• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arsitektur Tropis Annisatus Shalihah

N/A
N/A
Rizqiyah Sj:r

Academic year: 2024

Membagikan "Arsitektur Tropis Annisatus Shalihah"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Popular Posts

Rumah Tradisional Malaysia, Rumah Bumbung Panjang Pahang

RUMAH BUMBUNG PANJANG PAHANG Pahang Darul Makmur merupakan salah satu negara bagian di Malaysia. Sebagian besar negeri Pahang ...

Arsitektur Tropis ARSITEKTUR TROPIS Iklim Tropis Climate (iklim) berasal dari bahasa Yunani, klima yang berdasarkan kamus Oxford berart...

Arsitektur Klasik dan Arsitektur Modern ARSITEKTUR KLASIK Arsitektur klasik adalah gaya bangunan dan teknik mendesain yang mengacu pada zaman klasik Yunani, seperti yang diguna...

Arsitektur dan Lingkungan ­ Green Architecture PENGERTIAN ARSITEKTUR Arsitektur adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam mer...

Wawasan Nusantara dan Teori Kekuasaan dan Geopolitik LATAR BELAKANG Secara konsepsional, wawasan nusantara (Wawasan) merupakan wawasan nasionalnya bangsa Indonesia. Perumusan wawasan nasiona...

Tipologi Perkantoran Swasta

A.       DEFINISI PERKANTORAN Kantor dalam bahasa Indonesia adalah balai, gedung, ruang, tempat untuk mengurus suatu pekerjaan, atau...

Rumah Sakit, Bundang Seoul National University Hospital

Seoul National University Bundang Hospital Seoul National

Annisatus Shalihah

type your search and hit enter

11/23/2016 11:29:00 PM -

 Arsitektur dan Lingkungan,Softskill,Universitas Gunadarma   No comments

Arsitektur Tropis

ARSITEKTUR TROPIS

Iklim Tropis

Climate  (iklim)  berasal  dari  bahasa  Yunani,  klima  yang  berdasarkan kamus  Oxford  berarti  region  (daerah)  dengan  kondisi  tertentu  dari  suhu  dryness (kekeringan),  angin,  cahaya  dan  sebagainya.  Dalam  pengertian  ilmiah,  iklim adalah  integrasi  pada  suatu  waktu  (integration  in  time)  dari  kondisi  fisik lingkungan  atmosfir,  yang  menjadi  karakteristik  kondisi  geografis  kawasan tertentu”.  Sedangkan  cuaca  adalah  “kondisi  sementara  lingkungan  atmosfer  pada suatu  kawasan  tertentu”.  Secara  keseluruhan,  iklim  diartikan  sebagai  “integrasi dalam suatu waktu mengenai keadaan cuaca” (Koenigsberger, 1975:3).

Kata  tropis  berasal  dari  bahasa  Yunani  kuno,  yaitu  kata  tropikos  yang berarti  garis  balik,  kini  pengertian  ini  berlaku  untuk  daerah  antara  kedua  garis balik ini. Garis balik ini adalah garis lintang 23027” utara dan garis lintan 23027 selatan.

Arsitektur Tropis

Arsitektur  tropis  adalah  jenis  arsitektur  yang  memberikan  jawaban/

adaptasi  bentuk  bangunan  terhadap  pengaruh  iklim  tropis,  dimana  iklim  tropis memiliki  karakter  tertentu  yang  disebabkan  oleh    panas  matahari,  kelembapan yang  cukup  tinggi,  curah  hujan,  pergerakan  angin,  dan  sebagainya.  Indonesia sebagai  daerah  beriklim  tropis  memberikan  pengaruh  yang  cukup  signifikan terhadap  bentuk  bangunan  rumah  tinggal,  dalam  hal  ini  khususnya  rumah tradisional.  Masyarakat  pada  zaman  dahulu  dalam  membangun  rumahnya berusaha  untuk  menyesuaikan  kondisi  iklim  yang  ada  guna  mendapatkan  desain rumah yang nyaman dan aman.

Bentuk  arsitektur  tropis,  tidak  mengacu  pada  bentuk  yang  berdasarkan estetika, namun pada bentuk yang berdasarkan adaptasi/ penanganan iklim tropis.

Meskipun  demikian  bentukan  bangunan  oleh  arsitek/desainer  yang  baik  akan memberikan kualitas arsitektur yang estetis, hal ini karena selain memperhatikan bagaimana  menangani  iklim  tropis,  juga  memperhatikan  bagaimana  kesan estetika eksterior dan interior dari bangunan tersebut.

Bentuk  secara  makro  sangat  memperhatikan  faktor  panas  dan  hujan, dimana  untuk  menangani  hal  tersebut  maka  arsitektur  tropis  yang  baik  akan memperhatikan bagaimana bangunan tidak panas dan ketika hujan tidak tampias, selain  itu  terdapat  kualitas  kenyamanan  berkaitan  dengan  suasana  panas  dan dingin  yang  ditimbulkan  oleh  hujan,  biasanya  dibuat  teras  untuk  memberikan perlindungan serta menikmati iklim tropis yang bersahabat.

Bentuk  secara  mikro  pada  masing­masing  elemen  bangunan  seperti jendela  dengan  bentuk  lebar,  berjalusi,  berkanopi,  atau  semacam  itu.  Bentuk

(2)

http://annisatuss.blogspot.co.id/2016/11/arsitektur­tropis.html 2/9 University ...

Resensi Good Will Hunting (1997) Resensi Good Will Hunting (1997) Directed       : Gus Van Sant Produced      : Lawrence Bender Written       :...

Asas Wawasan Nusantara I. ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA Asas Wawasan Nusantara Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Asas diartikan sebagai dasar (...

Museum, Le Grande Louvre

MUSEUM LOUVRE Museum Louvre (bahasa Perancis: Musée du Louvre ; bahasa Inggris: The Louvre Museum ) adalah salah s...

Blogger Tricks

Pages

Beranda

Recent Posts

Categories

Arsitektur dan Lingkungan Bundang Seoul National University Hospital

Demokrasi

Desain Museum Louvre Desain Museum Luar Negeri Desain Museum Perancis Floor Plan Museum Louvre Floorplan Bundang Seoul National University Hospital

Hakikat Wawasan Nusantara HAM

Ilmu Budaya Dasar Ilmu Sosial Dasar Landasanr Dasar Wawasan Nusantara

Museum Louvre

Pendidikan Kewarganegaraan PKn

Rumah Sakit Korea Selatan Rumah Sakit Luar Negeri Softskill

Tipologi Bangunan Tugas

Universitas Gunadarma bangunan tropis dari kayu biasanya merupakan bangunan panggung dengan lantai

yang  diangkat  dengan  harapan  terhindar  dari  banjir  akibat  hujan,  memang merupakan kualitas rancangan yang sudah berhasil sejak dulu.

Ciri Desain Arsitektur Tropis

Desain  arsitektur  tropis  merupakan  gaya  bangunan  yang  sesuai  dengan lingkungan  di  wilayah  tropis.  Gaya  ini  memiliki  beberapa  ciri­ciri  khas  yang menjadikannya  terlihat  identik  dan  mampu  menjadi  pilihan  untuk  hunian  yang nyaman.

Gaya ini umumnya memiliki ciri­ciri:

      Mempunyai atap yang tinggi dengan kemiringan diatas 30 derajat. Ruang di

bawah atap berguna untuk meredam panas.

         Mempunyai  teritisan/overstek  atap  yang  cukup  lebar  untuk  mengurangi  efek

tampias dari hujan yang disertai angin. Selain itu, uga untuk menahan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam bangunan.

       Mempunyai lubang untuk ventilasi udara secara silang, sehingga suhu di dalam

ruangan bisa tetap nyaman.

       Pada daerah tertentu, rumah panggung menjadi ciri utama yang kuat untuk

antisipasi bencana alam dan ancaman binatang buas.

       Desain  tropis  umumnya  menggunakan  material  alam  yang  sumbernya  bisa

didapat di sekitarnya.

Perbedaan antara Arsitektur Tropis dengan Arsitektur Tradisional

Arsitektur  tropis  merupakan  prinsip  desain,  sedangkan  arsitektur tradisional  merupakan  kebudayaan  arsitektur  yang  turun­menurun  dan  digetok­

tularkan  melalui  kebudayaan.  Arsitektur  tropis  tidak  harus  tradisional,  tapi biasanya arsitektur tradisional masyarakat sudah sangat memperhatikan prinsip­

prinsip  arsitektur  tropis  meskipun  tidak  tertulis,  tapi  sudah  terlihat  melalui bangunannya.

Arsitektur tropis gaya baru bisa memakai material apa saja dan tidak harus terpaku  pada  tradisi  karena  banyak  perubahan  paradigma  terutama  penggunaan material baru, asalkan masih memperhatikan bagaimana menangani iklim tanpa menggunakan  penanganan  modern  terhadap  iklim,  misalnya  bangunan  tropis seharusnya  tidak  memakai  AC  dan  pencahayaan  buatan  pada  siang  hari,  karena sudah mengandalkan iklim tropis yang sebenarnya mendukung untuk itu. Karena arsitektur tropis memperhatikan iklim, maka penanganan arsitektur yang berkaitan dengan iklim seperti mempertahankan suhu nyaman, kelembapan, dan sebagainya juga menggunakan potensi dari iklim tropis tersebut.

Konsep rumah tropis, pada dasarnya adalah adaptasi bangunan terhadap iklim  tropis,  dimana  kondisi  tropis  membutuhkan  penanganan  khusus  dalam desainnya.  Pengaruh  terutama  dari  kondisi  suhu  tinggi  dan  kelembaban  tinggi, dimana  pengaruhnya  adalah  pada  tingkat  kenyamanan  dalam  ruangan.  Tingkat kenyamanan  seperti  tingkat  sejuk  udara  dalam  rumah,  oleh  aliran  udara,  adalah salah  satu  contoh  aplikasi  konsep  rumah  tropis.  Meskipun  konsep  rumah  tropis selalu dihubungkan dengan sebab akibat dan adaptasi bentuk (tipologi) bangunan terhadap  iklim,  banyak  juga  interpretasi  konsep  ini  dalam  tren  yang berkembangdalm  masyarkat;  sebagai  penggunaan  material  tertentu  sebagai representasi dari kekayaan alam tropis, seperti kayu, batuan ekspos, dan material asli yang diekspos lainnya.

Arsitektur Tropis Kering

1.

      

Ciri­ciri Iklim Tropis Kering

         Kelembaban rendah

         Curah hujan rendah

         Radiasi panas langsung tinggi

       Suhu  udara  pada  siang  hari  tinggi  dan  pada  malam  hari  rendah  (45o  dan

­10oCelcius)

         Jumlah radiasi maksimal, karena tidak ada awan.

   Pada malam hari berbalik dingin karena radiasi balik bumi cepat berlangsung (cepat dingin bila dibandingkan tanah basah/lembab).

       Menjelang  pagi  udara  dan  tanah  benar­benar  dingin  karena  radiasi  balik  sudah

habis. Pada siang hari radiasi panas tinggi dan akumulasi radiasi tertinggi pukul 15.00. Sering terjadi badai angin pasir karena dataran yang luas.

       Pada  waktu  sore  hari  sering  terdengar  suara  ledakan  batu­batuan  karena

perubahan suhu yang tiba­tiba drastis.

(3)

Wawasan Nasional Wawasan Nusantara

Followers

Pengikut (1)

Ikuti

Blog Archive

►  2018 (1)

►  2017 (13)

▼  2016 (11)

▼  November (3)

Tipologi Perkantoran Swasta Arsitektur Tropis

Rumah Tradisional Malaysia, Rumah Bumbung Panjang ...

►  Oktober (2)

►  Mei (2)

►  April (2)

►  Januari (2)

►  2015 (7)

Texts

Download

Diberdayakan oleh Blogger.

Universitas Gunadarma

Labels

Arsitektur dan Lingkungan Bundang Seoul National University Hospital

Demokrasi

Desain Museum Louvre Desain Museum Luar Negeri Desain Museum Perancis Floor Plan Museum Louvre Floorplan Bundang Seoul National University Hospital

Hakikat Wawasan Nusantara HAM

Ilmu Budaya Dasar Ilmu Sosial Dasar Landasanr Dasar Wawasan Nusantara

Museum Louvre Di  daerah  benua  atau  daratan  yang  cukup  luas,  banyak  terdapat  gurun

pasir  karena  di  tempat  itu  jarang  terjadi  hujan,  bahkan  dapat  dikatakan  tidak terjadi  sama  sekali,  karena  angin  yang  melaluinya  sangat  kering,  tidak mengandung  uap  air.  Uap  air  yang  terkandung  di  udara  sudah  habis  dalam perjalanan  menuju  ke  pedalaman  benua  itu,  atau  juga  karena  terhalang  oleh daratan tinggi atau gunung, sehingga daerah itu menjadi sangat panas dan tidak ada filter pada tanah dari sengatan sinar matahari, yang mengakibatkan bebatuan hancur menjadi pasir. Suhu di padang pasir dapat mencapai 50o C hingga 60o C di siang hari, dan di malam hari dapat mencapai ­1o C.

2.

      

Strategi untuk Perancangan Bangunan

       Mempergunakan bahan­bahan dengan time lag tinggi agar panas yang diterima

siang  hari  dapat  menghangatkan  ruangan  di  malam  hari.  Konduktivitas  rendah agar  panas  siang  hari  tidak  langsung  masuk  ke  dalam  bangunan.  Berat  jenis bahan tinggi, dimensi tebal agar kapasitas menyimpan panas tinggi.

       Bukaan­bukaan dinding kecil untuk mencegah radiasi sinar langsung dan angin

atau debu kering masuk sehingga mempertahankan kelembaban.

        Memperkecil bidang tangkapan sinar matahari dengan atap­atap datar dan rumah­

rumah  kecil  berdekatan  satu  sama  lain  saling  membayangi,  jalan­jalan  sempit selalu terbayang. Atap datar juga untuk menghindari angin kencang, karena curah hujan rendah.

         Menambah kelembaban ruang dalam dengan air mancur yang dibawa angin sejuk.

         Pola pemukiman rapat dan jalan yang berbelok untuk memotong arus angin.

         Bangunan efisien bila rendah, masif dan padat.

Arsitektur Tropis Lembab

Kondisi  iklim  tropis  lembab  memerlukan  syarat­syarat  khusus  dalam perancangan  bangunan  dan  lingkungan  binaan,  mengingat  ada  beberapa  factor­

factor spesifikasi yang hanya dijumpai secara khusus pada iklim tersebut, sehingga teori­teori  arsitektur,  komposisi,  bentuk,  fungsi  bangunan,  citra  bangunan  dan nilai­nilai estetik bangunan yang berbentuk akan sangat berbeda dengan kondisi yang ada di wilayah lain yang berbeda kondisi iklimnya.

Menurut  DR.  Ir.  RM.  Sugiyatmo,  kondisi  yang  berpengaruh  dalam perancangan bangunan pada iklim tropis lembab adalah:

1.

      

Kenyamanan Thermal

Usaha untuk mendapatkan kenyamanan thermal terutama adalah mengurangi perolehan  panas,  memberikan  aliran  udara  yang  cukup  dan  membawa  panas keluar  bangunan  serta  mencegah  radiasi  panas,  baik  radiasi  langsung  matahari maupun dari permukaan dalam yang panas.

Perolehan panas dapat dikurangi dengan menggunakan bahan atau material yang mempunyai  daya  tahan  terhadap  panas  yang  besar,  sehingga  laju  aliran  panas yang  menembus  bahan  tersebut  akan  terhambat.  Permukaan  yang  paling  besar menerima  panas  adalah  atap.  Sedangkan  bahan  atap  umumnya  mempunyai tahanan  panas  dan  kapasitas  panas  yang  lebih  kecil  dari  dinding.  Untuk mempercepat  kapasitas  panas  dari  bagian    atas  agak  sulit  karena  akan memperberat  atap.  Tahan  panas  dari  bagian  atas  bangunan  dapat  diperbesar dengan beberapa cara, misalnya rongga langit­langit, penggunaan pemantul panas reflektif juga akan memperbesar tahan panas.

Cara lain untuk memperkecil panas yang masuk antara lain:

1. Memperkecil luas permukaan yang menghadap ke timur dan barat

2.  Melindungi  dinding  dengan  alat  peneduh.  Peroleh  panas  dapat  juga  dikurangi dengan  memperkecil  penyerapan  panas  dari  permukaan,  terutama  untuk permukaan atap.

Warna terang mempunyai penyerapan radiasi matahari yang kecil sedang warna gelap adalah sebaliknya. Penyerapan panas yang besar akan menyebabkan temperatur permukaan naik. Sehingga akan jauh lebih besar dari temperatur udara luar.  Hal  ini  menyebabkan  perbedaan  temperatur  yang  besar  antar  kedua permukaan bahan, yang akan menyebabkan aliran panas yang besar.

(4)

http://annisatuss.blogspot.co.id/2016/11/arsitektur­tropis.html 4/9 Pendidikan Kewarganegaraan

PKn

Rumah Sakit Korea Selatan Rumah Sakit Luar Negeri Softskill

Tipologi Bangunan Tugas

Universitas Gunadarma Wawasan Nasional Wawasan Nusantara

Subscribe

Mengenai Saya

Annisatus Shalihah  Lihat profil lengkapku

Flickr Images Get In Touch

Formulir Kontak

Nama 

Email * 

Pesan * 

Kirim

2.

      

Aliran Udara Melalui Bangunan

Kegunaan dari aliran udara/ventilasi adalah :

1.       Untuk  memenuhi  kebutuhan  kesehatan  yaitu  penyediaan  oksigen  untuk

pernapasan, membawa asap dan uap air keluar ruangan, mengurangi konsentrasi gas­gas dan bakteri serta menghilangkan bau.

2.       Untuk  memenuhi  kebutuhan  kenyamanan  thermal,  mengeluarkan  panas,

membantu mendinginkan bagian dalam bangunan.

Aliran udara terjadi karena adanya gaya thermal yaitu terdapat perbedaan temperature antara udara di dalam dan diluar ruangan dan perbedaan tinggi antara lubang  ventilasi.  Kedua  gaya  ini  dapat  dimanfaatkan  sebaik­baiknya  untuk mendapatkan  jumlah  aliran  udara  yang  dikehendaki.  Jumlah  aliran  udara  dapat memenuhi  kebutuhan  kesehatan  pada  umumnya  lebih  kecil  daripada  yang diperlukan untuk memenuhi kenyamanan thermal. Untuk yang pertama sebaiknya digunakan  lubang  ventilasi  tetap  yang  selalu  terbuka.  Untuk  memenuhi  yang kedua, sebaiknya digunakan lubang ventilasi yang bukaannya dapat diatur.

3.

      

Radiasi Panas

Radiasi panas dapat terjadi oleh sinar matahari yang langsung masuk ke dalam  bangunan  dan  dari  permukaan  yang  lebih  panas  dari  sekitarnya,  untuk mencegah hal itu dapat digunakan alat­alat peneduh (Sun Shading Device).

Pancaran  panasdari  suatu  permukaan  akan  memberikan ketidaknyamanan thermal bagi penghuni, jika beda temperatur udara melebih 40C.

Hal  ini  sering  kali  terjadi  pada  permukaan  bawah  dari  langit­langit/  permukaan bawah dari atap.

Beberapa jenis shading device:

4.

      

Penerangan Alami pada Siang Hari

Cahaya alam siang hari yang terdiri dari :

1.       Cahaya matahari langsung.

2.       Cahaya matahari difus

Di  Indonesia  seharusnya  dapat  dimanfaatkan  sebaik­baiknya  cahaya  ini untuk penerangan siang hari di dalam bangunan. Tetapi untuk maksud ini, cahaya

(5)

matahari  langsung  tidak  dikehendaki  masuk  ke  dalam  bangunan  karena  akan menimbulkan pemanasan dan penyilauan, kecuali sinar matahari pada pagi hari.

Sehingga yang perlu dimanfaatkan untuk penerangan adalah cahaya langit.

Untuk  bangunan  berlantai  banyak,  makin  tinggi  lantai  bangunan  makin kuat  potensi  cahaya  langit  yang  bisa  dimanfaatkan.  Cahaya  langit  yang  sampai pada bidang kerja dapat dibagi dalam 3 (tiga) komponen:

1.       Komponen langit.

2.       Komponen refleksi luar.

3.       Komponen refleksi dalam.

Dari  ketiga  komponen  tersebut  komponen  langit  memberikan  bagian terbesar  pada  tingkat  penerangan  yang  dihasilkan  oleh  suatu  lubang  cahaya.

Faktor­faktor yang mempengaruhi besarnya tingkat penerangan pada bidang kerja tersebut adalah:

1.       Luas dan posisi lubang cahaya.

2.       Lebar teritis.

3.       Penghalang yang ada dimuka lubang cahaya.

4.       Faktor refleksi cahaya dari permukaan dalam dari ruangan.

5.       Permukaan di luar bangunan di sekitar lubang cahaya.

Desain  rumah  tropis  bekerja  menuju  satu  tujuan  utama  dasar:  tinggal nyaman tanpa bergantung pada AC. Hal ini dilakukan dengan moderasi dari tiga variabel: temperatur, kelembaban dan sirkulasi udara. Victor Olgay dalam bukunya,

“Desain  dengan  Iklim”,  mengembangkan  garis  panduan  untuk  arsitektur  iklim responsif  dalam  empat  daerah  iklim  yang  berbeda,  salah  satunya  adalah lingkungan  tropis  panas  lembab.  Merancang  sebuah  rumah  pasif  didinginkan dimulai dengan situs dan mencakup setiap aspek dari rumah sampai ke warna.

5.

      

Derajat/tingkat Penyinaran

Dalam  kegiatan  perancangan  bangunan,  upaya  pemikiran  pemanfaatan sinar  matahari  perlu  memperhitungkan  3  faktor  yang  akan  mempengaruhi derajat/tingkat penyinaran suatu ruang, yaitu:

         Ketinggian lubang cahaya

Yang  dimaksud  ketinggian  lubang  cahaya  adalah  jarak  vertikal  yang diperhitungkan  dari  bidang  kerja  kearah  ambang  atas  maupun  ambang  bawah lubang cahaya.

         Lebar Lubang Cahaya

Lebar lubang cahaya merupakan dimensi horizontal dari lubang cahaya tersebut.

         Kedalaman ruang 

       Kedalaman  ruang  adalah  jarak  batas  ruang  terluar  dengan  batas  datang  sinar

(misalkan: panjang oversteck dimuka ruang)

.

Dampak  Lingkungan  Penerapan Arsitektur Tropis

Arsitektur  Tropis  adalah  suatu  konsep  bangunan  yang  mengadaptasi kondisi  iklim  tropis.  Letak  geografis  Indonesia  yang  berada  di  garis  khatulistiwa membuat  Indonesia  memiliki  dua  iklim,  yakni  kemarau  dan  penghujan.  Pada musim  kemarau  suhu  udara  sangat  tinggi  dan  sinar  matahari  memancar  sangat panas. Dalam kondisi ikim yang panas inilah muncul ide untuk menyesuaikannya dengan  arsitektur  bangunan  gedung  maupun  rumah  yang  dapat  memberikan kenyamanan bagi penghuninya.

1.

      

Dampak Jangka Pendek (sekarang)

Dampak  jangka  pendek  atau  dampak  yang  langsung  bisa  dinikmati dengan penerapan konsep arsitektur tropis adalah:

       Terciptanya  kenyamanan  dalam  hunian.  Karena  sirkulasi  udara

tercukupi, membuat hawa dalam ruangan menjadi nyaman

       Penghematan  Energi,  karena  untuk  penerangan  dan  penghawaan

memanfaatkan sumber energi alam.

2. Dampak Jangka Panjang

(6)

http://annisatuss.blogspot.co.id/2016/11/arsitektur­tropis.html 6/9

2.

      

Dampak Jangka Panjang

Dampak  yang  akan  di  nikmati  beberapa  tahun  kemudian,  jika  arsitektur tropis diterapkan adalah:

         Terjaganya kelestarian alam karena konsep arsitektur tropis menyatu

dengan alam bukan merusak alam

       Akan  semakin  berkembangnya  konsep  arsitektur  tropis  jika  banyak

peminatnya.

             

Contoh Arsitektur Tropis

THE CUIXMALA LUXURY RESORT CAREYES, MEXICO

Careyes  adalah  teluk  yang  terletak  di  kota  Costalegre,  negara  bagian Jalisco, Meksiko. Keindahan alam tropis teluk Careyes mengundang banyak turis mancanegara,  mendorong  miliyuner  Inggris  Sir  James  Goldsmith  untuk mendirikan  resort  berkonsep  mewah  namun  simpel.  Cuixmala,  sebuah  resort spektakuler yang terletak di pantai Pasifik Meksiko, 3km dari hutan tropis Careyes, pantai dan pasir keemasan. Menurut arsiteknya, Robert Couturier, desain resort ini merupakan tinjauan kompleks serta Cuixmala terletak jauh di dalam hijaunya barat Meksiko, yang dihadapannya adalah Samudera Pasifik.

Cuixmala  Resort  adalah  yang  pertama  di  Meksiko  untuk  melestarikan hutan  kering  tropis.  Cuixmala  Resort  dikelilingi  oleh  The  Cuixmala  Ecological Foundation,  sebuah  kompleks  cagar  alam  yang  melindungi  keanekaragaman hayati  yang  kaya  di  wilayah  ini,  budidaya  buah­buahan  asli,  flora  dan  fauna.

Cuixmala Resort melindungi kombinasi habitat, termasuk 1.200 spesies tanaman, 270  burung,  70  mamalia,  68  reptil,  19  amfibi  dan  ribuan  spesies  serangga  dan invertebrata lainnya.

Cuixmala  Resort  memanfaatkan  warna  yang  mencerminkan  cuaca  dan tekstur  dari  Meksiko.  Mulai  dari  pattern,  furnitures  hingga  fixtures.  Bahan bangunan  yang  digunakan  tidak  jauh  berbeda  dengan  resort  pada  umumnya, namun terdapat sentuhan material alami pada interior bangunan, seperti kayu pada kusen  pintu  dan  jendela,  reng  atap  dan  lainnya.  Gaya  bangunan  Meksiko  juga

(7)

diterapkan  pada  furniture  mewah  yang  digunakan,  namun  tetap  dengan  bentuk yang simpel.

Cuixmala  menunjukkan  bahwa  kemewahan  tidak  dipengaruhi  oleh komitmen untuk mempertahankan pengembangan lingkungan.

(8)

http://annisatuss.blogspot.co.id/2016/11/arsitektur­tropis.html 8/9

Source

http://cv­a.blogspot.co.id/2012/10/pengertian­dan­konsep­arsitektur­tropis.html https://www.yatzer.com/Cuixmala­An­Environmental­Luxury­Nest

http://abarchitects.blogspot.co.id/2013/10/arsitektur­tropis.html https://himaartra.wordpress.com/2012/12/10/751/

(9)

Posting Lebih Baru Posting Lama 0 komentar:

Posting Komentar

  Beri tahu saya Logout Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai:  Rizqiyah Sj (Google)

Publikasikan   Pratinjau

Beranda Langganan: Posting Komentar (Atom)

WP Design by Site5. 

Blogger Theme by Lasantha ­ Premium Blogger Templates.

© Copyright 2011 Annisatus Shalihah by PBT. All Rights Reserved.

Referensi

Dokumen terkait

1. Elemen bangunan belum dapat memberikan kenyamanan termal yang memadai terutama pada malam hingga pagi hari, dimana kondisi bangunan cenderung mengalami underheating

dari bangunan panti ini adalah mengenai kenyamanan dan keamanan bagi lansia. Maka dari itu selain kenyamanan bangunan yang berdasarkan arsitektur

Hal ini disebabkan karena penyumbang panas terbesar pada bangunan adalah berasal dari radiasi matahari, sedangkan angin atau pergerakan udara merupakan elemen iklim yang bisa

Sangat memperhatikan faktor panas dan hujan, dimana untuk menangani hal tersebut maka arsitektur tropis yang baik akan memperhatikan bagaimana bangunan tidak panas

HT, - HH, + HO,, - HT,, = 0 (5.9) dimana HTi adalah laju pindah panas aliran udara pada pipa (W), HHi adalah laju pindah panas udara yang keluar dari kedua lubang

Dari perhitungan tersebut didapat hasil pengukuran, bahwa pada pagi hari, empat bangunan pengamatan dapat mencapai kenyamanan termal, karena pengaruh panas dari luar bangunan

Sedangkan pada bangunan dengan atap miring, panas yang masuk terlebih dahulu masuk ke dalam ruang atap, ditahan dulu oleh udara (mengalami lebih kecil.( gambar 3.2 ) jarak

50 markah Aliran air panas rnelalui sesuatu menara penyejukan memberikan data sePerti berikut: Udara keluar loooF Tepu0.04 lb lenbaPan/Ib udara kering Air panas masuk sejuk