TIDAK ADA SUBELEMEN NOMOR KREDIT.. dalam melakukan analisis hasil penilaian pelaksanaan. bimbingan dan konseling 5) Melaksanakan . dengan petunjuk kelanjutan pelaksanaan petunjuk dan nasehat. Tim penilai kinerja guru adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menentukan angka kredit dan bertugas melakukan penilaian prestasi kerja guru. Angka kredit IV/e yang diperlukan untuk promosi, paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari sub unsur.
Kepala perwakilan Republik Indonesia di luar negeri atau pejabat yang membidangi pendidikan kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan jumlah sks guru pertama, pangkat administrator yunior, kelas III/a sampai dengan kepala sekolah, pangkat kepala pengawas kelas IV /e ditempatkan di sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri; Pejabat Eselon III yang membidangi staf Kanwil Departemen Agama hingga Direktur Jenderal yang membidangi pendidikan terkait Kementerian Agama untuk jumlah prestasi guru madya, pangkat pengawas kelas IV/a pada Kementerian Agama. Pejabat eselon IV yang bertanggung jawab atas staf kantor Departemen Agama kepada kepala kantor Departemen Agama untuk angka kredit guru pertama, pangkat Pengurus Muda, Kelas III/a dan pangkat Penyelenggara Muda Tingkat I, Kelas III/b di lingkungan kantor.
Kepala Badan Provinsi yang bertanggung jawab di bidang sumber daya manusia (eselon III paling rendah) kepada Gubernur untuk jumlah kredit guru I pada kelas administrator yunior, kelas III/a, hingga guru madya pada kelas pengawas, kelas IV/a di lingkungan provinsi. Kepala dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab atas pegawai negeri sipil (eselon III paling rendah) mulai dari bupati/walikota untuk jumlah kredit guru pertama, pangkat administrator junior, kelas III/a sampai guru menengah, pangkat pengawas, kelas IV/a di wilayah Kabupaten/Kota. Kementerian Agama bertanggung jawab atas pegawai (eselon III paling rendah) Menteri terkait dengan jumlah sks Guru Pertama, pangkat Manajer Muda kelas III/a sampai dengan dan termasuk Guru Madya, pangkat Pengawas, kelas IV/a dalam lembaga pusat.
MANGINDAAN
Ketentuan pelaksanaan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diatur lebih lanjut oleh Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Biro Kepegawaian Negara. Menimbang : bahwa untuk melaksanakan Pasal 45 Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 Tanggal 10 November 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit, perlu ditetapkan peraturan bersama yang ditetapkan dari Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Biro Kepegawaian Negara tentang pedoman pelaksanaan jabatan fungsional guru dan penilaian kredit; Keputusan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547);
Peraturan Perdana Menteri tentang Pengesahan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tanggal 10 November 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Hasil Prestasinya. Menetapkan : KETENTUAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEPALA BADAN KEpegawaian Negara TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN JABATAN MENGAJAR DAN NOMOR KREDITNYA. Peringkat kredit adalah nilai satuan setiap unsur kegiatan dan/atau akumulasi nilai unsur kegiatan yang harus dicapai oleh seorang guru untuk mengembangkan pangkat dan karir jabatannya.
USULAN PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 2 1) Guru wajib menyiapkan bahan penilaian angka kredit dan menyampaikannya kepada atasan langsung. Menteri Pendidikan Nasional atau pejabat lain yang ditunjuk pada Jenjang I untuk guru sekolah menengah, pangkat Pengawas Jenjang I, Kelas IV/b sampai Kepala Sekolah, pangkat Kepala Pengawas, Kelas IV/e pada Instansi Pusat dan Daerah serta Guru Pertama , pangkat Manajer Muda, kelas III/a menjadi kepala sekolah, pangkat kepala pengawas, kelas IV/e ditempatkan di sekolah Indonesia di luar negeri. Direktur Jenderal Kementerian Agama, membidangi pendidikan terkait guru sekolah menengah, gelar pengawas, kelas IV/a di lingkungan Kementerian Agama.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi untuk Guru Muda, dengan pangkat Pengurus Kelas III/c dan pangkat Pengurus Jenjang I Kelas III/d pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi. Kepala Kantor Kementerian Agama/Kota untuk guru pertama, pangkat administrator junior, kelas III/a dan pangkat guru junior tingkat I, kelas III/b pada kantor kementerian agama kabupaten/kota. Gubernur atau kepala dinas yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembinaan guru pertama, guru pangkat junior, guru kelas III/a sampai guru madya, pangkat pengawas, kelas IV/a di lingkungan provinsi.
Bupati/Walikota atau Kepala Dinas yang membidangi pendidikan Guru Pertama, Guru Muda pangkat, kelas III/a hingga Guru, pangkat Pengawas, kelas IV/a di lingkungan Kabupaten/Kota. Kepala instansi pusat atau pejabat lain yang diangkat untuk Guru Pertama, Pangkat Kepala Muda, kelas III/a hingga Guru, pangkat Pengawas, kelas IV/a pada instansi pusat di luar Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama. Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu yang ditentukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) dan ayat (4), maka angka kredit dapat ditentukan oleh orang lain. pejabat setingkat lebih tinggi, bawahan, yang secara fungsional bertanggung jawab di bidang pendidikan setelah menerima delegasi atau kuasa dari pejabat yang berwenang menentukan besaran SKS atau dari pejabat atasan yang berwenang menentukan besarnya SKS. jumlah kredit.
TIM PENILAI
1) Tugas Tim Penilai Pusat
Angka kredit yang ditetapkan digunakan sebagai dasar pertimbangan kenaikan pangkat dan/atau kenaikan pangkat guru sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
PENILAIAN KINERJA Pasal 21
Pejabat yang diangkat kembali pada jabatan guru sebagaimana dimaksud dalam pasal 28, jabatannya ditetapkan berdasarkan nilai prestasi terakhir yang dimilikinya, dan dapat ditambah dengan nilai prestasi yang diperoleh tanpa mempunyai jabatan fungsional guru. Untuk memudahkan pelaksanaan Peraturan Bersama ini, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Perdana Menteri Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Hasil Prestasinya terlampir sebagaimana tercantum dalam Lampiran XI Peraturan Bersama ini.