Sidenreng Rappang dari aspek keimanan (2) Mengetahui hasil akulturasi budaya Maccera Manurung dengan nilai-nilai ajaran Islam di kabupaten Saoraja. 3) Memahami revisi pendidikan Islam terhadap budaya Maccera Manurung di kabupaten Saoraja. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam tentang akulturasi budaya Maccera Manurung dengan nilai-nilai ajaran Islam di Saoraja Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang dalam ikhtisar pendidikan Islam. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penelitian ini akan fokus pada akulturasi budaya Maccera Manurung dengan nilai-nilai ajaran Islam di distrik Saoraja. Kecamatan Kulo.
Penelitian ini mengkaji budaya Maccera Manurung dan hasil akulturasinya dengan nilai-nilai ajaran Islam dalam perspektif pendidikan Islam. Manfaatnya bagi masyarakat adalah bertambahnya pengetahuan tentang tradisi yang diwariskan secara turun temurun yaitu akulturasi budaya “maccera manurung” dengan nilai-nilai ajaran Islam: Tinjauan Pendidikan Islam. Hal ini berkaitan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini mengenai akulturasi budaya Maccera Manurung dengan nilai-nilai ajaran Islam di wilayah Saoraja. Kecamatan Kulo.
34; Tau Tau dalam Ritual Tradisi Maccera Manurung di Desa Pasang Kabupaten Enrekang.” EDUMASPUL (Jurnal Pendidikan) Vol 4 No.2 (2020). Dan yang baru dari penelitian saya dari penelitian terdahulu adalah pembahasan dan penemuan akulturasi budaya Maccera Manurung budaya dengan nilai – nilai ajaran Islam menggunakan tinjauan pendidikan Islam yang menghubungkan keimanan, ibadah dan akhlak Suherman dan Mulyadi.Tau Tau dalam ritual tradisi Maccera Manurung di Desa Pasang Kabupaten Enrekang.
32 Suherman og Mulyadi, Tau Tau i ritualet for Maccera Manurung-traditionen i Pasang Village, Enrekang Regency, Vol.
Ajaran Islam
Dalam hal ini kebudayaan Maccera Manurung dapat dikategorikan sebagai upacara ritual dalam konteks keagamaan. Menurut Lestari, Maccera Manurung merupakan rangkaian kegiatan atau pelaksanaan berupa pembelian hewan dalam rangka memperingati kehadiran To Manurung, sekaligus sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat yang diberikan. 62 Ritual adat Maccera Manurung ini tidak hanya dilakukan di satu desa saja, namun masih ada beberapa desa yang sering melaksanakannya, yang tak lain adalah kelompok keluarga dari beberapa desa tersebut.
Yang membedakan upacara adat Maccera Manurung di satu desa dengan yang dilakukan di desa lain adalah dari segi waktu, prosesi dan benda peninggalan (benda Manurung) yang dijadikan perlengkapan atau properti simbolik dalam pelaksanaannya. Menurut keyakinan dan kepercayaan masyarakat, dengan diadakannya upacara maccera manurung maka warga akan selamat dan mendapat keberkahan dari Tuhan. Keyakinan tersebut di atas dilandasi oleh agama Islam, bahwa nikmat keselamatan, keberhasilan panen dan lain sebagainya sungguh merupakan nikmat dari Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri dengan diadakannya upacara adat.
Harun Nasution menyatakan Islam dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pengajaran dan kelompok non-pengajaran. Kelompok belajar dasar adalah sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan al-Hadits, kelompok belajar non-dasar adalah penafsiran atau penjelasan terhadap ajaran dasar, dan kelompok non-belajar dapat mencakup sejarah, budaya, pranata sosial yang datang kepada kita. Islam sebagai hasil perkembangan Islam dalam sejarah.63.
Pendidikan Islam
Mengoptimalkan potensi manusia melalui kegiatan pendidikan Islam sebagai persiapan menghadapi kehidupan dunia dan kehidupan setelah kematian.65. Lebih lanjut pandangan lain menyebutkan bahwa pendidikan Islam pada dasarnya adalah upaya normatif (sesuai dengan ajaran, nilai, dan norma Islam) untuk membantu/membantu proses pengembangan religiusitas seseorang (sebagai manusia) dan/atau keberagaman suatu bangsa. kesatuan sosial (sebagai kehidupan bermasyarakat) menuju tingkat religiusitas yang lebih tinggi, baik dan benar.66 Pernyataan ini memandang bahwa pendidikan Islam ditonjolkan pada reformulasi dan rekonstruksi ilmu pengetahuan dan pengamalan ajaran Islam secara normatif dan masif, yang menjadi inspirasi dan refleksi diri dalam pengembangan potensi sifat religius seseorang. Pendidikan Islam merupakan upaya untuk mengembangkan, mendorong dan mengajak manusia agar lebih maju berdasarkan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang luhur sehingga terbentuk pribadi yang lebih baik.
65 Abdul Halik, Paradigma Pendidikan Islam dalam Transformasi Sistem Kepercayaan Tradisional, Jurnal Kajian Pendidikan: Vol XIV no. 2, hal. 66 Muhaimin, Refleksi Keagamaan dan Zikir Kontekstual: Tambahan Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Universitas, (Cet. I; Jakarta: Rajawali Press, 2014), hal. Sistem pendidikan ini kemudian dipahami dan dikembangkan berdasarkan nilai-nilai fundamental ajaran Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadits, dan diwujudkan dalam bentuk pemikiran dan teori pendidikan.
Dalam penelitian ini alur kerangka konseptual merupakan sintesa hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah diuraikan kemudian dianalisis secara sistematik sehingga menghasilkan sintesa antar variabel yang diteliti. 67Ali Maksum & Luluk Yunan Ruhendi, Paradigma Pendidikan Universal di Era Modern dan Pasca Modern: Mencari “Visi Baru” atas “Realitas Baru” Pendidikan Kita (Yogyakarta: IRCiSoD, 2004), hal. Kerangka konseptual di atas jelas menunjukkan bahwa penelitian ini fokus pada akulturasi budaya Maccera Manurung dan hubungannya dengan nilai-nilai pendidikan Islam: Tinjauan Pendidikan Islam.
METODE PENELITIAN
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
- Teknik Pengujian Keabsahan Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan Hasil Penelitian 93
Perkembangan budaya maccera manurung dilihat dari aspek kepercayaan yaitu pada zaman dahulu masyarakat Kulo dan sekitarnya mempunyai kepercayaan. Terkait dengan perkembangan budaya Maccera Manurung, masyarakat Kulo sudah mempunyai keyakinan baik yang sesuai dengan pedoman ajaran Islam. Dalam hal ini acara Maccera Manurung dapat dijadikan sebagai ujung tombak untuk melestarikan kearifan lokal yang ada di daerah tersebut dengan mengenalkan akidah dan hukum yang sejalan dengan ajaran Islam yang berlaku, sehingga dapat dijadikan pedoman untuk kehidupan yang lebih baik di masyarakat. wilayah. masa depan.
Dalam penyelenggaraan acara Maccera Manurung, nilai-nilai yang terkandung dalam acara Maccera Manurung adalah terjalinnya silaturahmi, terjalinnya hubungan kekeluargaan yang erat, berbagi dengan masyarakat Kulo lainnya yang kurang mampu. Kesimpulannya, acara maccera manurung ini diadakan oleh masyarakat setempat sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki melimpah yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam hal ini ada beberapa nilai yang terkandung dalam acara Maccera Manurung yaitu nilai spiritual, nilai sosial dan nilai estetika.
Oleh karena itu tetap dijaga dan selalu dipentaskan oleh masyarakat setempat, karena sesuai nilai-nilai dalam tradisi acara Maccera Manurung sangat penting untuk dilestarikan. Ritual adat Maccera Manurung ini bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT kesejahteraan manusia dan kesuburan tanah untuk panen. Nilai-nilai sosial yang ditampilkan dalam acara Maccera Manurung antara lain nilai kebersamaan atau kekompakan dan nilai kesederhanaan.
Kebersamaan juga tercipta dengan makan bersama tanpa ada perbedaan kasta dan kedudukan, artinya semua orang setara dalam acara maccera manurung. Bahkan kesenian tradisional yang dimainkan masyarakat yang hadir pada acara tersebut adalah mattojang (ayunan), mappadendang (batang masik) dan pinang panjat membuat acara maccera manurung semakin ramai dikunjungi masyarakat dari luar daerah. Sehingga dengan adanya acara Maccera Manurung ini akan meningkatkan hubungan silaturahmi dengan masyarakat yang hadir pada acara tersebut.
Padahal, tradisi acara Maccera Manurung adalah mengumpulkan orang-orang untuk bertemu dengan tujuan saling bersilaturahmi guna menjalin silaturahmi. Hasil akulturasi budaya Maccera Manurung dengan nilai-nilai ajaran Islam di Saoraja Kecamatan Kulo Kabupaten Sidenreng Rappang yaitu akulturasi budaya Maccera Manurung yang sejalan dengan perkembangan agama sehingga lahirlah budaya Maccera Manurung. sebagai hiburan tradisional yang di dalamnya tercipta nilai-nilai Islami dalam hiburan tradisional berupa rasa syukur atas hasil panen, kelimpahan dan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Dalam hal ini acara Maccera Manurung dapat dijadikan sebagai pedoman untuk melestarikan kearifan lokal yang ada di daerah tersebut dengan menerapkan akidah dan hukum yang sejalan dengan ajaran Islam yang sah, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk masa depan yang lebih baik. kehidupan. kehidupan.
Implikasi 112
Gambaran umum pendidikan Islam terkait budaya maccera manurung di Saoraja Kecamatan Kulo Kabupaten Sidrap yaitu menjalin dan mempererat tali silaturahmi yang baik antar sesama manusia ketika saling bertemu, baik keluarga dekat maupun keluarga jauh, sehingga ketika semua orang berkumpul. dan makan bersama mereka akan membentuk keluarga yang kuat.
Rekomendasi
34;Tau Tau dalam Ritual Adat Maccera Manurung di Desa Pasang Kabupaten Enrekang." EDUMASPUL (Jurnal Pendidikan) Vol 4 No.2. 34;Tinjauan Sosial Budaya Makna Filosofis Tradisi Upacara Adat Maccera Manurung Sebagai Aset Budaya Nasional Yang Harus dilestarikan.” Haryanto Maccera Kegiatan Manurung di Saoraja Kulo yang diperingati setiap tahunnya mengalami perkembangan karena keyakinan masyarakat telah berubah.
3 Jumiati Maccera Manurung yang dilaksanakan setiap bulan November pada minggu kedua, dimana acara ini mengalami perkembangan. Andi Manga AP Maccera Manurung yang setiap tahunnya selalu diperingati oleh masyarakat Kulo, mengalami perkembangan. 8 Andi Gusna Ida S.P Dalam pelaksanaan acara maccera manurung yang telah dilaksanakan secara turun temurun ini mengalami perkembangan.
Berbagi kepada sesama (yang kurang beruntung) dalam budaya maccera manurung ini merupakan salah satu nilai dalam ajaran Islam. Karena hasil akulturasi budaya Maccera Manurung sesuai dengan ajaran Islam, maka terjalinlah hubungan persahabatan yang baik dalam acara ini. 1 Andi Rahim Amin Dalam melaksanakan acara Maccera Manurung nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah terjalinnya silaturahmi, terjalinnya hubungan kekeluargaan yang erat, dan memperlakukan hewan dengan baik sebelum disembelih merupakan perilaku yang baik sebagaimana yang dianjurkan dalam ajaran. agama Islam.
Nilai dari acara Maccera Manurung adalah saling datangnya sanak saudara dari jauh untuk saling bertemu dan berbagi rejeki dalam acara tersebut dengan tetap bersilaturahmi. Sebab nilai dari acara Maccera Manurung adalah saudara-saudara yang datang dari jauh untuk saling bertemu dan berbagi rejeki dalam acara tersebut dengan tetap bersilaturahmi.