• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN - perpustakaan online poltekkes malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN - perpustakaan online poltekkes malang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang

Menurut definisi WHO, bayi prematur adalah bayi lahir hidup sebelum usia kehamilan minggu ke 37 (dihitung dari hari pertama haid terakhir). Bayi prematur atau bayi preterm adalah bayi yang berumur kehamilan 37 minggu tanpa memperhatikan berat badan, sebagian besar bayi prematur lahir dengan berat badan kurang 2500 gram (Surasmi, dkk, 2003). Menurut Maretha 2005 dalam Santri dkk 2014, bayi prematur biasanya memiliki fungsi sistem organ yang belum matur sehingga dapat mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan hidupnya. Oleh karena itu, bayi prematur memiliki risiko untuk mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan di masa depan. Hambatan tersebut menurut Eisenberg dalam wahyu 2011, merupakan keterlambatan perkembangan prematur meliputi perkembangan motorik, adaptasi kemandiriaan dan sosial maupun bicara dan bahasa. Keterlambatan perkembangan akan terjadi tanpa adanya pemberian stimulasi pada anak. Sekitar 95% tidak ada penyebab yang jelas, tetapi kurangnya stimulasi, kesempatan belajar maupun kemungkinan faktor genetik bisa berperan (Tandry, 2011).

Stimulasi adalah cara atau kegiatan merangsang kemampuan dasar anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Stimulasi dilakukan untuk mengetahui dan melatih perkembangan anak sesuai perkembangannya. Tujuan memberikan tindakan stimulasi pada anak yaitu untuk membantu anak mencapai

(2)

tingkat perkembangan yang optimal atau sesuai dengan yang diharapkan.

Tindakan stimulasi meliputi berbagai aktivitas untuk merangsang dan melatih perkembangan anak, yaitu seperti latihan gerak, berbicara, berpikir, kemandirian dan sosialisasi (Tandry,2011). Menurut zaviera (2008) Usia 0 – 5 tahun merupakan periode keemasan (golden age) pada siklus hidup manusia, dimana perkembangan anak pada usia tersebut berkembang dengan pesat. Perkembangan merupakan kemampuan fungsi tubuh yang merupakan hasil dari pematangan seseorang dan bersifat kompleks, perkembangan anak yang terjadi meliputi aspek kognitif, motorik, bahasa serta sosial. Pada masa ini, kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak ditangani dengan baik dengan diberikannya stimulasi, anak akan mengalami keterlambatan yang sifatnya menetap (Kemenkes RI, 2016).

Selain pemberian stimulasi pada bayi dengan keterlambatan perkembangan, bayi perlu menyesuaikan berat badannya untuk mengejar ketertinggalan dengan menyesuaikan kebutuhan maupun asupan nutrisi sesuai dengan kebutuhannya.

Menurut hasil dari penelitian Budi 2003, gangguan pertumbuhan lebih banyak pada kelompok prematur (25,7%) dibanding kelompok aterm (8,6%) sedangkan gangguan perkembangan dijumpai lebih banyak pada kelompok prematur (17,1%) dibanding kelompok aterm (4,3%). Menurut laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kota Malang merupakan sepuluh besar tertinggi kasus kejadian kelahiran prematur yaitu sebesar 1,4% (109) dari 7.762 kelahiran (Dinas Kesehatan Jatim, 2006).

(3)

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, pada pengamatan saya terhadap kasus yang saya jumpai yaitu di jalan Mayjen Haryono Gang 1, bayi dengan riwayat prematur mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan, bayi usia 18 bulan terlihat kurang aktif, dan belum bisa berjalan sendiri tanpa berpegangan, masih merengek/menangis saat menginginkan sesuatu, sedikit bicara, dan belum bisa untuk minum sendiri tanpa tumpah. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan disebabkan karena kurangnya pemberian stimulasi oleh orang tua dan orang terdekat. Gangguan atau hambatan pada hal ini apabila tidak dilakukan stimulasi dan pemenuhan gizi yang cukup bayi akan mengalami penyimpangan yang sifatnya menetap.

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Gambaran Tumbuh Kembang Pada Bayi Usia 8 Bulan dengan Riwayat Prematur Sebelum dan Setelah Diberikan Stimulasi Perkembangan di Wilayah Kerja Puskesmas Arjuno Kelurahan Kauman Kota Malang”.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana Gambaran Tumbuh Kembang Pada Bayi Usia 8 Bulan dengan Riwayat Prematur Sebelum dan Setelah Diberikan Stimulasi Perkembangan di Wilayah Kerja Puskesmas Arjuno Kelurahan Kauman Kota Malang?

(4)

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk untuk mengetahui gambaran pertumbuhan dan perkembangan pada bayi usia 8 bulan dengan riwayat prematur sebelum dan setelah diberikan stimulasi perkembangan di wilayah kerja puskesmas Arjuno kelurahan Kauman Kota Malang.

1.3.2 Tujuan Khusus

1.3.2.1 Mengidentifikasi perkembangan pada bayi usia 8 bulan dengan riwayat prematur sebelum dan setelah diberikan stimulasi perkembangan yang meliputi 4 aspek yaitu gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian.

1.3.2.2 Mengidentifikasi pertumbuhan pada bayi usia 8 bulan dengan riwayat prematur dengan menggunakan perbandingan panjang badan (PB) terhadap berat badan (BB) dan Lingkar kepala.

1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoretis

Hasil penelitian ini dapat menambah informasi dan memperkaya konsep atau teori yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan serta sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya dalam penyempurnaan ilmu pengetahuan yang sudah ada.

(5)

1.4.2 Manfaat Praktis

1. Bagi Institusi Pendidikan

Sebagai bahan referensi penelitian untuk melakukan penelitian tentang tumbuh kembang pada bayi usia 8 bulan dengan riwayat prematur sebelum dan setelah diberikan stimulasi perkembangan.

2. Bagi Profesi Keperawatan

Memberikan sumber pengetahuan yang luas di bidang keperawatan dalam pembangunan dan kemandirian profesi keperawatan.

3. Bagi Peneliti

Memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik materi keperawatan anak maupun metode penelitian tentang tumbuh kembang pada bayi usia 8 bulan dengan riwayat prematur sebelum dan setelah diberikan stimulasi perkembangan.

(6)

6

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pada penelitian ini untuk mengambarkan jenis difabilitas dengan tumbuh kembang anak pada usia 48-72 bulan meliputi 4 aspek yaitu gerak motorik halus,

xiv Lampiran 24 Checklist Kelengkapan Formulir Pencatatan Bayi Muda Umur Kurang dari 2 Bulan Sebelum Implementasi Buku Petunjuk Teknis Lampiran 25 Checklist Kelengkapan Formulir

Berdasarkan hasil baseline data Bulan Oktober tahun 2018 menunjukkan prevalensi masalah gizi pada balita di Desa Pandanajeng Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, status gizi kurang

Dari hasil observasi sebelum penelitian pada sampel bakso, saos tomat, ikan asin, ikan pindang dan kerupuk puli yang diambil dari beberapa pedagang yang ada di Kecamatan Jabung

1.1.3 Gambaran Luaran Bayi Baru Lahir Berdasarkan APGAR Skor Luaran bayi baru lahir pada kehamilan usia remaja berdasarkan apgar skor saat lahir di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang

Berdasarkan uraian yang telah disebutkan diatas peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam apakah terdapat hubungan pengetahuan gizi, tingkat konsumsi dan aktivitas fisik terhadap

Secara umum, remaja yang berusia 15-19 tahun, baik pria maupun wanita, memiliki median umur ideal kawin pertama yang lebih rendah dibandingkan dengan remaja dengan usia 20-24 tahun..

Melalui hasil wawancara dengan tenaga pemasak dan pengisian angket oleh 15 orang, usia 11-18 tahun di Panti Asuhan Darussalam Singosari, didapatkan keluhan terhadap rasa, penampilan