• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis faktor penyebab nasabah menutup

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "analisis faktor penyebab nasabah menutup"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB NASABAH MENUTUP TABUNGAN DI BANK SYARIAH INDONESIA KC BIMA

SOETTA 2

OLEH :

KARTIKA WULANDARI NIM 180502128

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

MATARAM 2022

(2)

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB NASABAH MENUTUP TABUNGAN DI BANK SYARIAH INDONESIA KC BIMA

SOETTA 2

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratanmencapai gelar

Sarjana Ekonomi

OLEH :

KARTIKA WULANDARI NIM 180502128

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM

2022

(3)
(4)

(5)
(6)
(7)
(8)

MOTTO

“Usia semakin berkurang, Semakin sadar harus tambah semangat dalam segala hal yang sedang diperjuangkan di sini. Meskipun kenyataan banyak hal yang membuatnya patah, tapi percayalah tidak ada jalan lain untuk menggapainya selain melewati sebuah proses karena tinggal selangkah lagi kamu akan sampai.”

“Hai orang-orang yang beriman

Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”1

1QS Al-Baqarah [2]: 153. Tafsir Ibnu Kasir, Mushaf Tajwid Warna dan Terjemah, (Tambun Bekasi: Penerbit Dinamika Cahaya Pustaka, 2017), hlm.2.

(9)

PERSEMBAHAN

“Skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tua tercinta ibuku Fitria dan Bapakku

Budiman, adik-adikku, keluarga besarku, Sahabat-sahabatku, Almamaterku, serta semua

Guru dan Dosenku.”

(10)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad, juga kepada keluarga, sahabat, dan semua pengikutnya. Aamiin.

Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut:

1. Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M. Ag. Sebagai Rektor UIN Mataram yang telah memberi tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu di kampus tercinta UIN Mataram.

2. Dr. Riduan Mas’ud, M. Ag. Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

3. Dr. Sanurdi, M. SI. Selaku Ketua Program Studi PerbankanSyariah.

4. Dr. Muhammad Yusup, M. Si. Sebagai Dosen Pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan tugas akhirini.

5. Nuraeda, ME. Sebagai Dosen Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktunya dalam memberikan bimbingan dan motivasi dalam penyusunan tugas akhir.

6. Dewi Sartika Nasution, M. Ec. Selaku DosenWali.

7. Seluruh Karyawan Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soekarno Hatta 2 yang telah memberikan kesempatan dan membantu penulis untuk melakukan penelitian dan mengumpulkan data-data untuk melengkapi tugas akhir ini.

8. Ayah dan Ibu, keluarga besar serta orang-orang tercinta yang telah memberikan dukungan baik moril maupunmateril.

9. Bapak dan Ibu Dosen yang memberikan bimbingan selama

(11)

penulis menempuh studi di UINMataram.

10. Teman-teman seperjuangan kelas D Perbankan Syariah atas kebersaman dan kenangan indahnya selama kuliah.

11. Almamater kebanggaanku UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM.

(12)

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, dan semoga karya ilmiah ini bisa bermanfaat bagi semua penulis selanjutnya.Aamiin.

Mataram, 2022

Kartika Wulandari

(13)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN LOGO ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iv

NOTA DINAS PEMBIMBING ... v

PERNYATAAN KEAHLIAN SKRIPSI ... vi

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vii

HALAMAN MOTTO ...viii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

ABSTRAK ... xvii

BAB IPENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang Masalah ... 1

B.Rumusan Masalah ... 4

C.Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4

D.Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6

E. Telaah Pustaka ... 6

F. Kerangka Teori ... 12

G.Metode Penelitian ... 21

H.Keabsahan Data ... 28

I. Sistematika Pembahasan ... 28

BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN, FAKTOR PENYEBAB NASABAH MENUTUP TABUNGAN ... 30

A.Deskripsi Lokasi Penelitian ... 30

B.Faktor Penyebab Nasabah Menutup Tabungan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 ... 40

BAB III ANALISIS FAKTOR PENYEBAB NASABAH MENUTUPTABUNGAN DI BANK SYARIAH INDONESI KANTOR CABANG BIMA SOETTA 2 ... 45

(14)

BAB IVPENUTUP ... 49

A.KESIMPULAN ... 49

B.SARAN ... 49

DAFTAR PUSTAKA ... 51

LAMPIRAN ... 55

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 61

(15)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Perbandingan antara nasabah yang membuka tabungan dengan yang menutup tabungan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang BimaSoetta 2, 4

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Struktur Organisasi Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2, 33

(17)

DAFTAR LAMPIRAN 1. Surat Balasan Penelitian

2. Dokumentasi 3. Kartu Konsul

4. Daftar Riwayat Hidup

(18)

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB NASABAH MENUTUP TABUNGAN DI BANK SYARIAH INDONESIA KANTOR

CABANG BIMA SOETTA 2 Oleh:

KARTIKA WULANDARI NIM 180502128

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab nasabah menutup tabungan. Masyarakat pada negara maju maupun berkembang sangat membutuhkan bank sebagai tempat untuk melakukan transaksi keuangannya seperti aktivitas penyimpanan dana dan penyaluran dana.

Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 memiliki suatu produk tabungan yang dinamakan tabungan easy mudharabah dan easy wadiah.Tabungan easy mudharabah dan easy wadiah merupakan produk simpanan dari Bank Syariah Indonesia untuk nasabah yang menginginkan kemudahan transaksi keuangan sehari-hari.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif.Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, dengan tehnik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi sedangkan tehnik analisis data menggunakan analisis data yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan dan triangulasi data yang mencakup triangulasi sumber, tehnik, dan waktu.

Faktor penyebab nasabah yang menutup tabungan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 adalah faktor internal dan faktor eksternal. Di mana faktor internalnya adalah produk bank yang manfaat atau fasilitasnya belum dirasakan oleh nasabah dan lokasi kantor yang cukup jauh dari rumah nasabah sehingga menjadi penyebab nasabah menutup tabungan. Sedangkan pada faktor eksternalnya yaitu kondisi perekonomian nasabah yang tidak stabil sehingga membuat nasabah berhenti menabung di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 yang kemudian membuat mutasi tabungan nasabah tidak aktif lagi karena saldo tabungan telah berada di bawah saldominimal.

Kata Kunci: Faktor Penyebab, Nasabah, Tabungan.

(19)

ANALYSIS OF FACTORS CAUSED CUSTOMER CLOSE SAVINGS AT BANK SYARIAH INDONESIA BRANCH OFFICE

BIMA SOETTA 2 By:

KARTIKA WULANDARI NIM 180502128

ABSTRACT

This study aims to determine the factors that caused customers to close their savings. Communities in developed and developing countries desperately need banks as a place to carry out financial transactions such as fund storage and fund distribution activities. Bank Syariah Indonesia Branch OfficeBima Soetta 2 has a savings product called easy mudharabah and easy wadiah savings. Easy mudharabah and easy wadiah savings are savings products from Bank Syariah Indonesia for customers who seek convenience in daily financial transactions.

This study uses qualitative approach. Sources of data uses are primary and secondary data, with data collection techniques using observation, interviews, documentation, while the data analysis technique uses data analysis which includes data reduction, data presentation, and data verification. Checking the validity of the data was carried out by extending the observation and triangulation of data which includes triangulation of sources, techniques, and time.

The factors that cause customers to close their savings at Bank Syariah Indonesia Branch Office Bima Soetta 2 are internal factors and external factors. Where the internal factors are bank products whose benefits or facilities have not been felt by the customer and the location of the office which is quite far from the customer's house so that it is the cause of the customer closing the savings. Meanwhile, the external factor is the unstable economic condition of the customer, which causes the customer to stop saving at Bank Syariah Indonesia Bima Soetta 2 Branch Office, which then makes the customer's savings mutation no longer active because the savings balance is below the minimum balance.

Keywords: Causing Factors, Customers, Savings.

(20)

يسينوذنلإا يسينوذنلإا ةعيرشلا كنبلا يف مهتارخذم ءلامعلا قلاغإ ىلإ ةيدؤملا لماىعلا ليلحت اميب عرف

اتيىس ٢

: اٖحثحم

KARTIKA WULANDARI مين

010208081

صّخلملا

ءلاَعىا وعجج ًحىا وٍا٘عىا ذٌذحج ىىإ ةسارذىا ٓذٕ فذٖج ُ٘قيغٌ

.ٌٖجازخذٍ

جاححج ًف تاعَحجَىا

ةٍٍاْىاٗ ةٍذقحَىا ُاذيثىا ىىإ

ٌِشخج وثٍ ةٍىاَىا تلاٍاعَىا ءازجلإ ُانَم كْ٘ثىا ىىإ ةساٍ ةجاحث

ًسٍّٗذّلإا ةعٌزشىا لْت .هاٍ٘لأا عٌس٘ج ةطشّأٗ هاٍ٘لأا اٍَت عزف

ىَسٌ يراخدا جحٍْ ٌٔذى اج٘س

لْثىا ٍِ ُاجحَْىا ُاذٕ .ةعٌد٘ىاٗ ةتراضَىا

ُاذصقٌ

ةٍٍٍ٘ىا ٌٖىاٍ تلاٍاعٍ ًف ءلاَعيى زٍسٍحىا .

ثحثىا اذٕ ًذخحسٌ

زَىا تاّاٍث راقٍ

قا ةٍىٗلأا تاّاٍثىا ًٕ ةٍذخحسَىا تاّاٍثىا رداصٍ .ةٍعّ٘ ةث

اٍَْت ، قٍث٘حىاٗ تلاتاقَىاٗ ةثقازَيى تاّاٍثىا عَج تاٍْقج عٍ ، ةٌّ٘اثىاٗ

ّ٘نج تاّاٍثىا وٍيحج ةٍْقح

.تاّاٍثىا ٍِ ققححىاٗ تاّاٍثىا ضزعٗ تاّاٍثىا وٍيقج وَشج ًحىاجاّاٍثىا وٍيحج ةحص ٍِ ققححىا ٌحٌ

خ ٍِ تاّاٍثىا تاٍْقحىاٗ رداصَىا ثٍيثج وَشج ًحىا تاّاٍثىا ثٍيثجٗ ةثقازَىا قاطّ عٍس٘ج هلا

.ثق٘ىاٗ

ةعٌزشىا لْت ٍِ ٌٖجازخذٍ ءلاَعىا قلاغإ ىىإ ةٌدؤَىا ًٕ ةٍجراخىاٗ ةٍيخاذىا وٍا٘عىا اج٘ساٍَت عزف ًسٍّٗذّلإا .

ًحىا تلاٍٖسحىا ٗأ اٌاشَىات زعشٌ ٌى وٍَعىا ُّأ ًٕ ةٍيخاذىا وٍاعىا ٌِأ

ٌٖتاسح قلاغإ ىىإ ةٌدؤَىا ًٕ ءاٍشلأا ٓذٖف ،وٍَعىا هشٍْ ٍِ ةحنَىا ذعتٗ لْثىا إرذصٌ

ٍِ فقٌ ٔيعجٌ اٍَ وٍَعيى ةٌداصحقلاا ةىاحىا رازقحسا ًذع ًٕ ةٍجراخىا وٍا٘عىا اٍأ .ًصخشىا اج٘س اٍَت عزف ًسٍّٗذّلإا ةعٌزشىا لْثىا ًف راخدلاا ٢

تازخذَىا وٌ٘حج ّذسج ةيٍاعىا ٓذٕٗ ،

ى ب٘يطَىا ٍِ ىّدأ ٓراخدا ذٍصر ُّلأ وٍَعي .

:ةيسيئرلا تاملكلا ةٌدؤَىا وٍا٘عىا

، .تازخذَىا ، ءلاَعىا

(21)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Masyarakat pada negara maju maupun berkembang sangat membutuhkan bank menjadi lokasi untuk melakukan transaksi keuangannya.Mereka memandang bank sebagai forum keuangan yang kondusif untuk menjalankan banyak sekali macam kegiatan keuangan.Aktivitas keuangan yang tak jarang dilakukan masyarakat pada negara maju maupun negara berkembang diantaranya kegiatan penyimpanan dan penyaluran dana.2

Negara maju, bank sebagai forum yang sangat strategis dan mempunyaikiprah krusial pada perkembangan perekonomian negara. Pada negara berkembang, kebutuhan masyarakat terhadap bank tidak hanya terbatas dalam penyimpanan atau penyaluran dana saja, namun juga terhadap pelayanan jasa yang di tawarkan oleh bank3.

Secara bahasa, istilah bank berdasarkan bahasa italia

banca”, yang artinya “meja” atau “tempat menukar uang”. Secara arti istilah, bank yaitu “Lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa di lalu lintas pembayaran dan peredaran uang”.4 Berdasarkan undang-undang RI Nomor 10 Tahun 1998tanggal 10 November 1998 mengenai Perbankan, yang dimaksud dengan Bank yaitu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan ataumenyalurkan pada masyarakatdalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.5

2Ismail, Perbankan Syariah (Jakarta: Prenadamedia Grup, 2016), hlm. 28-30.

3Ibid.

4Ahmad Wardi Muslich, Fiqh Muamalat (Jakarta: Amzah, 2017), hlm. 497-498.

5Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), hlm. 24.

(22)

Perkembangan perbankan syariah di Indonesia tidak terlepas dari sistem perbankan syariah di Indonesia secara umum.

Sistem Perbankan Syariah juga diatur dalam Undang-Undang No.

10 tahun 1998, dimana Bank Umum adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Peran Bank syariah dalam memacu pertumbuhan perekonomian daerah semakin strategis dalam rangka mewujudkan struktur perekonomian yang berimbang.6

Bank Islam atau yang diketahui bank syariah, merupakan bank yang beroperasi denga tidak menggunakan bunga, serta operasional pada produknya dikembangkan dariAl-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW7.Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa yang dimaksud tidak mengandalkan pada bunga yaitu bank syariah dalam kegiatan operasionalnya menggunakan prinsip-prinsip syariah dengan menggunakan bagi hasil dan membiayai usaha-usaha yang halal.

Hal tersebut menjadi salah satu solusi yang diharapkan agar dapat melindungi nasabah dari semua rasa kecemasan, keraguan, dan ketidak pastian yang ditimbulkan dari Bank konvensional yang menerapkan prinsip bunga bank. Dimana dijelaskan bahwa konsep bagi hasil lebih menekankan pada kemaslahatan umat manusia sedangkan konsep bunga lebih mementingkan diri sendiri (pribadi) tanpa melihat dampak sosial yang terjadi. Sistem perbankan syariah dengan perbankan konvensional memiliki kesamaan, akan tetapi dalam hal balas jasa yang diberikan kepada nasabah berbeda-beda dengan prinsip balas jasa masing-masing.

Dari perspektif teoritis, perbankan syariah berbeda dengan bank konvensional karena bank syariah menerapkan prinsip- prinsip syariah (hukum islam). Sumber hukum yang utama adalah al-quran dan hadits. Dengan berkembangnya perbankan syariah, ternyata bank syariah masih belum menjadi pilihan utama

6 Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang Perbankan Syariah

7Muhamad, Manajemen Dana Bank Syariah (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), hlm.

2.

(23)

masyarakat dalam menentukan transaksi keuangan. meskipun pertumbuhan aset perbankan syariah mengalami peningkatan signifikan setiap tahun.

Disisi lain perkembangan perbankan syariah di Indonesia masih banyak mengalami kendala. Pada kenyataannya mayoritas nasabah perbankan syariah merupakan „„nasabah mengambang‟‟

yang mengedepankan motif keuntungan, sehingga dapat berpindah ketika suku bunga simpanan di bank konvensional lebih menguntungkan. Kelompok nasabah ini biasanya mempunyai rekening ganda, baik di bank syariah maupun bank konvensional.

Hanya sebagian nasabah yang benar-benar loyal menyimpan dananya di bank syariah karena alasan religious. Sebagian lagi karena faktor terpaksa misalnya mengikuti aturan kampus maupun tempat bekerja yang bekerja sama dengan bank syariah.

Kendala lain yang dihadapi oleh perbankan syariah ialah sosialisasi ke masyarakat masih kurang. Sosialisasi tidak hanya sekedar memperkenalkan keberadaan bank syariah di suatu tempat, tetapi juga memperkenalkan mekanisme, produk bank syariah dan instrumen keuangan bank syariah kepada masyarakat. Informsasi yang mereka peroleh hanya sekilas tentang bank syariah. Dan sulitnya akses akses bank syariah menjadi salah satu alasan masyarakat lebih akrab dan memilih bank konvensional. Ini juga salah satu kendala yang dihadapi bank syariah di Indonesia saat ini, ditambah lagi tingkat pengetahuan yang kurang terhadap bank syaria menjadikan masyarakat lebih memilih bank konvensional untuk kebutuhan transaksinya.

Tetapi kebanyakan masyarakat memang sudah tahu apa itu bank syariah tetapi mereka tidak mengetahui produk-produk yang ditawarkan bank syariah, sehingga masyarakat yang tidak tahu produk-produk bank syariah tentunya tidak akan berminat untuk menggunakan jasa bank syariah karena mereka menganggap bahwa fasilitas penunjang yang diberikan masih kalah dengan fasilitas yang ditawarkan oleh bank konvensional, kecuali orang yang mempunyai keinginan kuat menabung pada bank syariah dikarenakan menghindari unsur riba. pemahaman dan pengetahuan juga mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai bank

(24)

syariah. Secara mudahnya, pandangan masyarakat terhadap bank syariah tergantung dengan apa yang mereka ketahui. Jika pengetahuan tentang bank syariah rendah maka dalam memandang dan keinginan untuk menjadi nasabah bank syariah tentunya rendah pula.

Hal tersebut diatas disebabkan oleh kurangnya wawasan dan pengetahuan staf bagian promosi, sehingga masyarakat atau nasabah belum juga terlalu mengerti dan paham tentang produk- produk yang ditawarkan oleh Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2.

Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 merupakan salah satu lembaga keuangan syariah yang beroperasi menggunakan prinsip-prinsip syariah. Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 menawarkan berbagai macam produk penghimpunan, penyaluran dana, serta pelayanan jasa untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan masyarakat.

Tabungan Easy Mudharabah dan Easy Wadiah, di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 menggunakan akad Mudharabah yaitu perjanjian pembiayaan atau penanaman dana dari pemilik dana (Shahibul maal) kepada pengelola dana (Mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.

Keuntungan dan kerugian diterima dan ditanggung bersama, kecuali kalau kerugian diakibatkan oleh kelalaian si pengelola.Akad Wadiahyaitu penitipan murni nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja menghendakinya.Titipan dapat ditarik setiap saat, dikembalikan secara utuh, dapat dipungut biaya, dan dapat ditentukan syarat-syarat tertentu untuk menjaga keselamatan barang titipan.8

Keputusan nasabah yang melakukan penutupan tabungan dapat diartikan sebagai ketidakloyalan nasabah terhadap bank, faktor yang mempengaruhi nasabah dalam mengambil keputusan untuk menutup tabungan tersebut terdapat faktor internal dan

8Abdurrauf, “Penerapan teori akad pada perbankan syariah”, Jurnal Al-Iqtishad, Vol.4, No.1, Januari 2012. Hlm. 28-29

(25)

faktor eksternal, yaitu kualitas pelayanan yang sangat mempengaruhi loyalitas nasabah yang merupakan faktor internal dan faktor eksternalnya adalah penutupan tabungan atas permintaan nasabah itu sendiri.9 Berikut ini tabel perbandingan antara nasabah yang membuka tabungan dengan yang menutup tabungan:

Tabel 1.1

Perbandingan antara Nasabah yang Membuka Tabungan dengan yang Menutup Tabungan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang

Bima Soetta 2

Tahun Jumlah

Nasabah yang Membuka Tabungan

Jumlah Nasabah yang

Menutup Tabungan

Presentase Penutupan Rekening Tabungan

2020 300 50 6%

2021 400 57 7%

2022 350 35 10%

Dilihat dari tabel diatas menunjukan bahwa dalam dua tahun terakhir yaitu sejak tahun 2020 dan tahun 2021 jumlah nasabah yang menutup tabungan pada Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 mengalami kenaikan, dimana jumlah nasabah yang menutup di tahun 2020 sebesar dan pada tahun 2021 nasabah yang menutup tabungan sebesar.

B. RUMUSAN MASALAH

Dari uraian latar belakang di atas, maka penulis merumuskan pokok permasalahannya Apa faktor penyebab nasabah menutup tabungan di Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 ?

9Anjar Prihantoro, ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah dalam Menutup Rekening Tabungan pada PT BNI Tbk Kantor Layanan Trenggalek”, Jurnal Benefit, Vol. 2, No. 1, Juli 2015. hlm. 87.

(26)

C. TUJUAN DAN MANFAAT 1. Tujuan

Adapun tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui apa faktor penyebab nasabah menutup tabungan pada Bank Syariah Indonesia KcBima Soetta 2.

2. Manfaat

Secara umum manfaat penelitian ini memiliki 2 manfaat yang di fokuskan, yaitu manfaat teoritis dan manfaat

praktis.Adapun manfaat yang dimaksdu adalah sebagai berikut.

1. Manfaat Teoritis

Manfaat teoritis dalam penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan terkait perbankan khususnya mengenai faktor penyebab nasabah menutup tabungan di Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis dalam penelitian ini diharapkan bisa menambah pengetahuan, memberi manfaat, dan informasi tentang faktor penyebab nasabah menutup tabungan di Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2 untuk meningkatkan minat nasabah menggunakanproduk tabungan.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup

Pada penelitian ini, peneliti bertujuan untuk memfokuskan dalam penelitiannya terkait dengan penyebab nasabah menutup tabungan pada BSI kc Bima Soetta 2.

2. Setting Penelitian

Setting penelitian pada penelitian ini adalah tempat dimana peneliti melakukan penelitian, yaitu pada Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.Memiliki letak geografis yang sangat strategis, karena lokasinya berada di tengah masyarakat.

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka adalah salah satu referensi yang diambil peneliti untuk melihat hasil karya ilmiah peneliti terdahulu, yang

(27)

mana dasar penelitiannya mengutip beberapa yang dibutuhkan oleh peneliti sebagai pendukung penelitian.

1. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dini Novia Safitri Tahun 2020 yang berjudul: “Faktor penyebab nasabah menutup rekening tabungan faedah (Studi kasus Bank BRI Syariah KCP Bandar Jaya)”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab nasabah menutup rekening tabungan faedah yang pertama yaitu faktor dari dalam, dimana faktor internalnya yaitu produk bank yang manfaat dan fasilitasnya belum mampu dirasakan oleh nasabah tabungan faedah. Faktor yang kedua yaitu faktor eksternal, dimana faktor eksternal adalah kondisi perekonomian nasabah yang kurang stabil sehingga membuat nasabah berhenti menabung di Bank BRISyariah KCP Bandar Jaya yang kemudian menciptakan mutasi tabungan nasabah tidak aktif lagi dikarenakan saldo tabungan sudah berada di bawah saldo minimal.10 Adapun persamaan penelitian ini dan peneliti yaitu sama-sama membahas tentang faktor penyebab nasabah menutup rekening tabungan. Perbedaannya, Dini Novia Safitri melakukan penelitian di Bank BRI Syariah KCP Bandar Jaya sedangkan peneliti sendiri meneliti di Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.

2. Bersdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mutia Ulfa Tahun 2019 yang berjudul :“Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nasabah dalam menutup rekening tabungan (Studi kasus Bank Mandiri Syariah KCP Padang Bulan Medan)”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor penyebab nasabah menutup rekening tabungan yaitu manfaat produk yang ditawarkan Bank Mandiri Syariah kepada nasabah harus mampu memikat perhatian nasabah agar bisa mempertahankan loyalitasnya pada Bank Mandiri Syariah dan berpindah ke bank lain. Kualitas pelayanan yang diberikan untuk nasabah juga sangat memutuskan loyalitas nasabah kepada Bank Mandiri Syariah. Pelayanan yang bagus, nyaman dan aman sangat

10Dini Novia Safitri, “Faktor penyebab nasabah menutup rekening tabungan faedah (Studi BRI Syariah KCP Bandar Jaya)”,Skripsi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Metro, 2020, hlm. 41.

(28)

berpengaruh untuk membuat nasabah loyal kepada Bank Mandiri Syariah dan melakukan transaksi secara terus menerus.

Hal ini membuat nasabah tidak berfikir untuk menutup rekeningnya dan melihat pada bank lain. 11

Di samping itu, Daya pesaing juga wajib diperhatikan oleh Bank Mandiri Syariah, kekuatan dari pesaing yang mungkin bisa menarik perhatian nasabah menggunakan tawaran yang lebih banyak keuntungan atau kemudahah bagi nasabah tentu akan membuat nasabah tidak loyak kepada Bank Mandiri Syariah.12Adapun persamaan penelitian ini dan peneliti yaitu sama-sama membahas tentang faktor penyebab nasabah menutup rekening tabungan.Perbedaannya, Mutia Ulfa melakukan penelitian di Bank Mandiri Syariah KCP Padang Bulan Medan sedangkan peneliti sendiri meneliti di Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.

3. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Zainudin Tahun 2015 yang berjudul: “Analisis penurunan jumlah nasabah pada produk pembiayaan murabahah (Studi kasus BMT Surya Sekawan Mandiri Boja Kendal)”. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dalam pembiayaan murabahah pada BMT Surya Sekawan Mandiri ini masalah penurunan jumlah nasabah ditimbulkan oleh faktor-faktor sebagai berikut, yaitu :

a. Faktor Internal (dari dalam)

Faktor internal yang terdapat pada BMT Surya Sekawan Mandiri ini merupakan kurang jelinya karyawan menentukan nasabah yang baik untuk mengajukan pembiayaan murabahah, akibatnya berimbas dalam menurunya jumlah nasabah pada tahun 2014, dan bukan hanya kurang jelinya karyawan dalam memilih nasabah, akan tetapi juga karyawan yang sudah tidak ada keterikatan kerja pada BMT Surya

11Mutia Ulfah, “Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nasabah menutup rekening tabungan (Studi Bank Mandiri Syariah KCP Pdang Bulan Medan)”,Skripsi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan, 2019, hlm. 30.

12Ibid.,31.

(29)

Sekawan Mandiri, ada yang masih meminta nasabah untuk mencincil pada karyawan yang tidak lagi bekerja di BMT.13 b. Faktor Eksternal (dari luar)

Faktor ekstenal yang terdapat pada BMT Surya Sekawan di karenakan faktor ketidak sengajaan juga faktor yang disengaja. Faktor yang tidak disengaja misalnya terjadinya kecelakaan sehingga mengakibatkan meninggalnya nasabah, kebangkrutan yang di alami nasabah, semakin banyaknya persaingan lembaga keuangan yang ada di sekitarnya, sedangkan faktor yang di sengaja seperti perilaku dari nasabah yang sulit unruk di pahami, sehingga bagaimanapun usaha BMT untuk meminta nasabah agarmelunasi pembiayaannya yang telah jatuh tempopun sulit untuk melunasinya, dengan menggunakan alasan yang kurang masuk akal dan terdapat juga sebagaian nasabah yang memang tidak menghiraukan tanggung jawabnya untuk melunasi, sehingga pada kabur dan ada juga yang tertipu marketing yang sudah lama keluar tetapi masih meminta pembiayaan tanpa sepengetahuan BMT.14Adapun persamaan penelitian ini dan peneliti yaitu sama-sama membahas tentang penurunan jumlah nasabah.Perbedaannya, Muhammad Zainudin melakukan penelelitian di BMT Surya Sekawan Mandiri Boja Kendal sedangkan peneliti sendiri meneliti di Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Anjar Prihantoro yang berjudul

“Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nasabah dalam menutup rekening tabungan studi kasus di PT BNI Tbk Kantor layanan Trenggalek”. Hasil penelitian bahwa factor-faktor yang mempengaruhi nasabah untuk menutup rekening tabungan yakni manfaat produk, kualitas layanan, dan kekuatan pesaing

13Muhammad Zainudin, “Analisis penurunan jumlah nasabah pada produk pembiayaan murabahah (Studi BMT Surya Sekawan Mandiri Boja Kendal)”, Skripsi Univeersitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, 2015, hlm. 45.

14Muhammad Zainudin, “Analisis penurunan jumlah nasabah pada produk pembiayaan murabahah (Studi BMT Surya Sekawan Mandiri Boja Kendal)”,Skripsi Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, 2015, hlm. 45-46.

(30)

mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap keputusan nasabah untuk menutup rekening tabungan pada PT.

Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. KLN Trenggalek.

Manfaat produk, kualitas layanan, dan kekuatan pesaing mempunyai pengaruh yang nyata secara simultas terhadap keputusan nasabah untuk menutup rekening tabungan pada PT.

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. KLN Trenggalek. 15 Adapun persamaan penelitian ini dan peneliti yaitu sama-sama membahas tentang faktor penyebab nasabah menutup rekening tabungan. Perbedaannya, Anjar Prihantoro melakukan penelitian di PT BNI Tbk KLN Trenggalek sedangkan peneliti sendiri meneliti di BSI KC Bima Soetta 2.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Randy Pribadi yang berjudul

“Prosedur pelayanan transaksi penutupan rekening simpanan Studi kasus pada Bank Syariah Mandiri KCP Sudirman Pekanbaru”. Hasil penelitian bahwa faktor yang melandasi nasabah menutup rekening simpanan pada Bank Syariah Mandiri KCP Sudirman Pekanbaru adalah :

a. Pindah ke bank lain

Nasabah lebih tertarik pada bank lain yang menawarkan fitur yang lebih menguntungkan, seperti : saldo minimum yang lebih rendah.

b. Masuk daftar hitam Indonesia (DHN)

Nasabah masuk DHN karena, mengeluarkan Cek/BG kosong nominal lebih dari Rp.500.00.000.

c. Nasabah membutuhkan dana mendesak

Ketika nasabah membutuhkan dana mendesak seperti sakit dan membutuhkan dana yang banyak maka nasabah akan menarik semua dananya yang ada dibank dan menutup rekenig tersebut.

d. Investasi beli tanah atau rumah bangunan

Nasabah merasa kurang menguntungkan dananya dikembangkan di bank, jadi memutuskan untuk berinvestasi

15Anjar Prihantoro, “Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nasabah dalam menutup rekening tabungan pada PT. BNI Tbk Kantor Layanan Trenggalek”, Jurnal Benefit, Vol. 2, No. 1, Juli 2015, hlm. 100.

(31)

dengan membeli tanah atau rumah yang lebih menguntungka.16Adapun persamaan penelitian ini dan peneliti yaitu sama-sama membahas tentang prosedur pelayanan transaksipenutupan rekening tabungan.Perbedaannya, Randy Pribadi melakukan penelitian di PT BNI Tbk KLN Trenggalek sedangkan peneliti sendiri meneliti di BSI KC Bima Soetta 2.

F. Kerangka Teori 1. Tabungan

a. Pengertian Tabungan

Tabungan merupakan simpanan yang jenis pengambilannya hanya dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, namun tidak bisa ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan menggunakan itu.Nasabah bila mengambil tabungannya bisa datang langsung ke Bank dengan membawa buku tabungan, slip penarikan, atau memakai sarana ATM.17

Tabungan (Saving Deposit) adalah jenis simpanan yang sangat terkenal pada kalangan masyarakat Indonesia mulai dari masyarakatkota higga masyarakat di pedesaan.

Berdasarkan Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, Tabungan ialah simpanan yang pengambilannya cuma bisa dilakukan mengikuti ketentuan tertentu yang disetujui, namun tidak bisa ditarik menggunakan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.18 Pembukaan tabungan masyarakat bisa dilakukan sesuai syarat yang berlaku dan bisa dibuka berdasarkan permintaan

16Randy Pribadi “Prosedur pelayan transaksi penutupan rekening simpanan pada Bank Syariah Mandiri KCP Sudirman Pekanbaru”, Jurnal Islamic Banking, Vol. 5, No. 2, Agustus 2018, hlm. 37-38.

17Khotibul Umam dan Setiawan Budi Utomo, Perbankan syariah: Dasar-dasar dan Dinamika Perkembangannya di Indonesia (Jakarta: Rajawali Pers, 2017), hlm. 88.

18Ismail, Perbankan syariah,(Jakarta: Gema Insani, 2001), hlm.74.

(32)

pribadi, kelompok (lebih dari satu orang) dengan kedudukan yang sama, dan badan tertentu.19

Adapun yang dimaksud dengan tabungan syariah adalah tabungan yang dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Dewan Syariah Nasional telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa tabungan yang dibenarkan adalah tabungan yang berdasarkan prinsip wadiah atau mudharabah.20

Tabungan wadiah merupakan tabungan yang dijalankan berdasarkan akad wadiah, yakni titipan murni yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat sesuai dengan kehendak pemiliknya. Berkaitan dengan produk tabungan wadiah, Bank Syariah menggunakan akad wadi’ah yad adh-dhamanah. Dalam hal ini, nasabah bertindak sebagai penitip yang memberikan hak kepada Bank Syariah untuk menggunakan atau memanfaatkan uang atau barang titipannya, sedangkan Bank Syariah bertindak sebagai pihak yang dititipi dana atau barang yang disertai hak untuk menggunakan atau memanfaatkan dana atau barang tersebut.21

Landasan hukum tabungan wadiah mengacu pada22:

1) Fatwa DSN-MUI

Fatwa DSN No: 02//DSN-MUI/IV/2000, menyatakan bahwa tabungan yang dibenarkan, yaitu tabungan yang berdasarkan prinsip mudharabah dan wadiah.

19Ikatan Bankir Indonesia, Memahami Bisnis Bank, (Jakarta : Gramedia , 2006), hlm. 43.

20 Adiwarman A. Karim, Bank Islam Analisis Fiqih dan Keuangan, PT Raja Grafindo Persada, 2006. hlm. 297.

21 Adiwarman A. Karim, Op. Cit., hlm.297

22 Ahmad Dahlan, Bank Syariah Teori, Praktik, Kritik, Teras, Yogyakarta, 2012, hlm. 137

(33)

2) Peraturan Bank Indonesia (PBI)

Penjelasan pasal 3 Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/19/PBI/2007, wadiah adalah transaksi penitipan dana atau barang dari pemilik kepada penyimpan dana atau barang dengan kewajiban bagi pihak yang menyimpan untuk mengembalikan dana atau barang titipan sewaktu-waktu.

3) Pasal 1 angka 21 UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah

Tabungan adalah simpanan berdasarkan akad wadiah atau investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau akad lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat dan ketentuan tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.

b. Akad Tabungan

a) Akad wadiah yad dhamanah

Prinsip yad-dhamanah “tangan penanggung” yang artinya dimana pihak penyimpan berkewajiban mengenaisemua kehancuran maupun kerugian yang terjadi pada benda ataupun harta titipan.Ini juga berartipihak penyimpan atau custodian merupakantrustee yang sekaligus guarantor “penjamin” keamanan benda atau harta yang dititipkan.Berarti bahwa pihak penyimpan sudah menerima persetujuan dari pihak penitip untuk memanfaatkan benda ataupun harta seperti perjanjian tadiuntuk kegiatan perekonomian tertentu, dengan pemberitahuan bahwa pihak penyimpan bakal mengembalikan benda atau harta yang dititipkan secara lengkap pada saat penyimpan meminta. Hal inisesuai

(34)

dengan ajaran Islam supaya harta selalu diusahakan untuk tujuan bermanfaat (tidak idle atau didiamkansaja).23

Dalam implementasi perbankan, akad wadiah yad dhamanah bisa dipergunakan pada produk penghimpunan dana pihak ketiga diantaranya giro dan tabungan. Bank syariah bakal menaruh insentif pada nasabah berdasarkan uang yang dititipkan pada bank syariah.Besarnya insentif tidak bisa diperjanjikan terlebih dahulu, namun tergantung pada kebijakan Bank Syariah.Apabila Bank Syariah mendapat laba, maka Bank akan menaruh insentif pada pihak penyimpan.

Wadiah yad dhamanah mempunyai ciri, yakni antara lain:24

1) Aset maupun benda yang ditipkan boleh ataupun bisa dipergunakan oleh yang menerimatitipan.

2) Lantaran dipergunakan, benda maupun aset yang dititipkan tentu bisa menciptakan fungsi. Walaupun demikian, tidak terdapat kewajiban kepada pemeroleh titipan untuk memberi hasil pemakaian pada penitip.

3) Produk perbankan yang singkron menggunakan akad ini ialah giro dan tabungan.

4) Bank konvensional menaruh pelayanan giro sebagai kompensasi yang diukur dari profit yang telah ditentukan. Dalam bank syariah, pemberian bonus (seperti pelayanan giro) tidak bisa disebutkan padaperjanjian maupun dijanjikan dalam akad, namun benar-benar imbalan satu pihak sebagai tanda terima kasih dari pihak Bank.

5) Total hadiah insentif seutuhnya ialah wewenang manajemen bank syariah lantaran dalam prinsipnya untuk akad ini pemusatannya merupakantitipan.

23Ascarya, Akad danProduk Bank Syariah, (Depok: Rajawali Pers, 2017), hlm.

43-44.

24Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktik, (Jakarta:

Gema Insani, 2001), hlm. 149.

(35)

6) Produk simpanan bisa memakai akad wadiah lantaran dalam prinsipnya tabungan mirip dengan giro, yakni tabungan yang dapat ditarik setiap waktu.

Perbedaannya, simpanan tidak bisa diambil menggunakan cek atau alat lain yangdipersamakan.

Tabungan Easy Wadiah memakai akad wadiah yad dhamanah, adalah akad di mana pihak penyimpan sudah mendapat persetujuan dari pihak penitip untuk memakai benda atupun harta yang dititipkan tersebut untuk kegiatan perekonomian tertentu, dengan pemberitahuan bahwa pihak penyimpan bakal mengembalikan benda maupun harta yang dititipkan secara penuh pada saat penyimpan menghendaki dan pihak penyimpan bertanggung jawab atas segala kerusakan atau kehilangan yang terjadi pada barang atau aset titipan.25

b) Akad Mudharabah Mutlaqah

Dalam mudharabh mutlaqah, tidak ada pembatasan bagi bank dalam menggunakan dana yang dihimpun.

Nasabah tidak memberikan persyaratan apapun kepada bank, ke bisinis apa dana yang disimpannya itu hendak disalurkan, atau menetapkan penggunaan akad-akad tertentu, ataupun mensyaratkan dananya diperuntukan bagi nasabah tertentu. Jadi bank memiliki kebebasan penuh untuk menyalurkan dana ini ke bisnis manapun yang diperkirakan menguntungkan.

Mudharabah Mutlaqah memiliki karakteristik sebagai berikut :

1) Bank wajib member tahukan kepada pemilik mengenai nisbah dan tatacara pemberitahuan keuntungan dan atau pembagian keuntungan secara resiko yang dapat ditimbulkan dari penyimpanan dana. Apabila telah tercapai kesepakatan, maka hal tersebut harus dicantumkandalam akad.

25Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah, (Depok: Rajawali Pers, 2007), hlm.

43-44

(36)

2) Dapat diambil setiap saat oleh penabung sesuai dengan perjanjian yang disepakati, namun tidak diperkenankan mengalami saldo negative.

3) Ketentuan-ketentuan lainnya yang berkaitan denga tabungan easy mudharabah tetap berlaku sepanjang tidak bertentanga dengan prinsip syariah.26

2. Nasabah

a. Pengertian Nasabah

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) nasabah merupakan orang yang biasa berhubungan dengan ataupun sebagai klien bank (dalam hal keuangan).27

Nasabah berdasarkan Undang-Undang Perbankan Syariah No.21 Tahun 2008 mengenai Perbankan Syariah, nasabah merupakan pihak yang memakai pelayanan Bank Syariah dan ataupun Unit Usaha Syariah.

Nasabah dapat didefinisikan sebagai orang ataupun lembaga hukum yang memiliki rekening baik rekening tabungan maupun pinjaman pada pihak Bank. Sehingga nasabah adalah orang yang biasa berhubungan dengan atau sebagai pelanggan Bank.28

Nasabah adalah seseorang yang menjadi tanggungan atau menjadi pelanggan bank. Dalam hal ini nasabah juga dikatakan sebagai orang yang menggunakan pelayanan yang disediakan oleh bank.nasabah adalah seseorang atau badan usaha maupun lembaga yang mempunyai rekening simpanan dan pinjaman. Selain itu, nasabah juga melakukan transaksi lainnya, baik transaksi online maupun offline.29

26Https://www.ojk.go.id Diakses Tanggal 20 Januari 2022, Pukul 14:00 WITA.

27Https://kbbi.web.id Diakses Tanggal 20 Januari 2022, Pukul 14:00 WITA.

28M. Nur Rianto Al Arif, Dasar-Dasar Pemasaran Bank Syariah,(Bandung:

Alfabeta, 2012), hlm. 189.

29Muhammad Sarifuddin, S.E.I., M.E., Pembiayaan Musyarakah dalam Meningkatkan Pendapatan Nasabah di BPRS, (Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani, 2021), hlm. 53.

(37)

Dalam istilah perbankan, nasabah adalah orang atau badan usaha yang mempunyai rekening simpanan atau pinjaman pada Bank.30

Menurut Komarudin nasabah adalah seseorang atau perusahaan yang mempunyai rekening Koran, deposito atau tabungan serupa lainnya pada sebuah bank.

Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa nasabah adalah seseorang atau badan usaha (korporasi) yang mempunyai rekening simpanan, pinjaman dan melakukan transaksi simpanan dan pinjaman tersebut pada sebuah Bank.31

b. Macam-Macam Nasabah

Dalam Undang-Undang No.10 Tahun 1998 mengenai perubahan atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan, nasabah dibagi menjadi dua yaitu :

1) Nasabah Penyimpan merupakan nasabah yang menyempatkan dananya pada bank dalam bentuk simpanan berdasarkan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan.32

2) Nasabah Debitur ialah nasabah yang menerima fasilitas kredit atau pembiayaan dengan prinsip syariah atau yang dipersamakan dengan perjanjian bank dengan nasabah yang bersangkutan33.

c. Hak-Hak Konsumen :34

1) Nasabah mempunyai hak memahami secara mendetail mengenai produk-produk perbankan yang ditawarkan dan juga atas kejelasan informasi produk Bank. Hak ini adalah hak primer dari nasabah, maka dari itu nasabah wajib

30Https://www.ojk.go.id Diakses Tanggal 20 Januari 2022, Pukul 14:30 WITA.

31Dwi Perwitasari Wiryaningtyas, Pengaruh Keputusan Nasabah Dalam Pengambilan Kredit (Studi Bank Kredir Desa Kabupaten Jember), “Jurnal Ekonomi dan Bisnis Growth”. Vol. 14, No. 2, Mei 2016, hlm. 50.

32Pasal 1 Ayat (17) Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

33Pasal 1 Ayat (18) Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

34Https://www.ojk.go.id Diakses Tanggal 20 Januari 2022, Pukul 14:40 WITA.

(38)

menerima penjelasan yang jelas, terperinci, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, dan juga kesamaan ataupun keseimbangan dalam perjanjian perbankan.

2) Nasabah berhak untuk menerima bunga dari produk tabungan dan deposito yang telah dijanjikan terlebih dahulu.

3) Nasabah berhak menerima layanan jasa yang diberikan oleh bank seperti fasilitas ATM, menerima laporan atas transaksi, mendapatkan jaminan kembali apabila kredit yang dipinjam telah lunas, dan berhak mendapat jasa uang pelelangan dalam hal agunan dijual untuk melunasi kredit yang tidak dibayar.

4) Nasabah berhak menerima uang Rupiah dalam kondisi asli, masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah, layak edar, dan jenis pecahan ataupun nominal yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

5) Nasabah berhak menaruh pengaduan dan wajib ditindak lanjuti.

6) Nasabah berhak menerimaganti rugi, dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diberikan.

Kompensasi atau ganti rugi juga harus diberikan bila barang atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian sebagai bentuk kewajiban dari Bank.

(39)

3. Faktor penyebab nasabah menutup tabungan

Adapun faktor penyebab nasabah menutup tabungan yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.

1. Faktor Internal (dari dalam)

Faktor internal berasal dari bank itu sendiri, yakni sebagai berikut :

a) Lokasi Kantor

Lokasi Kantor yang strategis, gampang di jangkau, tidak macet, jauh dari keramaian, lingkungan amat sangat penting artinya bagi masyarakat.35

b) Kualitas Layanan

Kualitas pelayanan menurut (kotler, 2008) yang dikutip Alfi Syahri Lubis dan Nur Rahmah Andayani merupakan suatu kapasitas yang bisa ditawarkan oleh seseorang pada orang lain. Kualitas pelayanan yang ramah menaruh imbas yang baik untuk perseroan sebab bakal menjadi pelanggan yang loyal dan menaruh laba bagi perseroan.36

c) Ingkar janji dan tidak tepat waktu

Pegawai sempat tidak memenuhi kesepakatan seperti waktu pelayanan yang sudah ditetapkan.Begitupun dengan penanganan pekerjaan yang tidak cocok dengan kemauan nasabah.37

Bisa di simpulkan berarti faktor internal penyebab nasabah menutup rekening tabungan ialah lokasi kantor bank, kualitas layanan yang baik, dan pegawai yang tidak tepat waktu.

2. Faktor Eksternal (dari luar)

35Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, Islamic Banking: Sebuah Teori, Konsep, dan Aplikasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 573.

36Alfi Syahri Lubis dan Nur Rahmah Andayani, “Pengaruh kualitas pelayanan (Service Quality)Terhadap kepuasan pelanggan PT. Sucifindo Batam, ” Journal of Business Administration Vol. 1, No. 2, September 2017, hlm.234.

37Zul Ridha Silvia Rahmah, “Faktor-Faktor Penyebab Penurunan Nasabah pada Produk Tabungan Mudharabah di Baitul Qiradh Surya Madinah”,SkripsiUniversitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, 2016, hlm. 32.

(40)

Faktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar bank, yang termasuk faktor eskternal diantaranya :38

a) Keadaan Perekonomian

Situasi perekonomian sebuah negara merupakan bagaimana rangkaian perekonomian negara tersebut. Jika perekonomian maju cepat, berarti berdampak positif bagi global bisnis dan penghasilan masyarakat akan tumbuh sehingga akan menambah ketertarikanmasyarakat ataupun perseroan untuk menabung dan dampaknya simpanan masyarakat akan meningkat. Begitupun sebaliknya, apabila perekonomian menurun, berarti akan berdampak pada perkembangan global bisnis yang akan lesu, taraf penghasilan masyarakat tidak meningkat justru menurun, yang akan menyebabkan penghimpunan dana bank cenderung akan menurun.

b) Kegiatan dan kondisi pemerintah

Stabilitas pemerintahan dan kepastian hukum sangat berperan dalam membentukstabilitas berusaha dan agunan dalam berusaha yang dibuktikan menggunakan kejelasan dan ketegasan peraturan dan kebijakan yang berlaku baik pada pemerintah pusat serta pemerintah daerah.

G. Metode Penelitian

Pengertian metode, berasal dari kata methodos (Yunani) yang dimaksud adalah cara atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau obyek penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan termaksud keabsahannya. Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan analisis dan

38Veithzal Rivai dan Arviyan Arifin, Islamic Banking: Sebuah Teori, Konsep, dan Aplikasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 573.

(41)

kontruksi yang dilakukan secara metode logis, sistematis dan konsisten.39

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah menggunakan pendekatan Kualitatif karena peneliti mengumpulkan data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari pengamatan, wawancara, dan dokumen.

Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang dilakukan kepada subjek penelitian dimana terdapat sebuah peristiwa dimana peneliti menjadi instrument kunci dalam penelitian, kemudian hasil pendekatan tersebut diuraikan dalam bentuk kata – kata yang tertulis dan empiris yang telah diperoleh dan dalam pendekatan ini pun lebih menekankan makna dari generalisasi.40

Menurut Creswell yang dikutip oleh Coony R Semiawan pada penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan atau penelusuran yang mengeksporsasi atau memahami suatu gejala sentra.Untuk mengetahui gejala sentra tersebut peneliti mewawancara peserta penelitian atau partisipant kemudian dikumpulkan, informasi tersebut bisa berupa kata atau teks.Data yang berupa kata – kata tersebut kemudian dianalisis, hasil analisis tersebut berupa penggambaran atau deskripsi atau pula berbentuk tema – tema.41

2. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini berlokasi pada Bank Syariah Indonesia KC Bima Soetta 2, penelitan ini dilakukan pada September– November 2021. Untuk penelitian pertama difokuskan meneliti penyelesaian proposal Skripsi dan dilanjutkan pada penyelesaian proposal.

39Ruslan, Rosady, Metode Penelitian: Publick Relations dan Komunikasi, ( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006 ), hlm. 24.

40 Sugyono, Metode Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (Bandung:

Alfabeta, 2009), hlm. 38.

41Coony R. Semiawan, Metode penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik, dan Keunggunlannya.(Grasindo Bukukita.com Gramedia), hlm.7.

(42)

3. Sumber Data

Sumber data merupakan pokok dari mana informasi didapatkan.42Informasi bisa didapatkan dari manusia ( informan ), kejadian, tempat, dokumen, tempat tinggal dan bahkan dari hewan dan tumbuhan.43Didalam penelitian ini peneliti memakai dua sumber data:

a. Data Primer

Data primer adalah data dasar yang diperoleh dari orang pertama, dari sumber asalnya yang belum diolah dan diuraikan orang lain. Dalam penelitian ini yang menjadi data primer adalah data yang diperoleh dari interview (wawancara) dan pengamatan (observasi) dengan objek penelitian.44Dalam hal ini yang menjadi sumber data primer dalam penelitianini adalah BOSM (Branch Operations and Service Manager) , CS (Costumer Service) dan Nasabah.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber yang diberikan data secara tidak langsung yakni melalui orang lain atau lewat dokumen misalnya insiden ataupun aktivitas yang didapatkan melalui media masa, fakta yang didapatkan melalui orang lain, jurnal, skripsi, dan buku – buku. 45Dalam penelitian ini peneliti mendapatkan informasi sekunder dari buku – buku, jurnal dan skripsi.

4. Tehnik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data yaitu bentuk mengumpulkan informasi yang diperlukan agar bisa menjawab rumusan masalah penelitian. Biasanya bentuk pengumpulan informasi bisa memakai tehnik wawancara (interview), angket

42Suharsimi Arikunto, Prosedur penelitian: Suatu pendekatan Praktik( Jakarta:

Rineka Cipta, 2010), hlm. 172.

43M. Djamal,Paradigma Penelitian Kualitatif, ( Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2017), hlm.64.

44 Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, ( Bandung: CV. Pustaka Setia, 2008 ), hlm.186.

45Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi,(

Bandung: Alfabeta, 2016), hlm. 191.

(43)

(questionnaire), pengamatan (observation) dan Focus Group Discussion(FGD).46Didalam penelitian ini, peneliti memakai observasi, wawancara dan dokumentasi.

a. Observasi

Observasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan terhadap objek penelitian.Observasi yaitu metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap objek penelitian yang dilaksanakan secara langsung ataupun secara tidak langsung.47

Pada penelitian ini peneliti menggunakan tehnik data observasi partisipan, yang dimana peneliti mengamati secara langsung apa yang terjadi pada lokasi penelitian, mendengarkan secara langsung yang diucapkan dalam aktivitas pada tempat penelitian. Sehingga data yang diperoleh akan lebih valid, cepat dan tepat.

b. Wawancara

Wawancara merupakan tehnik pengumpulan data guna untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal yang lebih mandalam dan jumlah respondennya.48

Jenis wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara tidak berstruktur, karena peneliti menggunakan wawancara tidak berstruktur karena peneliti berusaha mendapatkan permasalahan lebih mendalam, untuk menggambarkan permasalahan yang lebih lengkap sehingga peneliti dapat menentukan secara pasti permasalahan atau variabelapa yang harus diteliti dan dipakai sebagaimana mestinya tentang persoalan yang diangkat.

46Juliansyah Noor, Metodelogi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah,( Jakarta: Kencana, 2013 ), hlm. 138.

47Subandi, Deskripsi Kualitatif sebagai Satu Metode dalam Penelitian Pertunjukan, “ Jurnal Harmonia”, Vol. 11, No.2, Febuari 2011, hlm. 176.

48Satori Djam’an, Metode Penelitian Kualitatif, ( Bandung: Alfabeta, 2014 ), hlm. 130-131.

(44)

Adapun informan dari penelitian ini diantaranya adalah 1) BOSM (Branch Operations and Service Manager) 2) Customer Service (CS)

3) Nasabah c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah sebagai tanda bukti dengan maksud menguatkan kebenaran telah melalui wawancara dan observasi, yakni dengan cara melaksanakan dengan photo, video, maupun rekaman. Karena sebagai bukti bahwa peneliti telah melakukan penelitian pada Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.49

Dalam pengumpulan data ini peneliti menggunakan data dari Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2 berupa dokumen resmi duta menggunakan data yang tepat dan relevan dalam penelitian yang dilakukan, seperti profil Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2, Produk Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2.

5. Metode Analisis Data

Metode analisis data adalah proses menyimak secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorgaisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam bagian-bagian tertentu, menyusun kedalam pola, memilih mana yang sesuai dengan penelitian, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh sendiri dan orang lain.50 Adapun tehnik analisis data digunakan pada penelitian ini adalah:

a. Reduksi Data

Reduksi data adalah proses memilih hal-hal yang pokok, penyederhanaan data, dari catatan tertulis di lapangan.

Dengan kata lain memfokuskan pada hal-hal yang penting,

49Yusuf A. Muri, Metode Penelitian Kuntitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, ( Jakarta: Prenamedia Group, 2016), hlm. 391.

50Beni Ahmad Saebani, Metode Penelitian, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2008 ), hlm. 95.

(45)

agar dapat memilih hal-hal yang perlu membuang yang tidak perlu.51 Dengan demikian data yang sudah direduksi akan mudah memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

b. Penyajian Data

Setelah mereduksi data selanjutnya, dan perlu peneliti melakukan penyajian data yang sudah di dapatkan baik dalam bentuk uraian singkat maupun dalam bentuk grafik, menarasikan dan sejenisnya. Dengan cara menyajikan data tersebut dari hasil observasi maupun wawancara baik tertulis maupun non tertulis peneliti dengan lebih mudah memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.

c. Penarikan Kesimpulan

Langkah ketiga dalam metode analisis data oleh peneliti adalah penarikan kesimpulan.Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya.

Dalam penelitian ini akan dilakukan kesimpulan dari hasil observasi, wawancara, maupun dokumentasi dengan cara menganalisisnya mengenai Analisi faktor penyebab nasabah menutup tabungan di Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.

H. Keabsahan Data

Keabsahan data dilakukan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam kenyataan, sehingga memperoleh keabsahan data atau data yang valid diperlukan tehnik pemeriksaan, agar diperoleh temuan temuan dan informasi yang abash dan valid.

Untuk memperoleh keabsahan data, maka diperlukan tehnik pemeriksaan sehingga diperoleh temuan-temuan dan

51Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, ( Bandung:

Alfabeta, 2014), hlm. 338.

(46)

informasi yang akurat dan dapat dipercaya..52 Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan tehnik pemeriksaan,agar dapat memperoleh data lebih akurat dapat menggunakan teknik-teknik sebagai berikut :

1) Perpanjangan pengamatan, peneliti memperpanjang waktu pengamatan dilapangan seperti wawancara terhadap sumber yang pernah ditemui sebelumnya.

2) Triangulasi Data, triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai cara dan berbagai waktu. Triangulasi dulakukan dengan tiga strategi :

a) Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber.

b) Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data pada sumber yang sama dengan teknik ysng berbeda. Data yang diperoleh dengan wawancara lalu di cek dengan observasi, dokumentasi, atau kuisioner. Jika dari data yang dihasilkan itu berbeda-beda, maka peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan untuk memastikan data yang bersangkutan yang dianggap benar.

c) Triangulasi Waktu

Teknik yang dilakukan dengan waktu tertentu untuk mendapatkan data hasil yang kredibilitas data. Atau yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dipagi hari pada saat narasumber masih segar dan belum banyak masalah, akan member data yang lebih valid sehingga kredibel.

I. Sistematika Pembahasan

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dalam proposal ini, maka perlu dikemukakan pokok permasalahan yang disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut: halaman judul, kata pengantar, daftar isi.

52Moleong L, Metode penelitian Kualitatif, ( Bandung: PT Remaja Rodakya, 2018 ), hlm. 327-328.

(47)

BAB I PENDAHULUAN

Bab Pertama merupakan bab pendahuluan. Meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kajian teori, metode penelitian, sistematika pembahasan, dan jadwal waktu kegiatan.

BAB II PAPARAN DATA

Pada Bab Kedua ini peneliti membahas tentang hasil penelitian secara utuh sesuai kajian pokok yang sudah dirancang sebelumnya.Karena paparan data adalah memaparkan data temuan dari tempat penelitian yang belum tercampur dengan kajian teori lainnya. Baik dari hasil wawancara, observasi

si maupun dokumentasi (Studi kasus pada analisi faktor penyebab nasabah menutup tabungan pada Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2).

BAB III PEMBAHASAN

Adapun pembahasan dibagian bab ke tiga yaitu bagaimana peneliti melihat kekurangan dan kelebihan dari hasil paparan data dan melakukan analisis dengan teori yang sudah ada yakni analisi faktor penyebab nasabah menutup tabungan pada Bank Syariah Indonesia Kc Bima Soetta 2.

BAB IV PENUTUP

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. Dalam bab ini penulis, membuat kesimpulan dari masalah yang telah di bahas dan memberikan saran atau solusi pada pembahasan.

(48)

BAB II

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN,

FAKTOR PENYEBAB NASABAH MENUTUP TABUNGAN

A.Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Sejarah berdirinya Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Bima Soetta 2

Berawal dari akuisisi PT. Bank Rakyat Indonesia terhadap Bank Jasa Arta pada 19 Desember 2007 dan setelah mendapatkan izin dari Bank Indonesia pada tanggal 16 Oktober 2008 melalui surat No. 10/67/KEP.GBI/DpG/2008, maka pada tanggal 17 November 2008 PT. BRI Syariah resmi beroperasi. Kemudian PT. BRI Syariah merubah kegiatan usaha yang semula beroperasional secara konvensional, kemudian di ubah menjadi kegiatan perbankan berdasarkan prinsip Syariah Islam.Dua tahun lebih PT. BRI Syariah hadir mempersembahkan sebuah Bank ritel modern terkemuka dengan layanan financial sesuai kebutuhan nasabah dengan jangkauan termudah untuk kehidupan lebih bermakna.Melayani nasabah dengan layanan prima (service excellence) dan menawarkan beragam produk yang sesuai harapan nasabah dengan syariah.

Aktivitas PT. Bank BRI Syariah semakin kokoh setelah pada tanggal 19 Desember 2008 ditandatangani akta pemisahan Unit Usaha Syariah PT. Bank Rakyat Indonesia, untuk melebur ke dalam PT. Bank BRI Syariah (proses spin off) yang berlaku efektifpada tanggal 1 Januari 2009. Penandatanganan dilakukan oleh Bapak Sofyan Basir selaku Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia, dan Bapak Ventje Rahardjo selaku Direktur Utama PT. Bank BRI Syariah. Dalam mengembankan bisnis, PT. Bank BRI Syariah membuka Kantor Cabang Pembantu di Kota Bima, pada tanggal 14 Januari 2014 berdirinya PT. Bank BRI Syariah Tbk KCP. Bima Soetta yang dipimpin oleh Bapak Kurniawan dengan format awal, pincapem satu orang, CS satu orang, teller satu orang, BOS satu orang, UFU satu orang, AFO satu orang, sales officer tujuh orang, account officer dua orang, dan relationship officer satu orang.

Gambar

Tabel 1.1  Perbandingan antara nasabah yang membuka tabungan  dengan yang menutup tabungan di Bank Syariah Indonesia  Kantor Cabang BimaSoetta 2, 4
Gambar 1.1  Struktur Organisasi Bank Syariah Indonesia  Kantor  Cabang Bima Soetta 2, 33

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi loyalitas nasabah pada Pd.. Bkk Eromoko Kantor Cabang Nguntoronadi ditinjau dari

Untuk menguji pengaruh variabel nisbah bagi hasil secara parsial terhadap minat nasabah menabungdi Bank BNI Syariah Kantor Cabang Purwokerto. Hipotesis dirumuskan sebagai berikut

Wawancara Bersama Pegawai Bank Syariah Indonesia Kantor Cabang Tanjung 1.Wawancara bersama Ibu Nahdiaturrakhimah selaku Micro Manager Relationship di Bank Syariah Indonesia Kantor

Kedua; variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan nasabah menggunakan produk Tabungan IB Hasanah di BNI Syariah Kantor Cabang Banjarmasin

Hasil dalam penelitian ini yaitu: Pertama, preferensi nasabah BNI Syariah Kantor Cabang Banjarmasin lebih banyak menggunakan layanan ATM BNI Syariah dibandingkan

Begitupun yang dikemukakan saat wawancara dengan Ibu Irma Iriani se;laku nasabah yang sudah cukup lama melakukan penanaman modal di BNI Syariah Ratulangi beliau mengatakan : “pengaruh

3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Untuk Menggunakan Layanan Mobile Banking Pada PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Lubuk Pakam Dwitya Pratiwi Wulandari 2018 Hasil

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Nasabah Untuk Menggunakan Layanan Mobile Banking Pada Pt Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Lubuk Pakam Skripsi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam