• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANTIOKSIDAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANTIOKSIDAN"

Copied!
169
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Antioksidan Tubuh

Glutathione peroxidase (GPX) adalah enzim yang mengubah hidrogen peroksida dan lemak peroksida menjadi molekul tidak berbahaya sebelum menjadi radikal bebas. Konsentrasi katalase yang rendah selama produksi hidrogen peroksida direduksi secara efisien di dalam sel oleh glutathione peroksida dan memainkan peran penting ketika konsentrasi hidrogen peroksida tinggi (Halliwell dan Gutteridge 1999; Rice-Evan & Anthony 1991).

Metode Analisis Aktivitas Antioksidan

Namun, ketika jumlah molekul hidrofobik berlebihan, aktivitas ABTS akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan uji pemulungan H2O2 yang lebih sensitif (Zou et al., 2016). Namun metode pengujian ini memerlukan biaya yang cukup mahal dan peralatan khusus (Zou et al., 2016; MacDonald-Wicks et al., 2006).

Hiperkolesterolemia

Oleh karena itu, radikal substrat tunggal dapat mengakibatkan konversi rantai asam lemak menjadi peroksidasi lipid. Produksi MDA selama peroksidasi lipid pada membran mikrosomal bervariasi pada tipe jaringan yang berbeda.

Gambar 1.1  Reaksi Peroksida lipid              Sumber: Murray et al., 1997
Gambar 1.1 Reaksi Peroksida lipid Sumber: Murray et al., 1997

Atherosklerosis

Selain itu, terjadi peningkatan oksisterol, hidroksil, asam lemak tak jenuh hidroperoksi, diena terkonjugasi, MDA dan aldehida lainnya, yang dapat meningkatkan mobilitas elektroforesis, fragmentasi dan penataan ulang konformasi protein apo-B dalam oksidasi LDL (yuan dan Brunk 1998). . Faktor lainnya termasuk keracunan etanol, sehingga asam lemak tidak dapat diesterifikasi menjadi trigliserida.

Gambar 1.3  Peranan LDL dalam Aterosklerosis  Sumber: Rackley dalam Price, 2002
Gambar 1.3 Peranan LDL dalam Aterosklerosis Sumber: Rackley dalam Price, 2002

Diabetes Melitus

Kadar MDA yang rendah juga ditunjukkan pada kelompok kelinci yang diberikan ekstrak cengkeh dan kolesterol secara bersamaan selama 50 hari. Kadar Cu,Zn-SOD tertinggi pada kelompok yang mendapat ekstrak daun cengkeh selama 30 hari preventif (P10) dan kuratif (C30) serta diberikan kolesterol secara bersamaan (EDC+K).

Gambar 1.4  Pelepasan Insulin dari Sel Beta Pankreas     Sumber: https://dadanghusori.wordpress.com/2009/12/26/
Gambar 1.4 Pelepasan Insulin dari Sel Beta Pankreas Sumber: https://dadanghusori.wordpress.com/2009/12/26/

TANAMAN CENGKEH

Diskripsi Tanaman Cengkeh

Dilihat dari faktor protektif yang telah diuji, cengkeh mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi (Fardiaz et al. 1992). Tingginya aktivitas antioksidan pada cengkeh diduga disebabkan oleh tingginya kandungan asam lemak tak jenuh yang membentuk antioksidan alami yang melindunginya.

Gambar 2.1  Eugenia aromatica O.K
Gambar 2.1 Eugenia aromatica O.K

Kandungan Senyawa Aktif Tanaman Cengkeh

Diperkirakan senyawa yang bertanggung jawab atas aktivitas antioksidan besar cengkeh adalah eugenol (Chipault 1966, diacu dalam Fardiaz et al., 1992). Selain itu, efek eugenol dan vitamin E sebagai antioksidan sebanding dengan antioksidan standar (butylated toluene) dalam menghambat oksidasi LDL dan VLDL (Teissedre & Waterhouse 2000; Rajalakshmi et al., 2000).

Ekstraksi Daun Cengkeh

Ekstrak metanol daun cengkeh menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dibandingkan ekstrak etanol, akuades, α-tokoferol,. Kemampuan ekstrak metanol dalam menghambat oksidasi asam lemak linoleat menunjukkan adanya kandungan fenol.

Gambar 2.2    Nilai absorbansi kontrol (PBS), α-tokoferol, dan ekstrak  daun cengkeh dengan pelarut akuades, metanol, dan  etanol
Gambar 2.2 Nilai absorbansi kontrol (PBS), α-tokoferol, dan ekstrak daun cengkeh dengan pelarut akuades, metanol, dan etanol

Farmakologi Ekstrak Daun Cengkeh

Hasil pengukuran kadar kolesterol total pada kelompok kelinci kuratif juga menunjukkan adanya pengaruh pemberian ekstrak daun cengkeh. Penurunan kadar LDL juga terjadi pada kelompok kelinci yang diberikan kolesterol dan ekstrak daun cengkeh secara bersamaan selama 50 hari. Demikian pula kelompok kelinci yang diberi ekstrak daun cengkeh selama 30 hari mempunyai efek penyembuhan yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan kelompok kontrol negatif (Tabel 2.4).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kelinci yang diberikan ekstrak daun cengkeh baik sebelum maupun saat hiperkolesterolemia mempunyai kadar HDL yang tinggi. Kelinci kelompok preventif yang diberi ekstrak daun cengkeh selama 10, 20 dan 30 hari sebelum mendapat kolesterol (P<0,05) menurunkan kadar MDA pada hati dan ginjal. Hal serupa juga terlihat pada kelompok kelinci yang diberi ekstrak daun cengkeh dan kolesterol secara bersamaan yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna (P<0,05) dibandingkan kelompok kontrol positif.

Kelompok kelinci penyembuhan yang diberi ekstrak cengkeh selama 10, 20 dan 30 hari menunjukkan jumlah butiran lemak yang berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan kelompok kontrol positif.

Tabel 2.3  Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Cengkeh Secara           Preventif, Kuratif, dan Secara Bersamaan dengan           Kolesterol pada Kadar Kolesterol Total dan LDL           Serum Darah Kelinci
Tabel 2.3 Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Cengkeh Secara Preventif, Kuratif, dan Secara Bersamaan dengan Kolesterol pada Kadar Kolesterol Total dan LDL Serum Darah Kelinci

TANAMAN SUKUN

Diskripsi Umum Tanaman Sukun

Tanaman sukun terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan biji dengan tinggi pohon 10 meter. Tanaman sukun (Artocarpus altilis, Fosberg) dapat dibedakan menjadi sukun yang berbiji (sukun) dan yang tidak berbiji (sukun). Tanaman sukun yang termasuk dalam famili Moraceae dikenal sebagai tanaman kaya akan pati, sekitar 50 spesies tersebar luas di daerah tropis dan subtropis.

Karena sebaran tanaman sukun yang tersebar di sebagian besar wilayah kepulauan Indonesia dan jarang terserang hama dan penyakit berbahaya, memungkinkan tanaman sukun untuk berkembang. Pada musim kemarau, ketika tanaman lain tidak dapat tumbuh atau produksinya menurun, tanaman sukun dapat tumbuh dan berbuah.

Gambar 3.1  Tanaman Sukun  Sumber: https://news.unair.ac.id
Gambar 3.1 Tanaman Sukun Sumber: https://news.unair.ac.id

Kandungan Kimia Daun Sukun

Ekstrak daun sukun mengandung senyawa yang berpotensi menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat (Leng et al, 2018). Ekstrak fenolik daun sukun mempunyai aktivitas anti radikal bebas dan mengandung antioksidan tinggi serta flavonoid yang terdapat pada daun sukun umumnya mempunyai sifat anti karsinogenik dan antioksidan (Suryanto dan Wehantouw, 2009). Penelitian lain menyebutkan bahwa flavonoid yang terdapat pada daun sukun umumnya mempunyai sifat antikarsinogenik dan antioksidan (Surh, 2003).

Hasil penelitian Fakhrudin, dkk. 2015) menyatakan bahwa daun sukun banyak mengandung antioksidan seperti flavonoid, xanthone, triterpenoid dan stilbenes. Jadi, dapat dikatakan kandungan fitokimia pada ekstrak daun sukun mempunyai aktivitas yang sangat tinggi dalam menghilangkan radikal bebas.

Aktivitas Antioksidan Daun Sukun

Aktivitas antioksidan dinyatakan dalam nilai IC50 (konsentrasi Inhibitor 50%) yaitu nilai konsentrasi antioksidan yang diperlukan untuk menghambat radikal DPPH sebesar 50%. Dan hal ini diperoleh dengan membuat kurva log konsentrasi yang diplot terhadap nilai persentase probit (persen aktivitas antioksidan) untuk setiap sampel yang diuji dan membuat perbandingan garis lurus dari kurva tersebut. Pada kurva ini terbentuk persamaan garis lurus yang diperlukan untuk menetralkan 50% radikal bebas dalam larutan uji dan merupakan nilai IC50.

Nilai IC50 ekstrak metanol daun sukun paling rendah diantara ekstrak lainnya (Gambar 2) yang menunjukkan bahwa kemampuan ekstrak metanol dalam menangkal radikal bebas paling tinggi. Kandungan flavonoid pada daun sukun diduga berperan dalam kemampuan menangkal radikal bebas, dan setiap ekstraknya mungkin memiliki jenis senyawa flavonoid yang berbeda dan juga kapasitas antioksidan yang berbeda.

Ekstraksi Daun Sukun

Ekstraksi merupakan ekstraksi zat aktif yang diinginkan dari bahan baku dengan bantuan pelarut tertentu yang dipilih sehingga zat yang diinginkan dapat dilarutkan. Senyawa aktif yang terkandung dalam berbagai simplisia dapat digolongkan menjadi minyak atsiri, alkaloid, flavonoid dan lain-lain. Mengetahui senyawa aktif dalam simplisia akan memudahkan dalam memilih pelarut dan metode ekstraksi yang tepat.

Simplisia lunak seperti rimpang dan daun mudah diserap oleh pelarut, oleh karena itu proses ekstraksi tidak memerlukan serbuk hingga halus. Simplisia yang keras seperti biji, kulit batang dan kulit akar sulit diserap oleh pelarut sehingga harus digiling hingga menjadi bubuk halus (Departemen Kesehatan, 2000).

Efek Farmakologi Ekstrak Daun Sukun

Berdasarkan penelitian tersebut, ekstrak etanol 70% kulit pohon jawa (Lannea coromandelica) diduga mempunyai potensi sebagai antikanker (Prawirodihardjo, 2014). Aktivitas ekstrak etanol kulit kayu jawa (Lannea coromandelica) terhadap penyembuhan luka pada tikus putih (Rattus Norvegicus L.). Pengaruh ekstrak metanol dan partisi kulit kayu jawa (Lannea coromandelica Houtt. Merr.) terhadap pertumbuhan sel HeLa dan MCF-7.

Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak n-heksan Kulit Kayu Jawa Lannea coromandelica (Houtt) Merr. Uji aktivitas antioksidan dan uji toksisitas ekstrak etanol 70% dan ekstrak air laut batang pohon jawa (Lannea coromandelica).

Tabel 3.4  Kadar MDA Hati Mencit
Tabel 3.4 Kadar MDA Hati Mencit

TANAMAN KAYU JAWA

Diskripsi Tanaman Kayu Jawa (Lannea cormendalica. Houtt)

Tanaman kayu tammate merupakan tanaman habitus, biasanya pohonnya mencapai tinggi 6-8 meter, berakar, batang bercabang. Kayu tammate (Lannea cormendalica (Houtt.) Merr.) merupakan tanaman dari famili Anacardiaceae yang merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia khususnya di Sulawesi. Masyarakat Makassar mengenal tanaman ini dengan nama kayu tammate dan di daerah Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan disebut Kayu Jawa.

Masyarakat Sulawesi Selatan sering memanfaatkan tanaman ini untuk mengobati berbagai jenis penyakit, seperti luka bakar dan penyakit lainnya. Nama daerah asal tanaman Lannea coromandelica mempunyai nama daerah yang beragam, yaitu Kayu Jaran dalam bahasa Jawa, Tammate dalam bahasa Makassar, dan Aju Jawa dalam bahasa Bugis (Arsip, 2021).

Gambar 4.1  Tanaman Kayu Jawa  Sumber: https://decyra.com/jenis-kayu/
Gambar 4.1 Tanaman Kayu Jawa Sumber: https://decyra.com/jenis-kayu/

Kandungan Senyawa Aktif Tanaman Kayu Jawa

Efek Farmakologis Tanaman Kayu Jawa

Berdasarkan penelitian Haruna dkk. 2018) menyatakan bahwa efek ekstrak metanol dan ekstrak basa jawa adalah menghambat pertumbuhan sel kanker HeLa dan sel kanker MCF-7. Hasil penelitian terhadap ekstrak n-heksana kulit kayu jawa (Lannea coromandelica Houtt. Merr.) menunjukkan senyawa metabolit sekunder berupa kristal berwarna putih berbentuk jarum dengan titik leleh 114-116 yaitu senyawa golongan steroid. Pada hasil uji flavonoid, air rebusan daun Kayu Jawa menunjukkan hasil positif yaitu warnanya berubah menjadi kemerahan.

Hasil kajian menunjukkan tindak balas positif terhadap daun kayu Jawa kerana menyebabkan perubahan warna kepada hitam-biru. Penyelidikan yang dijalankan oleh Mu'nisa, A., et al., 2017 menguji rebusan kayu Jawa dengan mengukur jumlah kandungan fenol dan flavonoid, kaedah DPPH dan IC50.

Gambar 4.2  Uji Fitokimia Air Rebusan Daun Kayu Jawa
Gambar 4.2 Uji Fitokimia Air Rebusan Daun Kayu Jawa

TANAMAN TOMAT

Diskripsi Tanaman Tomat

Tomat mempunyai akar tunggang, akar bercabang dan akar serabut berwarna keputihan yang menyebar ke segala arah hingga kedalaman 30-40 cm. Bunga tomat merupakan bunga majemuk yang terdapat dalam rangkaian bunga yang terdiri dari 4-14 bunga yang digantung pada rangkaian bunga. Terdapat penebalan pada ruas dan kadang terdapat akar pendek pada ruas bawah.

Daun tanaman tomat mudah dikenali karena mempunyai bentuk yang khas yaitu lonjong, bergerigi, dan celah menyirip. Tomat muda biasanya terasa pahit dan berbau tidak sedap karena mengandung likopersikin berbentuk lendir dan menghasilkan 2-9 kantong lendir.

Ekstraksi Buah Tomat

Kandungan Kimia Buah Tomat

Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan perlakuan dengan ekstrak air suling tomat asal Toraja (81,30%) lebih besar dibandingkan dengan ekstrak metanol (80,49%). Hasil uji aktivitas antioksidan penangkal radikal bebas DPPH menunjukkan bahwa ekstrak tomat Toraja dengan menggunakan metanol dan akuades sebagai pelarut menunjukkan nilai IC50 sebesar 2,31 mg/. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kandungan likopen pada tomat, maka semakin tinggi pula aktivitas antioksidannya.

Kandungan likopen pada tomat Toraja juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang tinggi. Sebaliknya, tomat dari Malino menunjukkan kadar likopen yang lebih rendah dibandingkan tomat dari Toraja.

Gambar 5.2  Struktur Kimia Likopen  Sumber: Sharma dan Le Maguer, 1996
Gambar 5.2 Struktur Kimia Likopen Sumber: Sharma dan Le Maguer, 1996

Efek Farmakologi Buah Tomat

Evaluation of total phenolic content, flavonoids and antioxidant potential of the folkloric Lannea coromandelica using in vitro and in vivo assays. A comparative study of the antioxidant, antimicrobial and thrombolytic activities of the bark and leaves of Lannea coromanelica. Evaluation of Antihyperglycemic Activity of Leucas Aspera (Willd.) Link Leaf and Stem and Lannea Coromandelica (Houtt.) Merr.

Induksi apoptosis pada sel karsinoma hepatoseluler manusia dengan ekstrak Lannea coromandelica (Houtt.) Merr. Lannea coromandelica (Houtt.) Merr: Tumbuhan dari famili Anacardiaceae, salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di Indonesia.

Gambar

Gambar 1.1  Reaksi Peroksida lipid              Sumber: Murray et al., 1997
Gambar 1.2  Reaksi TBA dengan 2-heksenal dan dengan        malonaldehida
Gambar 1.3  Peranan LDL dalam Aterosklerosis  Sumber: Rackley dalam Price, 2002
Gambar 1.4  Pelepasan Insulin dari Sel Beta Pankreas     Sumber: https://dadanghusori.wordpress.com/2009/12/26/
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya aktivitas antioksidan, total fenol, dan aktivitas antibakteri minyak atsiri dan oleoresin kayu manis. Diameter zona

Senyawa kimia yang dapat memberikan efek antibakteri yaitu polifenol dan fenolik serta derivat yang berpengaruh pada denaturasi protein, proses denaturasi protein ini

Hasil penelitian total fenolik dan aktivitas antioksidan menunjukkan hasil yang sama, yakni usia muda memiliki kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan yang lebih

Kandungan senyawa antioksidan, khususnya asam askorbat, karotenoid dan fenol (total fenol) pada beragam menurut jenis mangga dan tipe jaringan atau organ

Cengkeh mengandung senyawa eugenol yang merupakan senyawa dari golongan fenol dengan karakter tidak berwarna serta memiliki aroma atau bau yang kuat Aroma

maupun tokotrienol bersifat sangat non polar dan selalu ada pada fase lemak. !okoferol berfungsi sebagai antioksidan fenolik memutus berbagai reaksi rantai radikal bebas

golongan fenol banyak terdapat pada pelarut etanol yang berkonsentrasi kecil karena senyawa golongan fenol bersifat Kandungan total fenolik dalam sampel ditentukan

Potensi tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry) di Indonesia sebagai sumber bahan obat alami antibakteri dan