• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN - Repository UHN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN - Repository UHN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri dan keterampilan. Hal ini sejalan dengan salah satu indikator kecerdasan emosional yang dikemukakan oleh Goleman (2001) yaitu pengolahan emosi. Berdasarkan indikator yang telah dijelaskan pada wawancara di atas, terlihat bahwa mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas HKBP Nommensen memiliki kecerdasan emosional yang rendah dalam menghadapi kesulitan dan permasalahan dalam pengerjaan skripsinya.

Menurut Fikry dan Khairani (2017), kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu individu dalam menghadapi permasalahan yang mungkin menimbulkan tekanan dalam mengerjakan skripsinya. Hal ini sejalan dengan pendapat Fikri dan Khairani (2017) bahwa kecerdasan emosional yang baik akan menurunkan kecemasan mahasiswa dalam mengerjakan skripsi dan menghadapi berbagai permasalahan. Namun sebaliknya, jika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang rendah maka efikasi diri juga akan rendah.

Menurut Agung (2013), terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya angkatan 2008. Selain itu, Khimairoh (2015) ) juga mengatakan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan self-eficacy pada mahasiswa PBSB UIN Sunan Ampel Surabaya. Oleh karena itu peneliti membuat judul penelitian ini “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Self-Efficacy Mahasiswa Yang Sedang Mengerjakan Skripsi Di Universitas HKBP Nommensen”.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian sebelumnya melihat hubungan antara kecerdasan emosional dan efikasi diri.

Tabel 1.1 Persebaran Data survei
Tabel 1.1 Persebaran Data survei

Identifikasi Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dalam menerapkan kebijakan untuk mendukung mahasiswa dalam memaksimalkan kemampuannya dalam mengerjakan skripsi.

TINJAUAN PUSTAKA

  • Pengertian Self-Efficacy
  • Faktor yang Mempengaruhi Self-Efficacy
  • Aspek-aspek Self-Efficacy
  • Kecerdasan Emosional
    • Pengertian Kecerdasan Emosional
    • Faktor-faktor yang Mempengaruhi kecerdasan Emosional
    • Aspek-aspek Kecerdasan Emosional
  • Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Self-Efficacy
  • Kerangka Konseptual
  • Hipotesis

Dari penjelasan di atas dapat kita katakan bahwa self-eficacy adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya dalam mengarahkan dirinya terhadap hal-hal yang ingin dicapainya melalui kerja keras, ketekunan dan kegigihan. Artinya keberhasilan yang dicapai seseorang dalam menyelesaikan suatu tugas yang sulit akan meningkatkan efikasi diri yang dimilikinya. Efikasi diri akan meningkat ketika individu mengamati orang lain berhasil, namun efikasi diri juga akan menurun ketika individu mengamati seseorang yang kemampuannya sama dengan dirinya mengalami kegagalan.

Dimensi ini berkaitan dengan efikasi diri seseorang dalam menghadapi tuntutan tugas atau suatu permasalahan (Bandura, 1997). Dimensi ini merupakan suatu konsep bahwa efikasi diri tidak terbatas pada situasi tertentu yang lebih spesifik. Kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi sendiri dengan baik dalam hubungan dengan orang lain (Goleman, 2001).

Menurut Cooper dan Sawaf (2001) kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan kekuatan dan kepekaan emosional sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh manusia. Kecerdasan emosional digambarkan sebagai salah satu bentuk kecerdasan sosial, yang di dalamnya terdapat kemampuan melihat emosi dan perasaan diri sendiri dan orang lain, yang kemudian dijadikan acuan dalam berpikir dan bertindak (Salovey & Mayer, 1990). Sedangkan menurut Bar-On (2000), kecerdasan emosional adalah serangkaian emosi, pengetahuan dan keterampilan emosional yang mempengaruhi kemampuan keseluruhan individu untuk mengatasi tuntutan lingkungan secara efektif.

Dari uraian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengolah respon terhadap rangsangan yang datang. Secara fisik, bagian yang paling menentukan atau paling berpengaruh terhadap kecerdasan emosional seseorang adalah anatomi saraf emosionalnya. Selain dipengaruhi oleh kepribadian seseorang, kecerdasan emosional juga dapat dipupuk dan diperkuat dalam diri individu.

Selain itu Sulistyowati (2016) juga mengatakan bahwa faktor penting yang harus dipertahankan dalam menghadapi permasalahan saat mengerjakan skripsi adalah efikasi diri yang tinggi. Menurut Mubdi (2017), terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan efikasi diri akademik pada siswa kelas XI SMK Bina Wisata Lembang yang artinya semakin tinggi kecerdasan emosional seseorang maka efikasi diri juga akan semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Filkry dkk (2017) yang menyatakan bahwa kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu individu dalam menghadapi permasalahan yang mungkin menimbulkan tekanan ketika mengerjakan disertasinya.

Menurut Agung (2013), terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Fakultas Ilmu Pendidikan. H0 = tidak terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap efikasi diri mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Universitas HKBP Nommensen H1 = terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap efikasi diri mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Universitas HKBP Nommensen. Universitas HKBP Nommensen.

METODE PENELITIAN

  • Identifikasi Variabel Penelitian
  • Definisi Operasional Variabel Penelitian .1 Kecerdasan Emosional
  • Subjek Penelitian
  • Populasi dan Sampel .1 Populasi
    • Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Skala Kecerdasan Emosional
    • Skala Self-Efficacy
  • Pelaksanaan Penelitian
  • Analisis Data .1 Uji Asumsi
    • Uji Hipotesis

Dalam penelitian ini kecerdasan emosional diukur menggunakan skala kecerdasan emosional yang terdiri dari aspek kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati dan keterampilan sosial (Goleman, 2001). Efikasi diri merupakan keyakinan pada diri sendiri bahwa seseorang mampu mencapai target yang telah ditetapkan, meskipun mengalami berbagai kesulitan dan hambatan dalam proses pencapaiannya karena memiliki pemahaman yang benar terhadap kemampuan yang dimilikinya dan keyakinan bahwa kemampuan tersebut dapat dicapai. menjadi kekuatan untuk mencapai suatu tujuan. Seorang mahasiswa yang memiliki efikasi diri mempunyai keyakinan bahwa kemampuannya dapat menjadi sumber kekuatan ketika ia menemui hambatan dalam mencapai target dalam proses pengerjaan disertasinya.

Dalam penelitian ini efikasi diri diukur dengan menggunakan skala efikasi diri yang terdiri dari aspek-aspek seperti kesulitan tugas yang dilakukan, keyakinan terhadap kemampuan dan pemahaman terhadap kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kecerdasan emosional terhadap efikasi diri mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas HKBP Nommensen. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang telah mengambil mata kuliah skripsi dan berasal dari 9 (sembilan) fakultas yaitu Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Seni dan Bahasa, Fakultas Peternakan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Seni dan Bahasa, Fakultas Peternakan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan ciri-ciri yang dimiliki oleh populasi, oleh karena itu sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar mewakili atau mewakili ciri-ciri populasi tersebut (Sugiyono, 2013). Menurut Sugiyono (2013), random sampling adalah suatu teknik pengambilan sampel anggota populasi secara acak, artinya ketika peneliti bertemu dengan orang-orang yang memenuhi syarat sebagai sumber data, maka orang tersebut dapat dijadikan sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Mikhael (dalam Sugiyono, 2013) dimana dengan jumlah populasi sebanyak 1568 orang maka peneliti mengambil sampel sebanyak 286 orang dari total populasi.

Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologis dimana responden diminta mencoret salah satu jawaban yang sesuai dengan karakteristiknya. Skala psikologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi kecerdasan emosional dan efikasi diri. Skala likert dalam mengukur kecerdasan emosional dan efikasi diri mempunyai 4 kategori pilihan respon yang dipisahkan menjadi pernyataan positif dan kurang baik yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).

Pengukuran kecerdasan emosional menggunakan skala model Likert yang dirangking berdasarkan aspek kecerdasan emosional menurut Goleman (2001). Pengukuran efikasi diri menggunakan skala model likert yang disusun menurut aspek efikasi diri menurut Bandura (1997). Karena sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas HKBP Nommensen yang sedang mengerjakan skripsi dan pada saat penelitian dilakukan maka perkuliahan masih berlangsung secara daring.

Data yang dikumpulkan adalah 286 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas HKBP Nommensen Medan. Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah kecerdasan emosional mempunyai hubungan linier dengan self-eficacy mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.

Tabel 3.1 Persebaran Populasi
Tabel 3.1 Persebaran Populasi

Referensi

Dokumen terkait