PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut meliputi kemajuan teknologi sistem komunikasi yang semakin modern dan juga berkembangnya kebutuhan akan berbagai layanan telekomunikasi yang telah memberikan kemudahan akses terhadap Internet, TV, IPTV. Salah satu teknologi Jarlokaf (Fiber Optic Local Area Network) yang saat ini mulai berkembang adalah GPON (Gigabit Passive Optical Network) yang telah distandarisasi oleh ITU-T dalam Rekomendasi G.984.x yang beroperasi pada bit rate 2.488 Gbps untuk arah downstream dan 1.244 Gbps untuk arah upstream dengan jangkauan jarak maksimal 10-20 Km. Dengan bit rate skala broadband ini, GPON dapat memenuhi layanan triple play (suara, data/video dan IPTV) (Fitriani et al, 2008).
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Batasan Masalah
Manfaat Penelitian
Sistematika penulisan
TINJAUAN PUSTAKA
Gigabyte Passive Optical Network (GPON)
- Prinsip kerja GPON
- Komponen GPON
- Transmisi Data pada GPON
- Spesifikasi Layanan GPON
Passive Optical Network (PON)
Berdasarkan definisinya, Passive Optical Network (PON) merupakan jaringan point-to-multipoint berbasis serat optik yang mempunyai elemen splitter optik yang berfungsi sebagai penyalur data untuk beberapa keperluan. Dengan teknologi serat optik, beberapa layanan hanya menggunakan satu saluran kabel, seperti telepon, data, dan video. Salah satu teknologi Wave Division Multiplexer (WDM) memungkinkan beberapa layanan menggunakan satu jalur kabel.
Sinyal optik hilir dan hulu adalah dua sinyal dengan panjang gelombang berbeda dan ditransmisikan melalui jalur yang sama. Sinyal hilir berbentuk paket yang dikirim melalui sambungan serat optik. Pemisah optik kemudian mengirimkan paket-paket ini ke semua titik akhir. Jadi setiap ujung (terminal) menerima paket data yang sama untuk dibagikan, hanya data tertentu saja yang diproses.
Karena kemampuannya dalam transmisi dengan bandwidth yang tinggi dan jarak yang jauh (sekitar 20 hingga 30 km), PON biasanya digunakan untuk jaringan metro atau untuk mobile backhaul yaitu koneksi antara satu jaringan inti dengan jaringan inti lainnya.
Fiber Optik
- Pengertian Fiber Optik
- Macam-macam pembagian fiber optik
Dalam penerapannya, serat optik biasanya dilapisi oleh lapisan resin yang disebut jaket, biasanya terbuat dari plastik. Lapisan ini dapat menambah kekuatan pada kabel serat optik, meskipun tidak memberikan peningkatan pada sifat pandu gelombang optik pada kabel. Namun lapisan resin ini dapat menyerap cahaya dan mencegah kemungkinan bocornya cahaya dari cangkang inti.
Mode tunggal: serat optik dengan inti yang sangat kecil (biasanya sekitar 8,3 mikron), diameter inti sangat sempit dan mendekati panjang gelombang sehingga cahaya yang masuk tidak dipantulkan dari dinding kabinet (cladding). Multi-mode: serat optik dengan diameter inti yang cukup besar, yang berarti laser di dalamnya akan memantul dari claddingnya, yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth serat optik jenis ini. Serat bergradasi indeks memungkinkan bandwidth yang dibawa lebih besar karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.
METODOLOGI PENELITIAN
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Waktu Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Data (parameter) dan Variable Penelitian
- Data (parameter)
- Variable Penelitian
- Bahan dan alat penelitian
- Diagram Alir Penelitian
ZTE F660 merupakan salah satu tipe yang digunakan ZTE, kita menggunakan salah satu tipe dalam analisa di Makassar Digital Valley, langkah pertama dengan Optical Module Input Power (dbm) -28 dbm adalah level daya yang diterima di ZTE ONT, daya yang keluar dari ONT ke OLT 2 dbm. ZTE F660 merupakan salah satu tipe yang digunakan ZTE, kita menggunakan salah satu tipe dalam analisa di Makassar Digital Valley, tahap pertama dengan Optical Module Input Power (dbm) -29 dbm adalah level daya yang diterima di ZTE ONT, daya yang keluar dari ONT ke OLT 2 dbm. ZTE F660 merupakan salah satu tipe yang digunakan ZTE, kami menggunakan salah satu tipe pada analisa di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan modul optik Input Power (dbm) -31 adalah level daya yang diterima pada ZTE ONT yang keluar dari ONT ke OLT 2 dbm serta mempunyai tegangan listrik sebesar 3,224400 uV dan 1,7694 uA yang mempunyai suhu 49oC.
ZTE F660 merupakan salah satu tipe ZTE yang digunakan, kami menggunakan salah satu tipe tersebut pada analisa di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan daya input modul optik (dbm) -32 adalah level daya yang diterima pada ZTE ONT yang mana dari ONT ke OLT adalah 2 dbm serta mempunyai tegangan listrik sebesar 3.218000 uV dan 1.7918 uA serta temperatur dari 49oC. ZTE F660 merupakan salah satu tipe ZTE yang digunakan, kami menggunakan salah satu tipe tersebut pada analisa di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan daya input modul optik (dbm) -33 adalah level daya yang diterima pada ZTE ONT yang mana dari ONT ke OLT adalah 2 dbm serta mempunyai tegangan listrik sebesar 3.222800 uV dan 1.7984 uA serta temperatur dari 49oC. FiberHome merupakan salah satu koneksi jaringan yang digunakan di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan daya input modul optik (dbm) -28 adalah level daya yang diterima pada Fiberhome ONT yang berasal dari ONT ke OLT sebesar 2 dbm dengan tegangan listrik 3,27 V dan 0,00 mA dengan temperatur 40,25°C, langkah kedua jumlah port dari pengguna ke tujuan, 43 port. Dengan mendapatkan jumlah port selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah waktu, terkadang kecepatannya tinggi dan rendah secara bergantian.
FiberHome merupakan salah satu koneksi jaringan yang digunakan di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan daya input modul optik (dbm) -29 adalah tingkat daya yang diterima pada Fiberhome ONT yang berasal dari ONT ke OLT 2 dbm dengan tegangan listrik 42.49V dan 3.27mA yang mempunyai suhu 42.49°C. FiberHome merupakan salah satu koneksi jaringan yang digunakan di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan daya input modul optik (dbm) -31 adalah tingkat daya yang diterima pada Fiberhome ONT yang berasal dari ONT ke OLT 2 dbm dengan tegangan 3,27V dan 19,95mA yang memiliki suhu 43,74°C. FiberHome merupakan salah satu koneksi jaringan yang digunakan di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan daya input modul optik (dbm) -32 adalah level daya yang diterima pada Fiberhome ONT yang berasal dari ONT ke OLT 2 dbm dengan tegangan listrik 3,27 V dan 19,85 mA yang mempunyai suhu 43,74°C.
FiberHome merupakan salah satu koneksi jaringan yang digunakan di Makassar Digital Valley, percobaan pertama dengan Optical Input Power Module (dbm)-33.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- ZTE
- Fiberhome
Jumlah gerbang yang harus dilewati untuk mencapai tujuan adalah 53. Setelah mendapatkan jumlah gerbang selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah waktu, terkadang kecepatannya bergantian antara tinggi dan rendah. Langkah TTL kedua adalah jumlah port yang digunakan pengguna untuk mencapai tujuan, 53. Setelah mendapatkan jumlah port, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah timing, yang terkadang bergantian antara kecepatan tinggi dan rendah. Langkah TTL yang kedua adalah jumlah gerbang yang dilalui pengguna untuk mencapai tujuan yaitu 44. Saat mendapatkan jumlah gerbang selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah waktu, terkadang kecepatannya bergantian antara tinggi dan rendah.
ZTE F660 merupakan salah satu tipe ZTE yang digunakan, salah satu tipe tersebut kami gunakan dalam analisa di Makassar Digital Valley, tahap pertama Optical Module Input Power (dbm) -30 dbm adalah level daya yang diterima pada ZTE ONT yang keluar dari ONT ke OLT 2 dbm dan mempunyai tegangan listrik 3.224400 uV dan 1.7886 uA yang mempunyai suhu 49oC. Langkah kedua adalah jumlah gerbang yang dikirim dari pengguna ke tujuan, 43 gerbang. Dengan mendapatkan jumlah gerbang selanjutnya adalah memperhatikan waktu, terkadang kecepatannya tinggi dan rendah secara bergantian. Langkah kedua adalah jumlah gerbang yang dikirim dari pengguna ke tujuan, 43 gerbang. Dengan mendapatkan jumlah gerbang selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah waktu, terkadang kecepatannya tinggi dan rendah secara bergantian.
Mengukur kestabilan jaringan di ZTE dengan dbm power, kestabilan jaringan ditentukan oleh daya masukan, semakin kecil daya masukan maka kestabilan jaringan semakin baik, dan semakin besar daya masukan maka kestabilan jaringan akan rusak atau link akan hilang. . FiberHome merupakan salah satu koneksi jaringan yang digunakan di Makassar Digital Valley. Percobaan pertama dengan Daya Input Modul Optik (dbm) -30 adalah level daya yang diterima pada ONT Fiberhome yang keluar dari ONT ke OLT 2 dbm mempunyai tegangan listrik 3,27 V dan 19,25 mA yang mempunyai temperatur 41,82°C. Langkah kedua tes koneksi ke Google di cmd dengan memasukkan perintah ping www.google.com –t, TTL. Banyaknya port yang dilalui user sampai ke tujuan adalah port 53. Mengambil jumlah port selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah Waktu terkadang kecepatannya tinggi dan rendah secara bergantian. Langkah kedua tes koneksi ke Google di cmd dengan memasukkan perintah ping www.google.com –t, TTL. Jumlah port yang diteruskan dari pengguna ke tujuan adalah 42 port. Melihat jumlah port, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah timing yang terkadang memiliki kecepatan tinggi dan rendah secara bergantian.
Mengukur kestabilan jaringan pada Fiberhome dengan daya dbm, kestabilan jaringan ditentukan oleh daya masukan, semakin kecil daya masukan maka kestabilan jaringan semakin baik, dan semakin besar daya masukan maka kestabilan jaringan akan putus atau link putus. untuk hilang.
Pembahasan
Dari perbandingan akses internet antara ZTE dan fiberhome, yang memiliki stabilitas jaringan dan kecepatan akses lebih baik adalah ZTE, dimana ZTE memiliki kekuatan penerimaan -28 dbm, -29 dbm, -30 dbm, -31 dbm, -32 dbm, -33 dbm, ZTE dan Fiberhome memiliki rata-rata kecepatan download: 10.88 Mbps dan upload: 1.5 Mbps, Fiberhome memiliki rata-rata kecepatan download: 10.58 mbps dan upload: 1.46 mbps. Dan pada uji ketahanan menggunakan jaringan antara ZTE dan Fiberhome terdapat perbedaan yang cukup signifikan diantaranya adalah koneksi jaringan yang sering putus koneksi, seperti pada Fiberhome dan ZTE meskipun jumlah pengguna bertambah namun koneksi jaringan tetap terkoneksi walaupun jaringan terputus. turun, yang tergantung pada penggunaan pengguna. Berdasarkan hasil kami di lapangan dan analisis beberapa tools, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang akses baik ZTE maupun Fiberhome.
Ali, Md. Hayder, direktur pelaksana. Saipul Islam, Struktur Koneksi GPON Triple Play dan SDH dengan Analisis Biaya, ), Institut Teknologi Informasi dan Komunikasi (IICT) Universitas Teknik dan Teknologi Bangladesh (BUET). Fakhri, A Aldrin, Andrea Vinaldo, & Andri Ril lio A, dkk, Pengantar Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON), Fakultas Teknik Elektro, Telkom University, Bandung Indonesia. Perancangan jaringan akses Fiber To The Home (FTTH) dengan teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) di Private Village, Cikoneng.
Rahayu, Rosanti, Sugito dan Bambang Uripno, 2012, Perancangan Jaringan Fiber to the Home (Ftth) Menggunakan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (Gpon) (Studi Kasus di Kabupaten Buah Batu Bandung), Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik Elektro, Telkom University. Rizki, Nur Yulizar, Akhmad Hambali, Ir., MT., & Andi Audy Oceanto, ST., MT, 2015, Analisis Perancangan Teknologi Hybrid Gpon dan Xgpon Pada Jaringan Kelima Perumahan Batununggal, Fakultas Teknik Elektro, Telkom University, Divisi Akses . Sanjeev Dewra, 2014, Tinjauan Jaringan Optik Pasif Gigabit (GPON), Jurnal Internasional Penelitian Lanjutan di bidang Teknik Komputer dan Komunikasi, Volume 3, Edisi 3.
Toago, Sembara P, Alamsyah dan Ardi Amir, Perancangan Jaringan Fiber to the Home (FTTH) dengan Teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) di Perumahan Citraland Palu Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako Jl.
PENUTUP
Kesimpulan