi siswa Tahap 2 Menyajikan informasi. Sehubungan dengan pemanfaatan pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual, sebagai berikut. Guru mendorong siswa untuk mengungkapkan pengetahuan awalnya tentang masalah tersebut, kemudian pengetahuan awal siswa tersebut dijadikan acuan dalam penelitiannya.
Kerangka Pikir
Perlunya pendekatan pembelajaran kontekstual didasarkan pada kenyataan bahwa 1) belajar bukan sekedar menghafal, tetapi siswa mengkonstruksi atau mengorganisasikan pengetahuan dalam pikirannya, 2) anak belajar dari apa yang mereka catat sendiri dalam pikirannya, pola-pola bermakna dari yang baru. informasi yang ditangkapnya, 3) pengetahuan yang dimiliki seseorang terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam terhadap suatu permasalahan, 4) pengetahuan tidak dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian fakta atau pernyataan yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan yang berkaitan dengan situasi, 5) seseorang mempunyai tingkatan, kedalaman atau keluasan yang berbeda-beda dalam menyikapi sesuatu yang baru dan 6) seseorang mempunyai kecenderungan untuk mencari sesuatu yang bermanfaat baginya, dan ia akan mengeksplorasi apa yang bermanfaat itu. Oleh karena itu, upaya menggunakan pendekatan kontekstual dapat membantu guru dalam mengajarkan mata pelajarannya.
Defenisi Operasional Variabel
Hipotesis Penelitian
Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian
Desain Penelitian
Lokasi dan waktu Penelitian
Sumber Data
Sumber Data Sekunder
Sampel dari penelitian ini adalah kelas IV SDI 72 Semester 1 Kepulauan Selayar yang aktif pada tahun ajaran 2021/2022. Menurut Sugiyono, sampling jenuh adalah teknik pengambilan sampel dengan menggunakan seluruh anggota populasi sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila populasinya relatif kecil, kurang dari 10 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.
Alasan mengapa penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh adalah karena populasinya sedikit, sehingga sampel dalam penelitian ini menggunakan seluruh populasi yang dijadikan responden sebanyak 10 orang. Tes adalah suatu alat/prosedur yang digunakan untuk menentukan/mengukur sesuatu dengan menggunakan cara/aturan tertentu. Observasi adalah proses mengamati secara langsung suatu objek dalam lingkungan yang sedang berlangsung atau sedang berlangsung dengan menggunakan persepsi dalam urutan tertentu.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
Kriteria pengujiannya adalah jika x2hitung ≤ x2tabel dengan derajat kebebasan dk = (0-1) pada taraf signifikansi = 0,05, maka data dikatakan berdistribusi normal. Md = Rata-rata selisih post-test dan pre-test X1 = Hasil sebelum perlakuan (Pre-test) X2 = Hasil setelah perlakuan (post-test) d = Penyimpangan setiap mata pelajaran. X = banyaknya pembagian kuadrat n = subjek pada sampel Langkah-langkah mengajukan hipotesis adalah sebagai berikut: 1) Tentukan harga “MD” dengan menggunakan rumus.
Hasil Penelitian
Adapun untuk menentukan kompetensi hasil tes belajar kewarganegaraan siswa berdasarkan hasil pre-test dan post-test secara distributif disajikan pada tabel 4.4 di bawah ini. Merujuk pada penyajian data pada Gambar 4.1 memperlihatkan gambaran hasil belajar kewarganegaraan siswa, yang pada dasarnya menunjukkan bahwa hasil belajar kewarganegaraan siswa pada hasil penilaian post-test mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih baik dari siswa sebelumnya. hasil belajar (skor pre-test siswa dalam bidang kewarganegaraan). Dimana pada hasil belajar posttest siswa menunjukkan peningkatan hasil belajar yang jauh lebih baik dengan rata-rata tingkat ketuntasan siswa sebesar 100% atau kategori penilaian “sangat tinggi”, sedangkan pada hasil belajar pretest siswa hanya berada pada tingkat ketuntasan 10% atau dengan kategori peringkat "sedang".
Aktivitas Guru dalam Penerapan Model CTL
Aktivitas Murid dalam Penerapan Pendekatan CTL
- Uji Statistik
- Pengujian normalitas skor hasil belajar murid pada pretest a) Menentukan banyaknya kelas interval
- Pengujian normalitas skor hasil belajar murid pada postest a) Menentukan banyaknya kelas interval
- Pembahasan
- Saran
Karena harga (X2 hitung = 6,901) < (X2 tabel maka berdistribusi normal 3) Menguji normalitas hasil belajar siswa pada posttest a) Menentukan jumlah kelas interval. a) Menentukan jumlah kelas interval. Sesuai dengan hipotesis penelitian yaitu “Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Rekayasa Kontekstual Terhadap Hasil Belajar IPS Esai Deskripsi Siswa Kelas IV SDI 72 Kepulauan Selayar”. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Siswa Kelas IV di SDI 72 Kepulauan Selayar.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa yang diajar dengan pendekatan Contextual Teaching Learning pada pretest adalah 61 dan rata-rata nilai hasil belajar PKn siswa pada posttest adalah 78. Terlihat bahwa rata-rata nilai hasil belajar PKn siswa pada posttest adalah 78. hasil belajar pada posttest lebih tinggi dari rata-rata nilai rata-rata pada posttest. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa hasil belajar PKn siswa kelas IV SDI 72 Pulau Selayar sebelum diajar melalui pendekatan Contextual Teaching Learning berbeda dengan hasil belajar PKn setelah diajar.
Temuan penelitian tersebut didukung oleh penelitian relevan pertama yang dilakukan oleh Monika Guniasari (2017) dengan judul “Efektifitas Pendekatan Contextual Teching Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Identifikasi Cerita Anak Kelas V SD Gugus Ahmad Yani Kabupaten Kota Kudus ". Jadi kesimpulan yang diperoleh Ha diterima yaitu model CTL lebih efektif terhadap hasil belajar siswa mengenal cerita anak kelas V SD Gugus Ahmad Yani Kecamatan Kota Kudus. “Dampak Penggunaan Pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Negeri 1 Sumberagung”.
Memperhatikan hasil analisis deskriptif dan inferensial, terdapat peningkatan hasil belajar PKn siswa setelah diterapkan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) pada siswa kelas IV di SDI 72 Kepulauan Selayar. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan model Contextual Teaching Learning (CTL) terhadap hasil belajar PKn kelas IV SDI 72 Kepulauan Selayar. Pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual (CTL) terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Muhammadiyah Makassar.
Peningkatan hasil belajar IPS melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa kelas IV SD Inpres Tinggi Mae Kabupaten Gowa.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
OBSERVASI AKTIVITAS GURU
OBSERVASI AKTIVITAS MURID
HASIL PENGOLAHAN DATA
DOKUMENTASI PENELITIAN
Tidak terlaksana 2. Terlaksana sebagian
Beri tanda centang ( ) pada kolom indikator penilaian berdasarkan hasil pengamatan anda mengenai pemberdayaan guru dalam mengajar yang dilakukan melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching Learning (CTL) pada lembar observasi guru berikut ini. Beri tanda centang ( ) pada kolom indikator penilaian berdasarkan pengamatan Anda terhadap aktivasi pembelajaran guru. Beri tanda centang ( ) pada kolom indikator penilaian berdasarkan pengamatan anda terhadap aktivasi belajar siswa.
Centang ( ) pada kolom indikator evaluasi berdasarkan hasil observasi anda terhadap aktivasi belajar siswa yang dilakukan dengan pendekatan Contextual Teaching (CTL) pada lembar observasi siswa berikut ini. Beri tanda ( ) pada kolom indikator evaluasi berdasarkan hasil pengamatan anda mengenai aktivasi belajar siswa yang dilakukan dengan pendekatan pengajaran kontekstual (CTL) pada lembar observasi siswa berikut!
Pengujian normalitas skor hasil belajar murid pada pretest f) Menentukan banyaknya kelas interval
Sedangkan pada tabel chi-kuadrat dengan derajat kebebasan (dk) 6-1=5 dan tingkat kesalahan 5% diperoleh (tabel X2) sebesar 11,070. Karena harga (X2 hitung = 6,901) < (X2 tabel maka berdistribusi normal 2) Uji normalitas skor hasil belajar siswa pada post test f) Penentuan jumlah kelas interval.
Pengujian normalitas skor hasil belajar murid pada postest f) Menentukan banyaknya kelas interval
Sedangkan pada tabel chi square dengan derajat kebebasan (dk) 6-1=5 dan tingkat error 5% (tabel X2) diperoleh 41,078.
Uji Normalitas Data
Uji Hipotesis Statistik Independent Sample T-Test