• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TEORI REFERENSI PADA PENAMPILAN SULTONI

N/A
N/A
Nara Adira

Academic year: 2025

Membagikan "ANALISIS TEORI REFERENSI PADA PENAMPILAN SULTONI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS TEORI REFERENSI PADA PENAMPILAN SULTONI DI INDONESIA’S GOT TALENT 2022

oleh:

Ruchimat Wanda1; Dian Nurcahyani2; Syalwa Choerunisa3 [email protected] 1[email protected]2

[email protected] 3 ABSTRAK

Kajian ini dilatarbelakangi program ajang pencarian bakat salah satu stasiun televisi Indonesia yakni program Indonesia’s got talent yang sangat disukai oleh para penonton dan ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat.Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis teori referensi yang ditemukan dalam penampilan Sultoni pada babak Quarter Final. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode studi pustaka yang merupakan pendekatan penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengkaji, dan menganalisis sumber- sumber pustaka yang relevan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian yang sedang diteliti. Berdasarkan hasil pembahasan, ditemukan bahwa terdapat sembilan tuturan yang dapat dianalisis menggunakan teori referensi(pengacuan).

Kata kunci: Indonesia’s got talent, Referensi 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini banyak sekali tayangan di televisi yang menyajikan program yang menarik. Karena adanya arus globalisasi membuat banyak sekali inovasi yang dihadirkan oleh berbagai stasiun televisi. Program televisi pada saat ini yang banyak digemari oleh penonton adalah program yang dapat menyalurkan minat dan bakat yang kita miliki serta dapat memberikan hiburan bagi penontonnya. Salah satunya ialah program Indonesia’s got talent yang merupakan salah satu program di stasiun televisi RCTI.

Dalam program ini menghadirkan empat juri yang kompeten dalam bidangnya. Keempat juri ini yaitu, Ivan Gunawan, Rossa, Reza Arap, dan Denny Sumargo. Acara ini dipandu oleh pewara yang sangat bisa mendukung acara ini yakni Robby Purba.

Indonesia’s got talent merupakan ajang pencarian bakat yang yang terdiri atas lima babak utama, yaitu Babak Audisi, Seleksi Juri, Quarter Final, Semi-Final, dan Final Dalam babak

(2)

Quarter Final ini ada salah satu kontestan yang penampilannya diberikan apresiasi oleh para juri dengan standing ovation diakhir penampilannya. Sultoni adalah kontestan yang berhasil meraih standing ovation tersebut berkat bakatnya yang mahir memainkan boneka tangan.

Berdasarkan uraian tersebut, penulis menganalisis penampilan tersebut berdasarkan analisis referensi yang

merupakan unsur eksternal dari terbentuknya sebuah wacana.

Pengaruh analisis referensi dalam penampilan ini penting dikaji karena melalui analisis ini diharapkan menjadi bacaan yang dapat berguna bagi pembaca serta menjadi pengetahuan baru bagi penulis dan mahasiswa khususnya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

1.2 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam artikel ini difokuskan pada analisis referensi dalam penampilan Sultoni dalam babak Quarter final karena dapat memberikan pengetahuan baru bagi pembaca dan penulis. Dengan adanya analisis ini dapat dihubungkan dengan jenis referensi pada unsur sebuah wacana.

1.3 Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, masalah yang akan dikaji adalah bagaimanakah referensi dalam penampilan Sultoni pada acara Indonesia’s got talent?

1.4 Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menjelaskan referensi dalam penampilan sultoni pada acara Indonesia’s got talent.

1.5 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka. Menurut Nasir Metode studi pustaka merupakan pendekatan penelitian yang dilakukan dengan cara

(3)

mengumpulkan, mengkaji, dan menganalisis sumber-sumber pustaka yang relevan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian yang sedang diteliti. Metode ini melibatkan pencarian dan pembacaan kritis terhadap literatur yang telah ada, seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, laporan riset, dan sumber-sumber pustaka lainnya yang relevan dengan topik yang sedang diteliti.

Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengakses dan memanfaatkan pengetahuan yang telah dikembangkan oleh para ahli sebelumnya, serta menggali sumber-sumber pustaka yang dapat mendukung argumen atau hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Pustaka utama yang digunakan berjudul Analisis Referensi Persona Pada Video Youtube Stand Up Comedy Abdur Arsyad: Kapal Tua Tanpa Arah ditulis oleh Emanuel Alexsandri Laun Pustaka pendukung yang dijadikan acuan adalah tulisan L isma Meilia Wijayanti yang secara umum membahas Wacana Stand Up Comedy sebagai Media Kritik. Selain itu, literatur pendukung yang lain adalah buku yang ditulis oleh Dr. Reka Yuda Mahardika, M.Pd. tentang wacana.

2. KAJIAN PUSTAKA

Dalam kajian pustaka ini akan dibahas mengenai beberapa definisi referensi dan penjelasan acara Indonesian’s Got Talent. Penjelasan dan teori yang akan dipaparkan tersebut diharapkan dapat mendukung pemahaman pada analisis implikatur yang dilakukan.

2.1 Definisi referensi

Pengantar. Menurut Ramlan (dalam Sumarlam, 2003:23) di jelaskan bahwa “ referensi (penunjukan) adalah penggunaan kata atau frasa untuk menunjuk atau mengacu kata, frasa, atau mungkin juga satuan gramatikal yang lain”.

Terkait pendapat di atas, menurut Riyanto (dalam Bayardi 2002: 18) menjelaskan bahwa Pengacuan atau referensi adalah salah satu jenis kohesi gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain (suatu acuan) yang mendahului atau mengikutinya.

(4)

Sejalan dengan dua pendapat di atas, Mulyana (2005:15) menegaskan bahwa referensi merupakan perilaku pembicara/ penulis. Jadi, yang menentukan referensi suatu tuturan adalah pihak pembicara sendiri, sebab hanya pihak pembicara yang paling mengetahui hal yang diujarkan dengan dirujuk oleh ujarannya.

Berdasarkan atas tiga pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa referensi merupakan sebuah rujukan atau acuan untuk menentukan sebuah hubungan yang dimaksud dari pihak pembicara dan penulis.

Dilihat dari acuannya, referensi dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: (1) referensi eksophora (eksophora, situasional) dan (2) referensi endophora (endopora, tekstual). Referensi endopora dapat dipilah menjadi dua jenis: yaitu (1) referensi anaphora/ anafora dan (2) referensi cataphora/ katafora (Halliday dalam Mulyana, 2005:16).

(5)

2.2 Acara Indonesia’s got talent

Acara ini dikenal telah banyak menjaring talenta yang tidak hanya berfokus pada kemampuan tarik suara. Namun menyediakan ruang bagi yang memiliki keahlian apa pun dengan beragam keunikan yang memukau, menghibur dan extraordinary.

3. ANALISIS

3.1 Analisis Referensi dalam Acara Indonesia’s got talent

Wacana yang akan dianalisis dalam acara ini menggunakan teori pengacuan(referensi) yang akan dijelaskan melalui tabel sebagai berikut.

No .

Teks Durasi Hasil Analisis

1. Kak Toni:’’ kak Toni ga bisa bikin baju, Di sini ada kok yang bisa bikin baju.’’

Menit ke 3 detik 32.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi eksofora) karena kata di

sini merujuk kepada juri acara ini yakni Ivan

Gunawan yang merupakan seorang

desainer terkenal.

2. Cihuy:’’ Kak, orangnya baik ya?’’

Menit ke 4 detik 12.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi endofora) karena dapat kita ketahui pronomina-

nya dalam kata orangnya bereferen kepada Ivan gunawan.

3. Cihuy:’’Jadi, selama ini tangan kak Toni masuk?”

Menit ke 4 detik 54.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi

(6)

Endofora anafora) kata masuk merujuk pada lubang boneka untuk menggerakkan boneka

yang sebelumnya dibahas.

4. Cihuy:’’ kakak kenapa harus lewat situ?’’

Menit ke 5 detik ke 13.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi endofora anafora) kata lewat situ merujuk pada

lubang boneka.

5. Kak Toni:’’ Dia teman kak Toni, dia itu lebih keren daripada kamu, dia lebih hebat daripada kamu.’’

Menit ke 6 detik ke 1.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi

endofora katafora) karena pronomina-dia

merujuk pada teman baru kak Toni yang

akan dijelaskan di menit berikutnya.

6. Cihuy;’’kakak dia baru nongol langsung cari muka’’

Menit ke 7 detik ke 23.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi

endofora anafora) karena pronomina- dia

merujuk pada teman kak Toni yaitu Koko

yang di menit sebelumnya dibahas.

7. Cihuy:’’Hei, di sini itu bintangnya aku.’’

Menit ke 7 detik ke 30.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam

(7)

pengacuan(referensi eksofora) karena kata di sini merujuk pada acara Indonesia’s got talent.

8. Kak Toni: ’’Stop, di sini itu kalian bukan untuk bersaing.’’

Menit ke 7 detik 35.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi

endora) karena kata kalian merujuk pada kedua teman kak Toni yaitu Cihuy dan Koko 9. Cihuy:’’ Kak Toni, dua kali dia

menjilat’’

Menit ke 8 detik ke 15.

Dalam teks ini, termasuk ke dalam pengacuan(referensi

endora) karena pronomina-dia merujuk

pada Koko.

(8)

3. PENUTUP

Bagian penutup dari artikel ini terdapat pada simpulan dan saran.

3.1 Simpulan

Berdasarkan atas analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat referensi(pengacuan) dalam penampilan Sultoni pada acara Indonesia’s got talent diantaranya terdapat Referensi Endofora, Referensi Endofora Anafora, Referensi Endofora Katafora dan Referensi Eksofora. Hasil analisis tersebut dapat dipahami secara komprehensif ketika pembaca mengetahui referensinya, jika tidak memahami maka pembaca tidak akan mengetahui makna keseluruhan dalam teks tersebut.

3.2 Saran

Saran yang dapat diberikan bagi penulis berikutnya agar lebih mencari pustaka pendukung lainnya yang dapat menjadi rujukan bagi analisis selanjutnya serta dapat menambah pengetahuan baru lainnya mengenai teori referensi ini, supaya para pembaca dapat memahami teori referensi(pengacuan)

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Riyanto 2015. Bentuk Pengacuan Dalam Wacana Media Massa Cetak

Sumarlam, dkk. 2003. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra.

Baryadi, I. Praptomo. 2002. Dasar-Dasar Analisis Wacana Dalam Ilmu Bahasa.

Mulyana. 2005. Kajian Wacana: Teori, Metode dan Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa disertasi yang berjudul: “Analisis Korelasi Pola Heterotik Inbrida Berbasis Marka Mikrosatelit terhadap Penampilan Fenotipik Hasil Silang

Berisikan teori-teori yang berkaitan tentang penulisan Laporan Akhir Analisis dan Pengukuran Kerja mengenai peta-peta kerja (Minimal 6 halaman dan 3

2 ANALISIS DAN TINJAUAN TEORI 2 1 Studi Literatur Dalam perancangan dan penelitian ini akan digunakan teori teori, informasi dan pengetahuan yang berasal dari buku buku dan

Hasil analisis data pada 47 wacana spanduk suporter sepak bola Liga Super Indonesia pada tahun 2014, terdapat 47 wacana yang mengandung unsur referensi dan inferensi.

Dokumen ini membahas tentang teori yang digunakan dalam analisis kolom

iii ABSTRAK Syarifah Nadia, 2022 : Analisis Inovasi Produk Dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM Studi Kasus Pada Produk Kue Kering Dian Bestari Kota Tanjungpinang Dosen Pembimbing:

Posisi pekerja seks komersial/pelacur dalam mafia pelacuran di Indonesia merupakan contoh viktimisasi menurut teori-teori

Teori analisis perilaku Skinner menekankan bahwa setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari