1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Tahun 2020 guncangan ekonomi timbul akibat adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) mengakibatkan dampak sosio-ekonomi di berbagai Negara termasuk di Indonesia.
Wabah ini terjadi sejak penghujung tahun 2019 di Wuhan China dan wabah ini terdeteksi masuk di Indonesia pada bulan Maret 2020. Pandemi Covid 19 menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat bukan hanya dalam hal kesehatan tetapi juga terhambatnya pertumbuhan perekonomian. Terhambatnya laju pertumbuhan ekonomi tersebut memicu bertambahnya angka kemiskinan. Presiden Republik Indonesia menetapkan pandemi Covid 19 sebagai bencana Non alam berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indoneisa Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam dan bukan hanya menyebabkan penularan virus tetapi juga melumpuhkan aktivitas masyarakat serta menghambat pertumbuhan ekonomi dan tidak sedikit pula masyarakat yang harus kehilangan pekerjaannya sebagai contoh pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam kondisi ini tentu sangat merugikan masyarakat maupun negara. Pemerintah terus berupaya menangani masalah kemiskinan yang diakibatkan oleh pandemi Covid 19 dengan berupaya melalui strategi, kebijakan, serta tindakan yang bersifat langsung atau tidak langsung.
Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) Pemerintah melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mempunyai program perlindungan sosial yang memberikan bantuan kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM), yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Program Keluarga Harapan adalah bantuan yang membantu keluarga miskin memiliki akses dan memanfaatkan pelayanan sosial dasar kesehatan, pendidikan, pangan dan gizi, perawatan, dan pendampingan. PKH ini merupakan program yang dibuat oleh kementerian sosial RI yang berlandaskan pada Keputusan Mentri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, Nomor:
31/KEP/MENKO/-KESRA/IX/2007 tentang “Tim Pengendali Program Keluarga Harapan”
tanggal 21 september 2007 (Program Keluarga Harapan, 2016).
2
Dengan PKH keluarga miskin dengan kriteria yang telah ditentukan akan mendapat bantuan dana pada periode tertentu. Tujuan utama PKH adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama bidang pendidikan dan kesehatan pada kelompok keluarga miskin dan program ini telah dicanangkan sejak sejak tahun 2007.1
Kota Salatiga merupakan salah satu kota yang menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan program ini memprioritaskan bantuan untuk keluarga yang sangat miskin atau Rumah Tangga Sangat Miskin dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Salah satu daerah di Salatiga yang menerima program bantuan PKH adalah Kecamatan Argomulyo. Pada tahun 2019 Program Keluarga Harapan di berikan kepada 1.146 KPM yang ada di 6 Kelurahan di kecamatan Argomulyo Kota Salatiga,
Table 1.1
Data Program Keluarga Harapan (PKH) Pada Tahun 2019 di Kecamatan Argomulyo Kota salatiga
No. KELURAHAN JUMLAH
1 Cebongan 99
2 Kumpulrejo 332
3 Ledok 126
4 Noborejo 272
5 Randuacir 205
6 Tegalrejo 112 Total 1.146 Sumber data: Data PKH Dinas Sosial
Kemudian pada tahun 2020 di Kecamatan Argomulyo ada sekitar 1.083 jumlah keluarga yang menerima bantuan PKH dan sekitar 11.168 jumlah keluarga yang tidak menerima bantuan PKH dari seluruh jumlah masyarakat yang ada di Kecamatan Argomulyo yaitu sekitar 12.251 keluarga Data ini sudah mencangkup dari 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Cebongan, Kumpul Rejo, Ledok, Noborejo, Randuacir dan Tegalrejo. Berdasarkan data yang telah diperoleh, peneliti tertarik
1 https://mediaindonesia.com/humaniora/289155/pkh-2020-diarahkan-untuk-naikkan-pendapatan. Diakses pada 28
Sep 2022. Pukul 19.33 WIB
3
untuk melakukan penelitian di Kecamatan Argomulyo untuk menganalisis bagaimana penerapan atau pelaksanaan implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Argomulyo dalam memberikan bantuan dan apakah bansos yang di berikan oleh pemerintah pusat sudah di salurkan dengan tepat sasaran oleh PKH di Kecamatan Argomulyo Salatiga. Kecamatan Argomulyo merupakan kecamatan yang memiliki angka penerima bantuan PKH paling banyak di antara Kecamatan lainnya di Kota Salatiga, tabel di bawah ini berisikan data peserta penerima PKH dari seluruh Kecamatan yang ada di Salatiga dan dapat dilihat bahwa Kecamatan Argomulyo merupakan Kecamatan yang penerima bantuan PKH dengan angka paling tinggi diantara Kecamatan lainnya yang ada di Salatiga.
4 Tabel 1.2
Data peserta PKH di seluruh Kecamatan di Salatiga tahun 2020
Kecamatan/Kelurahan Menerima PKH
Tidak Menerima
PKH Grand Total
ARGOMULYO 1083 11168 12251
CEBONGAN 90 1199 1289
KUMPULREJO 290 2746 3036
LEDOK 117 1743 1860
NOBOREJO 235 2028 2263
RANDUACIR 198 1651 1849
TEGALREJO 153 1801 1954
SIDOMUKTI 813 9618 10431
DUKUH 313 3107 3420
KALICACING 53 985 1038
KECANDRAN 205 1890 2095
MANGUNSARI 242 3636 3878
SIDOREJO 830 10512 11342
BLOTONGAN 204 2048 2252
BUGEL 54 1096 1150
KAUMAN KIDUL 51 1168 1219
PULUTAN 127 1283 1410
SALATIGA 167 2305 2472
SIDOREJO LOR 227 2612 2839
TINGKIR 673 9794 10467
GENDONGAN 56 863 919
KALIBENING 54 654 708
KUTOWINANGUN
KIDUL 72 1506 1578
KUTOWINANGUN LOR 194 2756 2950
SIDOREJO KIDUL 159 1693 1852
TINGKIR LOR 84 1409 1493
TINGKIR TENGAH 54 913 967
Grand Total 3399 41092 44495
Sumber: BAPPEDA Kota Salatiga
Dari table diatas merupakan data jumlah keluarga di seluruh Kecamatan di Kota Salatiga dan data peserta penerima manfaat PKH maupun data peserta yang tidak menerima manfaat PKH.
5
Data pada table 1.1 dan table 1.2 menunjukan perbedaan angka penerima PKH di tahun 2019 berjumlah 1.146 KPM sedangkan pada tahun 2020 berjumlah 1.083 KPM di Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga, dapat dilihat bahawa penerima PKH di tahun 2019 lebih banyak dibandingkan tahun 2020. Hal ini dikarenakan pada tahun 2019 ada beberapa peserta PKH yang sudah mencapai Graduasi.
Graduasi adalah terpenuhinya kriteria kepesertaan dan meningkatnya suatu kondisi sosial ekonomi, yang dibuktikan melalui kegiatan pemutakhiran data. Graduasi sendiri memiliki berbagai tujuan. Pertama, mendukung upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang sejalan dengan tujuan PKH. Kedua, memastikan penerima bantuan sosial PKH tepat sasaran. Ketiga, meminimalisir timbulnya kesenjangan sosial, dan Keempat, mewujudkan rasa keadilan sosial.
Gradusi dalam PKH sendiri terbagi menjadi dua yaitu graduasi alamiah dan graduasi sejahtera mandiri. Graduasi alamiah adalah berakhirnya kepesertaan dikarenakan kondisi KPM PKH sudah tidak terpenuhinya kriteria kepesertaan seperti tidak memiliki pengurus kepesertaan atau tidak memiliki salah satu komponen kepesertaan. Sedangkan, graduasi sejahtera mandiri adalah berakhirnya kepesertaan KPM PKH karena kondisi sosial ekonomi yang sudah meningkat dan sejahtera serta dikategorikan mampu sehingga sudah tidak layak lagi mendapatkan bantuan sosial PKH. Graduasi sejahtera mandiri dapat terjadi baik dari inisiatif KPM sendiri, maupun dorongan dari Pendamping Sosial. Dasar Pendamping Sosial untuk mendorong KPM PKH melakukan graduasi sejahtera mandiri adalah indikator keberhasilan dari PKH. Indikator tersebut yaitu meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan sosial ekonomi KPM PKH2
1.1 Rumusan Masalah Penelitian
Bagaimana Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Argomulyo kota Salatiga selama pandemi Covid 19.
1.2 Tujuan Penelitian
Menggambarkan Implementasi Program Keluarga Harapan di Kecamatan Argomulyo Kota Salatiga selama masa pandemi Covid 19.
2 Graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan | Puspensos (kemensos.go.id). diaksess pada 11 Agustu 2022. Pukul 14.35 WIB
6 1.3 Manfaat Praktis dan Manfaat Teoritis
Manfaat Teoritis
Dalam penelitian ini diharapkan menjadi salah satu referensi keilmuan tentang Pemberdayaan, Kesejahteraan, dan program dari Pemerintah yang berupaya menanggulangi permasalahan kemiskinan dimasyarakat akibat pandemi Covid 19
Manfaat Praktis
a) Mencari dan menelitian data yang diperoleh dengan kenyataan yang ada dilapangan b) Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan manfaat bagi semua pihak yang
terkait dalam penelitian, sehingga dengan begitu mampu memberikan solusi tepat dalam menanggulangi kemiskinan yang kian bertambah selama pandemi Covid 19 melalui Program Keluarga Harapan
1.4 Batasan Konsep Yang Digunakan
Implementasi ialah kegiatan yang dilakukan dengan perencanaan dan mengacu kepada aturan tertentu untuk mencapai tujuan suatu kegiatan. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan Implementasi adalah implementasi mengenai Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Argomulyo Salatiga di Masa Pandemi.3
Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Dalam hal ini yang dimakusd PKH adalah PKH yang di Kecamatan Argomulyo selama Mas Pandemi Covid di Tahun 2020.
Pandemi sendiri merupakan sebuah epidemiologi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara, umumnya menyerang banyak orang. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan pandemi adalah Covid 19 di Kecamatan Argomulyo yang terjadi pada tahun 2020.
Dampak dari pandemi ini bukan hanya tentang kasus positif Covid tetapi juga dampak kemiskinan yang semakin bertambah, maka dari itu implementasi PKH sangat diperlukan untuk membantu masyarakat yang terdampak. 4
3https://www.suara.com/news/2021/02/09/175201/apa-itu-implementasi-tujuan-dan-contoh-penerapannya?page=all. Diakses pada 25 Maret 2021. Pukul 16.48 WIB
4https://www.alodokter.com/memahami-epidemiologi-dan-istilah-istilahnya. Diakses pada 5 Maret 2021. Pukul 22.23 WIB
7