• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Kinerja

N/A
N/A
3PA10@Fahriza Hazrina Zain

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Kinerja"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kinerja merupakan salah satu aspek utama yang ingin dicapai oleh organisasi, dan merupakan konstruk sentral dalam Psikologi Kerja (Viswesvaran, 2002). Setiap organisasi menghendaki agar individu-individu di dalamnya memiliki kinerja yang tinggi supaya tujuan-tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif.

...

...

...

...

Mengenai hal ini Duchon dan Plowman (2005) menjelaskan pendapatnya sebagai berikut: (kutipan langsung perlu dicantumkan no halamannya; bila lebih dari 3 baris perlu ditulis dalam baris tersendiri dengan spasi1)

”Spiritualitas di tempat kerja merupakan salah satu jenis iklim psikologis di mana orang-orang (pekerja) memandang dirinya memiliki suatu kehidupan internal yang dirawat dengan pekerjaan yang bermakna dan ditempatkan dalam konteks suatu komunitas. Unit kerja yang memiliki tingkat spiritualitas yang tinggi berarti mengalami iklim tersebut, dan dapat diduga bahwa unit kerja tersebut akan mengalami kinerja yang lebih tinggi” (hal. 816).

...

...

...

...

Alur Penulisan Latar Belakang:

- Uraikan fenomena di lapangan (konteks situasi/tempat/subjek penelitian) yang terkait dengan variabel Y (fokus penelitian) yang Anda teliti.

- Uraikan mengapa variabel Y perlu diteliti dalam konteks tersebut

(2)

konseptual berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya).

- Jelaskan faktor-faktor (variabel-variabel lain) yang mempengaruhi variabel Y tersebut. Mengapa? Karena dalam penelitian deskriptif (kualitatif maupun kuantitatif) peneliti perlu memahami secara utuh sebelum mendiskripsikan berdasarkan data lapangan). Demikian pula dalam peneliti inferensial (menguji hipotesis kaitan antar variabel) peneliti perlu memahami secara utuh sebelum menetapkan variabel apa yang akan dikaitkan dengan variabel dependen.

- Jelaskan penelitian-penelitian sebelumnya mengenai hal tsb. Jelaskan hal baru dari penelitian Anda dibandingkan penelitian sebelumnya.

Bila sudah ada penelitian yang sama, jelaskan apa perbedaannya dengan penelitian Anda.

- Alinea penutup: berisi penegasan kembali tentang apa yang akan diteliti dan mengapa perlu diteliti.

...

...

...

...

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui gambaran mengenai variabel Y berdasarkan faktor/komponen/aspeknya, beserta kondisi biografis (usia, jenis kelamin, dsb) ... Penelitian ini diperlukan untuk dapat memberikan rekomendasi……… (Alinea penutup: penegasan kembali tentang yang akan diteliti, dan jelaskan mengapa perlu diteliti)

Berdasarkan permasalahan di atas, pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah: Bagaimana gambaran ...?

C. Tujuan Penelitian

Berdaskan permasalahan yang telah diuraikan di atas, penelitian ini dimaksudkan untuk untuk ... (sesuai dengan pertanyaan penelitian namun berupa pernyataan, bukan kalimat tanya).

D. Manfaat Penelitian

Diharapkan penelitian ini memberikan manfaat sebagai berikut:

(3)

1. Secara teoritis, penelitian ini menyumbang...

2. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh ... (institusi/ orang tua/ dsb yg terkait dengan fenomena)

(4)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

Berikut ini diuraikan landasan teori dan hasil-hasil penelitian dari berbagai sumber tentang variabel yang diteliti, yaitu ……...

A. Variabel Y

1. Pengertian

...

...

(uraikan berbagai definisi/pengertian tentang variabel tergantung dari beberapa referensi)

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, peneliti menyimpulkan bahwa perilaku kewargaorganisasian adalah kinerja yang mendukung lingkungan sosial dan psikologis, di luar tugas inti teknikal, yang secara keseluruhan mempengaruhi efektivitas dan efisiensi organisasi. (Definisi variabel menurut kesimpulan penulis) 2. Komponen/ Faktor/ Aspek/ Ciri-ciri/ Karakteristik/ Dimensi dari

Variabel Y)

...

...

(bandingkan dari beberapa referensi)

Mengingat bahwa terdapat kesamaan budaya nasional antara Indonesia dan China, yaitu budaya kolektivis, maka bentuk-bentuk atau komponen-komponen perilaku kewargaorganisasian yang diperoleh dari survei di China tersebut digunakan sebagai dasar pengukuran perilaku kewargaorganisasian dalam penelitian ini. (Kesimpulan penulis)

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Y (Variabel lain yang mempengaruhi variabel tergantung)

(5)

...

...

...

(bandingkan dari beberapa referensi)

Berdasarkan hasil-hasil meta-analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa beberapa variabel individual, baik sikap-sikap kerja maupun kepribadian- kepribadian tertentu memiliki peranan yang cukup kuat terhadap perilaku kewargaorganisasian. Namun demikian, penelitian ini tidak melibatkan variabel- variabel individu penentu perilakukewargaorganisasian tersebut karena berfokus pada variabel-variabel keorganisasian. (Kesimpulan penulis)

(6)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan ..., maka penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian deskriptif adalah…….. (gunakan referensi, dalam kurung sebutkan nama belakang penulis dan tahun terbit)

B. Definisi Variabel Penelitian

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah perilaku kewargaorganisasian. Berikut ini dijelaskan definisi konseptual dan operasionalisasi variabel tersebut.

Perilaku kewargaorganisasian didefinisikan sebagai kinerja individu yang mendukung lingkungan sosial dan psikologis di luar tugas inti teknikal, yang secara keseluruhan mempengaruhi efektivitas dan efisiensi organisasi. (diambil dari kspl definisi di bab 2). Perilaku kewargaorganisasian dalam penelitian ini diteliti berdasarkan komponen-komponen yang ditemukan dari hasil survey Farh, Zhong, dan Organ (2004) terhadap perusahaan-perusahaan di Republik China yang meliputi empat komponen utama yang menunjukkan ranah perilaku kewargaorganisasian, berturut-turut adalah: diri, kelompok, organisasi, masyarakat.

Di dalam tiap-tiap komponen yang mencerminkan ranah tersebut mengandung beberapa bentuk perilaku kewargaorganisasian.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

Penelitian ini dimaksudan untuk mengetahui...pada perusahaan/sekolah/subjek ... Jadi, populasi penelitian ini adalah semua karyawan di dalam perusahaan tersebut, khususnya yang berlokasi di Jakarta, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: ...

(7)

Sampel (subjek) penelitian , terdiri dari para karyawan yang menjadi bagian dalam perusahaan tersebut yang memiliki ciri-ciri yang sama dengan populasi.

Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik ... (tenik sampling).

Menurut ... (tahun) teknik ... (teknik sampling yang digunakan) adalah ... Dilanjutkan penjelasan secara kongkrit bagaimana pelaksanaannya. Dalam penelitian ini subjek secara keseluruhan berjumlah ...

orang.

D. Teknik Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini dikumpulkan terutama dengan metode kuesioner.

Kuesioner tersebut berisi alat ukur variabel-variabel penelitian, ditambah isian mengenai informasi lain yang diperlukan, yaitu variabel-variabel biografis subjek (usia, jenis kelamin, pendidikan, masa kerja, posisi pekerjaan/jabatan, dan bagian/unit kerjanya).

Berikut adalah penjelasan mengenai alat ukur (skala) yang digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran A.

1. Kinerja (Variabel Tergntung)

Kinerja dalam penelitian ini diukur dengan skala yang disusun oleh Max dan Bacal (2003). Peneliti mengadaptasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Alat ukur kinerja dalam tugas dikembangkan dengan mengambil enam dari sembilan komponen kinerja yang dikemukakan oleh Max dan Bacal (2003).

Tabel 3. Komponen-komponen Kinerja

Komponen Definisi

Pengetahuan kerja dan keterampilan

Kepemilikan dan penerapan pengetahuan, atau keterampilan untuk menyelesaikan tugas.

Kualitas pekerjaan Penyelesaian tugas secara akurat, lengkap, dan sesuai dengan sasaran.

Kuantitas pekerjaan Menghasilkan volume pekerjaan yang mendukung tujuan secara meyakinkan dalam batas waktu yang ditetapkan.

Reliabilitas Dapat diandalkan dalam melengkapi tugas dan tindak

(8)

lanjutnya sesuai kebutuhan.

Perencanaan/penjadwalan Memrioritaskan tugas, antisipasi kebutuhan-kebutuhan, dan membuat penyesuaian-penyesuaian.

Pemecahan masalah Mengidentifikasi masalah dalam bidang tugasnya, mengembangkan gagasan-gagasan untuk solusi, dan membuat rekomendasi untuk langkah perbaikan.

Catatan: tabel tidak boleh putus (ditampilkan utuh dalam satu halaman).

Dalam skala kinerja ini Subjek diminta mengisi kolom keterangan dan nilai. Keterangan berisi informasi singkat mengenai kekuatan/kelemahan subjek dalam komponen kinerja yang dimaksud. Nilai bergerak dari 1 s/d 6, dengan arti sebagai berikut: 1: sangat kurang; 2, kurang; 3: hampir cukup; 4: cukup; 5 sangat baik; 6: istimewa

2. Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional

Kepemimpinan spiritual diukur dengan 17 butir skala yang merupakan hasil revisi terhadap butir-butir skala yang telah dikembangkan oleh ... (tahun).

...dst

Tabel 4. Kisi-kisi Skala Kepemimpinan Spiritual

KOMPONEN INDIKATOR PERILAKU NO

BUTIR

JUMLAH

Visi/misi

Daya tarik yang besar bagi pemangku kepentingan

Mendefinisikan tujuan akhir dan perjalanan

Merefleksikan idealisme yang tinggi Mendorong harapan/ keyakinan Menegakkan standar unggul

Harapan/

keyakinan

Membangun ketahanan Membangun ketekunan

Melakukan hal yang perlu dilakukan

(9)

Memiliki keyakinan pada tujuan Mengharapkan keunggulan

Cinta altruistik

Memberikan kepercayaan/ loyalitas Memaafkan/ menerima/

menunjukkan kerendahan hati Mnyatakan terimakasih/ kebaikan/

belas kasihan

Menunjukkan integritas Menunjukkan kejujuran

Memberikan dorongan/ perhatian Menunjukkan kesabaran/ penurut/

ketahanan

TOTAL :

Keterangan: nomor butir bertanda bintang (*) adalah butir yang tidak mendukung (unvafourable)

Dalam penelitian ini butir-butir skala kepemimpinan spiritual memiliki enam alternatif jawaban yang terdiri dari Sangat Tidak Sesuai (STS), Tidak Sesuai (TS), Agak Tidak Sesuai (ATS), Agak Sesuai (AS), Sesuai (S), Sangat Sesuai (SS). Skor yang diberikan untuk tiap-tiap alternatif jawaban berturut-turut adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6.

3. Budaya Organisasi Terbuka

...

... (penjelasan mengenai skala yg digunakan siapa yang menyusun, apa peran peneliti _ apakah menyusun skala, mengadaptasi dari bahasa Inggris, atau memodifikasi, atau tinggal menggunakan skala yang sudah disusun/diadaptasi orang lain. Selain itu juga penjelasan mengenai faktor/komponen yang mendasari alat ukur ini beserta sumbernya). Lihat contoh di atas.

Tiap-tiap item skala ini terdiri dari sebuah pernyataan yang memiliki alternatif jawaban berupa deskripsi budaya organisasi terbuka yang bersifat dikotomis. Kepada subjek diberikan enam alternatif jawaban yang membentang

(10)

antara dua kutub budaya organisasi terbuka, sebagai respon atas tiap-tiap pernyataan.

Berikut ini adalah contoh butir kuesioner sistem terbuka:

____________________________________________________________

Ditempat saya bekerja, kritik dari karyawan biasanya

diremehkan oleh didiskusikan dengan pimpinan 1 2 3 4 5 6 pimpinan

____________________________________________________________

Untuk menilai jawaban subjek, pada butir-butir no 1, 3, 4, 5, 7, 8 jawaban diberi bobot nilai sesuai angka yang dipilih, karena angka yang lebih besar berarti mendukung budaya terbuka. Sedangkan pada butir nomor 2 dan 6 jawaban subjek diberi bobot nilai secara terbalik (pilihan angka 1 diberi nilai 6, dst), karena angka yang lebih besar berarti mendukung budaya tertutup (berlawanan dengan budaya terbuka).

E. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur

... (Uraikan tentang perlunya pengujian validitas dan reliabilitas).

1. Validitas

Pemeriksaan validitas dalam penelitian ini dilakukan untuk menguji validitas isi dan validitas tampang terhadap tiap-tiap alat ukur. Validasi isi merupakan langkah sistematis untuk memastikan bahwa isi alat ukur tersebut representatif mewakili ranah perilaku yang hendak diukur (Anastasi & Urbina, 1997). Validitas tampang, menyangkut pertanyaan apakah alat ukur sudah ”tampak valid” bagi orang-orang yang hendak dikenai alat ukur tersebut, bagi pelaksana

(11)

yang mengadministrasikan alat ukur, dan pengamat lain yang bukan ahli (Anastasi

& Urbina, 1997).

Pemeriksaan validitas isi dalam penelitian ini dilakukan dengan meminta masukan dari (beberapa orang) ahli, dalam hal ini dosen pembimbing (dan beberapa orang lainnya) yang ahli dalam bidang pengukuran psikologis.

Pemeriksaan validitas tampang dilakukan dengan mengujicobakan kuesioner yang telah tersusun kepada sekelompok karyawan dari salah satu unit kerja yang ada di PT ..., serta meminta masukan mereka untuk memastikan bahwa penampilan kuesioner beserta butir-butir skalanya sudah layak.

2. Reliabilitas

Uji reliabilitas aitem dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik konsistensi internal, yaitu melalui uji daya beda aitem dan reliabilitas Alpha Cronbach. (Jelaskan teknik uji reliabilitas yang dilakukan oleh peneliti yang alat ukurnya Anda gunakan, dan sebutkan siapa dan tahun publikasinya)

Uji daya beda aitem dilakukan dengan mengorelasikan skor tiap aitem dengan skor total (teknik item-total correlation). ... dst (jelaskan hasil uji daya diskriminasi aitem ).

Reliabilitas Alpha Crobbach ... dst (jelaskan hasil uji reliabiliotasnya)

F. Analisis Data

Sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu mendeskripsikan Y..., maka teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah teknik analisis deskriptif berupa nilai rata-rata, kategorisasi, prosentase, dan lainya (sebutkan sumber, tahun)

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Ackfeldt, A.-L. & Coote, L.V. (2005). A study of organizational citizenship behaviors in a retail setting. Journal of Business Research, 58, 151– 159.

(jurnal) Adriansyah, M. A. (2006). Perilaku kewargaan organisasi ditinjau dari nilai-nilai religiusitas dan kompetensi sosial. Tesis tidak diterbitkan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

(tesis, disertasi) Adriansyah, R. (2007). Kerusakan lingkungan sebagai dampak kebijakan pro modal dan anti rakyat. Kertas posisi dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup nasional 2007. No. 03/pr/edwss/VI/2007. Diakses pada

tanggal 1 Agustus 2008, dari

Http://www.walhi.or.id/kampanye/psda/070605_lingk_ rsk_sumsel_kp/

(artikel dari internet) Bachrach, D.G., Powell, B.C., Bendoly, E., & Riche, R.G. (2006).

Organizational citizenship behavior and performance evaluations:

Exploring the impact of task interdependence. Journal of Applied Psychology, 91 (1), 193-201.

(jurnal) Barbuto, Jr, J.E., Brown, L.L., Wilhite, M.S., & Wheeler, D.W. (2001). Testing the

underlying motives of organizational citizenship behavior: A fiels study of agricultural Co-Op Worker. 28th Annual National Agricultural Education Research Conference, December 12, 539 – 553.

(file laporan penelitian) Bass, B.M.. (1990). Bass and Stogdill’s handbook of leadership. New York: The

Free Press, A Divition of Macmilland, Inc.

Keterangan:

Nama penulis: diambil nama belakangnya; nama depan disingkat. Contoh: Bernard M. Bass, ditulis Bass, M.B.

Disusun urut abjad.

Perhatikan: tidak selalu judul buku/artikel yang dicetak miring (italic).  Berbeda-beda untuk buku, jurnal, laporan penelitian/tesis/disertasi, atau artikel internet.

Untuk jurnal dan bunga rampai perlu dilengkapi nomor halaman.

Spasi 1.

(13)

(buku)

Campbell, D.T. (1998). Modeling the performance problem in industrial and organizational psychology. In Dunnette, M.D. & Hough, L.M (Eds.).

Handbook of Industrial and Organizational Psychology, 1, 687-732.

Mumbai: Jaico Publishing House

(buku lebih dr satu penulis/ bunga rampai)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penelitian ini juga peneliti tidak memilah lama merokok dan jumlah merokok pada setiap pasien, untuk itu peneliti dengan kerendahan hati sangat.. mengharapkan agar

Peneliti bermaksud menyusun skripsi dengan judul “ Pengaruh Komunitas Merek dan Kepercayaan Merek terhadap Loyalitas Pelanggan Kamera Sony DSLR (Survei pada

Pelanggan terhadap Loyalitas pelanggan smartphone merek Samsung sedangkan penelitian sebelumnya yang menggunakan variabel Pengaruh Kepercayaan dan Kepuasan

13 12 Ibid.. Kepercayaan, ideologi dan mitos merupakan citra-citra kolektif dan ide yang bersifat elemen spiritual dan psikologis. 14 Keyakinan mengacu kepada ideologi yaitu

Kepercayaan, ideologi dan mitos merupakan citra-citra kolektif dan ide yang bersifat elemen spiritual dan psikologis. 26 Keyakinan mengacu kepada ideologi yaitu keyakinan yang

Ruang lingkup pada penelitian ini terbatas pada menganalisis pengaruh antara Citra Merk(Brand Image) dan Kepercayaan Merk (Brand Trust) terhadap Loyalitas

kepercayaan diri dalam menerima layanan dari guru Bimbingan dan Konseling tersebut. Menurut Tursan Hakim (2002) percaya diri merupakan suatu keyakinan dan

BANK PANIN KCP Teluk Gong dapat mengetahui seberapa besar pengaruh Service Quality terhadap Brand Trust (kepercayaan merek) dan dampaknya terhadap Loyalitas Nasabah PT.BANK