Melalui artikel ini juga akan dirumuskan strategi peningkatan sumber daya manusia dalam rangka pengembangan bisnis yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan kesiapan sumber daya manusia pada usaha “Tibo-Tibo” nelayan perempuan di Kabupaten Minahasa Utara diidentifikasi sebagai berikut.
Ringkasan
Pendahuluan
Peningkatan sumber daya manusia di sektor informal sangat penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mempunyai kapasitas pribadi, kreatif dan inovatif yang akan berdampak pada pengembangan usaha. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan dapat memberikan pengaruh terhadap pengembangan bisnis dengan menggunakan model seperti yang ditunjukkan pada Diagram 1 di bawah ini.
Hasil dan Diskusi
Langkah selanjutnya adalah melakukan uji regresi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan sumber daya manusia terhadap perkembangan usaha. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi modal manusia terhadap pengembangan usaha sebesar 0,898 yang berarti peningkatan modal manusia sangat mempengaruhi pengembangan usaha informal yang dilakukan oleh perempuan nelayan Tibo-Tibo.
Kesimpulan
Analisis dampak human capital terhadap pengembangan bisnis diperoleh nilai signifikansi 23 variabel Human Capital sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara human capital terhadap pengembangan bisnis. Dampak Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Kompetitif: Studi Empiris pada Perusahaan Farmasi Yordania.
Abstract
Pendahuluan
Produktivitas pegawai yang rendah dapat berdampak pada kurang optimalnya pelayanan kepada konsumen sehingga berdampak pada kinerja dan daya saing organisasi. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas karyawan merupakan permasalahan nyata yang harus dipecahkan dalam pelayanan perhotelan.
Teori Dan Hipotesis Produktivitas
Ada pengakuan bahwa sumber daya manusia memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kinerja organisasi (Mahmood, K dan Azhar, S.M., 2015). Modal manusia terdiri dari pendidikan, pengetahuan, keterampilan, kompetensi, kebiasaan dan motivasi kerja, hubungan pribadi (Mello Jefry, 2005). Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa modal manusia adalah seluruh modal pribadi yang dapat memberi nilai tambah pada setiap pekerjaan yang dilakukan atau memberi nilai tambah pada produk atau jasa yang dihasilkan.
Sederhananya, modal manusia adalah modal pribadi yang dimiliki sumber daya manusia untuk melaksanakan suatu pekerjaan, yang tercermin dalam tingkat pendidikan, pengalaman kerja, keahlian, keterampilan, pengetahuan, motivasi intrinsik dan komitmen kerja.
Metode Riset
Modal organisasi merupakan salah satu faktor penentu peningkatan produktivitas pegawai, karena pegawai memerlukan dukungan organisasi yang dapat membuatnya bekerja lebih produktif dan memberikan potensi penuh bagi kemajuan organisasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 105 karyawan hotel bintang empat di kota Manado yang telah menjalankan usahanya minimal 5 tahun. Suatu instrumen dikatakan reliabel jika koefisien Cronbach Alpha-nya mendekati 1, maka semakin tinggi koefisien reliabilitas internalnya.
Berdasarkan hasil analisis dibandingkan dengan kriteria yang digunakan maka dapat dikatakan bahwa instrumen variabel modal, modal organisasi dan produktivitas pegawai memenuhi syarat reliabilitas dan validitas, sehingga instrumen ketiga variabel tersebut baik untuk digunakan. dalam pengumpulan data penelitian.
Hasil dan Pembahasan
Untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung modal manusia, modal organisasi terhadap produktivitas karyawan menggunakan analisis jalur seperti terlihat pada Tabel 2 dan 3. Namun pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa pengaruh modal manusia terhadap produktivitas karyawan lebih kuat melalui modal organisasi (0,8992 atau 89,92%). Hasil tersebut memberikan indikasi bahwa modal organisasi sebagai variabel intervening merupakan variabel yang sangat strategis untuk meningkatkan pengaruh modal manusia terhadap produktivitas pegawai.
Dengan demikian, diakui bahwa modal organisasi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pegawai melalui sumber daya manusia.
Rekomendasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap modal organisasi, namun pengaruhnya terhadap produktivitas karyawan adalah positif namun tidak signifikan (0,01. Temuan selanjutnya adalah modal organisasi berpengaruh sangat signifikan terhadap produktivitas karyawan dan terdapat terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara human capital terhadap produktivitas karyawan melalui modal organisasi (89,92%) Modal organisasi sebagai variabel perantara merupakan variabel yang sangat strategis untuk memperkuat pengaruh human capital terhadap produktivitas karyawan.
Membangun produktivitas pegawai di sektor restoran ternyata tidak cukup kuat hanya dengan memiliki sumber daya manusia yang baik, namun juga perlu didukung oleh modal organisasi dari sektor jasa perhotelan.
Sumber Daya Pengetahuan
Perusahaan yang dapat memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya akan memberikan perusahaannya keunggulan kompetitif yang berbeda dan unik dari perusahaan lainnya. Nilai strategi ini diukur dari bagaimana sumber daya perusahaan dapat digunakan untuk mencegah ancaman persaingan atau memanfaatkan peluang yang ada. Sementara itu, organisasi perusahaan sedang melakukan sentuhan akhir untuk memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang ada untuk mewujudkan perusahaan yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.
Masyarakat dipandang sebagai aktor intelektual yang mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mentransformasikannya menjadi barang dan jasa yang memiliki nilai jual.
Industri Kreatif Dan Hubungannya Dengan Kreatifitas Serta Manajemen Bakat
Agar UKM mampu berkompetisi secara kreatif, kuncinya adalah memiliki tenaga kerja yang handal dalam dunia pasar kerja (Ayagari, 2006; Cappelli, 2008). Hal ini karena bisnis yang sukses biasanya memiliki strategi manajemen bakat yang terkait dengan strategi bisnisnya; UKM biasanya hanya memiliki jumlah pekerja yang terbatas, sehingga mereka sangat bergantung pada kinerja individu dan mungkin hanya ada satu pekerja yang tersedia dalam satu posisi pekerjaan.
Tujuan jangka panjang bagi pemilik dan manajer UKM yang menerapkan strategi manajemen talenta adalah untuk memastikan bahwa mereka dapat memperoleh dan mempertahankan prospek yang baik.
Kemampuan Inovasi
Pengetahuan baru yang diperoleh perusahaan berdampak positif terhadap terbukanya peluang kinerja yang baik dan kemampuan inovasi (Tsai, 2001). Inovasi memerlukan pengetahuan yang telah dimiliki perusahaan dan pengetahuan baru yang diperoleh dari berbagai sumber pengetahuan. Kesimpulan Sveiby (2001) mengungkapkan bahwa pengetahuan baru dapat diperoleh dari sumber internal dan sumber eksternal.
Pengetahuan baru yang diperoleh perusahaan ini berdampak positif dengan terbukanya peluang kinerja yang baik dan kemampuan inovasi (Tsai, 2001).
Ringkasan
Pendahuluan
Manajemen pengetahuan ditujukan untuk menghasilkan produk, layanan, dan sistem unggul yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Hasil analisis Cantner Uwe dkk (2011) menunjukkan bahwa perusahaan yang menerapkan manajemen pengetahuan justru memiliki kinerja lebih baik, yang tercermin dari rata-rata turnover yang lebih tinggi dengan produk-produk inovatif. Wahyono (2020) melakukan survei terhadap pengusaha kecil dan menengah produk makanan khas Indonesia asal Riau dan Jawa Tengah yang terdiri dari 238 unit usaha, dan menyimpulkan bahwa inovasi produk memediasi pengaruh manajemen pengetahuan terhadap keunggulan kompetitif.
Dengan kata lain, semakin baik pengelolaan pengetahuan pengusaha kecil dan menengah Makanan Khas Riau maka akan semakin baik pula inovasi produknya.
Metode Riset
Untuk membentuk model konseptual inovasi pengembangan usaha penangkapan ikan tibo-tibo, terlebih dahulu diuraikan berbagai kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan pengembangan usaha yang akan dilaksanakan. Berdasarkan analisis inovasi pengembangan usaha Tibo-Tibo, nelayan digolongkan menjadi 3 kategori sebagai berikut. Pengembangan usaha nelayan Tibo-Tibo ditujukan pada usaha inovatif yang akan dilaksanakan pada tahap-tahap berikut.
Dalam usaha kelompok, bantuan sangat diperlukan guna membentuk kebiasaan baru dalam pengembangan usaha.
Kesimpulan
Evaluasi pelaksanaan kegiatan usaha dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan, permasalahan dan tantangan dalam pengembangan usaha untuk mencari solusinya. Diferensiasi produk: alat keunggulan kompetitif dan kinerja organisasi yang optimal (Sebuah studi tentang Unilever Nigeria plc). Dampak Kegiatan Inovasi Terhadap Kinerja Perusahaan Menggunakan Model Multistage: Bukti dari Survei Inovasi Komunitas 4.
The Impact of Knowledge Management (KM) and Innovation on Business Performance: A Case Study of Banking Industry in Thailand International Journal of Arts & Sciences; Cumberland Vol.
Anteseden dari Human Capital dan Kompetensi Wirausaha
Ringkasan
Terungkap bahwa sumber daya manusia dan kompetensi kewirausahaan usaha kuliner di kota Manado mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja usaha kuliner melalui peran penting keunggulan kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal manusia mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kinerja usaha kuliner, meskipun pengaruh tidak langsung melalui keunggulan bersaing tidak signifikan. Lebih spesifiknya, human capital tidak mempunyai pengaruh langsung terhadap keunggulan kompetitif, namun mempunyai pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui modal struktural (Yaseen, Dajani, & Hasan, 2016).
Dengan hasil yang berbeda dan penekanan variabel serta tujuan penelitian pada sektor yang berbeda, penelitian kinerja bisnis kuliner menggunakan keunggulan kompetitif sebagai variabel yang menghubungkan pengaruh modal manusia dan kemampuan kewirausahaan.
Literatur Review
Berbagai penelitian mengakui pentingnya dampak sumber daya manusia terhadap keunggulan kompetitif organisasi bisnis di Kosovo (Duda Balje, 2018). Melalui keunggulan kompetitif, memungkinkan perusahaan mencapai kinerja unggul selama periode waktu tertentu (Sar, 2017b; Pitts dan Lei, 2003). Berbagai penelitian menggunakan keunggulan kompetitif sebagai variabel intervening terhadap pengaruh antara variabel independen dan dependen.
Model pada Gambar 1 menggambarkan pengaruh variabel yaitu sumber daya manusia dan kompetensi kewirausahaan terhadap kinerja perusahaan kuliner melalui keunggulan kompetitif.
Metode Riset KOMPETENSI
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey eksplanatori yang bertujuan untuk memperoleh informasi dan data setiap variabel dan menguji pengaruh variabel modal manusia, kemampuan wirausaha, keunggulan bersaing dan kinerja usaha kuliner, serta menjelaskan fenomena yang melatarbelakangi hubungan antar variabel tersebut. Variabel human capital, kemampuan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif diukur menggunakan skala likert yang terdiri dari 5 jawaban. Kompetensi kewirausahaan diukur dengan 9 indikator yaitu Inovasi, Kemampuan membujuk, Tanggung Jawab, Membangun jaringan, Ketekunan, Inisiatif, Pemberdayaan karyawan, Kemampuan mengorganisir perusahaan dan Membangun kepercayaan.
Variabel keunggulan bersaing diukur dengan 4 indikator yaitu keunggulan dalam diferensiasi produk, kualitas pelayanan yang diberikan, kenyamanan tempat usaha dan keunggulan harga.
Hasil
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil analisis pengaruh Human Capital (X1) terhadap kinerja (Z) diberikan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Demikian pula analisis pengaruh human capital (X1) terhadap keunggulan bersaing (Y) diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,039 < 0,05. Total pengaruh human capital (X1) terhadap kinerja usaha kuliner (Z) maka merupakan pengaruh langsung ditambah pengaruh tidak langsung yaitu.
Dengan demikian, modal manusia tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja bisnis kuliner melalui keunggulan kompetitif.
Kesimpulan
The effect of entrepreneurial competence on competitive advantage and marketing performance in micro, small and medium seaweed processing enterprises. Building competitive advantages of SMEs in export markets: The role of human capital and relationship quality. The mediating role of intellectual capital and competitive advantage in the relationship between CSR and financial performance.
Pridobljeno s https://www.abacademies.org/articles/competitive- advantage-and-performance-an-analysis-of-indian-downstream-oil-and-gas-industry-6648.html.