• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kurikulum Operasional Madrasah(KOM)

N/A
N/A
Agus Dan Susanti

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Kurikulum Operasional Madrasah(KOM)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

LK-1a Analisis Kurikulum Operasional Madrasah(KOM)

No Komponen Kom Uraian

Karateristik Analisis Kekuatan (Strength):

Situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki SDN 3 Cipongkor Atas yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang adalah sebagai berikut:

1. Dari pihak kepala sekolah :

a. Mempunyai Akhlaq yang baik kepada semuanya b. Mempunyai jiwa leadership

c. Menguasai I T

d. Selalu mendorong guru untuk terus berkembang dengan banyak cara yang baik

e. Bisa mengelola dana BOS dengan tepat dan jujur 2. Dari pihak guru :

a. Guru berpedoman pada budi pekerti yang baik terhadap guru, siswa dan keluarga besar sekolah.

b. hal. Guru ingin terus mengembangkan

potensinya dengan mengikuti berbagai pelatihan dan lokakarya agar pembelajaran guru

menyenangkan dan menghibur siswanya.

c. Semua guru mempunyai pelatihan yang sesuai di tingkat Abitur

d. kematian Banyak guru yang memiliki kualifikasi mengajar Jawaban

e. (Bendahara) Dapat mengelola dana BOS secara akurat 3. Staf/Operator :

a. Mempunyai kualifikasi pendidikan yang sesuai yakni Sarjana Ekonomi

b. Menyelesaikan segala adm yang berkaitan dengan sekolah, Kepala sekolah, guru dan murid.

4. Sarana dan prasarana :

a. Terpenuhinya buku-buku sekolah, ada perpustakaan, ada halaman sekolah,

perlengkapan olahraga, kantin, WC guru dan murid.

b. Sekolah yang nyaman dan asri (halaman sekolah luas) c. Ada Wifi, laptop, croombook dll.

Analisis Kelemahan (Weakness) : 1. Sekolah :

a. Jumlah siswa sedikit, jumlah perkelas kurang dari 28 siswa, sehingga berimbas pada jumlah penerimaan Alokasi Dana BOS.

b. Dana Bantuan Operasional Sekolah tidak mencukupi semua kegiatan penting di sekolah.

c. Penggunaan Dana BOS yang tidak sesuai dengan pos yang telah dianggarkan dengan RKAS.

d. Komite Sekolah tidak berjalan sebagaimana mestinya, terkadang menghambat program kerja sekolah yang sedang berjalan.

(2)

2. Guru :

a. Guru kurang faham atau tidak faham I T sehingga kesulitan dalam mengembangkan inovasi dan kereatifitasnya

b. Guru tidak / jarang ikut pelatihan/ work shop

c. Guru kurang faham materi yang disamapikan sehingga pembelajaran tidak nyambung dan kaku

d. Administrasi guru hanya di atas kertas, tidak dipraktekkan.

3. Peserta didik :

a. Banyak siswa yang tidak berprestasi secara akademis karena dalam sains saat ini, anak-anak terkadang harus:

Bereksplorasi, sosialitatif, komunikatif, menggali dan menemukan.

b. Anak yang malas belajar karena peregaulan bebas dengan lingkungannya

Analisis Peluang (Opportunity):

Biasanya peluang ini banyak kita dapatkan dari lingkungan eksternal untuk internal (sekolah), diantaranya yaitu :

1. Pihak pengawas

Karena pengawas merupakan perpanjangan tangan dari kantor wilayah kita untuk memajukan pihak sekolah yang di awasinya.

2. Dukungan pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan mutu pendidikan

3. Kegiatan KKGA/KKG

Karena KKGA dan KKG merupakan sebuah organisasi, maka kami mendapatkan banyak ilmu dan informasi yang berguna untuk memajukan sekolah kami

4. Wali Murid

Salah satu cara untuk maju bersama kami (sekolah) adalah dengan membina hubungan baik dengan orang tua siswa.

Analisis Ancaman (Threat) :

Diantara hambatan secara umum yang kami hadapi adalah :

• Lembaga pendidikan lain yang sejenis. Adanya persaingan dari lembaga pendidikan lain atau sekolah swasta lain yang

memiliki program – program unggulan yang tidak dimiliki sekolah ini.

• Latar belakang sosial orang tua. Dengan latar belakang orang tua yang sebagian besar dari kalangan ekonomi bawah, sering melakukan keterlambatan pembayaran biaya sekolah. Hal ini tentunya akan mempengaruhi stabilitasi sekolah

(3)

Keselarasan

Visi “Membentuk peserta didik yang BERILMU dan BERAKHLAKUL KARIMAH”

Misi 1. Merealisasikan hasil kajian Kurikulum dengan penuh tanggung jawab.

2. Melaksanakan Pembelajaran dan Bimbingan secara efektif sehingga potensi siswa dapat berkembang secara optimal.

3. Mengembangkan buday disiplin dan etos kerja yang tinggi serta mengikuti kegiatan-kegiatan yang bersekala Nasional.

4. Membentuk lingkungan pendidikan yang mampu menumbuhkan dan meningkatkan kwalitas keagamaan siswa.

5. Membangkitkan dan menumbuhkan semangat berprestasi seluruh warga sekolah serta kesadaran dan kepeduliaan terhadap lingkungn.

6. Mengembangkan sosialisasi kemasyarakatan serta meningkatkan manajemen partisipasipatif yang yang melibatkan siswa guru dan orang tua serta /stakeholder sekolah

Tujuan Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Merujuk pada tujuan pendidikan dasar tersebut, maka tujuan Sekolah Dasar Negeri 3 Cipongkor dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik untuk :

1. Siswa mampu mengamalkan ajaran agama dengan melakukan ibadah sesuai dengan ajaran agama, mengikuti proses pembelajaran dan aktivitas yang biasa dilakukan.Memiliki sikap disiplin, budi pekerti dan kepedulian sosial;

2. Memiliki peserta didik yang berprestasi akademik maupun non akademik pada level kabupaten dan provinsi;

3. Terwujudnya layanan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik;

4. Terlaksananya proses pembelajaran yang variatif dan inovatif 5. Memiliki tata kelola kurikulum yang lengkap sesuai kebutuhan

dan perkembangan;

6. Memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan sehingga memudahkan penyerapan materi pembelajaran dalam mendukung PBM;

7. Terwujudnya pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel

(4)

8. Terwujudnya kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan masyarakat serta meningkatnya citra nama baik sekolah sebagai pembina kepercayaan masyarakat

Refleksi terhadap visi, misi, tujuan satuan pembelajaran

Visi, misi dan tujuan sekolah merupakan aspek yang sangat penting dalam kurikulum SDN 3 Cipongkor.

Visi, misi dan tujuan menjadi kompas dan barometer keberhasilan pelaksanaan program. Proses perumusan visi, misi dan tujuan harus mencakup partisipasi aktif seluruh warga sekolah dalam rapat persetujuan program.

Visi, misi dan tujuan yang dirumuskan merupakan hasil kerjasama dan refleksi antara pimpinan sekolah, kepala sekolah, guru dan komite sekolah.

Visi, misi, dan tujuan sekolah yang telah dirumuskan kemudian dituangkan dalam dokumen operasional sekolah.Selain itu, visi, misi dan tujuan sekolah terpampang di setiap sudut sekolah untuk menjamin warga sekolah dapat melihat dan memahami tujuan yang ingin dicapai sekolah.

Analisis Kondisi Lingkungan Pada Satuan Pendidikan

dalam Menyusun KOM

Penyusunan dokumen KOM dimulai dengan memahamisecara utuh Struktur Kurikulum Merdeka, karena KOM merupakan dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan, maka SDN 3 Cipongkor mengembangkan kurikulum sesuaikarakteristiknya masing- masing. Proses penyusunan KOM bersifat

1. Melibatkan perwakilan warga sekolah 2. Menggunakan data-data dari situasi nyata

3. Mengalokasikan waktu yang cukup untuk menyusun KOM 4. Memilah informasi dan menyimpulkan solusi untuk

mengembangkan dan mengatasi masalah yang ada.

Diantara kondisi pendukung yang lain : Latar belakang pendidikan orang tua murid Sarana dan prasarana yang cukup dan memadai Personil guru yang kompeten

Kerjasama pihak sekolah dengan pihak luar (misalnya puskesmas, perpustakaan wilayah, penerbit buku, dll.)

Nama Mahasiswa

ILA KARYATI

(5)

LK-1b: Pengorganisasian Pembelajaran (Satu Semester)

Sem Struktur Keterangan Jumlah JP

Juli Agt Sept Okt Nop Des

1

Intra- Kurikuler

Bab 1 . Mari Mengaji dan Mengkaji Q.S Al Hujurat/49:13 dan Hadis tentang Keragaman

Sub Bab

1. Membaca Q.S Al Hujurat/49:13

2. Memahami pesan pokok Q.S Al Hujurat/49:13 3. Menulis Q.S Al Hujurat/49:13

4. Menghafal Q.S Al Hujurat/49:13 5. Hadis tentang keragaman 6. Pengayaan

3 JP 3 JP

3 JP 3 JP 3 JP 3 JP

Bab 2. Teladan Mulia Asmaul Husna Sub Bab

1. Lima Asmaul Husna dan artinya 2. Berakhlak dengan Asmaulhusna 3. Pengayaan

3 JP 3 JP 3 JP

Bab 3. Indahnya Saling Menghargai dalam Keragaman Sub Bab

1. Keragaman sebagai Sunnatullah

2. Ajaran Kebaikan dalam Islam dan Selain Islam 3. Pengayaan

3 JP

3 JP 3 JP Bab 4. Menyambut Usia Balig

Sub Bab

1. Tanda-tanda usia baig menurut Ilmu Fikih 2. Tanda-tanda balig dalam pandangan Ilmu Biologi 3. Pengayaan

3 JP 3 JP

3 JP Bab 5. Kisah Hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah

Sub Bab

1. Sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad saw

2. Kisah perjalanan hijrah Nabi Muhammad saw ke Madinah 3. Hikmah hijrah Nabi Muhammad saw

4. Pengayaan

3 JP 3 JP 3 JP

3 JP

Ko- Kurikuler:

P5 dan PPRA

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kelas 1-6

14JP

(2x pertem uan)

28 JP 28 JP 28 JP 28 JP 7 JP

(6)

Ekstra Kurikuler

Pramuka BTQ

4 JP 8 JP 8JP 8JP 8JP 2JP

Nama Mahasiswa

ILA KARYATI

Referensi

Dokumen terkait

8 Kepala sekolah selalu melibatkan guru BK, orang tua siswa saat ada siswa yang bermasalah. 9 Kepala sekolah selalu melibatkan guru BK

Untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dalam hal pembelajaran, prestasi akademik dan nonakademik, apakah sekolah melibatkan guru, peserta didik, penjaga,

Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan di sekolah (kepala sekolah, guru, peserta didik, orang tua, komite sekolah, anggota masyarakat, dan pengawas sekolah)

No Aspek yang Diwawancara dan Indikator Hasil Wawancara Kepala/ Wakil Kepala Guru Perwakil an Orang Tua Siswa 1 Pengembangan kurikulum sekolah/madrasah dengan

Kegiatan yang dilakukan oleh Sekolah Dasar Negeri Muntung untuk membentuk karakter siswa melibatkan seluruh warga sekolah, baik peran guru maupun peran orang tua

• Idealnya melibatkan orang tua, guru, peserta didik, kepala sekolah dalam menuangkan aturan2 yang tercakup untuk tata tertib sekolah.. Evaluasi

Dalam hal Sekolah/Madrasah swasta, pengambilan keputusan tersebut harus melibatkan penyelenggara Sekolah/Madrasah; 7 Berkomunikasi untuk menciptakan dukungan intensif dari orang tua

Metode wawancara digunakan dengan tujuan menggali informasi dari narasumber budayawan, guru kelas V, guru SBdP, dan orang tua siswa kelas V sekolah dasar tentang nilai - nilai budaya