PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat penelitian
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
Tinjauan Pustaka
Bank Sul-Sel Cabang Enrekang sangat memperhatikan integritas PT Bank Sul-Sel Cabang Enrekang memiliki kebijakan dan prosedur dalam pemberian kredit dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang kompeten. Bank Sul-Sel Cabang Enrekang, manajemen memiliki filosofi dan gaya operasional tertentu yang menunjukkan tindakan yang cukup kreatif termasuk memberikan kredit kepada nasabah atau debitur. Fungsi peminjaman dilengkapi dengan alat yang dapat mencegah tindakan penipuan terkait aktivitas perkreditan yang telah selesai.
Adanya sistem informasi yang mencakup metode dan registrasi yang menampilkan dan mencatat seluruh transaksi kredit yang valid. Adanya sistem informasi yang memuat metode dan pencatatan transaksi peminjaman yang berkaitan dengan pelaporan keuangan normal dalam perusahaan. Analis kredit melakukan pemantauan untuk menilai efektivitas desain dan pengoperasian pengendalian internal atas pinjaman.
Terdapat prosedur yang jelas dalam pemberian pinjaman dan sistem pengendalian internal yang sangat efektif dalam pemberian pinjaman di PT. Batasan maksimum sesuai dengan kebutuhan debitur dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku mengenai Batas Maksimal Kredit (BMPK). Tata cara pemberian kredit pada Cabang Bank Sulselbar Enrekang diawali dengan calon nasabah debitur datang ke cabang Bank Sulselbar Enrekang untuk membuat atau melengkapi surat keterangan permohonan pinjaman.
Dari analisa yang telah penulis uraikan pada bab-bab sebelumnya mengenai perkreditan dan pengendalian kredit pada PT. Bank Sul-Sel Cabang Enrekang mengedepankan sistem kehati-hatian yang diterapkan mulai dari prosedur perkreditan hingga prosedur penyelamatan kredit bermasalah, serta memperhatikan prospek usaha nasabah, karena usaha nasabah merupakan sumber pendapatan bagi nasabah untuk memperoleh kredit dan melunasi bunga.
Kerangka Pikir
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Tempat Dan Waktu Penelitian
- Metode Pengumpulan data
- Jenis Dan Sumber Data
- Definisi Operasional
- Metode Analisis Data
Untuk menguji hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya, penulis menggunakan metode analisis deskriptif yaitu metode analisis yang menjelaskan sistem pemberian dan pengendalian internal kredit pada PT. Untuk menguji kesesuaian jumlah kredit yang diberikan dengan data kas yang diterima dilakukan pemeriksaan mandiri. Adanya sistem informasi yang mencakup metode dan pencatatan untuk mengukur kebenaran nilai transaksi kredit guna mencatat nilai moneter dalam laporan keuangan yang wajar.
Adanya sistem informasi yang memuat metode dan data otorisasi transaksi kredit oleh pejabat yang berwenang. Cabang Bank Sul-Sel Enrekang hendaknya tidak hanya menafsirkan risiko dalam bentuk kemungkinan salah saji laporan keuangan saja, namun harus menciptakan mekanisme khusus untuk mengidentifikasi dan melacak penyimpangan yang terjadi pada nasabah atau debitur atau pihak eksternal lainnya baik dari segi operasional, keuangan dan kepatuhan. dengan kebijakan, berlaku karena hal ini dapat mempengaruhi efektivitas pemberian kredit secara keseluruhan.
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Sejarah Perusahaan
Struktur Persusahaan
Kegiatan Usaha PT. Bank Sul-Sel Cabang Enrekang
Pencatatan dalam jurnal pemberian kredit didasarkan pada bukti penerimaan kredit yang disahkan oleh pejabat yang berwenang dan disertai dengan dokumen yang lengkap. Pemantauan kredit merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pemberian kredit selain ketajaman dan ketelitian yang dilakukan saat melakukan analisis kredit.
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Sistem Pemberian Kredit
Bank Sulselbar Cabang Enrekang dengan judul “Analisis Sistem Pemberian Kredit untuk Skema Investasi pada Perusahaan Konstruksi di PT.
Standar Operasional Prosedur Pemberian Kredit
Sistem Pengendalian Internal Pemberian Kredit
Pengendalian kredit eksternal merupakan suatu sistem pengendalian kredit yang dilakukan oleh pihak eksternal baik Bank Indonesia maupun akuntan publik. Pengendalian kredit preventif merupakan pengendalian kredit yang dilakukan dengan tindakan preventif sebelum kredit macet. Pengendalian kredit secara represif adalah pengendalian kredit yang dilakukan melalui tindakan penagihan atau pelunasan setelah kredit macet. Upaya untuk mengamankan atau melunasi kredit macet dilakukan melalui penjadwalan ulang, rekondisi, restrukturisasi dan likuidasi.
Bukti pemberian kredit yang masuk dibuat rangkap dan didistribusikan ke berbagai bagian untuk pengawasan internal. Fungsi yang tidak terlihat dari penyimpanan kredit, pemberian kredit dan pencatatan kredit adalah dengan menggunakan laporan bank untuk memeriksa ketelitian dan keakuratan pencatatan pemberian kredit. Adanya sistem informasi yang mencakup metode dan pencatatan mengenai akuntansi dan pengikhtisaran transaksi kredit yang benar.
Contoh Pelaporan Pemberian Kredit
Pemberian dana kredit yang diberikan kepada pihak terkait berdasarkan jenis penggunaannya pada tahun 2012 yaitu kredit konsumsi (16,16%), kredit modal kerja (32,55%), kredit investasi (20,36%), dan bank garansi (30,93%). pemberian dana debitur inti yang diberikan kepada perorangan berdasarkan jenis penggunaannya, yaitu kredit konsumsi (0,43%), kredit modal kerja (36,49%) dan kredit investasi (63,08%). Menilai produktivitas produk kredit yang ada dan memberikan masukan mengenai target pasar, serta mengusulkan perluasan kredit untuk kategori risiko kredit dan alokasinya, serta pemutakhiran sistem rating dan sistem scoring risiko kredit, mengusulkan penetapan besaran kewenangan memutuskan kredit dari pimpinan cabang dan memproses permohonan kredit yang diajukan oleh kantor cabang karena besarnya kewenangan memutuskan di luar kewenangan pimpinan cabang. Bank Sul-Sel melakukan pemantauan, penilaian dan penetapan kolektibilitas kredit, serta penghentian kredit pada komite kredit sesuai batas kewenangannya.
Memantau ketersediaan, kesesuaian dan kualifikasi staf analis kredit di cabang dan berpartisipasi aktif dalam pengembangannya. Menyelesaikan dan memantau temuan audit pada kelompok kredit, kemudian ikut aktif dalam penyusunan rencana korporasi dan bisnis, kebijakan umum direksi dan RKAT Bank Sulsel, serta ikut aktif dalam penyusunan RKAT kelompok pemasaran. Unit counter kebijakan kepatuhan dalam mengelola manual perkreditan, memantau ketersediaan/kecukupan dan kemampuan staf pengelola kredit di cabang serta berperan aktif dalam pengembangannya serta membantu/berkolaborasi dengan unit manajemen risiko dalam melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. proses di bidang perkreditan dan penyusunan laporan internal dan eksternal yang berkaitan dengan fungsi utama departemen perkreditan.
Menandatangani surat/dokumen/laporan yang berkaitan dengan fungsi pokok Bagian Kredit, sesuai kewenangan yang ada, serta penatausahaan dan keamanan berkas/arsip Bagian Kredit, serta menjaga ketertiban dan kedisiplinan pegawai bawahan. . Melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan bawahan kemudian memberikan evaluasi terhadap prestasi kerja dan potensi bawahan. Bertindak sebagai penggerak dan berpartisipasi aktif dalam pertemuan-pertemuan untuk meningkatkan dan menerapkan Budaya Kerja di lingkungan Departemen Kredit dan Grup Pemasaran.
Mengelola hubungan baik dan kerjasama dengan Unit Kerja lain serta instansi lain terkait dengan pelaksanaan fungsi utama Departemen Kredit.
Analisis Sistem Pemberian Kredit Usaha Konstruksi
SHM/SHGB/SHGU/BPKB/lain-lain), Fotokopi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bila diperlukan, Fotokopi bukti pembayaran pajak tahun lalu atas jaminan kredit. dan lain-lain. a) Skema Kredit Usaha Konstruksi pada PT. Setelah itu calon debitur mendatangi bagian account officer untuk membuat laporan kunjungan nasabah, setelah itu petugas bank akan memeriksa data-data yang terdapat pada proposal kredit yang sebelumnya disampaikan oleh calon nasabah debitur untuk mengetahui apakah sesuai atau tidak. bukan. Hasil kunjungan petugas bank tersebut akan dimasukkan dalam lampiran hasil kunjungan nasabah yang selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan cabang untuk dijadikan bahan pertimbangan dan mengetahui apakah kredit yang diajukan calon debitur dapat disetujui atau tidak.
Apabila pengurus cabang telah memberikan persetujuan, maka calon nasabah debitur menuju ke bagian pengelolaan kredit untuk proses realisasi kredit yang diajukan. Semakin tinggi simpanan yang dihimpun bank maka semakin tinggi pula kredit yang disalurkan, begitu pula sebaliknya. Selain itu, penyaluran kredit merupakan kegiatan utama bank umum sebagai badan usaha untuk menghasilkan keuntungan.
Rata-rata CAR Bank Sul-Sel Enrekang pada periode tersebut berada pada kisaran yang cukup tinggi, yakni jauh di atas ketentuan minimum yang disyaratkan Bank Indonesia sebesar 8%. Semakin tinggi tingkat NPL maka semakin besar risiko kredit yang ditanggung bank. Semakin tinggi tingkat suku bunga SBI akan mendorong peningkatan jumlah kredit yang disalurkan, namun pada tingkat yang tidak signifikan.
Setiap kredit yang disetujui dan disetujui oleh pemohon kredit harus dituangkan dalam perjanjian kredit secara tertulis dan harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut. Pemantauan debitur adalah serangkaian kegiatan yang harus memantau atau memantau dan mengikuti perkembangan usaha debitur dan perkembangan kredit sejak diberikan sampai dengan lunas. Terjadinya kegagalan kredit terutama disebabkan oleh kelalaian bank pada setiap kreditnya. Secara umum menurut Kasmir (2000:110), tata cara pengajuan kredit produktif adalah sebagai berikut. Untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat, Bank Sul-Sel Enrekang Filial harus menyediakan modal yang cukup, capital coverage yang menjadi salah satu kriteria penilaian kesehatan bank, minimal 8% dari rasio permodalan bank.
Tinggi rendahnya tingkat capital coverage pada Bank Sul-Sel tidak mempunyai pengaruh terhadap penyaluran kredit, meskipun secara statistik tingkat capital coverage mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penyaluran kredit. Bank Sul-Sel Cabang Enrekang terdiri dari beberapa prosedur yaitu prosedur permohonan kredit, prosedur investigasi dan analisa kredit, prosedur persetujuan permohonan kredit, prosedur pencairan fasilitas kredit dan prosedur pelunasan fasilitas kredit. Bank Sul-Sel Cabang Enrekang telah didukung dengan penerapan sistem pengendalian intern yang sangat efektif dan telah memenuhi lima unsur sistem pengendalian intern yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi (informasi dan komunikasi) dan pemantauan (pemantauan).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran