Disusun Oleh:
INTAN SUPIANA NIM. 170502018
PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2020/2021
ii
ANALISIS PERSEPSI PENGUSAHA MIKRO TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA KSP KARYA MANDIRI
JEROWARU
KEC. JEROWARU, KAB. LOMBOK TIMUR Skripsi
Diajukan kepada Universitas Agama Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai
gelar sarjana Ekonomi
Disusun Oleh:
INTAN SUPIANA NIM. 170502018
PROGRAM STUDI PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM
MATARAM 2020/2021
iii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi oleh: Intan Supiana, NIM: 170502018 dengan judul, “Analisis Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaan Murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru” telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diuji.
Disetujui pada tanggal : 07 Juni 2021
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Dr. H. Muslihun M.Ag Muh. Baihaqi, S.H.I.,M.SI
NIP. 197412312001121005 NIP. 197808102006041002
iv Nota Dinas Pembimbing
Mataram, 07 Juni 2021 Hal : Ujian Skripsi
Yang Terhormat
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Mataram
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Dengan Hormat, setelah melakukan bimbingan, arahan, dan koreksi, kami berpendapat bahwa skripsi saudara:
Nama Mahasiswa : Intan Supiana
NIM : 170502018
Program Studi : Perbankan Syariah
Judul : Analisis Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaan Murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
Telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram. Oleh karena itu, kami berharap agar skripsi ini dapat segera di munaqasyah-kan.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
Dr. H. Muslihun M.Ag Muh. Baihaqi, S.H.I.,M.SI NIP. 197412312001121005 NIP. 197808102006041002
vi
vii MOTTO
ْ ك مع هَ ىريسف ا مْعا لق ةد هشلا ْيغْلا ل ع ٰىلإ ن ُدرتس ۖ ن نمْؤمْلا هل سر
ن مْعت ْ تْنك مب ْ كئ بنيف
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya
kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS At-Taubah ; 105)
viii
PERSEMBAHAN
Skripsi ini ku persembahkan kepada kedua orang tua ku tercinta Nurhasanah dan Juga Bapak ku Abdul Manap. Tidak lupa juga kepada guru-guruku yang telah memberikan ilmu nya, SDN 4 Rensing, Mts NW Senyiur dan juga MA NW Senyiur. Dan juga teman-teman tercintaku ( Hendri Irawan, Mar’atun Faizah, Yeni Aprilianingsi, Wiwin Pradita), dan untuk saudara dan misan ku (Kurniawan Idris, Juliana Usmaidah, Virgiawan), dan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini. Semoga pembaca skripsi ini dapat mengambil manfaatnya.
ix
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah, puji syukur kehadirat allah SWT yang telah memberikan berbagai macam nikmat diantaranya nikmat sehat dan kesempatan sehingga peulis dapat menyelesaikan tugak akhir ini, tidak lupa juga shalawat serta salam kepada Nabi Allah Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Penulis sangat menyadari bahwa proses penyelesaian tugas akhir ini tidak akan pernah sesesai dan sukses tanpa ada bantuan dari guru-guru dan pihak-pihak yang terlibat. Oleh karena itu penulis sngat amat berterima kasih kepada guru- guru yang telah membaru penulis dalam hal ini, beliau antara lain
1. Dr. H. Muslihun M.Ag, selaku pembimbing 1 dan Muh Baihaqi S.H.I., M.SI. selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, motivasi, dan keakraban sehingga skripsi ini bisa selesai.
2. Dewi Sartika Nasution, selaku ketua program studi perbankan syariah, dan juga ibu Any Tslasatul Fitriyah S. Si., M.SI. selaku sekretaris Program Stdi Perbankan Syariah.
3. Drs, Ma’ruf, SH selaku Dosen Wali studi yang telah membimbing dan mengarahkan dari awal masuk perkuliahan sampai dengan selesai.
4. Bapak dan ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang telah memberikan ilmunya untuk bekal penulis nantinya.
x
5. Dr, H. Amir Aziz, M. Ag. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
6. Prof. Dr. H. Mutawali, M. Ag. Selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang telah memberikan tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu.
7. Untuk kedua orang tua yang telah memberikan semangat dan juga do’a sehingga skripsi ini bisa selesai.
8. Seluruh Pihak KSP Karya Mandiri Jerowaru Yang telah berkenan memberi izin penulis untuk melakukan penelitian.
9. Kepada para Pengusaha Mikro selaku nasabah di KSP Karya Mandiri Jerowaru yang telah memberikan waktunya untuk menyelesaikan tugas akhir ini.
10. Kepada teman-teman yang telah membantu dalam proses pembuatan skripsi ini, ( Hendri Irawan, Yeni, Izah, Wiwin, Omi, Sandi, dan teman- teman kelas A perbankan syariah angkatan 2017)
11. Untuk sema pihak yang telah terlibat yang tidak bisa penulis sebut satu persatu.
Semoga kebaikan dari guru-guru maupun pihak-pihak terkait mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT.
Mataram, 07 Juni 2021 Penulis,
Intan Supiana
xi DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
PERSETEJUAN PEMBIMBING ... iii
NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v
HALAMAN MOTTO ... vi
PERSEMBAHAN ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... x
ABSTRAK ... xii
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Tujuan dan Manfaat ... 7
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka ... 9
B. Kerangka Teori ... 13
1 Persepsi ... 13
2 Pengusaha Mikro ... 22
3 Pembiayaan Murabahah ... 25
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 32
B. Kehadiran Peneliti ... 33
C. Lokasi Penelitian ... 35
D. Sumber Data ... 35
E. Teknik Pengumpulan Data ... 36
F. Metode Analisis Data ... 39
xii
G. Keabsahan Data ... 41 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Subyek Penelitian ... 41 1. Sejarah dan Gambaran Umum KSP Karya Mandiri Jerowaru ... 41 2. Struktur Organisasi, Tugas Dan Fungsi KSP Karya Mandiri
Jerowaru ... 46 3. Produk dan Layanan KSP Karya Madiri Jerowaru ... 51 B. Hasil Penelitian
Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaan Murabahah Pada KSP Karya Mandiri Jerowaru Kec. Jerowaru,
Kab. Lombok Timur. ... 54 1. Pengalaman Pengusaha Mikro tentang Pembiayaan
Murabahahpada KSP Karya Mandiri Jerowaru ... 56 2. Pengetahuan Mengenai Pembiayaan Murabahah pada KSP
Karya Mandiri Jerowaru ... 63 C. Pembahasan
Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaan Murabahah Pada KSP Karya Mandiri Jerowaru Kec. Jerowaru,
Kab. Lombok Timur ... 75 1. Pengalaman pengusaha mikro tentang Pembiayaan
Murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru ... 77 2. Pengetahuan Mengenai Pembiayaan Murabahah pada KSP
Karya Mandiri Jerowaru ... 83 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan... 85 B. Saran ... 85 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
xiii
ANALISIS PERSEPSI PENGUSAHA MIKRO TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA KSP KARYA MANDIRI
JEROWARU
KEC. JEROWARU, KAB. LOMBOK TIMUR.
Oleh:
Intan Supiana (170502018) ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dari pengusaha mikto terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru. Metode penelitian yang digunakan dala penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Subjek penelitian ini ialah pegawai lapangan (PL) dari instansi terkait dan juga 6 orang nasabah pengusaha mikro yang mengambil pembiayaan murabahah. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi nasabah khususnya usaha mikro sudah sangat baik hanya saja yang nasabah usaha mikro masih minim pengetahuan dikarenakan istilah-istilah yang digunakan oleh sistem perbankan maupun lembaga keuangan yang berbasis syariah menggunakan bahasa arab atau bahasa yang jarang didengar oleh masyarakat, misalnya ijarah, mudharabah, murabahah, musyarakah dan lainnya. Mereka hanya tahu bank syariah dan juga sistem yang dianut ialah syariah, namun tidak mengetahui mengenai produk- produk yang ada pada instansi tersebut.Sehingga menyebabkan masih banyak nasabah yang bertransaksi di lembaga keuangan yang berbasis konvensional daripada di lembaga keuangan yang berbasis syariah.
Kata Kunci: Persepsi Pengusaha Mikro, Pembiayaan Murabahah
1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Dalam perkembangannya koperasi menjadi suatu sistem yang dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat dan memecahkan masalah ekonomi yang dihadapi. Di Indonesia koperasi dijadikan sebagai guru perekonomian Indonesia untuk menuju masyarakat yang adil dan makmur.
Untuk itu usaha koperasi harus terus dibina dan dikembangkan agar dapat terus tumbuh dan berkembang baik.1
Berdasarkan laporan dari Bank Indonesia (BI), performance bank syariah menunjukan kemajuan yang sangat pesat, di sisi lain perkembangan lembaga keuangan syariah non bank juga mengalami hal yang sama. Perkembangan ini merupakan bentuk respon yang positif bagi perekonomian Indonesia.2
Salah satu lembaga keuangan non bank yang juga berperan aktif dalam menunjang perekonomian rakyat ialah koperasi.Koperasi terdiri atas koperasi produksi, konsumsi, serbaguna, dan juga simpan pinjam. Hal yang membedakan koperasi tersebut adalah usaha yang dijalankannya.
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yaitu lembaga yang melakukan simpanan dan peminjaman sejumlah dana untuk keperluan dari anggotanya.3
1 Subandi, Ekonomi Koperasi: Teori dan Praktik, (Bandung: Alfabeta, 2017), hlm 2.
2Dadan Muttaqien, Aspek Legal Lembaga Keuangan Syariah, (Yogyakarta: Pustaka Safiria Insane press, 2008), hlm 1.
3 Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, (Jakarta: PT. Rajawali Pers, 2014), hlm 254-255.
Adapun hasil studi terdahulu peneliti menemukan bahwa KSP Karya Mandiri Jerowaru didirikan mengingat kurangnya lembaga keuangan yang berbasis Syariah pada daerah tersebut, namun KSP Karya Mandiri belum resmi menjadi lembaga keuangan yang berbasis Syariah karena belum dikeluarkannya surat izin pengesahannya. Akan tetapi KSP Karya Mandiri sudah menerapkan pembiayaan yang berasaskan syariah.
KSP Karya Mandiri ini memiliki berbagai macam produk. Salah satunya adalah pembiayaan murabahah. Pada produk murabahah terdapat simpanan murabahah dan pembiayaan murabahah. Simpanan murabahah berupa setoran yang dilakukan kapan saja sesuai akad dari murabahah tersebut. Sedangkan pembiayaan murabahah yaitu penyaluran dana kepada nasabah yang membutuhkan dana untuk modal usaha agar terealisasinya suatu usaha yang ingin dijalankan oleh nasabah tersebut.
Besar kecilnya simpanan dan pinjaman yang dilakukan oleh nasabah sangat berpengaruh bagi KSP dalam rangka meningkatkan produktivitas dari perusahaan itu sendiri.
Terdapat banyak alternatif untuk menunjang usaha pengusaha mikro, salah satunya adalah melakukan pembiayaan berupa produk usaha mikro pada lembaga keuangan syariah bank maupun non bank. Salah satu alternative ialah dengan melakukan pembiayaan pada KSP Karya mandiri Jerowaru. KSP Karya Mandiri Jerowaru menerapkan pembiayaan murabahah agar dapat membantu pengusaha mikro dalam menunjang usahanya, karna sebagian besar masyarakat pada lokasi tersebut berprofesi
sebagai usaha mikro. Untuk itu tidak sedikit dari pengusaha mikro yang membutuhkan modal tambahan untuk mengembangkan usahanya.
Murabahah adalah akad jual beli atas barang tertentu dengan cara penjual menyebutkan harga pembelian barang kepada pembeli kemudian menjual kepada pihak pembeli dengan mensyaratkan keuntungan yang diharapkan sesuai jumlah tertentu. Karakteristik murabahah adalah si penjual memberitahukan harga pembelian barang dan menyatakan jumlah keuntungan yang ditambahkan pada biaya tersebut.4 Dalam akad murabahah, penjual menjual barang-nya dengan meminta kelebihan atas harga beli dengan harga jual. Perbedaan antara harga beli dan harga jual barang disebut dengan margin keuntungan.5
Pembiayaan Murabahah pada KSP dapat diartikan sebagai suatu perjanjian antara koperasi dan nasabah dalam bentuk pembiayaan pembelian atas sesuatu barang yang dibutuhkan oleh nasabah.6 Pembiayaan murabahah ini secara prinsip merupakan saluran penyaluran dana bank syariah dengan cepat dan mudah, dengan cara koperasi simpan pinjam syariah mendapat profit, yaitu margin dari pembiayaan serta mendapatkan fee based income. Sementara bagi nasabah, pembiayaan murabahah ini merupakan alternatif pendanaan yang memberikan keuntungan kepada nasabah dalam bentuk membiayai kebutuhan nasabah dalam hal pengadaan barang, seperti pembelian dan renovasi bangunan,
4Adiwarman A. Karim, Bank Islam Analisis Fiqih Dan Keuangan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2006), Hlm 113
5Ismail, Perbankan Syariah, (Jakarta: Prenamedia, 2011), hlm 138.
6 Marketing KSP Karya Mandiri Jerowaru, Wawancara langsung, Senin 05 April 2021.
pembelian kendaraan, pembelian barang produktif seperti mesin produksi, dan pengadaan barang lainnya.
Untuk itu KSP Karya Mandiri merupakan angin segar bagi usaha mikro disekitarnya untuk membantu dalam hal permodalan atau pendanaan. Namun semakin maraknya perkembangan dan pertumbuhan lembaga keuangan syariah masih dipandang negatif oleh beberapa kalangan, bahkan kalangan umat islam sendiri. Hal ini dapat dilihat dari partisipasi umat islam dalam melakukan investasi atau pembiayaan di lembaga keuangan syariah masih sangat kurang. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi lembaga keuangan syariah.
Persepsi merupakan salah satu aspek manusia yang sangat penting, yang memungkinkan untuk mengetahui dan memahami dunia sekelilingnya. Persepsi dapat memberikan manfaat bagi lembaga atau instansi terkait dikarenakan dari persepsi tersebut dapat memberitahukan kepada instansi terkait mengenai apa saja yang dikeluhkan oleh nasabahnya. Persepsi dapat berlangsung saat orang menerima stimulasi dari dunia luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk kedalam otak. Di dalamnya terjadi proses berpikir yang akhirnya terwujud dalam suatu pemahaman dan pengetahuan.7
Akan tetapi setelah melakukan studi terdahulu peneliti menemukan bahwa, Pengusaha mikro tidak mengetahui nama maupun jenis usaha pembiayaan yang diberikan, yang pengusaha mikro ketahui ialah
7 Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Psikologi Umum, (Jakarta: Rajawali Press, 2010), hlm. 85.
pengusaha mikro diberikan biaya untuk menunjang usaha yang dijalankan, dan juga usaha mikro mengatakan bahwa syariah atau konvensional sama saja. Pada pembiayaan murabahah ini, terdapat hal yang dikeluhkan oleh pengusaha mikro terkait penyetoran karena pasang surutnya penjualan yang tidak selalu ramai walau disisi lain pengusaha mikro merasa terbantu dengan adanya pembiayaan ini, ungkap salah seorang nasabah pelaku usaha mikro yang mengambil pembiayaan ini.8
Jadi pada dasarnya persepsi dapat diartikan sebagai proses menelaah atau kesadaran seeorang terhadap suatu objek tertentu melalui panca indera yang kemudian memfokuskan pada objek tertentu. Persepsi juga dapat berarti informasi yang menghubungkan seseorang dengan lingkungan.9 Hubungan antara persepsi dengan usaha mikro ialah terdapat pada sudut pandang terhadap suatu objek yaitu pembiayaan murabahah.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik mengambil penelitian dengan judul “Analisis Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaan Murabahah Pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.”
B. Rumusan Masalah
Bagaimana persepsi pengusaha mikro terhadap pembiayaan Murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru?
8Wawancara Dengan Pengusaha Mikro Pada Tanggal 15 Januari 2021 ( Hari Jum’at Jam 09.00)
9 Fattah Hanurawan, Psikologi Sosial, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hlm 34.
C. Tujuan dan Manfaat 1. Tujuan Penelitian
Sesuai rumusan masalah yang telah dipaparkan di atas.Adapun tujuan dari dibuatnya proposal ini adalah untuk mengetahui persepsi pengusaha mikro dalam pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dilakukannya penelitian ini sebagai berikut:
a. Manfaat Teoritis
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan juga pengetahuan khususnya mengenai persepsi pengusaha mikro terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
b. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat:
1. Bagi Penulis
Menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam pengetahuan masalah yang dihadapi secara nyata.
2. Bagi Mahasiswa
Dapat dijadikan acuan bagi mahasiswa FEBI jurusan Perbankan Syariah di UIN Mataram yang berkaitan dengan judul penelitian selanjutnya.
3. Bagi Fakultas
Diharapkan bisa digunakan sebagai sumber pembelajaran pada materi pesepsi pengusaha mikro terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup
Penulis sangat menyadari bahwa dalam penelitian ini masih terdapat banyak keterbatasan baik dari segi referensi, informasi, penulisan dan pengetahuan mengenai objek yang diteliti. Penelitian ini dibatasi hanya terkait dengan persepsi mengenai pembiayaan Murabahah melalui indikator-indikator yang mempengarui persepsi yaitu pengalaman dan juga pengetahuan. Adapun indikator pengalaman dapat diukur dengan kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan. Serta indicator pengetahuan dengan, produk pembiayaan.
Sehingga pada peneliti ini membahas tentang Analisis Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaa n Murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru. Adapun fokus penelitian ini ialah para usaha mikro yang mengambil pembiayaan pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
2. Setting Penelitian
Setting penelitian adalah lingkungan, tempat atau wilayah yang direncanakan oleh peneliti untuk dijadikan sebagai objek penelitian.
Alasan peneliti melakukan penelitian di KSP Karya Mandiri Jerowaru adalah karena saat peneliti melakukan observasi awal, peneliti
mendapati adanya akad murabahah untuk pembiayaan usaha mikro pada KSP tersebut dan telah banyak pelaku usaha mikro yang mengambil akad tersebut, walau pengusaha mikro tidak mengetahui nama maupun jenis usaha pembiayaan yang diberikan, yang pengusaha mikro ketahui ialah pengusaha mikro diberikan biaya untuk menunjang usaha yang dijalankan. Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti tentang Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaan Murabahah Pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
Peneliti melakukan penelitian pada KSP KSP Karya Mandiri Jerowaru karena pada saat melakukan studi terdahulu peneliti menemukan bahwa KSP Karya Mandiri Jerowaru merupakan satu- satunya lembaga keuangan yang berbasis syariah dan telah menerapkan pembiayaan murabahah.
Waktu pelaksanaan penelitiaan dilakukan pada Bulan Mei Tahun 2021 Sampai Dengan Bulan Juni Tahun 2021.
9 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Telaah Pustaka
Telaah penelitian dilakukan untuk menjelaskan posisi penelitian yang sedang dilaksanakan (State Of Affairs) diantara penelitian yang bertujuan untuk menegaskan kebaruan orisinil dan urgensi penelitian bagi pengembangan keilmuan terkait.10 Adapun telaah penelitian antara lain:
1. Marina Zulfa, “ Analisis Persepsi Masyarakat Industri Kecil Terhadap Pelaksanaan Pembiayaan Bagi Hasil Pada Bank Riau Kepri Cabang Syariah Pekan Baru”.11
Persamaan antara penelitian yang penulis ambil dengan penelitian yang dilakukan oleh Marina Zulfa adalah sama-sama membahas tentang Persepsi dari Industri Kecil . Sedangkan Perbedaan penelitian terletak pada konteks penelitian, penelitian tersebut membahas tentang pelaksanaan pembiayaan Bagi Hasil. Sedangkan peneliti mengenai pembiayaan murabahah. Perbedaan lainnya juga terdapat pada lokasi penelitian , penelitian yang dilakukan oleh Marina Zulfa di Bank Riau Kepri Cabang Syariah Pekan Baru, sedangkan tempat penelitian yang penulis ambil adalah KSP Karya Mandiri Jerowaru.
10 Miftahul Huda, ddk, Pedoman Penulisan Skripsi, (Mataram: IAIN Mataram, 2017), hlm. 21.
11Marina Zulfa, ”Analisis Persepsi Masyarakat Industri Kecil Terhadap Pelaksanaan Pembiayaan Bagi Hasil Pada Bank Riau Kepri Cabang Syariah Pekan Baru”, Tabarru’, Vol 2, Nomor 1, Mei 2020.
2. Siti Barokah, “Analisis Persepsi Nasabah dan UMKM setelah memperoleh Pembiayaan Mudharabah pada BPRS Binama Kota Semarang.”12
Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian ini ialah sama-sama membahas tentang Persepsi Nasabah dan UMKM dan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan perbedaannya terdapat pada konteks penelitian, penelitian tersebut membahas tentang pembiayaan mudharabah. Selain itu, perbedaan penelitian ini juga terdapat pada lokasi penelitian. Penelitian yang dilkukan oleh Siti Barokah mengambil lokasi pada BPRS Binama Kota Semarang sedangkan peneliti mengambil lokasi pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
3. Ida Lailatur Rohmah, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, dengan judul: “Persepsi Pedagang Kecil Di Pasar BintoroTerhadap Pembiayaan Mudharabah BMT Made Demak.”13
Persamaan antara penelitian yang penulis ambil dengan penelitian tersebutadalah sama-sama membahas tentang pembiayaan persepsi dari pedagang kecil atau usaha mikro sedangkan perbedaan penelitiannya ialah pada tempat penelitian, penelitian tersebut dilakukan di BMT Made Demak, sedangkan tempat penelitian yang
12Siti Barokah Dan Ayu Noviani Hanum Maksimum, “Analisis Persepsi Nasabah Dan Perkembangan UMKM Setelah Memperoleh Pembiayaan Mudharabah ( Studi Kasus BPRS Binama Kota Semarang)”| Vol. 3, No. 2, Maret 2013-Agustus 2013).
13 Ida Lailatur Rohmah, “Persepsi Pedagang Kecil di Pasar Bintoro terhadap Pembiayaan Mudharabah BMT Made Demak”. (Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.2015).
peneliti ambil adalah KSP Karya Mandiri Jerowaru. Letak perbedaan yang lainya adalah pada jenis pembiayaan yang dibahas, pada penelitian tersebut membahas tentang pembiayaan Murdharabah sedangkan penulis membahas tentang pembiayaan Murabahah.
4. Dede Nurdiansyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dengan judul:“Perspsi Nasabah terhadap Produk Pembiayaan Murabahah BPRS Al Salam.”14
Persamaan antara penelitian yang penulis ambil dengan penelitian dilakukan oleh Dede Nurdiansyah adalah sama-sama membahas tentang pembiayaan Murabahah. Sedangkan Perbedaan penelitian tersebut dengan penelitian yang penulis lakukan adalah terletak pada responden penelitian terkait persepsi, penelitian yang dilakukan oleh Dede Nurdiansyah membahas persepsi dari nasabah secara umumnya, sedangkan penulis mengkhususkan persepsi dari pengusaha mikro saja. Perbedaan lainnya yaitu tempat dilakukannya penelitian, penelitian tersebut dilakukan di BPRS Al- Salam, sedangkan tempat penelitian yang penulis ambil adalah KSP Karya Mandiri Jerowaru.
5. Iin Andini, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare Pare, dengan judul: “Persepsi Nasabah tentang Murabahah Pada BNI Syariah Relasi Terhadap Pedagang Kecil di Kab. Pangkep”.15
14Dede Nurdiansyah,” Persepsi Nasabah terhadap Produk Pembiayaan Murabahah BPRS Al Salam”,( Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, 2008).
Persamaan antara penelitian yang penulis ambil dengan penelitian yang dilakukan oleh Iin Andiniadalah sama-sama membahas tentang pembiayaan Murabahah. Sedangkan Perbedaan penelitian terletak pada responden penelitian terkait persepsi. Penelitian tersebut membahas persepsi dari nasabah secara umumnya, sedangkan penulismembahas tentang persepsi pada pengusaha mikro saja.
Perbedaan lainnya, yaitu tempat dilakukannya penelitian, penelitian yang dilakukan oleh Iin Andini di BNI Syariah, sedangkan tempat penelitian yang penulis ambil adalah KSP Karya Mandiri Jerowaru.
B. Kerangka Teori 1. Persepsi
a. Pengertian Persepsi
Istilah persepsi berasal dari bahasa Inggris, yaitu perception yang dapat berarti sebagai penglihatan atau tangkapan daya memahami atau menanggapi. Dalam ilmu Psikologi, persepsi dapat berarti sebagai proses tranformasi stimulus lingkungan kedalam pengalaman seseorang yang diwujudkan dalam bentuk benda yang dapat dilihat dan disentuh, suara yang dapat didengar, aroma yang dapat dibaui, peristiwa yang dapat dilihat, dan lain- lain. Persepsi berarti kombinasi antara proses fisiologis, dan proses di dalam otak. Proses fisiologis yaitu berupa penginderaan,
15Iin Andini,”Persepsi Nasabah tentang Murabahah Pada BNI Syariah Relasi terhadapPedagang Kecil di Kab. Pangkep”, ( Skripsi, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare Pare, 2020).
dan proses dalam otak berupa integrasi dan interpretasi informasi yang diserap oleh indera.16
Persepsi menurut Desiderato, yang dikutip oleh Jalaludin Rahmat, nengatakan bahwa:” persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan, persepsi dapat memberikan makna pada stimuli inderawi.17
Persepsi berlansung saat orang menerima stimulasi dari dunia luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk kedalam otak. Di dalamnya terjadi proses berpikir yang akhirnya terwujud dalam suatu pemahaman dan pengetahuan.18
Menurut Abdul Ghofur, Persepsi merupakan satu hal penting untuk melihat citra dan reputasi suatu perusahaan atau suatu lembaga. Citra tersebut dibentuk atau dihasilkan dari komunikasi pemasaran yang efektif dan strategis sedangkan kualitas citra tersebut tergantung pada reputasi yang disandang oleh perusahaan atau lembaga yang bersangkutan. Terujinya kualitas suatu citra
16Wiwin Dinar Prasasti, dan Susantyo Yuwono, Psikologi Eksperimen, (Surakarta:
Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2018), hlm. 138.
17 Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung: PT. Rosdakarya, 2004), cet.
Ke-21, hlm. 129.
18 Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Psikologi Umum,(Jakarta: Rajawali Press, 2010), hlm. 85.
tidak terlepas dari beberapa faktor seperti pengalaman, pengetahuan.19
Persepsi pada hakikatnya ialah proses kognitif yang dialami setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungan, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi terletak pada pengenalan yang berarti bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap situasi.20
b. Faktor Yang Berperan dalam Persepsi
Menurut Walgito ada tiga faktor yang mempengaruhi persepsi sebagai berikut:
1) Objek yang di Persepsi
Objek yang di persepsi yang berarti bahwa segala sesuatu yang diluar individu yang dapat menimbulkan stimulus.
2) Alat indera dan syaraf. Alat indera dan syaraf harus dalam keadaan normal.
3) Perhatian.
Harus adanya pemusatan perhatian dari yang dipersepsikan.21
19Abdul Ghofur, “Persepsi Dan Perilaku Pedagang Etnik Tionghoa Di Mangga Dua Terhadap Bank Syariah”, (Tesis, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta: 2007).
20 Miftah Thola, Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya, (Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada, 2001), hlm.123.
21Ibid, hlm 140.
c. Prinsip-prinsip Persepsi
Organisasi dan persepsi, mengikuti beberapa prinsip sebagai berikut:
1) Wujud dan latar
Objek-objek yang kita amati disekitar kita selalu muncul sebagai wujud sedangkan hal-hal lainnya sebagai latar.
2) Pola pengelompokkan
Hal-hal tertentu cenderung kita kelompok- kelompokkan dalam persepsi itu, bagaimana cara kita mengelompokkan dapat menetukan bagaimana kita mengamati hal tersebut.22
d. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi
Adapun faktor lain yang mempengaruhi persepsi yaitu faktor yang ada dalam diri individu, adapun faktor tersebut antara lain:
1. Sikap yaitu mempengaruhi positif dan negative pendapat yang akan diberikan
2. Motivasi yaitu hal yang membangkitkan hasrat seeorang member sikap dan perilaku yang dilakukannya
3. Minat yaitu hal lain yan memberikan perbedaan penilaian seseorang pada suatu objek tertentu,
22 Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, (Bandung: Pustaka Setia, 1997), hlm. 38.
4. Pengalaman masa lalu yaitu dapat memberikan pengaruh terhadap seseorang karena akan mengambil keputusan yang sesusi pada yang ia pernah lihat dan dengar.
5. Harapan yaitu mempengaruhi persepsi dalam membuat keputusan berdasarkan tawaran yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.23
e. Indikator Persepsi
Menurut Abdul Ghofur, Persepsi merupakan satu hal penting untuk melihat citra dan reputasi suatu perusahaan atau suatu lembaga. Citra tersebut dibentuk atau dihasilkan dari komunikasi pemasaran yang efektif dan strategis sedangkan kualitas citra tersebut tergantung pada reputasi yang disandang oleh perusahaan atau lembaga yang bersangkutan. Terujinya kualitas suatu citra tidak terlepas dari beberapa faktor seperti pengalaman, pengetahuan.24
Dari paparan diatas maka peneliti menyimpulkan bahwa indikator persepsi yang dijadikan sebagai alat untuk mengukur persepsi usaha mikro terhadap pembiayaan murabahah adalah pengalaman dan juga pengetahuan.
23 Iman dan Bambang Hermawan, “Jurnal of Bussines Administration”, Vol. 1, Nomer 2, September 2017.
24Abdul Ghofur, “Persepsi Dan Perilaku Pedagang Etnik Tionghoa Di Mangga Dua Terhadap Bank Syariah”, (Tesis, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta: 2007).
1) Pengalaman
Dalam kamus besar bahasa Indonesia pengalaman dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat dirasakan (dikerjakan dan diketahui), semakin pengalaman kerja seseorang, semakin terampil melakukan pekerjaaan dan semakin sempuna pola pikir dan sikap dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Adapun dari indikator Pengalaman dapat diukur melalui kualitas layananan dan kepuasan nasabah. Adapun arti dari masing-masing sub indikator sebagai berikut:25 1. Kualitas Pelayanan
Kualitas pelayanan merupakan tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intaingble (tidak berwujud fisik) yang penyajian produk atau jasa sesuai dengan ukuran yang berlaku dan setidaknya sama dengan yang diinginkan dan diharapkan oleh nasabah.26
Kualitas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan. Kualitas layanan menjadi salah satu indikator dari pengalaman upaya
25 Ema Yunita, “Analisis Persepsi Nasabah Terhadap Pembiayaan Murabahah Di Bank
Syariah Cabang Takenon”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, 2020), Hlm. 13.
26Fandy Tjiptono, Pemasaran Jasa (Prinsip, Penerapan, dan Penelitian), (Yogyakarta:
Andi, 2011), hlm. 51.
pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaian dalam mengimbangi sesuatu.
Menurut fandy Tjiptono menemukan dimensi pokok kualitas layanan antara lain:
a. Bukti langsung yang meliputi fasilitas fisik dan kelengkapan pegawai.
b. Keandalan, yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera.
c. Jaminan yaitu mencakup keramahan, kesopanan, dan bebas dari keraguan.
d. Daya tanggap, yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dengan memberikan pelayanan dengan tanggap.
e. Empati meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan pelanggan.27
2. Tingkat Kepuasan
Menurut Kotler, kepuasan diartikan sebagai tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang diterima dibandingkan dengan harapannya.28
Nasabah baru akan merasa puas jika kinerja pelayanan perbankan yang mereka dapatkan sama atau
27 Ibid, hlm 282.
28 Kotler dan Killer, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: PT Indeks, 2007), hlm. 177.
melebihi dari yang diharapkan dan perasaan kecewa nasabah timbul jika kinerja yang diperolehnya tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Jadi, pengertian dari kepuasan nasabah, yakni hasil yang diberikan oleh penyedia jasa atau produk sesuai dengan yang diharapkan konsumen/nasabah.29
Kinerja yang dirasakan merupakan persepsi nasabah terhadap apa yang ia terima setelah menggunakan produk atau jasa secara konseptual. Pada penelitian ini peneliti menggunakan indikator untuk mengukur tingkat kepuasan nasabah ialah dengan cara mengidentifikasi dimensi- dimensi kepuasan pelanggan, meminta pelanggan menilai produk seperti kecepatan layanan, fasilitas layanan, atau keramahan dari staf, dan juga keuangan administrasi.30 2) Pengetahuan
Pengetahuan dapat diartikan sebagai hasil keingintahuan atas segala perbuatan atau usaha manusia untuk memahami objek yang dihadapinya. Pengetahuan dapat berwujud barang-barang fisik yang pemahamannya dilakukan dengan cara persepsi, baik melalui pancaindera maupun akal.31
29Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta:Kencana,2018), hlm. 162.
30 Fandy Tjiptono, Marketing Jasa, (Yogyakarta, Andi, 2011), hlm. 453.
31 I Made Winarta, Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi, Ed, (Yogyakarta:ANDI, 2006), hlm. 1
Pengetahuan pada hakikatnya meliputi semua yang diketahui seseorang terhadap objek. Adapun pengetahuan yang ingin diketahui pada penelitian ini ialah mengenai produk pembiayaan murabahah Adapun arti dari sub indikator sebagai berikut:32
Pada indikator pengetahuan ini yang ingin diketahui ialah mengenai produk pembiayaan murabahah. Adapun produk pembiayaan yang ada pada KSP karya Mandiri antara lain:
a. Produk Pembiayaan
Banyak produk-produk yang ditawarkan pada bank syariah antara lain:
1. Mudharabah
Murabahah ialah akad kerjasama antara dua orang atau lebih yang dimana salah satu pihak menyediakan modal secara penuh dan pihak lain menjalankan usaha. Pemilik modal disebut dengan shohibul maal, sedangkan pengusaha disebut dengan mudharib. Dan keduanya terikat dengan kerjasama usaha. Pembagian keuntungan disepakasi bersama, sedangkan kerugian ditanggung oleh pemilik modal, jika kerugian tersebut tidak disebabkan karena
32Ema Yunita, “Analisis Persepsi Nasabah Terhadap Pembiayaan Murabahah Di Bank Syariah Cabang Takenon”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, 2020), Hlm. 22-23.
kelalaian pengusaha, maka pengusaha berkewajiban menanggung kerugian tersebut.33
2. Murabahah
Murabahah ialah akad jual beli atas suatu barang tertentu, dengan cara penjual menyebutkan harga pembelian barang kepada pembeli kemudian menjual kepada pihak pembeli dengan mensyaratkan keuntungan yang diharapkan sesuai jumlah tertentu.Dalam akad murabahah, penjual menjual barangnya dengan meminta keuntungan atas harga beli dengan harga jual.
Dalam aplikasi bank syariah, bank berperan sebagai penjual atas objek barang dan nasabah merupakan pembeli. Bank menyediakan barang yang dibutuhkan oleh si nasabah dengan membeli barang dari supplier, kemudian menjualnya kepada nasabah dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli yang dilakukan oleh bank syariah.34
2. Pengusaha Mikro
a. Pengertian Usaha Mikro
Usaha mikro dapat diartika sebagai usaha yang dikelola oleh individu atau keluarga atau beberapa orang yang belum
33Muhammad Ridwan, Kontruksi bank Syariah Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka SM, 2007), hlm. 41.
34Ibid, hlm 109-110.
memiliki izin usaha secara lengkap.35 Pengertian lain dikemukakan Warkum Sumitro, usaha mikro kecil dan menengah ialah usaha yang dilakukan oleh suatu perusahaan dengan tenaga kerja yang digunakan tidak melebihi dari 50 orang. Usaha skala mikro merupakan sebagian besar dari bentuk usaha mikro dan usaha kecil misalnya pedagang kaki lima, kerajinan tangan, usaha souvenir dan sejenisnya.36
Pengertian dari usaha mikro juga ada pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12/PMK.06/2005 tanggal 14 Februari 2005. Pengertian usaha mikro adalah usaha produktif milik keluarga dan perorangan WNI, secara individu maupun bergabung dalam koperasi dan memiliki hasil penjualan secara individu paling banyak Rp 100 juta pertahun. Jadi, klasifikasi jenis usaha agar dapat digolongkan kepada mikro, kecil, menengah bahkan usaha besar maka kita hanya perlu melihat jumlah aset dan penjualan dalam setahun di buku usaha tersebut.37
b. Kararteristik Usaha Mikro
Ada beberapa kararteristik dari usaha mikro itu sendiri sebagai berikut:
35Jerry RH Wuisang, Konsep Kewirausahaan dan UMKM, (Sulawesi :Yayasan Makaria Waya, 2019), hal 56
36 Rina Destiana, Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta “Strategi Pemasaran pada Produk Tabungan iB Hasanah di PT. Negara Indonesia Syariah Kantor Cabang X” Vol 22, No. 10 September 2016.
37Nur Fatin,” pengertian Usaha Mikro, Tujuan, dan Contoh”, http://seputarpengertian.blogspot.com, diakses tanggal 12 Desember 2020, Pukul 10;00 WITA.
1) Akses Sumber Daya
Usaha mikro dikarakteristikan dengan akses usaha mereka yang relative kecil atau rendah. Intensitas pelaku usaha mikro dianggap sebagai bisnis yang legal.
2) Kepemilikan usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia Usaha mikro juga dikarakteristikkan dengan usaha yang berskala mikro yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atau keluarga sehingga mempunyai peran penting bagi perekonomian keluarga, namun ada juga sebagian kecil yang diserahkan untuk dikelola orang lain.38
c. Tujuan Usaha Mikro
Sedangkan menurut UU No.20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dalam pasal 3 disebutkan bahwa usaha mikro dan kecil bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.
d. Fungsi Usaha Mikro
Berikut ini terdapat beberapa fungsi dari usaha mikro, antara lain:
1) Peningkatan teknologi baru.
2) Menciptakan pengetahuan baru.
38Rina Destiana, fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta “Strategi Pemasaran pada Produk Tabungan iB Hasanah di PT. Negara Indonesia Syariah Kantor Cabang X” Vol 22, No. 10 September 2016.
3) Pembaharuan produk dan jasa yang ada
4) Menciptakan langkah-langkah yang berbeda untuk menyajikan barang dan jasa dengan jumlah yang lebih banyak dengan memakai sumber daya yang lebih minim.
e. Contoh Usaha Mikro
1) Usaha tani pemilik dan penggarap perorangan, peternak, nelayan dan pembudidaya;
2) Industri makanan dan minuman, industri meubelair pengolahan kayu dan rotan, industri pandai besi pembuat alat-alat;
3) Usaha perdagangan seperti kaki lima serta pedagang di pasar dll;
4) Peternakan ayam, itik dan perikanan;
5) Usaha jasa-jasa seperti perbengkelan, salon kecantikan, ojek dan penjahit (konveksi).39
3. Pembiayaan Murabahah
a. Pengertian Pembiayaan Murabahah
Istilah pembiayan pada dasarnya dari pengertian “I believe, I trust” yaitu ‘’saya percaya’’ atau ‘’saya menaruh kepercayaan’’ (trust) yang memiliki arti yaitu bank menaruh
39Nur Fatin,” pengertian Usaha Mikro, Tujuan, dan Contoh”, http://seputarpengertian.blogspot.com, diakses tanggal 12 Desember 2020, Pukul 10;00 WITA.
kepercayaan kepada seseorang untuk melaksanakan amanah yang diberikan oleh bank selaku shahibul maal.40
Dana tersebut harus digunakan dengan benar, adil dan harus disertai dengan ikatan dan syarat-syarat yang jelas serta dapat memberi keuntungan bagi kedua belah pihak. Dalam arti sempit, pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti koperasi Syariah kepada nasabah.
Pembiayaan atau financing berarti pendanaan yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun lembaga. Dengan kata lain, pembiayaan merupakan pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan. Dalam kaitannya dengan pembiayaan pada perbankan Islam atau istilah teknisnya sebagai aktiva produktif.
Aktiva produktif berarti penanaman dana Bank Islam baik dalam rupiah maupun valuta asing.
Menurut UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan menyatakan pembiayaan berarti bahwa penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan
40Weitzhal Rivai, Andrian Permata Veitzhal, Islamic Financial Management Teori Konsep, dan Aplikasi Panduan Praktis untuk Lembaga Keuangan, Nasabah, Praktis,, dan Mahasiswa, (Jakarta Utara : PT. Raja Grapindo Persada, 2008), hlm. 3.
tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.41
Salah satu skim fiqih yang paling sering atau popular digunakan ssat ini adalah krim jual beli murabahah. Karena transaksi ini paling lazim digunakan oleh Rasulullah SAW Pada masa itu. Murabahah ialah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan yang disepakati oleh kedua belah pihak.42
Menurut definisi diatas maka dapat dipahami bahwa pada dasarnya murabahah itu ialah jual beli dengan kesepakatan pemberian keuntungan bagi si penjual dengan memperhatikan dan memperhitungkannya dari modal awal si penjual.Dalam hal ini yang menjadi unsur utama jual beli murabahah itu adalah adanya kesepakatan terhadap keuntungan, keuntungan itu ditetapkan dan disepakati dengan memperhatikan modal si penjual sehingga yang menjadi karakteristik dari murabahah adalah penjual harus memberi tahu pembeli tentang harga pembelian barang dan menyatakan jumlah keuntungan yang ditambahkan pada biaya tersebut.
41Muhammad, Manajemen Bank Syariah, Edisi Revisi, ( Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 2002), hlm. 10
42 Adiwarman A. Karim, Bank Islam (Analisis Fiqih dan Keuangan), (Jakarta: PT Grafindo Persada, 2006) hlm 113.
b. Landasan Hukum Murabahah 1) Al- Qur’an
Dalam menjalankan pembiayaan murabahah lembaga keuangan syariah berlandaskan pada al-Quran Surah Al-Nisa
“[4]:29.
ضارت ْنع ً اجت نوكت ْنأ َإ لطا ْلاب ْمكنْيب ْمكلاوْمأ اولكْأت َ اونمآ ني لا ا يأ اي
ّ نإ ۚ ْمكسفْنأ اولتْقت َ ۚ ْمكْنم يح ْمكب ناك
م
Artinya:“Hai orang yang beriman! Janganlah kalian saling memakan (mengambil) harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela diantara kamu Dan janganlah kamu membunuh dirimu;sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang Kepadamu.43 (QS. Al-Nisa : 29)
Ayat diatas menjelaskan tentang larangan untuk kita melakukan transaksi jual beli dengan carayang batil, tanpa harus adanya unsur ribawi.
2) Ijma Ulama
Alquran tidaklangsung membuat acuan berkenaan dengan murabahah walaupun ada beberapa acuan didalamnya untuk menjual, keuntungan, kerugian dan perdagangan.
Demikian pula tidak ada hadis yang memiliki rujukan langsung kepada murabahah. Namun para ulama generasi awal, semisalnya Imam Maliki dan Imam Hanafi yang secara mengatakan bahwa jual beli murabahah adalah halal dengan argumennya masing-masing.
43Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemahan-Nya, (QS al-Nisa[4]:29)
Majelis ulama (MUI) membolehkan praktik murabahah dengan berstandar pada pendapat pendapat Imam Mazhab, yaitu dengan terbitnya fatwa DSN MUI nomor 04 DSN-MUI/2000 tentang murabahah.
c. Rukun Dan Syarat Pembiayaan Murabahah 1) Rukun Murabahah:
a. Subjek Akad (Penjual Dan Pembeli) b. Objek Akad (Harga Dan Barang)
Objek jual beli berarti barang yang akan digunakan sebagai objek transaksi jual beli. Sedangkan harga merupakan harga yang disebutkan dengan jelas dan disepakati antara penjual dan pembeli.
c. Ijab Dan Qabul. Ijab dan Kabul berarti kesepakatan penyerahan dan penerimaan barang yang diperjual belikan.
2) Syarat Murabahah
a. Penjual memberitahu modal yang dikeluarkan kepada nasabah
b. Kontrak harus sah sesuai dengan rukun yang ditetapkan c. Bebas dari riba
d. Penjual harus memberitahu pembali bila ada terjadi kecacatan dalam barang
e. Penjual harus meyampaikan semua hal yang berkaitan dengan barang yang dibeli.44
d. Jenis Pembiayaan Murabahah
Adapun jenis pembiayaan murabahah tersebut sebagai berikut :
1) Murabahah tanpa pesanan
Murabahah tanpa pesanan ialah penyediaan barang atau persedian barang yang akan diperjualbelikan dilakukan tanpa memperhatikan ada nasabah yang membeli atau tidak.
2) Murabahah Berdasarkan Pesanan
Murabahah berdasarkan pesanan maksudnya ialah jual beli murabahah yang dilakukan bank syariah setelah pihak nasabah melakukan pemesanan terlebih dahulu. Lembaga keuangan syariah maupun non bank syariah melakukan pengadaan barang dan melakukan transaksi jual beli setelah ada nasabah yang memesan untuk dibelikan barang sesuai dengan apa yang diinginkan nasabah.
e. Manfaat Dan Resiko Murabahah
Murabahah memberikan banyak manfaat kepada bank syariah, diantarannya sebagai berikut :
1) Murabahahah adalah suatu mekanisme pembiayaan investasi jangka pendek yang cukup memudahkan serta
44 Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori ke Praktik, (Jakarta: Gema Insani Press, 2001) hlm. 102.
menguntungkan pihak bank Islam dibandingkan konsep profit and loss haring atau bagi hasil yang dianut oleh konsep mudharabah dan musyarakah.
2) Mark up dalam murabahah ditetapkan sedemikian rupa yang memastikan bahwa bank Islam akan memperoleh keuntungan yang sebanding dengan keuntungan yang berbasis bunga yang menjadi saingan saingan bank bank Islam.
3) Murabahah menjauh ketidakpastian yang ada pendapat dari bisnis- PLS
4) Murabahah tidak memungkinkan bank bank Islamuntuk mencampuri manajemen bisnis, karena bank bukanlah mitra si nasabah bahwa hubungan mereka dalam murabahah adalah hubungan antara kreditor dan debitor.
Murabahah juga memiliki resiko yang harus diantisipasi. Adapun resiko-resiko murabahah tersebut adalah.
1) Defisit atau kelalaian, pihak nasabah sengaja tidak membayar angsuran
2) Fluktuasi harga komperati, hal ini terjadi bila haraga suatu barang di pasar naik setelah bank membelikannya untuk nasabah. Bank tidak bisa mengubah harga jual beli tersebut 3) Penolakan nasabah sebagai sebab, barang yang akan dikirim
bisa saja ditolak oleh nasabah karena berbagai sebab. Bisa
jadi karena rusak diperjalanan sehingga nasabah tidak mau menerimanya.
32 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini berjudul analisis persepsi pengusaha mikro terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Moleong memaparkan bahwa, penelitian kualitatif berarti penelitian yang bermaksud untuk memahami tentang fenomena yang dialami subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah”. 45
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dimana peneliti langsung terjun ke lapangan yaitu kepada usaha mikro yang menjadi nasabah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
B. Kehadiran Peneliti
Kehadiran penelitian dalam hal ini sangatlah penting dan utama, hal ini seperti yang dilakukan Moleong bahwa dalam penelitian kualitatif
45Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 6.
kehadiran peneliti sendiri atau bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama.46
Sesuai dengan penelitian kualitatif, kehadiran peneliti di lapangan adalah sangat penting dan diperlukan secara optimal. Peneliti merupakan instrument kunci utama dalam mengungkapkan makna dan sekaligus sebagai alat pengumpul data. Dalam penelitian ini, peneliti terjun langsung ke lapangan yaitu KSP Karya Mandiri Jerowaruuntuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Adapn data-data yang dibutuhkan dala penelitian ini adalah data-data mengenai persepsi Pengusaha Mikro terkait pembiayaan muranahah.
Adapun tahap-tahap yang harus dilalui pada saat Penelitian dilakukan, yaitu:
1. Tahap persiapan, yaitu mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian. Hal yang dibutuhkan dalam penelitian ini seperti mendapatkan rekomendasi surat izin penelitian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mataram maupun lembaga terkait lainnya dan mempersiapkan pertanyaan- pertanyaan yang diajukan kepada informan serta menentukan siapa saja yang bisa dijadikan informan.
2. Tahap pelaksanaan yaitu tahapan melakukan penelitian terjun langsung ke lokasi dan melakukan wawancara dengan informan
46Lexy J. Moleong ,Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2008), hlm125.
yang sudah ditentukan guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
3. Tahap penulisan laporan yaitu tahap pengelolaan dan analisis data- data yang sudah diperoleh dari lapangan sesuai dengan ketentuan yang digunakan dalam penelitian ini.
C. Lokasi Penelitian
KSP Karya Mandiri Jerowaru Jl. TQH. Muh Mutawalli Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
D. Informan Penelitian
Teknik pemilihan subjek atau informan adalah dengan snowball sampling yaitu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Peneliti memilih snowball sampling karena dalam penentuan sampel, peneliti pertama-tama hanya menentukan satu atau dua orang saja tetapi karena data yang didapat dirasa belum legkap maka peneliti mencari orang lain yang untuk melengkapi data tersebut.47
E. Sumber Data
Adapun sumber data yang dipakai penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Data Primer
Sumber data primer ialah sumber yang dapat memberikan informasi secara langsung, serta sumber data tersebut memiliki hubungan dengan masalah pokok penelitian sebagai bahan
47 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2014). Hlm 302
informasi yang dicari.Dengan demikian, maka dalam data primer penelitian ini adalah data yang diambil dari sumber yang pertama berupa hasil wawancara dengan 5 (lima) orang nasabah pengusaha mikro, yang terkait dalam pembiayaan murabahah.
b. Data Sekunder
Sumber data sekunder ialah sumber-sumber yang menjadi bahan penunjang dan melengkapi dalam suatu analisis, selanjutnya data ini disebut juga data tidak langsung. Sedangkan data yang termasuk data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari dokumen-dokumen yang berkenaan dengan pembiayaan murabahah di buku-buku yang relevan dengan pembahasan pembiayaan, serta sumber yang lain berupa hasil laporan penelitian yang masih ada hubungan dengan tema yang di bahas sebagai pelengkap yang dapat dikorelasikan dengan data primer. Data tersebut adalah bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis yang dapat dibagi atas sumber majalah ilmiah.
Sumber data sekunder yang paling penting dalam penelitian ini juga dari dokumen KSP terkait data nasabah sebagai acuan untuk menentukan responden penelitain.
F. Teknik Pengumpulan Data
Guna untuk memperoleh data yang di butuhkan dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang digunakan ada beberapa cara, antara lain:
1. Wawancara
Wawancara merupakan proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dengan cara dua orang atau lebih bertatap muka untuk saling mendengarkan secara langsung terkait dengan informasi yang diberikan.48
Wawancara terdiri dari atas sejumlah pertanyaan yang dipersiapkan oleh peneliti dan diajukan kepada pedagang kecil mengenai topik yang akan dibahas oleh penelitian secara tatap muka.
Teknik wawancara yang dilakukan peneliti adalah teknik wawancara tidak terstandar (unstandardized interview), ialah peneliti bebas menanyakan apa saja yag berkaitan dengan fokus penelitian dan juga peneliti menyiapkan garis-garis besar apa saja yang terkandung dalam fokus penelitian.49
Melalui wawancara ini, peneliti dapat menggali hal-hal yang diketahui oleh informan mengenai pembiayaan murabahah, seperti pengalaman dan pengetahuan mengenai pembiayaan murabahah. Dari hasil wawancara tersebut kemudian dikembangkan dan di analisis oleh peneliti.
2. Metode Observasi
Observasi ialah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dayta melalui pengamatan berupa hasil kerja panca indera mata, dan
48Muhamad, Metedologi Penelitian Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), hlm.
10.
49Moh. Nasir, Metode Penelitian, (Bogor:Ghalia Indonesia 2011), hlm. 193-194.
juga pancaindera lainnya, juga berupa pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran.50
Teknik pengamatan in didasarkan keadaan atau pengalaman lansung, sehingga peneliti dapat mencatat sendiri kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
3. Dokumentasi
Arikunto memaparkan, “Metode dokumentasi adalah data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapat, agenda, dan sebagainya”.51
Metode dokumen ini adalah metode pencarian dan pengumpulan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, majalah, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan pemanfaatan pembiayaaan mudharabah dalam pedagang kecil di pasar dan data- data tentang sejarah lembaga itu sendiri serta data-data lain yang berhubungan dengan pokok penelitian. Adapun sifat dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah dokumen resmi internal, yaitu dokumen yang dikeluarkan dan dimiliki oleh pihak lembaga itu sendiri.
Jenis data yang didapat melalui teknik penelitian ini ialah data sekunder terkait data-data nasabah di KSP Karya Mandiri Jerowaru,
50 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana, 2017), Hlm.143.
51Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hlm. 334.
sehingga mempermudah peneliti untuk menemukan nasabah tersebut yang dijadikan sebagai informan penelitian.
G. Metode Analisis Data
Proses analisa data merupakan suatu proses penelaahan data secara mendalam. Proses analisa data dapat dilakukan pada saat yang bersamaan dengan pelaksanaan pengumpulan data meskipun pada umumnya dilakukan setelah data terkumpul. Untuk menyajikan data agar mudah dipahami, maka langkah-langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analysis interactive model dari Miles dan Huberman.
Langkah-langkahnya antara lain.
1. Reduksi Data
Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan dapat ditarik.
Proses analisis data yang peneliti lakukan adalah peneliti terlebih dahulu melakukan reduksi data-data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan juga dokumentasi yang berkaitan dengan persepsi nasabah terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
2. Penyajian Data
Sajian data adalah suatu rangakaian organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dapat dilakukan.
Proses pennyajian data yang dilakukan peneliti setelah melakukan penggolongan data yang ada pada tahap reduksi data. Setelah itu peneliti melakukan penyajian data terkait persepsi pengusaha mikro terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
3. Penarikan Kesimpulan
Proses penarikan kesimpulan yang diakukan peneliti, dilakukan melalui penyajian dan sedemikian rupa sehingga dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan yang disajikan dalam bentuk naratif.
H. Keabsahan Data 1. Triangulasi
Triangulasi dapat diartikan sebagau pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Triangulasi yang paling cocok untuk digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Triangulasi sumber digunakan untuk mengecek kebenaran data yang diperoleh dari informan.52
2. Mendiskusikan Dengan Teman Sejawat
Teknik ini digunakan peneliti untuk mendiskusikan data-data temuan dari lapangan dengan rekan sejawat, dosen pembimbing atau seseorang yang memiliki pengetahuan dalam hal tersebut. Hal ini dilakukn untuk membahas hasil dari temuan yang didapatkan dengan harapan pembahasan ini dapat menghindari interprestasi.
52Sugiono, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif Dan R&D (Bandung Alfabeta, 2017), hlm. 233.
3. Perpanjang Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat berpengaruh terhadap terkupulnya data. Keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, akan tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian. Perpanjangan keikutsertaan peneliti akan memungkinkan meningkatnya kepercayaan terhadap data yang dikumpulkan.53
53 Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif(Edisi Revisi), (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 327.
41 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Subyek Penelitian
1. Sejarah dan Gambaran Umum KSP Karya Mandiri Jerowaru Koperasi simpan Pinjam “Karya Mandiri” Jerowaru awal berdirinya berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) yang didirikan oleh 21 orang anggota (anggota Pendiri), secara defakto lahir pada hari Sabtu 11 November 2000 yang ditandai dengan peresmian pendirian oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur dan mulai beroperasi pada hari Senin tanggal 13 November 2000 yang ditangani/dikelola oleh 3 orang karyawan.54
Dengan dikeluarkannya Badan Hukum oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur atas nama Menteri Negara Koperasi dan UKM RI pada tanggal 16 Desember 2000, maka secara Deyure KSU “Karya Mandiri” Jerowaru Lahir dengan Badan Hukum No.: 155/Bh/KDK.23.3/XII/2000, tetapi dalam perjalanannya bentuk KSU dirubah pada tanggal 08 November 2003 kedalam bentuk KSP dengan dikeluarkannya Badan Hukum No.:
155a/BH/PAD/DKP.08.05/XI/2003 oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur atas nama Menteri Negara Koperasi dan UKM RI di Jakarta perubahan ini
54Sudirman, Sekretaris KSPPS Karya Mandiri Jerowaru, tanggal 23 November 2020.