PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat sebesar 82,22% pada tahun 2016 atau meningkat sebesar 73 basis poin secara year-on-year atau year-on-year (yoy). Berdasarkan kajian perbandingan kinerja antara bank devisa dan bank non devisa, terdapat perbedaan hasil ada atau tidaknya perbedaan kinerja antara kedua kelompok bank tersebut.
Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka penelitian ini akan mengkaji perbandingan antara bank devisa dan bank non devisa ditinjau dari efisiensi dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA).
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Batasan Penelitian
Sistematika Penulisan
Bab ini membahas tentang penjelasan prinsip dasar perbankan, metode Frontier yaitu parametrik dan non parametrik, serta penjelasan efisiensi kinerja bank. Bab ini akan menguraikan ruang lingkup penelitian, sumber data yang digunakan, metode pengumpulan data, langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian, metode analisis yang akan digunakan, pemilihan input dan output yang akan digunakan.
LANDASAN TEORI
Pengertian Bank
Asas, dan Fungsi Perbankan
Dengan cara ini, Ani memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak-pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak-pihak yang mengalami kekurangan likuiditas. Dalam konteks ini, jelas bahwa peran bank adalah membangun jembatan antara dua pihak yang berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga menciptakan efisiensi biaya yang ekonomis ((IBI, 2013).
Jenis- Jenis Bank
Bank Umum, yaitu bank yang menerima simpanan dalam bentuk giro (giro) dan deposito berjangka pada saat menghimpun dana serta memberikan kredit jangka pendek dalam usahanya. Bank pemerintah pusat, yaitu bank umum, bank tabungan, atau bank pembangunan yang mayoritas dimiliki oleh pemerintah pusat.
Efisiensi
- Konsep Dasar Efisiensi
- Jenis Efisiensi
- Teknik Pengukuran efisiensi
- Pendekatan Parametrik
- Pendekatan Non- Parametrik
Berbeda dengan pendekatan parametrik, pendekatan nonparametrik merupakan pendekatan yang mengukur tingkat efisiensi tidak berdasarkan parameter. Pendekatan non parametrik menggunakan pendekatan program linier non parametrik untuk melakukan pengukuran non parametrik dengan menggunakan pendekatan non stokastik dan tidak menyertakan kesalahan acak.
Konsep Input Output
Keuntungan menggunakan pendekatan non parametrik adalah pendekatan ini tidak memerlukan spesifikasi bentuk fungsional yang eksplisit dan hanya memerlukan struktur variabel input dan output yang kecil untuk membentuk batas efisiensi. Pendekatan ini menggambarkan bank sebagai perantara yang mengkonversi dan mentransfer aset keuangan dari entitas yang kelebihan dana ke entitas yang kekurangan dana. Pengukuran output dalam pendekatan ini adalah melalui kredit, pinjaman dan investasi keuangan, sedangkan inputnya adalah biaya tenaga kerja dan modal serta pembayaran bunga atas simpanan.
Pendekatan ini merupakan pengembangan dari pendekatan mediasi, yaitu dengan melihat fungsi utama bank sebagai pencipta kredit. Oleh karena itu, keluaran dari pendekatan ini adalah kemampuan bank untuk menginvestasikan dana dalam bentuk kredit, surat berharga, dan aset alternatif lainnya.
Data Envelopment Analysis (DEA)
- Konsep Dasar DEA
- Model Pengukuran DEA
Perusahaan yang efisien produksi adalah perusahaan yang tidak dapat meningkatkan output kecuali perusahaan tersebut juga meningkatkan satu atau lebih inputnya, sedangkan perusahaan yang tidak efisien produksi dapat meningkatkan output tanpa menambah input. Demikian pula, perusahaan dengan input-efisien adalah perusahaan yang tidak dapat mengurangi input tanpa mengurangi output, sedangkan perusahaan yang tidak efisien input dapat melakukannya. Menurut Hadad et al., (2003), pendekatan DEA tidak bisa memperhitungkan faktor-faktor seperti perbedaan harga antar daerah, perubahan peraturan, perilaku data yang baik dan buruk, observasi yang ekstrim, dan lain sebagainya sebagai faktor inefisiensi.
Model ini mengasumsikan bahwa rasio antara tambahan input dan output adalah sama (skala hasil konstan). Metode DEA adalah prosedur yang dirancang khusus untuk mengukur efisiensi relatif suatu DMU yang menggunakan banyak input dan output untuk menghasilkan suatu output atau nilai. Bobot input dan output yang dihasilkan DEA tidak dapat diartikan secara ekonomis, meskipun koefisien-koefisiennya memiliki rumusan matematis yang sama.
Kerangka Pemikiran
Penelitian Sebelumnya
Bank khusus telah menunjukkan efisiensi teknis yang lebih tinggi dibandingkan bank komersial dan swasta. Hasilnya menunjukkan bahwa bank-bank besar memperoleh skor rata-rata tertinggi yang menunjukkan bahwa bank-bank besar lebih efisien. Bank komersial federal memiliki skor efisiensi rata-rata tertinggi, yang menunjukkan bahwa bank komersial federal lebih efisien dibandingkan bank lain.
Analisis juga menunjukkan bahwa bank yang bermodal asing dan penyertaan asing mempunyai nilai rata-rata yang tinggi. Dalam penelitian Fathony (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “Peringkat dan Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Domestik di Indonesia”. menunjukkan hasil bank milik asing mencapai efisiensi lebih tinggi dibandingkan bank milik dalam negeri, hasil penelitian Abidin dkk. 2008) dalam “Kinerja Keuangan dan Efisiensi Perbankan: Pendekatan CAMEL, DEA dan SFA” menunjukkan hasil yang diperoleh bank-bank milik negara dan asing. termasuk bank campuran) memiliki kinerja keuangan dan efisiensi yang lebih baik dibandingkan kelompok bank lain. Pratiwi (2014) dalam penelitian berjudul “Mengukur Efisiensi Bank Menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) (studi terhadap bank umum konvensional yang terdaftar di Periode BEI) menunjukkan bahwa bank dengan modal ekuitas yang lebih besar belum tentu lebih efisien dalam mengelola sumber dayanya. Selama periode penelitian, bank-bank yang termasuk dalam kelompok BUKU 4 mencapai tingkat efisiensi sebesar 100%, baik yang mengukur efisiensi dengan menggunakan kredit atau pendapatan bunga sebagai outputnya.
Hipotesis
Menurut Alrafadi, Kamaruddin, & Yusuf (2014) dalam penelitiannya Efficiency and Determinants in Libyan Banking, hasilnya menunjukkan bahwa bank khusus menunjukkan efisiensi teknis yang lebih tinggi dibandingkan dengan bank umum dan bank swasta. Karimzadeh (2012) dalam penelitiannya “Analisis Efisiensi dengan menggunakan Model Analisis Envelopment Data: Bukti dari Bank India” menunjukkan hasil berdasarkan ukurannya, bank-bank terbesar ditemukan relatif paling efisien. Ho : Tidak terdapat perbedaan nilai efisiensi bank konvensional berdasarkan kelompok bank yaitu kelompok bank Devisa dan Non Devisa periode tahun 2015 dan 2016.
Ha : Terdapat perbedaan nilai efisiensi bank konvensional berdasarkan kelompok perbankan yaitu kelompok perbankan devisa dan kelompok perbankan non devisa periode tahun 2015 dan 2016.
METODE PENELITIAN
- Desain Penelitian
- Metode Pengumpulan Data
- Populasi dan Sampel
- Jenis Data
- Metode Analisis Data
- Metode Data Envelopment Anlysis (DEA)
- Model Pengukuran Efisiensi Teknik Bank
- Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov Test)
- Uji Beda Independent Sample T-Tes
- Operasional Variabel
- Variabel Input
- Variabel Output
3 PT BANK BUKOPIN, Tbk 3 PT BANK ARTOS INDONESIA 4 PT BANK BUMI ARTA, Tbk 4 PT BANK BISNIS INTERNASIONAL 5 PT BANK KAPITAAL INDONESIË, Tbk 5 PT BANK DINAR INDONESIA 6 PT ASIA 6 PT BANK CENTRA, Tbk 5 PT BANK INDONESIA 6 PT ASFANK 7 14 PT BANK INDEX SELINDO 14 PT BANK ROYAL INDONESIA 15 PT BANK JTRUST INDONESIA, TBK 15 PT BANK SAHABAT SAMPOERNA 16 PT BANK KEB HANA INDONESIA 16 PT BANK YUDHA BHAKTI. 22 PT BANK MESTIKA DHARMA 5 PT BANK DINAR INDONESIA 23 PT BANK MNC INTERNASIONAL, Tbk 6 PT BANK FAMA INTERNASIONAL 24 PT BANK MULTIARTA SENTOSA 7 PT BANK HARDA INTERNASIONAL.
27 PT BANK OCBC NISP, Tbk 10 PT BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI 28 PT BANK OF INDIA INDONESIA, Tbk 11 PT BANK MANDIRI TASPEN POS 29 PT BANK PERMATA, Tbk M. USAHA NON BURSA ASING 32 PT BANK SBI INDONESIA 15 PT BANK SAHABAT SAMPOERNA 33 PT BANK SHINHAN INDONESIA 16 PT BANK YUDHA BHAKTI. 37 PT BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk 3 PT BANK ARTOS INDONESIA 38 PT BRI AGRONIAGA, Tbk 4 PT BANK BISNIS INTERNATIONAL 39 PT PAN INDONESIA BANK, Tbk 5 PT INDONESIA DASH.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Devisa dan Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) Non Devisa di Indonesia Tahun 2015-2016. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh bank uang yang terdaftar sebagai BUSN Devisa dan BUSN non Devisa di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2015-2016. Kemudian dengan menggunakan teknik purposive sampling, seluruh populasi dipilih kembali untuk memperoleh sampel objek terpilih yang akan dijadikan model penelitian.
Analisis dan Pembahasan
Hasil perhitungan Efisiensi dengan Data Envelopment Analysis (DEA)
Tambahan kredit, pendapatan operasional dan pendapatan lain-lain yang perlu ditambahkan untuk mencapai tingkat efisiensi maksimal pada bank devisa pada tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 4.2. Tambahan kredit, pendapatan operasional dan pendapatan lain-lain yang perlu ditingkatkan persentasenya untuk mencapai tingkat efisiensi maksimal pada bank devisa pada tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tambahan kredit, pendapatan operasional dan pendapatan lain-lain yang perlu ditingkatkan persentasenya untuk mencapai tingkat efisiensi bank devisa yang maksimal pada tahun 2016 dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Tambahan kredit, pendapatan usaha dan pendapatan lain-lain yang harus ditambahkan untuk mencapai tingkat efisiensi tertinggi pada bank non devisa tahun 2015 dapat dilihat pada tabel 4.7. Penambahan kredit, pendapatan usaha dan lainnya yang sebaiknya ditingkatkan persentasenya untuk mencapai tingkat efisiensi tertinggi pada bank non-currency pada tahun 2015 dapat dilihat pada Tabel 4.8. Tambahan kredit, pendapatan operasional dan pendapatan lain-lain yang harus ditambahkan untuk mencapai tingkat efisiensi yang maksimal pada bank non mata uang pada tahun 2016 dapat dilihat dari tabel.
Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov Test)
Penambahan kredit, pendapatan operasional dan pendapatan lain-lain yang harus ditingkatkan persentasenya untuk mencapai tingkat efisiensi maksimal pada bank non devisa tahun 2016 dapat dilihat pada tabel 4.10. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menggunakan IBM SPSS Statistics 21 menunjukkan nilai K-S untuk efisiensi sebesar 0,932 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,350 dan nilai tersebut diatas α = 0,05, hal ini berarti H0 diterima atau data berdistribusi normal .
Uji Beda Independent Sample T-Tes
Implikasi Manajerial
Hasil berbagai pengujian yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa H0 diterima atau tidak terdapat perbedaan efisiensi relatif antara kelompok perbankan devisa dan non devisa. Pada tahun 2016, jumlah bank devisa yang memiliki tingkat efisiensi 100 (efisien) tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 18 bank, sedangkan jumlah bank yang memiliki tingkat efisiensi 100 (efisien) mengalami penurunan dibandingkan dengan bank non devisa. kelompok. dari tahun sebelumnya yaitu 10 bank. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok perbankan devisa memiliki prospek peningkatan efisiensi yang lebih baik dibandingkan kelompok perbankan non devisa.
Berdasarkan hasil berbagai pengujian dengan metode parametric Independent Sample T-test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai efisiensi antara kelompok perbankan devisa dengan kelompok perbankan non devisa. Karena tidak ditemukan perbedaan efisiensi antara kelompok bank devisa dengan bank non devisa, hal ini menunjukkan bahwa 56 bank yang diperiksa telah menjalankan fungsi intermediasinya dengan baik, meskipun kedua kelompok perbankan tersebut belum berada pada tingkat efisiensi 100. persen. Penelitian mengenai tingkat efisiensi menunjukkan bahwa tingkat efisiensi kelompok perbankan Devisa semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok perbankan Devisa memiliki prospek yang lebih besar dalam hal peningkatan efisiensi dari tahun ke tahun.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil perhitungan efisiensi relatif dengan metode Data Envelopment Analysis diperoleh hasil pada tahun 2015 dari 39 bank devisa terdapat 18 bank yang mencapai tingkat efisiensi 100 (efisien) dan dari kelompok bank non devisa sebesar Dari 17 bank yang diteliti, 12 bank mencapai tingkat efisiensi 100 (efisien).
Saran
Analisis Perbandingan Efisiensi Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) (periode. Pengolahan Data Skala Terbatas Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA): Studi Kasus efektivitas proses peluncuran produk baru.
Tabel Penelitian Sebelumnya
Daftar Bank Devisa dan non- Devisa
Tabel Variabel Input Output
Nilai Efisiensi Bank Devisa
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank Devisa pada Tahun 2015
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank Devisa pada Tahun 2015 (dalam persen)
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank Devisa pada Tahun 2016
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank Devisa pada Tahun 2016 (dalam persen)
Nilai Efisiensi Bank non Devisa
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank non Devisa pada Tahun 2015
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank non Devisa pada Tahun 2015 (dalam
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank non Devisa pada Tahun 2016
Target Output untuk Mencapai Efisiensi Bank non Devisa pada Tahun 2016 (dalam
Tabel Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Test
Tabel Hasil Uji Beda Independent Samples Test