ANALISIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL (KERAJINAN GENTENG) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN
PENGRAJIN DI DESA KALIANYAR KECAMATAN TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Disusun oleh:
MAULYDIA HILYATUN AZIZAH NIM 160203006
JURUSAN EKONOMI SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
MATARAM 2020
ii
ANALISIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL (KERAJINAN GENTENG) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN
PENGRAJIN DI DESA KALIANYAR KECAMATAN TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Skripsi
Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai
Gelar Sarjana Ekonomi
Disusun oleh:
MAULYDIA HILYATUN AZIZAH NIM 160203006
JURUSAN EKONOMI SYARI’AH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM
MATARAM 2020
iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: Maulydia Hilyatun Azizah, NIM: 160203006 dengan judul
“Analisis Pengembangan Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
v
NOTA DINAS PEMBIMBING
Mataram, 30 Desember 2020 Hal: Ujian Skripsi
Yang Terhormat
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Mataram
Assalammu’alaikum, wr.wb.
Dengan hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, koreksi. Kami berpendapat bahwa ini skripsi Saudara:
Nama Mahasiswa : Maulydia Hilyatun Azizah
NIM : 160203006
Jurusan/Prodi : Ekonomi Syari‟ah
Judul : Analisis Pengembangan Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.
Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang sidang munasaqah skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di-munasaqah-kan.
Wassalammu’alaikum, Wr.Wb.
vi
vii
viii MOTTO
“Berpikirlah untuk menyenangkan orang lain, niscaya akan muncul berbagai peluang usaha sebagai langkah dalam menggapai kesuksesan”
ix
PERSEMBAHAN
“Kupersembahkan skripsi ini untuk Bapak tercinta (Mahsun) dan Ibu tersayang (Sumiatun) yang telah memberikan dukungan, perhatian, dan bekerja keras dengan sepenuh hati untuk membesarkan serta tiada henti mendoakan untuk kesuksesan saya, adekku (Ali Parmadi Al-Farabi), Almamater kebangganku, kelas A jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2016”
x
KATA PENGANTAR ِميِحهرلٱ ِن َٰ م ۡحهرلٱ ِ هللَّٱ ِم ۡسِب
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah Swt. Tuhan semesta alam karena berkat rahmat Allah, taufik seta hidayah-Nya, maka skripsi ini dapat diselesaikan sebagai salah satu persayaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW. Yang telah membawa umatnya dari jalan gelap gulita ke jalan terang benderang, tak lupa pula kepada keluarga, sahabat dan semua pengikutnya sampai akhir zaman. Amin.
Penulis menyadari bahwa proses penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan keterlibatan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sebagai berikut.
1. Bapak Prof. Dr. H. Mutawalli, M.Ag. selaku Rektor UIN Mataram.
2. Bapak Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram.
3. Bapak Drs. H. Agus Mahmud, M.Ag. selaku Pembimbing I dan Bapak Muhammad Johari, M.S.I. selaku Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing, memotivasi, dan mengarahkan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.
4. Bapak Dr. H. Muslihun, M.Ag. selaku wali dosen yang selalu membimbing, memberikan arahan dan motivasi.
5. Bapak dan Ibu Dosen Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Yang terlah memberikan ilmu yang berguna dan bermanfaat bagi peneliti.
6. Ibu, Bapak, Adek, dan segenap keluarga besar (H. Abdurrahman Selong) dan keluarga besar (Papuk Mahnan Sawing) yang telah
xi
memberikan dukungan, motivasi, arahan dan bantuan baik moril maupun materil sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.
7. Untuk sahabat-sahabat Qiroati (Ustazahku tercinta Andriani, Alfin Maulida, Nia Febriyanti, Wildayati, Nurmala Sari, Linda Riyadluljannah, Nurhidayati, Lisa J.P), sahabat KKP Desa Sukadana 2019 (Malisa, Endri) dan Teman-teman PKL Setda Prov. NTB dan teman kelas A jurusan Ekonomi Syariah angkatan 2016.
8. Untuk kakak (LHA) yang telah membantu dan memotivasi dalam proses penyusunan skripsi ini.
Semoga bantuan dari semua pihak bernilai amal shaleh di sisi Allah SWT. Peneliti menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini, oleh karena itu saran dan kritik demi kesempurnaan skripsi ini akan diterima dengan murah hati.
Semoga skripsi ini memberikan manfaat, khususnya bagi peneliti sendiri dan pembaca pada umumnya serta bagi perkembangan ilmu pengetahuan.
Mataram, 30 Desember 2020 Penulis,
Maulydia Hilyatun Azizah
xii DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN LOGO ... iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv
NOTA DINAS PEMBIMBING ... v
HALAMAN PENGESAHAN ... vi
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... vii
MOTTO ... viii
PERSEMBAHAN ... ix
KATA PENGANTAR ... x
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
ABSTRAK ... xviii
BAB IPENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 4
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Manfaat ... 4
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6
E. Telaah Pustaka ... 7
F. Kerangka Teori ... 10
1. Pengembangan ... 10
a. Pengertian Pengembangan ... 10
b. Tahap Pengembangan Usaha ... 11
c. Indikator Pengembangan Usaha Kecil ... 12
2. Industri Kecil ... 13
xiii
a. Pengertian Industri Kecil ... 13
b. Macam Industri ... 13
3. Pendapatan ... 14
a. Pengertian Pendapatan ... 14
b. Indikator Tingkat Pendapatan ... 14
4. Ekonomi Islam ... 16
a. Pengertian Ekonomi Islam ... 16
b. Karakterisrik Ekonomi Islam ... 17
c. Nilai-Nilai Ekonomi Islam ... 18
G. Metode Penelitian ... 19
1. Pendekatan penelitian ... 20
2. Kehadiran Peneliti ... 21
3. Lokasi Penelitian ... 23
4. Jenis Data dan Sumber Data ... 24
5. Teknik Pengumpulan Data ... 26
6. Teknik Analisis Data ... 29
7. Kriteria Keabsahan Data ... 30
8. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ... 33
H. Sistematika Pembahasan ... 35
BAB II INDUSTRI KECIL (KERAJINAN GENTENG) DI DESA KALIANYAR KECAMATAN TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR ... 37
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 37
1. Sejarah Desa Kalianyar ... 37
2. Keadaan Geografi ... 38
a. Letak Wilayah ... 38
b. Luas Wilayah Desa Kalianyar ... 38
c. Sumber Daya Alam dan Mata Pencaharian ... 38
d. Orbitasi ... 38
e. Karakteristik ... 39
3. Keadaan Demografi ... 39
xiv
a. Jumlah Penduduk ... 39
1. Menurut Kepala Keluarga (KK) ... 39
2. Menurut Tingkat Pendidikan ... 40
4. Keadaan Sosial ... 41
a. Kesehatan ... 41
b. Mata Pencaharian ... 42
c. Data Pendapatan Responden Pengrajin Genteng ... 43
5. Keadaan Ekonomi ... 43
a. Perekonomian Desa ... 43
b. Kemampuan Keuangan Desa ... 44
c. Sarana Perekonomian Desa ... 44
B. Potensi Sumber Daya di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur ... 45
C. Pengembangan Industri Kecil di Desa Kalianyar ... 47
D. Peran Industri Kecil (Kerajinan Genteng) ... 55
BAB III INDUSTRI KECIL DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PENGRAJIN ... 65
1. Analisis Pengembangan Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dan Peningkatan Pendapatan Pengrajin ... 65
2. Analisis Peran Industri Kecil (Kerajinan Genteng) ... 72
BAB IV PENUTUP ... 76
A. Kesimpulan ... 76
B. Saran ... 77
DAFTAR PUSTAKA ... 79
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 81
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 102
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Jumlah Responden ... 23
Tabel 1.2 Pemeriksaan Keabsahan Data ... 33
Tabel 2.1 Jumlah Penduduk Tiap Kepala Dusun ... 21
Tabel 2.2 Kelompok Tingkat Pendidikan ... 41
Tabel 2.3 Daftar Nama Posyandu di wilayah Desa Kalianyar ... 42
Tabel 2.4 Mata Pencaharian Masyarakat di Desa Kalianya ... 42
Tabel 2.5 Jumlah Pendapatan Responden Pengrajin Genteng di Desa Kalianyar ... 43
Table 2.6 Potensi Sumber Daya Manusia ... 47
Tabel 2.7 Harga Jual Genteng ... 50
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Kerangka pemikiran Pengembangan Usaha ... 48 Gambar 4.1 Data Responden yang berhasil dan tidak berhasil ... 66
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I Photo Kegiatan Pembuatan Genteng Pejaten ... 82 Lampiran II Pedoman Wawancara ... 89 Lampiran III Berita Acara Dan Bukti-Bukti Konsultasi ... 95
xviii
ANALISIS PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL (KERAJINAN GENTENG) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN
PENGRAJIN DI DESA KALIANYAR KECAMATAN TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Oleh:
MAULYDIA HILYATUN AZIZAH NIM 160203006
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perhatian peneliti terkait karena banyak terdapat pengusaha kerajinan genteng yang menjadi mata pencaharian dari masyarakat, sehingga memudahkan dalam mencari, mendapatkan data, dan informasi secara langsung dari pemilik usaha terutama hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian yaitu pengembangan Industri Kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin dan peran apa saja yang dilakukan pengrajin dalam mengembangkan Industri Kecil (kerajinan genteng) di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Selain lokasi ini strategis dan mudah dijumpai, karena berada didekat kantor desa dan pembuatan genteng terdapat di sepanjang jalan menuju wisata otak kokok yang mudah dijangkau oleh peneliti yang terkait dengan subyek diteliti. Inilah yang melatar belakangi peneliti memilih lokasi ini sebagai tempat penelitian.
Pendekatan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini yang menunjukkan berdasarkan pembahasan analisis pengembangan industri kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin di Desa Kalianyar peneliti menemukan kesimpulan sebagai berikut 1). Usaha Industri kecil kerajinan genteng pejaten yang dijalankan oleh para pengrajin dapat menambah pendapatan yang sebelumnya pendapatan mereka dibawah rata-rata. 2). Usaha industri kecil kerajinan genteng perlahan-lahan dapat mengurangi kemiskinan dan dapat mensejahterakan keluarga melalui hasil pendapatan usaha genteng. Adapun peran Industri kecil mampu berperan dalam meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Kalianyar melalui: membuka lapangan pekerjaan, menambah pendapatan, membangun rumah sendiri dan melanjutkan pendidikan anak.
Kata kunci : Industri kecil, kerajinan genteng, pendapatan dan peran.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Ekonomi mikro mempelajari bagaimana cara perilaku tiap-tiap individu dalam setiap unit ekonomi, yang berperan sebagai konsumen, pekerja, investor, pemilik tanah atau perilaku dari sebuah industri. Ekonomi mikro juga dapat menjelaskan perilaku industri dalam menentukan jumlah tenaga kerja, kuantitas dan harga yang terbaik. Dengan asumsi tersebut dapat digunakan untuk menerangkan bagaimana industri tersebut memilih dan menentukan komposisi tenaga kerja, modal, barang-barang pendukung proses produksi, dan penentuan jumlah output.1
Dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat, industri kecil di pedesaan memiliki peran dan nilai strategis dalam memperkokoh perekonomian nasional (ekonomi rakyat) mengingat berbagai potensi yang dimilikinya. Potensi tersebut antara lain mencakup jumlah dan penyebarannya, penyerapan tenaga kerja, pemerataan pendapatan masyarakat dengan menggunakan bahan baku lokal, keberadaannya di semua sektor ekonomi dan ketahanannya terhadap kisis.2
Industrialisasi juga tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuannya memanfaatkan secara optimal
1 Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h.2-3.
2 Ayie Eva Yuliana, “Strategi Pengembangan Industri Kecil Kerajinan genteng di Kabupaten Kebumen” (Skripsi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, 2013), h.1.
1
sumber daya alam dan sumber daya manusia.3 Jenis industri di setiap daerah beda, hal ini dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik sumber daya yang dimiliki oleh setiap daerah. Industri kecil membangun ekonomi pedesaan adalah dengan industri bersumber daya lokal dan konsumsi lokal.
Menurut Browen dan Petrello (2006), Pengembangan usaha adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis akan meningkat perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.4
Desa Kalianyar merupakan salah satu dari 16 desa yang berada di Kecamatan Terara. Luas wilayah Desa Kalianyar secara keseluruhan adalah seluas 103 Ha. Berdasarkan pemutahiran data Desa Kalianyar mempunyai jumlah Penduduk 3.018, terdiri dari 1.447 jiwa laki-laki, 1.571 jiwa perempuan dan jumlah Kepala Keluarga 1.058 yang tersebar di tiap Kepala Dusun.
Dalam penelitian ini, Desa Kalianyar merupakan pedesaan yang terdiri dari 3 (Tiga) Kepala Dusan dimana setiap wilayah memiliki karateristik yang berbeda-beda. Kepala Dusun Praubanyar bersifat industri jasa dimana terdapat perusahaan tembakau, perdagangan dan jasa perbengkelan. Dusun Kalitemu bersifat industri perumahan yang dapat menyerap tenaga kerja. Dan Kepala Dusun Kebon Dewe bersifat agraris dengan sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani.
Industri kecil di Desa Kalianyar berdiri tahun pada 1975, yang memiliki
3 Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan Edisi Ke-4 Cet.2, (Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 2004), h. 354
4 Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: PT.RajaGrafindo Persada, 2006), h.21.
kekuatan potensi yaitu basis pengembangan pada masa yang akan datang seperti penyediaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Jenis industri kecil yang paling dominan di Desa Kalianyar adalah industri genteng yang berjumlah 74 unit usaha dimana yang ada di Dusun Kalitemu karena memiliki unit usaha yang paling banyak dan dilihat dari keseharian masyarakat, beda halnya dengan industri open tembakau yang memiliki musim tertentu. Faktor yang mendorong masyarakat di Desa Kalianyar untuk pembuatan genteng dilihat dari segi fisik karena mungkin juga struktur tanahnya cocok dengan adanya sumber daya alam dan sumber daya manusia serta banyaknya permintaan konsumen yang meningkat untuk pembuatan genteng tersebut.
Dari segi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan berusaha meningkatkan pendapatan masyarakat.5
Setelah melakukan observasi penelitian di Desa Kalianyar, adapun pengrajin yang aktif melakukan usaha kerajinan genteng berjumlah 10 orang.
Sedangkan pengrajin yang lainnya tidak tetap aktif karena terbatasnya modal.
Keberadaan industri genteng yang telah beroperasi cukup lama masih memiliki kekurangan seperti kondisi pengrajin yang belum sejahtera dilihat dari tidak bertambahnya jumlah pengrajin industri genteng, sarana dan prasarana yang masih tradisional dan juga faktor-faktor lain seperti modal, bahan baku, teknik pembuatan, tenaga kerja, pengelolaan dan pemasaran genteng.
Hal ini yang membuat peneliti mengkaji tentang pengembangan Industri
5 Dokumentasi, Profil Desa Kalianyar Tahun 2019.
Kecil khususnya di Desa Kalianyar untuk meningkatkan pendapatan pengrajin sehingga bisa membuat pengrajin lebih sejahtera.
Berdasarkan latar belakang masalah dan observasi di atas peneliti tertarik mengkaji secara mendalam tentang “Pengembangan Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana Pengembangan Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar ?
2. Bagaimana Peran Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar ?
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, maka tujuan dalam penelitian ini sebagai berikut :
a. Mengetahui bagaimana Pengembangan Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar.
b. Mengetahui bagaimana Peran dalam Pengembangan Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar.
2. Manfaat Penelitian
Dalam setiap penelitian diharapkan hasil penelitian ini berguna secara teoritis maupun praktis. Adapun manfaat teoritis maupun praktisnya adalah:
a. Manfaat Teoritis
1) Diharapkan dapat menjadi sarana bagi penulis dan pembaca untuk melatih dan mengalokasikan teori yang diperoleh dari bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan.
2) Diharapkan karya ilmiah ini bisa bermanfaat dan berguna dalam hal pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ilmu ekonomi syariah.
3) Sebagai sumbangan pemikiran terhadap pemerintah dalam menumbuhkembangkan sektor usaha kecil agar berkembang secara lebih berdaya guna dan berhasil guna.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi Akademisi dan Pembaca dapat menambah pengetahuan tentang pengembangan industri kecil dan sebagai acuan penelitian selanjutnya.
2) Hasil penelitian ini diharapkan memberikan suatu manfaat dan memberikan informasi bagi masyarakat yang berprofesi sebagai pengrajin genteng dalam meningkatkan pendapatan, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya dari pengrajin genteng khususnya di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok
Timur.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Agar penelitian ini lebih terorganisir dengan baik dan tidak menyimpang dari topik yang dipersoalkan dan menghindari bias masalah dalam melakukan kajian pada penelitian ini, maka peneliti membatasi ruang lingkup yang dikaji. Adapun fokus kajian penelitian ini hanya seputar persoalan tentang Pengembangan dan Peran Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam Meningkatkan Pendapatan Pengrajin di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.
2. Setting Penelitian
Lokasi atau setting penelitian bertempat di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena banyak terdapat pengusaha kerajinan genteng yang menjadi mata pencaharian dari masyarakat, sehingga memudahkan dalam mencari, mendapatkan data, dan informasi secara langsung dari pemilik usaha terutama hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian yaitu pengembangan dan peran Industri Kecil Genteng dalam meningkatkan pendapatan di Desa Kalianyar. Selain lokasi ini strategis dan mudah dijumpai, karena berada di dekat kantor desa dan pembuatan genteng terdapat di sepanjang jalan wisata otak kokok yang mudah dijangkau oleh peneliti yang terkait dengan subyek diteliti.
E. Telaah Pustaka
Telaah pustaka adalah penelusuran terhadap karya-karya terdahulu sebagai pedoman penelitian lebih lanjut dan untuk mendapatkan data yang valid, serta menghindari Duplikasi, Plagiasi, Repetisi dan menjamin Orisinalitas serta Legalitas penelitian.
Adapun beberapa penelitian terdahulu yang senada dengan penelitian ini, diantaranya:
1. Skripsi “Upaya Peningkatan pendapatan Usaha Industri Kerajinan Gerabah dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat)” oleh Nurul Mazroatin Nikmah Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas FEBI UIN Mataram Tahun 2018.6
Fokus penelitiannya adalah upaya peningkatan pendapatan usaha industri kerajinan gerabah di Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat serta bagaimana tinjauan dalam perspektif ekonomi Islam.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, upaya yang dilakukan pengrajin di Desa Banyumulek dalam meningkatkan pendapatan adalah dengan melakukan upaya seperti meningkatkan produktivitas, menambah modal, memanfaatkan teknologi, kerjasama dan etos kerja. Dalam pandangan ekonomi Islam, di dalam mengelola modal harus sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, namun yang peneliti temukan dilapangan bahwa
6 Nurul Mazroatin Nikmah, “Upaya Peningkatan pendapatan Usaha Industri Kerajinan Gerabah dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Skripsi, program sarjana Ekonomi Syariah Fakultas FEBI UIN Mataram, 2018)
ada sebagian para pengrajin yang masih bernaung pada koperasi konvensional, yang merupakan salah satu sarana yang disediakan oleh pemerintah setempat, sebagai tempat meminjam modal.
Persamaannya dengan penelitian sebelumnya dengan penelitian ini adalah sama-sama meneliti upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pendapatan dan perbedaanya adalah selain dari lokasi dan objek penelitian yang berbeda penelitian yang sekarang lebih memfokuskan pada indikator pendapatan dan peran pengrajin dalam meningkatkan pendapatan.
2. Skripsi “Analisis Tingkat Pendapatan Usaha Martabak dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Tinjauan Ekonomi Islam (Studi Kasus Pada Pengusaha Martabak Di Kelurahan Dasan Agung)” oleh M. Asrori jurusan Ekonomi Syari‟ah Fakultas FEBI UIN Mataram Tahun 2017.7
Fokus penelitiannya adalah mengenai tingkat pendapatan usaha martabak dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga tinjauan ekonomi Islam.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, tingkat pendapatan digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan, kemakmuran, kesejahteraan dan kemajuan ekonomi masyarakat. Masyarakat di Kelurahan Dasan Agung memang banyak menggeluti usaha martabak dikarenakan tingkat pendapatan martabak yang memuaskan dan menjanjikan. Bagi pelaku
7 M. Asrori, “Analisis Tingkat Pendapatan Usaha Martabak dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga Tinjauan Ekonomi Islam Studi Kasus Pada Pengusaha Martabak di Kelurahan Dasan Agung” (Skripsi, program sarjana Ekonomi Syari‟ah UIN Mataram Tahun 2017)
usaha martabak dengan tingkat pendapatan martabak mereka bisa memenuhi kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, menambah fasilitas rumah hingga dengan tingkat pendapatan martabak juga bisa mengembangkan usaha mereka yang tidak hanya berjualan martabak.
Perbedaan penelitian yang dilakukan oleh M. Asrori dengan penelitian yang dilakukan penulis terletak pada objek yang diteliti.
Sedangkan persamaan penelitian ini dengan penelitian penelitian terdahulu adalah sama-sama membahas masalah pentingnya usaha dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.
3. Skripsi “Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Prospek Pengembangan Usaha Kerupuk Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat” oleh Abdul Hafiz jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram Tahun 2017.8
Fokus penelitiannya adalah terfokus pada permasalahan yang terkait dengan usaha kerupuk di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: prospek yang dimiliki oleh usaha kerupuk dalam pengembangan usahanya, prospek usaha kerupuk dilihat dari peluang pasar bisa dikatakan sangat menjanjikan, tetapi dilihat dari sisi yang lain prospek pengembangan usaha kerupuk cenderung
8 Abdul Hafiz, “Tinjauan Ekonomi Islam Terhadap Prospek Pengembangan Usaha Kerupuk Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat” (Skripsi, program sarjana Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram, 2017).
mengalami penurunan semenjak ada larangan menggunakan sode yang biasa digunakan oleh produsen kerupuk dan diganti dengan sode baru dari pemerintah, yang mengakibatkan pendapatan dan hasil penjualan dari kerupuk tersebut menjadi menurun.
Menelaah skripsi yang ditulis oleh Abdul Hafiz, peneliti menemukan persamaan dalam metodelogi penelitian yang digunakan tetapi peneliti menemukan adanya perbedaan yang dilakukan oleh peneliti terdahulu. Perbedaan dalam penelitian tersebut yang menjadi fokus penelitiannya adalah permasalahan yang terkait dengan usaha kerupuk di Desa Gelogor Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat.
F. Kerangka Teori Pengembangan
a. Pengertian Pengembangan
Pengembangan merupakan satu kesatuan dan dapat didefinisikan sebagai usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai.9 Pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan pada masa yang akan datang, dilakukan melalui pendekatan terintegrasi kegiatan lain untuk mengubah perilaku kerja.10
Menurut Browen dan Petrello (2006) Pengembangan usaha adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang
9 Kadarisman, Manajemen Pengembangan Sumber Daya Manusia Cet.2 (Jakarta:
Rajawali Pers, 2013), h. 9.
10 Ibid, h.11.
dibutuhkan masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis akan meningkat perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.11
b. Tahap Pengembangan Usaha 1) Memiliki Ide Usaha
Usaha apapun yang akan dikembangkan oleh seorang wirausahawan, pada mulanya berasal dari suatu ide usaha. Ide usaha yang dimiliki seorang wirausahawan dapat berasal dari berbagai sumber. Ide muncul setelah melihat keberhasilan bisnis orang lain.
2) Penyaringan Ide/Konsep Usaha
Dengan memperjelas ide usaha menjadi konsep usaha, maka hal tersebut akan semakin memudahkan wirausahawan dalam melakukan seleksi ide-ide usaha, karena ide-ide usaha tersebut menjadi semakin jelas wujud bisnisnya.
3) Pengembangan Rencana Usaha (Busines Plan)
Dalam menyusun rencana usaha (busines plan), harus segera ditambahkan bahwa wirausahawan memiliki perbedaan yang mencolok dalam membuat rincian rencana usaha.
4) Implementasi Rencana Usaha dan Pengendalian Usaha
Dalam kegiatan implementasi rencana usaha, seorang wirausahawan akan mengarahkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan seperti modal, material, dan tenaga kerja untuk
11 Kasmir, Kewirausahaan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), h.21.
menjalankan usahanya.12
c. Indikator Pengembangan Usaha Kecil 1) Fleksibilitas Usaha yang Besar
Usaha kecil lebih fleksibel dibandingkan perusahaan besar. Usaha kecil dapat melakukan perubahan rencana usaha lebih cepat dibandingkan perusahaan besar sehingga dapat memberikan tanggapan terhadap perubahan lingkungan usaha secara cepat.
2) Memiliki Perhatian yang Lebih Besar Terhadap Pelanggan dan Karyawan
Pemilik usaha kecil memiliki memiliki kontrak lebih langsung dengan pelanggan dan karyawan dibandingkan perusahaan besar.
3) Biaya Tetap Lebih Rendah
Usaha kecil memiliki biaya tetap yang lebih rendah dibandingkan usaha besar, sehingga usaha kecil dapat menetapkan harga jual lebih rendah dibandingkan perusahaan besar.
4) Pemilik Usaha Memiliki Motivasi Lebih Besar
Pengelola usaha kecil pada umumnya merangkap sebagai pemlik usaha, dimana mereka membentuk usaha dengan harapan dapat memperoleh keuntungan yang akan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.13
12 Ismail Solihin, Pengantar Bisnis: Pengenalan Praktis dan Studi Kasus, (Jakarta:
Kencana, 2006), h. 123-126.
13Ismail Solihin, Pengantar Bisnis: Pengenalan Praktis dan Studi Kasus...,, h. 126-128.
Industri Kecil
a. Pengertian Industri Kecil
Pengertian dari industri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan, misal mesin. Dari pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa industri adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mengolah suatu bahan menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi.14
Dalam Undang-Undang No.9/1999 Pasal 5 tentang usaha kecil/industri kecil disebutkan kriteria usaha yang dapat dikelompokkan sebagai usaha kecil, sebagai berikut:15
1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp.200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
2) Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000.16 b. Macam Industri
Pengelompokkan industri menurut jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan. Menurut Biro Pusat Statistik (BPS), pengelompokkan industri dibagi empat golongan, yaitu:17
1) Industri besar, (banyaknya tenaga kerja 100 orang atau lebih) 2) Industri sedang, (banyaknya tenaga kerja 20-99 orang)
14 Aisyah Nurul Fitriana, Pengembangan Industri Kreatif di Kota Batu, dalam http://administrasipublik.studentjournal.ub.ac.id diakses tanggal 25 November 2019 pukul 16.10.
15 Ismail Solihin, Pengantar Bisnis: Pengenalan Praktis dan Studi Kasus...., h. 127.
16 Ibid, h. 127.
17 Lincolin Arsyad, Ekonomi Pembangunan Edisi Ke-4 Cet.2, (Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, 2004), h. 366.
3) Indutri kecil, (banyaknya tenaga kerja 5-19 orang)
4) Industri kerajinan rumah tangga, (banyaknya tenaga kerja 1-4 orang) Pendapatan
a. Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah total penerimaan (uang dan bukan uang) seseorang atau suatu rumah tangga selama periode tertentu.18 Mubyanto menyatakan “pendapatan adalah uang yang diterima dan diberikan kepada subjek ekonomi berdasarkan prestasi yang diserahkan sebagai balas jasa dari penyerahan prestasi tersebut untuk mempertahankan hidupnya.”19
Pendapatan pada hakekatnya adalah penerimaan atau balas jasa dari faktor produksi. Dalam ilmu ekonomi faktor produksi dibedakan seperti: tanah, tenaga kerja, modal dan skill. Tanah menghasilkan balas jasa dalam bentuk sewa, tenaga kerja dan skill dalam bentuk keuntungan. Jumlah dari balas jasa tersebut merupakan penerimaan atau pendapatan bagi pemilik faktor produksi.20
b. Indikator Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan rumah tangga tergantung pada jenis kegiatan yang dilakukan. Dengan mempunyai produktivitas tenaga kerja yang tinggi pada akhirnya mampu memberikan pendapatan yang lebih besar.
18 Pratama Raharja dan Mandala Manurung, Teori Ekonomi Mikro: Suatu Pengantar, Edisi Keempat, (Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2010), h.293.
19 Arther Manueke, Penyerapan Tenaga Kerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Agribisnis dan Non-Agribisnis, dalam https://ejournal.unsrat.ac.id/ diakses pada tanggal 23 Oktober 2020 pikul 15:03.
20 Syahril Syarif, Industri Kecil dan Kesemoatan Kerja, (Padang: Pusat Penelitian Universitas Andalas, 1991), h.126.
Adapun indikator tingkat pendapatan rumah tangga antara lain:21 1) Sistem Upah dan Sewa
Pendapatan dilihat dari tingkat upah sebagai penerimaan faktor produksi tenaga kerja dan nilai sewa sebagai penerimaan dari penguasaan akses produktif. Upah adalah imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada para pekerja berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya pelayanan yang diberikan. Jadi tidak seperti gaji yang jumlahnya relatif tetap, besarnya upah dapat berubah-ubah.22 Antara upah dan sewa memiliki perbedaan makna operasional, upah digunakan untuk tenaga kerja, sedangkan sewa biasa yang digunakan untuk benda.
2) Keuntungan
Keuntungan adalah perbedaan antara penghasilan dan biaya yang dikeluarkan. Kesimpulannya, sebagai ukuran keberhasilan dalam menghasilkan keuntungan dapat dilihat dari tinggi rendahnya profit margin serta tingkat pengembaliannya.23
3) Keahlian
Keahlian kewirausahaan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mengorganisasi dan menggunakan faktor-faktor lain
21 Nurul Mazroatin Nikmah, “Upaya Peningkatan pendapatan Usaha Industri Kerajinan Gerabah dalam Perspektif Ekonomi Islam” (Skripsi, Program Sarjana Ekonomi Syariah Fakultas FEBI UIN Mataram, 2018), h. 11-12.
22 Mutiara S. Panggabean, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2004), h.77
23 Risky Andarways Kumalasari, Analisis Keuntungan Pedagang Nasi Kuning (Studi Kasus di Pasar Palaran Kec. Palaran Kota Samarinda), eJournal Administrasi Bisnis, Volume 4, No.4, 2016, h.993
dalam memproduksi barang dan jasa yang diperlukan.24 Dan Bradstreet mengatakan, “pengusaha kecil harus memiliki keperibadian khusus yaitu penuh pendirian, relistik, penuh harapan, dan penuh komitmen.”25 Pengetahuan, keterampilan dan kemampuan, dalam membangun usaha akan mempengaruhi membentuk kepribadian seorang.
4) Sumber Daya
Sumber daya memperbesar pendapatan seseorang karena dapat meningkatkan kemampuan bekerja dalam perusahaan untuk menguasai dan mengelola sumber daya yang ada. Sumber daya didefinisikan sebagai sesuatu yang dipandang memiliki nilai ekonomi. Dapat juga dikatakan bahwa sumber daya adalah komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa. Bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
Grima dan Berkes mendefinisikan sumber daya sebagai aset untuk pemenuhan kepuasan dan utilitas manusia.26
4. Ekonomi Islam
a. Pengertian Ekonomi Islam
Ilmu ekonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.27
Imam Al-Ghazali memandang ekonomi sebagai bagian dari tugas-
24 Sadono Sukirno, Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ke-3, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2016), h.27.
25 Made Dharmawati, Kewirausahaan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), h.196.
26 Akhmad Fauzi, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006), h. 2
27 Kuat Ismanto, Manajemen Syari’ah Implementasi TQM dalam Lembaga Keuangan Syariah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), h.13
tugas kewajiban sosial yang sudah ditetapkan Allah. Selanjutnya, ia mengidentifikasi tiga alasan mengapa seseorang harus melakukan aktivitas-aktivitas ekonomi: (1) mencukupi kebutuhan hidup yang bersangkutan; (2) mensejahterakan keluarga; dan (3) membantu orang lain yang membutuhkan.28
Ekonomi syari‟ah yang merupakan bagian dari sistem perekonomian syari‟ah, memiliki karakteristik dan nilai-nilai yang berkonsep kepada “amar ma’ruf nahi mungkar” yang berarti mengerjakan yang benar dan meninggalkan yang dilarang.29
b. Karakterisrik Ekonomi Islam
Ada beberapa hal yang mendorong perlu mempelajari karakteristik ekonomi Islam, yaitu:30
1) Meluruskan kekeliruan yang menilai ekonomi kapitalis memberikan penghargaan terhadap prinsip hak milik dan sosialis memberikan penghargaan terhadap persamaan dan keadilan tidak bertentangan dengan metode ekonomi Islam.
2) Membantu para ekonomi muslim yang telah berkecimpung dalam teori ekonomi konvensional dalam memahami ekonomi Islam.
3) Membantu para peminat studi fiqh muamalah dalam melakukan studi perbandingan antara ekonomi Islam dengan ekonomi konvensional.
28 Ibid., h. 63
29 Ibid.
30 Mustafa Edwin Nasution, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, (Jakarta: Kencana, 2006), h. 17-18
c. Nilai-Nilai Ekonomi Islam 1) Tauhid (Keesaan Tuhan)
Manusia hanya diberi amanah untuk “memiliki” untuk sementara waktu, sebagai ujian bagi mereka. Dalam Islam, segala sesuatu yang ada tidak diciptakan sia-sia, tetapi memiliki tujuan. Tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepadaNya. Karena itu segala aktivitas manusia dalam hubungannya dengan alam (sumber daya) dan manusia (muamalah) dibingkai dengan kerangka hubungan dengan Allah. Karena kepadaNya kita akan mempertaggungjawabkan segala perbuatan kita, termasuk aktivitas ekonomi dan bisnis.
2) „Adl (Keadilan)
Dalam Islam adil didefinisikan sebagai “tidak menzalimi dan tidak dizalimi.” Implikasi ekonomi dari nilai ini adalah bahwa pelaku ekonomi tidak boleh mengejar keuntungan pribadi.
3) Nubuwwah (Kenabian)
Sifat-sifat utama yang harus diteladani oleh manusia pada umumnya dan pelaku ekonomi dan bisnis pada khususnya, adalah:
a) Siddiq artinya (benar, jujur). Sifat siddiq harus menjadi visi hidup setiap muslim.
b) Amanah artinya (tanggung jawab, kepercayaan, kreadibilitas).
Amanah menjadi misi hidup setiap Muslim.
c) Fathanah artinya (kecerdikan, kebijaksanaan, intelektualita).
Sifat ini dipandang sebagai strategi hidup dalam setiap Muslim.
d) Tabligh artinya (komunikasi, keterbukaan, pemasaran). Sifat ini merupakan taktik hidup Muslim.
4) Khilafah artinya (Pemerintahan)
Dalam Islam, Peran utamanya adalah untuk menjamin perekonomian agar berjalan sesuai dengan syariah dan memastikan supaya tidak terjadi pelanggaran terhadap hak-hak manusia.
5) Ma‟ad (Hasil)
Ma‟ad diartikan sebagai imbalan/ganjaran. Implikasi nilai ini dalam kehidupan ekonomi dan bisnis misalnya, diformulasikan oleh Imam Al-Ghazali yang menyatakan bahwa motivasi para pelaku bisnis adalah untuk mendapatkan laba. Laba dunia dsn laba akhirat.31 G. Metode Penelitian
Metodelogi penelitian berasal dari kata “metode” yang berarti cara yang tepat untuk melakukan sesuatu dan logos yang artinya ilmu atau pengetahuan.
Jadi metodelogi artinya cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara seksama untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan, “penelitian” adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya.32
Metodelogi penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
31 Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islami, (Jakarta: Rajawali Pers, 2015), h.34-42
32 Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodelogi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), h. 1.
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.33 Pendekatan penelitian
Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif. Deskriptif, yaitu metode yang bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat pada suatu objek penelitian tertentu.
Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat, serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan kegiatan, sikap, pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh dari suatu fenomena.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan yang bersifat kualitatif. Kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.34 Adapun alasan-alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah sebagai berikut:35
1) Pendekatan dengan metode kualitatif lebih mudah dan bisa langsung berhadapan dengan kenyataan yang ada di lapangan.
2) Penelitian ini terkait dengan fenomena yang terjadi dalam masyarakat sehingga usaha untuk memahami terhadap pokok bahasa akan lebih mudah jika menggunakan pendekatan kualitatif.
3) Membuat hubungan peneliti dengan responden menjadi lebih eksplisit
33 Sugyiono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta 2017), h. 2.
34 Nurul Zariah, Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 92.
35 Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006), h. 4
dan lebih dekat, sehingga nantinya dapat memudahkan penulis dalam mengakses data.36
Dengan demikian, pendekatan kualitatif dapat dikatakan pemecah masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek-objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagai mana adanya dan jenis penelitian kualitatif deskriptif dipilih karena untuk mengetahui tingkat pendapatan dan kesejahteraan pengrajin di Desa Kalianyar untuk mendeskripsikan dan memperoleh data yang kongkrit.
Kehadiran Peneliti
Peneliti merupakan instrumen sekaligus sebagai pengumpul data dan informasi yang ada sehingga keberadaannya sangat mutlak diperlukan, sehingga kevalidan data bisa dipertanggungjawabkan oleh peneliti.
Kehadiran peneliti di lapangan pada waktu penelitian terbagi menjadi dua tahap, yaitu:
a. Persipan penelitian
Pada tahap ini, peneliti terlebih dahulu mempersiapkan apa saja yang diperlukan ketika melakukan penelitian, dan langkah awal yang diharus lakukan peneliti adalah menyusun proposal penelitian, kemudian peneliti menyiapkan permohonan izin penelitian dari pihak instansi atau lembaga yang berwenang, setelah permohonan izin selesai, peneliti kemudian mempersiapkan instrumen penelitian sebagai acuan peneliti dalam melakukan penelitian di lapangan.
36Ibid., h. 4
Adapun instrumen yang perlu peneliti persiapkan yaitu, peralatan dalam mewawancara, seperti: daftar pertanyaan seputar permasalahan yang akan diajukan ke responden, alat rekam dan kamera yang digunakan untuk dokumentasi ketika peneliti melakukan wawancara dengan narasumber dan yang terpenting buku catatan yang akan digunakan untuk mencatat hasil wawancara.
b. Pengumpulan Data di Lapangan
Selanjutnya tahap pengumpulan data, pada tahap ini peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dan informasi seputar permasalahan yang diteliti. Jadi peran kepala desa, staf desa, pemilik usaha genteng dan karyawan sangat penting dalam membantu peneliti dalam memperoleh data dan informasi mengenai industri kecil kerajinan genteng di Desa Kalianyar. Untuk itu perlu kiranya peneliti menjelaskan maksud dan tujuan peneliti mendatangi para objek penelitian (narasumber) untuk memperlancar proses pengumpulan data.
Peneliti memilih sumber data reponden berdasarkan teknik pengambilan sampel, seperti yang telah dikemumkakan oleh (Prof. Dr.
Sugiono, 2016 : 300), sebagai berikut :
Tabel 1.1
Data Jumlah Responden No Nama Pengrajin 1 H.Sahdan Yasin 2 Rusdi/Ibu Mutiasih 3 L.M. Saleh Idris 4 Dani Damara 5 Lalu Marjun 6 Lalu Sabarudin 7 Saldi
8 Lalu Zull 9 Lalu Mahsun 10 Hurianah
Dalam penelitian kualitatif teknik sampling yang peneliti gunakan adalah purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel smber data dengan pertimbangan tertentu. Misalnya, orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang diharapkan oleh peneliti atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti.37 Selanjutnya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh peneliti dapat menetapkan sampel lainnya yang dipertimbangkan akan memberikan data lebih lengkap. Dalam sampel porposive, besar sampel ditentukan oleh pertimbangan informasi.38
Lokasi Penelitian
Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Adapun alasan memilih lokasi penelitian adalah karena banyak terdapat pengusaha kerajinan
37 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, (Bandung:
Alfabeta, 2016), h.300.
38 Ibid, h. 301
genteng yang menjadi mata pencaharian dari masyarakat, sehingga memudahkan dalam mencari, mendapatkan data dan informasi secara langsung dari pemilik usaha terutama hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian yaitu pengembangan Industri Kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan dan peran apa saja yang dilakukan pengrajin dalam mengembangkan Industri Kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur. Selain lokasi ini strategis dan mudah dijumpai, karena berada di dekat kantor desa dan pembuatan genteng terdapat di sepanjang jalan wisata otak kokok yang mudah dijangkau oleh peneliti yang terkait dengan subyek diteliti. Inilah yang melatarbelakangi peneliti memilih lokasi ini sebagai tempat penelitian.
Jenis Data dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan peneliti adalah penelitian lapangan, yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mangangkat data yang ada dilapangan. Penelitian dilakukan dengan berada langsung pada obyeknya, sebagai usaha untuk mengumpulkan data dan berbagai informasi. Dengan kata lain peneliti turun dan berada langsung di lingkungan yang mengalami masalah atau yang akan diperbaiki atau disempurnakan.
Sumber data adalah subjek darimana peneliti memperoleh data.39 Sumber data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah narasumber (informan) yang akan memberikan peneliti berbagai jenis data yang akan
39 Muhammad Teguh, Metodelogi Penelitian Ekonomi (teori dan aplikasi), (Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persada, 2005), h. 121.
dijadikan data pendukung penelitian oleh peneliti. Adapun yang menjadi objek penelitian (informan) di sini adalah pemilik produksi kerajinan genteng di Desa Kalianyar.
Adapun sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua jenis, yakni:
1) Sumber data primer
Sumber data primer merupakan jenis data yang diperoleh dan digali dari sumber utamanya (sumber asli).40 Para peneliti hanya dapat menggali dan memperoleh jenis data ini dari sumber pertama yakni pemilik kerajinan genteng dan karyawan pengrajin genteng di Desa Kalianyar.
2) Sumber data Sekunder.
Sumber data sekunder yaitu sumber data yang diperoleh untuk mendukung sumber data primer. Sumber data sekunder yang digunakan ini antara lain studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dan mempelajari dengan mengutip teori dan konsep dari sejumlah literatur buku, jurnal, majalah, koran atau karya tulis lainnya. Dalam hal ini, peneliti akan mengambil data mengenai profil dan keadaan Desa Kalianyar serta data-data yang terkait dengan pengembangan industri (Kerajinan Genteng) di Desa Kalianyar Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur.
40 Ibid., h.122.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui tekhnik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.41
Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan melalui penelitian di lapangan. Penelitian lapangan menggunakan teknik wawancara (interview) mendalam yaitu berdialog secara langsung dengan informan dan melakukan dokumentasi. Dalam hal wawancara, peneliti akan mewawancarai obyek yang sudah peneliti tetapkan sebagai sampel sumber data. Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki. Observasi dilakukan untuk menemukan data dan informasi dari gejala atau fenomena (kejadian atau peristiwa) secara sistematis dan didasarkan pada tujuan penyelidikan yang telah dirumuskan.42
Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:43
1) Observasi Berperan Serta (Partisipant Observation)
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-
41 Sugiyono, Metode Penelitian..., h. 224.
42 Mahmud, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: Pustaka Setia, 2011), h. 168.
43 Sugiyono, Metode Penelitian..., h. 145-146.
hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya.
2) Observasi Non-partisipan
Dalam observasi ini, peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.
Pada penelitian ini yang digunakan peneliti adalah observasi non-partisipan yang bertujuan untuk menemukan data secara langsung melalui pengamatan pada lokasi industri kecil (kerajinan genteng), yang diamati pada saat penelitian yaitu mengenai permasalahan penelitian dari pengembangan industri kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin genteng.
b. Metode Wawancara
Wawancara adalah tekhik pengumpulan data melalui percakapan yang dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.44
Adapun jenis wawancara dibagi menjadi 2, yaitu:45 1) Wawancara Secara Terstruktur
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data telah mengetahui dengan pasti terntang informasi apa yang
44 Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014), h. 186.
45 Sugiyono, Metode Penelitian..., h. 138-140.
diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan- pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.
2) Wawancara Tidak Terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulan datanya.
Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
Dalam hal ini yang peneliti menggunakan, wawancara tidak terstruktur. Dalam melaksanakan wawancara, pewawancara membawa beberapa daftar pertanyaan yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. Dalam wawancara tidak terstruktur, peneliti belum mengetahui secara pasti data apa yang diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan apa yang diceritakan oleh responden. Dalam penelitian ini yang diwawancarai adalah pemilik usaha genteng yang ada di Desa Kalianyar Kecamatan Terara.
c. Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditunjukan pada subjek penelitian, tapi melalui dokumen.
Dokumen adalah catatan tertulis yang isinya merupakan pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan
pengujian suatu peristiwa, dan berguna bagi sumber data, bukti, informasi kealamiahan yang sukar diperoleh.
Teknik Analisis Data
Dalam data kualitatif analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga data mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain, menganalisis dilakukan setelah data-data terkumpul dari hasil penelitian di lapangan.
Data yang dikumpulkan selama melakukan penelitian perlu dianalisis dengan penuh ketelitian sehingga akan ditemukan suatu kesimpulan yang obyektif dari data yang diambil dalam penelitian. Tujuan dari analisis data adalah untuk mendapatkan informasi yang relevan yang terkandung di dalam data tersebut, dan menggunakan hasil analisis tersebut untuk memecahkan suatu masalah.
Dalam proses analisis data ada beberapa langkah pokok yang harus dilakukan, yaitu:46
a. Reduksi Data (Reduction Data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
Dengan demikian data yang telah direduksi memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penelitian untuk untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Data
46 Ibid., h. 247-252.
yang diperoleh merupakan data terkait dengan pengembangan industri kecil (kerajinan genteng) dalam meningkatkan pendapatan pengrajin yang lalu disederhanakan dan disajikan dengan memilih data yang relevan, selanjutnya mengarahkan data pada pemecahan masalah dan memilih data yang sesuai untuk menjawab permasalahan penelitian.
b. Penyajian Data (Data Display)
Penyajian data dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan peneliti dalam melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian tertentu dari penelitian. Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil wawancara yang dituangkan dalam bentuk teks naratif dan didukung dengan dokumen-dokumen serta foto-foto maupun gambar sejenisnya untuk diadakannya suatu kesimpulan.
c. Penarikan Kesimpulan (Concluting Drawing)
Tahapan ketiga dalam teknik pengumpulan data adalah penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan ini merupakan jawaban atas fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Jadi kesimpulan dalam penelitian bisa menjadi jawaban atas fokus penelitian yang dirumuskan awal, apakah bisa atau tidak belanjut. Hasil kesimpulan ditampilkan dalam bentuk deskriptif objek penelitian berdasarkan pada hasil kajian penelitian yang dilakukan.47
Kriteria Keabsahan Data
Keabsahan data pada suatu penelitian bertujuan untuk membuktikan
47 Rokhmat Subagyo, Metode Penelitian Ekonomi Islam, (Jakarta: Alim‟s Publishing, 2017), h. 193.
apakah data yang diperoleh dari lapangan betul-betul valid atau tidak, yakni memadukannya dengan landasan teori yang menjadi landasan hasil penelitian yang didapatkan di lapangan.
Untuk mendapatkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan.
Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu.
Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu: drajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian.48
Setelah data dikumpulkan dan dianalisis, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan data. Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Ada empat kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan (creadibility), keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian (comfirmability).
1) Kepercayaan (kredibilitas)
Kriterium ini berfungsi: pertama, melaksanakan inkuiri sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai. Kedua, mempertunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti.
2) Keteralihan
Konsep validitas ini menyatakan bahwa generalisasi suatu penemuan dapat berlaku atau diterapkan pada semua konteks dalam populasi yang
48 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian..., h. 324.
sama atas dasar penemuan yang diperoleh pada sampel yang secara repsentatif mewakili populasi itu.
Keteralihan sebagai persoalan empiris bergantung pada kesamaan antara konteks pengirim dan penerima. Untuk melakukan pengalihan tersebut seorang peneliti hendaknya mencari dan mengumpulkan kejadian empiris tentang kesamaan konteks. Dengan demikian peneliti bertanggungjawab untuk menyediakan data deskriptif secukupnya jika ia ingin membuat keputusan tentang pengalihan tersebut. Untuk keperluan itu peneliti harus melakukan penelitian kecil untuk memastikan usaha memperivikasi tersebut.
3) Kebergantungan
Konsep kebergantungan lebih luas daripada reabilitas. Hal tersebut disebabkan oleh peninjauannya dari segi bahwa konsep memperhitungkan segala-galanya, yaitu yang ada pada reabilitas itu sendiri ditambah faktor-faktor lainnya yang tersangkut. Bagaimanahal itu akan dibicarakan dalam konteks pemeriksaan.
4) Kepastian
Kepastian berasal dari konsep „objektivitas menurut nonkualitatif.
Nonkualitatif menetapkan objektivitas dari segi kesepakatan antarsubjek.
Di sini pemastian bahwa sesuatu itu objektif atau tidak bergantung pada persetujuan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat, dan penemuan seseorang.
Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Sebelum masing-masing teknik pemeriksaan diuraikan, terlebih dahulu ikhtisarnya dikemukakan. Ikhtisar itu terdiri dari kriteria yang diperiksa dengan satu atau beberapa teknik pemeriksaan tertentu, berikut :49
Tabel 1.2
Pemeriksaan Keabsahan Data
Kriteria Teknik Pemeriksaan
Kreadibilitas (Kepercayaan)
a) Perpanjangan keikut-sertaan b) Ketekunan pengamatan c) Triangulasi
d) Pengecekan sejawat e) Kecukupan refrensial f) Kajian kasus negatif g) Pengecekan anggota Kepastian h) Uraian rinci
Kebergantungan i) Audit kebergantungan Kepastian j) Audit kepastian
Untuk memperoleh keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan yaitu:
a) Perpanjangan Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat menentukan dalam pengumpulan data. Keikutsertaan tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian.
b) Ketekunan/Keajegan pengamatan
Keajengan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan. Mencari suatu usaha membatasi berbagai pengaruh.
49 Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2014), h. 326-327.
Mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat.
c) Triangulasi
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data itu.50 Jadi, triangulasi merupakan pengecekan ulang terhadap data-data kualitatif hasil penelitian, sehingga betul-betul sesuai dengan hasil yang diinginkan.
d) Pengecekan sejawat Melalui Diskusi
Pemeriksaan dengan teman sejawat bertujuan untuk mencari kelemahan tafsiran yang kurang jelas serta kemudian untuk mendiskusikannya dengan pihak yang memiliki pengetahuan dan keahlian yang relevan, seperti dengan teman kuliah atau orang-orang yang menguasai permasalahan tersebut.
e) Kecukupan Referensi
Referensi yang dipakai dalam pelaksanaan penelitian nanti terdiri dari bahan dokumentasi, catatan yang tersimpan, buku-buku yang ada kaitannya dengan permasalahan penelitian dalam hal ini tentang Industri Kecil (Kerajinan Genteng) dalam upaya meningkatkan pendapatan pengrajin. Bahan referensi ini sebagai alat untuk menampung dan menyesuaikan dengan kritis tertulis untuk keperluan evaluasi.
f) Analisis Kasus Negatif
Teknik analisi kasus negatif dilakukan dengan jalan
50 Ibid., h. 330.
mengumpulkan contoh dan kasus yang tidak sesuai dengan pola dan kecenderungan informasi yang telah dikumpulkan dan digunakan sebagai bahan pembanding.
g) Pengecekan Anggota
Pengecekan dengan anggota yang terlibat dalam proses pengumpulan data sangat penting dalam pemeriksaan derajat kepercayaan. Yang dicek dengan anggota terlibat meliputi data, kategori analitis, penafsiran, dan kesimpulan.
h) Uraian Rinci
Usaha membangun keteralihan dalam penelitian kualitatif jelas sangat berbeda dengan nonkualitatif dengan validitas eksternalnya.
Dalam penelitian kualitatif hal itu dilakukan dengan cara uraian rinci.
Teknik ini menuntut peneliti agar melaporkan hasil penelitiannya sehingga uraiannya itu dilakukan seteliti dan secermat mungkin yang menggambarkan konteks tempat penelitian diselenggarakan.
i) Auditing
Auditing adalah konsep bisnis, khususnya di bidang fiskal yang dimanfaaatkan untuk memeriksa kebergantungan dan kepastian data.
H. Sistematika Pembahasan
Sistematika adalah penempatan unsur-unsur permasalahan dan urutan di dalam skripsi sehingga membentuk satu kesatuan karya ilmiah yang tersusun rapi dan logis. Sistematika ini digunakan sebagai gambaran yang akan menjadi pembahasan dan penelitian sehingga dapat memudahkan bagi pembaca,