Namun dibalik itu semua, masih terdapat beberapa keluhan dari konsumen yang mengkonsumsi Susu Ultra. Hal ini dilakukan guna mengetahui pendapat konsumen terhadap kualitas produk dan harga dari produk susu Ultra Milk itu sendiri.
Rumusan Masalah
Apa pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas konsumen melalui keputusan pembelian pada konsumen Susu Ultra pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Apa pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen melalui keputusan pembelian konsumen pada konsumen Ultra Milk mahasiswa Universitas Diponegoro.
Tujuan Penelitian
Apa pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas konsumen melalui keputusan pembelian pada konsumen Susu Ultra pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas konsumen Susu Ultra pada mahasiswa Universitas Diponegoro.
Kegunaan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen Susu Ultra pada mahasiswa Universitas Diponegoro. Untuk mengetahui pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen melalui keputusan pembelian pada konsumen Susu Ultra di kalangan mahasiswa Universitas Diponegoro.
Kegunaan Teoritis
Untuk mengetahui pengaruh keputusan pembelian terhadap loyalitas konsumen Susu Ultra pada Mahasiswa Universitas Diponegoro. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap loyalitas konsumen melalui keputusan pembelian pada konsumen Susu Ultra pada mahasiswa Universitas Diponegoro.
Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini dapat membantu dalam pengembangan strategi susu Ultra dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan juga dapat digunakan sebagai data masukan dan evaluasi yang nantinya dapat digunakan untuk refleksi dalam menentukan kebijakan perusahaan untuk mencapai tujuan sebelumnya. menetapkan tujuan yang berkaitan dengan menjaga loyalitas konsumen.
Kegunaan Sosial
Kerangka Teori .1 Pemasaran
- Perilaku Konsumen
- Theory Reasoned Action
- Loyalitas Konsumen
- Kualitas Produk
- Harga
- Keputusan Pembelian
Tujuan ini dicapai dengan menentukan tingkat harga yang memperhitungkan total pendapatan penjualan dan total biaya, dalam hal ini. Perusahaan mendapatkan keuntungan karena bersedia membayar harga yang lebih tinggi dibandingkan pembeli lain karena barang yang ditawarkan menawarkan nilai yang lebih tinggi kepada mereka. Jadi dalam hal ini perusahaan menetapkan harga yang tinggi karena ingin mengambil keuntungan dari sekelompok besar pembeli yang bersedia membayar harga tinggi karena produk perusahaan mempunyai nilai sekarang yang tinggi bagi mereka.
Meskipun harga yang lebih tinggi dapat memberikan atau menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih besar, namun perusahaan tetap puas dengan tingkat keuntungan konvensional untuk tingkat investasi dan risiko yang ditanggung. Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah untuk berbagai macam produk sekaligus, dengan maksud agar konsumen juga membeli produk lain yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Dalam hal ini perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah terhadap suatu produk yang populer untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya (loss leader pricing) dengan harapan pembeli selanjutnya akan tertarik untuk membeli produk lain, sebaliknya perusahaan juga dapat menetapkan harga tinggi untuk produk yang berkualitas tinggi (harga prestise).
Kualitas produk menentukan harga yang ditawarkan, apakah lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan rata-rata pesaing.
Pengaruh Antar Variabel Penelitian
- Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian
- Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
- Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas Konsumen
- Pengaruh Harga terhadap Loyalitas Konsumen
- Pengaruh Keputusan Pembelian Terhadap Loyalitas Konsumen
- Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas Konsumen melalui Keputusan Pembelian
- Pengaruh Keputusan Pembelian Terhadap Loyalitas Konsumen
- Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas Konsumen melalui Keputusan Pembelian
- Pengaruh Harga terhadap Loyalitas Konsumen melalui Keputusan Pembelian melalui Keputusan Pembelian
H1 : Dihipotesiskan terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen Susu Ultra mahasiswa IPS Universitas Diponegoro. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Rafi dan Agung Budiatmo (2018), diperoleh hasil bahwa kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian. H2 : Diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara harga dengan keputusan pembelian Susu Ultra pada mahasiswa Universitas Diponegoro.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Endang Tjahjaningsih dan Maurine Yuliani (2009) diketahui terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara keputusan pembelian dengan loyalitas pelanggan. Penelitian yang dilakukan oleh Budi Sudiarto dkk (2013) menemukan bahwa produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen dengan keputusan pembelian sebagai variabel mediasi. Konsumen setia terhadap suatu merek dengan dukungan keputusan pembelian produk dengan dukungan keputusan pembelian produk.
Penelitian yang dilakukan oleh Budi Sudiarto dkk (2013) menyatakan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen dengan keputusan pembelian sebagai variabel mediasi.
Penelitian Terdahulu
Kualitas produk dan eWOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dan signifikan terhadap keputusan. Pengaruh kualitas produk, harga dan pelayanan terhadap loyalitas konsumen dengan keputusan pembelian sebagai variabel intervening (Studi pada pengguna Sepatu Bata di Semarang). No Variabel Peneliti Judul Perbedaan Hasil Penelitian Mempengaruhi Loyalitas Konsumen Sepatu Bata di Semarang.
Pengaruh citra merek dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian susu cair kemasan susu ultra siap minum. Analisis jalur pengaruh produk dan harga terhadap loyalitas konsumen melalui keputusan pembelian kopi di kota Kisaran. Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Teh Siap Minum Kemasan Teh Sosro.
Objek yang dipilih adalah konsumen Susu Ultra Mahasiswa Universitas Diponegoro, dimana objek ini belum pernah digunakan pada penelitian sebelumnya mengenai hubungan atau pengaruh “Kualitas produk dan harga dengan keputusan pembelian sebagai variabel perantara terhadap loyalitas konsumen”.
Hipotesis
H6 : Diduga terdapat pengaruh antara kualitas produk dengan loyalitas konsumen terhadap keputusan pembelian Susu Ultra pada mahasiswa Universitas Diponegoro. H7 : Diduga terdapat pengaruh antara harga terhadap loyalitas konsumen melalui keputusan pembelian konsumen Susu Ultra pada Mahasiswa Universitas Diponegoro.
Definisi Konseptual
- Kualitas Produk
- Harga
- Keputusan Pembelian
- Loyalitas Konsumen
Menurut Kotler dan Armstrong (2016), harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk suatu produk atau jasa, atau jumlah nilai yang ditukarkan pelanggan atas manfaat atau dengan menggunakan produk atau jasa tersebut. Harga adalah sejumlah uang yang dikeluarkan untuk suatu produk atau jasa, atau sejumlah nilai yang ditukarkan oleh konsumen untuk memperoleh manfaat atau kepemilikan atau penggunaan suatu produk jasa. Menurut Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2009), keputusan pembelian adalah suatu proses integrasi yang digunakan untuk menggabungkan pengetahuan tentang dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satunya.
Loyalitas Konsumen menurut Tjiptono & Chandra (2011) menyatakan loyalitas konsumen sebagai komitmen konsumen terhadap suatu merek, toko, pemasok yang didasari oleh sikap yang sangat positif yang tercermin dalam pembelian berulang yang konsisten.
Definisi Operasional
- Kualitas Produk
Menurut Philip Kotler & Kevin Lane Keller (2009), keputusan pembelian adalah suatu proses integrasi yang digunakan untuk menggabungkan pengetahuan tentang dua atau lebih perilaku alternatif dan memilih salah satunya. Membeli Susu Ultra Milk sesuai dengan keinginan anda karena harga dan kualitas produk susu Ultra Milk bagus. Loyalitas konsumen menurut Tjiptono dan Chandra (2011) adalah komitmen konsumen terhadap suatu merek, toko, pemasok yang didasari oleh sikap yang sangat positif yang tercermin dari pembelian berulang yang konsisten.
Keengganan konsumen untuk beralih ke produk dan merek lain Konsumen lebih memilih Susu Ultra dibandingkan produk susu lainnya 4.
Metode Penelitian
- Tipe Penelitian
- Populasi dan Sampel a. Populasi
- Teknik Pengambilan Sampel
- Jenis dan Sumber Data a. Jenis data
- Teknik Pengumpulan Data
- Skala Pengukuran
- Instrumen Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis eksplanatori, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menonjolkan hubungan antar variabel penelitian kemudian menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya. Penelitian ini berfokus pada hubungan antara variabel kualitas produk (X1), variabel harga (X2), variabel keputusan pembelian (Z) terhadap loyalitas konsumen (Y). Oleh karena itu, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden yang memenuhi syarat menjadi sampel dikatakan representatif untuk penelitian.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling, Purposive Sampling merupakan teknik pengambilan sampel dimana objek diambil menurut kriteria yang telah ditentukan dengan menggunakan metode yang berbeda-beda (Mas'ud, 2004). Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari orang-orang yang berhubungan langsung dengan penelitian ini. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dengan cara menyebarkan kuisioner atau kuisioner kepada konsumen yang membeli produk susu Ultra Milk.
Jenis pertanyaan yang digunakan dalam daftar pertanyaan penelitian ini adalah pertanyaan pilihan ganda.
Uji Validitas dan Uji Reliabilitas .1 Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi sederhana merupakan suatu pendekatan untuk memodelkan hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas. Dalam analisis regresi sederhana, hubungan antar variabel bersifat linier, dimana perubahan variabel X akan diikuti oleh perubahan variabel Y secara permanen. Misalkan kita mempunyai rangkaian data untuk variabel Y, melalui analisis regresi linier sederhana kita dapat memodelkan variabel-variabel yang mempengaruhi variabel Y.
Eksogenitas lemah perlu kita pahami secara mendasar sebelum menggunakan analisis regresi bahwa analisis ini mengharuskan variabel X bersifat tetap atau tetap sedangkan variabel Y bersifat acak. Varians kesalahan konstan, hal ini menjelaskan bahwa varians kesalahan atau varians sisa tidak berubah dengan respon yang berbeda. Oleh karena itu, permasalahan heteroskedastisitas/non-homoskedastisitas dapat diatasi dengan menambahkan model error variance pada model atau model ARCH/GARCH.
Autokorelasi untuk data time series, jika kita menggunakan analisis regresi sederhana untuk data time series atau data yang disusun berdasarkan time series, maka ada satu asumsi yang harus dipenuhi yaitu asumsi autokorelasi.
Uji Asumsi Klasik .1 Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedastisitas
Toleransi mengukur variabilitas variabel independen terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen lainnya, sehingga nilai toleransi yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF = 1/toleransi) dan menunjukkan kolinearitas yang tinggi. Nilai cut-off yang umum digunakan adalah nilai toleransi > 0,10/sama dengan nilai VIF < 10 yang berarti tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi (Ghozali, 2005). Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah terdapat ketimpangan varians antara observasi yang satu dengan observasi yang lain dalam model regresi (Ghozali, 2005).
Hal ini dapat dideteksi dengan melihat apakah terdapat pola tertentu pada scatterplot antara SRESID dan ZPRED, dimana sumbu Y adalah prediksi Y dan sumbu X adalah sisa (prediksi Y – Y aktual) yang terstandarisasi (Ghozali, 2005). Sedangkan dasar pengambilan keputusan uji heteroskedastisitas (Ghozali Jika terdapat pola tertentu seperti ada titik-titik yang membentuk pola beraturan tertentu, bergelombang, meleleh kemudian menyempit), maka berarti telah terjadi heteroskedastisitas. Apabila tidak terdapat pola yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Analisis Regresi Linear Berganda
- Uji F
- Analisis Jalur
Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau sebab akibat antara satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Regresi linier berganda ini berfungsi untuk mengetahui apakah kehadiran kualitas produk (X1) dan harga (X2) berpengaruh terhadap loyalitas konsumen dan keputusan pembelian (Z). Uji f merupakan hipotesis yang digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh secara bersama-sama antara variabel independen yaitu kualitas produk (X1) dan harga (X2), terhadap variabel dependen yaitu loyalitas konsumen (Y) dan keputusan pembelian (Z) .
Ho :𝛽1 = 𝛽2 = 𝛽3 ≤ 0 ; antara kualitas produk dan harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan loyalitas konsumen. Ho diterima dan Ha ditolak jika Fhitung < Ftabel. Ho ditolak dan Ha diterima jika Fhitung > Ftabel. Ho : β ≤ 0; antara kualitas produk dan harga tidak terdapat pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dan keputusan pembelian.
Ho : β ≥ 0; antara kualitas produk dan harga terdapat pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dan keputusan pembelian.