PENDAHULUAN
Latar Belakang
Apakah ada pengaruh stres kerja terhadap kinerja pegawai di Pusat Studi Teknologi Pertanian Sumatera Utara. Sementara itu, bekerja dari rumah, bonus kinerja dan stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Menurut (Sugiyono, 2018a), batasan masalah dibuat untuk memfokuskan penelitian dan membatasi masalah utama yang peneliti temukan dalam identifikasi masalah.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bekerja dari rumah terhadap kinerja pegawai di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh tunjangan jabatan terhadap kinerja pegawai di Pusat Studi Teknologi Pertanian Sumatera Utara.
Manfaat Penelitian
Ho ditolak yang artinya work from home, tunjangan kinerja dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Sementara itu, terdapat pengaruh yang signifikan bekerja dari rumah, kondisi kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan.
KAJIAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Kinerja Karyawan
- Pengertian Kinerja Karyawan
- Manfaat dan Tujuan Kinerja Karyawan
- Jenis-jenis Karyawan
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan
- Indikator Kinerja Karyawan
- Work From Home
- Pengertian Work From Home
- Tujuan Work From Home
- Kelebihan Work From Home
- Kekurangan Work From Home
- Indikator Work From Home
- Tunjangan Kinerja
- Pengertian Tunjangan Kinerja
- Manfaat dan Tujuan Tunjangan Kinerja
- Jenis-jenis Tunjangan Kinerja
- Indikator Tunjangan Kinerja ............................................... 30p
- Pengertian Stres Kerja
- Faktor-faktor Stres Kerja
- Indikator Stres Kerja
Walaupun harus diakui bahwa karyawannya memiliki motivasi kerja yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. Terdapat hubungan yang erat antara bonus kinerja dengan kinerja pegawai, sehingga dapat dikatakan juga bahwa bonus kinerja merupakan proses pemberian imbalan kepada pegawai sesuai dengan hasil kerja yang dicapai pegawai.
Kerangka Konseptual
- Pengaruh Work From Home Terhadap Kinerja Pegawai
- Pengaruh Tunjangan Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan
- Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja karyawan
Sikap manajemen, diukur dari persepsi responden terhadap sikap manajer yang tidak adil dalam memberikan penugasan. Ketidaknyamanan karyawan dalam bekerja cenderung menurunkan keinginan karyawan untuk bekerja, sehingga berdampak pada menurunnya kinerja karyawan. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Ashal, 2020), (Setiawan & Fitrianto, 2021), (Hartono & Rahadi, 2021) dan (Mustomi et al., 2021), disimpulkan bahwa bekerja dari rumah dapat mempengaruhi kinerja karyawan.
Kinerja individu merupakan hasil kerja karyawan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, berdasarkan standar kerja yang telah ditetapkan. Organisasi dapat berupaya untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan memberikan penghargaan atau hadiah kepada karyawan. Ketidaksesuaian antara pemberian manfaat dan harapan karyawan dapat menurunkan motivasi dan produktivitas kerja, sehingga menurunkan kinerja karyawan.
Jika seorang karyawan memiliki beban kerja yang dapat mengganggu kinerja perusahaan, manajemen dapat dengan cepat menyelesaikan masalah karyawan tersebut, yang terpenting stres kerja harus terus dipantau agar tidak menghambat kinerja.
Hipotesis Penelitian
Penelitian ini akan menjelaskan hubungan pengaruh dan pengaruh variabel yang akan diteliti yaitu Pengaruh Work from home, benefit kinerja, stres kerja terhadap kinerja pegawai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara. Di Balai Penilai Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara telah dilakukan penelitian mengenai analisis pengaruh Pekerjaan Rumahan, Kerja Lembur, Stres Kerja terhadap Kinerja Pegawai. Kemudian diperoleh tabel hasil perhitungan jawaban responden mengenai stres kerja (X3) sebagaimana terangkum dalam tabel di bawah ini;
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata-rata jawaban responden untuk setiap item pernyataan terkait Stres Kerja berdistribusi adalah 4,48 dengan kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi tepat digunakan untuk memprediksi pengaruh bekerja dari rumah, tunjangan kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan berdasarkan variabel independen. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh work from home, tunjangan kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan, agar hasil regresi tidak bias maka harus dilakukan uji asumsi klasik.
Hasil regresi linier berganda di atas menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu work from home, tunjangan kerja dan stres kerja berpengaruh positif terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan. Oleh karena itu terdapat pengaruh yang signifikan Work from home, tunjangan kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada pegawai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara pada waktu yang bersamaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian dari (Sumarni, 2020) yang hasilnya menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja.
Secara parsial Bekerja dari rumah berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai Balai Penilai Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut. Secara parsial stres kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Defenisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah indikasi bagaimana suatu variabel diukur untuk menentukan apakah pengukuran dalam suatu penelitian itu baik atau buruk. Work from home (X1) Work from home atau bekerja di rumah adalah perubahan organisasi dalam pembagian tanggung jawab dan tugas kepada pekerja dengan melarang bekerja di kantor dan berkumpul di kamar, sehingga pekerja harus bekerja dari rumah. Stres di tempat kerja (X3) Stres di tempat kerja adalah keadaan tegang yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan keadaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan.
Tempat dan Waktu Penelitian
- Tempat Penelitian
- Waktu Penelitian
Metode Penarikan Sample
- Populasi
- Sample
Teknik Pengumpulan Data
Jumlah pernyataan variabel bebas Bekerja dari Rumah (X1) sebanyak 8 pernyataan, variabel bebas Tunjangan Kinerja (X2) sebanyak 7 butir, dan variabel Stres Kerja (X3) sebanyak 10 butir, dan variabel terikat Kinerja Pegawai (Y) sebanyak 10 butir. Selanjutnya diperoleh tabel dengan hasil perhitungan jawaban responden mengenai Bekerja dari Rumah (X1), sebagaimana terangkum dalam tabel berikut; Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata-rata tanggapan responden terhadap setiap item pernyataan yang disebar terkait bekerja dari rumah adalah 4,40 dengan kategori sangat baik.
Berdasarkan data pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa nilai adjusted R-squared sebesar 0,369 atau 36,9% yang berarti bahwa variabel Work from home, tunjangan kerja dan stres kerja memberikan kontribusi atau kontribusi dalam menjelaskan kinerja karyawan sebesar 36,9%, sedangkan sisanya sebesar 63,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan nilai adjusted R-squared yaitu sebesar 0,369 atau 36,9%, berarti variabel Work from home, tunjangan kerja dan stres kerja berkontribusi menjelaskan kinerja karyawan sebesar 36,9%, sedangkan sisanya sebesar 63,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Mengenai faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai hanya menggunakan Work From Home (WFH), Tunjangan Kinerja dan Stres Kerja, sedangkan faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai masih banyak.
Dampak bekerja dari rumah terhadap kinerja aparatur sipil negara di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan.
Teknik Analisis Data
- Metode Regresi Linear Berganda
Pengujian Asunsi Klasik
- Uji Normalis
- Uji Multikolineritas
- Uji Heteroskedastisitas
Pengujian normalitas data dilakukan untuk mengetahui apakah variabel dependen dan independen dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak (Juliandi et al., 2016). Untuk menguji multikolinearitas dengan melihat nilai VIF masing-masing variabel bebas, jika nilai VIF < 10 maka dapat disimpulkan bahwa data tidak memiliki gejala multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat ketidaksamaan varians dalam model regresi dari satu pengamatan residual ke pengamatan lainnya.
Ada beberapa cara untuk melakukan uji heteroskedastisitas, yaitu uji graf plot, uji Park, uji Glazer, dan uji White.
Pengujian Hipotesis
- Uji t (Uji Persial)
- Uji F (Simulation)
- Koefisien Determinasi
Berdasarkan hasil model keputusan pembelian diperoleh nilai konstanta sebesar 10,839 yang artinya menunjukkan bahwa variabel bebas Work from home, tunjangan kerja dan stres kerja dapat memberikan kontribusi yang besar dalam mempengaruhi kinerja pegawai BPTP dengan kelipatan 10,839 dari variabel penelitian yang ada. Stres kerja (X3) memiliki nilai koefisien sebesar 0,495 yang berarti jika variabel bebas lainnya tetap dan nilai pribadi meningkat sebesar 1% maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,495. Secara parsial Tunjangan Kinerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai Balai Penilai Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Analisis Deskriptif Data
- Uji Asumsi Klasik
- Regresi Linear Berganda
- Hasil Uji Hipotesis
Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner kepada 102 responden, jumlah item pernyataan yang disebar adalah 10 item pernyataan. Selanjutnya diperoleh tabel hasil perhitungan jawaban responden terhadap kinerja karyawan (Y), sebagaimana terangkum dalam tabel berikut; Berdasarkan Tabel 4.4 di atas diketahui bahwa rata-rata tanggapan pegawai BPTP Medan terhadap setiap item yang berhubungan dengan kinerja pegawai memperoleh nilai 4,44 dengan kategori sangat baik.
Indikator ketiga terkait ketepatan waktu juga menunjukkan respon pegawai terhadap poin pernyataan dalam kategori sangat baik, sedangkan pegawai merasa mampu melaksanakan tugas. Berdasarkan hasil pengiriman kuesioner kepada 102 responden, jumlah pernyataan yang keluar adalah 8 pernyataan. Berdasarkan hasil pengiriman kuesioner kepada 102 responden, jumlah pernyataan yang keluar adalah 7 pernyataan.
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata-rata jawaban responden terhadap setiap item pernyataan terkait Tunjangan Kerja yang dibagikan adalah 4,47 dengan kategori sangat baik.
Pembahasan
Terbukti bahwa tunjangan yang diterima pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dapat dijelaskan bahwa tunjangan yang diterima pegawai dapat meningkatkan kinerja pegawai. Dengan demikian disimpulkan bahwa apabila instansi dalam hal ini BPTP Medan dapat mengendalikan stres kerja pegawai dengan baik, maka hal tersebut dinilai dapat meningkatkan kinerja pegawai. Hasil ini sesuai dengan klaim bahwa masalah karyawan berdampak sangat negatif bagi perusahaan, karena stres kerja karyawan dapat menyebabkan kerugian yang relatif diperhitungkan oleh perusahaan.
Menurut (Robin & Judge, 2011), stres kerja adalah ''suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketegangan sebagai akibat dari kondisi yang mempengaruhi dirinya. Melalui hasil perhitungan kuisioner/kuesioner yang disebar diketahui bahwa sebagian besar pegawai BPTP Sumut merasa bahwa kondisi stres kerja yang dialami pegawai cukup baik, sehingga pegawai tetap dapat melakukan aktivitas kerja secara produktif, dampak stres kerja yang positif akan dapat meningkatkan pencapaian visi dan misi BPTP Sumut. Setiap karyawan pasti dihadapkan pada tekanan kerja yang dapat menimbulkan stres kerja pada karyawan, namun hal ini merupakan hal yang baik karena adanya tekanan atau stres yang ringan dapat membuat mereka lebih giat dalam bekerja dan meningkatkan kinerjanya dalam bekerja (Massie et al., 2018).
Hasil penelitian ini menyarankan agar BPTP memperhatikan sedikit peningkatan stres kerja dalam melakukan pekerjaan sehingga membuat mereka lebih giat bekerja.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut; Hasil penelitian ini menyarankan agar BPTP Sumut perlu mengevaluasi kebijakan finansial maupun non finansial yang ditawarkan. Hasil penelitian ini menyarankan agar BPTP memberikan bonus kinerja yang mereka dapatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Mungkin juga karena karyawan berpikir bahwa apapun kinerjanya, mereka akan tetap mendapatkan kompensasi karena itu adalah hak mereka. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat mengkaji variabel-variabel seperti pengembangan karir, beban kerja dan hukuman reward di luar penelitian ini, agar hasil yang diperoleh lebih bervariasi. Namun apabila peneliti berikutnya ingin meneliti variabel yang sama, diharapkan peneliti berikutnya dapat menambahkan variabel bebas atau menggantinya dengan variabel lain.
Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Pelayanan Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bina Taruna Gorontalo, VIII, 18-31. Dampak Covid-19 terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang di Kawasan Pantai Klayar Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan Tahun 2020.
Saran
Keterbatasan Penelitian