Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan semangat dan doa yang tulus. Nelmida dan Tn. Gunawan, S.E, MM., selaku dosen peneliti yang telah memberikan kritik dan saran yang sangat bermanfaat hingga selesainya skripsi ini.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penelitian BAB I Pendahuluan
Kenaikan BI rate pada tahun 2013 dan 2014 berdampak pada penyaluran kredit perbankan yang melambat, ditambah lagi jumlah dana pihak ketiga yang menurun (dikutip ngabisniskeuangan.kompas.com). Dikutip dari ngabisniskeuangan.kompas.com, penurunan laba bersih (profit) disebabkan oleh kenaikan BI Rate dalam 3 tahun terakhir.
Landasan Teori
Metodologi Penelitia
Analisa dan Pembahasan
Kesimpulan dan Saran
Tinjauan Pustaka 1. Profitabilitas
- Permodalan
- Manajemen Risiko
- Profil Risiko
- Pengertian Bank
- Fungsi Bank
- Bank Menurut Jenis - Jenisnya
- Bank Umum Menurut Kegiatan Usaha
Hery (2015 hal. 192) menyatakan dalam bukunya bahwa sumber daya yang diolah untuk menghasilkan profitabilitas adalah kegiatan penjualan, penggunaan aset, dan penggunaan modal. Hal ini juga dapat menimbulkan risiko yang tinggi bagi perusahaan (Van Horne & Wachowiz, 2005 hal. 309). Agar bank dapat berkembang dan bersaing secara sehat, permodalannya harus disesuaikan dengan standar internasional atau BIS (Bank for International Settlements) (Rivai et al., 2007 hal. 709).
Modal pelengkap terdiri dari cadangan revaluasi aset tetap, koreksi nilai kerugian aset produktif, modal pinjaman, dan pinjaman subordinasi (Rivai et al., 2007 hal. 709-710). Konsep ini mempunyai arti jika seseorang ingin mencapai hasil yang tinggi atau besar, maka ia akan menghadapi resiko yang besar atau besar (Rejda, 2012, p. 42). Menurut definisi Rejda (2012, hal. 3), risiko adalah ketidakpastian terjadinya kerugian, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu kerugian.
Namun kegagalan dalam memenuhi sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka panjang berarti bank berisiko mengalami kekurangan sumber daya (LSPP-IBI, 2012 hal. 113). Risiko likuiditas dapat timbul karena ketidakpastian mengenai waktu dan jumlah uang yang dibutuhkan atau ditarik oleh nasabah (Siamat, 2005 hal. 280).
Penelitian Terdahulu
Melalui hipotesis SCP (Structure-Conduct-Performance) ditemukan bukti bahwa HHI mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial NPL berpengaruh positif signifikan terhadap ROA dan BOPO berpengaruh negatif signifikan. Dari penelitian ini diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa hanya pertumbuhan kredit yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.
Sedangkan risiko kredit, CAR, BOPO, pertumbuhan PDB, inflasi, diversifikasi pendapatan dan struktur pasar tidak berpengaruh terhadap ROA. Penelitian terdahulu telah dilakukan oleh Hiras Pasaribu & Rosa Luxita Sari pada tahun 2011 dengan judul “Analisis Tingkat Capital Adequacy dan Loan to Deposit Ratio Terhadap Profitabilitas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh CAR dan LDR secara simultan dan parsial terhadap profitabilitas bank.
Hasil penelitian secara parsial dan konkuren menunjukkan bahwa CAR dan LDR berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA). CAR, LDR dan NPL mempunyai pengaruh positif terhadap ROA, sedangkan BOPO dan DER mempunyai pengaruh negatif.
Hipotesis
- Hubungan Permodalan dan Profitabilitas
- Hubungan Risiko Kredit dan Profitabilitas
- Hubungan Risiko Likuiditas dan Profitabilitas
Untuk itu modal bank sebaiknya diatas minimal 8% karena modal merupakan salah satu faktor penentu naik turunnya profitabilitas atau keuntungan (Siamat, 2005 hal. 290). Seperti penelitian yang dilakukan oleh Sukarno & Syaichu (2006) dan Pasaribu & Sari (2011) yang menggunakan modal sebagai faktor yang berpengaruh terhadap profitabilitas dengan hasil positif signifikan antara CAR dan ROA. Sedangkan hasil Afriyie & Atokey (2013) dan Antoni & Nasri (2015) menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA.
Penggunaan NPL sebagai variabel independen didasarkan pada pernyataan Afriyie & Atokey (2013 p. 27) bahwa NPL merupakan proksi manajemen risiko kredit dalam laporan keuangan. Penelitian Antoni & Nasri (2015) dan Idris dkk (2011) dengan menggunakan rasio Non Performing Loan sebagai variabel independen dan return on assets sebagai variabel dependen menunjukkan hasil yang sama, dengan NPL berpengaruh negatif terhadap ROA. Ho2 = Risiko kredit tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas Ha2 = Risiko kredit berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
Salah satu rasio yang sering dijadikan indikator untuk mengukur pelaksanaan fungsi intermediasi perbankan adalah rasio pinjaman terhadap simpanan. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Pasaribu & Sari (2011) dan Sukarno & Syaichu (2006) ditemukan hasil positif antara loan to deposit ratio dan return on assets.
Kerangka Pemikiran
Untuk mencapai hasil penelitian, peneliti pada bagian ini mengembangkan kerangka yang menunjukkan pengaruh variabel CAR, NPL dan LDR terhadap ROA. Kerangka di atas menggambarkan pengaruh variabel independen satu (X1) yaitu Capital Adequacy Ratio terhadap variabel dependen (Y) yaitu return on assets. Diikuti oleh pengaruh variabel independen dua (X2) yaitu non-performing loan terhadap variabel dependen (Y) yaitu return on assets dan pengaruh variabel independen tiga (X3) yaitu loan to deposit ratio terhadap variabel dependen ( Y) ), yaitu pengembalian aset.
Objek Penelitian
Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan modifikasi dari 4 penelitian sebelumnya dengan topik profitabilitas dan faktor-faktornya yang dilakukan oleh Sastrosuwito & Suzuki (2012), Antoni & Nasri (2015), Athanasoglou et al. Tema penelitian ini adalah profitabilitas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dari segi manajemen risiko dan permodalan. Jadi variabel dependen (Y) adalah profitabilitas yang diukur dengan menggunakan return on assets dan variabel independen (X) yang akan digunakan adalah permodalan, risiko kredit dan risiko likuiditas dengan pengukuran data masing-masing variabel menggunakan capital adequacy ratio, non-performing risk. pinjaman dan pinjaman untuk simpanan.
Pemilihan Bank Devisa sebagai sampel karena pertimbangan bahwa kegiatan transaksi yang dilakukan bank tersebut menggunakan mata uang lokal dan asing sehingga lebih rentan terhadap risiko. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan Bank Pedoman Indonesia. Data diperoleh langsung dari website Otoritas Jasa Keuangan (www.ojk.go.id) dan Bank Indonesia (www.bi.go.id).
Penelitian ini menggunakan regresi data panel karena terdiri dari 8 bank sampel dan periode data 5 tahun.
Populasi, Sampel dan Teknik Sampling 1. Populasi
- Sampel dan Teknik Sampling
Berdasarkan kriteria di atas, maka bank pada kategori BUKU 3 yang dijadikan sampel adalah 8 bank pada kategori BUKU 3 dengan data sebagai berikut.
Jenis dan Sumber Data Penelitian
Data sekunder dapat diperoleh dari laporan publikasi sektor perbankan di website Bank Indonesia (www.bi.go.id), Bursa Efek Indonesia (www.idx.go.id), website Otoritas Jasa Keuangan (www.ojk.go ),id), dan media internet (www.kinerjabank.com) dan (www.kompas.com). Periode data penelitian yang mencakup data periode 2011 hingga 2015 ini dirasa sesuai dengan fenomena yang terdapat pada perbankan pada umumnya, khususnya bank kategori BUKU 3 yang diperkenalkan di Indonesia saat itu.
Metode Pengumpulan Data
Dalam hal ini penelitian menggunakan peraturan Bank Indonesia (PBI), surat edaran Bank Indonesia (SEBI), buku teks, jurnal terkait, media massa dan hasil penelitian yang diperoleh dari perpustakaan.
Operasionalisasi Variabel
- Variabel Dependen
- Variabel Independen
Variabel bebas atau independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat baik secara positif maupun negatif (Sekaran & Bougie, 2013 hal. 70). Dimana ketika ditemukan variabel independen pasti terdapat variabel dependen dan setiap kenaikan variabel independen maka akan berpengaruh terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini akan digunakan tiga variabel independen yaitu risiko kredit, risiko likuiditas dan permodalan.
- Analisis Statistik Deskriptif
- Pemodelan Data Panel
- Uji Chow
- Uji Hausman
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Teknik Uji Hipotesis
- Uji-t (Parsial)
- Koefisien Determinasi
Tujuan Uji Multikolinearitas adalah untuk menguji apakah ditemukan adanya korelasi antar variabel independen dalam model regresi. Variabel ortogonal adalah variabel yang nilai korelasi antar variabel independen sama dengan nol (Ghazali, 2005 hal. 5.1). Namun jika korelasi antar variabel hasil independen di bawah 0,85, maka model lolos uji multikolinearitas (Gujarati, 2007 hal. 87).
Salah satu uji yang digunakan adalah uji Park dengan melihat koefisien probabilitas masing-masing variabel independen. Ghazali (2005 hal. 98) menyatakan bahwa uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel penjelas/independen secara individual dalam menjelaskan variasi variabel independen. Ghazali (2005 hal. 99) mengartikan hipotesis nol berarti suatu variabel independen tidak memberikan penjelasan yang berarti terhadap variabel dependen.
Koefisien determinasi atau R2 digunakan untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam model. Sedangkan nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan hampir seluruh keterkaitannya dengan variabel dependen (Ghazali, 2005 hal. 97).
Gambaran Umum Objek Penelitian
Populasi dan Sampel Penelitian
2 Bank tetap beroperasi dalam jangka waktu Data penelitian menggunakan periode tahunan) 16 4 BUKU kategori 3 bank yang termasuk dalam bank devisa 9 5 Data lengkap terdapat pada Laporan Tahunan Direktorat Bank.
Data yang Digunakan
Analisa Statistik Deskriptif
Artinya, selama periode tersebut bank sampel rata-rata memiliki nilai CAR yang baik karena nilainya berada di atas ketentuan minimum yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu 8%. Berdasarkan Lampiran I, pada tahun 2015, nilai CAR tertinggi dimiliki oleh Banka Mega yaitu sebesar 22,85% yang berarti Banka Mega mencadangkan modal untuk kerugian terbesar diantara bank-bank lain pada tahun tersebut. Pada tahun 2011, Banka Mega memiliki nilai CAR terendah yaitu 11,86% yang berarti meskipun Banka Mega memiliki modal minimum terendah, namun tetap memenuhi standar Bank Indonesia.
Artinya bank sampel pada periode ini rata-rata memiliki nilai NPL yang baik karena nilainya berada di bawah ketentuan maksimal yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu 5%. Berdasarkan Lampiran I, Bank CIMB Niaga mempunyai nilai NPL terbesar pada tahun 2014 yaitu sebesar 4,01% yang berarti Bank CIMB Niaga lebih rentan terhadap risiko kredit pada tahun tersebut karena mempunyai nilai kredit bermasalah yang tinggi. Artinya bank sampel pada periode ini rata-rata memiliki nilai LDR yang baik karena nilainya berada di tengah ketentuan minimum dan maksimum yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu 72% - 92%.
Berdasarkan Gambar I, nilai LDR terbesar yang dimiliki Bank Danamon pada tahun 2012 adalah sebesar 100,57% yang berarti pada tahun 2012 bank tersebut banyak menyalurkan kredit, namun tidak diimbangi dengan penerimaan dana pihak ketiga. Nilai LDR terkecil dimiliki oleh Bank Mega pada tahun 2012 yaitu sebesar 52,39% yang berarti pada tahun 2012 Bank Mega lebih memilih menyimpan dana pihak ketiga dibandingkan menyalurkannya dalam bentuk pinjaman kredit.
- Uji Hausman
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Autokorelasi
- Analisis Regresi Berganda
Dapat disimpulkan bahwa Risiko Kredit (NPL) mempunyai pengaruh signifikan terhadap Profitabilitas sebagaimana diamanatkan oleh ROA. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa risiko likuiditas (LDR) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan ROA. Atas dasar ini, CAR kemungkinan besar tidak akan menjadi faktor yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank.
Hasil penelitian ini didukung oleh Antoni dan Nasri (2015) serta Afriyie dan Atokey (2013) yang juga melaporkan adanya hubungan positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas. Berdasarkan pengujian hipotesis, risiko kredit yang diproksi NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diproksi ROA. Berdasarkan pengujian hipotesis, LDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas yang didekati dengan ROA.
Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa salah satu dari tiga variabel independen mempunyai pengaruh signifikan terhadap profitabilitas yaitu risiko kredit. Permodalan yang ditentukan oleh rasio Capital Adequacy Ratio mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap profitabilitas, yang ditentukan oleh return on assets pada bank umum menurut kegiatan usaha (BUKU) 3 periode. Risiko kredit yang ditentukan oleh rasio kredit bermasalah mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas yang ditentukan oleh return on assets pada bank umum menurut kegiatan usaha (BUKU) 3 periode.
Risiko Likuiditas yang didekati dengan Loan to Deposit Ratio mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap Profitabilitas yang didekati dengan Return On Assets pada Bank Umum menurut Kegiatan Usaha (BUKU) 3 Periode.
BIOGRAPHY
EDUCATION INFORMATION
INTERNSHIP EXPERIENCES
ORGANIZATIONAL EXPERIENCES
ACHIEVEMENTS