Analisis pengendalian internal pada prosedur pemberian kredit (Studi kasus pada Bank DKI Cabang Kebayoran Baru). Penulisan tesis ini berjudul Analisis Pengendalian Intern Dalam Prosedur Pemberian Kredit Pada Bank DKI Cabang Kebayoran Baru.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Masalah Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Sistematika Penulisan
Bab ini memberikan gambaran umum mengenai perusahaan, meliputi sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan, kegiatan usahanya, dan produk yang dihasilkan. Bab ini menyajikan kesimpulan dari poin-poin penting yang dibahas pada bab sebelumnya dan memberikan saran yang berguna untuk perbaikan bisnis.
LANDASAN TEORI
Tinjauan Pustaka
- Perbankan dan Perkreditan
- Pengertian Bank
- Pengertian Kredit
- Unsur Perkreditan
- Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit
- Tujuan dan Fungsi Kredit
- Jenis-Jenis Kredit
- Prosedur Pemberian Kredit
- Klarifikasi dan Kriteria Penggolongan Kredit
- Pengendalian Internal
- Pengertian Pengendalian Internal
- Komponen Pengendalian Internal
- Keterbatasan Sistem Pengendalian Intern
- Pengendalian Internal atas Prosedur
- Pengawasan Dalam Pemberian Kredit
Semakin lama jangka waktu kredit yang dijamin, maka semakin tinggi pula tingkat risiko yang ditanggung pemberi pinjaman. Kredit ragu-ragu, yaitu kredit yang pelunasan pokok dan bunganya tertunda selama 6 bulan atau dua kali lipat dari jangka waktu yang dijanjikan;
Kerangka Pemikiran
METODE PENELITIAN
Objek Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yaitu dengan mengkaji bagaimana pengendalian internal atas prosedur perkreditan pada PT. Dalam hal ini peneliti hanya akan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian internal atas prosedur perkreditan pada PT. Melalui penelitian ini data yang diperoleh akan dianalisis untuk mengetahui tahapan pemberian kredit di bank apakah sudah sesuai dengan sistem dan prosedur yang ada.
Selain itu, kami juga ingin mengetahui apa saja pengendalian internal pada prosedur pemberian kredit di Bank DKI, apakah pengendalian internal bank tersebut efektif atau tidak.
Data Yang Akan Dihimpun
Metode Pengambilan Sampel
Dokumen ini harus disahkan oleh pimpinan cabang dan kemudian dicap dengan stempel cabang Bank DKI Kebayoran Baru. Dalam hal ini, petugas administrasi kredit Bank DKI Cabang Kebayoran Baru melakukan pengecekan sistem. Di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru, seluruh permohonan kredit diajukan oleh satu orang yaitu analis kredit.
Di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru, seluruh tahapan prosedur pengajuan kredit dipenuhi sesuai dengan kebijakan perkreditan Bank DKI. Di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru, kredit dapat dicairkan jika seluruh persyaratan dan dokumen terpenuhi. Di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru, pemeriksaan dilakukan oleh Kantor Pusat Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).
Di Cabang DKI Kebayoran Baru, pinjaman serba guna merupakan pinjaman yang sangat diminati para nasabahnya. Berdasarkan hasil analisis, pengendalian internal pada prosedur pemberian kredit pada cabang DKI Kebayoran Baru dikatakan baik. Dengan ini dapat mengurangi kredit macet di Bank DKI cabang Kebayoran Baru.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengolahan Data
HASIL PENELITIAN DAN ANALISA
Gambaran Umum PT. Bank DKI
- Latar Belakang PT. DKI
- Visi, Misi, dan Struktur Organisasi PT. Bank DKI
- Aktivitas Usaha Bank DKI
Selain itu, Bank DKI juga dapat menjadi pilar Pemprov DKI melalui pelayanan yang terintegrasi dan profesional. Dengan visi dan misi tersebut, Bank DKI memiliki nilai-nilai budaya perusahaan yang harus diterapkan dalam bekerja. Profesional yaitu melaksanakan tugas sesuai dengan keahlian, keterampilan dan pengetahuan di bidangnya untuk mencapai kinerja terbaik dengan tetap menghormati kode etik bankir.
Di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru, transaksi terkait tata cara pemberian kredit ditangani oleh Bagian Pemasaran, Bagian Administrasi Kredit, dan Bagian Penyelamatan Kredit. Bagian Administrasi Kredit terdiri dari delapan orang yang terdiri dari tujuh orang pegawai Administrasi Kredit dan seorang manajer bagian Administrasi Kredit. Segala hal yang berhubungan dengan hal di atas harus diketahui oleh wakil manajer operasi.
Wakil Manajer Operasi ini tidak hanya membawahi departemen administrasi kredit, tetapi juga departemen akuntansi dan departemen pendukung. Kemudian transaksi customer service di cabang ini ditangani oleh Deputy Customer Service Manager yang hanya menangani permasalahan yang timbul pada bagian kasir dan bagian customer service. Selain itu, Wakil Manajer Pelayanan Pelanggan mempunyai wewenang untuk mengawasi operasional Manajer Kasir.
Kebijakan Kredit Pada Bank DKI
- Kredit Multiguna pada Bank DKI
- Ketentuan Umum Kredit Multiguna (KMG)
- Kebijakan Kredit Multiguna
Setiap debitur wajib membuka rekening tabungan di Bank DKI dengan saldo minimal satu kali angsuran kredit. Saat mengajukan pinjaman di Bank DKI, jika permohonan disetujui maka debitur harus membuka rekening tabungan di Bank DKI dengan saldo minimal satu kali angsuran kredit. Bagi pemohon yang penghasilannya telah dibayar oleh Bank DKI, dapat diberikan kredit maksimal 25 (dua puluh lima) kali lipat penghasilannya, maksimal Rp300.000.000.
Bagi pemohon yang penghasilannya tidak dibayarkan melalui Bank DKI, dapat dikreditkan maksimal 15 (lima belas) kali lipat penghasilannya, maksimal Rp 150.000.000. Bagi pensiunan yang dana pensiunnya dibayarkan melalui Bank DKI atau lembaga pembayar yang bekerjasama dengan Bank DKI, kredit yang diberikan maksimal 20 (dua puluh) kali lipat uang pensiun yang diterima setiap bulannya, maksimal Rp50.000.000. Kebijakan kredit serba guna dengan jangka waktu kredit yang diberikan kepada pegawai Pemprov DKI Jakarta yaitu sampai dengan 120 (seratus dua puluh) bulan, sedangkan pensiunan pegawai Pemprov DKI Jakarta diberikan kredit sampai dengan usia 74 (tujuh puluh empat) tahun.
Apabila jangka waktu kredit sampai dengan 84 (delapan puluh) bulan, perhitungan bunga dilakukan dengan dasar penurunan yang tetap. Dalam hal ini kelayakan kredit maksimal diatas Rp 30.000.000, harus ada jaminan tambahan seperti sertifikat tanah, sertifikat tanah dan bangunan. Pemotongan gaji pegawai Koperasi/pegawai pada instansi terkait yang mempunyai Perjanjian Kerja Sama dengan Bank DKI yang dinotariskan.
Prosedur Pemberian Kredit
- Proses Pengajuan Permohonan Kredit
- Proses Analisis Kredit
- Proses Persetujuan Kredit
- Prosedur Pemantauan Kredit
Setelah itu, bagian pemasaran memberikan formulir permohonan dan menginformasikan kepada debitur untuk membawa persyaratan yang harus dilengkapi sesuai jenis kredit yang bersangkutan. Departemen yang bertanggung jawab dalam tahap pengumpulan data adalah departemen pemasaran kredit yang dilaksanakan oleh analis kredit. Sebab, kredit yang tersedia di Bank DKI bukanlah kredit longgar, melainkan kredit berdasarkan perjanjian kerjasama.
Dokumen ini memuat pertimbangan kredit yang akan diberikan kepada debitur berdasarkan hasil analisis yang dilakukan analis. Berdasarkan hasil analisa di atas, kredit yang dapat disetujui adalah sebesar Rp30.000.000 dengan jangka waktu dua tahun. Setelah dilakukan analisa keuangan, hasilnya dikonfirmasikan kepada debitur untuk diberitahukan bahwa kredit yang dapat disetujui adalah sebesar Rp 30.000.000, terlepas dari setuju atau tidaknya debitur.
Tugas yang dilakukan bagian pemasaran pada tahap ini adalah menginput data debitur, menentukan jenis kredit yang diberikan, jangka waktu kredit, jaminan yang diperlukan dan mengikat. Dokumen ini berisi batas maksimum kredit yang disetujui, persyaratan kredit, jenis kredit yang akan diberikan, jaminan yang diperlukan, dan kemungkinan pengikatan dan penutupan asuransi. Pada tahap ini analis membuat laporan struktur fasilitas kredit yang telah mendapat persetujuan dari Pemimpin Bagian Pemasaran. Sedangkan sesuai ketentuan Bank DKI, batas kredit yang diperbolehkan di cabang adalah Rp 750.000.000.
Dokumen ini menyatakan jenis kredit yang diberikan, jangka waktu kredit, besarnya bunga kredit, jaminan kredit dan syarat-syarat lainnya. Dokumen ini memuat jumlah kredit yang dapat diambil debitur setelah dikurangi biaya-biaya yang ditanggung debitur.
Gambaran Masalah Dalam Prosedur Pemberian Kredit
Sebab, proses yang dilakukan bank terlalu lama, padahal debitur sangat membutuhkan uang pinjaman tersebut. Sesuai ketentuan yang ada, proses persetujuan permohonan pinjaman harus selesai dalam waktu dua minggu, namun kenyataannya bank melakukan hal tersebut di luar jangka waktu yang ditentukan. Di pihak bank, karena terbatasnya jumlah analis kredit, banyak permohonan debitur yang belum diproses dan aktivitas pimpinan bagian pemasaran yang sulit ditemukan menyebabkan tertundanya persetujuan permohonan kredit.
Apabila jumlah tersebut masih belum terpenuhi, maka jumlah kredit akan diberikan berdasarkan hasil analisa bank. Pada tahap ini sering terjadi permasalahan yaitu debitur belum melengkapi dokumen-dokumen yang diminta pada saat perjanjian kredit, sehingga perjanjian kredit tidak dapat dilaksanakan. Atas dasar itu, debitur menyalahkan bank karena tidak memberitahukannya tentang syarat-syarat yang harus dibawa pada saat perjanjian kredit.
Selain itu, masalah yang dihadapi semasa membuat perjanjian kredit ialah apabila jaminan yang dikemukakan adalah palsu sehingga perjanjian kredit tersebut dibatalkan. Pada masa pemantauan kredit, masalah yang sering berlaku kepada penghutang ialah pemotongan gaji oleh bendahari atau pegawai swasta. Jika penghutang tidak mempunyai niat baik untuk menghubungi bank, apa yang dilakukan oleh unit penyelamat kredit hanyalah menunggu penghutang membayar obligasinya.
Analisis Internal Control Prosedur Pemberian Kredit Pada
Di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru, pegawai bank yang menyetujui penarikan kredit berbeda dengan pegawai bank yang melaksanakannya. Dengan demikian, setiap tahapan proses kredit di cabang DKI Kebayoran Baru ditangani oleh departemen yang berbeda. Di Cabang DKI Kebayoran Baru, berkas kredit dan informasi pelanggan disimpan dalam lemari tahan api.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dokumen dan catatan terkait proses kredit di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru terpelihara dengan baik. Oleh karena itu, debitur tidak dapat memberikan informasi fiktif kepada bank yang dalam hal ini Bank DKI cabang Kebayoran Baru. Di Bank DKI Cabang Kebayoran Baru, dokumen disimpan di ruangan tertutup dan kuncinya disimpan oleh satu orang.
Selain itu, tingkat kredit bermasalah (NPL) Bank DKI Cabang Kebayoran Baru berada di bawah batas ketentuan Bank Indonesia yaitu NPL sekitar 3%. Hal ini untuk menghindari duplikasi tugas dan menghindari terjadinya penyimpangan dalam proses persetujuan kredit yang dilakukan oleh pegawai Bank DKI cabang Kebayoran Baru. Hal ini terlihat dari seluruh tahapan prosedur persetujuan kredit yang dilakukan oleh pegawai Bank DKI cabang Kebayoran Baru telah sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan oleh Bank DKI.
Analisis Perkembangan Kredit Bank DKI Cabang Kebayoran Baru…. 92
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, maka peneliti akan menarik kesimpulan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian internal dalam prosedur pemberian kredit pada Bank DKI cabang Kebayoran Baru. Proses pengendalian intern pada prosedur pemberian kredit pada Bank DKI Cabang Kebayoran Baru telah dijalankan dengan baik, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, salah satunya adalah adanya pemisahan tugas antara petugas yang melakukan penilaian agunan dengan petugas yang melakukan penilaian agunan. analisis keuangan debitur. Pengendalian internal dalam tata cara pemberian kredit telah sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank DKI.
Saran
Peran pengendalian internal dalam mendukung efisiensi sistem penyaluran kredit pada usaha kecil dan menengah (studi kasus Koperasi Simpan Pinjam Artha Jaya Sentosa Jakarta).