PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kegiatan hubungan pers yang dilakukan Perum Bulog dapat memperbaiki citra buruknya di masyarakat. 7 Apakah hubungan pers dapat mempengaruhi upaya peningkatan citra Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur?
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
Memahami kegiatan press Relations sebagai upaya meningkatkan citra Badan Usaha Logistik (BULOG) Divisi Regional Jawa Timur. Memberikan informasi terkait kegiatan Press Relations sebagai upaya meningkatkan citra Badan Usaha Logistik (BULOG) Divisi Regional Jawa Timur.
Definisi Konsep
- Aktivitas Pers Relation
- Upaya Memperbaiki Citra
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi BULOG dalam upaya meningkatkan citranya melalui Press Relations.
Metode Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Fokus Penelitian
- Sumber Informasi
- Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini akan dilakukan di Badan Urusan Logistik (BULOG) Divisi Regional Jawa Timur yang beralamat di Jl. Teknik wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai kegiatan Press Relations terhadap upaya meningkatkan citra BULOG Divisi Regional Jawa Timur.
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Namun, ketika siaran pers berada di tangan redaksi media massa, profesional PR tidak mempunyai kendali atas keputusan untuk mempublikasikan pesan yang dikirimkan atau tidak. 13 Jadi banyak hal yang perlu diperhatikan, sehingga penulis tertarik untuk mengkaji secara ilmiah bagaimana kegiatan PR memanfaatkan press release untuk membentuk image positif di mata masyarakat, karena banyak sekali opini masyarakat yang belum terbukti. menjadi benar. Hal ini memang akan menimbulkan opini-opini negatif terhadap Pemerintah Provinsi Riau, sehingga dengan menyebarkan berita, kebijakan dan tanggapan melalui siaran pers diharapkan masyarakat mendapat informasi yang faktual dan akurat.
Kerangka Konseptual Penelitian
Aktivitas Pers Relations
- Aktivitas
- Pers Relations
- Fungsi Pers Relations
- Bentuk-bentuk Pers Relations
- Tahapan Pers Relations
- Tujuan dan Manfaat Pers Relations
Dari uraian kegiatan Humas di atas, peneliti berpendapat bahwa meneliti kegiatan Humas Perum BULOG dalam menciptakan citra positif merupakan salah satu cara untuk mengetahui kegiatan Humas di Perum BULOG. Salah satu kegiatan humas dalam memberikan informasi kepada masyarakat/masyarakat agar memperoleh dukungan dan kepercayaan masyarakat adalah kegiatan kehumasan (media Relations). Hubungan baik yang dibangun antara humas dengan media massa (lembaga media dan jurnalis) bukanlah tujuan utama kegiatan humas yang dilakukan oleh humas.
Tujuan utama dari Press Relations adalah menciptakan hubungan baik antara perusahaan dengan para pemangku kepentingannya guna menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan atau organisasi tersebut. Hubungan pers atau yang sering disebut dengan hubungan pers adalah upaya untuk mengupayakan publikasi atau penyiaran secara maksimal suatu pesan atau informasi PR guna menciptakan pengetahuan dan pemahaman di kalangan masyarakat organisasi bisnis yang bersangkutan. Frank Jefkins mengkategorikan Press Relations dalam pengertian yang sama dengan press Relations, yaitu upaya publikasi secara maksimal atas suatu pesan atau informasi guna menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Menurut Glen Griswold, pengertian fungsi humas itu sendiri merujuk atau merujuk pada fungsi humas secara keseluruhan. Dalam menjalin hubungan dengan media (media Relations) perlu dipahami tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, beberapa tahapan dalam media Relations adalah sebagai berikut: (Darmastuti. 23 Kesimpulan peneliti mengenai tahapan-tahapan media Relations oleh karena itu berkaitan dengan Perum Pers Perusahaan BULOG Kegiatan relasi dalam membangun citra Mengetahui bagaimana tingkatan media relasi di Perum BULOG sangatlah bermanfaat.
Upaya Memperbaiki Citra
- Upaya
- Memperbaiki
- Citra
- Pengertian Citra
- Jenis Citra
- Model Pembentukan Citra
- Mempertahankan Citra yang Sudah Terbangun
- Menguatkan dan Mempertahankan Citra ketika Berada
- Perusahaan
- Citra Perusahaan
- Manfaat Citra bagi Perusahaan
Bill Canton dalam Sukatendel mengatakan bahwa: “citra adalah kesan, perasaan, citra masyarakat terhadap suatu perusahaan; kesan yang sengaja diciptakan terhadap suatu objek, orang, atau organisasi.” Menurut Philip Henslowe dalam Sukatendel “citra adalah suatu kesan yang diperoleh dari tingkat pengetahuan dan pemahaman terhadap fakta (tentang orang, produk atau situasi).” Sedangkan Frank Jefkins dalam Soemirat dan Elvinaro Ardianto mendefinisikan “citra sebagai suatu kesan, gambaran atau gambaran yang akurat. kesan (sesuai dengan kenyataan sebenarnya) mengenai berbagai kebijakan, personalia, produk atau jasa suatu organisasi atau perusahaan.” Menurut Siswanto Sutojo yang dikutip dalam buku “Handbook of Public Relations” karya Ardianto, citra perusahaan dianggap sebagai persepsi masyarakat terhadap jati dirinya. dari perusahaan atau organisasi.
Definisi yang dijelaskan oleh Frank Jefkin, peneliti berpendapat bahwa jenis citra merupakan suatu pandangan berbeda terhadap suatu organisasi atau perusahaan yang patut dikaji oleh para praktisi humas karena humas sangat berkaitan dengan masalah reputasi atau citra. Danasaputra mengatakan dengan melakukan riset citra, perusahaan dapat mengetahui secara pasti sikap masyarakat terhadap organisasi dan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Unsur-unsur perseroan yang diperoleh dari keahlian dan undang-undang nomor 3 tahun 1982 dan undang-undang nomor 8 tahun 1997 adalah a.
Perusahaan Dagang (perusahaan), suatu perusahaan yang kegiatannya di bidang jual beli barang atau pedagang suatu barang, meskipun barang tersebut berasal dari produsen dan menjualnya kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk atau mutu barang yang diperjualbelikan. , begitu pula perusahaan dagang atau pedagang grosir dan perusahaan ekspor Impor. Perusahaan jasa, yaitu suatu perusahaan yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pemberian jasa kepada konsumen dengan tujuan memperoleh penghasilan berupa imbalan jasa. Perusahaan Pertambangan (Ekstraktif) adalah suatu perusahaan yang kegiatan usahanya meliputi pengambilan atau ekstraksi barang-barang yang disediakan oleh alam.
DESKRIPSI UMUM PERUSAHAAN
- Gambaran Umum Perum Bulog
- Sejarah Perkembangan Perum Bulog
- Peralihan Menuju Perum
- Visi dan Misi Perum Bulog
- Visi
- Misi
- Logo Perum Bulog
- Nilai-nilai Perum Bulog
- Struktur Organisasi Perum Bulog
- Produk Perum Bulog Jawa Timur
Daging: Kegiatan perdagangan daging sapi impor dilakukan oleh Perum BULOG untuk menstabilkan harga daging sapi dalam negeri. Pemberitaan negatif yang melanda Perum BULOG akhir-akhir ini adalah pemberitaan buruknya kualitas Raskin yang beredar di masyarakat. Dengan membesarnya pemberitaan tersebut, citra Perum Bulog menjadi negatif di mata masyarakat.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan peneliti, maka peneliti dapat menganalisis kegiatan media Relations sebagai upaya meningkatkan citra Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur. Dalam upaya meningkatkan citranya melalui kegiatan media Relations, Humas Perum Bulog tidak berperan sendirian, namun berbagai pihak turut berperan, antara lain: Berikut beberapa kegiatan kehumasan yang dilakukan Perum Bulog dalam menyikapi isu-isu negatif yang beredar di masyarakat.
Dalam upaya memperbaiki citranya, diperlukan strategi yang baik bagi Perum Bulog agar citranya yang sudah terpuruk dapat diperbaiki di mata masyarakat. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan press Relations merupakan upaya peningkatan citra yang dilakukan Perum Bulog Divre Jawa Timur dalam menyikapi permasalahan yang beredar di masyarakat. 8 Faktor apa saja yang mempengaruhi upaya peningkatan citra Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur?
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
Analisis Data
Bab ini akan menyajikan data-data hasil penelitian yang diperoleh dari wawancara dengan peneliti, yang dikumpulkan oleh peneliti dan analisisnya. Dengan membaca hasil penelitian ini maka kita akan memperoleh gambaran, jawaban dan kesimpulan dari rumusan masalah peneliti yaitu. “Bagaimana kegiatan media Relations dalam upaya meningkatkan citra Badan Urusan Logistik (BULOG) Diswil Jatim (dalam studi kasus beras Bulog kualitas buruk)?”
Data yang diperoleh dalam penelitian kualitatif merupakan data deskriptif yang diperoleh dari wawancara dengan peneliti. Identitas subjek penelitian sangat diperlukan dalam penelitian, hal ini penting karena subjek penelitian adalah pemberi data yang kemudian diolah sesuai dengan analisis yang kita inginkan dalam penelitian. 57 Berikut ini penulis akan membahas dan menganalisis hasil penelitian dari pengumpulan data yang diperoleh baik dari wawancara maupun observasi yang dilakukan penulis di Perum Bulog Divre Jatim.
Sesuai dengan judul dan rumusan masalah yang dirumuskan, pengumpulan data dilakukan terhadap orang-orang yang berkompeten langsung pada bagian tersebut yaitu responden penelitian diantaranya Andrew Ramadhan Shahab, S. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran, jawaban dan kesimpulan dari masalah yang dirumuskan. . Menjaga hubungan baik dengan orang-orang dari profesi di luar organisasi yang bersangkutan untuk memperluas jaringan dengan dunia media massa.
Isu-isu Negatif Perum Bulog yang Menyebabkan Citra Menjadi
Buruknya kualitas peredaran Raskin di masyarakat kemudian menjadi perhatian setelah dimuat di berbagai media, baik elektronik maupun non-elektronik. Warga penerima Raskin merasa sangat kecewa dan segera mengembalikan beras tersebut ke kantor desa setempat. Setelah menemukan beras yang tidak layak konsumsi, DPRD Banyuwangi langsung melakukan sidak ke Bulog Subbag Banyuwangi.
Aktivitas Pers Relation Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur
Perum Bulog akan melakukan penggantian beras yang tidak layak pakai dalam waktu maksimal 2x24 jam setelah beras diterima warga. Siaran pers atau press release adalah tulisan yang ditulis oleh suatu organisasi/lembaga untuk menginformasikan kegiatannya, baik yang dilakukan maupun yang akan dilakukan. Sedangkan konferensi pers merupakan pertemuan dengan wartawan karena diundang oleh suatu organisasi/lembaga untuk hadir.
Hal ini diperlukan untuk menyampaikan atau mengoreksi isu-isu keliru yang beredar di masyarakat. Hubungan pers tidak hanya dilakukan pada saat Perum Bulog menghadapi permasalahan negatif yang membuat citranya buruk, namun di Perum Bulog, hubungan pers juga dilakukan secara rutin pada awal tahun. Hubungan pers rutin diadakan untuk mengevaluasi kinerja Bulog dalam satu tahun terakhir dan juga untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai inovasi dan hasil kerja yang dilakukan Perum Bulog.
Menanggapi temuan terkait buruknya kualitas Raskin yang beredar di masyarakat, Humas Subbagian Bulog di masing-masing daerah mengatakan, pihaknya siap menggantinya jika masyarakat menilai Raskin tidak layak konsumsi. Berbagai media elektronik dan cetak kerap diundang langsung untuk meliput berbagai acara yang digelar Bulog. Dengan begitu, media akan menjadi akrab dan nyaman ketika setiap aktivitas yang dilakukan Bulog diliput.
Upaya Perbaikan Citra
Diperlukan strategi hubungan pers untuk mencoba membentuk citra positif, dimana media mempunyai peranan penting yang dapat membantu Perum BULOG dalam membentuk citra positif di mata masyarakat, karena media mempunyai kekuatan yang besar, dimana hal tersebut menjadi hal yang diperhatikan. penting oleh media akan dianggap penting oleh masyarakat, begitu pula sebaliknya. Dengan terjalinnya hubungan media yang baik antara Humas Perum BULOG dengan media, diharapkan Perum BULOG mampu menahan pemberitaan negatif yang berkembang dalam upaya membentuk citra positif perusahaan di mata masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai kegiatan press Relations sebagai upaya meningkatkan citra Bulog Divre Jatim, maka peneliti dapat memberikan saran.
Diharapkan penelitian ini mampu memberikan informasi dan wawasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang ilmu komunikasi yang berkaitan dengan kegiatan hubungan pers untuk meningkatkan citra institusi. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan sebagai khazanah atau referensi bagi peneliti selanjutnya yang mempunyai relevansi terkait dengan penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi benchmark bagi institusi lain yang melakukan kegiatan press Relations terkait peningkatan citra.
Kegiatan kehumasan sebagai upaya meningkatkan citra Bulog Divisi Regional Jawa Timur (studi kasus beras Bulog kualitas buruk).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Mengatasi masalah ini dengan cepat berarti masyarakat dapat mengembalikan beras yang jelek dan rusak.
Saran