BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Penelitian kuantitatif dengan metode korelasi bertujuan untuk mengukur serta menganalisis hubungan antara dua atau lebih variabel, termasuk kekuatan dan arah hubungan tersebut. Dalam pendekatan ini, peneliti tidak bertujuan untuk menemukan hubungan sebab-akibat di antara variabel-variabel yang diteliti.
Sebaliknya, fokusnya adalah memahami sejauh mana perubahan yang terjadi pada satu variabel berkaitan dengan perubahan pada variabel lainnya. Metode ini membantu mengidentifikasi pola hubungan yang mungkin signifikan, meskipun tidak secara langsung menyiratkan kausalitas
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif, Penelitian kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk menguji teori secara objektif dengan menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang diukur menggunakan data numerik. Proses analisis dalam metode ini dilakukan melalui teknik statistik yang terstruktur. Pendekatan ini sangat cocok untuk penelitian yang memerlukan pengukuran sistematis dan objektif terhadap hubungan variabel tertentu. Berlandaskan filsafat positivisme, penelitian kuantitatif dirancang untuk mempelajari populasi yang lebih luas dan memverifikasi hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. Melalui instrumen seperti kuesioner atau survei, metode ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang dapat diolah menjadi kesimpulan yang terukur. Fokusnya adalah pada pengamatan yang dapat diulang dan hasil yang dapat digeneralisasi, menjadikannya pendekatan yang ideal untuk penelitian yang membutuhkan keakuratan dan validitas tinggi (Creswell, 2007).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional, yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Pendekatan korelasional dirancang untuk menentukan ada atau tidaknya hubungan antara dua atau lebih variabel, termasuk kekuatan dan arah hubungan tersebut. Dalam konteks penelitian ini, pendekatan korelasi digunakan untuk mengkaji sejauh mana sarana praktikum memengaruhi
minat belajar mahasiswa. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat menggambarkan pola hubungan antara variabel-variabel yang diteliti secara lebih mendalam.
Dengan demikian, hasil analisis dapat memberikan informasi yang jelas tentang pengaruh sarana praktikum terhadap minat belajar, serta bagaimana keduanya saling berkaitan. Pendekatan ini tidak hanya relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian, tetapi juga menjadi dasar untuk rekomendasi praktis di bidang Pendidikan (Sandiar et al., 2019).
Alasan utama pemilihan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dalam studi ini adalah kemampuannya untuk mengukur hubungan antara variabel secara akurat dan objektif. Pendekatan korelasional dianggap paling tepat karena fokus penelitian ini adalah mengukur pengaruh dua jenis sarana praktikum terhadap minat belajar siswa. Dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat mengumpulkan data numerik yang relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang berkaitan dengan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.
Pendekatan ini memungkinkan analisis yang jelas tentang seberapa besar pengaruh yang ada di antara variabel tersebut.
1. Konsep Dasar
a. Variabel: Merupakan karakteristik atau atribut yang dapat diukur dan dapat bervariasi antar individu.
b. Korelasi: Menunjukkan hubungan antara dua variabel, yang dapat bersifat positif (satu variabel meningkat, variabel lainnya juga cenderung meningkat), negatif (satu variabel meningkat, variabel lainnya cenderung menurun), atau tidak ada korelasi sama sekali.
c. Koefisien Korelasi: Angka yang menggambarkan kekuatan dan arah hubungan antara dua variabel. Nilai koefisien berkisar antara -1 hingga +1, semakin mendekati -1 atau +1, semakin kuat hubungan tersebut.
2. Tujuan Penelitian Korelasi
a. Menetapkan hubungan: Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara dua atau lebih variabel.
b. Mengukur kekuatan hubungan: Untuk mengukur seberapa kuat hubungan antara variabel-variabel yang diteliti.
c. Menetapkan arah hubungan: Untuk mengetahui apakah hubungan tersebut bersifat positif atau negatif.
d. Membuat prediksi: Untuk memprediksi nilai suatu variabel berdasarkan nilai variabel lain yang relevan.
3. Langkah-Langkah Penelitian Korelasi
a. Perumusan Masalah: Mengidentifikasi masalah penelitian secara spesifik dan jelas.
b. Identifikasi Variabel: Menentukan variabel yang akan diteliti serta cara mengoperasionalisasikan variabel tersebut.
c. Pengumpulan Data: Mengumpulkan data yang valid dan reliabel dari sampel yang representatif, menggunakan instrumen seperti kuesioner.
d. Analisis Data:
Analisis Deskriptif: Menyajikan gambaran karakteristik sampel dan distribusi data.
Analisis Korelasi: Menghitung koefisien korelasi (misalnya Pearson atau Spearman) untuk mengukur hubungan antara variabel.
e. Uji Signifikansi: Menguji signifikansi hasil koefisien korelasi untuk memastikan bahwa hubungan yang ditemukan bukan hasil kebetulan.
f. Interpretasi Hasil: Menyimpulkan hasil analisis untuk menjawab pertanyaan penelitian.
4. Teknik Analisis Data
a. Korelasi Pearson: Digunakan untuk mengukur hubungan linear antara dua variabel kontinu.
b. Korelasi Spearman: Cocok untuk mengukur hubungan monoton antara dua variabel ordinal atau kontinu yang tidak berdistribusi normal.
c. Korelasi Partial: Mengukur hubungan antara dua variabel dengan mengendalikan pengaruh dari variabel lain.
5. Kelebihan Penelitian Korelasi
a. Fleksibel: Dapat diterapkan untuk berbagai jenis data dan variabel.
b. Efisien: Tidak memerlukan manipulasi variabel seperti dalam eksperimen.
c. Mudah dipahami: Hasil korelasi relatif mudah diinterpretasikan.
6. Keterbatasan Penelitian Korelasi
a. Tidak dapat membuktikan sebab-akibat: Penelitian korelasi hanya menunjukkan adanya hubungan, bukan sebab-akibat.
b. Terpengaruh oleh variabel ketiga: Hubungan antara dua variabel bisa dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terukur dalam penelitian.
3.2 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau mencapai tujuan penelitian. Sugiono (2015) menjelaskan bahwa instrumen penelitian yang baik harus memenuhi dua kriteria penting: validitas dan reliabilitas.
Validitas berarti instrumen dapat mengukur variabel yang diteliti secara tepat, sementara reliabilitas mengacu pada konsistensi hasil yang diperoleh ketika instrumen digunakan berulang kali dalam kondisi yang sama. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan bertujuan untuk mengukur dua variabel utama: sarana
praktikum dan minat belajar siswa, untuk mengetahui bagaimana keduanya saling mempengaruhi.
1. Variabel Bebas: Sarana Praktikum
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah “sarana praktikum”, yang merujuk pada berbagai fasilitas, peralatan, dan sumber daya yang digunakan dalam kegiatan praktikum di bidang otomotif. Sarana praktikum mencakup alat-alat yang digunakan untuk mendukung pembelajaran teknis, seperti mesin, perangkat lunak, alat ukur, dan perlengkapan lain yang memungkinkan siswa untuk mengaplikasikan teori yang dipelajari dalam situasi praktis. Kualitas dan kelengkapan sarana praktikum ini dapat memengaruhi bagaimana siswa berinteraksi dengan materi pelajaran serta berpengaruh pada tingkat minat dan motivasi mereka dalam mengikuti pembelajaran.
Sarana praktikum ini sangat penting karena dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa, memberikan kesempatan bagi mereka untuk menerapkan keterampilan secara langsung, dan memperdalam pemahaman mereka tentang konsep-konsep yang diajarkan dalam mata pelajaran dasar teknik otomotif. Seiring dengan itu, peningkatan kualitas sarana praktikum diharapkan dapat berdampak positif terhadap minat belajar siswa.
2. Variabel Terikat: Minat Belajar Siswa
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah “minat belajar siswa”, yang menggambarkan tingkat ketertarikan dan motivasi siswa untuk mengikuti pelajaran, khususnya dalam mata pelajaran dasar teknik otomotif.
Minat belajar merujuk pada kecenderungan siswa untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran secara aktif, baik secara kognitif maupun emosional.
Ini dapat tercermin dalam perilaku siswa, seperti antusiasme dalam mengikuti praktikum, keinginan untuk mempelajari lebih lanjut, serta komitmen terhadap keberhasilan dalam pembelajaran.
Minat belajar siswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sarana praktikum yang disediakan. Sarana yang memadai dan
menarik diharapkan dapat meningkatkan minat siswa, membuat mereka lebih terlibat dalam kegiatan belajar, serta membantu mereka melihat relevansi pelajaran dengan kehidupan nyata. Peningkatan minat belajar pada siswa juga berhubungan dengan peningkatan hasil belajar dan keterampilan yang dapat diterapkan di dunia kerja.
3. Konsep Pengukuran Variabel
1. Variabel Bebas: Sarana Praktikum
Sarana praktikum diukur berdasarkan berbagai aspek yang mencakup kualitas dan kuantitas alat dan fasilitas yang tersedia dalam kegiatan praktikum. Indikator yang digunakan untuk mengukur sarana praktikum dapat meliputi:
a. Ketersediaan alat: Apakah alat yang diperlukan untuk praktikum otomotif lengkap dan memadai.
b. Kualitas alat: Kondisi fisik dan fungsionalitas alat, apakah dalam keadaan baik atau rusak.
c. Kesesuaian alat dengan materi: Sejauh mana alat yang tersedia sesuai dengan materi yang diajarkan dalam kelas.
d. Aksesibilitas alat: Kemudahan siswa dalam mengakses alat praktikum selama kegiatan pembelajaran.
Pengukuran sarana praktikum ini dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan terkait aspek-aspek tersebut, diikuti dengan skala penilaian seperti Likert Scale yang mengukur sejauh mana siswa merasa alat praktikum yang ada dapat mendukung proses belajar mereka.
2. Variabel Terikat: Minat Belajar Siswa
Minat belajar siswa diukur berdasarkan seberapa besar ketertarikan dan motivasi mereka dalam mengikuti mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif, khususnya dalam kegiatan praktikum. Indikator yang digunakan untuk mengukur minat belajar meliputi:
a. Keterlibatan aktif: Seberapa sering siswa terlibat aktif dalam kegiatan praktikum dan tanya jawab di kelas.
b. Antusiasme dalam mengikuti pelajaran: Tingkat keinginan siswa untuk belajar lebih dalam mengenai materi yang diajarkan.
c. Kesiapan untuk mengerjakan tugas: Sejauh mana siswa menunjukkan inisiatif untuk menyelesaikan tugas terkait pelajaran praktikum.
d. Persepsi terhadap manfaat pembelajaran: Sejauh mana siswa merasa bahwa pengetahuan yang diperoleh bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari atau dunia kerja.
Pengukuran minat belajar siswa dapat dilakukan melalui kuesioner yang berfokus pada indikator-indikator di atas. Penilaian juga bisa dilakukan dengan menggunakan skala Likert, di mana siswa diminta untuk menilai seberapa setuju mereka dengan pernyataan-pernyataan yang menggambarkan minat belajar mereka.
3.3 Implementasi Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sarana praktikum otomotif terhadap minat belajar siswa di kelas X TKRO 2 SMKN 1 Kepanjen.
Implementasi penelitian ini akan melibatkan beberapa tahap yang akan dijelaskan berikut ini:
1. Persiapan dan Identifikasi Variabel Penelitian.
Langkah pertama dalam implementasi penelitian adalah mendefinisikan dengan jelas dua variabel utama yang akan diteliti, yaitu sarana praktikum otomotif sebagai variabel bebas dan minat belajar siswa sebagai variabel terikat. Sarana praktikum akan diukur melalui ketersediaan, kualitas, dan kesesuaian alat yang digunakan dalam kegiatan praktikum. Sementara itu, minat belajar siswa akan diukur berdasarkan keterlibatan mereka dalam kegiatan praktikum dan sikap antusiasme terhadap mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif.
2. Pengumpulan Data
Setelah variabel didefinisikan, data akan dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disusun sebelumnya.
Kuesioner untuk sarana praktikum akan mencakup pertanyaan tentang
kualitas dan ketersediaan alat praktikum. Kuesioner untuk minat belajar siswa akan berfokus pada sejauh mana siswa merasa tertarik dan terlibat dalam pembelajaran praktikum otomotif. Data akan dikumpulkan dari 40 siswa kelas X TKRO 2 SMKN 1 Kepanjen.
3. Pelaksanaan Penelitian di Lapangan
Penelitian akan dilaksanakan di kelas X TKRO 2, dengan pengumpulan data yang dilakukan setelah beberapa sesi pembelajaran praktikum otomotif. Siswa akan diminta untuk mengisi kuesioner terkait sarana praktikum dan minat belajar setelah mereka mengikuti kegiatan praktikum. Proses ini akan berlangsung selama beberapa minggu untuk memastikan kelengkapan data.
4. Analisis Data
Setelah data terkumpul, peneliti akan menggunakan analisis statistik korelasi untuk menguji hubungan antara kedua variabel tersebut.
Pengukuran akan dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengidentifikasi kekuatan dan arah hubungan antara sarana praktikum dan minat belajar siswa. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik seperti SPSS atau Excel untuk memastikan hasil yang valid dan reliabel.
5. Interpretasi Hasil
Setelah analisis dilakukan, peneliti akan menginterpretasikan hasil untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara sarana praktikum dan minat belajar siswa. Jika hasil menunjukkan bahwa sarana praktikum memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat belajar, maka hal ini akan menunjukkan pentingnya kualitas dan kelengkapan sarana praktikum dalam meningkatkan minat belajar siswa di mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif.
6. Kesimpulan dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti akan menyusun kesimpulan mengenai pengaruh sarana praktikum terhadap minat belajar siswa. Jika terbukti ada pengaruh, rekomendasi akan diberikan untuk meningkatkan
sarana praktikum yang ada di sekolah, agar dapat lebih mendukung minat dan motivasi siswa dalam belajar.
Implementasi penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pentingnya sarana praktikum dalam membentuk minat belajar siswa di bidang teknik otomotif dan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMK.
3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di SMK Negeri 1 Kepanjen, khususnya di kelas X TKRO 2, yang merupakan kelas yang mempelajari mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif. SMK Negeri 1 Kepanjen terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang memiliki reputasi baik dalam bidang pendidikan kejuruan, khususnya dalam program keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). Lokasi ini dipilih karena fasilitas praktikum otomotif yang tersedia serta keberadaan siswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan praktikum di bidang otomotif.
Penelitian ini berlangsung selama rentang waktu satu minggu . Selama periode ini, peneliti akan mengumpulkan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada siswa setelah mereka mengikuti beberapa sesi pembelajaran praktikum.
Pengumpulan data diatur sedemikian rupa untuk memastikan semua siswa yang terlibat dalam penelitian memiliki kesempatan untuk memberikan respon yang representatif terhadap kondisi sarana praktikum yang ada dan minat belajar mereka terhadap mata pelajaran tersebut.
Dengan memilih waktu dan tempat yang tepat, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai pengaruh sarana praktikum terhadap minat belajar siswa dalam mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Kepanjen.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner atau angket yang disebarkan kepada siswa kelas X TKRO 2 di SMK Negeri 1 Kepanjen. Kuesioner ini dirancang untuk mengukur dua variabel utama,
yaitu sarana praktikum otomotif dan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif. Kuesioner ini menggunakan skala Likert dengan lima pilihan jawaban, yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Skala ini akan membantu menggali sejauh mana siswa merasakan pengaruh sarana praktikum terhadap minat belajar mereka.
Proses pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner secara langsung kepada siswa setelah mereka mengikuti sesi praktikum. Setiap siswa diberikan waktu yang cukup untuk mengisi kuesioner secara mandiri dan jujur, tanpa ada pengaruh dari pihak lain. Peneliti juga memberikan penjelasan terkait tujuan dan pentingnya pengisian kuesioner agar siswa lebih memahami konteks penelitian dan merasa nyaman untuk memberikan respons yang valid.
Selain itu, pengumpulan data juga dapat dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan praktikum, untuk melihat bagaimana penggunaan sarana praktikum mempengaruhi interaksi dan motivasi belajar siswa. Observasi ini dilakukan di kelas dan di laboratorium otomotif, dengan fokus pada pengamatan perilaku siswa selama sesi praktikum dan bagaimana mereka berinteraksi dengan alat dan bahan yang ada.
Dengan menggunakan kuesioner dan observasi, peneliti berharap dapat memperoleh data yang akurat dan valid untuk menganalisis pengaruh sarana praktikum terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif di SMK Negeri 1 Kepanjen.
3.6 Penentuan Populasi dan Sample Penelitian
Dalam penelitian ini, populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh siswa kelas X TKRO 2 di SMK Negeri 1 Kepanjen yang mengikuti mata pelajaran Dasar Teknik Otomotif dan berpartisipasi dalam praktikum otomotif. Populasi ini dipilih karena mereka adalah kelompok yang terlibat langsung dengan penggunaan sarana praktikum yang menjadi fokus penelitian, serta memiliki potensi untuk memberikan data yang relevan tentang pengaruh sarana praktikum terhadap minat belajar.
Sementara itu, sampel penelitian dipilih menggunakan teknik sampling purposive atau sampling dengan pertimbangan tertentu. Sampel ini diambil dari kelas X TKRO 2 dengan jumlah 30-40 siswa yang secara aktif mengikuti mata pelajaran dan praktikum dalam periode yang diteliti. Pemilihan sampel didasarkan pada kriteria tertentu, yaitu siswa yang sudah cukup lama mengikuti mata pelajaran tersebut dan telah menggunakan sarana praktikum otomotif yang relevan dengan penelitian. Penentuan jumlah sampel disesuaikan dengan pedoman penelitian kuantitatif yang mengharuskan sampel cukup representatif untuk memperoleh hasil yang valid (Sugiono, 2015).
Untuk mengoptimalkan keakuratan data, peneliti memastikan bahwa sampel yang dipilih memiliki karakteristik yang homogen dalam hal penggunaan sarana praktikum dan tingkat keterlibatan dalam praktikum. Dengan demikian, hasil penelitian dapat lebih menggambarkan hubungan antara sarana praktikum dan minat belajar siswa di kelas tersebut.
3.7 Analisa Data
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan rangkaian metode yang digunakan untuk mengolah dan memahami data berbentuk angka. Teknik ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Melalui analisis data, peneliti dapat mengidentifikasi pola, hubungan, serta tren yang muncul dari data yang dikumpulkan. Salah satu teknik analisis yang sering digunakan adalah analisis regresi.
Analisis regresi adalah metode statistik yang digunakan untuk mempelajari dan menjelaskan hubungan antara variabel terikat (dependen) dengan satu atau lebih variabel bebas (independen). Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mengukur kekuatan hubungan, membuat prediksi, dan menganalisis variasi dalam data.
Dengan menggunakan analisis regresi, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang sejauh mana variabel bebas memengaruhi variabel terikat.
Wawasan ini sering menjadi dasar yang penting dalam proses pengambilan keputusan dan penyusunan strategi.
a. Uji Regresi Linier Sederhana
Uji regresi linear sederhana digunakan untuk mengukur pengaruh variabel independen (sarana praktikum) terhadap variabel dependen (minat belajar). Persamaan umum regresi:
Y=α+bX Keterangan:
Y = nilai variabel dependen (minat belajar) α = konstanta (intersep)
b = koefisien regresi
X= nilai variabel independen (sarana praktikum) b. Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar variabel independen mempengaruhi variabel dependen:
R2=r2×100 % Di mana:
R2 = Koefisien determinasi r❑ = Koefisien korelasi
Interpretasi: R2menunjukkan persentase kontribusi Sarana Praktikum Otomotif terhadap Minat Belajar Siswa.
Langkah implementasi dengan melakukan penghitungan manual atau menggunakan software statistik seperti SPSS, excel, atau lainnya. Hasil analisis ini akan memberikan kesimpulan tentang kekuatan, arah, dan signifikansi hubungan antara sarana praktikum dan minat belajar siswa.
3.8 Uji Validitas Data
Uji validitas data digunakan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian, seperti kuesioner, mampu mengukur variabel yang diinginkan secara tepat. Dalam konteks penelitian ini, uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner terkait sarana praktikum (variabel bebas) dan minat belajar siswa (variabel terikat) benar-benar relevan dan mendukung tujuan penelitian.
Langkah-Langkah Uji Validitas:
1. Pengumpulan Data: Kuesioner diberikan kepada siswa di kelas X TKRO 2 SMKN 1 Kepanjen. Data yang terkumpul berupa jawaban dari responden menggunakan skala Likert, seperti skala 1–5, untuk menunjukkan tingkat setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan tertentu.
2. Pengecekan Validitas: Validitas setiap item dalam kuesioner diuji dengan cara membandingkan skor jawaban pada setiap pernyataan dengan skor total keseluruhan pernyataan. Ini dilakukan untuk melihat sejauh mana setiap item mewakili variabel yang diukur.
3. Analisis Hasil: Data yang telah dikumpulkan diolah menggunakan software statistik seperti SPSS. Output dari uji validitas akan menunjukkan apakah setiap item valid atau tidak. Item yang valid menunjukkan bahwa pernyataan tersebut relevan dengan variabel yang diukur.
4. Interpretasi Validitas:
a. Item dinyatakan valid jika memiliki korelasi yang cukup kuat dengan skor total.
b. Item yang tidak valid diidentifikasi dan dapat dihilangkan atau diperbaiki agar sesuai dengan tujuan penelitian.
5. Kesimpulan: Hasil uji validitas memberikan jaminan bahwa hanya item- item yang relevan dan akurat yang digunakan dalam analisis selanjutnya.
Dengan demikian, data yang dihasilkan dari kuesioner memiliki kualitas yang baik untuk mendukung penelitian.
Uji validitas ini penting untuk memastikan bahwa seluruh instrumen penelitian benar-benar dapat dipercaya dalam menggambarkan hubungan antara sarana praktikum dan minat belajar siswa.