PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kegiatan jual beli yang terus menerus di pasar merupakan suatu kegiatan usaha melalui penawaran harga antara penjual dan pembeli. 4Budi Wahyono, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang di Pasar Bantul Kabupaten Bantul.” (Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, 2017).
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Dampak Persaingan Terhadap Pendapatan Pedagang Pada Usaha Home Furnishing Di Pasar Gerung Lombok Barat”. . pedagang di pasar Gerung Lombok Barat.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian teori
18Suhasril dan Mohammad Taufik Makarao, Undang-undang yang Melarang Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Indonesia, Edisi Pertama (Bogor: Ghalia Indonesia, 2010), hal. Persaingan usaha tidak sehat dapat dipahami sebagai suatu kondisi persaingan antar pelaku usaha yang beroperasi secara tidak sehat.
Telaah Pustaka
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar Gerung ditandai dengan hadirnya beberapa pedagang yang bebas menurunkan harga. Dari dua puluh responden di pasar Gerung, delapan belas diantaranya telah menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis Islam, seperti prinsip tauhid, keseimbangan, kejujuran, kehendak bebas dan tanggung jawab sosial. Sedangkan perbedaannya terletak pada objek penelitian yang akan dilakukan peneliti yaitu Pasar Perigi Kecamatan Gerung Lombok Barat.
Namun yang membedakan, penelitian ini mengkaji tentang Analisis Dampak Persaingan terhadap Pendapatan Pedagang Usaha Mebel Rumah Tangga di Pasar Gerung Lombok Barat. Dalam penelitian ini penulis menemukan persamaan dalam hal permasalahan persaingan usaha, sedangkan perbedaannya peneliti membahas mengenai dampak persaingan terhadap pendapatan pedagang di pasar Gerung. Fokus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pendapatan para pedagang di Pasar Anyar ditinjau dari pekerjaan utama dan analisis pendapatan para pedagang ditinjau dari pekerjaan sampingan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdagang di pasar merupakan tugas utama pedagang, dan terdapat empat responden yang mempunyai pekerjaan sampingan selain berdagang di pasar Anyar. Menurut pedagang saat wawancara, ada pedagang yang mengatakan bahwa berdagang di pasar Anyar saja tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehingga mereka mencari pekerjaan sampingan. Sedangkan perbedaannya, peneliti membahas dampak persaingan terhadap pendapatan pedagang di pasar Gerung Lombok Barat.
Kerangka Berpikir
Persaingan yang sehat menjamin kesejahteraan dan dapat memberikan peluang pasar yang seluas-luasnya. Persaingan yang sehat juga akan berdampak pada pendapatan yang baik. Sedangkan persaingan tidak sehat terjadi melalui cara-cara tidak sehat, praktek curang bahkan melawan hukum sehingga akan menghambat persaingan usaha yang sehat. Persaingan yang tidak sehat akan berdampak pada rendahnya pendapatan dan juga berdampak pada keberlangsungan usaha.
METODOLOGI PENELITIAN
- Jenis dan pendekatan penelitian
- Waktu dan tempat penelitian
- Sumber data
- Instrumen Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Tehnik Analisis Data
- Validitas Data
Sumber informasi atau tempat memperoleh data adalah pedagang dan pembeli perabot rumah tangga. Persaingan usaha produk furniture rumah tangga di pasar Gerung. Persaingan ada dua macam, persaingan sehat dan persaingan tidak sehat. Persaingan ada dua macam, persaingan sehat dan persaingan tidak sehat. Persaingan yang sehat menjamin tersedianya barang dengan kualitas terbaik untuk menarik minat pembeli. Hal ini berdampak langsung terhadap pendapatan pedagang furnitur rumah tangga di Pasar Gerung.”
Analisis persaingan usaha produk perabot rumah tangga di Pasar Gerung Lombok Barat, Pasar Gerung Lombok Barat. Analisis Dampak Persaingan Terhadap Pendapatan Pedagang Mebel Rumah Tangga di Pasar Gerung Lombok Barat.Perabotan Rumah Tangga di Pasar Gerung Lombok Barat. Salah satu pasar tradisional yaitu Pasar Gerung memiliki banyak penjual termasuk perabot rumah tangga.
Persaingan usaha yang terjadi di pasar Gerung masih berupa persaingan sehat dan persaingan tidak sehat. Dapat disimpulkan bahwa Pasar Gerung telah mampu memberikan taraf hidup yang lebih baik bagi para pedagang, khususnya pedagang mebel dalam negeri. Dimana terdapat beberapa dealer furniture rumah tangga yang mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti.
Hasil Penelitian dan Hasil Pembahasan
Gambaran Umum Kelurahan Gerung Selatan
- Sejarah
- Keadaan Geografis
- Keadaan penduduk
- Profil Pasar Gerung
Desa Gerung merupakan desa induk yang diyakini sudah ada jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia yaitu terbentuk pada masa penjajahan Belanda pada tahun 1900, dengan wilayah meliputi Kecamatan Gerung, Kecamatan Sekotong dan Kecamatan Selamat. atau Kepala Pemerintahan Desa pada waktu itu disebut: Pemusungan, dengan kewenangan langsung berada di bawah Bupati Gerung, sedangkan sebelum penjajahan Belanda, Desa Gerung berada di bawah kekuasaan Kerajaan Cakranegara. Sejak berdirinya Negara Republik Indonesia, istilah Pemusungan selanjutnya diganti dengan nama Kepala Desa Gerung. Seiring dengan perkembangan pemerintah dan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dilakukan perluasan dari desa induk yaitu Desa Gerung. , yang terbagi menjadi beberapa desa dan pada saat itu Desa Gerung berubah menjadi Desa Gerung. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat Nomor 02 Tahun 2012 tentang perubahan status Desa Gerung Utara, Desa Gerung Selatan, dan Desa Dasan Geres menjadi kecamatan.
Menyusul perubahan status desa Gerung Selatan menjadi kelurahan Gerung Selatan, maka status lembaga kemasyarakatan yang berada di wilayah desa tersebut juga berubah dari desa menjadi kelurahan yang beranggotakan 51 orang. Kelurahan Gerung Selatan merupakan salah satu dari 3 desa tersebut ( tiga) pemekaran di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kecamatan Gerung Selatan terletak di sebelah barat daya Ibu Kota Kabupaten dengan jarak kurang lebih 1 km dari Pusat Kantor Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, 0,5 km dari kabupaten dan 18 km dari pusat pemerintahan provinsi.
Jumlah penduduk Kecamatan Gerung Selatan per Februari 2021 sebanyak 6.986 jiwa, terdiri dari 3.365 penduduk laki-laki dan 3.621 penduduk perempuan dengan jumlah 2.803 kepala keluarga, tersebar di 6 (enam) kelurahan, dengan rincian sebaran penduduk sebagai berikut53. Pasar Gerung berada di kawasan Dodokan dengan luas 3H yang didirikan pada tahun 1965 dan dipimpin oleh Bapak. pada kondisi pasar yang luasnya hanya 3H, oleh karena itu kondisi pasar Gerung pada saat itu terlihat sangat kurang baik, berbeda dengan pasar-pasar lain yang ada di kabupaten Lombok Barat54. Pasar Perigi merupakan satu-satunya pasar yang ada di Desa Perigi Kecamatan Gerung Selatan di Wilayah Kecamatan Gerung yang terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Barat dengan luas 13528 M2.
Hasil Penelitian
- Persaingan Usaha Pada Produk Perabotan Rumah Tangga Di
- Dampak Persaingan Terhadap Pendapatan Pedagang Perabotan
Salah satunya adalah persaingan di pasar Gerung yang meliputi lima aspek berikut ini. Oleh karena itu, para pedagang di Pasar Gerung berlomba-lomba merebut hati konsumen dengan menyediakan dagangan lengkap dengan berbagai kualitas. “Kami hadir sebagai pedagang di pasar Gerung yang bersaing dengan banyak pedagang furnitur lainnya, tentunya kami berlomba-lomba memasang harga pada produk untuk menarik pembeli walaupun keuntungan yang kami peroleh sangat kecil.”
Dari hasil wawancara tersebut dapat kita simpulkan bahwa persaingan harga tentunya sangat berpengaruh dalam menarik konsumen untuk membeli barang di pasaran. Situasi persaingan di pasar Gerung untuk mendapatkan tempat bukanlah persaingan untuk mendapatkan tempat berdagang, karena semua tempat yang ditempati pedagang cocok dan tempat perdagangan ditempati oleh orang yang sama dari minggu ke minggu sehingga memudahkan pembeli. untuk menemukan Hal ini juga berlaku untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga yaitu kebutuhan pokok dan pangan. Para pedagang di Pasar Gerung sudah memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggannya karena bagi mereka pelanggan adalah raja dan ia harus mendapatkan informasi yang jelas dan pelayanan yang baik.
Seperti halnya para pedagang di Pasar Gerung, tidak jarang para pedagang menerima pengembalian barang yang tidak sesuai dari pembeli dengan cara menukarkan barang tersebut dengan barang lain asalkan memenuhi kesepakatan di awal transaksi, seperti halnya dari membeli pakaian, furnitur dan sebagainya. Oleh karena itu konsumen tidak ragu untuk membeli perabot rumah tangga karena barang cacat atau barang yang tidak sesuai dengan keinginan pembeli dapat dikembalikan atau ditukar dengan barang lainnya. Biarlah para pedagang berinovasi menggunakan modalnya untuk membeli barang yang paling laris, agar pembeli tidak kecewa karena barang yang diinginkannya sudah tersedia.” . .62Hj. Lis, Pedagang Perabotan Rumah Tangga di Pasar Gerung, Wawancara, Minggu 4 April 2021 .
PEMBAHSAN
- Analisis Persaingan Usaha Pada Produk Perabotan Rumah
- Analisis Dampak Persaingan Terhadap Pendapatan Pedagang
Jika dicermati, kebutuhan konsumen akan peralatan rumah tangga merupakan peluang yang sangat baik untuk diimplementasikan. Pada dasarnya pendapatan pedagang perabot rumah tangga di pasar Gerung diperoleh dengan menjual barang dengan cara menurunkan harga barang dan meminjamkan barang, hal ini mengakibatkan berkurangnya pendapatan, karena sebelumnya sebelum adanya persaingan pedagang dapat memperoleh keuntungan sebesar kira-kira. 200.000 hingga 500.000 per hari, namun setelah kompetisi, pedagang mendapatkan penghasilan sekitar 50.000 hingga 200.000. Pengaruh persaingan antar pedagang mebel rumah sangat besar pengaruhnya terhadap pendapatan mereka, banyak diantara pedagang yang kekurangan persediaan, sehingga ketika pembeli mencari barang yang dibutuhkannya tidak tersedia di satu pedagang, maka pedagang tersebut mengambil barang tersebut. dibutuhkan pembeli kepada pedagang lain, dan keuntungannya dibagi dua.
Di Pasar Gerung tidak ada yang menjamin harga referensi sama meskipun barang yang dijual sejenis. Dengan demikian, terlihat bahwa Pasar Gerung dapat memberikan peluang bagi para pedagang dan masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak pedagang perabot rumah tangga yang hanya mengandalkan hasil penjualan pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun ada pula pedagang yang melakukan pemotongan harga, memberikan pembayaran secara kredit, sehingga berdampak pada pendapatan pedagang furnitur rumah yang bermodal kecil.
Bagi para pedagang di pasar Gerung harus tetap bersaing secara sehat dan tidak saling menjatuhkan. Budi Wahyono, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang di Pasar Bantuk Kabupaten Bantul”, skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Yogyakarta, 2017. Dina Marista, “Analisis persaingan usaha di Pasar Gerung Kecamatan Belalau Kabupaten Lampung Barat dilihat dari perspektif etika bisnis Islam”, (Disertasi, Febi Uin Raden Intan, Lampung, 2018).
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Claudia Vanesha Pitoy, Altje Tumbel, Maria Tielung, “Analisis Strategi Bersaing dalam Persaingan Bisnis Solusi Dokumen (Studi Kasus pada PT. Astragraphia, TBK Manado)”. Dikte Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2018) Galuh Puspaningrum, 2013, Hukum Persaingan Usaha;. I Putu Rian Kusuma Jaya1, Made Nuridja2, Kadek Rai Suwena2, judul “Analisis Pendapatan Pedagang (Studi Pada Pasar Anyar Kecamatan Banjar Tengah)”, Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Vol.
Janus Sidabalok, 2006, Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia : Dengan Pembahasan UU Nomor 8 Tahun 1999, Bandung : PT Citra Aditya Bakti. Jumriati, “Analisis Tingkat Pendapatan Petani Garam di Desa Soreang Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar,” (Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Uin Alauddin Makasar, 2017). Muhamad Sadi, 2016, Hukum Persaingan Usaha di Indonesia (Sebagai Upaya Penguatan Kelembagaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha Kppu, Malang: Setara Press.
Nia Hidayati, “Cara Menghadapi Persaingan dan Rivalitas”, artikel diambil pada 19 April 2010 dari http://Persaingan.Com Cara Menghadapi Persaingan dan Rivalitas. Putri Wita Stefhani, “Persaingan Usaha Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Kasus Pada Pedagang Sayur Keliling dan Warung Sayur Di Desa Banjarrejo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur)”, (Disertasi Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Metro, 2019). Suhasril dan Mohammad Taufik Makarao, 2010, Undang-undang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Indonesia, Edisi Pertama, Bogor: Ghalia Indonesia.