ANALISIS PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN IPS TERPADU BAGI SISWA KELAS VIII SMP ISLAM IHYA ULUMUDDIN KECAMATAN
KEDIRI KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Oleh:
Muhammad Dani NIM. 15.1.13.6.255
JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM 2019/2020
Skripsi
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar
Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Oleh:
Muhammad Dani NIM. 15.1.13.6.255
JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM 2019
KEMENTRIAN AGAMA RI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN IPS EKONOMI
Jl.Gajah Mada No. 100, Telp. (0370) 620783, Jempong – Mataram NIP. 196812311993032008 NIP.197912312011011004
NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Munaqasyah
Mataram, Desember 2019 Kepada
Yth. Rektor UIN Mataram di-
Mataram Assalamu’alaikum Wr.Wb
Setelah diperiksa dan diadakan perbaikan sesuai dengan masukan pembimbing dan pedoman penulisan skripsi, kami berpendapat bahwa skripsi Muhammad Dani NIM: 15.1.13.6.255, yang berjudul “Analisis Problematika pembelajaran IPS terpadu Bagi Siswa Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Tahun Pelajaran 2019/2020” telah memenuhi syarat untuk diajukan dalam sidang munaqasyah skripsi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Mataram.
Demikian, atas perhatian Bapak Rektor disampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Pembimbing I Pembimbing II
Dr. Hj.Lubna, M. Pd Ahmad Zohdi,M. Ag
NIP. 196812311993032008 NIP.197912312011011004
MOTTO :
Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur’’.( QS. An-Nahl: 78)
DOA USAHA IKHTIAR DAN TAWAKKAL
HALAMAN PERSEMBAHAN : Bismillahirrohmanirrahim
Skripsi ini kupersembahkan buat orang-orang yang saya cintai yaitu:
1. Kedua orang tuaku, ayahandaku tercinta (H.Wildan Azhari) dan ibundaku tersayang (Anamariana), sebagai ungkapan terimakasih ananda yang sebesar-besarnya atas setiap tetesan keringat, didikan, bimbingan, dorongan, nasehat serta curahan kasih sayang yang tiada henti-hentinya disetiap hembusan napasku. Baktiku serta pengorbanan apapun tak akan bisa menggantikan jasa kalian, semoga Allah membalas semuanya.
2. Keluarga besar tercintaku yang selalu memberkan dukungan agar bisa secepatnya menyelesaiakan studi akhir.
3. Teman – teman jurusan pendidikan IPS Ekonomi angkatan 2013 khususnya kelas F, dan semuanya yang tidak bisa kusebutkan satu persatu, terima kasih atas semangat kalian yang membuatku faham arti kebersamaan.
4. Kepada sahabat-sahabtku Yang ada dirumah terima kasih atas doa dan dukungannya
5. Kepada teman-teman kost Walaupun Saya tidak ikut kost saya juga mengucapkan terimakasih atas kebersamaan dan dukungannya selama penyusunan skripsi.
6. Almamaterku tercinta dan kampus putih Uin Mataram, terimakasih 7. Kepada istriku tercinta Ns. Sri Susilawati, S.kep. terima kasih atas
omelan yang bersifat memotivasi sehingga skripsi ini Alhamdulillah dapat terselesaikan…
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan penulis kekuatan serta kesabaran,sehingga penulis mampu merampungkan penyusunan skripsi ini. Shalawat serta salam kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW yang telah mengeluarkan umat manusia dari alam yang gelap gulita (kebodohan) menuju alam yang terang benderang seperti sekarang ini.
Skripsi ini merupakan karya kecil penulis selaku mahasiswa pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Pendidikan IPS (Ekonomi), Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Penyusunan skripsi yang berjudul “Analisis Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Bagi Siswa KELAS VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Tahun Pelajaran 2019/2020”, tidak terlepas dari bantuan semua pihak terutama dosen pembimbing, maka dengan itu penulis dengan hati yang ikhlas mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada yang terhormat :
1. Ibunda Dr. Hj Lubna, M.Pdselaku pembimbing I dan Bapak Ahmad Zohdi, M.Ag selaku pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan arahan serta petunjuk secara intensif dan konsisten kepada penulis selama proses penyusunan skripsi ini.
2. Dr. Hj. Lubna M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram.
3. H. Ibnu HizamM.Pd. sebagai ketua jurusan IPS (Ekonomi)UIN Mataram.
4. Prof. Dr. H. Mutawali, M.Ag. selaku Rektor UIN Mataram yang telah memeberikan tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu dan memeberi bimbingan dan peringatan untuk tidak berlama-lama di kampus tanpa pernah selesai.
5. Bapak/Ibu dosen Pendidikan IPS (Ekonomi) yang selama ini telah memberikan penulis berbagai macam pengalaman dan pengetahuan baru selama perkuliahan.
6. Muhammad Mustaam, S.Pd,I selaku kepala SMP Islam Ihya Ulumuddin , dan seluruh guru dan staf tata usaha SMP Islam Ihya Ulumuddin yang telah banyak memberikan bantuan selama penelitian berlangsung dan tidak lupa juga terimakasih yang sebesar-besarnya untuk para siswa-siswi yang telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini.
7. Dan seluruh rekan-rekan yang telah banyak memberikan bantuan dan dukungan selama penyusunan skripsi ini.
Apa yang penulis paparkan dalam karya kecil ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penulisan maupun kelengkapan data yang penulis paparkan, hal ini terlepas dari keterbatasan kapasitas keilmuan penulis, karena itu kritik dan saran dari semua pihak, merupakan solusi terbaik dalam rangka menjadikan karya kecil ini sebagai sebuah karya yang berkualitas, sehingga layak menjadi konsumsi dalam kajian keilmuan.
Akhirnya semoga skripsi ini dapat bermanfaat terutama bagi penulis dan semoga Allah SWT. Senantiasa menaungi kita semua dengan payung hidayah- Nya. Amin
Mataram, Desember 2019
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...i
HALAMAN JUDUL ...ii
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...iii
HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING ...iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...v
HALAMAN PENGESAHAN ...vi
HALAMAN MOTTO ...vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ...……….viii
KATA PENGANTAR ...ix
DAFTAR ISI ...xii
DAFTAR TABEL……….xv DAFTAR GAMBAR ... xvi
ABSTRAK ...xvii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A.Latar Belakang ...1
B.Rumusan Masalah ...6
C.Tujuan Dan Manfaat Penelitian ...7
D.Ruang Lingkup Dan Setting Penelitian ...8
E.Telaah Pustaka ...8
F. Kerangka Teori ...12
1. Pengertian Belajar ...12
a. Teori Belajar ...12
b. Taksonomi Tujuan Pembelajaran...14
c. Perencanaan Pembelajaran ...16
d. Komponen-Komponen Pembelajaran ...18
e. Metode Pembelajaran ...18
f. Prinsip-Prinsip Umum Tentang Mengajar ...20
g. Problematika Dan Kasus Medel-Model Pembelajaran ...21
2. Pengertian Mata Pelajaran IPS ...22
a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial ...22
b. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ...23
c. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ...24
3. Motivasi Belajar ...25
a. Pengertian Motivasi Belajar ...25
b. Prinsip Motivasi Belajar ...27
G.Metode Penelitian ...28
1. Pendekatan Dan Jenis Penelitian ...28
2. Kehadiran Peneliti ...29
a. Lokasi Penelitian ...30
b. Sumber Data ...31
c. Tehnik Pengimpulan Data ...32
d. Tehnik Analisa Data ...34
a. Data Reduction (Reduksi Data) ...35
b. Data Display (Penyajian Data) ...36
c. Conclusion Drawing/Verification ...37
H.Keabsahan Data ...38
a. Ketekunan Pengamatan ...38
b. Triangulasi ...38
I. Sistematika ...40
BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ...41
A.Gambaran Umum SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...41
1. Profil SMP Islam Ihya Ulumuddin ...41
2. Letak Geografis ...41
3. Visi Dan Misi SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...42
4. Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...42
5. Keadaan Guru Dan Pegawai Di SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...44
6. Keadaan Siswa Dan Siswi SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...45
7. Struktur Organisasi Sekolah SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri...46
8. Apakah Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...47
9. Bagaimana Solusi Dalam Mengatasi Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...50
BAB III PEMBAHASAN...53
A.Apakah Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...53
B.Bagaimana Solusi Dalam Mengatasi Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ...59
BAB IV PENUTUP ...65 A.Kesimpulan ...62 B.Saran ...63 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Sarana dan Prasarana SMP Islam Ihya Ulumuddin ...42
Tabel 2. Data Guru dan Pegawai SMP Islam Ihya Ulumuddin 2017/2018 ...44
Tabel 2.3 Data Jumlah Siswa-SiswiSMP Islam Ihya Ulumuddin ...45
Tabel 2.4 Struktur Organisasi SMP Islam Ihya Ulumuddin ...46
Tabel 2.5Data siswa SMP Islam Ihya Ulumuddin ...50
ABSTRAK
Perkembangan global saat ini menuntut dunia pendidikan untuk selalu mengubah konsep berpikirnya. Masa depan yang kian tidak menentu dengan berbagai tantangan melekatnya yang akan dihadapi oleh umat manusia pada abad ke-21 memiliki implikasi luas dan mendalam terhadap berbagai macam rancangan pengajaran dan tehnik pembelajaran. Peningkatan kualitas pendidikan diarahkan pada perluasan inovasipembelajaran dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang efektif,menyenangkan, dan mecerdaskan sesuai tingkat usia, kematangan, serta tingkatperkembangan siswa. Hal yang menjadi tujuan dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui bagaimana Problematika pembelajaran IPS terpadu di SMP Islam Ihya Ulumuddin kecamatan Kediri kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif jenis deskriptif, yakni dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi untuk mencari data dan mengumpulkan data secara professional kepada siswa tapi yang lebih penting juga diberikan secara personal dan sosial sehingga kemandirian untuk mengatasi masalah yang dihadapi biar terselesaikan secara maksimal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Problematika pembelajaran yang dijumpai yaitu: (a) Guru masih menggunakan metode pembelajaran dengan ceramah (b) Kurangnya penggunaan media pembelajaran (c) guru kurang menguasai kelas. (2) Solusi yang diharapkan para siswa untuk bisa mengatasi Problematika pembelajaran IPS diantaranya adalah (a) Guru harus bisa menguasai
kelas dengan baik (b) adanya metode dan media pembelajaran yang bervariasi (c) Adanya pembelajaran diluar kelas.
Kata Kunci: Problematika, Pembelajaran IPS.
BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah
Paul Engrand mengemukakan konssep pendidikan sepanjang hanyat, lifelong education, sebagai laporan kepada UNESCO, yang berimplikasi berupa terselenggaranya belajar sepanjang hayat, lifelong learning. Sebenarnya jauh sekitar 15 abad yang lalu, nabi Muhammad SAW. pernah menyampaikan bahwa belajar memang seharusnya sejak dalam buaian sampai ke liang lahat, minaal mahdi ilaal lahdi, from cradle to the grave. Kata bijak dari Cina juga menyatakan “jika engkau ingin berinvestasi sepanjang hayat “tanamlah”
manusia (didiklah manusia). Dengan demikian, bagi kemslahatan dan kebermaknaan eksistensinya, orang senantiasa belajar, kapan saja dan di mana saja, baik disadari maupun tidak disadari. Bahkan, menimbang pentingnya belajar ini, Seneca (6 SM-65 M), ahli filsafat Yunani, menyatakan bahwa waktu luang yang tidak digunakan untuk belajarsama dengan kematian, leasure without study is death.1
Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Dalam konteks menjadi tahu atau proses memperoleh pengetahuan, menurut pemahaman sains, konvensional, kontak manusia dengan alam diistilahkan dengan pengalaman (experience).2
1Suyono dan Hariyanto, “Belajar Dan Pembelajaran”, (Bandung: PT RemajaRosdakarya Offset, 2011), hlm. 2.
2Ibid, hlm. 9.
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu siswa sebagai pembelajar dan guru sebagai fasilitator. Yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar (learning process). Sebab sesuatu dikatakan hasil belajar kalau memenuhi beberapa cirri berikut: (1) belajar sifatnya disadari, dalam hal ini siswa merasa bahwa dirinya sedang belajar, timbul dalam dirinya motivasi- motivasi untuk memiliki pengetahuan yang diharapkan sehingga tahapan- tahapan dalam belajar sam pai pengetahuan itu dimiliki secara permanen (retensi) betul-betul disadari penuhnya. (2) hasil belajar diperoleh denga adanya proses, dalam hal ini pengetahuan diperoleh tidak secara spontanitas, instant, namun berthap (sequensial).3
Kecenderungan lain yang mewarnai kehidupan manusia bermula pada akhir abad ke-20 sampai saat ini yaitu dunia yang lebih mementingkan nilai- nilai kemanusiaan. Usaha untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan melahirkan kembali pendekatan pendidikan yang mementingkan pengembangan kreatifitas dan kepribadian anak. Peningkatan kualitas pendidikan diarahkan pada perluasan inovasipembelajaran dalam rangka mewujudkan proses pembelajaran yang efektif,menyenangkan, dan mecerdaskan sesuai tingkat usia, kematangan, serta tingkatperkembangan
3Rudy Susilana dan Cepi Riyana, “Media Pembelajaran”, (Bandung: CV Wacana Prima, 2016), hlm. 1.
siswa. Proses pembelajaran harus dapat mengembangkanmemperkokoh kecerdasan emosional, sosial, spiritual, dan intelektual siswa.
Hal yang patut dicatat dan diantisipasi dalam pendidikan dan khususnya pembelajaran, merupakan sejumlah prediksi dari para ahli futurologi bahwa pada tahun 2020 akan ada revolusi teknologi global (Global Revolution Technology 2020). Seperti diungkap RAND National Security research Devision, bahwa revolusi ini akan berdampak besar dan memberikan sumbangan signifikan bagi perubahan dalam bidang perkembangan ekonomi, kesehatan,kualitas lingkungan dan kekuatan militer. Tentu saja dampaknya akan berimbas pada dunia pendidikan, serta kepada pilihan metode pembelajaran.4
Hasil belajar juga dapat menjadi salah satu indikator kualitas pendidikanyang sering digunakan. Apabila melihat kualitas hasil belajar yang dilakukan olehProgramme for International Student Assessment (PISA) menunjukkankemampuan siswa di Indonesia masih rendah.Faktor lain yang berpengaruh kepada kualitas dan daya saing pendidikanadalah berbagai masukan pendidikan, baik terkait dengan pengelolaan pendidikansecara keseluruhan maupun proses pembelajaran.
Diantara komponen masukanpendidikan yang secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kualitaspendidikan meliputi: 1) guru dan tenaga kependidikan; 2) Prasarana dan Saranabelajar; 3) Pendanaan pendidikan yang belum memadai; dan 4) prosespembelajaran yang belum efisien dan
4Suyono dan Hariyanto, “Belajar Dan Pembelajaran”, (Bandung: PT RemajaRosdakarya Offset, 2011), hlm. 6.
efektif. Kelemahan pada aspekperencanaan, kegiatan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar tidak termonitorsecara efektif oleh para supervisor, sehingga kelemahan-kelemahan pada prosespembelajaran tidak dapat teridentifikasi secara akurat.5
Pembelajaran IPS menjadi salah satu yang diteliti diantara sekian banyak matapelajaran yang diajarkan pada sekolah formal karena bertolak daripermasalahan yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Tujuan pembelajaranIPS adalah untuk menjadikan warna negara yang baik (good citizenship).Indikator warga negara yang baik yakni memiliki kemampuan berpikirkritis/berpikir positif; mampu berkomunikasi yang baik;
mampubersinergi/kerjasama yang baik; mampu beradaptasi yang baik; dan memilikikejujuran dan keterbukaan.Fenomena di masyarakat Indonesia masih menunjukkan balikan daritujuan ideal setelah mempelajari IPS. Jika hal tersebut masih terjadi padamasyarakat Indonesia, maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran IPSbelum mengembangkan kemampuan menjadi warga negara yang baik. Olehkarena perlu untuk diungkapkan permasalahan apa saja dalam pembelajaran IPSsehingga dapat efektif dicari solusi yang tepat untuk mewujudkan tujuanpembelajaran IPS.
Hal ini kerap dialami siswa, tidak sedikit diantara mereka yang mengantuk ketika pelajaran apalagi pelajaran IPS yang menekan siswa untuk lebih banyak membaca dan menghafal materi. Para guru hendaknya
5 Wahab, A. A. 2009. Konsep Dasar IPS. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
mengetahui hal-hal yang dapat menyebabkan kebosanan dan kepenatan yang membuat siswa enggan untuk belajar mata pelajaran IPS.6
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal dengan beberapa guru dan siswa SMP Islam Ihya Ulumuddinkebanyakan dari mereka mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran disebabkan oleh metode-metode pembelajaran yang msih menggunakan metode lama seperti ceramah. Para siswa juga enggan dan merasa bosan dengan motode ceramah dalam pembelajaran sehingga para siswa mengabaikan guru bahkan bolos pada mata pelajaran tersebut.7
Dewi Tanuri mengatakan, “pembelajaran IPS ini lebih banyak guru menjelasakan materi dengan menggunakan metode ceramah, sehingga kita tidak terlalu mengerti apa yang di jelasakan oleh guru IPS”.8
Lemahnya siswa dalam pelajaran IPS baik kelas VIII dapat dilihat dari hasil UTS para siswa banyak yang mengikuti remedial di pelajaran IPS karena nilainya masih banyak dibawah KKM. KKM di SMP Islam Ihya Ulumuddin didasarkan pada beberapa pertimbangan yaitu tingkat kerumitaan (kompleksitas), tingkat kemampuan rata-rata siswa (intake) dan kemampuan sumber daya dukung sekolah. Bedasarkan keadaan tersebut SMP Islam Ihya Ulumuddin menetapkan KKM untuk pelajaran IPS dalam aspek penilaian yaitu
6Ibid,. 11
7Muhammad Rifa’i, Observasi awal dilingkungan SMP Islam Ihya Ulumddin, pada tanggal 15 Oktober 2019
8Wawancara dengan Dewi Tanuri, siswa kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri, pada tanggal 15 Oktober 2019
penguasaan konsep 70 dan penerapan 70. rata-rata nilai KKM siswa mencapai 60%. 9
Berdasarkan hasil observasi dengan guru IPS Muhammad Rifa’i SMP Islam Ihya Ulumuddin. Pembelajaran IPS di SMP Islam Ihya Ulumuddin belum maksimal mengupayakan siswa untuk lebih mengkritisi permasalahan sehingga guru terus berperan sebagai obyek pembelajaran. Hal tersebut bisa terjadi di karenakan beberapa faktor antara lain, buku yang masih kurang di perpustakaan dan minat baca siswa yang masih kurang .10
Dengan kondisi tersebut maka peneliti ingin mengetahui faktor yang mempengaruhinyasehingga peneliti ingin mengangkat judul“Analisis Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Bagi Siswa kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Tahun Pelajaran 2019/2020”.
B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka pokok permasalahan yang menjadi bahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah Problematika Pembelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin?
2. Bagaimana Solusi Dalam Mengatasi Problematika PembelajaranIPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin?
9Data hasil Observasi, “SMP Islam Ihya Ulumuddin”, Kediri, 2018.
10Muhammad Rifa’i, Observasi awal dilingkungan SMP Islam Ihya Ulumddin, pada tanggal 15 Oktober 2019
C.Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui Problematika Pembelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin
b. Memberikan Solusi Dalam Mengatasi Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini di tinjau dari dua segi, yaitu:
a. Manfaat Teoritis
1) Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dan menambah wawasan ilmu pengetahuan pada umumnya.
2) Dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa sebagai calon guru dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diproleh di bangku kuliah.
3) Dapat digunakan oleh para peneliti lainnya untuk mengkaji secara lebih mendalam permasalahan yang berhubungan dengan penelitian ini.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi Pendidik atau guru dapat memperoleh masukan mengenai bagaimana mengatasi problematika dalam pembelajaran mata pelajaran IPS Terpadu.
2) Kepala Sekolah Dapat memberikan bimbingan dan pelatihan bagi guru dalam merancangkegiatan pembelajaran yang menyenangkan.
3) Bagi Peneliti, dapat dijadikan acuan bagi calon peneliti lain yang tertarik untuk mengembangkan permasalahan dalam penelitian ini.
D.Ruang Lingkup dan Setting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian
Sesuai dengan focus yang diteliti, agar menjadi lebih terarah penelitian ini difokuskan pada dua permasalahan yakni. Apa Problematika Pembelajaran IPS Terpadu dikelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin dan Bagaimana Solusi Dalam Mengatasi Problematika Pembelajaran IPS Terpadu.
2. Setting Penelitian
Penelitian merupakan latar alamiah (tempat atau lokasi) dimana Penelitian ini dilakukan di SMP Islam Ihya Ulumuddin, karena lokasi atau tempat penelitian tersebut dekat dengan rumah saya sehingga mudah untuk dijangkau.
E.Telaah Pustaka
Untuk memberikan penguatan pada penelitian ini, perlu peneliti memberikan beberapa perbandingan dengan penelitian yang terlebih dahulu yang dianggap oleh peneliti memilki relevansi terhadap topik yang akan peneliti angkat yaitu:
1. Skripsi yang ditulis oleh Amrullah, Mahasiswa jurusan IPS IAIN Mataram yang berjudul”Problematika Guru Ekonomi Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di madrasah Aliyah Yusuf Abdussatar Kediri 2012/2013”.11 Dalam Skripsi ini Menerangkan upaya membentuk atau Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Dalam Pendidikan Ekonomi yang dibimbing oleh guru IPS Ekonomi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Persamaan dan perbedaan peneltian ini dengan penelitian yang akan diteliti adalah sebagai berikut :
a. Persamaan
1) Menggunakan metode penelitian yang sama yaitu metode pendektan kualitatif yang merupakan suatu cara untuk mengatahui data dengan memanfaatkan teori-teori yaang ada, guna tercapinya tujuan penelitian, baik secara konsisten dan serasi.
2) Menggunakan sekolah sebagai lokasi penelitian.
3) Menganalisis tentang problematika pembelajaran.
b. Perbedaan
1) Penelitian yang dilakukan di madrasah Aliyah Yusuf Abdussatar Kediri ini menganalisis Problematika Guru Ekonomi Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
2) Lokasi penelitian yang berbeda yaitu di SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri.
11Amrullah,Problematika guru ekonomi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dimadrasah aliyah Yusuf abdussatar,(Kampus 1: IAIN Mataram,2012)
2. Skripsi Yang ditulis oleh Fatimah Koko, Mahasiswa Jurusan PAI IAIN Mataram yang berjudul ”Problematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Bagi Anak Studi di SMPN 1 Kalabahi Kabupaten Alor 2012/2013”12.Skripsi ini menjelaskan tentang problematika guru dalam agama islam untuk meningkatkan dan membentuk karakter siswa dalam beragama. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kompetensi karakter sepertiapa yang telah dibentuk oleh guru pendidikan agama islam di SMPN 1 Kalabahi.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Persamaan dan perbedaan peneltian ini dengan penelitian yang akan diteliti adalah sebagai berikut :
a. Persamaan
1) Menggunakan metode penelitian yang sama yaitu metode pendektan kualitatif yang merupakan suatu cara untuk mengatahui data dengan memanfaatkan teori-teori yaang ada, guna tercapinya tujuan penelitian, baik secara konsisten dan serasi.
2) Menggunakan sekolah sebagai lokasi penelitian.
b. Perbedaan
1) Penelitian yang dilakukan di SMPN 1 Kalabahi Kabupaten Alor ini menganalisis Problematika Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Bagi Siswa. Sedangkan
12Fatimah Koko,Problematika guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan kesadaran beragama bagi anak di SMPN 1 Kalabahi,(Kampus 1: IAIN Mataram,2013).
penelitian yang akan dilakukan di SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri menganalisis Problematika Pembelajaran IPS Terpadu Bagi Siswa.
2) Lokasi penelitian yang berbeda yaitu di SMP Negeri 1 Kalabahi dan di SMP Islam Ihya Ulumddin Kediri.
3. Skripsi yang ditulis oleh Kaslim Hubaidi,Mahasiswa jurusan IPS IAIN Mataram yang berjudul “Problematika guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran mata pelajaran ips ekonomi di SMPNegeri 2 Gangga Kabupaten Lombok Utara 2013/201413dalam skripsi ini menjelaskan bahwa guru itu harus bisa menyelesaikan masalah-masalah dan menguasai perangkat pembelajaran, karerna perangkat pembelajaran salah satu jalan pendidik dan peserta didik belajar didalam kelas ataupun diluar kelas bisa terlaksana dengan baik perangkat itu juga menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran.
a. Persamaan
1) Menggunakan metode penelitian yang sama yaitu metode pendektan kualitatif yang merupakan suatu cara untuk mengatahui data dengan memanfaatkan teori-teori yaang ada, guna tercapinya tujuan penelitian, baik secara konsisten dan serasi.
2) Menggunakan sekolah sebagai lokasi penelitian
13Kaslim Hubaidi,“Problematika Guru Dalam Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Mata Pelajaran Ips Ekonomi di SMPN 2 Gangga, (Kampus I: IAIN Mataram, 2013)
b. Perbedaan
1) Penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 2 Gangga Kabupaten Lombok Utara ini menganalisis Problematika guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran mata pelajaran ips ekonomi, sedangkan yang akan dilakukan di SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri ini menganalisis Problematika pembelajaran IPS terpadu bagi siswa.
F.Kerangka Teori 1. Pengertian Belajar
a) Teori Belajar
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu, dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atau dasar kecendrungan respon pembawaan, pemaksaan, atau kondisi sementara (seperti lelah, mabuk, perangsang dan sebagainya).14
Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbiki prilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Dalam konteks menjadi tahu atau proses memperoleh pengetahuan, menurut pemahaman sains konvensional, kontak manusia dengan alam diistilahkan dengan pengalaman
14Ibid,. ha. l37
(experience). Pengalaman yang terjadi berulang kali melahirkan pengetahuan (knowledge) atau a body of knowledge. Belajar merupakan perubahan dalam kepribadian, yang dimanifestasikan sebagai pola-pola respon yang baru yang berbentuk keterampilan, sikap, kebiasaan, pengetahuan dan kecakapan.15
Bertitik tolak dari berbagai pandangan sejumlah ahli tersebut mengenai belajar,maka para ahli tersebut ada perbedaan mengenai pengertian belajar,namun baik secara eksplisit maupun implisit diantara mereka terdapat kesamaan maknanya, “suatu proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu, belajar itu membawa perubahan tingkah laku karena pengalaman dan latihan,perubahan itu pada pokoknya didapatkannya kecakapan baru,dan perubahan yang terjadi karna usaha yang disengaja”.16
Proses lain yang menghasilkan perubahan prilaku ada banyak sekali seperti belajar yang dihasilkan dari pengalaman dengan lingkungan dimana terjadi hubungan-hubungan antara stimulus-stimulus dan respons-respons.Hal ini memeberi makna bahwa belajar adalah proses aktif individu dalam membangun pengetahuan dan pencapaian tujuan.
Guru memerlukan sebuah pendekatan belajar yang lebih memberdayakan siswa.Karena itu,belajar merupakan proses terbentuknya
15Suyono dan Hariyanto, “Belajar Dan Pembelajaran”, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2011), hlm. 9.
15Syaeful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: ALFABETA, 2012), hlm. 37.
tingkah laku baru yang disebabkan individu merespon lingkungannyamelalui pengalaman pribadi.
b) Taksonomi Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan spesifik yang dinyatakan dalam perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan.
Perilaku in berupa fakta yang konkret, dapat dilihat dan bukan fakta yang tersamar. Tujuan pembelajaran merupakan suatu pernyataan yang jelasdan menunjukkan penampilan atau keterampilan siswa yang dapat dicapai sebagai hasil belajar.17
Menurut Taksonomi Bloom, meliputi:
1. Asfek kognitif:
a. Pengetahuan (Knowledge) diartikan berhubungan dengan kemampuan mengingat pada materi pembelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.
b. Pemahaman (Comprehension), diartikan kemampuan seseorang dalam mengartikan, menafsirkan, menerjemahkan, atau menyatakan sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya.
17Ali Sadikin,“Taksonomi Tujuan Pembelajaran”, dalam ((https://alisadikinwear.wordpr ess.com/2011/08/28/taksonomi-tujuan-pembelajaran/, diakses tanggal 10 Oktober 2019 pukul 05.25.
c. Penerapan (Application), diartikan kemampuan seseorang dalam menggunakan pengetahuan dalam memecahkan berbagai masalah yang timbul di kehidupan sehari-hari.
d. Analisis (Analysis), diartikan kemampuan menjabarkan atau menguraikan suatu konsep menjadi bagian-bagian yang lebih rinci, memilah-milih, merinci, mengaitkan hasil rinciannya.
e. Sintetis (Synthetis), diartikan kemampuan menyatukan bagian- bagian secara terintegrasi menjadi suatu bentuk tertentu yang semula belum ada.
f. Evaluasi (Evaluation), diartikan kemampuan membuat penilaian judgment tentang nilai (value) untuk maksud tertentu.
2. Asfek Afektif
Asfek yang berkaitan dengan sikap (afektif) dilakukan melalui pengamatan dan interaksi langsung degan siswa secara terus-menerus (kontinyu). Keberhasilan belajar siswa dinilai dari asfek:
a. Sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa diharapkan memiliki sikap yang baik terhadap pelajaran. Oleh karena itu guru hendaknya memberikan motivasi yang juga secara terus_menerus agar siswa tetap memiliki sikap yang baik terhadap pelajaran tersebut.
b. Minat yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran. Minat itu ditunjukan dengan rajin dan aktif mengikuti pelajaran, seperti aktif bertanya, menjawab pertanyaan, berdiskusi, buku dan catatannya
rapi dan lengkap, mengumpulkan tugas tepat waktu, dan sebagainya.
3. Asfek Psikomotor
Psikomotor atau keterampilan adalah melakukan suatu jenis kegiatan tertentu.Bentuk-bentuk keterampilan itu ada 3 macam, yaitu.
a. Rangkaian respons atau reaksi. Rangkaian reaksi ini merupakan rangkaian gerakan-gerakan yang mengikuti urutan tertentu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu.
b. Kordinasi gerakan. Pada kordinasi gerakan, seseorang dituntut untuk memadukan sejumlah anggota badan untuk melakukan suatu pekerjaan seperti perpaduan mata, telinga, tangan, kaki, serta konsentrasi fikiran dalam mengemudi
c. Pola-pola respons atau reaksi. Pola respons berkaitan dengan keterampilan mengorganisasi seluruh keterampilan yang dimiliki dalam mereaksi rangsangan.18
c) Perencanaan Pembelajaran
Pembelajaran yang akan direncanakan memerlukan berbagai teori untuk merancangnya agar rencana pembelajaran yang disusun benar- benar dapat memenuhi harapan dan tujuan pembelajarn.untuk itu pembelajaran sebagaimana disebut sebagai disiplin ilmu menaruh perhatian pada perbaikan kualitas pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran deskriptif,sedangakan rancangan pembelajaran
18Lukmanul Hakim, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung: CV WACANA PRIMA,2012), hlm. 171-172
mendekati tujuan yang sama dengan berpijak pada teori pembelajaran perskriptif
Perlunya perencanaan pembelajaran sebagaimana disebutkan di atas, dimaksdukan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran.Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:
a. Untuk memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran:
b. Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan pendekatan sistem.
c. Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana seseorang belajar:
d. Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada siswa secara perorangan:
e. Sasarana akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar:
f. Perencanaan pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran
Inti dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapakan.19
19Ibid hlm. 35.
d) Komponen-Komponen Pembelajaran
Pembelajaran dapat dikatakan sebagai suatu sistem, karena pembelajaranmerupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan, yaitu membelajarkan siswa.Sebagai suatu sistem, tentu saja kegiatan belajar mengajar mengandungkomponen. Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yangmelibatkan berbagai komponen yang satu sama lain saling berinteraksi, dimanaguru harus memanfaatkan komponen tersebut dalam proses kegiatan untukmencapai tujuan yang ingin direncanakan.20
e) Metode Pembelajaran
Menurut J.R David dalam Teaching Strategies for College Class Room yangdikutip oleh Abdul Majid, mengatakan bahwa pengertian
20Muhammad Darwis Dasopang, “Belajar dan Pembelajaran”, dalam ((http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/F/article/view/945/795, di akses tanggal 10 Oktober 2019, pukul 05.40.
KOMPONEN PEMBELAJARAN Guru
Siswa
Tujuan
Materi Metod
Alat
Evalu
KOMPONEN PEMBELAJARAN
metode adalah carauntuk mencapai sesuatu. Untuk melaksanakan suatu strategi digunakanseperangkan metode pengajaran tertentu. Dalam pengertian demikian ini,maka metode pembelajaran menjadi ssalah satu unsure dalam strategi belajarmengajar. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk menciptakanlingkungan belajar dan mengkhususkan aktivitas guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran.
Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan gurudalam menjalankan fungsinya dan merupakan alat untuk mencapai tujuanpembelajaran. Metode pembelajaran dengan tekhnik adalah dua hal yangberbeda. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan-tahapan tertentu, sedangkan tekhnik adalah cara yang digunakan dan bersifatimplementatif. Dengan kata lain, metode dapat sama, akan tetapi tekhniknyaberbeda.
Metode pembelajaran suatu cara yang digunakan dalam mencapaitujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode sangatdiperlukan oleh guru, penggunaan metode dapat dilakukan secara bervariasisesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Penggunaan metode pembelajaranyang bervariasi akan memberikan suasana belajar yang menarik, dan tidakmembosankan bagi peserta didik. Akan tetapi, bisa saja penggunaan metodeyang bervariasi menjadikan kegiatan belajar tidak menguntungkan jikapenggunaan metode variasinya tidak tepat.
Oleh karena itulah, dalammenggunakan metode pembelajaran dibutuhkan kompetensi guru untukmemilih metode yang tepat. Adapun metode
pembelajaran yang tepat ditetapkan oleh guru banyak memungkinkan siswa belajar proses (learning by process), bukan (learing by produc).
Belajar produk pada umumnya hanya menekankan pada segi kognitif.
Sedangkan belajar proses dapat memungkinkan tercapainya tujuan belajar baik segi kognitf, afektif (sikap) maupun psikomotor (keterampilan). Oleh karna itu, metode pembelajaran melalui proses sangat dibutuhkan juga untuk mencapai sasaran tersebut, yaitu lebih banyak menekankan metode pembelajaran melaui proses.21
f) Prinsip-Prinsip Umum Tentang Mengajar
Prinsip-prinsip umum yang harus dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah sebagai berikut 22;
a. Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa Apa yang telah dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan diajarkan.belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
b. Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis.
Bahan pelajaran yang bersifat praktis berhubungan dengan situasi kehidupan.hal ini dapat menarik minat, sekaligus dapat memotivasi belajar.
c. Mengajar harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa.setiap individu mempunyai kemampuan pontesial seperti bakat dan inteligensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
21Sumiati Asra, “Metode Pembelajaran”(Bandung: CV WACANA PRIMA, 2012), hlm 40.
22Hamzah B.Uno, “Perencanaan Pembelajaran”, ( Jakarta,2006 ), hlm. 7.
d. Kesiapan(readiness) dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar.kesiapan dalam fisik dan mental untuk melakukan sesuatu.apabila siswa siap melakukan proses belajar,hasil belajar dapat diperoleh dengan baik.sebaliknya bila tidak siap.tidak akan diperoleh hasil yang baik
e. Tujuan pengajaran harus diketahui siswa.
Tujuan pengajaran merupakan rumusan tentang perubahan perilaku apa yang diperoleh setelah proses belajar mengajar.Apabila tujuan pengajaran diketahui siswa mempunyai motivasi untuk belajar.Agar tujuan mudah diketahui,harus dirumusan secara khusus.
f. Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar,. Belajar juga harus bertahap dan meningkat kalau tidak meningkat didalam belajar maka bagaimana caranya kita menjadi seoarang pendidik mau menjelaskan.
g) Problematika dan Kasus Model-Model Pengajaran
Pengalaman diantara pengajar dalam pembelajaran menunjukkan,bahwa ada beberapa sekolah model pengajarannya tidak meningkatkan kualitas siswa karna kegiatan-kegiatan seperti mencatat bahan pelajaran yang sudah ada dalam buku,menceritkan hal-hal yang tidak perlu,dan sebagainya.Model mengajar seperti ini tentu saja dipandang tidak mendidik dan saya percaya bahwa memaksakan apapun dengan kekuasaan adalah salah. seorang anak seharusnya tidak melakukan apapun sampai ia mampu berpendapat dengan mengemukkan
pendapatnya sendiri dan arahan kepada siswa terus diberikan agar mereka bisa menjalankan pembelajaran sebagaimana mestinya. Ada beberapa model yang mampu mengembangkan sikap demokratis,artinya sesama mereka mampu saling menghargai meskipun diantara mereka ada perbedaan.
a. Model Pembelajaran Alam Sekitar
1. Dengan pengajaran alam sekitar itu,guru dapat memperagakan secara langsung sesuai dengan sifa-sifat atau dasar-dasar pengajaranya.
2. pengajaran alam sekitar memberikan kesempatan sebanyak- banyaknya agar anak aktif atau giat dan tidak hanya duduk,dengar dan catat saja.
3. Pengajaran alam sekitar memungkinkan untuk memberikan pengajran totalitas.
4. Pengajaran alam sekitar memberikan kepada anak apersepsi intelektual yang kukuh dan tidak verbalitas.
5. Pengajaran alam sekitar memberikan apersepsi emosional karna alam sekita mempunyai ikatan emosional dengan anak.23
2. Pengertian Mata Pelajaran IPS
a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai
ilmu-ilmu, seperti
23Syaeful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran, (Bandung: ALFABETA, 2012 ), hlm. 174
Sosiologi,Geografi,Ekonomi,Hukum,Politik,Sejarah.Ilmu pengetahuan dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena social yang mewujudkan satu pendekatan dari asfek dan cabang-cabang ilmu sosial (Sosiologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Politik, Hukum dan Budaya). IPS atau studi sosial merupakan bagian dari kurikulum sekolah yang diturunkan dari sisi materi.
Geografi,Sejarah dan Antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi.Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah,sedangkan sejarah memberikan wawasaan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode.
b. Tujuan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Tujuan utama Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ialah untuk mengembangkan potensi peseta didik agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat,memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang terjadi,dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari,baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa masyarakat.Tujuan tersebut dapat dicapai manakala program-program. Pelajaran IPS di sekolah diorganisasikan secara baik. Dari rumusan tujuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut24.
24Trianto, ”Model Pembelajaran Terpadu”, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, .2015 ), hlm.
176-177.
1) Memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat atau lingkungannya, melalui pemahaman terhadap nilai-nilai sejarah dan kebudyaan masyarakat.
2) Mengetahui dan memahami konsep dasar dan mampu menggunakan metode yang diadaptasi dari ilmu-ilmu sosial yang kemudian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah sosial.
3) Mampu menggunakan model-model dan proses berfikir serta membuat keputusan untuk menyelesaikan isu dan masalah yang berkembang dimasyarakat.
4) Menaruh perhatian terhadap isi-isu dan masalah-masalah social, serta mampu membuat analisis yang kritis, selanjutnya mampu mngambil tindakan yang tepat.
5) Mampu mengembangkan berbagai potensi sehingga mampu membangun diri sendiri.
6) Memotivasi seseorang untuk bertindak berdasarkan moral.
c. Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Pendidikan IPS dalam menyelenggarakan pendidikan di Indonesia masih relatif baru digunakan.Pendidikan IPS merupakan padanan dari sosial studi dalam konteks kurikulum. Kurikulum pendidikan IPS sebagaimana merupakan fungsi dari berbagai disiplin ilmu, bahwa pembelajaran Pendidikan IPS terpadu lebih menekankan pada asfek”pendidikan”dari pada”transfer konsep”,karena dalam pembelajaran pendidikan IPS siswa-siswi diharapkan memperoleh pemahaman
terhadap sejumlah konsep dan mengembangkan serta melatih sikap,nilai,moral,dan keterampilannya berdasarkan konsep yang telah dimilikinya.dengan demikian,pembelajaran pendidikan IPS harus difokuskan atau diformulasikan pada aspek kependidikannya.
Karakteristik mata pembelajaran IPS berbeda dengan disiplin ilmu lain yang bersifat monolitik.ilmu pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai disiplin ilmu-ilmu social,seperti sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya. rumusan ilmu pengetahuan Sosial berdasarkan realitas dan fenomena sosial melalui pendekatan interdisipliner.
3. Motivasi Belajar
a. Pengertian Motivasi Belajar
Pada dasarnya motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, menggarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu.Motivasi merupakan faktor penggerak maupun dorongan yang dapat memicu timbulnya rasa semangat dan juga mampu merubah tingkah laku manusia atau individu untuk menuju pada hal yang lebih baik untuk dirinya sendiri.
Motivasi dapat ditinjau dari dua sifat, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan pendorong dari dalam individu, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang keberadaannya karena pengaruh dari luar
individu. Tingkah laku yang terjadi dipengaruhi oleh lingkungan.
Motivasi belajar adalah proses yang memberi semangat belajar, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama.25
Motivasi tidak sama dengan motif, meskipun akar katanya sama yaitu, motivasi dapat dipahami sebagai suatu variabel yang membangkitkan,mengelola,mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku menuju suatu sasaran. Sedangkan motif itu dipahami sebagai suatu ketegangan,didalam individu yang membangkitkan, memelihara untuk menuju suatu tujuan. Siswa belajar harus diberi motivasi belajar untuk belajar dengan harapan, bahwa belajar akan memperoleh hasil. siswa juga harus memperhatikan bagian-bagian yang ensesial dari suatu kejadian instruksional. Bila siswa memperhatikan informasi yang relevan,maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.”Misalnya guru memberikan pujian atau hadiah bagi siswa yang menunukan usaha yang baik,memberikan angka tinggi terhadap prestasi yang dicapainya, tidak menyalahkan pekerjaan atau jawaban siswa secara terbuka sekalipun pekerjaan atau jawaban tersebut belum memuaskan, tidak menghukum siswa didalam kelas, menciptakan suasana belajar yang member kepuasan dan kesenangan pada siswa.
a) Motivasi Instrinsik adalah dorongan siswa agar mencapai tujuan yang terkandung dalam perbuatan itu sendiri.motivasi ini berkenaan dengan
25 Ibid,.9
kebutuhan siswa sendiri.Siswa juga harus bener-bener menyadari pentingnya melakukan kegiatan belajar untuk kepuasan dan kebutuhan dirinya untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai modal hidupnya kelak jika telah dewasa.
b) Motivasi Ekstrinsik adalah dorongan yang timbul untuk mencapai tujuan yang datang dari luar dirinya.26
b. Prinsip Motivasi Belajar
Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar, yaitu:
1. Jika materi pembelajaran yang dipelajarinya bermakna karena sesuai dengan bakat, minat dan pengetahuan dirinya, maka motivasi belajar siswa akan meningkat.
2. Pengetahuan, sikap dan keterampilan yang telah dikuasai siswa dapat dapat dijadikan landasan untuk menguasai pengetahuan, sikap, dan keterampilan selanjutnya.
3. Motivasi belajar siswa akan meningkat jika guru mampu menjadi model bagi siswa untuk dilihat dan ditirunya.
4. Materi dan kegiatan pembelajaran yang disajikan guru hendaknya selalu baru dan berbeda dari yang pernah dipelajari sebelumnya, sehingga mendorong siswa untuk mengikutinya.
5. Pelajaran yang dikerjakan siswa tepat dan sesuai dengan bakat, minatt, dan kemampuan yang dimilikinya.27
26Syaeful Sagala, “Konsep dan Makna Pembelajaran”, (Bandung: ALFABETA, 2012 ), hlm. 100.
27LukmanulHakim, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung: CV WACANA PRIMA,2012), hlm. 35-36.
G.Metode Penelitian
1. Pendekatan Dan Jenis Penelitian.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif adalah karena melihat.
Kenyataan variabel serta data yang dibutuhkan dalam penelitian tentu tidak akan mungkin rasanya peneliti menggunakan instrumen kuantitatif untuk menjaring semua data yang peneliti inginkan dan tentu jawabannya tidak akan pernah bisa untuk dijawab secara tepat. Oleh karena itu alangkah baiknya bila peneliti terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi. Artinya dimana dalam hal ini peneliti langsung sebagai instrument penelitian (human instrument) tanpa harus memakai instrument seperti angket, kuesioner dan sebagainya sebagaimana instrument yang ada pada pendekatan kuantitatif.
Melihat tata-cara serta instrument yang dipakai dalam proses pengumpulan data menyebapkan peneliti menggolongkan bahwa pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kulitatif. Jadi, dalam hal ini peneliti harus mengenal betul nara sumber atau orang yang memberikan data karena dengan cara inilah peneliti akan mendapatkan data secara luas dan lugas.
Jenis pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Penelitian kualitatif jenis deskriptif
merupakan metode yang meneliti suatu kelompok tertentu, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran dan suatu peristiwa pada masa sekarang.28
Pendekatan kualitatif jenis deskriptif hanya akan menceritakan dan memberi gambaran terkait dengan peran serta kebijakan apa yang dilakukan oleh kepala sekolah di SMPIslam Ihya Ulumuddin Kediri sehingga dengan keadaan yang sangat sederhana bisa mereka kelola menjadi lembaga yang sangat luar biasa. Jadi tujuan peneliti dalam hal ini hanya akan menggambarkan dan menceritakan terkait dengan peran serta kebijakan yang dilakukan oleh kepala sekolah SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri Lombok Barat dalam memanajmen lembaganya.
Data yang akan peneliti kumpulkan dalam penelitian ini sangat erat hubungannya dengan peran serta kebijakan kepala sekolah SMP Islam Ihya Ulumuddin Keidri Lombok Barat dalam memanajmen lembaga tersebut.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa kata-kata untuk memahami fenomena yang diteliti secara terinci, mendalam dan menyeluruh dari hasil lapangan.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif. Jadi kehadiran peneliti mutlak dibutuhkan, karena peneliti dalam lokasi berperan dalam keseluruhan penelitian di lapangan. Kehadiran peneliti bukan ditujukan untuk mempengaruhi subjek penelitian, tetapi untuk mendapatkan data dan
28Husein Umar, “Desain Penelitianm, SDM danPerilaku Kariyawan”, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013), h. 54.
informasi yang akurat. Untuk mendapatkan data yang akurat dapat digunakan beberapa metodeyaitu metodeo bservasi, interview/wawancara, dan dokumentasi.
Dalam pelaksanaannya, peneliti hadir di lapangan mulai sejak diizinkan untuk mengadakan penelitian yaitu pada tanggal 7 Desember s/d 10 Desember 2019, dengan cara mendatangi lokasi penelitian pada waktu tertentu dan tidak terjadwal secara formal. Tujuan utama kehadiran peneliti di lokasi penelitian ini yaitu untuk melakukan upaya pencarían dan pengkajian data yang berhubungan Analisis Problematika pembelajaran IPS Bagi Siswa Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri. Guna mendapat data yang lebih valid dan akurat seperti yang diinginkan atau diharapkan oleh peneliti, baik itu data yang berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti sebagai judul skripsi.
a. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut adalah untuk memudahkan peneliti dalam mendapatkan data dilapangan dan untuk menghemat tenaga, serta biaya karena lokasi penelitian tersebut (SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri) mudah dijangkau.
b. Sumber Data
Menurut Suharsimi Arikunto, yang dimaksud sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.29 Artinya bahwa apabila peneliti menggunakan wawancara dan observasi dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden/informan.
Sumber data dalam penelitian ini diambil dari para informan yang ada. Yang terdiri dari siswa, kepala sekolah, guru IPS serta beberapa pihak yang berkaitan langsung dengan penelitian ini. Disisi lain sumber data ini didukung dengan dokumentasi dan catatan lapangan serta sumber data ini diperoleh dari hasil wawancara dengan para responden. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah:
a. Informan utama yaitu:
1) Guru IPS
Dalam penelitian ini guru IPS dijadikan sebagai sumber data utama untuk memperoleh data spesifik tentang keadaan siswa, bentuk problematika pembelajran bagi siswa kelas VIII.
2) Kepala sekolah
Kepala SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri dijadikan sebagai informan untuk memperoleh data tentang gambaran umum SMP Islam Ihya Ulumuddin mengenai problematika pembelajaran,
29Suharsismi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 172.
keadaan siswa serta yang paling penting adalah untuk mengetahui fungsi dan tugas guru
3) Siswa
Untuk memperoleh data tambahan tentang latar belakang siswa.
c. Teknik Pengumpulan Data
Peneliti mengunakan sejumlah metode yang dapat membantu dalam mendapatkan data-data yang di perlukan. Adapun metode tersebut adalah sebagai berikut:
1. Metode wawancara
Metode wawancara adalah suatu metode pengumpulan data atau informasi dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan kepada responden untuk dijawab secara lisan juga oleh responden.
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) maupun dengan menggunakan telepon.30
Yang menjadi terwawancara atau informan dalam penelitian ini adalah:
a. Subjek utama yaitu:
1) Guru IPS yaitu untuk memperoleh data secara spesifik tentang problematika pembelajaran siswa,
b. Informan
30Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D) (Bandung: Alfabeta, 2009), h. 194.
1) Kepala SMP Islam Ihya Ulumuddin yaitu untuk memperoleh data tentang gambaran umum dari SMP Islam Ihya Ulumuddin, khususnya tentang fungsi dan tugas guru IPS
2. Metode observasi
Observasi atau pengamatan merupakan suatu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.31 Macam-macam observasi menurut Sugiyono yaitu:
a) Observasi Partisipatif
Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari dengan orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
b) Observasi terus terang atau tersamar
Dalam observasi ini, peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang pada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian.
c) Observasi Tak Berstruktur
Adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi.32
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi terus terang atau tersamar. Peneliti langsung mengatakan terhadap sumber data kalau
31Supardi, Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2011), h. 117.
32Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 311-313.
sedang mengadakan penelitian. Sambil mengamti, peneliti juga ikut berbaur dengan sumber data.
Dengan melakukan observasi,peneliti bisa tahu seluk beluk objek yang diamati, Peneliti juga terjun langsung ke lokasi penelitian untuk mengamati tingkah laku siswa pada saat mengikuti pelajaran atau ketika sedang berada di luar kelas dan mengamati pembelajaran yang dilakukan siswa.
Metode observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana Solusi Dalam Mengatasi Problematika PendidikanIPS Terpadu Kelas VIII SMP Islam Ihya Ulumuddin
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang- barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya.33 Dalam penelitian ini, metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh informasi tentang SMP Islam Ihya Ulumuddin Kediri, dan melihat problematika pembelajaran.
d.Teknik Analisis Data
Data yang telah diperoleh dalam penelitian ini, selanjutnya akan dianalisis dan diinterpretasikan untuk menentukan hasil dari penelitian yang dilakukan. Dalam melakukan analisis data ini, hal yang perlu
33Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006), h.158.
diperhatikan adalah mengenai variabel-variabel yang ada pada penelitian itu. Oleh karena itu, peneliti menggunakan teknik analisa data yang disesuaikan dengan rumusan masalah yang diajukan.
Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data di lapangan model Miles and Huberman, ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancrai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap kredibel.34
a. Data Reduction ( Reduksi Data )
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat
34Ibid, h.241.
dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode pada aspek-apek tertentu.
b. Data Display (penyajian data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
Penelitian kualitatif biasanya difokuskan pada kata-kata, tindakan- tindakan orang yang terjadi pada konteks tertentu. Konteks tersebut dapat dilihat sebagai aspek relevan segera dari situasi yang bersangkutan, maupun sebagai aspek relevan dari sistem sosial dimana seseorang berfungsi (ruang kelas, sekolah, departemen, keluarga, agen, masyarakat lokal).
Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisirkan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga makin mudah dipahami dan merencanakan kerja penelitian selanjutnya. Pada langkah ini peneliti berusaha menyusun data yang yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu.
Prosesnya dapat dilakukan dengan cara menampilkan data, membuat hubungan antar fenomena untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapi tujuan
penelitian. Penyajian data yang baik merupakan satu langkah penting menuju tercapainya analisis kualitatif yang valid dan handal.
c. Conclusion Drawing/verification
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat serta mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya, tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan dta, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
H.Keabsahan Data
Validitas data bertujuan untuk membuktikan bahwa apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan apa yang di lapangan. Dan apakah penjelasan yang diberikan di lapangan mempunyai kesesuaian dengan sebenarnya yang ada atau terjadi untuk menguji sejauh mana validitas data yang diperoleh dilapangan.
Untuk menguji sejauh mana validitas data yang dipeoleh di lapangan maka penulis akan menggunakan beberapa teknik pemeriksaan validitas data yaitu:
a. Ketekunan Pengamatan
Ketekunan pengamatan berarti melakukan pengamatan secara cermat dan bersekesinambungan terhadap kegitan yang dilaksanakan oleh siswa SMP Islam Ihya Ulumuddin. Dengan cara tersebut maka kepastian data dan rutan peristiwa akan direkam secara pasti dan sistematis. Peneliti melakukan pengamatan lebih awal pada setiapkegiatan pembelajaran siswa berlangsung.
b. Triangulasi
Uji keabsahan melalui triangulasi ini dilakukan kerana dalam penelitian kualitatif untuk menguji keabsahan informasi tidak dapat dilakukan dengan alat-alat uji statistik. Begitu pula materi kebenaran tidak diuji berdasarkan kebenaran alat sehingga subtansi kebenaran tergantung pada kebenaran intersubjektif.
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan dan sebagai pembandingan terhadap data tersebut. Jadi dapat dipahami triangulasi merupakan teknik untuk mengetahui validitas data dengan menggunakan