• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Putusan Perkara Perdata Mahkamah Agung Nomor 118/PK/Pdt/2018

N/A
N/A
David Rizki

Academic year: 2024

Membagikan "Analisis Putusan Perkara Perdata Mahkamah Agung Nomor 118/PK/Pdt/2018"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Putusan Perkara Perdata (Mahkamah Agung Nomor 118/PK/Pdt/2018)

Bahwa PT INDO MOBIL SUZUKI INTERNASIONAL menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara gugatan :

Antara

Prof. Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.H, sebagai...Penggugat Melawan

1. Ny. Mintje Sartje Maleke 2. Ny. Hermi Veibe Siwy 3. Ny. Hetty Siwy

4. Ny Helly Debby Dessy Siwy

5. Tuan Harry Yoppy Siwy sebagai tergugat

Membaca surat-surat yang bersangkutan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari putusan ini;

Menimbang, bahwa berdasarkan surat-surat yang bersangkutan, Penggugat dalam gugatannya memohon kepada Pengadilan untuk memberikan putusan sebagai berikut:

Dalam Provisi:

- Memerintahkan kepada pihak Turut Tergugat untuk menolak seluruh proses permohonan pendaftaran hak atas tanah seluas 3.880 m2 Jalan MT. Haryono, Kavling 20, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (tanah objek sengketa), hingga terdapat suatu putusan pengadilan dalam perkara ini yang mempunyai kekuatan hukum mengikat dan akhir;

Dalam Pokok Perkara:

1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

2. Menyatakan Penggugat adalah sebagai Pemegang yang sah secara hukum atas tanah objek sengketa yaitu Hak Guna Bangunan atas sebidang tanah seluas 3.880 m2, Jalan MT.

Haryono Kavling 20, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan batas-batas tanah sebagai berikut: Sebelah Utara: Jalan Tebet Barat Dalam X, Sebelah Selatan: Jalan MT. Haryono, Sebelah Timur: Tanah Negara, Sebelah Barat: tanah Milik PT Bank Mandiri, Tbk,

sebagaimana dahulu termaksud pada tanda bukti hak itu Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 3296/Tebet Barat tertanggal 25 Oktober 2005.

3. Menyatakan dasar hukum perolehan Hak atas tanah objek sengketa dari Penggugat yakni Akta Jual Beli Nomor 218/2004, tertanggal 19 Desember 2004, yang dibuat oleh Penjabat Pembuat Akta Tanah Bray Mahsyastoeti Notonegoro, S.H., di Kotamadya Jakarta Selatan adalah sah secara hukum dan mempunyai kekuatan hukum mengikat;

4. Menyatakan Surat Izin Mempergunakan Tanah (ocoupatie verguning) Nomor 51/Dir/64 tanggal 26 Oktober 1964 atas nama Ny. Annatje Magdalena Rombot, untuk tanah kavling 19 dan 20 yang dikeluarkan oleh Yayasan Gelora Bung Karno, bukan merupakan tanda bukti hak atas tanah dan atau bukti kepemilikan yang mengikat

(2)

terhadap tanah objek sengketa;

5. Memerintahkan Para Tergugat dan Turut Tergugat untuk menundukkan diri dan mematuhi isi putusan ini;

6. Menyatakan putusan perkara ini dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun ada bantahan, banding maupun kasasi (uitvoerbaar bij voorraad);

7. Menguhukum Para Tergugat untuk secara tanggung renteng membayar biaya perkara;

Apabila Majelis Hakim memeriksa perkara ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);

Menimbang bahwa terhadap gugatan tersebut Para Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya;

Mengenai Kompetensi Relatif;

Mengenai Diskualifikasi in persona (Tidak Memenuhi Syarat Sebagai Pihak);

Mengenai Gugatan Tidak Sempurna dan Kurang Pihak (Plurium Litis Consortium);

Mengenai Tidak Ada Kepentingan, Tidak Ada Gugatan;

Mengenai Gugatan Penggugat Error In Persona;

Mengenai Gugatan Ne Bis In Idem;

Mengenai Gugatan yang Premature;

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan hukum yang timbul adalah untuk meneliti kewenangan Peradilan Umum dalam memeriksa perkara Waris Islam menurut putusan Mahkamah Agung Nomor 1606k/Pdt/2012

Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Eksekusi Putusan Badan Aribitrase Syariah Nasional (Basyarnas) non eksekutabel oleh Mahkamah Agung Nomor 3071 K/Pdt/2013, Mahkamah

“ANALISIS YURIDIS PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI TERHADAP PENYERTAAN DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Putusan Mahkamah Agung Nomor: 72 PK/Pid/2010 )” adalah

SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM PERKARA PERDATA (STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 300 K/PDT/2010)” yang disusun guna memenuhi salah satu syarat

Bahwa atas penguasaan/perbuatan Tergugat 3, Tergugat 4 dan Tergugat lainnya atau Para Tergugat, beserta sanak saudara maupun seluruh keluarganya terhadap tanah sawah hak milik

Penyelesaian perkara terhadap sengketa tanah garapan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No.537.K/Pdt/2011 telah memberikan kepastian hukum bagi pemiliknya, disebabkan Majelis

Oleh karena itu Mahkamah Agung RI sebagai payung hukum yang tertinggi di negeri yang kita cintai ini, dapat memutuskan perkara ini dengan seadiladilnya, yaitu dengan membatalkan

TESIS AKIBAT HUKUM PERJANJIAN PERKAWINAN YANG TIDAK DISAHKAN OLEH PEGAWAI PENCATAT PERKWINAN TERHADAP HARTA BERSAMA Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 598