• Tidak ada hasil yang ditemukan

Albertus Andika K3219006 Proposal Skripsi BAB 123 FIX

Albertus Andika

Academic year: 2023

Membagikan "Albertus Andika K3219006 Proposal Skripsi BAB 123 FIX"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

Manusia merupakan makhluk yang mempunyai banyak bahasa, manusia dapat berkomunikasi antara manusia dengan manusia lainnya melalui tanda-tanda. Artinya lambang ini penuh dengan tanda-tanda atau hal-hal untuk mengungkapkan maksud dan makna yang terkandung di dalamnya. Semiotika adalah studi tentang tanda dan cara kerjanya (disebut juga semiologi).

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis mengajukan judul penelitian “Analisis Tanda dan Makna Dalam Desain Logo Siswa Jurusan DKV Kelas 11 SMK Negeri 9 Surakarta”. Apa saja karakter dalam tugas desain logo siswa kelas 11 DKV SMK Negeri 9 Surakarta. Apa makna tanda pada tugas desain logo siswa kelas 11 DKV SMK Negeri 9 Surakarta.

Batasan masalah dalam penelitian adalah objek penelitian yaitu desain logo siswa kelas 11 DKV SMK Negeri 9 dengan menggunakan perspektif semiotika Charles Sanders Peirce. Berdasarkan rumusan masalah yang terbatas, maka tujuan penelitian adalah menganalisis tanda dan makna tanda yang terdapat pada tugas desain logo untuk siswa kelas 11 DKV SMK Negeri 9 Surakarta. Menurut Van Zoest (1978) dalam (Nawiroh, 2014:2) Charles Sanders Peirce mendefinisikan semiotika sebagai studi tentang tanda-tanda dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, yaitu cara di mana tanda-tanda itu berfungsi, hubungannya dengan tanda-tanda lain, penyampaiannya dan penerimaannya. oleh mereka yang menggunakannya.

Yakni, tanda itu sendiri, yang terdiri dari kaidah-kaidah tentang berbagai tanda, berbagai cara mengungkapkan makna tanda, dan bagaimana tanda-tanda tersebut berkaitan dengan cara orang menggunakannya.

Prinsip-prinsip Desain

Logo

Logo merupakan singkatan dari kata logotype, istilah logo pertama kali muncul pada tahun 1937 dan sekarang istilah logo lebih familiar dan mudah dipahami oleh masyarakat awam dibandingkan logotype. Oleh karena itu, setiap logo mempunyai ciri khasnya masing-masing, oleh karena itu sudah sepantasnya suatu logo mempunyai bentuk atau tampilan yang berbeda dari yang lain. Philip Kotler mengatakan bahwa “logo adalah bagian dari suatu merek yang dapat dikenali dan diucapkan, misalnya lambang desain atau warna dan huruf yang berbeda dari yang lain”.

Charles Sanders Peirce

Suatu tanda menunjuk pada seseorang, artinya, ia menciptakan dalam pikiran orang tersebut suatu tanda yang setara, atau suatu tanda yang lebih berkembang. Tanda yang diciptakannya disebut penafsiran tanda pertama. Peirce membedakan jenis-jenis tanda berdasarkan hubungan antara representam dan objeknya menjadi: ikon, indeks, dan simbol. Ikon merupakan suatu tanda yang memuat 'tampilan' serupa sehingga tanda tersebut dapat dengan mudah dikenali oleh penggunanya.

Misalnya, sebagian besar rambu lalu lintas merupakan rambu ikonik karena 'menggambarkan' bentuk yang mirip dengan objek sebenarnya. Simbol adalah sejenis tanda yang bersifat arbitrer dan konvensional sesuai dengan kesepakatan atau konvensi sejumlah orang atau masyarakat. DKV merupakan salah satu cabang ilmu desain yang mempelajari konsep komunikasi melalui berbagai media yang dapat berupa gambar, cetak, video, media interaktif dan media visual lainnya, agar gagasan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, lebih menarik atau sejalan. dengan kebutuhan lain ketika diterima oleh penerima pesan.

Pernyataan di atas sejalan dengan pendapat Kusriant (2007, p. 2), yang berpendapat bahwa DKV adalah suatu disiplin ilmu yang tujuannya mempelajari konsep komunikasi dan ekspresi kreatif melalui berbagai media untuk transmisi pesan dan gagasan secara visual dengan mengelola unsur grafis berupa bentuk dan gambar, susunan huruf, serta komposisi warna dan tata letak (layout/tata letak). Juga meluas ke media informasi dan media interaktif digital, yang membutuhkan keterampilan di bidang komunikasi visual secara umum. Desain grafis tidak lagi hanya mencakup unsur-unsur grafis saja, sehingga Supriyono (2010, p. 9) berpendapat bahwa istilah Desain Komunikasi Visual lebih disesuaikan dengan semakin maraknya perkembangan desain grafis.

Desain komunikasi merupakan salah satu subdisiplin desain yang fokus pada penyampaian informasi kepada publik melalui semua media, tidak hanya media cetak saja. DKV adalah kisah desain grafis yang telah menempuh perjalanan jauh sejak sekitar abad ke-15, ketika seorang ilmuwan Jerman menemukan mesin cetak. Supriyono (2010) menyatakan bahwa asal mula desain grafis tidak lepas dari peran Johannes Guttenberg, seorang ilmuwan Jerman yang menemukan mesin cetak.

Guttenberg disebut sebagai bapak desain grafis, yang berarti ia juga merupakan bapak desain komunikasi visual. Kini desain grafis telah menjadi subdisiplin DKV yang secara khusus fokus mempelajari desain komunikasi dengan menggunakan gambar ilustratif atau karya dua dimensi. Selanjutnya karena DCV merupakan istilah yang lebih umum dan dapat menampung banyak subbidang, maka kita perlu mengetahui seberapa luas ruang lingkup atau cakupan desain komunikasi visual.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Hal ini dilakukan agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan yang berarti ketika memasuki dunia kerja. Dengan masa studi sekitar tiga atau empat tahun, lulusan SMK diharapkan mampu bekerja sesuai dengan keterampilan yang diperolehnya. Tujuan pendidikan menengah kejuruan menurut undang-undang no. 20 Tahun 2003 dibedakan menjadi tujuan umum dan tujuan khusus.

Tujuan umum pendidikan menengah kejuruan adalah: (a) meningkatkan keimanan dan ketaqwaan siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa; (b) mengembangkan potensi peserta didik menjadi warga negara yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab; (c) mengembangkan potensi peserta didik untuk memperoleh wawasan kebangsaan, memahami dan menghargai keanekaragaman budaya bangsa Indonesia; dan (d) mengembangkan potensi peserta didik untuk peduli lingkungan dengan berperan aktif dalam pelestarian dan pelestarian lingkungan hidup, serta memanfaatkan sumber daya alam secara efektif dan efisien. Tujuan khusus pendidikan menengah kejuruan adalah sebagai berikut: (a) mempersiapkan peserta didik menjadi manusia produktif yang dapat bekerja mandiri dan mengisi lowongan manajemen menengah yang ada sesuai dengan kompetensi program keterampilan yang dipilihnya; (b) mempersiapkan mahasiswa agar mampu memilih karir, ulet dan gigih dalam kompetensinya, beradaptasi dengan lingkungan kerja dan mengembangkan sikap profesional di bidang yang diminati; (c) membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni agar dapat berkembang di masa depan baik secara mandiri maupun melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi;

Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Pendekatan Penelitian

Oleh karena itu penelitian ini hanya menggambarkan situasi atau peristiwa, dengan uraian, gambar, atau lukisan yang sistematis. Wibowo Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika dari Charles Sanders Peirce.

Data dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Dokumentasi

Arti kata dokumen menurut Gottschalk (1986:38 dalam buku Metode Penelitian Kualitatif (teori dan praktek)). Arti yang kedua mengacu pada dokumen resmi dan dokumen negara, seperti surat perjanjian, undang-undang hibah, konsesi dan lain-lain. Dimana dokumen tersebut dapat berupa otobiografi, artikel surat kabar atau majalah, surat pribadi, foto dan lain sebagainya.

Beberapa peneliti terkadang hanya mengandalkan analisis dokumen tanpa melakukan wawancara jika dokumen dianggap lengkap.

Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Lebih lanjut Gottschalk menyatakan bahwa dokumen dalam arti luas adalah segala proses pembuktian yang didasarkan pada sumber apa pun, baik tertulis, lisan, gambar, maupun arkeologis. Dokumen adalah catatan peristiwa masa lalu yang berupa tulisan, gambar atau suatu karya monumental (Sugiyono, 2007: 82 dalam buku Metode Penelitian Kualitatif (teori dan praktek)). Cara lain untuk mendapatkan validitas dari hasil penelitian kualitatif adalah dengan memasukkan sesuatu selain data, untuk keperluan verifikasi data atau sebagai pembanding terhadap data.

Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi, penulis dapat menggunakan observasi partisipan, dokumen tertulis, arsip, dokumen sejarah, catatan resmi, catatan atau tulisan pribadi, dan gambar atau foto. Menurut Rahardj, masing-masing metode tersebut tentunya akan menghasilkan bukti atau data yang berbeda-beda, yang kemudian akan memberikan gambaran yang berbeda pula terhadap fenomena yang diteliti. Berdasarkan asumsi bahwa beberapa fakta tidak dapat diperiksa tingkat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Triangulasi Sumber karena peneliti menggunakan sumber yang berbeda seperti dokumen utama penelitian yang berbeda dan melakukan wawancara dengan sumber yang berbeda yang ditetapkan peneliti untuk mendukung atau melengkapi data dalam penelitian ini.

Teknik Analisis Data

Referensi

Dokumen terkait

UNIVERSITAS JANABADRA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA.. FORM EVALUASI KELAYAKAN

Setelah mengadakan seminar atas proposal skripsi saudara tersebut di atas, maka saya. menyarankan diadakan perbaikan terhadap proposal skripsi tersebut sebagaimana di

Setelah mengadakan seminar atas proposal skripsi saudara tersebut di atas, maka saya. menyarankan diadakan perbaikan terhadap proposal skripsi tersebut sebagaimana di

Buku Panduan Penulisan dan Penyusunan Proposal Skripsi ini disusun dengan tujuan membantu mahasiswa dalam menyusun laporan Proposal Skripsi agar sesuai dengan

Penulisan Proposal Skripsi ini adalah salah satu bagian dari persyaratan untuk menyelesaikan tugas akhir dalam bentuk penulisan skripsi, adapun judul dari proposal skripsi ini adalah

Skripsi adalah laporan tertulis hasil penelitian dari Proposal Skripsi dengan syarat kelulusan minimal nilai C, yang dilakukan mahasiswa dengan Dosen Pembimbing sebagai salah

Proposal skripsi yang ditulis oleh Jesi Mardiana ini telah dipertahankan di dalam Seminar Proposal Skripsi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama

1) Penyajian proposal skripsi yang belum memenuhi syarat menurut dosen penilaian tidak akan diberikan nilai dan penyajian proposal skripsi tersebut harus diulang kembali