• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTANSI KOMPARATIF DI NEGARA EROPA

N/A
N/A
Salsabillah Salma

Academic year: 2024

Membagikan "AKUNTANSI KOMPARATIF DI NEGARA EROPA "

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Akuntasi Komparatif di Negara Negara

Eropa

Disusun Oleh : Wanda Friska Maulany

(2134031054)

(2)

Beberapa pengamatan tentang standar dan praktik akuntansi

Standar akuntansi adalah regulasi yang mengatur pengolahan laporan keuangan, di mana praktik akuntansi bisa menyimpang karena beberapa alasan, seperti :

• lemahnya penegakan hukum atau perusahaan yang melaporkan lebih dari yang diwajibkan.

• Proses penyusunan standar melibatkan sektor swasta (profesi akuntansi, pengguna laporan) dan sektor publik (pemerintah, petugas pajak), dengan peran yang berbeda di setiap negara.

• Hubungan antara standar dan praktik akuntansi bersifat dinamis, dan tekanan pasar dapat memengaruhi praktik dan standar.

Ada dua pendekatan akuntansi: penyajian wajar (umumnya di negara hukum berevolusi) dan pemenuhan legal (di negara hukum berkode), dengan perbedaan dalam peran audit di masing- masing sistem.

(3)

IFRS Dalam Uni Eropa

02

(4)

IFRS dalam uni eropa

Laporan keuangan, khususnya laporan gabungan, di Uni Eropa mengikuti kewajaran penyajian. Sejak 2002, Uni Eropa mewajibkan perusahaan yang terdaftar untuk menggunakan IFRS mulai 2005, dan negara anggota dapat memperluas aturan ini ke perusahaan pribadi. Meskipun IFRS diterapkan, terdapat perbedaan dalam penggabungan laporan. Pemahaman akuntansi di Eropa memerlukan pemahaman terhadap IFRS dan aturan lokal, dan banyak perusahaan lebih memilih mengikuti aturan lokal karena dianggap lebih sesuai atau tidak terlalu kompleks.

Laporan Keuangan

Laporan keuangan IFRS mencakup neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan penjelasan. Catatan harus memuat kebijakan akuntansi, penilaian manajemen, serta asumsi dan ketidakpastian estimasi. Informasi komparatif diperlukan hanya untuk periode sebelumnya, dan laporan keuangan entitas induk tidak wajib. Penggabungan dilakukan berdasarkan kontrol, mencakup semua cabang meskipun kontrol bersifat sementara. Kewajaran penyajian diwajibkan, dan pengesampingan IFRS hanya diperbolehkan dalam situasi sangat jarang dengan pengungkapan dampaknya.

(5)

Patokan Akuntansi

Dalam IFRS, kombinasi bisnis dianggap sebagai pembelian, dengan goodwill dihitung sebagai selisih antara harga pasar pertimbangan dan nilai aset serta kewajiban. Goodwill diuji tahunan untuk penurunan nilai, sedangkan goodwill negatif diakui sebagai pendapatan. Investasi

dalam perusahaan gabungan menggunakan metode ekuitas, dan asosiasi merujuk pada entitas dengan pengaruh signifikan (minimal 20% kepemilikan).

Translasi laporan keuangan operasi asing bergantung pada mata uang fungsional, dengan metode tergantung pada kesamaan mata uang dan inflasi. Aset dinilai berdasarkan harga perolehan atau pasar, dengan revaluasi rutin jika menggunakan metode pasar. Depresiasi dihitung berdasarkan umur pakai. Biaya riset dibebankan langsung, sementara biaya pengembangan dikapitalisasi setelah kelayakan ditentukan.

Pinjaman keuangan dikapitalisasi dan diamortisasi, sedangkan pinjaman operasional

dibebankan sistematis. Provisi diakui untuk kewajiban yang dapat diperkirakan, sementara kewajiban bersyarat diungkapkan dalam catatan. Pajak tangguhan dihitung dengan metode kewajiban berdasarkan perbedaan sementara antara aset/utang dan dasar pajaknya.

IFRS dalam uni eropa

(6)

SISTEM AKUNTANSI

KEUANGAN LIMA NEGARA

(7)

1. Perancis

Prancis adalah pelopor dalam kesamaan akuntansi dengan pengesahan Plan Comptable General pada 1947, yang terus direvisi, termasuk oleh pengaruh Uni Eropa. Plan ini mencakup prinsip laporan

keuangan, aturan valuasi, dan daftar akun standar yang diterima luas karena sesuai dengan kebutuhan pajak dan statistik. Akuntansi di Prancis dipengaruhi oleh Code de Commerce dan undang-undang

perpajakan. Undang-Undang dan Dekrit Akuntansi 1983 mewajibkan Plan Comptable General bagi semua perusahaan. Perusahaan juga harus membuat panduan akuntansi yang merinci sistem dan prosedur akuntansi, dengan pengeluaran bisnis hanya dapat dikurangi pajaknya jika tercatat dalam laporan tahunan.

Prancis memiliki lima lembaga utama yang terlibat dalam penyusunan standar akuntansi:

1. CNC, yang memberikan rekomendasi akuntansi;

2. CRC, yang mengubah rekomendasi CNC menjadi regulasi;

3. AMF, yang mengawasi pasar keuangan dan kepatuhan laporan perusahaan;

4. OEC, yang mewakili akuntan publik; dan 5. CNCC, yang mewakili auditor resmi.

(8)

1. Perancis

Laporan Keuangan

Perusahaan di Prancis wajib menyusun laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba rugi, catatan laporan keuangan, laporan direktur, dan laporan auditor. Perusahaan di atas ukuran tertentu harus diaudit, sedangkan perusahaan besar juga harus menyusun dokumen terkait pencegahan kebangkrutan dan laporan sosial. Laporan arus kas sering disertakan meskipun tidak wajib. Laporan keuangan harus disiapkan dengan akuntabilitas yang baik dan mencakup catatan kaki rinci. Laporan direktur merangkum aktivitas dan hasil perusahaan selama lima tahun terakhir, dan perusahaan dengan 300 karyawan atau lebih wajib menyusun laporan keuangan sosial mengenai kondisi kerja dan hubungan industri, namun laporan ini tidak diberikan kepada publik kecuali secara sukarela.

Patokan Akuntasi

Perusahaan terdaftar di Prancis wajib mengikuti IFRS untuk laporan keuangan gabungan, sementara perusahaan tidak terdaftar dapat memilih untuk menggunakannya. Semua perusahaan harus mematuhi regulasi akuntansi untuk perusahaan pribadi, yang penting untuk pembagian dividen dan penghitungan pajak. Aset berwujud umumnya dinilai berdasarkan nilai perolehan; revaluasi diperbolehkan namun jarang dilakukan karena pajak. Depresiasi aset mengikuti ketentuan pajak dengan metode garis lurus atau saldo menurun, dan tambahan depresiasi bisa dicatat sebagai beban luar biasa.

Persediaan dihitung dengan metode FIFO atau rata- rata tertimbang, berdasarkan nilai terendah atau nilai yang dapat dicapai.

(9)

2. Jerman

1. Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Pada 2004, Financial Accounting Control Act mendirikan Financial Reporting Enforcement Panel (FREP) untuk memastikan kepatuhan laporan keuangan terhadap standar Jerman dan IFRS. Jika ada masalah, BaFin, otoritas pengawas publik, akan menindaklanjuti. Auditor di Jerman terbagi menjadi dua kelompok: Wirtschaftsprufer (WP) untuk perusahaan besar dan Vereidigte Buchprufer untuk perusahaan kecil dan menengah. Audit di Jerman fokus pada kepatuhan hukum.

Akuntansi Jerman mengalami perubahan besar setelah Perang Dunia II, dengan fokus awal pada daftar akun nasional dan seksional. Pada 1970-an, Uni Eropa mendorong harmonisasi melalui Comprehensive Accounting Act 1985. Pada 1998, undang-undang baru memperbolehkan

penggunaan standar internasional dan akuntansi sektor swasta. Akuntansi Jerman mengutamakan perlindungan kreditor, dengan penilaian aset yang konservatif dan aturan pajak yang dominan.

Perubahan signifikan juga terjadi melalui Corporation Law 1965 yang mengadopsi prinsip Inggris- Amerika untuk perusahaan besar.

(10)

Undang-undang Jerman mengatur persyaratan akuntansi, audit, dan laporan keuangan berdasarkan ukuran perusahaan (kecil, menengah, besar), bukan bentuk organisasi. Laporan keuangan mencakup neraca, laporan laba rugi, catatan, laporan manajemen, dan laporan auditor.

Perusahaan kecil dibebaskan dari audit dan diperbolehkan menyusun laporan singkat. Laporan keuangan gabungan diwajibkan untuk perusahaan di bawah manajemen gabungan.Laporan auditor kepada dewan direksi perusahaan besar berisi analisis mendalam dan faktor risiko. Perusahaan dapat menggunakan IFRS untuk laporan keuangan gabungan, tetapi laporan keuangan perusahaan

pribadi harus mengikuti HGB.

2. Jerman

Comersial Code (HGB) mengizinkan metode pembelian dan penyatuan kepentingan dengan dua bentuk: nilai buku dan revaluasi, di mana aset dan utang dapat dinilai ulang, dan sisa nilai menjadi goodwill yang dapat diamortisasi selama 4 hingga 15 tahun. HGB tidak mengatur translasi mata uang asing, sedangkan GAS lebih ketat, menilai aset dan utang berdasarkan harga pasar dan menguji goodwill setiap tahun untuk penurunan nilai. Aset berwujud dinilai berdasarkan harga perolehan, dan persediaan dicatat menggunakan metode FIFO, LIFO, atau rata- rata. Depresiasi disesuaikan dengan pajak, biaya riset dibebankan saat terjadi, dan pinjaman tidak dikapitalisasi. Provisi digunakan untuk memperkirakan beban masa depan. Perusahaan terdaftar wajib menggunakan IFRS, sementara lainnya dapat memilih antara IFRS atau aturan akuntansi Jerman.

Laporan Keuangan

Pengukuran akuntansi

(11)

Republik Ceko, terletak di Eropa Tengah, memiliki sejarah panjang di bawah Kerajaan Astro-Hungaria sebelum menjadi bagian dari Czechoslovakia pada tahun 1918 setelah Perang Dunia I. Setelah

pendudukan Nazi dan dominasi Komunis yang dipimpin Uni Soviet, Ceko mengalami perubahan politik besar dengan Revolusi Velvet pada tahun 1989. Pada tahun 1993, Czechoslovakia terpecah secara damai menjadi Republik Ceko dan Slovakia.

Dalam akuntansi, Republik Ceko awalnya mengikuti praktik Jerman dan kemudian model Soviet selama era Komunis, dengan sistem yang sentralistik dan harga yang dikendalikan. Setelah 1989, Ceko beralih ke ekonomi pasar dengan privatisasi besar-besaran dan reformasi hukum untuk menarik investasi asing.

Namun, banyak privatisasi menghadapi kegagalan dan kontroversi. Ceko kemudian bergabung dengan OECD pada tahun 1995, NATO pada 1999, dan Uni Eropa pada 2004.

Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Commercial Code Ceko, yang mulai berlaku pada 1 Januari 1992, mengatur aspek bisnis seperti laporan keuangan, pajak, audit, dan rapat pemegang saham. Berdasarkan hukum sipil Eropa, undang-undang ini dipengaruhi oleh hukum dagang Austria dan Jerman. Accountancy Act, mulai berlaku pada 1993,

mendekatkan praktik akuntansi Ceko dengan standar Uni Eropa dan IFRS, dengan Menteri Keuangan yang mengawasi prinsip akuntansi. Proses audit diatur oleh Act on Auditors (1992), yang membentuk Chamber of Auditors untuk mengawasi registrasi, pendidikan, dan standar audit. Audit wajib dilakukan pada

perusahaan besar untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan standar akuntansi.

3. Republik Ceko

(12)

Laporan Keuangan

Laporan keuangan di Republik Ceko harus komparatif dan mencakup neraca, laporan laba rugi, catatan, serta laporan arus kas. Catatan ini menjelaskan kebijakan akuntansi dan informasi relevan lainnya.

Laporan keuangan gabungan diwajibkan untuk perusahaan dengan aset, pendapatan, atau pegawai di atas ambang tertentu. Perusahaan kecil memiliki persyaratan pengungkapan yang lebih sederhana.

Laporan keuangan disetujui dalam rapat pemegang saham tahunan. Perusahaan terdaftar wajib menggunakan IFRS, sementara perusahaan non-terdaftar dapat memilih antara IFRS atau standar akuntansi Ceko.

Pengukuran Akuntansi  

Pengukuran akuntansi di Republik Ceko menggunakan metode akuisisi untuk penggabungan usaha,

dengan goodwill diamortisasi hingga 20 tahun. Metode ekuitas diterapkan untuk perusahaan rekanan, dan penggabungan proporsional untuk usaha patungan. Aset berwujud dan tidak berwujud dinilai berdasarkan biaya, sedangkan persediaan dihitung dengan metode FIFO atau rata-rata. Pajak penghasilan yang

ditangguhkan sepenuhnya dicatat, dan kerugian tak terduga diakui jika mungkin terjadi. Simpanan wajib harus disisihkan hingga 20% ekuitas untuk korporasi.

3. Republik Ceko

(13)

4. Belanda

Akuntansi Belanda memiliki standar profesional tinggi dengan orientasi kewajaran penyajian, meskipun undang-undang akuntansinya cukup fleksibel. Laporan keuangan terpisah dari akuntansi pajak, dan profesi akuntansi memiliki pengaruh signifikan pada regulasi. Pemikiran akademis dan ekonomi bisnis sangat berperan dalam praktik akuntansi, serta akuntan Belanda terbuka terhadap standar internasional.

Multinasional besar seperti Philips, Royal Dutch Shell, dan Unilever telah memengaruhi praktik akuntansi di Belanda, sementara pengaruh Amsterdam Stock Exchange relatif kecil.

Rugulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Regulasi akuntansi di Belanda berubah dengan diperkenalkannya Act on Annual Financial Statements pada tahun 1970, yang mewajibkan laporan keuangan yang jelas, konsisten, dan terperinci. Laporan harus mematuhi prinsip-prinsip akuntansi yang diterima dan dilengkapi audit wajib. Dutch Accounting Standards Board (DASB) mengeluarkan pedoman akuntansi, meskipun tidak memiliki kekuatan hukum, tetapi diikuti secara luas. Authority for the Financial Markets (AMF) mengawasi bursa saham dan laporan keuangan perusahaan terdaftar. Enterprise Chamber, bagian dari Pengadilan Tinggi Amsterdam,

menangani pelanggaran akuntansi. Profesi audit diatur oleh Netherlands Institute of Registeraccountants (NIvRA), yang memegang peran dominan dalam standar audit dan akuntansi di Belanda.

 

(14)

4. Belanda

Laporan Keuangan

Laporan keuangan di Belanda memiliki standar yang tinggi dan mencakup neraca, laporan laba rugi, catatan, laporan direktur, dan informasi lainnya. Laporan arus kas dianjurkan, dan sebagian besar

perusahaan menyertakannya. Catatan harus menjelaskan prinsip akuntansi, sementara laporan direktur membahas posisi dan kinerja keuangan. Laporan tahunan harus disajikan untuk perusahaan induk dan gabungan. Perusahaan kecil dibebaskan dari audit dan laporan gabungan, sedangkan perusahaan menengah harus diaudit namun dapat memberikan laporan singkat. Perusahaan terdaftar harus

menggunakan IFRS, dan semua perusahaan diperbolehkan memilih antara IFRS atau pedoman akuntansi Belanda.

Pengukuran Akuntansi

Di Belanda, metode akuntansi pembelian umum digunakan untuk penggabungan bisnis, sedangkan metode penyatuan kepentingan jarang dipakai. Goodwill dikapitalisasi dan diamortisasi maksimal 20 tahun. Pengukuran akuntansi fleksibel, termasuk penggunaan nilai lancar untuk aset berwujud dan

depresiasi, tetapi revaluasi bertahap tidak diperbolehkan. Translasi mata uang asing mengikuti IFRS, dan metode temporal digunakan untuk kegiatan asing langsung.

Aset tidak berwujud dibatasi hingga 20 tahun, dan riset serta pengembangan hanya dikapitalisasi jika bisa dipulihkan. Pajak penghasilan ditangguhkan menggunakan metode kewajiban. Meski ada fleksibilitas

dalam aturan penghitungan, potensi manipulasi penghasilan tetap ada, termasuk penyediaan untuk pemeliharaan berkala.

(15)

5. Inggris

Akuntansi di Inggris berkembang secara pragmatis berdasarkan kebutuhan bisnis, dengan fleksibilitas dalam penerapan penilaian profesional meskipun ada penambahan aturan melalui undang-undang perusahaan dan EU Directives sejak 1970-an. Inggris juga memainkan peran penting dalam

pengembangan profesi akuntansi global, termasuk konsep "kewajaran penyajian" laporan keuangan.

Pemikiran dan praktik akuntansi Inggris menyebar ke banyak negara, termasuk bekas jajahan seperti Australia, Kanada, India, dan Afrika Selatan.

 

Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi

Regulasi akuntansi di Inggris diatur oleh undang-undang perusahaan dan profesi akuntansi. Sejak 1980- an, EU Directives memperkenalkan standar baru dalam laporan keuangan, seperti format neraca dan laporan laba rugi. Undang-undang perusahaan tahun 1989 juga memperkuat regulasi dengan membentuk Financial Reporting Council (FRC), yang mengawasi Accounting Standards Board (ASB) dan Financial

Reporting Review Panel (FRRP). ASB bertanggung jawab menyusun standar akuntansi, termasuk Financial Reporting Standards (FRS), dengan fokus pada harmonisasi dengan IFRS. Selain itu, FRC mengawasi profesi audit melalui berbagai badan pengawas dan memberikan sanksi hukum kepada perusahaan yang tidak mematuhi standar. Semua perusahaan non-kecil harus diaudit oleh auditor yang terakreditasi dari salah satu badan profesi akuntansi resmi.

(16)

5. Inggris

Laporan Keuangan

Laporan keuangan di Inggris dianggap yang paling komprehensif di dunia, mencakup:

1. Laporan direktur

2. Akun laba rugi dan neraca 3. Laporan arus kas

4. Laporan keseluruhan laba rugi 5. Laporan kebijakan akuntansi

6. Catatan yang merujuk pada laporan keuangan 7. Laporan auditor

 

Laporan direktur mencakup informasi tentang aktivitas bisnis, tinjauan operasi, dividen, dan kontribusi politik. Laporan keuangan harus memberikan gambaran yang adil mengenai keadaan perusahaan, dengan kemungkinan pengecualian untuk beberapa informasi. Perusahaan induk hanya diwajibkan menyusun neraca untuk laporan grup, dan perusahaan yang terdaftar di London Stock Exchange harus menyediakan laporan sementara tahunan. Perusahaan kecil dan menengah memiliki kewajiban laporan yang lebih ringan, dengan kemungkinan menyusun akun singkat dan bebas dari penyusunan laporan gabungan.

 

(17)

5. Inggris

Inggris mengizinkan metode akuisisi untuk penggabungan bisnis, dengan goodwill dihitung sebagai selisih antara harga yang dibayarkan dan nilai pasar aset bersih, yang kemudian dikapitalisasi dan diamortisasi selama hingga 20 tahun. FRS 23 mengatur translasi mata uang asing dengan metode tingkat penutupan untuk cabang independen dan metode temporal untuk cabang yang digabungkan. Aset dapat dinilai dengan harga perolehan atau biaya sekarang, dan revaluasi diperbolehkan. Persediaan dihitung dengan metode nilai rendah atau nilai bersih yang dapat dicapai, sementara LIFO tidak diperbolehkan. Biaya riset dicatat pada tahun pengeluaran, sedangkan biaya pengembangan dapat ditangguhkan. Pajak ditangguhkan dihitung dengan metode utang berdasarkan provisi penuh. Semua perusahaan diperbolehkan menggunakan IFRS sebagai alternatif GAAP Inggris, dan ASB berupaya mengatasi penyalahgunaan dalam akuntansi.

Perhitungan Akuntansi

(18)

Kesimpulan

Terdapat berbagai sistem dan praktik akuntansi yang dipengaruhi oleh faktor hukum, budaya, dan ekonomi masing-masing negara.

Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan adalah:

Perbedaan Regulasi: Setiap negara di Eropa memiliki standar akuntansi yang berbeda, baik itu IFRS (International Financial Reporting Standards) maupun GAAP lokal. Ini menciptakan tantangan dalam konsistensi dan transparansi laporan keuangan.

Budaya Bisnis: Budaya dan tradisi bisnis yang berbeda mempengaruhi bagaimana akuntansi dipraktikkan. Misalnya, negara-negara Skandinavia cenderung lebih terbuka dan transparan, sementara negara-negara lain mungkin lebih konservatif.

Pengaruh Uni Eropa : Kebijakan dan regulasi Uni Eropa berperan penting dalam mendorong harmonisasi praktik akuntansi di antara negara-negara anggotanya. Namun, implementasi masih bervariasi.

Perkembangan Teknologi: Penerapan teknologi informasi dalam akuntansi semakin meningkat, memudahkan perusahaan untuk mengikuti standar internasional dan meningkatkan efisiensi.

(19)

THANK YOU

Referensi

Dokumen terkait

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi seluruh

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh

Sehingga dengan demikian, maka Harga Perolehan Goodwill adalah sebesar selisih lebih dari harga yang dibayar untuk perusahaan secara keseluruhan di atas harga pasar kekayaan bersih

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh

Untuk mencatat goodwill, sebuah perusahaan membandingkan nilai wajar aktiva berwujud bersih dan intangible aset yang dapat diidentifikasi dengan harga beli (biaya) dari bisnis

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi seluruh