PRAKTIKUM PENJUALAN DAN PEMBELIAN
A. Pengertian Penjualan
Secara umum definisi penjualan dapat diartikan sebagai sebuah usaha atau langkah konkrit yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang
ataupun jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya.
Tujuan utama penjualan yaitu mendatangkan keuntungan atau laba dari produk ataupun barang yang dihasilkan
produsennya dengan pengelolaan yang baik. Dalam pelaksanaannya, penjualan sendiri tak akan dapat
dilakukan tanpa adanya pelaku yng bekerja didalamnya
seperti agen, pedagang dan tenaga pemasaran.
Menurut beberapa ahli definisi penjualan adalah seperti yang diungkapkan oleh : Matz & Usry, 1988 Penjualan merupakan pengalihan hak milik, sedangkan menurut Rhonda
Abrams, penjualan merupakan aktivitas yang berinteraksi
langsung dengan konsumen untuk memperoleh pesanan atau penjualan langsung. Pengertian penjualan menurut Jill Griffin adalah awal hubungan seumur hidup dengan pelangganLain dengan pendapat Khoish Mahyuddin yang mengatakan
bahwapenjualan merupakan kegiatan yang bertujuan agar produk yang kita tawarkan kepada konsumen terbeli.
Dari semua pengertian penjualan diatas maka kita dapat menyimpulkan bahwa Penjualan merupakan kegiatan
pemasaran yang langsung berhubungan dengan konsumen pengguna atau pemakai langsung
Pengertian Pembelian
Istilah purchasing atau pembelian sinonim dengan procurement atau pengadaan barang. Berikut adalah definisi procurement
menurut Bodnar dan Hopwood (2001:323), yaitu:“Procurement is the business process of selecting a source, ordering, and
acquiring goods or services.” Pendapat tersebut kurang lebih
mempunyai arti: bahwa pengadaan barang adalah proses bisnis dalam memilih sumber daya-sumber daya, pemesanan dan
perolehan barang atau jasa.
Brown dkk. (2001:132) mengatakan bahwa secara umum
pembelian bisa didefinisikan sebagai: “managing the inputs into the organization’s transformation (production process).”
Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa
pembelian merupakan pengelolaan masukan ke dalam proses produksi organisasi.
Berikut adalah pendapat Galloway dkk. (2000:31) mengenai fungsi
pembelian, yaitu: “The role of purchasing function is to make materials and parts of the right quality, and quantity available for use by operations at the right time and at the right place.” Pendapat tersebut kurang lebih mempunyai arti bahwa peran fungsi pembelian adalah untuk mengadakan material dan part pada kualitas yang tepat dan kuantitas yang tersedia untuk digunakan dalam operasi pada waktu yang tepat dan tempat yang tepat.
Dapat disimpulkan bahwa pembelian adalah serangkaian tindakan untuk mendapatkan barang dan jasa melalui pertukaran, dengan maksud untuk digunakan sendiri atau dijual kembali.
Fungsi pembelian sering dianggap sebagai bagian yang paling penting dan berpengaruh, bahkan bisa dikatakan sebagian besar proses bisnis berasal dari kegiatan pembelian. Alasan yang sangat fundamental untuk
membahas fungsi pembelian ialah karena dalam bidang ini pemborosan mudah terjadi, baik karena perilaku yang disfungsional maupun karena kurangnya pengetahuan dalam berbagai aspek pembelian bahan, sarana, prasarana dan suku cadang yang diperlukan perusahaan.
Pandangan ini menurut Siagian (2001:192) mudah dipahami karena dalam proses produksi perusahaan
memerlukan bahan baku. Tidak banyak perusahaan yang menguasai sendiri bahan baku yang diperlukan untuk
diolah lebih lanjut menjadi produk jadi, sehingga bisa disimpulkan bahwa tidak ada satupun bentuk atau jenis perusahaan yang tidak terlibat dengan fungsi pembelian.
Pengalaman banyak perusahaan bahwa biaya untuk menghasilkan suatu produk mungkin mencapai sekitar lima puluh persen dari harga jual produk, menjadikan fungsi pembelian sebagai sumber pemborosan apabila tidak diselenggarakan dengan baik dan sumber
penghematan yang akan memperbesar laba perusahaan apabila dilakukan dengan teliti dan cermat.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa pembelian merupakan area yang penting yang dikemukakan Brown dkk. (2001:131), yaitu:
1. Fungsi pembelian memiliki tanggung jawab untuk mengelola masukan perusahaan pada pengiriman, kualitas dan harga yang tepat, yang meliputi bahan baku, jasa dan sub-
assemblies untuk keperluan organisasi.
2. Berbagai penghematan yang berhasil dicapai lewat pembelian secara langsung direfleksikan pada lini dasar organisasi.
Dengan kata lain, begitu penghematan harga dibuat, maka akan mempunyai pengaruh yang langsung terhadap struktur biaya perusahaan. Sehingga sering dikatakan bahwa
penghematan pembelian 1% ekivalen dengan peningkatan penjualan sebesar 10%.
3. Pembelian dan suplai material mempunyai kaitan dengan semua aspek operasi manajemen.
B. Harga Penjualan, Pembelian, Laba, dan Rugi
Dalam kehidupan sehari-hari uang adalah sesuatu yang lazim kita temui karena uang merupakan alat tukar yang sah dalam
perdagangan umum. Dalam perdagangan dikenal istilah laba (untung) dan rugi. Laba dan rugi sangat bergantung pada harga pembelian dan penjualan.
Harga Penjualan adalah harga yang ditetapkan berdasarkan jumlah uang yang diterima pada saat menjual suatu
barang. Harga Pembelian adalah harga yang ditetapkan
berdasarkan jumlah uang yang diberikan pada saat membeli suatu barang. Harga pembelian di sebut juga modal. Dalam situasi tertentu harga pembelian (modal) ditambah dengan
ongkos atau biaya lainnya. Untung adalah selisih antara harga pembelian dan harga penjualan, dengan syarat harga penjualan lebih tinggi dari harga Pembelian. Rugi Adalah selisih harga
penjualan dan harga pembelian dengan syarat harga penjualan lebih rendah dari harga pembelian
Misalkan seorang pedagang membeli barang dengan harga Rp7.000,00 dan menjualnya dengan harga
Rp8.000,00. Harga barang yang pedagang terima
sebesar Rp7.000,00 adalah harga pembelian, sedangkan harga barang yang ditawarkan kepada pembeli sebesar Rp8.000,00, disebutharga penjualan. Ini dikatakan
bahwa pedagang mendapat laba Rp1.000,00. Dari
uraian tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa suatu perdagangan menghasilkan laba jika harga penjualan lebih dari harga pembelian dan dirumuskan:
Laba = Harga jual – Harga beli
Jika seorang pedagang membeli barang dengan harga Rp8.000,00 dan menjualnya dengan harga Rp7.000,00, dikatakan bahwa pedagang
mendapat rugi Rp1.000,00. Dengan demikian, suatu perdagangan dikatakan mengalami
kerugian jika harga penjualan kurang dari harga pembelian dan dirumuskan:
Rugi = Harga beli – Harga jual
Contoh Soal:
1. Amir membeli sepeda dengan harga Rp75.000,00. Ia memperbaiki sepeda itu dengan biaya Rp15.000,00. Kemudian sepeda dijual lagi dengan harga Rp100.000,00. Berapakah laba yang diperoleh Amir?
Penyelesaian:
Harga pembelian pada soal di atas meliputi harga awal sepeda dan ongkos perbaikan
=Rp75.000,00 + Rp15.000,00
= Rp90.000,00
Harga penjualan = Rp100.000,00
Laba = penjualan – pembelian
Laba = Rp100.000,00 – Rp90.000,00 = Rp10.000,00
Jadi, Amir memperoleh laba Rp10.000,00.
C. Tugas dan tanggung jawab fungsi pembelian
Pada dasarnya peran fungsi pembelian adalah untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh
perusahaan pada waktu, harga dan kualitas yang tepat.
Assauri (1998:162) menjabarkan tanggung jawab bagian pembelian sebagai berikut:
1. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pembelian bahan- bahan agar rencana operasi dapat dipenuhi dan pembelian bahan-bahan tersebut pada tingkat harga dimana
perusahaan akan mampu bersaing dalam memasarkan produknya.
2. Bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk dapat
mengikuti perkembangan bahan-bahan baru yang dapat meguntungkan dalam proses produksi, perkembangan dalam desain, harga dan faktor-faktor lain yang dapat
mempengaruhi produk perusahaan, harga serta desainnya.
2. Seorang perajin membuat sebuah kerajinan tangan dengan biaya produksi Rp70.000,00. Jika ia ingin
memperoleh laba Rp15.500,00, berapakah ia harus menjualnya?
Penyelesaian:
Harga pembelian = Rp70.000,00 Laba = Rp15.500,00
Harga penjualan = harga pembelian + laba
= Rp70.000,00 + Rp15.500,00
= Rp85.500,00
Jadi, perajin menjual barangnya dengan harga Rp85.500,00
3. Bertanggung jawab untuk menurunkan investasi atau meningkatkan perputaran bahan, yaitu dengan
penentuan skedul arus bahan ke dalam pabrik dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
produksi.
4. Bertanggung jawab atas kegiatan penelitian dengan menyelidiki data-data dan perkembangan pasar,
perbedaaan sumber-sumber penawaran (supply) dan memeriksa pabrik suplier untuk mengetahui kapasitas dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan-
kebutuhan perusahaan.
5. Bertanggung jawab atas pemeliharaan bahan-bahan yang dibeli setelah diterima dan bertanggung jawab atas pengawasan persediaan.
Tugas-tugas yang dilakukan bagian pembelian dalam memenuhi tanggung jawab tersebut diatas antara lain:
1. Melakukan pembelian bahan-bahan secara bersaing atas dasar nilai yang ditentukan tidak hanya pada harga yang tepat tetapi juga pada waktu yang tepat, serta jumlah dan mutu yang tepat pula.
2. Membantu pemilihan bahan-bahan dengan melakukan penyelidikan.
3. Melaksanakan usaha-usaha pencarian paling sedikit dua sumber suplai.
4. Mempengaruhi tingkat persediaan terendah.
5. Menjaga hubungan baik dengan suplier.
6. Melakukan kerjasama dan koordinasi yang efektif dengan fungsi-fungsi lainnya dalam perusahaan.
7. Meneliti keadaan perdagangan pasar.
8. Membeli seluruh bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan tepat waktu sehingga tidak menganggu rencana produksi dari
perusahaan tersebut.
Galloway dkk. (2000:305) mendefinisikan tujuan dan tanggung jawab departemen pembelian adalah meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Memilih, mengevaluasi dan mengembangkan sumber-sumber untuk bahan dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan.
2. Memelihara dan membangun relasi dengan suplier yang berkenaan dengan kualitas, pengiriman, pembayaran dan pengembalian.
3. Mencari bahan dan produk baru, serta sumber-sumber baru untuk memperoleh bahan dan produk yang lebih baik yang mungkin bisa digunakan oleh perusahaan di masa yang akan datang.
4. Melakukan negosiasi dan memperoleh bahan baku, peralatan, barang dan jasa pada harga yang mencerminkan the best value for money.
5. Ikut berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas untuk reduksi biaya.
6. Memelihara sistem komunikasi yang efektif dan melakukan konsultasi secara rutin dengan fungsi-fungsi internal.
7. Selalu memberikan informasi mengenai biaya pembelian dan berbagai perubahan yang mungkin bisa mempengaruhi laba perusahaan dan perkembangan dimasa mendatang kepada manajemen puncak.
Pengertian Penjualan Beserta Jenis dan Macam Transaksinya
Pemahaman Pengertian Penjualan di Masyarakat
Penjualan merupakan bagian dari manajemen pemasaran.
Pengertian penjualan seringkali diartikan sebagai kegiatan menawarkan produk baik barang dan jasa kepada
konsumen yang menghasilkan laba. Langkah seperti
memilih tempat penjualan ataupun melakukan penjualan online dianggap sebagai usaha dalam menghasilkan
sumber kehidupan bagi perusahaan atau pelaku usaha.
Secara umum pengertian penjualan dipahami sebagai tujuan perusahaan nirlaba dengan menarik minat
konsumen dalam mengambil keputusan pembelian produk.
Namun pertanyaannya apa itu pengertian penjualan yang sebenarnya ? bagaimana mengetahui perbedaan penjualan dan pemasaran ?
Apa yang di maksud
dengan pengertian penjualan ?
Kadang kadang orang mempunyai salah presepsi tentang pengertian penjualan yang di anggap sama
dengan istilah pemasaran. Misalnya seorang wiraniaga atau manajer penjualan membicarakan pemasaran,
tetapi sebenarnya masalah yang di bicarakan adalah penjualan. Kedua istilah tersebut mempunyai ruang lingkup yang berbeda. Pengertian pemasaran meliputi kegiatan yang luas, sedangkan pengertian penjualan hanyalah meruapakan suatu kegiatan saja di dalam pemasaran. Di bawah ini akan di jelaskan perbedaan pemasaran dan penjualan dengan membandingkan pengertian pemasaran dan penjelasan detail tentang pengertian penjualan
Sekilas Tentang Pemasaran
Pemasaran adalah system keseluruhan dari kegiatan usaha yang di tunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang, jasa, ide kepada pasar sasaran agar dapat mencapai tujuan organisasi.
Dari definisi tersebut kita dapat melihat bahwa proses pemasaran di mulai dari jauh sejak sebelum barang barang di prokduksi, tidak di mulai pada saat produksi selesai, juga tidak berakhir dengan penjualan.
Semua keputusan yang di ambil di bidang pemasaran harus menitikberatkan pada penentuan produk dan pemasarannya, harga, serta promosinya. Yang
tepenting, pengusaha harus dapat memberikan
kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usaha berjalan terus, dengan membuat konsumen
mempunyai pandangan yang baik atas barang dan jasa baik sebelum atau sesudak dilakukan penjualan.
Hal-hal tersebutlah yang nantinya menjadi dasar perbedaan antara pengertian pemasaran dan
pengertian penjualan.
Pembahasan mengenai Pengertian Penjualan akan dibagi menjadi dua penjabaran yaitu pengertian penjualan secara umum dan pengertian
penjualan menurut para ahli. Penjelasan mengenai pengertian penjualan akan berbeda-beda baik secara umum maupun menurut para ahli namun pada
intinya memiliki makna yang sama. Oleh karena itu artikel ini mencoba
menyajikan pengertian penjualan dari berbagai sumber untuk dapat dipahami dengan membandingkan pengertian penjualan yang satu dengan yang
lainnya.
1. Secara Umum
Definisi ataupun pengertian penjualan adalah aktivitas terpadu dalam pengembangan berbagai perencanaan strategis yang ditujukan pada upaya pemenuhan kebutuhan dan kepuasan konsumen yang berakhir pada transaksi penjualan dengan memperoleh laba.
Penjelasan lain tentang pengertian penjualan adalah aktivitas transaksi jual beli yang dilaksanakan oleh dua pihak atau lebih menggunakan alat pembayaran yang sah.
Pengertian penjualan memiliki arti sebagai upaya maupun tindakan kongkrit yang dijalankan dalam mendistribusikan suatu produk baik barang maupun jasa yang berasal dari produsen ke konsumen dengan atau tanpa melalui perantara.
2. Menurut Para Ahli
Para ahli juga mengemukakan tentang pengertian penjualan.
Berikut pemaparannya :
Kotler : Pengertian penjualan adalah proses ketika kebutuhan konsumen/pembeli dan keinginan penjual/produsen terpenuhi melalui tukar menukar informasi dan kepentingan.
Reeve, Warren, dan Duchac : Penjualan adalah nilai
keseluruhan yang ditanggung oleh pembeli/konsumen untuk barang yang dijual meliputi penjualan tunai maupun kredit.
Zimmerer : Menurut zimmerer penjualan adalah sumber pokok dari arus kas yang diperoleh perusahaan.
Jill Griffin : Griffin mengartikan penjualan sebagai suatu awalan dalam menjalin hubungan dengan customer.
Robert Ashton : Ashton mengatakan bahwa pengertian
penjualan adalah proses ketika suatu pihak membantu pihak lainnya adalam menetapkan keputusan pembelian.
Tujuan Penjualan
Setelah memahami pengertian penjualan tentunya dapat
mengetahui tentang tujuan penjualan. Tujuan penjualan pada intinya adalah memperoleh laba atau keuntungan sebesar-
besarnya dari transaksi penjualan akan produk yang dihasilkan.
Dalam mewujudkan tujuan penjualan ini tidak lupa harus
memperhatikan kinerja para penyalur produk seperti distributor, agen dan lembaga pemasaran lainnya. Peningkatan performa kerja dari lembaga pemasaran tersebut dalam hal menjaga kualitas barang atau jasa sangat menentukan penjualan akhir.
Jenis-Jenis Penjualan
Upaya meraih tujuan penjualan harus dilakukan dengan melakukan teknik penjualan yang jitu. Adapun terdapat jenis-jenis penjualan yang ada dan dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi usaha. Berikut jenis-jenis penjualan :
Trade Selling adalah jenis kegiatan penjualan yang dilaksanakan oleh trader atau pedagang kepada pembeli grosirnya atau pedagang lain yang akan menjual kembali produk tersebut.
Technical Selling. Jenis penjualan ini mencoba untuk melakukan pendekatan
persuasif kepada konsumennya. Pedagang berusaha memberikan penjelasan/tips-tips kepada pelanggan/konsumen terkait dengan produk yang dijualnya. Pedagang
memiliki pekerjaan dalam menganalisa kendala-kendala yang dihadapi konsumen kemudian menjelaskan tentang produk yang dijual akan mampu menjadi problem solver dari kendala tersebut.
Missionary Selling. Usaha penjualan yang dilakukan si penjual untuk meningkatkan volume penjualannya. Pengertian volume penjualan adalah jumlah produk yang
berhasil dijual oleh pedagang kepada pembeli. Cara meningkatkan volume penjualan pada missionary selling adalah dengan pedagang mempunyai saluran pemasaran tersendiri yang akan mendistribusikan produk miliknya kepada konsumen.
New Business. Aktivitas dalam menciptakan berbagai transaksi baru melalui merubah calon konsumen menjadi pelanggan setia.
Macam-Macam Transaksi Penjualan
Selain terdapat jenis-jenis penjualan yang dapat dilakukan oleh para pelaku usaha ataupun perusahaan, terdapat berbagai macam
transaksi penjualan yang harus dipahami. Transaksi penjualan ini banyak ditemui di berbagai jenis penjualan dan disesuaikan dengan kondisi yang ada termasuk penyesuaian produk yang dijual.
Adapun macam-macam transaksi penjualan adalah sebagai berikut : 1. Penjualan Tunai. Transaski penjualan ini memiliki sifat cash dan
carry. Secara umum transaski penjualan ini dilakukan secara kontan ataupun memilki jangka tertentu yang dianggap kontan (umumnya satu bulan). Suatu usaha dapat melakukan transaksi penjualan tunai kemudian menginputnya pada catatan kas ataupun rekening.
2. Kredit. Penjualan dengan cara kredit merupakan transaksi
penjualan yang pembayarannya memiliki tenggang waktu yang biasanya dilakukan lebih dari satu bulan. Suatu usaha menerapkan transaksi penjualan kredit dengan mencatatnya pada piutang usaha pada sisi debet dan nilai produk yang dijual pada sisi kredit.
3. Tender. Penjualan dengan tender adalah penjualan yang dilakukan dengan berbagai prosedur dan aturan tender. Pedagang/pengusaha/perusahaan
mengajukan spesifikasi produk dan harga jualnya untuk diikutkan pada
tender kemudian calon konsumen akan memilih dari berbagai produk yang ditenderkan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
4. Ekspor. Aktivitas penjualan suatu produk dari dalam negeri ke luar negeri.
Transaksi penjualan ini didorong dengan adanya permintaan dari pembeli di luar negeri yang mengimpor produk yang dibutuhkan.
5. Kongsinasi. Kegiatan penjualan yang dilaksanakan dengan memberikan hak jual kepada pembeli yang sekaligus sebagai penjual. Sebagai contoh
penjual A menjual produk kepada pembeli sekaligus penjual B namun produk tersebut dibayar ketika penjual B mampu menjual kembali barang tersebut dengan sebutan bagi hasil/bonus penjualan. Penjual B disini dapat disebut sebagai makelar.
6. Grosir. Produk yang dijual tidak dilakukan secara langsung dari penjual ke pembeli namun melalui lembaga pemasaran seperti pedagang grosir atau eceran. Pedagang grosir biasanya memiliki modal lebih banyak dibanding konsumen akhir sehingga dapat melakukan penjualan dengan volume produk yang lebih banyak untuk dijual kembali.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan mengenai pengertian penjualan beserta tujuan, jenis penjualan dan macam-macam transaksi penjualan maka dapat
dipahami perbedaan pemasaran dan penjualan.
Kegiatan pemasaran lebih kompleks daripada pengertian penjualan yang telah dijelaskan. Pemasaran meliputi kegiatan sebelum barang dan jasa diproduksi dan tidak berhenti pada proses penjualan.
Sedangkan berdasarkan pengertian penjualan, maka penjualan lebih menitikberatkan pada transaksi pemindahan suatu produk dari penjual ke pembeli dengan tujuan memperoleh laba sebesar-besarnya.
Setelah memahami pengertian penjualan dan sebagainya alangkah baiknya seorang pengusaha ataupun perusahaan mulai merumuskan strategi penjualan yang ada dengan memilih jenis dan macam transaksi yang akan digunakan. Selain itu pencatatan terkait data penjualan
harus direkap dengan baik untuk dikembangkan menjadi strategi pemasaran pasca penjualan. Lebih lanjut pajak penjualan juga wajib diperhitungkan sebagai pertimbangan kebijakan penjualan berikutnya.
Untuk pembelian barang lain yang bersifat tidak berulang-ulang, tidak perlu dibuatkan kolom khusus, namun cukup ditampung pada kolom serba-serbi .
Pengertian jurnal penjualan adalah jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat semua transaksi
penjualan barang yang juga secara kredit. Sehingga setiap penjualan barang secara kredit akan dicatat dalam jurnal penjualan.
Dalam transaksi penjualan barang dagang secara kredit menyebabkan terjadi penambahan piutang dagang dan penambahan penjualan.
Saat terjadi penambahan piutang dagang maka
dicatat pada posisi debet karena piutang adalah salah satu jenis harta dan sebaliknya ketika terjadi
penambahan pendapatan dari hasil penjualan maka dicatat pada posisi kredit.