Wisuda merupakan upacara yang diadakan Poltekba bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan pada program studi tertentu. Kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 Ayat 1 ditetapkan dengan keputusan Direktur setelah mendapat persetujuan Senat. Pengangkatan dan pemberhentian dosen non PNS sebagaimana dimaksud dalam Ayat 4 dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau Keputusan Direktur.
Pengangkatan dan pemberhentian tenaga kependidikan bukan PNS sebagaimana dimaksud dalam ayat 4 dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau dengan Keputusan Direktur. Mahasiswa reguler adalah mahasiswa hasil seleksi calon mahasiswa yang memenuhi syarat kelulusan yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur. Mahasiswa dengan tugas belajar, mahasiswa asosiasi atau mahasiswa berkebangsaan asing adalah mahasiswa hasil seleksi calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan kelulusan yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur dan Surat Keputusan dari universitas/instansi/negara lain yang menugaskannya.
Siswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang sesuai dengan Pasal 14 ayat 4, maka status siswanya ditetapkan tidak aktif berdasarkan keputusan kepala sekolah. Mahasiswa yang tidak memenuhi ketentuan pasal 17 ayat 1 dan 2 tidak dapat mengikuti kegiatan akademik dan non akademik. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) adalah kartu tanda mahasiswa Poltekba yang diterbitkan oleh BAAK dan berlaku selama mahasiswa yang bersangkutan masih berstatus pelajar.
Apabila ayat 2 Pasal 20 tidak terpenuhi, status mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan cuti studi, yang diatur dengan keputusan direktur; Mahasiswa yang tidak membayar selama dua semester berturut-turut akan dinyatakan diberhentikan oleh yang bersangkutan. Mahasiswa aktif adalah mahasiswa yang terdaftar di BAAK dan belum diberhentikan atau diberhentikan sesuai dengan keputusan direktur.
Mahasiswa tidak aktif adalah mahasiswa yang tidak terdaftar di BAAK dan tidak diberhentikan atau diberhentikan yang ditetapkan dengan keputusan manajemen. Mahasiswa cuti studi adalah mahasiswa yang mendapat izin cuti ilmiah dari ketua jurusan dan izin dari wakil direktur bidang akademik. Mahasiswa yang diberhentikan adalah mahasiswa yang mengajukan pengunduran diri dan ditetapkan dengan keputusan manajemen.
Mahasiswa Putus Sekolah (DSU) adalah mahasiswa yang dikeluarkan karena alasan akademik dan/atau non akademik, yang ditetapkan dengan keputusan direktur. Mahasiswa yang tidak mengerjakan tugas tambahan akan dikenakan sanksi berupa skorsing nilai sampai batas waktu yang ditetapkan oleh Jurusan. Mahasiswa yang tidak memenuhi ketentuan ayat 7 Pasal 26 akan mengambil cuti studi pada semester berikutnya.
Mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang pada semester yang akan diambilnya dan telah mendapat izin, dianggap mengundurkan diri dengan Surat Keputusan Direktur.
LAIN-LAIN
Mempengaruhi atau berusaha mempengaruhi orang lain dengan membujuk, memberi hadiah atau mengancam dengan maksud untuk memperoleh kemudahan dalam penyelesaian ujian, tugas kuliah dan sebagainya. Skorsing tidak diperbolehkan untuk memperoleh layanan akademik dalam waktu 1 tahun atau setara dengan 1 kali. Sanksi akademik diberikan melalui surat keputusan dari Direktur Poltekba setelah mendapat rekomendasi dari program studi yang bersangkutan, atau yang ditunjuk untuk menanganinya.
Wakil Direktur Bidang Akademik akan mengeluarkan surat keputusan atas nama direktur Poltekba yang menyatakan berdasarkan data BAAK bahwa lulusan memang lulusan Poltekba. Kampus Poltekba beserta sarana dan prasarananya pada prinsipnya dapat digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh seluruh sivitas akademika Poltekba. Bagi mahasiswa yang tidak diperkenankan melanjutkan studi atau mengikuti berbagai kegiatan akademik di Poltekba karena melanggar tata tertib Poltekba, berlaku ketentuan sebagai berikut.
Kehadiran mereka di kampus Poltekba tunduk pada peraturan yang berlaku khusus bagi anggota Poltekba nonakademik, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia pada umumnya. Menyerahkan laporan kemajuan studi akhir semester kepada penerima beasiswa melalui wakil direktur bidang kemahasiswaan. Jika diduga penerima beasiswa melanggar peraturan yang berlaku di Poltekba, beasiswa dapat dihentikan sementara selama yang bersangkutan menyelesaikan proses pemeriksaan.
Jika yang bersangkutan terbukti tidak bersalah, maka beasiswa dapat diaktifkan kembali dan beasiswa yang sempat tertunda selama proses ujian dapat dibayarkan kembali. Bantuan di luar beasiswa dapat diberikan kepada mahasiswa yang membutuhkan sesuai ketentuan yang berlaku. Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan konsultasi resmi yang ditujukan kepada mahasiswa yang memiliki masalah akademik dan non akademik melalui dosen wali.
Membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus dan memecahkan masalah akademik dan non akademik yang mereka hadapi; Layanan pengembangan profesi dan organisasi yang diberikan berupa pendidikan, pelatihan, kesempatan magang, rekrutmen, pelatihan kewirausahaan dan layanan lainnya.
PELANGGARAN
Pelanggaran terhadap hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia diancam dengan pidana penjara; Minuman adalah segala jenis minuman yang mengandung alkohol sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Yang dimaksud dengan judi adalah permainan yang menggunakan sarana langsung atau tidak langsung untuk dijadikan media taruhan.
Yang dimaksud dengan senjata adalah segala jenis alat yang dapat mencelakakan atau membunuh jika digunakan sebagaimana diatur dalam undang-undang. Bahan peledak adalah bahan atau bahan yang berbentuk padat, cair, gas atau campurannya yang apabila dikenai atau terkena suatu perbuatan berupa panas, benturan atau gesekan, akan berubah secara kimiawi dalam waktu yang sangat singkat, disertai dengan efeknya panas dan tekanan yang sangat tinggi, termasuk bahan peledak yang digunakan untuk keperluan industri dan militer. Mahasiswa Poltekba dilarang memiliki, membawa, menyimpan, memperdagangkan, membuat atau menangani bahan peledak di lingkungan Poltekba tanpa izin.
Perkosaan, melakukan perbuatan asusila yang dapat menimbulkan perasaan tidak puas, sakit (fisik dan psikis) serta gangguan perasaan dan kehormatan. Sanksi adalah tindakan yang diberikan kepada peserta didik baik secara individu maupun kelompok yang terbukti melanggar peraturan yang berlaku. Sanksi dikenakan terhadap pelanggaran dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang adanya aturan yang harus diikuti, untuk memperingatkan terhadap perbuatan yang salah, dan sanksi tersebut merupakan peringatan untuk mendidik siswa.
Sanksi dapat dikenakan kepada mahasiswa atas perbuatan atau tindakan yang terbukti melanggar peraturan yang berlaku di Poltekba. 17 47.1.m Ditindik/ditato skorsing sampai dengan pencabutan tetap status kemahasiswaan 18 48 Pencabutan status kemahasiswaan karena miras. Kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa dapat ditindak oleh wakil kepala sekolah bidang akademik atau orang yang ditunjuk untuknya berdasarkan berita acara.
Apabila kasus pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa Poltekba telah terbukti secara nyata dan telah ditindak oleh kejaksaan atau kepolisian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka sanksi bagi mahasiswa baik perorangan, kelompok maupun organisasi dapat ditetapkan oleh direktur tanpa kebutuhan untuk penyelidikan, investigasi dan evaluasi. Jangka waktu sanksi adalah 1 tahun, jika pelanggaran serupa dilakukan dalam jangka waktu tersebut untuk perbuatan yang dilarang ringan dan/atau berat, dapat dikenakan sanksi yang lebih berat. Jangka waktu sanksi adalah 1 tahun, bagi yang melakukan pelanggaran (sejenis) untuk perbuatan yang dilarang berat dalam jangka waktu tersebut dapat dikenakan sanksi yang lebih berat.
ALUMNI
PENUTUP