• Tidak ada hasil yang ditemukan

Antoni 190303002 Tugas Ikan Hias Endemik Indonesia

N/A
N/A
Antoni

Academic year: 2024

Membagikan "Antoni 190303002 Tugas Ikan Hias Endemik Indonesia"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

Nama : ANTONI

NIM : 190303002

Prodi : AKUAKULTUR

Fakultas : PERTANIAN

Mata Kuliah : BUDIDAYA IKAN HIAS DAN AKUASKAP

IKAN HIAS ENDEMIK INDONESIA

1. Salmon Red Rainbow, Rainbow Merah (Glossolepis incisus)

Nama nasional : Salmon red rainbow, Rainbow merah Nama lokal : Rainbow merah/Pelangi merah Nama latin : Glossolepis incisus

Asal daerah : Endemis di Danau Sentani, terletak di daerah perbukitan ketinggian 75 m sekitar 12 km barat daya Jayapura, Papua.

Ciri khas ikan : Ikan jantan berbentuk pipih, berukuran relatif besar, dan pada sekujur tubuh berwarna merah terang. Ikan betina memiliki tubuh yang relatif tebal, berukuran lebih kecil dan lebih memanjang. Ikan betina berwarna zaitun hingga kecokelatan dengan pantulan keperakan pada kepala dan pada bagian sisi.

Morfologi : Induk jantan ikan pelangi merah berukuran relatif besar, tubuh pipih dan berwarna merah menyala disekujur tubuhnya, sedangkan pada induk betina berwarna berwarna hijau kekuningan (olive) kecoklatan, bentuk tubuh memanjang dan ukuran relatif kecil. Ikan pelangi merah memiliki panjang tubuh pada ikan jantan 12 cm sedangkan betina 10 cm.

(2)

2

2. Celebas Rainbow, Pelangi Sulawesi (Marosatherina ladigesi)

Nama nasional : Celebras rainbow, Pelangi Sulawesi Nama lokal : Ikan Beseng-beseng

Nama latin : Marosatherina ladigesi

Asal daerah : Dikenal di daerah Bantimurung-Maros, tetapi juga terdapat di sungai- sungai lain di wilayah Sulawesi Selatan, seperti Pangkajane Kepulauan, Sanrego, Goa, dan lain-lain. Air jernih dengan suhu 20-250C, dan Ph lebih dari 7. Wilayah berbatu atau bervegetasi, berarustenang, lambat, sedang.

Banyak terdapat di sungai-sungai dangkal sampai kedalaman 1,5 m.

Ciri khas ikan : Tubuh berwarna zaitun agak transparan. Terdapat garis hitam memanjang pada masing-masing cuping sirip ekor, pada ikan jantan, jari-jari bagian depan sirip dubur dan sirip punggung kedua berwarna kuning. Sebagian populasi memiliki sirip dada yang tepinya berwarna hitam. Individu betina memiliki warna yang pudar.

Morfologi : Ikan Marosatherina ladigesi memiliki bentuk tubuh dan warna yang menarik. Pola pewarnaan yang dimiliki bervariasi pada setiap bagian tubuh menyerupai pelangi. Bagian gurat sisi memiliki warna hijau biru pelangi yang memanjang dari bagian tutup insang hingga batang ekor. Bagian siripnya masing-masing memiliki tiga warna berbeda yaitu hitam, kuning, dan transparan. Bentuk tubuh dan ukuran ikan Marosatherina ladigesi dapat mencapai 8 cm. Ikan ini dapat dibedakan jantan dan betina (dimorfisme seksual). Perbedaan nyata dapat dilihat pada ukuran sirip ikan jantan yang lebih panjang dibandingkan sirip ikan betina.

(3)

3 3. Swamp Blue Eye (Pseudomogil paludicola)

Nama nasional : Swamp blue eye Nama lokal : -

Nama latin : Pseudomugil paludicola

Asal daerah : Ditemukan di Sungai Sorong-Semenanjung. Vogelkop-Papua Barat dan Papua New Guinea di sungai dan rawa-rawa berair jernih serta banyak tumbuhan air. Salah satu habitatnya memiliki suhu 26,80C dan pH 7,6.

Ciri khas ikan : Tubuh tembus cahaya dengan kepala dan perut berwarna keperakan. Sirip perut berwarna kekuningan. Ikan jantan berwarna lebih terang dengan sirip ekor yang lebih memanjang daripada betina. Betina berukuran lebih kecil dengan sirip yang juga lebih kecil.

Morfologi : Pseudomugil paludicola adalah spesies kecil yang tumbuh dengan ukuran maksimum sekitar 4-5 cm. Mereka memiliki tubuh tembus pandang, dengan kepala dan perut keperakan. Sirip perut berwarna kekuningan. Tepi sirip punggung kedua pada jantan berwarna kekuningan. Pada betina, pangkal sirip ekor berwarna kekuningan dan bagian anterior sirip dubur berwarna kuning pucat. Jantan mudah dibedakan dari betina dengan warna yang lebih cerah dan sirip punggung yang lebih panjang dan memanjang.

Betina lebih kecil dan memiliki sirip yang lebih kecil tetapi tidak memiliki warna jantan.

(4)

4 4. Celebes Medaka (Oryzias celebensis)

Nama nasional : Celebes medaka Nama lokal : -

Nama latin : Oryzias celebensis

Asal daerah : Sulawesi Selatan. Ditemukan di Danau Tambak Kampung Mangabambang, Kecamatan Samafarong, Sinjai Sulawesi Selatan, di Danau Sindereng, DanauTempe, juga di sungai dekat Danau Matano. Ditemukan pula di beberapa sungai kars beraliran lambat di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.

Kondisi perairan dengan kisaran pH 8,0-9,0 dengan suhu 22-30C dan kesadahan sekitar 16.

Ciri khas ikan : Bentuk tubuh memanjang, berwarna kekuning-kuningan transparan dengan sebuah garis samar-samar di bagian samping badan bagian belakang. Sirip berwarna kuning. Memiliki 2-4 garis memanjang pada sirip ekor.

Sepanjang sisi badan terdapat 30-32 deret sisik.

Morfologi : Oryzias celebensis memiliki ciri kepala dan tubuh berwarna kuning pucat, bagian punggung dan sisi tubuh. Membran sirip punggung transparan, sirip dubur kuning pucat pada dasarnya. Kuning Oranye bagian band submarginal pada punggung dan perut sirip ekor, selaput sirip perut kuning pucat. Panjang kepala 4.0 mm, kepala lebih sedikit terkompresi daripada tubuh, bagian depan kepala tertekan, panjang moncong 5,4 mm (3,2 mm - 7,6 mm), panjang kepala 4.0 mm, moncong lebih pendek dari diameter mata. Diameter mata 2,3 mm (2,2 mm - 2,4 mm). Bentuk mulut hampir horizontal. Perut agak cembung dari kepala hingga sirip dubur. Tubuh ditutupi dengan sisik sikloid di bagian longitudinal 29 mm – 33 mm.

(5)

5 5. Borneo Beta (Betta taeniata)

Nama nasional : -

Nama lokal : Borneo beta Nama latin : Betta taeniata

Asal daerah : Sumatra, Sungai Kapuas-Kalimantan Barat. Air jernih yang agak asam dengan pH 5-6,8 dan kisaran suhu 23 - 260C yang banyak terdapat tumbuhan berakar gantung dan banyak vegetasi.

Ciri khas ikan : Beberapa jari-jari sirip ekor bercabang, sirip ekor membulat, ada sebuah garis gelap di kepala mulai dari ujung moncong ke arah belakang dan garis yang kedua dari tenggorokan ke mata dan ke arah belakang melalui operkulum. Terdapat pinggiran biru lebar pada sirip dubur dan sirip ekor.

Operkulum bertitik-titik biru mengilap.

Morfologi : Tulang belakang 27-29. Pejantan dewasa memiliki warna yang lebih intens, tetapi ketika terganggu mereka menjadi mirip dengan betina. Keduanya memiliki opercle dengan skala warna-warni biru ke hijau tergantung pada sudut cahaya yang dipantulkan. Sirip dubur dan sirip ekor (dan kadang- kadang sirip punggung) dibatasi di sebelah distal oleh tepi biru tua, diikuti oleh tepi biru ke hijau warna-warni saat hidup, hanya batas distal kehitaman yang terlihat saat diawetkan. Berbeda dari anggota lain dari kelompok spesies Cupang picta dengan kombinasi karakter berikut: pari sirip dubur 23-26 (mode 26), sisik subdorsal 5-6 (mode), sisik lateral 27 1/2-30 (mode)/

kedalaman pangkal ekor 14,8-19,7% SL, panjang kepala 30,3-34,5% SL, kedalaman tubuh pada asal sirip punggung 25,3-30,1% SL, panjang pangkal sirip dubur 47,9-52,7% SL, lebar interorbital 29,2-36,2% HL.

(6)

6 6. Ikan Sumatera, Tiger Burb (Puntigrus tetrazona)

Nama nasional : Ikan Sumatra, Tiger burb Nama lokal : Ikan baja

Nama latin : Puntigrus tetrazona

Asal daerah : Sumatra, sampai Kalimantan. Umumnya di sungai-sungai dengan kisaran suhu 20 - 260C dan pH sekitar 6 - 8.

Ciri khas ikan : Warna tubuh kekuning-kuningan atau kemerahan dan dihiasi empat garis hitam melintang tubuh. Mulut, sirip perut, dan ekor berwarna kemerahan, sedangkan sirip anal dan punggung berwarna dan terdapat garis merah.

Sifatnya cukup agresif dan berkelompok. Strain lain yang berwarna hijau dan albino dikenal dengan nama Green tiger dan Albino. Ukuran dan warna antara jantan dan betina hampir sama.

Morfologi : Ikan tiger brab memilki bentuk tubuh pipih, bulat, serta agak tinggi.

Umumnya pada usia dewasa ikan ini memiliki panjang tubuh 50-70 mm, serta tingginya sekitar setengah dari panjang tubuhnya. Ikan ini memiliki gurat sisik tidak sempurna, yaitu 22-25 buah dan 8-9 merupakan sisik terdepan yang berpori. Ikan ini memiliki warna utama kuning keemasan yang dihiasi empat garis vertikal berwarna hitam pada tubuhnya. Garis- garis tersebut berada pada bagian mata, belakang sirip, dada, serta dorsal.

Pada sekitar mulut, sirip perut,dan ekor memiliki warna kemerahan.

Sedangkan pada bagian sirip punggung dan sirip dubur memiliki warna kehitaman.

(7)

7 7. Greater scissortai (Rasbora caudimaculata)

Nama nasional : Greater scissortail Nama lokal : -

Nama latin : Rasbora caudimaculata

Asal daerah : Sumatra, hingga Kalimantan .Umumnya di perairan dengan kisaran suhu 20 - 260C. Ditemukan di Sungai Putat, sebelum Danau Bekat Tayem, Sanggau, Kalimantan Barat.

Ciri khas ikan : Masing-masing cuping sirip ekor berwarna hitam dan berakhir dengan ujung berwarna kuning atau jingga. Badan berwarna gelap dengan garis warna yang lebih jelas.

Morfologi : Memiliki 11-12 baris sisik predorsal; margin skala disorot oleh pola melanin reticulated; sirip ekor merah dengan ujung hitam lobus ekor.

8. Neon blue rasbora (Sundadanio axelrodi)

(8)

8 Nama nasional : Neon blue rasbora

Nama lokal : -

Nama latin : Sundadanio axelrodi

Asal daerah : Sumatra, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Umumnya di sungai berair hitam yang berhubungan dengan perairan rawa gambut, pada pH asam sekitar 4. Ditemukan di Sungai Pasuang anak Sungai Missim Hulu- Tabalong, Kalimantan Selatan.

Ciri khas ikan : Dalam kondisi hidup, tubuh bagian atas ikan jantan berwarna biru atau hijau dan bagian bawah berwarna merah sedangkan pada individu betina tidak ditemukan warna biru. Sirip cenderung berwarna cokelat kekuning- kuningan. Tidak ada gurat sisik.

Morfologi : Sinar lunak punggung (total): 9-9; Sinar lembut dubur: 9-9; Tulang belakang: 34-35. Lekukan setengah lingkaran hadir pada flens ventromedian dari dentary. Sinar anal bercabang 5. Aparatus Weberian dengan sentrum ke-4 memanjang jauh di bawah sentra ke-2 + ke-3 yang menyatu. Dikromatisme seksual mencolok; melanofor pada pria sedikit lebih kuat, dan eritrofor dan iridofor jauh lebih berkembang. Saat diganggu, suara serak berulang dihasilkan. Tidak ada pori-pori garis lateral atau sungut.

9. Allen's rainbowfish (Chilatherina alleni)

(9)

9 Nama nasional : Allen's rainbowfish

Nama lokal : -

Nama latin : Chilatherina alleni

Asal daerah : Ditemukan pada tahun 1994 di Sungai Aiborei (Aboge) yang terletak pada daerah aliran Sungai Derewo, bagian tenggara dari Selat Cendrawasih, Papua Barat. Tahun 1998 ditemukan kembali di Sungai Wapoga, Papua Barat.

Ciri khas ikan : Bentuk tubuh pipih, warna seakan terbagi dua dengan bagian punggung ke arah kepala berwarna kecokelatan dan ke arah ekor berwarna biru tukis.

Terdapat garis horizontal berwarna cokelat muda dan jingga muda kekuning-kuningan. Pada bagian perut terdapat garis tebal berwarna putih keperakan yang memanjang ke arah posterior, dan warna putih pada bagian anterior perut. Ikan jantan lebih besar dan pipih.Warna sangat bergantung pada kondisi habitat. Kadang-kadang terdapat strip kuning pada bagian tengah tubuh, sirip berwarna merah.

Morfologi : Chilatherina alleni memiliki bagian atas tubuh kecoklatan anterior menjadi pirus posterior, setiap baris skala horizontal dipisahkan oleh garis coklat sempit atau oranye kusam. Pita mid-lateral biru tua, menempati sekitar dua baris sisik horizontal, dari sudut belakang atas mata hingga pangkal sirip ekor, terputus di tepi bawahnya sekitar lima, lekukan putih di area tepat di belakang sirip dada. Setengah bagian bawah tubuh sebagian besar berwarna perak gelap, kecuali untuk garis putih pekat dengan margin bawah oranye kusam yang menempati deretan sisik tepat di bawah garis tengah-lateral. 4- 5 batang berwarna arang tersebar di sisi bawah antara tingkat dasar sirip perut dan asal sirip.

10. Marmorated medaka (Oryzias marmoratus)

(10)

10 Nama nasional : Marmorated medaka

Nama lokal : Pangkilang

Nama latin : Oryzias marmoratus

Asal daerah : Danau Towuti, Danau Mahalona, Wawon toa Sulawesi Selatan. Kisaran pH 7,5 - 8,5 dan suhu 22 - 290C.

Ciri khas ikan : Bagian kepala dan abdomen cenderung gelap. Pangkal sirip ekor, ujung sirip pektoral, dan sirip anal bagian sisi berwarna kuning terang hingga jingga. Bagian sisi badan terdapat noktah-noktah gelap tersusun beraturan bagai pualam mengandung bercak dan berbintik. Berwarna kuning kecokelatan, kadang-kadang kuning kehijauan.

Morfologi : Sinar lunak punggung (total): 9-12; Sinar lembut dubur: 20-26. Dibedakan dari semua anggota genus lainnya dengan kombinasi karakter berikut: 20- 26 pari anal; 9-12 sinar punggung; 31-32 sisik di baris lateral; kedalaman tubuh 25-31% SL; dan pola warna jantan dalam hidup dengan kepala dan tubuh coklat keabu-abuan dengan bercak coklat tua difus tersebar tidak teratur pada tubuh dan selalu dengan deretan 5-9 bercak besar kurang lebih tersusun tidak teratur di atas strip aksial.

Referensi

Dokumen terkait

Ikan pantau merupakan ikan berukuran kecil (panjang tubuh maksimum 7,3 cm), tubuhnya pipih memanjang, bukaan mulut kecil dengan posisi mulut menga- rah ke atas, memiliki dua

Ikan rono memiliki dimorfisme seksual yaitu ikan betina memiliki ukuran sirip perut yang lebih panjang daripada ikan jantan.. Sirip dada ikan rono betina lebih panjang yang

Hasil dari kegiatan pemijahan ikan mas adalah bahwa induk yang digunakan sudah memenuhi kriteria induk yang baik dengan umur induk jantan punten dan induk betina punten