• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis kemampuan berpikir logis matematis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "analisis kemampuan berpikir logis matematis"

Copied!
185
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konteks Penelitian

Dengan belajar matematika, anak yaitu siswa belajar terampil dalam memecahkan masalah. Masalah digambarkan sebagai tugas yang harus diselesaikan siswa tanpa menggunakan teknik konvensional untuk menyelesaikannya.

Fokus Penelitian

Dengan demikian dapat dibuktikan bahwa pembelajaran penemuan merupakan sesuatu yang cocok dipadukan dengan STEM.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Peneliti berharap dengan adanya penelitian ini dapat menyelesaikan tugas akhir sekaligus memperoleh kompetensi dalam mengevaluasi kemampuan penalaran logis matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Discovery berbasis STEM. Temuan penelitian ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami bagaimana metode pembelajaran penemuan berbasis STEM dapat menganalisis kemampuan berpikir logis matematis siswa dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Definisi istilah

STEM pada materi aritmatika sosial pada VII. kelas sangat baik untuk kemampuan berpikir matematis dan logis siswa. Berikut gambar hasil Tes Kemampuan Penalaran Logis Matematis siswa pada materi aritmatika sosial.

Sistemaatika Pembahasan

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Lilis Wulandari (2020) dengan judul Analisis Keterampilan Berpikir Logis Matematis Materi Pecahan Dilihat dari Keterampilan Awal Siswa Kelas IV MI Darusaalam Lambeyan Kulon Kecamatan Lambeyan Kabupaten Magetan. Siswa dengan kemampuan awal yang baik dapat memenuhi seluruh kriteria kemampuan berpikir logis matematis.

Tabel 2.1   Penelitian Terdahulu  N
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu N

Kajian Teori

  • Kemampuan berpikir logis matematis

Keterampilan yang akan dipelajari dalam penelitian ini adalah kemampuan intelektual yang berhubungan dengan berpikir logis dan matematis siswa. Siswa kini dapat membangun penjelasan atas kegiatan pembelajaran yang telah dipelajarinya pada model pembelajaran STEM tingkat keenam.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Oleh karena itu, peneliti memilih pendekatan kualitatif sebagai cara penggunaan penelitian deskriptif. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan melakukan proses belajar mengajar di kelas VII SMP/MTs pada materi aritmatika sosial dengan mengambil subbab jual beli.

Lokasi Penelitian

Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian yang menjelaskan dan mendeskripsikan berdasarkan kenyataan, yang bersifat logis, sistematis dan akurat dalam mengumpulkan data mengenai peristiwa yang sebenarnya, sehingga dapat menjadi jenis penelitian deskriptif.28. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti melakukan penyelidikan mendalam untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis siswa dengan menggunakan pendekatan Discovery Learning berbasis STEM pada materi aritmatika sosial tingkat SMP/MT.

Subyek Penelitian

Kepala sekolah dan guru matematika memberikan respon positif ketika peneliti melakukan observasi dan penelitian di sekolah.

Teknik Pengambilan Data

Subjek diwawancarai oleh peneliti untuk mengetahui kemampuan berpikir logis matematika dengan menggunakan pendekatan Discovery Learning berbasis STEM pada materi yang telah ditentukan. Jenis proses tanya jawab semi terstruktur dengan pedoman wawancara yang disusun tidak sistematis mencakup pokok-pokok yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.30.

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Pakar yang dituju adalah dosen matematika yang akan memberikan pendapatnya terhadap instrumen yang telah peneliti susun. 32 Berikut lembar validasi yang digunakan dalam penelitian ini. Lembar validasi pengujian kemampuan berpikir logis matematis siswa disini dilakukan dengan memberikan soal matematika pada materi aritmatika sosial berbasis STEM.

Analisis Data

Uji reliabilitas menurut Sugiyono mengukur sejauh mana pengukuran yang dilakukan terhadap suatu hal yang sama menghasilkan hasil yang sama.33 Cronbach’s alpha digunakan untuk mengetahui reliabilitas instrumen dalam penelitian ini karena instrumen yang disajikan berupa soal tes berbentuk soal. sebuah deskripsi. Dalam penelitian kualitatif ini ditarik kesimpulan mengenai kemampuan berpikir logis matematis siswa dengan menggunakan data hasil analisis data yang dikumpulkan pada langkah sebelumnya, serta data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

45. dari kemampuan berpikir logis matematis melalui model Discovery Learning berbasis STEM pada materi aritmatika sosial. Melaksanakan tes kemampuan berpikir logis matematis berupa soal literasi matematika pada materi aritmatika sosial berbasis STEM.

PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

Gambaran Obyek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis Data

S3 mampu mencapai indikator kemampuan penalaran pada soal #1 dengan mampu menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM. Lembar jawaban S4 menggambarkan bahwa S4 mampu mencapai indikator kemampuan argumentatif pada soal nomor 1 dan 2 dengan mampu menyajikan apa yang telah diketahuinya dan. Lembar jawaban S13 menggambarkan bahwa S13 mampu mencapai indikator kemampuan penalaran pada soal nomor 1 dan 2 dengan mampu menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM.

Lembar jawaban S15 menggambarkan bahwa S15 mampu memenuhi indikator kemampuan argumentasi pada soal nomor 1 dan 2 dengan menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM. Lembar jawaban S17 menggambarkan bahwa S17 mampu mencapai indikator kemampuan argumentasi pada soal nomor 1 dan 2 dengan menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM. Lembar jawaban S18 menggambarkan bahwa S18 mampu memenuhi indikator kemampuan argumentasi pada soal nomor 1 dan 2 dengan menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM.

Lembar jawaban S20 menggambarkan bahwa S20 mampu mencapai indikator kemampuan penalaran pada soal nomor 1 dan 2 dengan mampu menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis pada STEM. Lembar jawaban S22 menggambarkan bahwa S22 mampu mencapai indikator kemampuan argumentatif pada soal nomor 1 dengan mampu menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM. Lembar jawaban S24 menggambarkan bahwa S24 mampu mencapai indikator kemampuan penalaran pada soal nomor 1 dengan mampu menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal aritmatika sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM.

Lembar jawaban S25 menggambarkan bahwa S25 mampu mencapai indikator kemampuan argumentasi pada soal nomor 1 dengan mampu menyajikan informasi yang diketahui dan informasi pada soal aritmatika sosial dalam bentuk soal sejarah berbasis STEM. Lembar jawaban S26 menggambarkan bahwa S26 mampu mencapai indikator kemampuan penalaran pada soal nomor 1 dan 2 dengan mampu menyajikan apa yang diketahui dan informasi yang terkandung dalam soal numerasi sosial dalam bentuk soal cerita berbasis STEM.

Gambar 4. 1 Hasil Uji Reliabilitas
Gambar 4. 1 Hasil Uji Reliabilitas

Pembahasan Temuan

Wulandari Lilis yang menurutnya siswa dengan kemampuan berpikir logis matematis tinggi mampu melalui seluruh tahapan dengan akurat dan benar.36. Tes KBLM yang diberikan kepada 29 siswa menunjukkan kemampuan berpikir logis matematis siswa setelah mengerjakan 2 soal aritmatika sosial berbasis STEM. Siswa mulai mengembangkan rencana untuk menyelesaikan pertanyaan faktual (Perencanaan dan Melakukan Investigasi).

Siswa membangun penjelasan dan merumuskan poin-poin penting dari perhitungan nilai bilangan bulat, satuan, dan pecahan. Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang apa yang telah mereka pelajari tentang penghitungan skor total, satuan, dan parsial. Guru dan siswa menarik kesimpulan tentang apa yang telah mereka pelajari tentang untung dan rugi.

Panduan wawancara ini dibuat untuk menggali informasi tambahan mengenai kemampuan berpikir logis matematis siswa SMP/MT melalui pembelajaran penemuan berbasis STEM pada materi aritmatika sosial yang diperoleh melalui tes. Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur untuk mengetahui lebih lanjut proses kemampuan berpikir logis matematis siswa. Pertanyaan wawancara yang diajukan disesuaikan dengan kemampuan berpikir logis matematis subjek penelitian berdasarkan hasil tes kemampuan siswa dalam menyelesaikan angket setelah menerima pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning berbasis STEM.

PENUTUP

Simpulan

Implementasi pembelajaran matematika pada materi aritmatika sosial menggunakan model Discovery Learning berbasis STEM dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan dengan jumlah JP sebanyak 5 kali. Pembelajaran mengikuti sintaksis pembelajaran penemuan yang dipadukan dengan sintaksis STEM, antara lain mendorong dengan mengajukan pertanyaan dan mendefinisikan masalah, menyatakan masalah dengan mengembangkan dan menggunakan model serta merencanakan dan menyampaikan, serta mengeksplorasi, mengolah data dengan menganalisis dan menafsirkan data, serta menggunakan matematika dan ilmu komputer, berpikir, memeriksa dengan membangun penjelasan dan merumuskan solusi serta terlibat dalam argumen dari bukti, menggeneralisasi dengan memperoleh, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi di kelas 7 unggulan MTsN 12 Banyuwangi. Kemudian yang mencapai indikator ketiga adalah indikator inferensi yang berarti pencapaian ketiga indikator tersebut sebesar 100%.

Pada soal kedua, 28% siswa tidak dapat mencapai ketiga indikator kemampuan berpikir logis, matematis atau disingkat KBLM yaitu 8 siswa, 21% siswa yang hanya mencapai indikator 1 yaitu kemampuan berargumentasi, masing-masing 6. siswa. Kemudian sebesar 34% menyatakan siswa mampu mencapai indikator kedua yaitu indikator berpikir koheren yaitu sebanyak 10 siswa. Kemudian sebesar 17% hanya mampu mencapai indikator ketiga yaitu indikator inferensi atau dengan kata lain berhasil menyelesaikan soal nomor 2 dan memenuhi sempurna ketiga indikator KBLM yaitu 5 siswa.

Saran-saran

Pengecekan kehadiran siswa sebagai bentuk sikap bertanggung jawab, disiplin dan kesadaran terhadap ilmu pengetahuan. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi dan mengumpulkan informasi tentang perhitungan hasil total, satuan dan sebagian. Siswa mencari informasi dan memecahkan masalah dari menghitung nilai total, satuan dan pecahan serta terus menyajikan kembali dan berbagi informasi (menggunakan matematika dan pemikiran komputasi).

Siswa kemudian dituntut untuk memahami model atau simulasi untuk membantu mengembangkan informasi yang diamati (Mengembangkan dan Menggunakan Model). Siswa menemukan informasi dan memecahkan masalah dari menang dan kalah dan beralih ke penyajian kembali dan pertukaran informasi (menggunakan matematika dan pemikiran komputasi). Penutup  Siswa membuat rangkuman/kesimpulan atas apa yang telah dipelajarinya mengenai poin-poin penting yang dikemukakan dalam kegiatan pembelajaran yang baru saja diselesaikan.

Tes kognitif pengetahuan merupakan tes kemampuan siswa setelah mempelajari materi pembelajaran, yang dilaksanakan sehari-hari dan dijumlahkan dalam evaluasi akhir materi pembelajaran. Penilaian keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan untuk mengukur keterampilan siswa dalam presentasi, permainan kelompok, dan turnamen. Kemampuan bernalar (Siswa mampu mengemukakan alasan yang logis mengenai seluruh langkah penyelesaian yang akan digunakan dari awal sampai pada kesimpulan yang benar.

Siswa dapat menyelesaikan masalah dengan benar pada setiap langkahnya dan dapat memberikan argumentasi pada setiap langkah yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Menarik kesimpulan (Siswa memberikan kesimpulan yang sesuai pada setiap langkah penyelesaian. Siswa mencapai kesimpulan yang sesuai dari hasil akhir jawabannya).

Tabel kisi-kisi soal tes kemampuan berpikir logis matematis  NO  Indikator Kemampuan Berpikir Logis
Tabel kisi-kisi soal tes kemampuan berpikir logis matematis NO Indikator Kemampuan Berpikir Logis

Referensi

Dokumen terkait