• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

Pelaksanaan kampanye tersebut akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program wegahnyampah pengurangan sampah yang dilakukan pemerintah. Permasalahan tersebut merupakan strategi pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah kota semarang melalui program “Semarang Wegah Nyampah” dengan media komunikasi yang dilakukan. Penelitian yang dilakukan oleh Basuki (2015) menunjukkan bahwa para staf di Yayasan Syamsi Dhuha/SDF ketika menjalankan perannya pada saat Acara World Sight Day (WSD) sedang dirancang atau sedang dikembangkan melalui konsep AIDDA yang dibuat oleh peneliti berdasarkan buku Onong referensi. yaitu: Staf SDF memberikan perhatian (attention) dengan membuat program pemberdayaan bagi penderita Lupus dan low vision, staf SDF dalam menggalang minat pengunjung untuk berpartisipasi dalam acara World Sight Day (WSD) telah merancang Strategi Komunikasi yang salah satunya adalah dengan memperkenalkan bintang tamu terkemuka dalam pelaksanaan acara, staf SDF telah berhasil mencapai keinginan pengunjung dengan salah satu strategi komunikasinya adalah dengan menggunakan Tema Acara yang mewakili kebutuhan dasar para penyandang low vision, Staf SDF dalam pembuatannya keputusan (keputusan) dalam pelaksanaannya selalu mengalami kesulitan, kemudian ketika Staf SDF melakukan tindakan (kegiatan) staf SDF mengalami permasalahan di kepanitiaannya.

Penelitian yang dilakukan oleh Arumsari (2011) bertujuan untuk menjelaskan strategi komunikasi PT Geolink Nusantara dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan (pemegang saham atau kebijakan). Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan strategi komunikasi PT Geolink Nusantara dalam membangun hubungan dengan pemangku kepentingan (pemegang saham atau kebijakan).

Paradigma

Kampanye Komunikasi

Definisi Kampanye Komunikasi

Kaitan teori dengan penelitian ini adalah Pemerintah Kota Semarang ingin melaksanakan program “Semarang Wegah Nyampah” untuk mewujudkan Visi Kota Semarang menuju zero waste pada tahun 2020, untuk itu perlu dilakukan program dengan serangkaian strategi. agar program ini dapat tersampaikan kepada masyarakat dan dapat menjadikan masyarakat semarang lebih sadar akan sampah yang ada di kota semarang. Strategi tersebut meliputi perencanaan program “Semarang Wegah Nyampah” yang terdiri dari pembuatan rencana konsep, konsep kampanye, kampanye yang dilakukan termasuk instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, dan juga mengundang Bank Pasar, Bank Mandiri dan perusahaan BUMD yang ada. . di kota semarang perlu diketahui juga bahwa pemerintah kota semarang sedang giat menggalakkan program “semarang wegah nyampah” semaksimal mungkin agar tidak menyerap anggaran APBD yang ada, sehingga mendapatkan manfaat dari sponsorship dari perusahaan BUMN atau BUMD yang ada di semarang. Kota. Setelah perencanaan program kemudian dilakukan realisasi pelaksanaan program yang akan melibatkan walikota Lurah dan camat serta tokoh masyarakat yang ada di Kota Semarang.

Manusia merupakan makhluk sosial yang selalu berhubungan dan saling membutuhkan, dengan komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Pesan yang disampaikan komunikator kepada khalayak atau komunikator dalam strategi komunikasi mempunyai tujuan tertentu. Dalam strategi komunikasi kita harus mempertimbangkan pemilihan media komunikasi yang tepat dan dapat menjangkau kelompok sasaran dengan tepat dan cepat.

Pemilihan media komunikasi dalam strategi komunikasi disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, pesan yang ingin disampaikan dan teknik komunikasi yang digunakan. Strategi komunikasi harus mencakup segala sesuatu yang diperlukan untuk mengetahui cara berkomunikasi dengan audiens sasaran. Sementara itu, Mohr dan Nevin mendefinisikan strategi komunikasi sebagai penggunaan kombinasi aspek komunikasi yang meliputi frekuensi komunikasi, formalitas komunikasi, isi komunikasi, saluran komunikasi (Kulvisaechana.

Dari beberapa penafsiran pendapat para ahli di atas, penulis menyimpulkan bahwa strategi komunikasi adalah suatu rencana, taktik dan rancangan yang digunakan untuk mempercepat proses komunikasi untuk mencapai tujuan.

Manfaat Strategi a. Manfaat Strategi

Manajemen strategis memungkinkan alokasi waktu dan sumber daya yang lebih efektif untuk memaksimalkan peluang yang teridentifikasi. Pada dasarnya ketiga model strategi komunikasi di atas bertujuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan berfungsi sesuai harapan. Dalam menyusun strategi, perlu diperhatikan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai di masa depan agar sesuai dengan kondisi lingkungan.

Peran dan Hubungan : Komunikator yang belum menjalin hubungan dekat dengan komunikan, komunikasi formal akan berlangsung. Lingkungan : Lingkungan interaksi mempengaruhi komunikasi, lingkungan yang nyaman dan kondusif dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap proses komunikasi. Emosi : merupakan reaksi seseorang terhadap suatu peristiwa tertentu, sehingga dapat mempengaruhi proses komunikasi itu sendiri.

Kurangnya : Komunikator yang tidak beradaptasi dengan lawan bicaranya dapat menghambat proses komunikasi. Sikap yang salah: Komunikator yang tidak dapat memahami hubungan dengan lawan bicaranya dapat memicu kesalahan perilaku. Adanya prasangka: sebelum berkomunikasi, lawan bicara terlebih dahulu mendapat prasangka buruk terhadap komunikator, sehingga komunikasi menjadi kurang efektif.

Jarak komunikasi: jarak yang jauh dapat menyebabkan kurangnya komunikasi antara komunikator dan komunikator, sehingga informasi yang diperoleh tidak lengkap.

Fungsi Strategi Komunikasi

Teori New Media

Menurut Denis McQuail (2011), karakteristik utama media baru adalah keterhubungannya, aksesnya terhadap khalayak individu sebagai penerima dan pengirim pesan, interaktivitasnya, beragam kegunaannya sebagai karakter terbuka, dan sifatnya yang ada di mana-mana. Teori media baru merupakan teori yang dikembangkan oleh Pierre Levy yang berpendapat bahwa media baru merupakan teori yang membahas perkembangan media. Pandangan kedua adalah pandangan integrasi sosial, yang merupakan gambaran media bukan sebagai bentuk informasi, interaksi atau penyebaran, namun dalam bentuk ritual, atau bagaimana masyarakat menggunakan media sebagai cara untuk menciptakan publisitas.

Media Baru atau media online diartikan sebagai produk komunikasi yang dimediasi oleh teknologi yang hidup berdampingan dengan komputer digital. New Media adalah media yang menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif, dan mumpuni. Definisi media baru yang memberikan liputan lebih luas lebih luas seperti yang dikatakan Croteau bahwa media baru yang muncul sebagai hasil inovasi teknologi di bidang media antara lain televisi kabel, satelit, serat optik, dan teknologi komputer.

Menurut Denis McQuail dalam Theory of Mass Communication, alasan utama munculnya media baru adalah keterkaitan, akses terhadap khalayak individu sebagai penerima dan pengirim pesan, interaktivitas, berbagai kegunaan sebagai tanda terbuka, dan sifatnya yang ada di mana-mana. Perbedaan antara media baru dan media lama adalah bahwa media baru mengabaikan keterbatasan model cetak dan penyiaran dengan memungkinkan percakapan antara banyak pihak, memungkinkan penerimaan, modifikasi dan penyebaran benda-benda budaya yang dikembalikan secara bersamaan, mengganggu tindakan komunikasi dari posisi kepentingan teritorial. hubungan dan modernitas. , menyediakan kontak global instan dan menghadirkan entitas modern/tercanggih ke dalam mesin peralatan jaringan (David, dkk 2017). Komunikasi baru yang digunakan dalam program Semarang Wegah Nyaampah adalah media sosial seperti Instagram.

Sebab, program ini memberikan edukasi pengelolaan sampah yang baik dengan mendaur ulang sampah yang bisa didaur ulang dan sampah yang sebaiknya dibakar.

OPERASIONAL KONSEP

Dengan teknologi seperti ini, pengguna dapat secara interaktif menentukan pilihan dan memberikan masukan terhadap berbagai produk media. Media sosial memberikan edukasi yang diperlukan untuk penyebaran informasi yang cepat dan akurat kepada seluruh masyarakat di Semarang. Penelitian ini nantinya akan membahas permasalahan terkait strategi kehumasan pemerintah kota semarang dalam melaksanakan program tersebut.

Semarangwegahnyampah agar program tersebut dapat mencapai tujuan bagi masyarakat sehingga memberikan dampak yang signifikan terhadap kebersihan kota semarang. Perkembangan teknologi dengan media baru dapat membantu Humas Pemerintah Kota Semarang dalam menjalankan program. Semarangwegahnyampah, namun media konvensional juga bisa membantu program ini dengan mengambil segmen masyarakat berusia 40 ke atas.

Menciptakan komunikasi dua arah dengan cara menyebarkan informasi dari perusahaan kepada masyarakat dan menyalurkan opini masyarakat terhadap perusahaan. C.). Mempromosikan hubungan yang harmonis antara organisasi dan masyarakat, baik internal maupun eksternal. e.) Teori Komunikasi Perkembangan. Quebral dan Gomez (dalam Antin, Wahyuni ​​& Partini, 2018) mengatakan bahwa komunikasi pembangunan merupakan upaya sadar untuk meningkatkan pembangunan manusia sehingga kemiskinan, pengangguran dan ketidakadilan dapat dihilangkan.

Dalam penelitian ini teori yang digunakan adalah teori media baru, karena strategi yang digunakan adalah melalui media digital yaitu melalui Instagram.

METODE PENELITIAN .1 Tipe Penelitian

  • Situs Penelitian
  • Unit Analisis
  • Subjek Penelitian
  • Jenis Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Wawancara Mendalam
    • Studi Dokumen
    • Observasi
    • Rekaman Arsip
    • Teknik Analisis Data
  • Kualitas Data

Studi kasus menurut Yin (2016). Studi kasus tunggal adalah studi kasus yang memusatkan perhatian pada satu kasus permasalahan seperti dalam penelitian ini yaitu membahas wegah nyampah semarang, dimana analisisnya dilakukan dengan bantuan observasi dan wawancara kepada 4 orang informan yaitu R Wing Wiyarso Poespojoedho, S.Sos , M.si selaku Kabag Humas dan Protokol, Dian Aryanto, SS selaku Bagian Pelaporan dan Dokumentasi Humas dan Protokol, Diana Ekawati Ashad, S.Sos, M.Si selaku Kasubbag Humas dan Siswo Protokol Purnomo, A.Md selaku Kepala Subbagian Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol. Dalam penelitian ini unit analisis yang akan diteliti adalah individu yaitu untuk memperoleh data akurat mengenai jaringan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat kota semarang dalam pengaktifan program semarang wegah nyampah. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu. Subyek dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terdiri dari pejabat humas pemerintah kota semarang dan beberapa tokoh masyarakat yang berkunjung ke pemerintah kota semarang.

Sumber data dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan desain studi kasus tunggal dan banyak kasus (studi kasus kolektif atau multiple). Hal ini dikarenakan penelitian ini mengenai perusahaan jasa dan bank sampah di kota semarang yang hanya fokus pada satu kasus saja.

Sedangkan data yang diperoleh dari studi kasus memberikan contoh-contoh yang berguna untuk menggambarkan temuan yang dapat digeneralisasikan dengan statistik (Suryabrata. Sifat penelitian ini adalah kualitatif, sehingga pengumpulan data dari lapangan dilakukan langsung oleh peneliti. Dokumen yang digunakan untuk menjaring informasi dalam penelitian ini adalah berupa: pengumuman, petunjuk atau peraturan, laporan, keputusan dan catatan yang berkaitan dengan peningkatan kerukunan umat beragama.

Pengumpulan sumber data dalam penelitian ini juga memerlukan data arsip dari lembaga penyiaran lokal yang ada di Semarang. Pada dasarnya upaya agar proses, penafsiran, dan hasil penelitian ini lebih kredibel dapat dilakukan dengan cara: .. a.) keterlibatan peneliti yang berkepanjangan dengan yang diteliti, yang dilakukan secara santai, sehingga pengumpulan data dan informasi tentang situasi sosial dan fokus.. penelitian akan tercapai dengan sempurna, . b.) pengamatan yang gigih (persistent observasi) terhadap cara-cara memperoleh informasi yang sahih. c.) melakukan triangulasi (triangulasi), yaitu informasi yang diperoleh dari beberapa sumber yang telah diperiksa silang dan antara data wawancara dengan data observasi dan dokumen, . d.) berdiskusi dengan rekan yang tidak ikut serta dalam penelitian, agar penelitian mendapat masukan dari orang lain, . e.) analisis kasus negatif (negative case analysis), yaitu menganalisis dan mencari kasus-kasus atau keadaan-keadaan yang tidak sesuai dengan hasil penelitian, sehingga tidak terdapat bukti-bukti yang membantah hasil penelitian tersebut, . f.) untuk menguji keakuratan referensi temuan data dan interpretasi. Dalam penelitian ini untuk menguji keabsahan data yang diperoleh dilakukan teknik triangulasi yaitu dengan “memeriksa” baik sumber, metode dan lain sebagainya yang dianggap perlu dan memungkinkan.

Tabel 1.1 Unit Analisis Unit
Tabel 1.1 Unit Analisis Unit

Gambar

Tabel 1.1 Unit Analisis Unit

Referensi

Dokumen terkait

Teman-teman seperjuangan di Tadris Biologi IAIN Kdus yang sama- sama berjuang untuk mewujudkan harapan orang tua dipundak kalian, terimakasih telah menjadi bagian dari