PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Batasan Masalah
Sistematika Penulisan
TINJAUAN PUSTAKA
Sistem Distribusi Air Bersih
- Reservoir
- Sistem Perpipaan Distribusi
Sistem pipa distribusi adalah suatu sistem yang mampu menyalurkan air ke setiap konsumen dengan cara yang berbeda-beda, baik berupa sambungan langsung ke masing-masing konsumen dengan cara yang berbeda-beda, baik berupa sambungan langsung ke rumah maupun sambungan melalui kran (tekanan umum). ). Pada fluida ideal, pada saat mengalir dalam pipa tidak ada energi yang hilang, namun pada fluida biasa yang mempunyai viskositas, terjadi gesekan antara fluida dengan dinding pipa dan/atau antara fluida dengan fluida itu sendiri sehingga mengakibatkan hilangnya energi. Air mengalir lebih dari satu arah.. a) Air mengalir dalam arah bebas, tidak ada arus stagnan.
Sistem Perpipaan
Pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih domestik dilakukan dengan mengembangkan sistem penyediaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan pipa air bersih dengan sistem penyediaan pompa di desa Susulaku A. Persamaan : Kesamaannya adalah sama-sama meneliti teknik jaringan pipa air bersih di satu tempat.
Mendapatkan kondisi hidrolik sistem jaringan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan di Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kab. Penelitian ini juga untuk memahami jaringan distribusi air bersih di kawasan sumber daya IPA Oregon Mendale. Perbedaan: Yang membedakan adalah jurnal ini menganalisis sistem jaringan distribusi air bersih untuk kebutuhan laju aliran.
Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data jaringan pipa air bersih PDAM yang diperoleh dari Bagian Umum Universitas Muhammadiyah Makassar. Menghitung proyeksi kapasitas debit air yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kampus Unismuh Makassar dengan memperoleh data dari PDAM Kota Makassar. Total debit yang dibutuhkan air bersih di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar adalah 715 liter/menit = 42,9 m3/jam.
Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Kolongan dan Kolongan Satu Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa.
Analisa Jaringan Dengan Metode Hardy Cross
Pengertian Air Bersih
Kebutuhan air adalah jumlah air yang dibutuhkan untuk keperluan rumah tangga, industri dan lainnya. Kebutuhan air adalah jumlah air yang cukup dibutuhkan untuk kebutuhan dasar dan kegiatan padat air lainnya. Kebutuhan air domestik adalah kebutuhan air yang digunakan untuk kebutuhan pelajar yaitu untuk minum, memasak, mencuci, mencuci dan keperluan lainnya, sedangkan kebutuhan air non-domestik digunakan untuk kegiatan komersial seperti industri, perkantoran, tempat ibadah dan perdagangan.
Sumber Air Bersih
- Air PDAM
- Air Tanah
- Air Hujan
- Air Permukaan
Sulit untuk memformulasikan konsumsi air secara tepat berdasarkan masing-masing komponen, sehingga digunakan asumsi atau pendekatan berbasis kategori dalam perencanaan dan perhitungan.Kebutuhan air akan dikategorikan menjadi kebutuhan air rumah tangga dan kebutuhan air perawatan rumah tangga. Air tanah adalah air yang terdapat pada lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan bumi. Air hujan merupakan sumber air yang sangat penting bagi daerah yang memiliki sedikit atau tidak ada sumber air bawah tanah atau air permukaan.
Kebutuhan Air Bersih
- Ditinjau dari Segi Kuantitas
- Ditinjau dari Segi Kualitas (Mutu) Air
Kualitas air yang baik adalah tidak berbau karena bau tersebut mungkin disebabkan oleh penguraian zat organik seperti bakteri dan mungkin merupakan akibat tidak langsung dari pencemaran lingkungan. Sedangkan kekeruhan air berkaitan dengan kemungkinan terjadinya pencemaran melalui limbah, sedangkan warna air tergantung pada warna limbah yang masuk ke dalam badan air a) pH (keasaman). Kandungan sulfat yang terlalu tinggi dalam air dapat mengakibatkan endapan air sadah pada ketel. g) Nitrat dan nitrat.
Ketersediaan Air
Tujuan utama dari sistem penyediaan air bersih adalah untuk menyediakan air yang cukup, yaitu untuk menyuplai air bersih ke lokasi yang diinginkan dengan tekanan yang cukup. Sistem penyediaan air bersih perorangan adalah suatu sistem yang menyediakan air bersih untuk keperluan perorangan atau pelayanan terbatas. Sistem penyedia ini biasanya tidak memiliki komponen transmisi dan distribusi, selain penyaluran air bersih yang dibangun oleh pengembang untuk melayani lingkungan yang mereka bangun.
Sistem penyediaan air bersih komunitas atau perkotaan adalah sistem yang menyediakan air bersih untuk masyarakat umum atau skala kota dan untuk layanan menyeluruh, termasuk untuk keperluan rumah tangga.
Kehilangan Air Bersih
- Matriks Jurnal
Perencanaan teknis jaringan pipa air bersih dengan sistem penyaluran pompa di Desa Susulaku A Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara. Perbedaan : Bedanya, latar belakang jurnal berbeda yaitu masih sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih di lokasi penelitian. Hal ini didasarkan pada kondisi tekanan, kecepatan dan head loss yang sesuai dengan kebutuhan perencanaan dan volume reservoir yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi.
Pasokan air bersih di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah disediakan oleh PDAM Tirta Tawar yang salah satunya terus berlanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang harus dipenuhi agar sistem jaringan air bersih dapat berfungsi dengan lancar. Oleh karena itu, perlu direncanakan sistem penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan penduduk di masa depan.
Sistem penyediaan air bersih di Desa Kolongan dan Kolongan Satu direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih selama 20 tahun hingga tahun 2037. Rancangan sistem penyediaan air bersih dianalisis menggunakan software EPANET 2.0 dan diperoleh ukuran pipa diameter 3 inch untuk saluran transmisi dan pipa 2 inch untuk saluran distribusi. Analisis Sistem Perpipaan Air Bersih Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan dan Kebutuhannya Tahun 2064.
Untuk mengetahui kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Karanganyar pada tahun 2016 dan mengetahui peningkatan jumlah pelanggan. Menganalisis realisasi kebutuhan untuk memperoleh kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Karanganyar pada tahun 2016 dan lima tahun ke depan. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kebutuhan air bersih pelanggan PDAM Karanganyar pada tahun 2016 dan mengetahui pertambahan jumlah pelanggan serta berapa kebutuhannya.
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Metode Pengumpulan Data
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapat para pemangku kepentingan mengenai tindakan atau rencana terkait perancangan sistem perpipaan air bersih di kampus Unismuh Makassar, literatur, artikel, jurnal dan beberapa situs internet yang dapat membantu menyelesaikan penelitian ini. Kelembagaan, pendataan erat kaitannya dengan masalah penyidikan yang berasal dari instansi terkait. Situs internet, mencari data di situs internet seperti blog, artikel dan lain sebagainya sesuai dengan tugas tugas akhir.
Rancangan Model Penelitian
- Peralatan dan Persiapan Penelitian
- Pengamatan Lokasi
- Data yang diperlukan dalam Penelitian
Alat tulis yang digunakan adalah pulpen atau pensil untuk mencatat seluruh data yang diperoleh di lokasi penelitian.
Prosedur Penelitian
Analisis Data
Dalam hal ini metode yang digunakan adalah metode estimasi berdasarkan satuan beban peralatan hidrolik. Metode ini digunakan karena metode analisis dengan rumus yang berbeda-beda tidak dapat digunakan karena jumlah pengguna yang setiap tahunnya meningkat berdasarkan keputusan Rektor kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, maka kami menggunakan sistem hidrolik untuk menghitung jumlah pengguna, misalnya setiap unit hidrolik diberi beban. Kemudian untuk masing-masing bagian pipa dijumlahkan besar satuan beban dari seluruh alat hidrolik yang dilayaninya, yang terdapat pada tabel hidrolik SNI yang memberikan besaran beban satuan untuk masing-masing alat hidrolik, kemudian diperoleh laju aliran air dengan menggunakan kurva. pada gambar 6.9.8 SNI hidrolik.
Kurva ini menunjukkan hubungan antara jumlah unit perpipaan dan konsumsi air, dengan mempertimbangkan kemungkinan penggunaan peralatan perpipaan secara bersamaan. Analisis jaringan pipa ini cukup kompleks dan memerlukan perhitungan yang besar, sehingga penggunaan komputer akan sangat diperlukan dalam analisis ini.
Analisis Kebutuhan Air
Untuk mengatasi kehilangan air pada jalur distribusi, total kebutuhan air harus ditingkatkan sebesar 10% dari total kebutuhan air sesuai dengan kriteria perencanaan dalam Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penerapan sistem penyediaan air minum. Berdasarkan perhitungan kebutuhan air harian sebesar 429 m3/hari dengan pembagian sumber air dari PDAM dan Bored Brønde, maka dibuatlah Waduk Bawah dengan dimensi 7m x 2,5m x 3m untuk Waduk Bawah 1 yang digunakan untuk menggabungkan air bersih PDAM dan air bersih sumur serta 5,5m x 9m x 3m untuk reservoir bawah 2 yang berfungsi menampung air dari sumur bor. Rencana pemasangan pipa pada proyek akhir ini adalah gedung Iqra Tower, Universitas Muhammadiyah Makassar.
Pemasangan jaringan pipa di Universitas Muhammadiyah Makassar dirancang mengikuti jalur di Universitas Muhammadiyah Makassar menuju tangki bawah yang terletak di lantai 2 Menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar dengan menggunakan pipa PVC grade S10 2 inch dan pada reservoir bagian atas terletak di lantai 18 Menara Iqra. Universitas Muhammadiyah Makassar menggunakan pipa PVC grade S10 ukuran 3/4 inchi. Dan menggunakan 3 pompa, 1 untuk menenangkan aliran PDAM di tangki bawah dan 2 lagi untuk memompa. C = Koefisien kekakuan pipa PVC D = Diameter pipa yang digunakan L = Panjang pipa yang digunakan Q0 = Kecepatan aliran awal.
Sistem perpipaan air bersih kampus Universitas Muhammadiyah Makassar dimulai dari meteran yang terletak di depan Masjid Kampus kemudian menuju Menara Iqra kemudian ditampung melalui reservoir bawah dan dipompa ke reservoir atas untuk selanjutnya dialirkan ke toilet. di menara Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar dan analisa pendistribusian air bersih menggunakan perhitungan manual dengan metode Hardy Cross yang dapat disimpulkan cukup akurat. Sebaiknya dilakukan pengecekan dan pemeliharaan secara berkala pada sistem jaringan air bersih untuk mencegah kerugian seperti kebocoran pipa atau penyumbatan pada pipa. Analisis Sistem Perpipaan Air Bersih Kecamatan Meda Sunggal Kota Medan dan Kebutuhannya Tahun 2064.
Analisis Ketersediaan Air
Analisis Jaringan Pipa
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Kebutuhan Air Bersih
- Pemakaian Air Pada Plambing
- Pemakaian Air Rata-rata
- Pemakaian Air Pada Saat Jam Puncak
Kehilangan Air
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi aliran yang ada pada aliran yang bervariasi membuat beberapa titik simpul tidak dapat terlayani air bersih secara maksimal. Kriteria perencanaan kebutuhan air bersih dapat didasarkan pada tabel air DPU Cipta Karya, perhitungan jumlah penduduk pada tahun 2021 untuk Perumahan Banyumanik rata-rata - 98 liter/detik dan kebutuhan air bersih puncak 147 liter/detik. Masyarakat setempat memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih, namun kenyataannya tidak semua warga mendapatkan air bersih dari sumber air tersebut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan penduduk sampai dengan tahun rencana adalah 1838 jiwa, dengan total kebutuhan air bersih sebesar 0,7696 liter/detik atau 66493,44 liter/hari yang masih dipenuhi oleh potensi mata air yang ada. dapat disediakan. PDAM yang hanya berjumlah 11,06% atau 6.360 jiwa dari 69.731 jiwa menyebabkan kondisi ketersediaan air bersih di wilayah ini sangat minim/minus air. Salah satu permasalahan utama di perkotaan khususnya di Kecamatan Medan Sunggal adalah tidak meratanya distribusi air bersih terutama pada jam-jam tertentu.
Sehingga PDAM Karanganyar bisa melayani masyarakat saat ini dan di masa depan dengan mendistribusikannya secara merata sehingga masyarakat bisa mendapatkan air bersih tanpa kendala. Mengantisipasi peningkatan kebutuhan air bersih, maka dilakukan program pembangunan sepuluh tahun yang dibagi dalam dua tahap.
Ketersediaan Air
Instalasi Pipa
Dihitung berdasarkan metode pemipaan, dimana setiap bagian pipa ditambah dengan besaran satuan beban yang ada pada tabel SNI, kemudian diperoleh laju aliran air dengan menggunakan kurva pada Gambar 6.9.8 SNI.
Analisis Perhitungan dengan Menggunakana Metode Hardy Cross
PENUTUP
Kesimpulan
Saran